Anda di halaman 1dari 37

TEORI KONSOLIDASI, AKUNTANSI PUSH DOWN, DAN USAHA PATUNGAN

Bab-bab sebelumnya membahas praktik yang digunakan dalam menyiapkan laporan


keuangan konsolidasian dan membahas alasan di balik praktik tersebut. Konsep dan prosedur
yang dibahas pada bab-bab awal itu menggambarkan teori kontemporer laporan konsolidasi.
Teori kontemporer ini berkembang dari prakrik akuntansi, bukan merupakan pendekatan yang
konsisten dalam membuat laporan keuangan konsolidasi. Teori kontemporer adalah refleksi dari
dua teori, yaitu teori perusahaan induk (proprietary theory) dan teori entitas (entity theory).

Teori perusahaan induk didasarkan pada asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi
adalah perluasan dari laporan perusahaan induk dan harus dibuat dari sudut pandang pemegang
saham perusahaan induk. Dalam teori perusahaan induk, laporan keuangan konsolidasi dibuat
untuk kepentingan pemegang saham perusahaan induk, dan pemegang saham minoritas tak
diharapkan mengambil manfaat dari laporan tersebut. Laba bersih konsolidasi dalam teori
perusahaan induk merupakan ukuran laba bagi pemegang saham perusahaan induk.

Masalah-masalah tertentu dan ketidakkonsistenan prosedur akuntansi dalam teori


perusahaan induk muncul dalam hal kepemilikan pada perusahaan anak kurang dari 100%.
Misalnya kepemilikan minoritas merupakan kewajiban dari sudut pandang pemegang saham
perusahaan induk dan laporan yang dipublikasikan umumnya melaporkan kepemilikan minoritas
dalam kelompok kewajiban pada neraca konsolidasi. Demikian pula, laba kepemilikan minoritas
merupakan beban dari sudut pandang pemegang saham mayoritas. Tetapi kepemilikan pemegang
saham, apakah itu mayoritas atau minoritas bukan merupakan kewajiban berdasarkan konsep
kewajiban yang lazim, dan laba untuk pemegang saham tidak memenuhi kriteria pengakuan
beban, masalahnya terletak pada sudut pandang pemegang saham mayoritas.

Teori entitas menggambarkan pandangan lain dari konsolidasi. Teori ini dikemukakan
oleh Prof. Maurice Moonitz dan dipublikasikan oleh Asosiasi Akuntansi Amerika (American
Accounting Association) pada tahun 1944 dengan judul “The Entity Theory of Consolidated
Statement”. Hal paling utama dari teori entitas adalah bahwa laporan konsolidasi merefleksikan
sudut pandang keseluruhan entitas usaha, yang menilai secara konsisten seluruh sumber daya
yang dikendalikan entitas. Dalam teori entitas, laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi
total laba konsolidasi dan kepemilikan pemegang saham minoritas merupakan bagian dari
ekuitas pemegang saham konsolidasi. Teori entitas mensyaratkan bahwa laba dan ekuitas
perusahaan anak ditentukan terhadap seluruh pemegang saham, sehingga jumlah totalnya dapat
dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas dan minoritas secara konsisten. Hal ini dapat
dicapai dalam teori entitas dengan menggunakan nilai total untuk perusahaan anak dengan dasar
harga yang dibayarkan perusahaan induk untuk kepemilikan mayoritasnya. Selisih lebih nilai
total perusahaan anak atas nilai buku aktiva bersih perusahaan anak dialokasikan pada aktiva
yang dapat diidentifikasi dan goodwill. Dengan cara ini, aktiva (termasuk goodwill) dan
kewajiban perusahaan anak dikonsolidasikan pada nilai wajarnya, yang berlaku baik untuk
kepemilikan minoritas maupun kepemilikan mayoritas.

PERBANDINGAN TEORI KONSOLIDASI

Teori Perusahaan Induk Teori Entitas Teori Kontemporer

Tujuan dasar dan Laporan konsolidasi Laporan konsolidasi Laporan konsolidasi


pemakai laporan ialah perluasan dari dibuat dari sudut menyajikan posisi
keuangan konsolidasi laporan perusahaan pandang total entitas keuangan dan hasil
induk. Dibuat untuk konsolidasi dan operasi usaha
manfaat dan dari sudut ditujukan kepada perusahaan tunggal
pandang pemegang seluruh pihak yang tetapi dibuat terutama
saham perusahaan memiliki untuk kepentingan
induk. kepentingan dalam pemegang saham dan
entitas. kreditor perusahaan
induk.

Laba bersih Laba bersih konsolidasi Laba bersih Laba bersih


konsolidasi ialah laba untuk konsolidasi total konsolidasi ialah laba
pemegang saham ialah laba untuk untuk pemegang
perusahaan induk. seluruh pemegang saham perusahaan
saham entitas induk.
konsolidasi.

Laba kepemilikan Laba kepemilikan Laba kepemilikan Laba kepemilikan


minoritas minoritas ialah beban minoritas ialah minoritas ialah
dari sudut pandang alokasi seluruh laba pengurangan dalam
pemegang saham bersih konsolidasi menentukan laba
perusahaan induk. kepada pemegang bersih konsolidasi,
Dihitung berdasarkan saham minoritas. tetapi bukan beban.
perusahaan anak Ini adalah alokasi
sebagai entitas terpisah. realisasi laba entitas
kepada kepemilikan
minoritas dan
mayoritas.

Ekuitas kepemilikan Ekuitas pemegang Ekuitas pemegang Ekuitas pemegang


minoritas saham minoritas ialah saham minoritas saham minoritas ialah
kewajiban dari sudut ialah bagian dari bagian dari ekuitas
pandang pemegang ekuitas konsolidasi. konsolidasi.
saham perusahaan Pelaporannya sama Dilaporkan dalam
induk. Pengukurannya dengan penyajian jumlah tunggal karena
didasarkan pada ekuitas ekuitas pemegang pemilik minoritas
hukum perusahaan saham mayoritas. tidak akan mengambil
anak. manfaat dari
pengungkapannya.

Konsolidasi aktiva Kepemilikan Seluruh aktiva Aktiva bersih


bersih perusahaan perusahaan induk atas bersih perusahaan perusahaaan anak
anak aktiva bersih anak dikonsolidasikan pada
perusahaan anak dikonsolidasikan nilai buku ditambah
dikonsolidasikan pada nilai wajarnya kelebihan biaya
dengan menggunakan yang berdasarkan investasi perusahaan
harga yang dibayarkan harga yang induk atas nilai
perusahaan induk. dibayarkan oleh bukunya. Kelebihan
Kepemilikan minoritas perusahaan induk tersebut diamortisasi
dikonsolidasikan pada untuk selama 40 tahun.
nilai bukunya. kepemilikannya.
Oleh karena itu
kepemilikan
mayoritas dan
minoritas atas aktiva
bersih dinilai dengan
konsisten.

Keuntungan dan Eliminasi 100% dari Eliminasi 100% Eliminasi 100% dari
kerugian yang belum laba bersih konsolidasi dalam menentukan pendapatan dan beban
direalisasi untuk penjualan arus- laba bersih dengan alokasi antara
bawah dan eliminasi konsolidasi dengan kepemilikan minoritas
kepemilikan alokasi antara dan mayoritas untuk
perusahaan induk untuk kepemilikan penjualan arus-atas.
penjualan arus-atas. minoritas dan
mayoritas untuk
penjualan arus-atas.

Keuntungan dan Pengakuan 100% Pengakuan 100% Pengakuan 100%


kerugian konstruktif dalam laba bersih dalam laba bersih dalam akun-akun
atas penarikan hutang konsolidasi atas konsolidasi total pendapatan dan beban
penarikan hutang dengan alokasi dengan alokasi antara
perusahaan induk dan antara kepemilikan kepemilikan minoritas
pengakuan kepemilikan minoritas dan dan mayoritas untuk
perusahaan induk untuk mayoritas untuk penarikan hutang
penarikan hutang penarikan hutang perusahaan anak.
perusahaan anak. perusahaan anak.

Peraga 11-1 Perbandingan Teori Konsolidasi

Perbedaan mendasar antara teori perusahaan induk, teori entitas dan teori kontemporer disajikan
pada Peraga 11-1. Teori perusahaan induk mengambil sudut pandang pemegang saham
perusahaan induk dan teori entitas memfokuskan pada keseluruhan entitas konsolidasi.
Sebaliknya, teori kontemporer memandang pemegang saham dan kreditor perusahaan induk
sebagai pemakai utama laporan keuangan konsolidasi, namun mengasumsikan tujuan pelaporan
posisi keuangan dan hasil operasi adalah bagi entitas usaha tunggal. Jadi, sudut pandang dari
teori entitas, seperti yang ada dalam ARB No.51, merupakan kompromi antara teori perusahaan
induk dan teori entitas.

Pelaporan Laba

Laba bersih konsolidasi ialah ukuran laba bagi pemegang saham perusahaan induk dalam
teori perusahaan induk dan teori entitas. Teori entitas memerlukan perhitungan laba bagi seluruh
pemegang saham, yang disebut sebagai “total laba bersih konsolidasi”. Total laba bersih
konsolidasi kemudian dialokasikan kepada pemegang saham minoritas dan mayoritas, dengan
pengungkapan yang memadai dalam laporan keuangan. Laba bersih konsolidasi dalam praktik
yang ada menggambarkan teori perusahaan induk. Ini dibuktikan dengan praktik pelaporan laba
kepemilikan minoritas sebagai beban dan ekuitas pemegang saham minoritas sebagai kewajiban.
Tetapi praktik akuntansi yang lebih disukai, yaitu teori kontemporer, menunjukkan laba
kepemilikan minoritas sebagai pengurang terpisah dalam menentukan laba bersih konsolidasi,
dan untuk melaporkan ekuitas pemegang saham minoritas sebagai jumlah tunggal dalam
kelompok ekuitas pemegang saham konsolidasi.

Dalam pertimbangannya mengenai konsolidasi ini, FASB memutuskan bahwa


kepemilikan yang tidak memiliki kendali (noncontrolling) terhadap perusahaan anak harus
dimasukkan sebagai komponen terpisah dari ekuitas dalam neraca konsolidasi. Kemudian, laba
dari kepemilikan yang tidak memiliki kendali bukan merupakan beban atau kerugian, tetapi
merupakan pengurangan dari laba bersih konsolidasi dalam menghitung laba untuk kepemilikan
yang memiliki kendali. Laporan keuangan konsolidasi harus mengungkapkan baik bagian laba
bersih konsolidasi dari kepemilikan yang memiliki kendali maupun bagian laba bersih dari
kepemilikan yang tidak memiliki kendali.

