Anda di halaman 1dari 16

Critical Book Report

“Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan”

Disusun Oleh:
TAMIMA AZRI ADILA (NIM : 3161131050)
Kelas: C Reguler 2016
Dosen: Parlaungan Gabriel Siahaan, SH,M.Hum

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
Karunia dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul
buku yang akan saya kritik yaitu “Paradigma Baru Pendidikan
Kewarganegaraan”.
Pembuatan Critical Book Report ini bertujuan sebagai tugas individu mata
kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak Parlaungan Siahaan
selaku dosen pengampu yang telah membimbing saya dalam pembuatan Critical
Book Report ini.
Critical Book Report ini saya yakini jauh dari kesempurnaan dan masih
banyak kekurangannya seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak
retak”, baik isi maupun penyusunannya. Atas semua itu dengan rendah hati saya
harapkan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan tugas Critical
Book Report ini. Semoga tugas Critical Book Report ini dapat bermanfaat.

Medan, 12 Oktober 2017

Tamima Azri Adila

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................. 1
A. Informasi Bibliografi ......................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN SECARA UMUM BUKU ...........................................2
BAB III PEMBAHASAN ......................................................................................7
A. Latar Belakang Masalah Yang Akan Dikaji ...................................................7
B. Permasalahan Yang Akan Dikaji ....................................................................7
C. Kajian Teori ....................................................................................................7
D. Metode Yang Digunakan ................................................................................8
E. Analisis Buku .................................................................................................8
BAB IV PENUTUP ................................................................................................9
A. Kesimpulan .....................................................................................................9
B. Saran ...............................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................10
DAFTAR LAMPIRAN (LAMPIRAN REFERENSI BUKU) ..........................11

ii
DAFTAR LAMPIRAN

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Informasi Bibliografi
Judul : Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan
Penulis : Winarno, S.Pd, M.Si
ISBN : 978-979-010-178-4
Penerbit : PT Bumi Aksara
Tahun Terbit : 2007
Urutan Cetakan : Cetakan Pertama
Dimensi Buku : 23 cm
Tebal Buku : 223 Halaman

1
BAB II
PEMBAHASAN SECARA UMUM BUKU

Pancasila dalam pendekatan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang


mendalam mengenai pancasila.
Kelima sila dari pancasila pada hakikatnya adalah suatu nilai-nilai yang
merupakan perasaan dari sila-sila pancasila tersebut adalah :
1. Nilai ketuhanan
2. Nilai kemanusiaan
3. Nilai persatuan
4. Nilai kerakyatan
5. Nilai keadilan
Menurut prof. Notonegoro Nilai ada 3 macam yaitu sebagai berikut:
A. Nilai materil sesuatu yang berguna bagi jasmani
B. Nilai Vital sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melaksanakan kegiatan
C. nilai kerohanian yang di bedakan menjadi 4 (empat ) macam
1) Nilai kebenaran bersumber pada akal pikir manusia
2) Nilai estetika ( keindahan ) bersumber dari rasa manusia
3) Nilai kebaikan atau nilai norma bersumber pada kehendak keras karsa hati
nurani manusia
4) Nilai religius ( ketuhanan ) bersifat mutlak bersumber dari keyakinan
manusia
Walter G. Everet menggolongkan nilai-nilai manusia menjadi delapan kelompok:
1) Nilai-Nilai Ekonomis
2) Nilai-Nilai Kejasmanian
3) Nilai-Nilai Hiburan
4) Nilai-Nilai sosial
5) Nilai-Nilai watak
6) Nilai-Nilai Estetis
7) Nilai-Nilai intelektual
8) Nilai-Nilai Keagamaan

