Anda di halaman 1dari 13

Makalah Kimia

SISTEM KOLOID

Oleh :

Kelompok 4

RENI DWI APRIANI

PUTRI LAMSAGITA

NOVA RAMADHANI

MURNI ANA FADHILAH

M. AL-ADHIM

XI IPA 3
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt., karena atas limpahan rahmat-Nya penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam tak lupa dihaturkan kepada junjungan Nabi
Muhammad Saw, yang telah membawa umat-Nya dari alam kegelapan menuju alam yang terang-
benderang.

Penulis secara pribadi ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
beberapa pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, diantaranya:

Ibu guru mata pelajaran kimia yang telah memberikan arahan sehingga makalah ini dapat
dirampungkan.

Orang tua tercinta yang telah memberikan bantuan materi dan dukungan yang sangat membantu
penyelesaian makalah ini.

Teman-teman khususnya dari kalangan siswa kelas XI IPA 3 yang telah memberikan bantuannya,
sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Dengan segala kerendahan hati penulis berusaha menyajikan yang tebaik dalam makalah ini. Namun,
makalah ini masih jauh dari harapan. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif tetap diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umunya dan penulis pada khusunya.
Dengan adanya makalah ini mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca
untuk diamalkan ke generasi berikutnya.

Kelompok 4
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang 1

Rumusan Masalah 1

BAB II PEMBAHASAN

Sistem Koloid

Peran Koloid dalam Kehidupan 16

BAB III PENUTUP

Kesimpulan 19

Saran 19

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

Pendahuluan

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaanya terletak antara larutan dan suspensi
(campuran kasar). Contohnya yaitu lem, jeli, dan santan. Nama koloid diberikan oleh Thomas Graham
pada tahun 1861. Istilah itu berasal dari bahasan Yunani, yaitu “kolla” dan “oid”. Kolla berarti lem,
sedangkan oid berarti seperti. Dalam hal ini, yang dikaitkan dengan lem adalah sifat difusinya, sebab
sistem koloid mempunyai nilai difusi yang rendah, seperti lem. Larutan biasa, misalnya larutan
garam, yang mempunyai nilai difusi lebih besar disebut kristaloid. Koloid mempunyai nilai difusi yang
rendah karena partikelnya berukuran lebih besar daripada molekul, yaitu berukuran maksimum 1
mikrometer.

Sistem koloid perlu dipelajari karena berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari.
Cairan tubuh, seperti darah, adalah sistem koloid. Bahan makanan, seperti susu, keju, nasi, dan roti
adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan kosmetik, dan tanah pertanian, juga merupakan
sistem koloid.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang sistem koloid, sifat-sifat koloid, cara pembuatan koloid, dan
peranan koloid dalam kehidupan.

Rumusan Masalah

Apa itu sistem koloid?

Apa peranan koloid dalam kehidupan?


BAB II

PEMBAHASAN

Sistem Koloid

Seperti yang kita ketahui, campuran dibedakan menjadi dua, yaitu campuran homogen dan
campuran heterogen. Diantara campuran homogen dan heterogen, terdapat sistem campuran yang
disebut sistem koloid. Untuk dapat memahami tentang sistem koloid, perhatikan perbedaan
beberapa campuran berikut.

Teh Dicampurkan dengan Air

Teh yang dicampurkan dengan air menghasilkan campuran yang jernih setelah disaring (jika tidak
menggunakan teh celup). Pada campuran ini, zat teh tersebar dalam bentuk partikel yang sangat kecil
sehingga tidak tampak lagi dalam campuran itu. Hal ini berarti teh bercampur dengan air secara
merata (homogen). Campuran seperti ini disebut larutan.

Cara untuk mengetahui campuran teh dan air termasuk jenis sistem dispersi apa, ialah dengan
melewatkan seberkas cahaya pada campuran tersebut. Apabila efek dari pemberian cahaya tersbut
membuat cahaya menjadi diteruskan, maka campuran tersebut termasuk larutan sejati. Jadi,
campuran teh dan air termasuk larutan sejati.

Susu Dicampurkan dengan Air

Jika susu (misalnya, susu instan) dicampurkan dengan air, ternyata susu larut, tetapi campuran itu
tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah. Secara makroskopis,
campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih
dapat dibedakan partikel-partikel lemak susu yang tersebar di dalam air. Campuran seperti inilah
yang disebut koloid. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1 nm – 100 nm. Jadi, koloid tergolong
campuran heterogen dan merupakan sistem dua fase.

