Anda di halaman 1dari 10

Uji Kualitatif Karbohidrat dan Hidrolisis Karbohidrat

Jeanne Isbeanny LFH1*), Meilani Anggraeni1), Mohamad Amin1), Roscha Amelia1), Ana
Roudlotul Jannah1), Aditya Putra Pratama1)

Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Jalan Ir. H. Juanda No.95 Ciputat 15412 Indonesia. Telp (62-21) 7493606
*)
Email : jeanneisbeanny@gmail.com

Abstrak

Pada praktikum kali ini telah dilakukan percobaan “Uji Kuallitatif Karbohidrat dan
Hidrolisis Karbohidrat” yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat suatu
bahan, mengetahui prinsip – prinsip identifikasi, sifat kimia serta prinsip hidrolisis
karbohidrat dan mengidentifikasi hasil hidrolisis karbohidrat. Prinsip yang digunakan adalah
pembentukan kompleks dan pengendapan sementara metode yang digunakan adalah
penambahan reagen dan pemanasan. Pada uji kualitatif karbohidrat, uji molisch menunjukkan
hasil positif ditandai dengan adanya cincin berwarna ungu. Reaksi positif pada uji iodium
ditandai dengan terbentuknya warna ungu kehitaman. Pada uji benedict reaksi positif
ditunjukkan dengan terbentuknya endapan berwarna merah, kuning, atau merah bata. Pada uji
barfroed Reaksi positif pada uji barfroed ditandai dengan terbentuknya endapan CuO berwna
merah bata, reaksi positif terhadap uji seliwanoff ditandai dengan adanya perubahan warna
larutan menjadi merah orange. Sementara pada uji hidrolisis karbohidrat diperoleh titik
akromatik amilum pada menit ke 21 yang ditandai dengan terbentuknya larutan yang
berwarna kuning pucat pada larutan yang diuji setelah diteteskan larutan iodium.

Abstract

At this time we have done experiments “Qualitative Test and carbohydrate


hydrolysis” which aims to identify teh presence of a carbohydrate material, knowing the
principles of identifying, chemichal characteristics as well as the principles of carbohydrate
hydrolysis and the identify the hydrolysis of carbohydrat. The principle used is complex
formation and temporary deposition. The method which is used is the addition of reagents
and heating. In the qualitative test carbohydrate, molisch test showed positive results marked
by a purple ring. A positive reaction of teh iodine test is the characterized by the formation of
a blackish purple color. In benedict test indicated a positive reaction with the formation of red
precipitate, yellow, or red brick. Positive reaction of barfoed test is characterized by the
formation of CuO precipitate red brick, positive reaction of seliwanoff test marked with the
change of red color become orange. Meanwhile the test carbohydrate hydrolysis of starch
obtained achromatic point at minute 21, which is characterized by the formation of a pale
yellow solution in the solution being tested after dripped iodine solution.