2
Dalam Filsafat nilai dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
1) Nilai logika yaitu Nilai tentang benar-salah
2) Nilai Etika yaitu Nilai tentang Baik-Buruk dan
3) Nilai estetika yaitu Nilai tentang Indah- Jelek.
Max Scheller menurut itu nilai-nilai itu tidak sama luhurnya dan tidak sama
tingginya menurut tinggi rendahnya nilai dapat di kelompokkan dalam tingkat
sebagai berikut:
A. Nilai-Nilai kenikmatan
B. Nila-Nilai Kehidupan
C. Nilai-Nilai Kejiwaan
D. Nilai-Nilai kerohanian
Dalam Filsafat pencasila di sebutkan menjadi 3 tingkat nilai yaitu Nilai
dasar Nilai instumental dan nilai praktis
1. Nilai dasar
Nilai yang mendasari nilai instrumenta. nilai dasar yaitu asas-asas yang kita
terima sebagai dalil yang bersifat sebanyak dikit mutlak. kita menerima nilai
dasar itu sebagai suatu yang benar atau tidak peru di pertanyakan lagi.
2. Nilai instumental
Nilai sebagai pelaksana umum dari nilai dasar umunya berbentuk norma sosial
dan norma hukum yang selanjutnya atau terkristalisasi dalam peraturan dan
mekanisme lembaga-lembaga Negara.
3. Nilai praksis
Nilai yang sesunggunya kita laksanakan dalam kenyataan nilai praksis
sesunggunya menjadi batu ujian apakah nilai dasar atau nilai instrumental itu
benar-benar hidup dalam masyarakat Indonesia.

Makna Pancasila sebagai Dasar Negara


Pancasila sebagai dasar (filsafat) mengandung makna bahwa nilai-nilai yang
terkandung dalam pancasila menjadi dsar atua pedoman bagi penelenggaraaan
bernegara. Nilai-nilai pancasila pada dasarnya adalah nilai-nilai filsafat yang
sifatnya mendasar. Nilai dasar pancasila sifatnya abstrak, normatif dan nilai itu
menjadi motivator kegiatan dalam penyelenggaraan bernegara.

3
Pereduksian dan pemaknaaan atas pancasila dalam pengertian yang sempit
dan politis ini berakibat pada :
a. Pancasila dipahami sebagai sebuah mitos;
b. Pancasila dipahami secara politik ideologis untuk kepentingan kekuasaan;
c. Nilai-nilai pancasila menjadi nilai yang disotopia tidak sekadar otopia.

Pancasila sebagai ideologi Nasional


Ada dua fungsi utama ideologi dalam masyarakat (Ramlan Surbakti, 1999).
Pertama, sebagai tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai secar bersama oleh
suatu masyarakat. Kedua, sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai
prosedur penyelesaian konflik yang terjadi di masyarakat. Dalam kaitannya
dengan yang pertama, nilai dalam ideologi itu menjadi cita-cita atau tujuan dari
masyarakat. Tujuan hidup bermasyarakat adalah untuk mencapai terwujudnya
nilai-nilai dalam ideologi itu. Adapun dalam kaitannya yang kedua, nilai dalam
ideologi itu merupakan nilai yang disepakati bersama sehingga dapat
mempersatukan masyarakat itu, serta nilai bersama tersebut djadikan acuan bagi
penyelesaian suatu masalah yang mungkin timbul dalam kehidupan masyarakat
yang bersangkutan.

Urgensi Pendidikan Secara Umum


Dalam membahas tentang bagaimana pentingnya pendidikan bagi manusia
maka urgensi pendidikan ditinjau dari beberapa aspek, sebagaimana yang terdapat
dalam buku Dasar-Dasar Pendidikan yang dikarang oleh Madyo Ekosusilo dan
R.B. Kasihadi yaitu ditinjau dari aspek pedagogis, manusia dipandang sebagai
makhluk “homo education” (makhluk yang harus dididik). Karena itu menurut
aspek ini, pendidikan berfungsi untuk “memanusiakan manusia”. Artinya
pendidikan merupakan salah satu hal yang membedakan antara manusia dengan
hewan, manusia dapat dididik sedangkan pada hewan tidak dapat dididik
melainkan hanya dapat di latih. Ditinjau dari aspek psikologis, manusia
dipandang sebagai makhluk “psycho-physick netral” yaitu makhluk yang
memiliki kemandirian jasmaniah dan rohaniah. Dari aspek ini manusia memiliki
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik secara materil maupun

4
non-materil, maka pendidikanlah menjadi faktor utama yang berperan dalam
mengendalikan baik/buruk hidup manusia.