Penilaian Aktiva

Barangkali perbedaan paling besar antara teori perusahaan induk dan teori entitas ialah
dalam menilai aktiva bersih perusahaan anak. Dalam teori perusahaan induk, aktiva perusahaan
anak dikonsolidasikan mula-mula pada nilai bukunya, ditambah dengan bagian perusahaan induk
dari kelebihan nilai wajar aktiva atas nilai bukunya. Dengan kata lain, aktiva perusahaan anak
dinilai kembali hanya sebatas pengambilan aktiva bersih (termasuk goodwill) oleh perusahaan
induk. Kepemilikan minoritas dalam aktiva bersih perusahaan anak dikonsolidasikan pada nilai
bukunya. Karena pendekatan ini menggambarkan prinsip harga perolehan (cost principle) dari
sudut pandang perusahaan induk, ia mengarah pada perlakuan yang tidak konsisten atas
kepemilikan minoritas dan mayoritas dalam laporan keuangan konsolidasi, dan pada penilaian
neraca yang tidak menggambarkan baik harga historis maupun nilai wajarnya.

Dalam teori entitas, aktiva dan kewajiban perusahaan anak dikonsolidasikan pada nilai
wajarnya, dan kepemilikan minoritas dan mayoritas atas aktiva bersih itu diperlakukan secara
konsisten. Tetapi perlakuan yang konsisten ini diperoleh melalui praktik yang masih
dipertanyakan dalam penilaian perusahaan anak dengan dasar harga yang dibayar perusahaan
induk untuk memperoleh kepemilikan mayoritasnya. Secara konsep, pendekatan penilaian ini
memiliki alasan yang kuat jika perusahaan induk mengambil seluruh saham perusahaan anak
dengan membayar kas. Alasan yang lebih lemah terjadi ketika perusahaan induk mengambil
sebagian kecil dari mayoritas saham perusahaan anak yang beredar dan membayarnya dengan
aktiva nonkas atau dengan pertukaran saham. Investor bersedia membayar lebih untuk
mendapatkan hak atas kendali terhadap investi (investasi di atas 50%). Tetapi tidak akan bersedia
membeli sisa saham pada harga yang meningkat.

Masalah-masalah lain sehubungan dengan penilaian perusahaan anak dalam teori entitas
muncul setelah perusahaan induk mendapatkan kepemilikannya. Begitu perusahaan induk dapat
secara penuh mengontrol perusahaan anak, saham yang dimiliki oleh pemegang saham
minoritas tidak lagi mencerminkan kepemilikan ekuitas dalam pengertian yang umum. Pada
umumnya, saham perusahaan anak akan dihentikan pencatatannya (delisted) setelah
penggabungan usaha, sehingga perusahaan induk menjadi satu-satunya pembeli kepemilikan
minoritas. Pada kasus ini, kepemilikan minoritas tidak memiliki karakteristik ekuitas yang sama
dengan kepemilikan mayoritas.

Teori kontemporer mengikuti praktik teori perusahaan induk dalam mengkonsolidasikan


aktiva dan kewajiban perusahaan anak. Meskipun secara konsep teori entitas lebih baik,
kelemahan praktis dari teori entitas lebih memprihatinkan. Harga yang dibayarkan oleh
perusahaan induk untuk membeli kepemilikan maoritas tidak lagi dipandang sebagai dasar yang
valid untuk penilaian kepemilikan minoritas. Bahkan praktik yang ada sekarang dalam
pengukuran ekuitas dari pemegang saham minoritas pada nilai bukunya dikritik karena
cenderung menilai terlalu tinggi nilai dari kepemilikan minoritas (terutama karena kepemilikan
minoritas terbatas pasarannya).

Keuntungan dan Kerugian yang Belum Direalisasi

Perbedaan antara teori perusahaan induk dan teori entitas juga timbul pada perlakuan
keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dalam transaksi antarperusahaan (lihat Peraga
11-1). Meskipun terdapat kesepakatan umum bahwa 100% keuntungan dan kerugian yang belum
direalisasi dari penjualan arus-bawah harus dieliminasi, keuntungan dan kerugian dari penjualan
arus-atas diperlakukan berbeda dalam teori perusahaan induk dan teori entitas. Dalam teori
perusahaan induk, keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dari penjualan arus atas
dieliminasi sejumlah persentase kepemilikan perusahaan induk dalam perusahaan anak. Bagian
dari keuntungan dan kerugian yang tidak dieliminasi berkaitan dengan kepemilikan minoritas
dan dari sudut pandang perusahaan induk direalisasi oleh pemegang saham minoritas.

Seluruh keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dieliminasi dalam menentukan
laba bersih konsolidasi menurut teori entitas. Dalam hal penjualan arus-atas, jumlah yang
dieliminasi dialokasikan antara laba untuk pemegang saham minoritas dan pemegang saham
mayoritas berdasarkan persentase kepemilikan mereka.

Pengeliminasian keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dalam teori


kontemporer mengikuti pola dan konsistensi teori entitas. Seluruh keuntungan dan kerugian yang
belum direalisasi harus dieliminasi menurut ARB No.51 paragraph 13, tetapi “pengeliminasian
keuntungan dan kerugian antarperusahaan dialokasikan secara proporsional antara kepemilikan
mayoritas dan kepemilikan minoritas”. Pembebanan seluruh keuntungan dan kerugian yang
belum direalisasi ke dalam kepemilikan mayoritas juga dapat diterima menurut ARB No.51.
Pendekatan terakhir ini tidak digunakan pada bab-bab awal buku ini karena
ketidakkonsistenannya untuk konsolidasi, dan karena kegunaannya sepertinya tidak sesuai
dengan syarat-syarat untuk akuntansi metode ekuitas. Apabila keuntungan dan kerugian dari
penjualan arus-atas tidak dialokasikan pada kepemilikan mayoritas maupun minoritas, laba dan
ekuitas perusahaan induk tidak akan sama dengan laba bersih dan ekuitas konsolidasi kecuali
ketidakkonsistenan yang sama digunakan juga dalam metode ekuitas.

Keuntungan dan Kerugian Konstruktif

Pola akuntansi untuk keuntungan dan kerugian konstruktif dari akuisisi hutang
antarperusahaan menurut ketiga teori tersebut paralel dengan pola akuntansi untuk keuntungan
dan kerugian yang belum direalisasi (Lihat Peraga 11-1). Keuntungan dan kerugian dari
penarikan konstruktif hutang dalam teori kontemporer diperlakukan sama dengan teori entitas.

Beberapa syarat dari teori konsolidasi kontemporer dijelaskan dalam Standar Akuntansi
FASB. Seperti telah dijelaskan pada awal bab ini, syarat-syarat ini tidak memuat teori yang
interkonsisten tentang laporan keuangan konsolidasi, tetapi lebih berisikan elemen-elemen teori
perusahaan induk dan teori entitas. Meskipun teori konsolidasi kontemporer memiliki
ketidakkonsistenan internal, teori ini tetap memberikan sumbangan bagi komponen lain dari teori
akuntansi, seperti prinsip harga perolehan dan elemen dasar laporan keuangan.

Konsep Kesatuan Ekonomi – Pembelian Goodwill

Pada bab 3 diperkenalkan prosedur akunatnsi untuk penggabungan usaha di mana aktiva dan
kewajiban yang dapat diidentifikasi perusahaan anak, selain goodwill, dilaporkan pada nilai
wajarnya. Hanya goodwill yang benar-benar dibeli oleh perusahaan induk yang dicatat. Metode
ini, yang dinamakan “konsep kesatuan ekonomi”- pembelian goodwill, dibahas dalam
Memorandum diskusi FASB, An Analysis of Issues Related to Consolidation Policy and
Procedures. Pendukung metode ini berpendapat bahwa adalah tidak tepat untuk
mengkonsolidasikan aktiva dan kewajiban perusahaan anak kepemilikan yang mempunyai
kendali pada nilai wajarnya dan kepemilikan yang tidak memiliki kendali pada nilai bukunya.
Dengan metode ini, proses konsolidasi untuk aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi
dinilai secara konsisten pada nilai wajar pada saat penggabungan usaha dilakukan. Namun
keinginan agar konsisten tidak melebar ke goodwill. Pendukung pendekatan ini mengakui bahwa
perusahaan induk akan mau membayar sejumlah premi untuk memperoleh kendali atas
perusahaan lain, dan premi tersebut tidak berhubungan dengan nilai wajar perusahaan anak. Oleh
sebab itu tidak ada perhitungan nilai tersembunyi goodwill yang harus dilakukan dan harga
goodwill yang benar-benar dibayar yang dilaporkan pada laporan konsolidasi.

ILUSTRASI – KONSOLIDASI DENGAN TEORI PERUSAHAAN INDUK DAN TEORI


ENTITAS

Perbedaan antara berbagai teori konsolidasi akan lebih jelas jika dibahas dengan contoh-contoh
yang menggunakan angka. Berikut ini adalah pembelian gabungan usaha PT Pop dan PT Son
pada tanggal 1 Januari 2016. Asumsikan PT Pop membeli 90% kepemilikan dalam PT Son
dengan membayar tunai $ 198,000. Neraca komparatif dua perusahaan itu sebelum akuisisi ialah
sebagai berikut:

PT Pop PT Son

Nilai Buku Nilai Wajar Nilai Buku Nilai Wajar

Kas $220 $220 $5 $5


Piutang dagang-neto 80 80 30 35
Persediaan 90 100 40 50
Aktiva lancar lainnya 20 20 10 10
Aktiva tetap-neto 220 300 60 80
Total Aktiva $630 $720 $145 $180

Kewajiban $80 $80 $25 $25


Modal saham, nilai 400 100
nominal $10
Laba ditahan 150 20
Total Ekuitas $630 $145

Harga beli $198,000 untuk 90% kepemilikan merupakan nilai total dari aktiva bersih PT Son
$220,000 ($198,000/90%). Dalam teori entitas seluruh aktiva dan kewajiban perusahaan anak
dinilai kembali dan tercermin dalam laporan konsolidasi sejumlah total $220,000. Dalam teori
perusahaan induk, nilai total yang muncul tidak tercermin dalam laporan konsolidasi, dan
karenanya hanya 90% dari aktiva bersih perusahaan anak yang dinilai kembali. Meskipun
perbedaan teori tidak mempengaruhi akuntansi perusahaan induk yang menggunakan metode
ekuitas, hasil perhitungan untuk aktiva, kewajiban dan kepemilikan minoritas menjadi berbeda.