1. PENDAHULUAN berupa glikogen yang tersimpan dalam hati


Karbohidrat merupakan senyawa dan jaringan otot. Glikogen dalam tubuh
karbon yang banyak dijumpai di alam, manusia berfungsi sebagai cadangan energi.
terutama sebagai penyusun utama jaringan Melalui mekanisme kerja hormon dan
dan tumbuh – tumbuhan. Senyawa aktivitas enzim, glikogen diperoleh menjadi
karbohidrat merupakan polihidroksi aldehid unit – unit glukosa ( Hermanto, 2011).
atau polihidroksi keton yang mengandung Berdasarkan monomer yang
unsur – unsur C, H dan O dengan rumus menyususnnya, karbohidrat dibedakan
empiris (CH2O)n (Hermanto, 2011). menjadi tiga kelompok, yaitu:
Karbohidrat pada tumbuhan a. Monosakarida: karbohidrat yang
disintesis dari CO2 dan H2O melalui proses tersusun dari satu molekul berupa
fotosintesis yang terjadi di dalam klorofil. glukosa atau ketosa. Contohnya:
Karbohidrat yang dihasilkan merupakan glukosa, fruktosa dan galaktosa.
cadanga makanan yang disimoan dalam b. Oligosakarida: karbohidrat yang
akar, batang dan biji yang sebagian besar tersusun atas dua sampai sepuluh satuan
merupakan amilum atau selulosa. monosakarida. Contohnya: sukrosa,
Karbohidrat yang berasal dari disakarida dari glukosa dan fruktosa,
makanan, akan mengalami perubahan atau atau laktosa yang terdiri dari glukosa
metabolisme di dalam tubuh. Hasil dan galaktosa.
metabolisme karbohidrat antara lain c. Polisakarida: karbohidrat yang terusun
glukosa yang terdapat dalam darah, atas lebih dari sepuluh satuan
sedangkan glikogen adalah karbohidrat monosakarida yang dapat berupa rantai
yang disintesis dalam hati dan digunakan lurus maupun bercabang. Contoh:
oleh sel – sel pada jaringan otot sebagai karbohidrat kelompok ini adalah amilum
sumber energi (Sumarlin, 2013). dari selulosa.
Dalam tubuh manusia sebagian
Pada umumnya karbohidrat merupakan
besar karbohidrat terdapat dalam tubuh
senyawa padat berupa serbuk putih yang
mempunyai sifat sukar larut dalam pelarut bentuk yang berbeda untuk setiap sumber.
nonpolar, tetapi mudah larut dalam air, Pati terbagi menjadi dua fraksi yang dapat
kecuali polisakarida (selulosa) yang tidak dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut
larut dalam air. disebut amilosa (±20%) dengan struktur
molekul linier, sebaliknya fraksi yang tidak
Perlakuan oleh asam anorganik pekat
larut disebut amilopektin (±80%) dengan
akan menyebabkan polisakarida
struktur bercabang. Dengan penambahan
terhidrolisis menjadi monosakarida.
iodium, fraksi amilosa akan memberikan
Dehidrasi monosakarida jenis pentosa oleh
warna biru yang dibentuk oleh amilosa dan
asam sulfat pekat akan mmbentuk furfural
iodium dari struktur amilosa sehingga
dan golongan heksosa menghasilkan
warna biru menjadi hilang (Hermanto,
hidroksimetil furfural. Dengan penambahan
2011).
α-naftol dalam alkohol, senyawa tersebut
akan membentuk lompleks berwarna ungu. Dalam suasana asam dengan
Reaksi ini khas untuk identifikasi awal pemanasan, pati akan terhidrolisis menjadi
keberadaan karbohidrat. senyawa karbohidrat yang telah sederhana.
Hidrolisis pati dengan asam klorida akan
Polisakarida yang merupakan
menghasilkan molekul glukosa sedangkan
karbohidrat kompleks mempunyai sifat
hidrolisis pati oelh enzim akan
kurang larut dalam air dingin. Pemanasan
menghasilkan maltosa yang selanjutnya
suspensi pati secara bertahap dapat
akan menghasilkan glukosa. Pengujian laju