Cara untuk mengetahui campuran susu dan air termasuk jenis sistem dispersi apa, ialah dengan
melewatkan seberkas cahaya pada campuran tersebut. Apabila ia dapat menghamburkan cahaya,
maka campuran tersebut termasuk sistem koloid. Jadi, campuran susu dan air termasuk koloid.
Tanah Dicampurkan dengan Air

Hasil campuran tanah dengan air adalah suatu campuran yang tidak dapat merata (heterogen).
Dengan mudah, mata kita dapat membedakan antara tanah dengan air pada hasil campuran
tersebut. Jika campuran tersebut didiamkan, maka tanah akan terpisah dari air. Campuran seperti
inilah yang disebut suspensi.

Cara untuk mengetahui campuran tanah dan air termasuk jenis sistem dispersi apa, ialah dengan
melewatkan seberkas cahaya pada campuran tersebut. Apabila berkas cahaya seluruhnya tertahan
dalam campuran, maka campuran tersebut termasuk suspensi. Jadi, campuran tanah dan air
termasuk suspensi.

Sistem Dispersi

Sistem koloid termasuk sistem dispersi yang mempunyai sifat berbeda dengan larutan maupun
suspensi. Sistem dispersi adalah campuran antara fase terdispersi dengan medium pendespersi yang
bercampur secara merata. Pada umumnya, zat terlarut yang jumlahnya sedikit disebut dase
terdispersi, sedangkan zat pelarut yang jumlahnya lebih banyak dinamakan medium pendispersi.

Berdasarkan ukuran fase terdispersinya, sistem dispersi dibedakan menjadi tiga, yaitu larutan sejati
atau dispersi molekuler, koloid, dan suspensi.

Larutan Sejati

Larutan sejati adalah campuran homogen antara zat padat atau zat cair sebagai fase terdisperdi
dengan medium pendispersi air atau pelarut organik lain seperti benzena dan n-heksena. Molekul-
molekul fase terdispersi tersebar merata dalam komponen medium pendispersi sehingga larutan
disebut juga sebagai dispersi molekuler.

Koloid

Koloid adalah campuran homogen antara fase terdispersi dan medium pendispersi, tetapi fase
terdispersinya bukan dalam bentuk molekuler, melainkan gabungan dari beberapa molekul. Secara
kasat mata, bentuk fisik koloid sama seperti bentuk larutan tetapi jika diamati dengan mikroskop
ultra, campuran ini sebenarnya tidak homogen.
Suspensi

Suspensi atau disebut juga suspensi kasar merupakan campuran heterogen antara fase terdispersi
dalam medium pendispersi. Dalam suspensi, antara fase terdispersi dengan medium pendispersi
dapat dibedakan dengan jelas.

Secara fisika, larutan sejati, koloid, dan suspensi mempunyai sifat berbeda. Perbedaan sifat antara
ketiganya terdapat pada tabel di bawah.

Larutan Sejati Koloid Suspensi

Terdiri atas satu fase Terdiri atas satu fase Terdiri atas dua fase

Homogen Tampak homogen, tetapi jika dilihat dengan mikroskop ultra tampak heterogen
Heterogen

Jernih Tidak jernih (keruh) Tidak jerni (keruh)

Stabil (tidak memisah jika didiamkan) Umumnya stabil (tidak memisah jika didiamkan) Tidak stabil
(memisah jika didiamkan)

Tidak dapat disaring Dapat disaring dengan kertas saring ultra (mikropori) Dapat disaring
dengan kertas biasa

Tidak dapat diamati Dapat diamati dengan mikroskop ultra Dapat diamati

Diameter partikel < 10-7 cm. Diameter partikel 10-7 – 10-5 cm. Diameter partikel > 10-5 cm.

Penulisan A (aq)Penulisan A (s) Penulisan A (s)

Dari beberapa keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa koloid adalah larutan yang berada di
antara larutan dan suspensi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan campuran yang tergolong larutan, koloid, dan
suspensi. Contoh larutan, yaitu larutan gula, larutan garam, spiritus, larutan cuka, air laut, bensin,
dan larutan alkohol. Contoh koloid, yaitu buih sabun, susu, santan, selai, jeli, mentega, mayonaise,
kanji, cat, dan busa. Contoh suspensi, yaitu air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir,
campuran kopi dengan air, dan campuran minyak dengan air, dan campuran tanah dengan air.
Jenis-Jenis Koloid

Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersi. Zat yang
fasenya tetap, disebut zat pendispensi. Sementara itu, zat yang fasenya berubah disebut zat
terdispensi.

Koloid yang fase terdispersinya padat disebut sol. Ada tiga jenis sol, yaitu sebagai berikut.