Teori Entitas Pada contoh PT Pop-PT Son, kelebihan nilai $100,000 atas nilai buku aktiva
bersih PT Son $120,000 dalam teori entitas dialokasikan kepada aktiva yang dapat diidentifikasi
dan goodwill sebagai berikut:

Nilai Wajar Nilai Buku Kelebihan Nilai


Wajar

Piutang dagang-neto $35 - $30 = $5


Persediaan 50 - 40 = 10
Aktiva tetap-neto 80 - 60 = 20
Goodwill (sisa) 65
Total kelebihan nilai $100
wajar atas nilai buku
Teori Perusahaan Induk
Goodwill dapat ditentukan secara berbeda dengan dua teori itu. Dalam teori entitas, goodwill
sebesar $65,000 sama dengan nilai total aktiva bersih PT Son atas nilai wajarnya ($220,000 –
$155,000). Dalam teori perusahaan induk, goodwill sebesar $58,500 adalah sama dengan biaya
investasi dikurangi 90% nilai wajar aktiva yang dapat diidentifikasi PT Son ($198,000 –
$139,500). Tambahan sebesar $10,000 yang dialokasikan kepada aktiva yang dapat diidentifikasi
dan goodwill dengan metode ekuitas ( $100,000 – $90,000) tercermin pada necara konsolidasi
dalam kelompok kepemilikan minoritas.

Konsolidasi pada Saat Akuisisi


Kertas kerja neraca konsolidasi untuk PT Pop dan Perusahaan Anak disajikan pada Peraga
11-2, menggunakan teori perusahaan induk dan menggunakan teori entitas. Dalam mempelajari
kertas kerja, ingatlah kembali bahwa teori kontemporer sama dengan teori perusahaan induk
dalam hal pertama kali dilakukan konsolidasi aktiva dan kewajiban perusahaan anak. Kertas
kerja komparatif pada Peraga 11-2 dimulai dengan neraca terpisah perusahaan afiliasi dan
menggunakan prosedur yang telah disusun untuk mengkonsolidasikan neraca terpisah. Walaupun
kertas kerja dapat dimodifikasi dengan menggunakan teori perusahaan induk untuk
merefleksikan kepemilikan minoritas dalam kewajiban, modifikasi ini tidak diperlukan.
Perbedaan klasifikasi seperti ini dapat digambarkan dalam laporan konsolidasi tanpa mengganti
prosedur kertas kerja.
Dengan teori perusahaan induk, 90% dari kelebihan nilai wajar atas nilai buku aktiva yang
dapat diidentifikasi dialokasikan ke aktiva yang dapat diidentifikasi dan kewajiban, dan
kelebihan biaya investasi atas nilai wajarnya sebesar $58,500 dialokasikan ke goodwill.
Kepemilikan minoritas $12,000 dalam teori perusahaan induk sama dengan 10% nilai buku
aktiva bersih PT Son pada saat akuisisi yaitu, $120,000.
Dalam teori entitas, seluruh kelebihan nilai wajar aktiva bersih atas nilai bukunya
dialokasikan pada aktiva bersih yang dapat diidentifikasi, dan kelebihan dari nilai atas nilai wajar
dimasukkan sebagai goodwill. Kepemilikan minoritas sebesar $22,000 merupakan 10% dari nilai
aktiva bersih PT Son.
Aktiva konsolidasi dalam teori perusahaan induk terdiri dari nilai buku gabungan aktiva
ditambah 90% kelebihan nilai wajar aktiva PT Son atas nilai bukunya. Dalam teori entitas, aktiva
konsolidasi terdiri dari nilai buku aktiva PT Pop ditambah nilai wajar aktiva PT Son. Meskipun
seluruh aktiva PT Son dikonsolidasi pada nilai wajarnya, total aktiva konsolidasi tidak
menggambarkan nilai wajar dalam kedua teori. Ini dikarenakan aktiva perusahaan induk tidak
dinilai kembali pada saat penggabungan usaha dilakukan.

Konsolidasi Setelah Akuisisi


Perbedaan antara teori perusahaan induk dan teori entitas dapat dijelaskan lebih lanjut dengan
mengamati kegiatan operasi PT Pop dan PT Son selama tahun 2016. Asumsi-asumsi berikut ini
dibuat:
1. Laba bersih dan dividen PT Son untuk tahun 2016 masing-masing $35,000 dan $10,000.
2. Kelebihan nilai wajar atas nilai buku piutang dagang dan persediaan PT Son pada tanggal 1
Januari 2016 direalisasi selama tahun 2016.
3. Aktiva tetap PT Son disusutkan 5% setahun dan goodwill dari konsolidasi diamortisasi selama
20 tahun.

Metode Ekuitas
Dengan asumsi tersebut, PT Pop mencatat pendapatan investasi dari PT Son tahun 2016 sebesar
$17,100 yang dihitung dengan menggunakan metode ekuitas sebagai berikut:

Bagian laba bersih PT Son ($35,000 x 90%) $ 31,500


Dikurangi: Realisasi kelebihan yang dialokasikan pada piutang ($5,000 x 90%) ( 4,500)
Realisasi kelebihan yang dialokasikan pada persediaan ($10,000 x 90%) ( 9,000)
Depresiasi atas kelebihan yang dialokasikan pada aktiva tetap ($20,000
x 90%) : 20 tahun ( 900)
Pendapatan dari PT Son $ 17.100

Akun investasi PT Pop pada PT Son yang menggunakan metode ekuitas bersaldo $206,100 pada
tanggal 31 Desember 2016. Saldo investasi ini terdiri dari biaya investasi $198,000 ditambah
pendapatan investasi sebesar $17,100 dikurangi dividen yang diterima dari PT Son selama 2016
sebesar $9,000. Akuntansi dengan metode ekuitas tidak dipengaruhi oleh sudut pandang yang
dipakai dalam mengkonsolidasi laporan keuangan perusahaan afiliasi dan dengan demikian,
laporan terpisah PT Pop dan PT Son masing-masing pada tanggal 31 Desember 2016 akan sama,
apapun teori yang digunakan.
PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK
KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI
PER 1 JANUARI 2016 (DALAM 000) Peraga 11-2
Pop 90% Son Penyesuaian Konsolidasi
dan Eliminasi
Debit Kredit
Teori Perusahaan Induk
Aktiva
Kas $22 $5 $27
Piutang dagang-neto 80 30 b 4.5 114.5
Persediaan 90 40 b9 139
Aktiva lancar lainnya 20 10 30
Aktiva tetap-neto 220 60 b 18 298
Investasi pada Son Corp. 198 a 198
Goodwill b 58.5 58.5
Kelebihan yang belum diamortisasi a 90 b 90
Total Aktiva $630 $145 $667
Kewajiban dan Ekuitas
Kewajiban $80 $25 $105
Modal saham 400 100 a 100 400
Laba ditahan 150 20 a 20 150
Kepemilikan minoritas a 12 12
Total Ekuitas $630 $145 300 300 $667
Teori Entitas
Aktiva
Kas $22 $5 $27
Piutang dagang-neto 80 30 b5 115
Persediaan 90 40 b 10 140
Aktiva lancar lainnya 20 10 30
Aktiva tetap-neto 220 60 b 20 300
Investasi pada Son Corp. 198 a 198
Goodwill b 65 65
Kelebihan yang belum diamortisasi a 100 b 100
Total Aktiva $630 $145 $677
Kewajiban dan Ekuitas 80 25
Kewajiban $105
Modal saham 400 100 a 100 400
Laba ditahan 150 20 a 20 150
Kepemilikan minoritas a 22 22
Total Ekuitas 630 $145 320 320 $677
PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK
KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI
TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 (DALAM 000) Peraga 11-3
Pop 90% Son Penyesuaian Kepemilikan Laporan
dan Minoritas Konsolidasi
Eliminasi
Laporan Laba Rugi
Penjualan $600 $200 $800
Pendapatan dari Son 17.1 a 17.1
Harga pokok penjualan (300) (120) c9 (429)
Beban operasi (211.25) (45) c 4.5 (261.65)
d .9
Kepemilikan minoritas e. 3.5 (3.5)
($35x10%)
Laba bersih $105.85 $35 $105.85
Laba Ditahan
Laba ditahan $150 $20 b 20 $150
Laba bersih 105.85 35 105.85
Dividen (80) (10) a9 (80)
e1
Laba ditahan, 31 $175.85 $45 $175.85
Desember
Neraca
Kas $29.75 $13 $42.75
Piutang dagang-neto 90 32 122
Persediaan 100 48 148
Aktiva lancar lainnya 30 17 47
Aktiva tetap-neto 200 57 c 18 d .9 274.1
Investasi pada Son Corp. 206.1 a 8.1
b 198
Goodwill c 58.5 58.5
Kelebihan yang belum b 90 c 90
diamortisasi
$655.85 $167 $692.35
Kewajiban 80 22 102
Modal saham 400 100 b 100 400
Laba ditahan 175.85 45 175.85
$655.85 $167
Kepemilikan minoritas b 12
e 2.5 14.5
321.5 321.5 692.35
PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK
KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI
TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER (DALAM 000) Peraga 11-4
Pop 90% Son Penyesuaian Kepemilikan Laporan
dan Minoritas Konsolidasi
Eliminasi
Laporan Laba Rugi
Penjualan $600 $200 $800
Pendapatan dari Son Corp. 17.1 a 17.1
Harga pokok penjualan (300) (120) c 10 (430)
Beban operasi (211.25) (45) c5 (262.25)
d1
Kepemilikan minoritas e.1.9 (1.9)
Laba bersih $105.85 $35 $105.85
Laba Ditahan
Laba ditahan $150 $20 b 20 $150
Laba bersih 105.85 35 105.85
Dividen (80) (10) a9 (80)
e1
Laba ditahan, 31 $175.85 $45 $175.85
Desember
Neraca
Kas $29.75 $13 $42.75
Piutang dagang-neto 90 32 122
Persediaan 100 48 148
Aktiva lancar lainnya 30 17 47
Aktiva tetap-neto 200 57 c 20 d1 276
Investasi pada Son Corp. 206.1 a 8.1
b 198
Goodwill c 65 65
Kelebihan yang belum b 100 c 100
diamortisasi
$655.85 $167 $700.75
Kewajiban 80 22 102
Modal saham 400 100 b 100 400
Laba ditahan 175.85 45 175.85
$655.85 $167
Kepemilikan minoritas b 22
e .9 22.9
340 340 700.75