membentuk larutan koloid dan akhirnya
hidrolisis dapat dilakukan dengan
menjadi pasta.
poenambahan iodium. Tahap pada saat
Pati banyak terdapat dalam tumbuh – larutan hasil hidrolisis sudah tidak
tumbuhan terutama terdapat pada biji, buah menimbulkan warna biru dengan iodium
dan umbi. Di dalam sel, pati membentuk disebut titik akromatik (Hemanto, 2011).
granula yang secara mikroskopis memiliki
2. METODE PENELITIAN Bahan yang digunakan dalam
Alat dan Bahan praktikum ini adalah amilum, sukrosa,
Alat yang digunakan dalam praktikum laktosa, fruktosa, glukosa, pereaksi
ini adalah stopwatch, penjepit tabung, alat molisch, pereaksi sulfat pekat, larutan
pemanas listrik, beacker glass 500 mL, iodium, larutan amilum 1%, pereaksi
mikroskop, tabung reaksi, rak tabung benedict, HCl 2 N, NaOH 2% dan kertas
reaksi, pipet tetes, pipet ukur 5 mL, cawan lakmus.
petri dan penjepit tabung.
Uji Kualitatif Karbohidrat
Uji Molisch pengamatan dimana reaksi positif ditandai
dengan timbulnya endapan biru kehijauan,
Sebanyak 15 tetes larutan uji
kuning ata merah bata tergantung apada
dimasukkan ke dalam tabung reaksi
kadar gula pereduksi yang ada.
kemudian ditambahkan 3 tetes pereaksi
molisch dan dicampurkan dengan baik. Uji Seliwanoff
Selanjutnya tabung reaksi dimiringkan
Sebanyak 10 tetes larutan uji (sukrosa,
sebesar 450, lalu dialirkan dengan hati-hati
fruktosa, galaktosa dan glukosa) dan 15
1 ml H2SO4 pekat melalui dinding tabung
tetes pereaksi seliwanoff dimasukkan
agar tidak bercampur. Setelah itu, diamati
kedalam tabung reaksi. Selanjutnya,
perubahan yang terjadi dan citata di lembar
campuran dipanaskan dalam penangas air
pengamatan demana reaksi positif ditandai
mendididh selama 1 menit. Selanjutnya
dengan terbentuknya cicncin berwarna ungu
diamati perubahan warna yang terjadi dan
pada batas antara kedua lapisan.
dicatat pada lembar pengamatan dimana
Uji Iodium reaksi positif ditandai dengan adanya
perubahan warna larutan menjadi merah
Sebanyak 15 tetes larutan uji
orange.
dimasukkan ke dalam tabung reaksi,
kemudian ditambahkan 2 tets larutan Hidrolisis Karbohidrat
iodium dan diamati perubahan warna yang
Sebanyak 5 ml amilum dimasukkan ke
terjadi lalu dicatat dalam lembar
dalam tabung reaksi, kemudian
pengamatan diaman reaksi positif ditandai
ditambahkan 2,5 ml HCl 2 N. Setelah itu
dengan adamya pembetukan kompleks
dicampurkan dengan baik dan dimasukkan
senyawa berwarna biru utnuk amilum,
ke dalam penangas air mendidih. Setelah 3
merah kecoklatan untuk glikogen dan
menit, 2 tetes larutan diambil dan diteteskan
merah anggur untuk dekstrin.
ke dalam cawan petri secara berurutan dan
Uji Benedict ditabhakan 1 tetes larutan iodium.
Selanjutnyam perubahan warna yang terjadi
Sebanyak 5 tets larutan uji dimasukkan
diamati dan dicatat dalam lembar
bersamaan dengan 15 tetes pereaksi
pengamatan. Pemanasan dilanjutkan dan
benedict kemudian dicampurkan dengan
diuji dengan larutan iodium setiap 3 menit
baik. Selanjutnya, larutan tersebut didihkan
sekali sampai warna larutan kuning pucat
di atas penangas air mendidih selama ±5
dan ditentukan kapan titik akromatik
menit kemudian didinginkan perlahan –
terjadi.
lahan dan diamati warna endapan yang
terbentuk dan dicatat dalam lembar
3. HASIL DAN PEMBAHASAN terhidrolisis membentuk furfural. Furfural
Tabel 1. Uji Molisch kemudian akan membentuk persenyawaan