Sol Padat (Padat dalam Padat)

Sol padat ialah jenis koloid dengan zat fase padat terdispersi dalam zat fase padat. Contoh: kaca
berwama, intan hitam, dan baja.

Sol Cair (Padat dalam Cair)

Sol cair ialah jenis koloid dengan zat fase padat terdispersi dalam zat fase cair. Berarti, Hal ini berarti
zat terdispersi fase padat dan medium fase cair. Contoh: cat, tinta, dan kanji.

Sol Gas (Padat dalam Gas)

Sol gas ialah koloid dengan zat fase padat terdispersi dalam zat fase gas. Hal ini berarti zat terdispersi
fase padat dan medium fase gas. Sol gas lebih dikenal sebagai aerosol (aerosol padat). Contoh: asap
dan debu.

Koloid yang fase terdispersinya cair disebut emulsi. Emulsi juga ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

Emulsi Padat (Cair dalam Padat)

Emulsi padat ialah koloid dengan zat fase cair terdispersi dalam zat fase padat. Hal ini berarti zat
terdispersi fase cair dan medium fase padat. Emulsi padat juga dikenal dengan nama gel, yaitu koloid
yang setengah kaku (antara padat dan cair). Contoh: agar-agar, lem, selai, mentega, keju, jeli, dan
mutiara.

Emulsi Cair (Cair dalam Cair)

Emulsi cair (emulsi) ialah koloid dengan zat fase cair terdispersi dalam zat fase cair. Hal ini berarti zat
terdispersi fase cair dan medium fase cair. Syarat terjadinya emulsi ini adalah bahwa kedua jenis zat
cair itu tidak saling melarutkan. Contoh: susu, minyak ikan, dan santan kelapa.
Emulsi Gas (Cair dalam Gas)

Emulsi gas ialah koloid dengan zat fase cair terdispersi dalam zat fase gas. Hal ini berarti zat
terdispersi fase cair dan medium fase gas. Emulsi gas juga dikenal dengan nama aerosol (aerosol
cair). Contoh: obat-obat insektisida (semprot), kabut, awan, dan hair spray.

Koloid yang fase terdispersinya gas disebut buih. Hanya ada dua jenis buih, yaitu sebagai berikut.

Buih Padat (Gas dalam Padat)

Buih padat ialah koloid dengan zat fase gas terdispersi dalam zat fase padat. Hal ini berarti zat
terdispersi fase gas dan medium fase padat. Contoh: busa jok dan batu apung.

Buih Cair (Gas dalam Cair)

Buih cair (buih) ialah koloid dengan zat fase gas terdispersi dalam zat fase cair. Berarti, zat terdispersi
faso gas dan medium fase cair. Contoh: buih sabun, buih soda, dan krim kocok. Istilah buih biasa
digunakan untuk menyatakan buih cair.

Dengan demikian, ada 8 jenis koloid, seperti yang tercantum pada tabel di bawah.

No. Fase Terdispersi Medium Pendispersi Nama Koloid Contoh

1. Gas Cair Buih atau busa Buih sabun/shampoo/ detergen, krim kocok, dan ombak

2. Gas Padat Buih padat/ busa padat Spon atau busa, lava, biskuit, karet, batu apung

3. Cair Gas Aerosol cair Kabut, awan, parfum semprot

4. Cair Cair Emulsi Susu, santan, minyak ikan, es krim, dan mayones

5. Cair Padat Emulsi padat Mentega, pengembang kue, selai, nasi, agar-agar, semir
padat, lem padat mutiara, jeli, dan keju

6. Padat Cair Aerosol padat Asap, debu di udara, dan buangan knalpot

7. Padat Cair Sol (gel)Kanji, putih telur, air lumpur, semir cair, krim rambut, lem cair, cat,
tinta, dan larutan agar-agar

8. Padat Padat Sol padat Kaca berwarna, gelas warna, intan, tanah, permata,
perunggu, dan kuningan

Peran Koloid dalam Kehidupan


Koloid banyak dijumpai dalam kehidupan dan berperan penting dalam berbagai bidang seperti
industri, kedokteran, makanan, farmasi, dll. Hal ini dikarenakan koloid memiliki sifat dan karakteristik
unik, yaitu mampu mencampur zat-zat yang tidak saling melarutkan secara homogen.

Makanan

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari ada yang berbentuk padatan ataupun cairan. Akan tetapi,
terkadang beberapa makanan yang berbentuk padatan sulit untuk dicerna. Sehingga oleh pabrik,
produk-produk makanan dibuat dalam bentuk koloid. Produk-produk makanan yang menggunakan
sistem koloid antara lain kecap, saus, keju, mentega, krim, dll.