Prosedur Konsolidasi
Laba bersih konsolidasi yang menggunakan teori perusahaan induk sama dengan laba
yang dialokasikan pada pemegang saham perusahaan induk dengan menggunakan teori entitas.
Maka perbedaan antara teori perusahaan induk dan teori entitas terletak pada cara
mengkonsolidasi laporan keuangan perusahaan induk dengan perusahaan anak, dan pada
pelaporan posisi keuangan serta hasil operasi dalam laporan keuangan konsolidasi. Perbedaan ini
terlihat pada kertas kerja konsolidasi PT Pop dan perusahaan anak yang menggunakan
menggunakan teori perusahaan induk pada Peraga 11-3 dan yang menggunakan teori entitas pada
Peraga 11-4. Prosedur kertas kerja belum dimodifikasi untuk menggambarkan perbedaan
klasifikasi laporan keuangan. Perbedaan pada penyajian laporan keuangan untuk PT Pop dan
perusahaan anak diilustrasikan pada Peraga 11-5 dan Peraga 11-6, yang memperlihatkan laporan
keuangan yang disusun dari kertas kerja.
Peraga 11-5
PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016

Teori Perusahaan Induk


Penjualan $ 800.00
Dikurang: Harga Pokok Penjualan $ 429.00
beban operasi 261.65
pendapatan kepemilikan minioritas 3.50
total beban 694.15
laba bersih konsolidasi $ 105.85

teori entitas
penjualan $ 800.00
dikurang: Harga pokok penjualan $ 430.00
beban operasi 262.25
total beban 692.25
laba bersih konsolidasi $ 107.75
distribusi: kepada pemegang saham minioritas $ 1.90
kepada pemegang saham mayoritas $ 105.85
Peraga 11-6
PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016
Teori
Perusahaan Teori
Induk Entitas
Aktiva
Kas $ 42.75 $ 42.75
Pitang dagang-neto 122.00 122.00
Persediaan 148.00 148.00
Aktiva lancar lainnya 47.00 47.00
Total aktiva lancar 359.75 359.75
Aktiva tetap-neto 274.10 276.00
Goodwill 58.50 65.00
Total aktiva tidak lancar 332.60 341.00
Total aktiva $ 692.35 $ 700.75

Kewajiban dan Ekuitas


Kewajiban $ 102.00 $ 102.00
Kepemilikan minioritas 14.50
Total kewajiban 116.50 102.00
Modal Saham 400.00 400.00
Laba ditahan 175.85 175.85
Kepemilikan minioritas 22.90
Total Ekuitas (stakeholder) 575.85 598.75
Total ekuitas $ 692.35 $ 700.75

Dalam membandingkan kertas kerja konsolidasi yang menggunakan teori perusahaan


induk pada Peraga 11-3 dengan yang menggunakan teori entitas pada Peraga 11-4, perhatikan
bahwa jurnal penyesuaian dan jurnal eliminasi kertas kerja miliki pos-pos debit dan kredit yang
sama tetapi jumlahnya berbeda, kecuali jurnal a. karena akuntansi untuk investasi pada
perusahaan anak yang menggunakan metode ekuitas akan memberikan hasil yang sama untuk
kedua teori konsolidasim maka jurnal untuk mengeliminasi pendapatan investasi dan dividen
antarperusahaan, sama dengan jurnal untuk menyesuaikan akun investasi dengan saldo awal
periode (jurnal a), baik untuk teori perusahaan induk maupun untuk teori entitas.
Sisa jurnal penyesuaian dan eliminasi dalam peraga 11-3 yang menggunakan teori
perusahaan induk sama dengan yang menggunakan teori kontemporer pada bab-bab awal. Jurnal
b mengeliminasi jumlah ekuitas perusahaan anak yang resprokal, memunculkan kepemilikan
minioritas awal pada nilai buku ($ 120,000 x 10%) dan memasukkan jumlah kelebihan yang
belum diamortisasi. Jurnal c menaglokasikan kelenihan biaya investasi atas nilai buku $ 9,000
pada harga pokok pejualan (untuk persediaan yang dinilai terlalu rendah yang direalisasikan
selama 2016), $ 4,500 pada biaya operasi (untuk piutang yang dinilai terlalu rendah yang
direalisasikan selama 2016), $ 18,000 pada aktiva tetap (untuk aktiva tetap yang dinilai erlalu
rendah pada awal 2016. Jurnal d dan e menggambarkan penyusutan tahun berjalan ataukelebihan
yang dialokasikan pada aktiva tetap ($ 18,000 x 5%) dan amortisasi atas kelebihan yang
dialokaikan pada goodwill ($ 58,500). Laba kepemilikan minioritas $ 3,500 adalah 10% dari laba
bersih PT Son ($35,000) yang dilaporkan.
Jurnal b, c, d, dan e pada peraga 11-4 yang menggunakan teori entitas memiliki tujuan
yang sama dengan pos=pos yang menggunakan teori perusahaan induk, kecuali jumlah yang
behubungan dengan kepemilikan minioritas. Kepemilikan minioritas awal dengan teori entitas
adalah $ 22,000, sama dengan 10% dari nilai PT Son $ 220,000 pada tanggal 1 Januari 2016.
Kepemilikan minioritas awal dengan teori entitas adalah lebih besar $10,000 daripada
kepemilikan minioritas awal dengan teori perusahaan induk $ 12,000. Tambahan $ 10,000
berkaitan dengan pengalokasian 100% kelebihan nilai wajar atas nilai buku aktiva bersih PT Son
yang diakuisisi dengan menggunakan teori entitas. Dengan kata lain, jurnal kertas kerja b dengan
menggunakan teori perusahaan induk sama dengan jurnal b yang menggunakan teori perusahaan
induk ditambah $ 10,000 kelebihan yang belum diamortisasi.
b kelebihan yang belum diamortisasi $ 100,000
modal saham 100,000
laba ditahan, 1 Januari 2016 20,000
Investasi pada PT Son 198,000
Kepemilikan minioritas 1 Januari 2016 22,000
Untuk mengeliminasikan saldo investasi dan ekuitas yang resiprokal, memunculkan kepemilikan
minioritas awal, dan memasukkan jumlah kelebihan yang belum diamortisasi

Jurnal c dengan teori entitas sama dengan jurnal c dengan teori perusahaan induk ditambah tambahan
dari kelebihan nilai wajar atas nilai buku.
c harga pokok penjualan $ 10,000
beban operasi 5,000
Aktiva tetap 20,000
Goodwill 65,000
Kelebihan yang belum diamortisasi 100,000
Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum diamortisasi pada aktiva yang dapat
didentifikasi dan goodwill

Jurnal kertas d untuk penyusutan atas kelebihan yang dialokasikan pada aktiva tetap
adalah $ 1,.000 dengan menggunakan teori entitas, dibandingkan dengan $ 900 yang
menggunakan teori perusahaan induk. Perbedaan sebesar $ 100 adalah 5% dari penyusutan
dikalikan dengan tambahan $ 2,000 yang dialokasikan pada aktiva tetap dengan menggunakan
teori entitas.
Laba kepemilikan minioritas dengan teori entitas ialah $ 1,900 yang terdiri dari 10% dari
pendapatan PT Son $ 35,000 dikurangi 10% dari $ 16,000 yaitu amortisasi atas perbedaan nilai
buku $ 100,000. Cara lain menghitung kepemilikan minioritas ialah :

hak atas pendapatan PT Son yang dilaporkan $ 35,000 x 10% $ 3,500


beban operasi untuk realisasi kelebihan yang
Dikurang: dialokasi
ke piutang $ 5,000 x
10% (500)
harga pokok penjualan unyuk realisasi
kelebihan yang
dialokasi ke persediaan $ 10,000 x
10% (1,000)
Depresiasi kelebihan yang dialokasi ke aktiva
tetap
$ 20,000/20 tahun x
10% (100)

$ 1,900

Perbandingan laporan laba rugi konsolidasi biaya tambahan yang dikurangkan dalam menentukan laba
bersih konsolidasi total dengan menggunakan teori entitas dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
teori
perusahaan
teori entitas
induk
beban operasi (untuk piutang) $ 4,500 $ 5,000
harga pokok penjualan (untuk persediaan) 9,000 10,000
beban operasi (untuk depresiasi) 900 1,000

$ 14,400 $ 16,000

Biaya tambahan $ 1,600 ($16,000-$14,400) dari teori entitas dioffset dengan pendapatan
kepemilikan minioritas ($ 3,500-$ 1,900). Jadi pendapatan untuk pemegang saham perusahaan
tidak sama jumlahnya dengan menggunakan dua teori tersebut, meskipun ada perbedaan dalam
jumlah yang dilaporkan dan dalam cara pengungkapan pada laporan laba konsolidasi. Perbedaan
ini ditunjukan dalam Peraga 11-5, yang membandingkan laporan laba konsolidasi PT Pop dan
perusahaan anak dengan menggunakan teori perusahaan induk, teori entitas, dan teori
kontemporer.

Bentuk laporan berbeda pada ketiga teori konsolidasi, akan tetapi terdapat hubungan diantaranya:
1. Apabila investasi perusahaan anak dilakukan pada nilai buku dan nilai buku aktiva dan
kewajiban individu sama dengan nilai wajarnya, jumlah yang tertera pada laporan laba
rugi adalah sama, baik menggunakan teori entitas maupun teori kontemporer.
2. Jika tidak ada transaksi antarperusahaan, jumlah yang tertera pada laporan laba rugi harus
sama baik menggunakan teori perusahaan induk maupun teori kontemporer.
3. Jika tidak ada kepemilikan minioritas, jumlah yang tertera dalam laporan laba rugi akan
sama dalam ketiga kategori itu.