Urgensi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Bagi Generasi Bangsa


Pendidikan kewarganegaraan itu sendiri merupakan suatu mata pelajaran
yang wajib dalam menjajaki dunia pendidikan, tidak hanya pendidikan dalam
tingkat dasar saja, melainkan mata pelajaran yang digunakan dalam jenjang
pendidikan tingkat SMP dan SMA juga. Tidak sampai disini saja, walaupun sudah
tamatan SMA, terkadang mata pelajaran tersebut berada di sekitar kita dan pasti
menjadi kebutuhan setiap manusia. Saat di perguruan tinggi, akan mendapatkan
mata pelajaran tersebut,
Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan ini dianggap rendah oleh
sebagaian siswa maupun mahasiswa karena mereka tau akan adanya dari
kebobrokkan para pejabat pemerintah Negara Indonesia yang gemar dan terkenal
akan korupsi kolusi dan nepotismenya (KKN). Dengan fakta ini menjadikan para
sebagian siswa dan mahasiswa tidak merasa bangga berwarganegara Indonesia
dan pesimis akan masa depan bangsa ini. Mereka tidak terpikir akan bagaimana
aturan menjadi seorang saintis yang baik di Indonesia dan faham akan hak-hak
dan kewajiban warga negara Indonesia di bidang pendidikan dan kebebasan
berpendapat.
Materi pendidikan kewarganegaraan mengajarkan mahasiswa untuk
mengenal aturan dasar kewarganegaraan dan hal ini khususnya terkait hak dan
kewajiban mereka sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan
merupakan salah satu media untuk mengajarkan kehidupan politik kepada
mahasiswa. Mahasiswa dikenalkan sistem politik tanpa harus terlibat langsung
dalam kegiatan politik praktis.
Pendidikan kewarganegaraan memberikan pengetahuan pada mahasiswa
tentang peraturan Negara yang mengikat agar para mahasiswa bisa hidup dalam
aturan hukum yang berlaku. Pendidikan kewarganegaraan merupakan sarana
untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada setiap mahasiswa. Oleh karena itu
kita dapat mengetahui seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi
mahasiswa maupun siswa di Indonesia. Bagaimanapun juga kita hidup di Negara

5
Indonesia dan mau tidak mau harus mentaati aturan hukum yang berlaku di
Indonesia.
Apabila kita sebagai mahasiswa ingin bangsa ini maju, maka harus ada
komitmen untuk mentaati segala aturan yang berlaku di Indonesia, dan untuk
dapat mentaatinya, maka kita harus mengetahui segala aturan tersebut. Dengan
adanya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dimulai dari SD-SMA
maupun kuliah inilah kita dapat mengetahui dan memahami segala aturan, hak
dan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia.
Dalam pengaturan kehidupan bernegara ini dilandasi oleh filsafat atau
ideologi pancasila. Fundamen negara ini harus tetap kuat dan kokoh serta tidak
mungkin diubah. Mengubah fundamen, dasar, atau ideologi berarti mengubah
eksistensi dan sifat negara. Keutuhan negara dan bangsa bertolak dari sudut kuat
atau lemahnya bangsa itu berpegang kepada dasar negaranya.

6
BAB III
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Masalah Yang Akan Dikaji


Buku paradigma baru pendidikan kewarganegaraan adalah buku panduan
kuliah di perguruan tinggi, buku ini adalah edisi kedua, edisi ini merupakan
perbaikan dan pembaruan dari buku edisi sebelumnya. Buku ini berisi materi
pembelajaran untuk bidang pendidikan kewarganegaraan pada jenjang
pendidikan tinggi. Disesuaikan dengan kurikulum yang berjalan, yakni surat
keputusan Dirjen Dikti No 43/Dikti/Kep/2006 Tentang rambu-rambu
pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan
tinggi dan mengacu pada UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.

B. Permasalahan Yang Akan Dikaji


1. Bagaimana pancasila dalam pendekatan filsafat?
2. Apakah makna pancasila sebagai dasar Negara?
3. Apakah makna pancasila sebagai ideologi Nasional?
4. Bagaimana cara pandang mahasiswa terhadap mata kuliah pendidikan
kewarganegaraan?

C. Kajian Teori
Dalam Kajian Teori ini dipaparkan oleh Darji Darmodiharjo (1981:19-
20) mengatakan bahwa Pancasila merupakan dasar negara; dalam pengertian
ini sering disebut dasar falsafah negara, philosofische grondslag negara. Dalam
hal ini, pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara,
atau dengan kata lain, pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur
penyelenggaraan negara. Kedudukan pancasila sebagai dasar negara sekaligus
merupakan fungsi pokok dan utama pancasila.

7
D. Metode Yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam critical book report ini adalah metode
deskriptif-evaluatif dimana dalam metode ini melakukan penilaian terhadap
sebuah karya. Tidak hanya menggambarkan, tetapi menilai sebuah karya secara
keseluruhan dengan argumentatif. Sehingga ada kesimpulan pada akhir resensi,
apakah buku tersebut baik kualitasnya atau tidak.