Industri Susu

Pada industri susu, koloid digunakan untuk melindungi partikel-partikel minyak atau lemak dalam
medium cair.

Pemutihan Gula

Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah
diatomae atau karbon, partikel-partikel koloid kemudian akan mengadsorbsi zat warna tersebut.
Sehingga gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan.

Industri

Industri Cat

Cat merupakan koloid jenis sol. Partikel-partikel padat zat warna, oksida logam, bahan penstabil,
bahan pengawet, zat pencemerlang, zat pereduksi dihaluskan hingga berukuran partikel koloid.
Partikel koloid didispersikan dalam suatu cairan agar sol tetap terjaga kestabilannya dan bahan-bahan
didispersikan tidak mengendap ditambahkan emulgator atau zat pelindung yang tergantung pada
jenis medium pendispersinya.

Industri Sabun dan Detergen

Sabun dan detergen merupakan emulgator untuk membentuk emulsi antara kotoran (minyak)
dengan air, sehingga sabun dan detergen dapat membersihkan kotoran, terutama kotoran dari
minyak. (H3C2O2H), agar menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya. Gumpalan karet
digiling dan dicuci, kemudian diproses lebih lanjut sebagai lembaran yang disebut sheet.
Industri Tekstil

Pewarna tekstil berbentuk koloid karena mempunyai daya serap yang tinggi, sehingga dapat melekat
pada tekstil.

Pengambilan Endapan Pengotor

Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor
berupa partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap
elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel
koloid.

Farmasi

Kosmetik

Dalam bidang kosmetik, kita sering menggunakan koloid dalam pelarut tertentu seperti pembersih
muka, pewangi badan berbentuk spray, semprot rambut, jell untuk rambut, dan produk kosmetik
lainnya.Industri Obat

Obat-Obatan

Koloid dimanfaatkan dalam membuat obat-obatan untuk anak-anak. Sebagian besar obat-obatan
berbentuk cair karena anak-anak belum mampu mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk padat.
Dengan bentuk koloid, obat-obatan tersebut mudah untuk diminum oleh anak-anak. Contoh koloid
dalam industri farmasi yaitu obat-obatan sirop. Selain obat sirop, terdapat juga jenis aerosol untuk
obat sesak napas.

Kedokteran

Penggumpalan Darah

Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. Jika terdapat luka kecil, maka
luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan
Fe+3, dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein
dan membnatu penggumpalan darah.

Membantu Pasien Gagal Ginjal

Proses dialisis untuk memisahkan partikel-partikel koloid dan zat terlarut merupakan dasar bagi
pengembangan dialisator. Penerapan dalam kesehatan adalah sebagai mesin pencuci darah untuk
penderita gagal ginjal. Dengan melakukan cuci darah yang memanfaatkan prinsip dialisis koloid,
senyawa beracun seperti urea dan keratin dalam darah penderita gagal ginjal dapat dikeluarkan.
Darah yang telah bersih kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaanya terletak antara larutan dan suspensi.

Sistem koloid termasuk sistem dispersi yang mempunyai sifat berbeda dengan larutan maupun
suspensi. Sistem dispersi adalah campuran antara fase terdispersi dengan medium pendespersi yang
bercampur secara merata.

Berdasarkan ukuran fase terdispersinya, sistem dispersi dibedakan menjadi tiga, yaitu larutan sejati
atau dispersi molekuler, koloid, dan suspensi.

Sistem koloid dikelompokkan menjadi 8 jenis, yaitu busa, busa padat, aerosol cair, aerosol padat,
emulsi, emulsi padat, sol, dan sol padat.

Koloid berperan penting dalam berbagai bidang, misalnya bidang industri, kedokteran, makanan, dll.

Saran

Sebaiknya, dalam memanfaatkan penerapan sistem koloid, kita harus tetap berpegang teguh pada
prinsip agar apapun yang nantinya akan kita lakukan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di
masyarakat serta tidak merugikan pihak lain. dengan begitu, semua pihak akan merasa diuntungkan
oleh apa yang kita lakukan.
DAFTAR PUSTAKA

http://sahabatkimiaddress.blogspot.co.id/2015/03/koloid-dalam-kehidupan-sehari-hari.html

http://iskabere.blogspot.co.id/2014/05/makalah-koloid-lengkap.html

http://tekanlagi.blogspot.co.id/2013/05/makalah-sistem-koloid.html

http://www.academia.edu/5160567/MAKALAH_KIMIA_TENTANG_KOLOID