Pandangan Lain Tentang Kepemilikan Minioritas


Beberapa akuntan percaya bahwa kepemilikan minioritas tidak boleh muncul sebagi
bagian yang terpisah dalam laporan keuangan konsolidasi. Suatu saran untuk mengeliminasi
kepemilikan minioritas dari laporan konsolidasi ialah dengan melaporkan total pendapatan
konsolidasi pada bagian akhir laporan laba rugi konsolidasi dengan pengungkapan catatan kaki
terpisah antara kepemilikan minioritas dan mayoritas. Perlakuan konsolidasi dalam neraca
konsolidasi membutuhkan total ekuitas konsolidasi yang dikaporkan sebagai pos tunggal dengan
pengungkapan catatan kaki terpisah antara ekuitas mayoritas dan kepemilikan minioritas.
Saran lain untuk mengeluarkan kepemilikan minioritas dalam laporan keuangan
konsolidasi ialah dengan hanya mengkonsolidasi jumlah mayoritas pendapatan, biaya, aktiva,
dan kewajiban dari perusahaan anak yang dimiliki kurang dari 100%.

PERTIMBANGAN AKUNTANSI PUSH-DOWN DAN BASIS LAINNYA


Pada situasi tertentu di Amerika, SEC mensyaratkan bahwa nilai wajar dari aktiva dan
kewajiban perusahaan anak yang diakuisisi, yang menggambarkan penggunaan basis biaya oleh
perusahaan induk (APB OPINION No.16), dicatat dalam laporan keuangan terpisah pembelian
perusahaan anak. Dengan kata lain nilainya “diturunkan (pushed down)” ke laporan perusahaan
anak. SEC mengharuskan penggunaan akuntansi pushed-down untuk persyarakat SEC jika
perusahaan anak dimiliki secara keseluruhan (biasanya 97%) tanpa ada saham preferen atau
hutang kepada publik.
Makalah AICPA “Push-down Accounting” (30 Oktober 1979) menjelaskan akuntansi
push-down sebagai basis akuntansi dan pelaporan baru untuk suatu entitas dengan laporan
keuangannya yang terpisah, yang berdasarkan pada transaksi pembelian saham berhak suara, dan
yang menghasilkan perubahan kepemilikan saham berhak suara yang beredar.
Ketika akuntansi push-down tidak digunakan dalam akuisisi, alokasi harga pembelian
pada aktiva bersih berwujud dan goodwill diselesaikan dalam kertas kerja konsolidasi. Laporan
keuangan konsolidasi menggambarkan alokasi pembelian. Apabila perusahaan anak mencatat
alikasi dalam laporan keuangannya dengan akuntansi push-down, maka dengan demikian proses
konsolidasi telah disederhanakan.
Akuntansi push-down menjadi kontroversial dalam hal laporan perusahaan anak terpisah
dikeluarkan untuk kepemilikan minioritas, kreditor, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya.
Akuntansi push-down tidak diterapkan secar konsisten di antara pendukung konsep tersebut
meskipun dalam praktiknya aktiva perusahaan anak biasanya dinilai kembali secara
proporsional.
Prosedur Push-Down pada Tahun Akuisisi
Ingatlah kembali bahwa mendapatkan 90% kepemilikan dengan membayar $ 198.000 pada
tanggal 1 Januari 2016. Apabila akuntansi push-down digunakan dan hanya 90% aktiva bersih
yang dapat diidentifikasi PT Son yang dinilai kembali (teori perusahaan induk), maka perbedaan
nilai buku/harga perolehan $ 90.000 dialokasikan sebagai berikut :
Nilai Buku Penyesuaian Push- Nilai Buku Setelah
Down Push-Down
Kas 5 - 5
Piutang dagang-neto 30 4.5 34.5
Persediaan 40 9 49
Aktiva lancar lainnya 10 - 10
Aktiva tetap-neto 60 18 78
Goodwill - 58.5 58.5
145 90 235
Kewajiban 25 - 25
Modal saham 100 - 100
Laba ditahan 20 (20) -
Modal push-down - 110 110
145 90 235

Penyesuaian push-down pada buku terpisah PT Son dicatat sebagai berikut :

Piutang dagang (+A) 4.500


Persediaan (+A) 9.000
Aktiva tetap (+A) 18.000
Goodwill (+A) 58.500
Laba ditahan (-SE) 20.000
Modal push-down (+SE) 110.000

Jika total nilai $ 220.000 dihilangkan dari harga beli 90% kepemilikan pada PT Son dengan teori
entitas (harga perolehan $ 198.000 : 90%), maka kelebihan $100.000 di push-down pada buku PT
Son sebagai berikut :

Nilai Buku Penyesuaian Push- Nilai Buku Setelah


Down Push-Down
Kas 5 - 5
Piutang dagang-neto 30 5 35
Persediaan 40 10 50
Aktiva lancar lainnya 10 - 10
Aktiva tetap-neto 60 20 80
Goodwill - 65 65
145 100 245
Kewajiban 25 - 25
Modal saham 100 - 100
Laba ditahan 20 (20) -
Modal push-down - 120 120
145 100 245

Jurnal untuk mencatat 100% penyesuaian push-down pada buku terpisah PT Son adalah sebagai berikut :

Piutang dagang (+A) 5.000


Persediaan (+A) 10.000
Aktiva tetap (+A) 20.000
Goodwill (+A) 65.000
Laba ditahan (-SE) 20.000
Modal push-down (+SE) 120.000

Perhatikan bahwa saldo laba ditahan PT Son dipindahkan ke modal push-down tanpa
melihat apakah push-down untuk 90% atau 100% perbedaan nilai wajar/nilai buku. Perlakuan ini
adalah dasar untuk akuntansi push-down yang mensyaratkan basis akuntansi dan pelaporan baru
untuk entitas yang diperoleh. Modal push-down adalah perkiraan tambahan modal disetor (agio),
yang mencakup baik penilaian kembali aktiva bersih yang dapat diidentifikasi perusahaan anak
dan goodwill yang berdasarkan harga yang dibayar untuk mendapatkan perusahaan anak, dan
saldo perkiraan laba ditahan perusahaan anak yang dieliminasi dengan konsep entitas baru pada
akuntansi push-down.

Kertas kerja neraca konsolidasi untuk mengilustrasikan pengaruh penyesuaian push-down


diberikan pada peraga 11-7. Kertas kerja neraca pada bagian atas kertas kerja merekflesiakn 90%
penyesuaian push-down yang sesuai dengan teori perusahaan induk, dan kertas kerja pada bagian
bawah menggambarkan 100% penyesuaian push-down yang sesuai dengan teori entitas. Karena
penyesuaian push-down tercakup dalam neraca terpisah PT Son pada peraga 11-7, prosedur
konsolidasi disederhanakan sehubungan dengan yang diilustrasikan pada peraga 11-2. Hasil
penyederhanakan diperoleh dari tidak dialokasikannya perbedaan harga perolehan/nilai buku
yang belum diamortisasi dalam kertas kerja yang menggunakan akuntansi push-down dalam
peraga 11-7 identik dengan yang tampak pada peraga 11-2, dimana neraca perusahaan anak
disusu dengan basis harga perolehan.
Prosedur Push-Down Setelah Tahun Akuisisi

Kertas kerja laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 PT Pop
dan PT Son yang menggunakan akuntansi push-down disajikan pada peraga 11-8 dan peraga 11-
9. Peraga 11-8 menggambarkan 90% penyesuaian push-down dengan teori perusahaan induk,
dan peraga 11-9 menggambarkan 100% penyesuaian push-down dengan teori entitas. Pada kedua
peraga, prosedur konsolidasi disederhanakan untuk mempermudah membandingkan kertas kerja
PT Pop dan PT Son yang disajikan pada peraga 11-3 dan 11-4. Seperti pada neraca konsolidasi,
jumlah yang disajikan pada laporan keuangan konsolidasi juga sama.

Pada kertas kerja konsolidasi peraga 11-9 (teori entitas), pendapatan kepemilikan
minoritas $1.900 sama dengan 10% laba bersih PT Son $ 19.000 seperti yang dihitung dengan
prosedur akuntansi push-down. Begitu pula kepemilikan minoritas 22.900 pada 31 Desember 2016 sama
dengan 10% modal PT Son 22.900 pada tanggal tersebut. Item kepemilikan minoritas ini ditentukan
berdasarkan prosedur konsolidasi standar. Sebaliknya, pada peraga 11-8 (teori perusahaan induk)
pendapatan kepemilikan minoritas 3.500 untuk 2016 dan kepemilikan minoritas 14.500 pada 31
Desember 2016 tidak memiliki referensi langsung pada laba bersih PT Son 20.600 atau modal PT Son
220.600, seperti yang diperlihatkan pada laporan laba rugi dan neraca terpisah PT Son yang
menggunakan akuntansi push-down 90%. Ini adalah masalah yang muncul dalam penggunaan akuntansi
push-down untuk kepemilikan perusahaan anak kurang dari 100%, dimana hanya persentase
kepemilikan perusahaan induk yang di pushed-down pada buku perusahaan anak. Dalam hal ini catatan
dasar harga perolehan terpisah harus dibuat oleh perusahaan anak. Jumlah kepemilikan minoritas pada
peraga 11-8 dapat ditentukan langsung dari laporan dasar harga perolehan terpisah milik PT Son yang
diberikan kepada peraga 11-3. Karena pemegang saham minoritas tidak diharapkan mengambil manfaat
informasi dari laporan keuangan konsolidasi, khususnya ketika keompok afiliasi memiliki banyak
perusahaan anak dengan kepemilikan sebagian-sebagian, maka pendekatan 100% push-down dengan
teori entitas mungkin lebih sesuai.

PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI


PER 1 JANUARI 2016 (DALAM 000)
PT Pop 90% Penyesuaian & Konsolidasi
PT Son Eliminasi
Debit Kredit
Teori perusahaan induk
Aktiva
Kas $ 22 $5 $ 27
Piutang dagang-neto 80 34.5 114.5
Persediaan 90 49 139
Aktiva lancar lainnya 20 10 30
Aktiva tetap-neto 220 78 298
Investasi pada PT Son 198 a 198
Goodwill 58.5 58.5
Total aktiva $ 630 $ 235 $ 667
Kewajiba dan modal kewajiban Rp 80 Rp 25 Rp 105
Modal saham 400 100 a 100 400
Laba ditahan 150 0 150
Modal push-down-PT Son 110 a 110
Kepemilikan minoritas a 12 12
Total ekuitas $ 630 $ 235 $ 210 $ 210 $ 667
Teori entitas
Aktiva
Kas $ 22 $5 $ 27
Piutang dagang-neto 80 35 115
Persediaan 90 50 140
Aktiva lancar lainnya 20 10 30
Aktiva tetap-neto 220 80 300
Investasi pada PT Son 198 a 198
Goodwill 65 65
Total aktiva $ 630 $ 245 $ 677
Kewajiban dan modal kewajiban $ 80 $ 25 $ 105
Modal saham 400 100 a 100 400
Laba ditahan 150 0 150
Modal push-down-PT Son 120 a 120
Kepemilikan minoritas a 22 22
Total ekuitas $ 630 $ 245 $ 220 $ 220 $ 677

PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI


TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 (DALAM 000)
PT Pop 90% Penyesuaian & Konsolidasi
PT Son Eliminasi
Debit Kredit
Laporan laba rugi
Penjualan $ 600 $ 200 $ 800
Pendapatan dari PT Son 17.1 a 17.1
Harga pokok penjualan (300) (129) (429)
Biaya operasi (211.25) (50.4) (261.65)
Kepemilikan minoritas c 3.5 (3.5)
Laba bersih 105.85 20.6 105.85
Laba ditahan
Laba ditahan 150 0 150
Laba bersih 105.85 20.6 105.85
Dividen (80) (10) a9 (80)
c1
Laba ditahan
31 Desember 2016 175.85 10.6 175.85
Neraca 29.75 13 42.75
Kas
Piutang dagang-neto 90 32 122
Persediaan 100 48 148
Aktiva lancar lainnya 30 17 47
Aktiva tetap-neto 200 74.1 274.1
Investasi pada PT Son 206.1 a 8.1
b 198
Goodwill 58.5 58.5
655.85 242.6 692.35
Kewajiban Rp 8 22 102
Modal saham 400 100 b 100 400
Laba ditahan 175.85 10.6 175.85
Modal push-down-PT Son 110 b 110
655.85 242.6
Kepemilikan minoritas, 1 Januari b 12
2016 c 2.5 14.4
Kepemilikan minoritas, 31 230.6 230.6 693.35
Desember 2016

PT POP DAN PERUSAHAAN ANAK KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI


TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 (DALAM 000)
PT Pop 90% Penyesuaian & Konsolidasi
PT Son Eliminasi
Debit Kredit
Laporan laba rugi
Penjualan 600 200 800
Pendapatan dari PT Son 17.1 a 17.1
Harga pokok penjualan (300) (130) (430)
Biaya operasi (211.25) (51) (262.25)
Kepemilikan minoritas c 1.9 (1.9)
Laba bersih 105.85 19 105.85
Laba ditahan
Laba ditahan 150 0 150
Laba bersih 105.85 19 105.85
Dividen (80) (10) a9 (80)
c1
Laba ditahan 175.85 9 175.85
31 Desember 2016
Neraca 29.75 13 42.75
Kas
Piutang dagang-neto 90 32 122
Persediaan 100 48 148
Aktiva lancar lainnya 30 17 47
Aktiva tetap-neto 200 76 276
Investasi pada PT Son 206.1 a 8.1
b 198
Goodwill 65 65
655.85 251 700.75
Kewajiban Rp 8 22 102
Modal saham 400 100 b 100 400
Laba ditahan 175.85 9 175.85
Modal push-down-PT Son 120 b 120
655.85 251
Kepemilikan minoritas, 1 Januari b 22
2016 c9 22.9
Kepemilikan minoritas, 31 239 239 700.75
Desember 2016

JOINT VENTURE (USAHA PATUNGAN)


Joint venture merupakan bentuk persekutuan yang dimulai oleh ekspedisi perdagangan
maritim Yunani dan Romawi. Tujuannya adalah untuk menggabungkan partisipasi manajemen
dan pemilik modal dalam usaha terbatas pada penyelesaian proyek perdagangan tertentu. Saat
ini, joint venture berkembang menjadi berbagai bentuk, seperti persekutuan dan korporasi,
domestic dan asing, dan temporer maupun permanen.

Jenis umum dari perusahaan patungan sementara adalah pembentukan sindikat yang
terdiri dari bankir investasi untuk membeli surat berharga dari sebuah perusahaan yang
mengeluarkannya dan kemudian memasarkannya kepada masyarakat umum. Joint venture
memungkinkan beberapa peserta untuk berbagi dalam risiko dan hasil atas tindakan yang jika
dilakukan oleh seorang peserta sangat beresiko. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk
menggabungkan teknologi, pasar, dan sumber daya manusia untuk mencapai laba potensial bagi
seluruh peserta. Bidang lain yang umum untuk usaha patungan ini adalah penjualan tanah,
eksplorasi dan pengeboran minyak, dan Proyek konstruksi .

Bidang baru dan kegunaan dari bentuk joint venture terus bermunculan. Sebagai contoh,
hampir semua perusahaan telekomunikasi besar menggunakan usaha patungan untuk
mendapatkan keuntungan dan memperluas usaha. Bentuk lain dari usaha patungan yang umum
adalah mengakumulasikan modal memenangkan tender ijin pribadi yang bernilai milyaran dolar
dan untuk membangun jaringan telepon nasional tanpa kabel. Salah satu keuntungan dari usaha
patungan ini adalah menghindari harga akuisis yang mahal.

Joint venturebiasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di AS. Contoh perusahaan tua


dan terkenal yaitu Dow Corning Corporation , Perusahaan patungan perusahaan dari Dow
Chemical Company dan Corning Incorporated. Usaha patungan memungkinkan untuk
penyebaran risiko di antara venturer, menjadiakan usaha ini menarik dalam industri minyak, gas
dan kimia, dan untuk investasi internasional. Kewajiban terbatas yang dinikmati oleh pemegang
saham membuat bentuk perusahaan patungan menarik. Joint venture juga umum dalam industri
farmasi

Pengertian Joint Venture


Joint venture atau usaha patungan adalah badan usaha yang dimiliki, dioperasikan, dan
bersama-sama dikendalikan oleh sekelompok kecil investor ( venturer) untuk pelaksanaan bisnis
tertentu yang saling menguntungkan untuk masing-masing venturer. Hal ini umum untuk setiap
venturer untuk aktif dalam manajemen usaha dan untuk berpartisipasi dalam keputusan penting
yang biasanya membutuhkan persetujuan dari setiap venturer terlepas dari kepemilikan.
persentase kepemilikan bervariasi, dan kepentingan kepemilikan yang tidak setara dalam usaha
tertentu adalah hal yang biasa.

Struktur Organisasi Joint Venture


Joint venture dapat diselenggarakan sebagai perusahaan, kemitraan, atau kepentingan
yang tak terbagi. Bentuk-bentuk
didefinisikan dalam pernyataan AICPA , “Akuntansi Investasi Real Estat Ventures”(SOP 78-9),
sebagai berikut:
Korporasi joint venture. Sebuah perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan oleh
sekelompok kecil venturer untuk mencapai usaha yang saling menguntungkan atau
proyek.
Kemitraan umum. Sebuah asosiasi di mana masing-masing pasangan memiliki
kewajiban yang tidak terbatas.
Persekutuan terbatas. Sebuah asosiasi di mana satu atau lebih mitra umum memiliki
kewajiban yang tidak terbatas dan satu atau lebih mitra memiliki kewajiban terbatas.
Sebuah kemitraan terbatas biasanya dikelola oleh mitra umum atau mitra, tunduk pada
pembatasan, jika ada, yang ditetapkan oleh persetujuan kemitraan .
Undivided interest. Pengaturan kepemilikan di mana dua pihak atau lebih bersama-sama
memiliki properti, dan judul diadakan secara individual untuk tingkat bunga masing-
masing pihak.

Persyaratan pelaporan keuangan untuk investor dalam usaha berbeda sesuai dengan stuktur
organisasi.

Akuntansi untuk korporasi joint venture

Investor yang dapat berpartisipasi dalam manajemen secara keseluruhan dari joint
venture perusahaan harus
melaporkan investasi mereka sebagai investasi ekuitas (konsolidasi satu baris) di bawah GAAP .
Pendekatan tersebut untuk membangun pengaruh yang signifikan dalam korporasi joint venture
sangat berbeda dari investasi saham karena setiap venture biasanya harus menyetujui setiap
keputusan ventura yang signifikan, Sehingga membentuk kemampuan untuk mempunyai
pengaruh signifikan terlepas dari kepemilikan. Meski begitu, saat venturer tidak bisa mempunyai
pengaruh signifikan usaha patungannya yang lebih untuk alasan apapun kita memperhitungkan
investasinya dengan metode biaya.
Investasi dalam saham biasa dari korporasi joint venture yang melebihi 50 persen dari
saham yang beredar adalah investasi dalam perusahaan anak , untuk itu akuntansi induk-anak
dan persyaratan pelaporan yang berlaku. Korporasi joint venture yang lebih dari 50 persen
dimiliki oleh entitas lain tidak dianggap sebagai perusahaan patungan, meskipun digambarkan
sebagai usaha patungan di rilis laporan keuangan. GAAP menggambarkan korporasi joint
venture sebagai berikut:
Sebuah perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan oleh sekelompok kecil entitas
(venturer bersama)
sebagai bisnis yang terpisah dan spesifik atau proyek untuk saling menguntungkan
anggota kelompok. Pemerintah juga dapat menjadi anggota kelompok. Tujuan dari joint
venture adalah untuk berbagi risiko dan manfaat dalam mengembangkan pasar baru ,
produk atau teknologi; untuk menggabungkan pengetahuan teknologi yang saling
melengkapi; atau untuk menyatukan sumber daya dalam mengembangkan produksi atau
fasilitas lainnya. Sebuah gabungan perusahaan venture biasanya juga menyediakan
pengaturan di mana masing-masing venturer bersama mungkin berpartisipasi, secara
langsung atau tidak langsung, dalam keseluruhan manajemen perusahaan patungan.
Bersama venturer sehingga memiliki kepentingan atau hubungan lain selain investor
pasif. Entitas yang merupakan anak perusahaan dari salah satu venturer bersama
adalah bukan korporasi joint venture. Kepemilikan usaha patungan perusahaan jarang
berubah, dan sahamnya biasanya tidak publik. Sebuah bunga noncontrolling dipegang
oleh kepemilikan publik, bagaimanapun, tidak menghalangi korporasi dari menjadi
sebuah korporasi joint venture.
Perhatikan bahwa anak perusahaan (lebih dari 50 persen dimiliki) dari venturer bersama adalah
bukan merupakan korporasi joint venture di bawah GAAP . Sebaliknya, kita akan
mengkonsolidasikan itu .GAAP menyimpulkan bahwa investor di saham biasa dari usaha
patungan perusahaan harus memperhitungkan investasi dengan metode ekuitas dalam laporan
keuangan konsolidasi. Metode ekuitas terbaik memungkinkan investor untuk mencerminkan sifat
yang mendasari usaha.Investasi dalam saham biasa venturer bersama, atau investasi lainnya
dicatat dengan metode ekuitas, dapat berupa hubungan material dengan laporan posisi keuangan
atau hasil operasi investor joint venture.Jika demikian, mungkin perlu bagi investor untuk
memberikan informasi dirangkum tentang aset, kewajiban, dan hasil usaha perusahaan asosiasi
dalam laporan keuangan sendiri. Pengungkapan yang diperlukan harus disajikan sendiri-sendiri
untuk investasi dalam usaha patungan yang material, berkaitan dengan posisi keuangan atau hasil
usaha investor. Kalau tidak,pengungkapan yang diperlukan dapat dikelompokkan untuk investasi
yang bersifat material sebagai kelompok tetapi tidak material secara individual.