Larutan Hasil Karbo naftol yang ditandai dengan terbentuknya


Uji Pengamatan hidrat cicncin berwarna ungu.
Tabung A Terbentuk +
cincin Berdasarkan hasil percobaan ini,
berwarna ungu
Tabung B Terbentuk + karbohidrat oleh asam sulfat pekat
cincin dihidrolisis menjadi monosakarida
berwarna ungu
Tabung C Terbentuk + mengalami dehidrasi oleh asam sulfat pekat
cincin
berwarna ungu
dan menjadi furfural. Furfural tersebut
Tabung D Terbentuk + kemudian ditambah dengan α-naphtol akan
cincin
berwarna ungu terkondensasi dan membentuk senyawa
Tabung E Terbentuk +
komplekas berwarna ungu. Apabila
cincin
berwarna ungu pemberian asam sulfat pada larutan uji yang
Tabung F Tidak +
Terbentuk telah diberi melalui dinding tabung, maka
cincin warna warna ungu yang terbentuk berupa cicncin
ungu
furfural pada batas antara larutan uji dengan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah asam sulfat, oleh karena itu, hal itu
dilakukan diperoleh hasil bahwa semua menunjukkan bahwa larutan uji tersebut
tabung kecuali pada tabung F diduga mengandung karbohidrat.
merupakan karbohidrat. Hal tersebut Tabel 2. Uji Iodium
ditandai dengan terbentuknya cincin No Larutan Hasil Karbohidrat
berwarna ungu. Reaksi yang berlangsung Uji Pengamatan
sebagai berikut:i uji molisch ini yaitu bahan 1 Tabung Terbentuk -
yang mengandung monosakarida bila A warna
direaksikan dengan H2SO4. Reaksinya orange
sebagai berikut: 2 Tabung Terbentuk -
B warna
orange
3 Tabung Terbentuk -
C warna
orange
4 Tabung Terbentuk -

Adapun prinsip dari uji molisch ini yaitu D warna


orange
bahan yang mengandung monosakarida bila
direksikan dengan H2SO4 pekat akan 5 Tabung Terbentuk +
E warna biru Tabel 3. Uji Benedict
kehitaman No Larutan Hasil Karbohidrat
6 Tabung Terbentuk - Uji Pengamatan
F warna 1 Tabung Terbentuk +
orange warna biru
A
+ endapan
merah
2 Tabung Terbentuk +
Berdasarkan hasil percobaan di atas,
warna biru
B
diperoleh hasil bahwa tabung E kemerahan
3 Tabung Terbentuk +
kemungkinan merupakan amilum
warna biru
C
sedangkan pada tabung lainnya bukan kehijauan
4 Tabung Terbentuk -
merupakan amilum. Hal itu ditandai dengan
warna biru
D
terbentuknya warna ungu kehitaman pada orange
5 Tabung Terbentuk -
larutan di tabung E. Selain digunakan
warna biru
E
sebagai uji adanya amilum, iodium pekat
6 Tabung Terbentuk -
digunakan untuk menguji adanya glikogen
F warna biru
dan dekstrin tergantung pada jenis
muda/terang
karbohidrat yang diuji. Dimana glikogen
ditandai dengan terbentuknya kompleks
senyawa berwarna merah kecoklatan. Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh

Sementara untuk dekstrin ditandai dengan data bahwa pada tabung A, B dan C

terbentuknya kompleks senyawa berwarna kemungkinan merupakan gula pereduksi.

merah anggur. Reaksi positif ditandai dnegan terbentuknya

Pada prinsipnya, uji iodium ini endapan berwarna merah, kuning, atau

digunakan untuk memisahkan amilum dan merah bata. Adapun reaksinya sebagai

pati yang terkandung dalam larutan berikut:

tersebut. Reaksinya ditandai dengan adanya


perubahan warna menjadi biru. Warna biru
yang dihasilkan merupakan hasil dari ikatan
kompleks anatara amilum dengan iodin.
Adapun reaksi yang berlangsung sebagai
berikut: Gula pereduksi itu sendiri itu bisa
berupa laktosa, fruktosa dan glukosa,
sementara gula non pereduksi yakni
sukrosa. Pada prinsipnya, uji benedict ini
digunakan untuk mengaktifkan karbohidrat
melalui reaksi gula pereduksi. Dimana larutan yang ada pada tabung etrsebut
larutan alkali dari tembga direduksi oleh merupakan disakarida seperti maltosa tau
gula yang mengandung gugus aldehida atau laktosa.
keton bebas dengan membentuk kupro Reaksi positif pada uji barfroed ditandai
oksida berwarna. Uji benedict dilakukan dengan terbentuknya endapan CuO berwna
pada suasana basa dimana pada suasana merah bata. Adapun reaksi yang terjadi
2+
basa reduksi ion Cu dari CuSO4 oleh sebagai berikut:
gula pereduksi berlangsung cepat dan
membentuk CuO yang ebrupa endapan.

Tabel 4. Uji Barfroed


Preaksi barfroed terdiri dari logam Cu
Larutan Hasil Pengamatan Karbohidrat
dan larutan asam pekat. Pereaksi barfroed
Uji
dapat bereaksi positif dengan karbohidrat
Tabung Terbentuk +
warna yang memiliki gula pereduksi dan
A
merah bata
Tabung Terbentuk + dilakukan dalam suasana asam . pada
warna
B suasan asam, pereaksi barfroed akan
merah bata
Tabung Terbentuk - direduksi lebih cepat oleh gula pereduksi
warna biru
C monosakarida daripada disakarida serta
Tabung Terbentuk - menghasilkan CuO (kuprooksida) berwarna
warna biru
D
merah bata.
Tabung Terbentuk +
warna Tabel 5. Uji Seliwanoff
E
merah bata Larutan Hasil Karbohidrat
Tabung F Terbentuk -
Uji Pengamatan
warna
Tabung A Berwarna -
kuning
bening
Tabung B Berwarna +
merah
Tabung C Berwarna +
Berdasarkan hasil percobaan di atas, sedikit
diperoleh data bahwa pada tabung A, B dan orange
Tabung D Berwarna +
E bereaksi positif dengan pereaksi barfroed orange
Tabung E Berwarna -
yang kemungkinan larutan tersebut bening
merupakan monosakarida seperti glukosa, Tabung F Berwarna -
bening
fruktosa, galaktosa ataupun pentosa.
Sedangkan apada tabung C, D dan F
menunjukkan hasil negatif terhadap Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh

pereaksi barfroed yang kemungkinan hasil bahwa pada tabung B, C dan D


menunjukkan hasil positif terhadap uji berasal dari konversi fruktosa oleh HCl
seliwanoff yang ditandai dengan adanya panas dan kemudian menghasilkan asam
perubahan warna larutan menjadi merah levulinat dari hidroksimetilfurfural.
orange. Adapun reaksi yang terjadi
sebagai berikut: Tabel 6. Hidrolisis Karbohidrat
Perlakuan Waktu Hasil Uji
Hidrolisis Iodium
3 menit Coklat
5 ml 6 menit Coklat
amilum 1% Kekuningan
+ HCl 2 N 9 menit Kuning
+ Kecoklatan
Pemanasan 12 menit Kuning
Prinsip uji seliwanoff adalah fruktosa
Kecoklatan
dengan asam kuat akan mengalami
15 menit Kuning
dehidrasi membentuk
Kecoklatan
hidroksimetilfurfural dan bila
18 menit Kuning
ditembaskkan recorsinol akan
21 menit Kuning Pucat
berkondensasi membentuk persenyawaan
yang berwarna merah orange. Uji
Berdasarkan ahsil percobaan di atas,
seliwanoff sendiri berfungsi untuk
pada menit ketiga menghasilkan warna
membedakan gula aldosa dan ketosa.
biru kehitaman, menit keenam
Ketosa dibedakan dari aldosa karena
menghasilkan warna coklta kekuningan,
adanya gugus keton. Gula tersebut
menit ke sembilan sampai menit ke lima
digolongkan kedalam ketosa, sedangkan
belas menghasilkan warna kuning
gula yang mengandung gugus aldehid
kecoklatan, menit ke delapan belas
digolongkan kedalam aldosa.
menghasilkan warna kuning dan yang
Reaksi positif yang ditunjukkan pada
terakhir pada menit ke dua puluh satu
uji seliwanoff ini menunjukkan bahwa
menghasilkan warna kuning pucat. Hal ini
kemungkinan larutan tersebut merupakan
terjadi karena pati terbagi atas dua fraksi
ketosa sedangkan yang menunjukkan hasil
yang dapat dipisahkan dengan air panas.
negatif kemungkinan adalah aldosa.
Fraksi yang terlarut disebut amilosa
Adapun warna merah orange dari
(±20%) dengan struktur makromolekul
reaksi ini merupakan hasil kondensasi dari
linear yang dengan iodium memberikan
resorsinol yang sebelumnya didahului
warna kehitaman. Sebaliknya, fraksi yang
pembentukan hidroksimetilfurfural yang
tidak larut disebut amilopektin (±80%) Pati daslam suasana asam
dengan struktur bercabang. memepercepat hidrolisis pati atau amilum
Pati dalam suasana asam bila menjadi satuan glukosa ikatan lurus,
dipanaskan akan terhidrolisis menjadi bercabang atau maltosa. Semakin lama
senyawa- senyawa yang lebih sederhana. pemanasan yang dilakukan, pati
Hasil hidrolisis dapat diuji dengan iodium terhidrolisis semakin cepat yang ditandai
dan menhasilkan warna sampai dengan dengan warna biru yang menghilang
tidak berwarna. Tahap apada saat larutan keteika didtetesi larutan iod. Larutan iod
hasil hidrolisis sudah tidak berwarna biru digunakan untuk mengidentifikasi ada
dengan iodium disebut titik akromatik. tidaknya pati dalam suatu larutan atau
Berdasarkan hasil percobaan di atas, titik bahan.
akromatik yang terjadi dalam praktikum
ini adalah pada saat menit ke dua puluh
DAFTAR PUSTAKA
satu yang ditandai dengan terbentuknya
larutan yang berwarna kuning pucat pada Anonimous.2011.Hidrolisa Pati.
larutan yang diuji. Reaksi yang terjadi (www.lab.tekim.undip.ac.id/hidr
adalah sebagai berikut: olisa-pati/ ). (diakses pada 1 Mei
2014 pukul 21.00 WIB)

Anonimous. 20011. Uji Karbohidrat.


4. SIMPULAN
www.diligib.unimus.ac.id/downl
Untuk mengidentifikasi karbohidrat
oad.php? (diakses pada 1 Mei
dapat dilakukan beberapa uji diantaranya
2014 pukul 09.30 WIB)
uji barfroed , uji molisch, uji iodium, uji
benedict dan uji seliwanoff. Uji seliwanof Lehninger, A.1998. Dasar – Dasar
digunakan untuk membuktikan adanya Biokimia. Maggy Thenawidjaya;
karbohidrat dalam suatu bahan. Uji Penerjemah. Jakarta: Erlangga
iodium digunakan untuk membuktikan
Poedjaji, Anna dan Supriyanti, F.M
adanya amilum, glikogen dan dekstrin
Titin.2009. Dasar – Dasar Biokimia.
yang bergantung pada jenis larutan yang
Jakrta: Erlangga
diuji, uji benedict digunakan untuk
membuktikan adaya gula pereduksi dari Sumarlin, La Ode.2013. Biokimia: Dasar
suatu larutan atau bahan dan uji barfroed – Dasar Biomolekul dan Konsep
digunakan untuk membedakan suatu Metabolisme. Tangerang
larutan merupakan monosakarida atau Selatan: Program Studi Kimia
disakarida. Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta

Syukuri, S. 1999. Kimia Dasar 2.


Bandung: Penerbit ITB