E. Analisis Buku
Kelebihan buku :
Kelebihan buku yang berjudul paradigma baru pendidikan
kewarganegaraan yaitu buku mencatumkan identitas yang lengkap, tidak
menyulitkan pembaca untuk mengetahui informasi bibliografi, setiap BAB dari
buku yang berjudul paradigma baru pendidikan kewarganegaraan menjelaskan
dengan jelas isi buku, penulisan buku sesuai dengan EYD dan bahasa buku
yang mudah dimengerti.

Kelemahan buku:
Kelemahan buku yang berjudul paradigma baru pendidikan
kewarganegaraan yaitu tata penulisan yang tidak rapi, tidak memberikan tanda
spasi pada beberapa penulisan yang seharusnya diberikan tanda spasi, ada
beberapa halaman yang tidak pas penempatannya yang memungkinkan akan
membuat bingung pembaca.

8
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perguruan Tinggi perlu mendapatkan Pendidikan Kewarganegaraan
karena Perguruan Tinggi sebagai institusi ilmiah bertugas secara terus menerus
mengembangkan ilmu pengetahuan dan Perguruan Tinggi sebagai instrumen
nasional bertugas sebagai pencetak kader-kader pemimpin bangsa.
Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi diberikan pemahaman
filosofi secara ilmiah meliputi pokok-pokok bahasan, yaitu : Wawasan
Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik dan Strategi Nasional. Dari penjelasan
diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting
bagi mahasiswa. Dari uraian diatas, juga dapat di kemukakan bahwa
pendidikan kewarganegaran mempunyai manfaat sebagai berikut :
a. Membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukan tujuan
dalam kehidupan manusia.
b. Sebagai bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitas dirinya.
c. Dapat memberikan kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong
seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
d. Untuk memahami, menghayati serta melakukan tingkah lakunya sesuai
dengan orientasi dan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.

B. Saran
Sebaiknya kita lebih dalam lagi mempelajari tentang Pendidikan
Kewarganegaraan agar kita dapat mengerti salah satu contohnya yaitu identitas
bangsa indonesia. Dan semoga dengan adanya tugas critical book report ini
dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai Pendidikan
Kewarganegaraan terkhusus bagi jurusan pendidikan geografi dan bagi siapa
saja yang membacanya.

9
DAFTAR PUSTAKA

Winarno, S.Pd, M.Si. 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan.


Jakarta: Penerbit Bumi Aksara
Widjaja, H.A.W. 2002. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Pancasila Pada
Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit RajaGrafindo Persada
Winarno, M.Si. Rima Vien Permata Hartanto. Wawan Kokotiasa. 2014. Pancasila
dan UUD NRI 1945. Yogyakarta: Penerbit Ombak
Cholisin, M.Si. 2013. Ilmu Kewarganegaraan (Civics). Yogyakarta: Penerbit
Ombak

10
DAFTAR LAMPIRAN (LAMPIRAN REFERENSI BUKU)

A. Informasi Bibliografi
Judul : Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Pancasila Pada
Perguruan Tinggi
Penulis : Prof. Drs. H.A.W. Widjaja
ISBN : 979-421-450-7
Penerbit : PT RajaGrafindo Persada
Tahun Terbit : 2002
Urutan Cetakan : Cetakan Kedua
Dimensi Buku : 21 cm
Tebal Buku : 297 Halaman

B. Informasi Bibliografi
Judul : Ilmu Kewarganegaraan (Civics)
Penulis : Drs. Cholisin, M.Si
ISBN : 978-602-7544-94-9
Penerbit : Ombak
Tahun Terbit : 2013
Urutan Cetakan : Cetakan Pertama
Dimensi Buku : 21 cm
Tebal Buku : 128 Halaman

11
C. Informasi Bibliografi
Judul : Pancasila dan UUD NRI 1945
Penulis : Dr. Winarno, M.Si. Rima Vien Permata Hartanto
S.H.,M.H., Wawan Kokotiasa, S.IP.,M.Si
ISBN : 978-602-258-171-0
Penerbit : Ombak
Tahun Terbit : 2014
Urutan Cetakan : Pertama
Dimensi Buku : 21 cm
Tebal Buku : 186 halaman

12