Akuntansi untuk joint venture tidak berhubungan.


GAAP juga menjelaskan bahwa banyak ketentuan akuntansi korporasi joint venture
sesuai akuntansi untuk entitas tak berhubungan. Sebagai contoh, keuntungan dan kerugian
kemitraan yang masih harus dibayar oleh investor-mitra umumnya tercermin dalam laporan
keuangan mitra. Penghapusan laba antar perusahaan dalam akuntansi untuk kepentingan
kemitraan juga tampaknya tepat, seperti halnya menyediakan untuk kewajiban pajak penghasilan
tangguhan atas keuntungan yang masih harus dibayar oleh mitra-investor.
Pembahasan sebelumnya penerapan GAAP untuk kemitraan juga berlaku untuk yang
tidak terbagi dalam kepentingan usaha patungan, di mana investor-venturer memiliki minat tak
terbagi di masing-masing aset dan adalah proporsional bertanggung jawab atas saham masing-
masing kewajiban.. pelaporan ini Prosedur ini disebut sebagai seimbang atau konsolidasi
proporsional . Namun, beberapa ketentuan tidak berlaku industri yang memiliki praktik industri
khusus. Misalnya, praktik industri dalam usaha minyak dan gas adalah untuk investor-venturer
bertanggung jawab atas bagian pro rata dari aset,kewajiban, pendapatan, dan biaya usaha
patungan dalam laporan keuangannya sendiri. Pelaporan iniprosedur ini disebut sebagai
konsolidasi pro rata atau proporsional.
SEC (ASC 323-10-15) merekomendasikan terhadap konsolidasi proporsional untuk
kepentingan terbagi di usaha real estate bergantung atas pengendalian bersama oleh investor.
Sebuah usaha dikenakan pengendalian Bersama jika keputusan mengenai pembiayaan,
pengembangan, atau penjualan properti membutuhkan persetujuan dari dua atau lebih pemilik-
venturer. Sebuah makalah AICPA tahun 1979 berjudul "Joint Venture
Accounting"merekomendasikan bahwa suatu usaha yang tidak tunduk pada pengendalian
bersama karena ada beberapa kewajibannya diminta untuk menggunakan konsolidasi
proporsional.

Konsolidasi Satu Jalur dan Konsolidasi Proporsional


Untuk menggambarkan alternatif pelaporan untuk joint venture tidak berhubungan,
diasumsikan bahwa pam corporation memiliki 50 persen bunga yang tidak terbagi di Sun
Company, sebuah perusahaan dagang patungan.
Laporan keuangan komparatif berdasarkan dua asumsi (akuntansi dengan metode ekuitas
dan konsolidasi proporsional) muncul di peraga 11-10. Kolom 1 menyajikan ringkasan laporan
laba rugi dan neraca pam, dengan asumsi bahwa ia menggunakan metode ekuitas untuk
akuntansi investasi di sun, sebuah perusahaan patungan yang tidak dikonsolidasi. Laporan laba
rugi dan neraca dirangkum dalam kolom 2. Pada kolom 3, pam telah mengkonsolidasikan
bagiannya (50 persen) dari aset, kewajiban, pendapatan, dan pengeluaran sun (dari kolom 2) —
dengan kata lain, proporsional konsolidasi.

Perhatikan bahwa kami menghilangkan modal ventura Sun $ 1.000.000 secara keseluruhan
terhadap $ 500.000 Investasi dalam neraca sun , Penghasilan $ 100,000 dari sun dan terhadap
setengah dari aset, kewajiban, pendapatan, saldo akun biaya dalam penghiburan proporsional.

Metode equitas- Sun Konsolidasi


pam corporation Unincorporated Proporsional-
pam dan sun
(dalam ribuan)
Laporan laba rugi
Pendapatan $2,000 $ 500 $2,250
Penjualan 100 0 0
Pendapatan dari sun 2,100 500 2,250
Total pendapatan
Beban
Hpp 1,200 200 1,300
Beban lain-lain 400 100 450
Total beban 1,600 300 1,750
Laba bersih $ 500 $ 200 $ 500

Laporan posisi keuangan


Kas $ 200 $ 50 $ 250
Piutang 300 150 375
Persediaan 400 300 550
Aktiva tetap 800 800 1,200
Investasi pada sun 500 0 0
Total aset $2,200 $1,300 $2,350
Kewajiban $ 400 $ 200 $ 500
Kewajiban lain-lain 500 100 550
Modal saham 1,000 0 1,000
Laba ditahan 300 0 300
Modal ventura 0 1,000 0
Total Equitas $2,200 $1,300 $2,350

AKUNTANSI UNTUK BUNGA VARIABEL ENTITAS


Perusahaan menciptakan entitas tujuan khusus untuk berbagai alasan bisnis yang sah.
Sebagai contoh, perusahaan secara terpisah menjelaskan rencana manfaat karyawan (dana
pensiun atau postretirementbenefit lainnya rencana) dan tidak termasuk akuntansi rencana
tersebut sebagai bagian dari laporan keuangan konsolidasi.
GAAP menetapkan aturan akuntansi dan pengungkapan untuk rencana ini. Perusahaanmencatat
transaksi dengan entitas ini, tetapi mereka tidak termasuk entitas dalam laporan keuangan
konsolidasian. Misalnya, pembayaran ke dana pensiun dicatat oleh sponsor, tetapi asetnya dan
kewajiban dana tidak termasuk dalam aset dan kewajiban total neraca konsolidasi. kami
melaporkan aset atau liabilitas pensiun bersih di neraca.
Namun, Enron Corporation memberikan contoh di mana pengecualian entitas tujuan
khusus dari laporan keuangan konsolidasi memberi investor gambaran yang menyimpang dari
kesehatan keuangan perusahaan dan resiko bisnis. SEC telah menuduh penipuan pelaporan
keuangan terhadap Enron dalam hal itu banyak entitas diciptakan terutama untuk menyesatkan
investor, bukan untuk melayani kepentingan bisnis yang sah. Kami akan menyerahkan diskusi
tentang dugaan penipuan Enron ke teks lain dan pembelajaran audit, hukum bisnis, dan etika
bisnis. Tujuan kami di sini adalah untuk memberikan pengantar untuk pertimbangan akuntansi
untuk tujuan khusus entitas ini.

Pada tahun 2003, GAAP membahas pelanggaran yang dirasakan dalam akuntansi untuk
entitas tujuan khusus, dan terus mengembangkan standar dengan amandemen pada tahun 2009.
Proses ini sedang berlangsung. Keduanya FASB dan IASB terus bekerja pada kebijakan
konsolidasi untuk entitas ini.

FASB menciptakan istilah variabel kepentingan entitas (VIE) untuk mendefinisikan


tujuan khusus tersebut entitas yang membutuhkan konsolidasi. Ada beberapa masalah dan
konsep utama yang harus dibahas. Pertama,apakah entitas memenuhi persyaratan untuk
dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasian? Kedua,jika konsolidasi diperlukan,
bagaimana seharusnya jumlah konsolidasi ditentukan? Aturan sebelumnya untuk konsolidasi
bergantung pada kontrol suara atau persentase kepemilikan saham suara untuk memutuskan
keduanya dari masalah yang baru saja dicatat. GAAP saat ini berupaya mengidentifikasi entitas
yang memiliki keuangankontrol ada karena pengaturan kontrak dan keuangan selain kepemilikan
suara minat. Ingat masa kecil Anda. Orang tua Anda tidak secara hukum "memiliki" Anda, tetapi
mereka jelas memiliki kontrol finansial atas aktivitas Anda. GAAP sekarang termasuk
perusahaan sebagai VIE di mana investor ekuitas tidak dapat menyediakan pembiayaan untuk
risiko dan aktivitas bisnis entitas tanpa dukungan keuangan tambahan.

Perubahan ini tidak berlaku hanya untuk Enron. banyak perusahaan diminta untuk
mengkonsolidasikan VIE di bawah interpretasi baru, bahkan Disney. catatan 6 pada laporan
tahunan 2012 disney (hal.83) mengungkapkan bahwa kepemilikannya di disneyland paris, resor
hong kong disneyland, dan resor shanghai disney semuanya dilaporkan sebagai VIE yang
dikonsolidasikan, walaupun beberapa di antaranya dimiliki kurang dari 50 persen. Catatan 6 juga
menyajikan neraca konsolidasi dan laporan laba rugi ringkasan jumlah sebelum dan setelah
mengkonsolidasikan entitas-entitas ini pada tanggal 29 September 2012. Beberapa item baru
dicatat. Laba bersih konsolidasi tidak terpengaruh oleh konsolidasi. Total aset meningkat dari $
72.924 juta menjadi $ 74.898 juta, terutama karena peningkatan aset tetap yang dilaporkan pada
saat konsolidasi.
Mengidentifikasi Bunga Variabel Entitas

