Anda di halaman 1dari 2

3.

1 Itrakonazol

Itrakonazol, merupakan antifungi golongan triazol, berfungsi sama seperti ketokonazol yaitu
merubah fungsi sel fungi, dengan inhibisi sitokrom P450-dependent ergosterol synthesis. Agar dapat
secara efektif mengobati PV, dosis yang diperlukan untuk menghasilkan respon mikologikal yang
signifikan adalah 100 mg itrakonazol. Pengobatan dengan itrakonazol 200 mg diberikan sebanyak 1 kali
sehari selama 5 hari menunjukan keberhasilan tinggi hingga 1 bulan setelah pengobatan dan sangat
direkomendasikan dalam pengobatan PV. Pengobatan selama 7 hari merupakan standart pemberian
itrakonazol.

Beberapa penelitian membandingkan hasil dari pengobatan selama 5 dan 7 hari. Selama
pengobatan menggunakan itrakonazol oral, 80% pasien yang menggunakan pengobatan 5 dan 7 hari
menunjukan penurunan gejala klinis dan hasil negative dari pemeriksaan mikroskopik. Galimberti et al.
(1987) menunjukan bahwa pemberian itrakonazol selama 7 hari menghasilkan tingkat kesembuhan
sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian selama 5 hari, tetapi analisis secara statistic belum
dilakukan. Selanjutnya, pengamatan abnormalitas dari struktur fungi dilakukan langsung setelah
pengobatan dilakukan; tetapi, proses ini tidak dilanjutkan hingga 28 hari setelah pengobatan, sedangkan
penekanan terhadap aksi jangka panjang dari antifungi oral dan kebutuhan akses klinik serta
kesembuhan secara mikologi setelah pengobatan oral dapat diselesaikan.

Beberapa penelitian telah mengevaluasi keberhasilan dari itrakonazol 400 mg yang diberikan
satu kali sehari selama 3 hari dibandingkan dengan itrakonazol 200 mg selama 5 hingga 7 hari. Kose et
al. (2002) mendemonstrasikan bahwa dosis itrakonazol 400mg mempunyai efek yang serupa dengan
200 mg selama 7 hari, lalu Kopkturk et al. (2002) menemukan bahwa dosis tunggal itrakonazol 400 mg
tidak efektif, sedangkan itrakonazol 400 mg selama 3 hari dan 200 mg selama 5 hari mempunyai tingkat
kesembuhan secara mikologi dan kesembuhan sempurna lebih tinggi. Walaupun pemberian itrakonazol
400 mg selama 3 hari dapat menjadi alternative dari itrakonazol 200 mg selama 5 hari, tetapi hal ini
belum mempunyai bukti yang kuat untuk merubah rekomendasi pemberian itrakonazol selama 5 hari.

Terjadinya kembali PV setelah hilangnya gejala dapat terjadi dalam waktu 6 bulan hingga 2
tahun setelah pengobatan ekstensif. Oleh karena itu, antifungal profilaksis sangat dianjurkan untuk
mecegah rekurensi. Melanjutkan dari percobaan terbuka dengan itrakonazol 200 mg selama 7 hari
dengan pemantauan selama 4 minggu, 205 pasien menunjukan kesembuhan secara mikologi
(mikroskopik negative) (205.223=92%) yang lalu dilanjukan dengan percobaan double blind, randomized,
placebo controlled trial. Itrakonazol diberikan satu kali per bulan selama 6 bulan sebagai profilaksis
(200mg 2 kali sehari). Pada akhir bulan ke enam, 88% dari pasien yang menerima pengobatan profilaksis
itrakonazol masih dikatakan sembuh secara mikologi, sedangkan hanya 57% dari pasien yang menerima
pengobatan profilaksis dengan placebo yang dinyatakan sembuh secara mikologi (p<0.001). Selanjutnya,
gejala klinis (eritema, deskuama, gatal, dan hipopigmentasi) ditemukan lebih sedikit ada pasien dengan
itrakonazol sebagai profilaksis (p<0.001)

3.2 Flukonazol
Flukonazol adalah antifungal golongan triazol, dengan menghambat sitokrom P450-dependent
ergosterol synthesis seperti itrakonazol dan ketokonazol. Beberapa penelitian telah menunjukan bahwa
flukonazol sama bahkan lebih efektif dibandingkan ketokonazol oral dalam mengobati PV. Penelitian
dengan randomized trial dilakukan oleh Amer (1997) menunjukan keberhasilan pemberian flukonazol
mingguan: 150 mg atau 300 mg setiap minggu dalam 4 minggu, atau 300 mg setiap 2 minggu dalam 4
minggu. Sekitar 4 minggu setelah pengobatan, kesembuhan secara mikologikal dengan flukonazol 300
mg (mingguan 93%, setiap 2 minggu 87%) ditemukan lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan
flukonazol 150 mg (73%, p<0.0001). Dosis flukonazol 300 mg selama 2 minggu sekali direkomendasikan
dalam pengobatan PV.