Sebuah entitas bunga variabel harus dikonsolidasikan oleh penerima manfaat utama. Apa
itu bunga variabel? Apa adalah entitas bunga variabel? Tujuan kami di sini adalah untuk
memberikan pemahaman tentang konsep-konsep diwujudkan dalam GAAP saat ini, tidak
menutup semua rincian . Ini adalah topik yang sangat kompleks, dan identifikasi VIE
membutuhkan pertimbangan yang cukup.
“Kepentingan Variabel yang kontrak, kepemilikan, atau kepentingan uang lainnya dalam
badan hukum yang berubah dengan perubahan nilai wajar aktiva bersih badan hukum eksklusif
kepentingan variabel.” Misalnya investasi ekuitas yang berisiko adalah bunga variabel. GAAP
melihat semua bentuk badan usaha untuk mengidentifikasi vies. Oleh karena itu, VIE mungkin
menjadi lain korporasi, kemitraan, perseroan terbatas, atau pengaturan kepercayaan-jenis.
Sebuah potensi VIE harus menjadi entitas yang terpisah, bukan subset, cabang, atau pembagian
entitas lain. entitas tertentu, seperti rencana pensiun, secara khusus dikecualikan, karena mereka
dilindungi oleh standar pelaporan lainnya.GAAP mendefinisikan vies membutuhkan konsolidasi.
“Investasi total ekuitas beresiko tidak cukup untuk mengizinkan entitas untuk membiayai
kegiatan tanpa dukungan keuangan subordinasi tambahan yang disediakan oleh pihak manapun,
termasuk pemegang saham.”Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memiliki hanya minimal
suara kepemilikan saham dalam suatu entitas, tetapi secara kontraktual diperlukan untuk
memberikan dukungan keuangan tambahan dalam hal kerugian operasi masa depan. “Investasi
atau kepentingan lain yang akan menyerap bagian dari entitas bunga variabel diharapkan
kerugian atau menerima bagian dari yang diharapkan pengembalian sisa entitas disebut variabel
kepentingan.”
Sebuah entitas bunga variabel's diharapkan kerugian variabilitas negatif yang
diharapkan dalam nilai wajar aktiva bersih eksklusif kepentingan variabel. Sebuah
entitas bunga variabel's diharapkan pengembalian sisa adalah variabilitas positif
diharapkan dalam nilai wajar yang aktiva bersih eksklusif kepentingan variabel.
Diharapkan variabilitas dalam nilai wajar bersih aset termasuk variabilitas yang
diharapkan dihasilkan dari hasil operasi dari entitas.
GAAP menawarkan pedoman umum dari investasi ekuitas berisiko kurang dari 10 persen dari
total aset menjadi indikasi dari sebuah entitas dapat operasi keuangan tanpa tambahan
subordinasi dukungan keuangan. GAAP juga menjelaskan situasi di mana suatu kepentingan
ekuitas yang lebih besar mungkin tidak cukup untuk menunjukkan kemandirian finansial.
Telah mengidentifikasi VIE, entitas yang akan membutuhkan konsolidasi, GAAP ternyata
perhatian untuk yang akan diminta untuk mengkonsolidasikan VIE. GAAP menggunakan istilah
penerima manfaat utama mengindikasikan perusahaan yang akan mencakup VIE dalam laporan
konsolidasi. Hanya ada satu primer penerima. Ada kemungkinan bahwa ada entitas adalah
penerima manfaat utama (dalam hal ini tujuan khusus entitas bukan sebuah VIE ).
Semua perusahaan memegang bunga yang signifikan dalam VIE sebuah diminta untuk
melakukan pengungkapan di bawah GAAP. Penerima manfaat utama harus
mengungkapkan:
a. Sifat, tujuan, ukuran, dan kegiatan VIE.
b. The tercatat jumlah dan klasifikasi aset konsolidasi yang jaminan
kewajiban VIE ini.
c. Kurangnya jalan lain jika kreditur (atau pemegang kepentingan menguntungkan) dari
VIE konsolidasi
tidak memiliki jalan lain untuk kredit umum penerima utama.
perusahaan lain, bukan penerima manfaat utama, harus mengungkapkan

Perusahaan lain, bukan penerima manfaat utama, harus mengungkapkan:


a. Sifat keterlibatan dengan VIE dan ketika keterlibatan yang mulai.
b. Sifat, tujuan, ukuran, dan kegiatan VIE.
c. paparan maksimum perusahaan untuk kerugian sebagai akibat dari keterlibatannya
dengan
VIE.

Entitas lain (bukan penerima manfaat utama) menjelaskan investasi mereka di VIE bawah baik
biaya atau metode ekuitas.
GAAP saat ini menyediakan dua karakteristik, yang keduanya harus dipenuhi, untuk
menentukan primary penerima. Yang pertama adalah konsep kekuatan ekonomi. Apakah entitas
memiliki kekuatan untuk mengarahkan VIE kegiatan yang paling signifikan mempengaruhi
kinerja ekonomi VIE ini? Karakteristik kedua berfokus pada kewajiban hukum. Apakah entitas
memiliki kewajiban untuk menyerap kerugian dan / atau hak untuk menerima manfaat yang
signifikan dari VIE. Jika salah satu atau tidak kondisi terpenuhi, entitas pelapor bukan penerima
manfaat utama. Berikut ini adalah contoh sederhana. Sepuluh perusahaan-Melanie independen,
Troy, Matthew, Emily, Megan, Danielle, Ryan, Corinne, Tricia, dan Lisa Korporasi-memutuskan
untuk menyatukan keuangan mereka sumber daya untuk investasi bisnis usaha baru di sewa
minyak lepas pantai, GetRichQuick Corporation
Tidak ada niat untuk perdagangan saham perusahaan baru publik. Jika konsep ini
berhasil, get RichQuick akan memberikan investor dengan keuntungan masa mendatang sangat
besar, namun usaha itu bukan tanpa risiko. Setiap investor memberikan kontribusi $ 1 juta dan
masing-masing menerima 10 persen dari umum votingstok GetRichQuick. Selain itu, setiap
investor akan memiliki satu anggota di dewan direksi perusahaan baru. Namun, investor lainnya
setuju bahwa Corinne akan memiliki hak veto atas setiap keputusan bisnis. Di bawah rencana
bisnis, GetRichQuick akan meminjam tambahan $ 20 juta untuk membantu perolehan pendanaan
dari hak sewa dan eksplorasi berikutnya, penelitian, dan pengembangan. Corinne Perusahaan
setuju untuk mengasumsikan 75 persen dari kerugian jika usaha itu tidak berhasil.Corinne
percaya bahwa risiko minimal, tapi sewa minyak lepas pantai bisa menghasilkan signifikan
kewajiban lingkungan, baik di luar $ 10 juta kapitalisasi ekuitas awal. dalam pertukaran untuk
menawarkan murah hati Corinne untuk menyerap sebagian besar risiko penurunan, investor
setuju bahwa Corinne akan menerima bagian 28 persen dari semua keuntungan masa depan.
Sisanya sembilan investor masing-masing akan menerima 8 persen bagi hasil.
Bagaimana seharusnya account investor untuk investasi mereka di GetRichQuick? Pada
pandangan pertama, Tampaknya semua 10 investor akan menerapkan metode biaya akuntansi
berdasarkan GAAP saat ini. Tidak Perusahaan memegang pengaruh yang signifikan atau hak
suara mayoritas di usaha baru. Menganggap bahwa investor benar menentukan bahwa
GetRichQuick adalah VIE bawah GAAP. Salah satu investor akan diminta untuk
mengkonsolidasikan usaha baru. perjanjian kontrak Corinne membuat Corinne penerima manfaat
utama. veto Corinne memberikankekuatan untuk mengarahkan kegiatan ekonomi VIE. Corinne
juga memiliki kewajiban untuk menyerap kerugiandan hak untuk berbagi manfaat dari operasi
VIE. Karena kedua kondisi terpenuhi, Corinne adalah penerima manfaat primer dan diperlukan
untuk mengkonsolidasikan GetRichQuick. Sisanya sembilan investor melakukan tidak
mengkonsolidasikan; Namun, karena GetRichQuick telah diidentifikasi sebagai VIE, mereka
diwajibkan untuk membuat pengungkapan GAAP dan memperhitungkan investasi mereka
menggunakan metode biaya. (Ekuitas Metode ini tidak tepat, karena saham VIE tidak
diperdagangkan secara publik).

Konsolidasi dari bunga variabel entitas.


Kita sekarang mempertimbangkan masalah kedua: bagaimana konsolidasi harus
dilakukan. Aturan dasarnya ikuti mereka untuk konsolidasi lainnya. Primer langkah penerima
dan mengkonsolidasikan berdasarkan nilai wajar aset, kewajiban, dan bunga noncontrolling pada
tanggal itu menjadi penerima manfaat utama. Jika penerima utama telah mengalihkan aset ke
VIE, ini harus ditransfer dalam jumlah yang sama di mana mereka dilakukan pada buku
penerima utama ini (Yaitu, tidak ada keuntungan atau kerugian dicatat di transfer). Dengan
demikian, manfaat utama memperlakukan awal valuasi konsisten dengan penerapan GAAP
untuk akuisisi.
Setelah pengukuran awal nilai wajar dan konsolidasi, penerima manfaat utama mengikuti
prinsip konsolidasi normal dalam akuntansi berikutnya untuk VIE. Jadi penerima manfaat utama
menggunakan minat memilih untuk mengalokasikan kinerja masa depan di antara yang
mengendalikan dan yang tidak mengendalikan minat. Semua transaksi antar perusahaan dan
saldo akun harus dihilangkan. Penghasilan atau beban karena biaya antara penerima manfaat
utama dan VIE harus dihilangkan terhadap jarring pendapatan VIE. Tak satu pun dari biaya ini
harus dialokasikan untuk kepentingan yang tidak terkontrol.
Memperkirakan nilai wajar aset VIE akan menimbulkan tantangan bagi banyak perusahaan.
Seringkali VIE berinvestasi
dalam aset unik yang nilai pasarnya tidak dapat ditemukan hanya dengan melihat arus
nilai perdagangan di bursa efek. Perusahaan seringkali perlu memperkirakan arus kas masa
depan yang diharapkan
terkait dengan operasi VIE sebagai alat estimasi nilai wajar.
laporan tahunan The Dow Chemical Company memberikan contoh kebijakan konsolidasi
perusahaan untuk VIE. Catatan 19 menunjukkan bahwa Dow memiliki kepentingan variabel
dalam delapan usaha patungan di mana Dow adalah penerima manfaat utama. Dow
mengkonsolidasikan delapan VIE ini dalam laporan keuangan. Ekuitas yang dimiliki oleh
venturer lain ditunjukkan sebagai kepentingan tidak terkendali dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Dow memiliki kepentingan variabel dalam usaha patungan lain di mana mitra mereka
adalah penerima manfaat utama.Dow melaporkan ini sebagai "Investasi dalam afiliasi tidak
terkonsolidasi" menggunakan metode ekuitas akuntansi. VIE ini tidak dikonsolidasikan.Dow
melaporkan ini sebagai "Investasi dalam affi yang tidak terkonsolidasi.