Anda di halaman 1dari 15

A.

DEFINISI
Kanker lambung merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas atau sel kanker yang
tumbuh pada dinding lambung. Perkembangan sel tak normal untuk menjadi tumor dan kanker
cenderung berjalan lambat dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Meskipun demikian, kanker ini
cukup berbahaya dan merupakan kanker penyebab kematian ketiga terbesar di dunia.
Lambung merupakan organ penting dari sistem saluran pencernaan bagian atas. Lambung
berperan dalam penyerapan nutrisi dari makanan dan memindahkan sisa makanan ke dalam saluran
usus. Gejala utama dari kanker lambung merupakan masalah saluran pencernaan, khususnya dalam
proses penyerapan nutrisi makanan.
Penanganan dini sangat diperlukan untuk menyembuhkan pasien kanker lambung. Sayangnya,
perkembangan kanker ini cenderung sulit untuk terdeteksi sehingga sering terdiagnosis pada stadium
lanjut dan sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal tersebut menyebabkan kanker lambung sulit
teratasi.
Dinding lambung terdiri dari tiga lapisan yaitu mucosal (bagian dalam), muscularis (bagian
tengah) dan serosal(bagian luar). Kanker lambung terjadi akibat tumbuhnya sel yang tidak normal
pada dinding lambung bagian mucosal. Seiring dengan berjalannya waktu, kanker dapat menyebar ke
bagian luar dinding lambung dan juga organ lainnya di sekitar lambung.

Ca lambung merupakan neoplasma maligna yang ditemukan dilambung. Kanker lambung


merupakan neoplasma maligna yang ditemukan di lambung, biasanya
adenokarsinoma. Neopasma ialah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang
tumbuh terus-menerus secara tak terbatas, tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan
tidak berguna bagi tubuh. Ca lambung adalah neoplasma gastrointestinal yang menyebabkan
mutasi sel gaster.

B. ETIOLOGI

Penyebab kanker lambung adalah bakteri Helicobacter Pylori yang ditemukan oleh dua
warga Australia peraih hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 2005, yakni J. Robin Warren
dan Barry J. Marshall. Akan tetapi, penyebab keberadaan bakteri Helicobacter Pylori di
dalam lambung masih belum diketahui dengan pasti. Banyak hal yang menjadi penyebabnya.
Misalnya pola makan yang tidak sehat, seperti kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Juga
gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, dan makan makanan yang
dibakar (barbeque). Polip lambung, suatu pertumbuhan jinak yang berbentuk bundar, yang
tumbuh ke dalam rongga lambung, diduga merupakan pertanda kanker dan oleh karena itu
polip selalu diangkat. Selain itu juga terdapat factor genetic karena dapat terjadi jika ada
anggota keluarga lain yang juga mengalami kanker lambung. Frekuensi lebih besar timbul
pada individu dengan golongan darah A. Riwayat keluarga meningkatkan resiko individu
tetapi minimal, hanya 4% dari organ dgn karsinoma lambung mempunyai riwayat keluarga.
Faktor makanan tertentu diperkirakan berperan dalam pertumbuhan kanker lambung.
Faktor-faktor ini meliputi :
a. Asupan garam yang tinggi.
b. Asupan karbohidrat yang tinggi.
c. Asupan bahan pengawet (nitrat) yang tinggi.
d. Asupan sayuran hijau dan buah yang kurang.
e. Ada kaitannya dengan : diet, genetic, komposisi tanah, lambung kronis
Faktor risiko dari ca lambung antara lain:
1. Infeksi Helicobacter pylori

Iinfeksi kronis bakteri Helicobacter pylori merupakan faktor risiko yang kuat terkena kanker
lambung. Beberapa studi menunjukkan bahwa bakteri ini mungkin penyebab untuk 90 persen
kanker lambung.
2. Umur
Penyakit ini jarang terjadi sebelum usia 40 tahun, tapi insiden penyakit ini meningkat terus
setelahnya.
3. Jenis Kelamin

Pria memiliki risiko dua kali lipat, dibandingkan dengan wanita.


4. Diet

Asupan makanan tinggi dari makanan asin, asap, dan acar diketahui meningkatkan
risiko. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lender lambung dan usus.Asupan tinggi
buah dan sayuran menurunkan risiko.
5. Penyakit lambung

Riwayat gastritis kronis, anemia pernisiosa, atau gastrektomi parsial meningkatkan risiko.

C. MANIFESTASI KLINIS

Pada tahap awal kanker lambung, gejala mungkin tidak ada. Beberapa
penelitian telah menunjukkan bahwa gejala awal, seperti nyeri yang hilang dengan antasida,
dapat menyerupai gejala pada pasien ulkus benigna. Gejala penyakit progresif dapat meliputi:
a. Nyeri

b. Penurunan Berat badan

c. Muntah

d. Anoreksia

e. Disfagia

f. Nausea
g. Kelemahan

h. Hematemasis

i. Regurgitasi

j. Mudah kenyang

k. Asites ( perut membesar)

l. Keram abdomen

m. Darah yang nyata atau samar dalam tinja

n. Pasien mengeluh rasa tidak enak pada perut terutama sehabis makan.

o. Dispepsia

D. PATOFISOLOGI

Kanker lambung adalah adenokarsinoma yang muncul paling sering sebagai massa
irregular dengan penonjolan ulserasi sentral ke lumen dan menyerang lumen dinding
lambung. Kanker mungkin menginfiltrasi dan menyebabkan penyempitan lumen yang paling
sering di antrum. Infiltrasi dapat melebar keseluruh lambung, menyebabakan kantong tidak
dapat meregang dengan hilangnya lipatan normal dan lumen yg sempit, tetapi hal ini tidak
lazim. Desi polipoid juga mungkin timbul dan menyebabkan sukar untuk membedakan dari
polip benigna pada X-ray. Kanker lambung mungkin timbul sebagai penyebaran tumor
superficial yang hanya melibatkan permukaan mukosa dan menimbulkan keadaan granuler
walupun hal ini jarang. Kira-kira 75% dari karsinom ditemukan pada 1/3 distal lambung,
selain itu menginvasi struktur local seperti bagian bawah dari esophagus, pancreas, kolon
transversum dan peritoneum. Metastase timbul pada paru, pleura, hati, otak dan lambung.
E. PATHWAYS

.
F. PENATA LAKSANAAN

a. Pencegahan

Kanker lambung dapat dicegah dengan cara-cara anatara lain


1. Makan lebih banyak buah dan sayuran.

2. Mengurangi jumlah makanan diasap dan asin yang dikonsumsi.

3. Berhenti merokok.

b. Pengobatan

1. Kemoterapi dan terapi radiasi

Bila karsinoma telah menyebar ke luar dari lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk
mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup. Kemoterapi dan terapi penyinaran
bisa meringankan gejala.
2. Reseksi bedah.

Jika penyakit belum menunjukkan tanda penyebaran, pilihan terbaik adalah pembedahan.
Pembedahan sudah dapat dilakukan sebagai tindakan paliatif.
3. Obat multiple (fluorosil, mitomisin C dan doksorubisin)

Di antara obat yang di gunakan adalah 5 FU, trimetrexote, fluorosil, mitomisin C,


doksorubisin, hidrourea, epirubisin dan karmisetin dengan hasil 18 – 30 %.
4. Hiperalimentasi (nutrisi intravena).

Nutrisi intravena yag disuntikan melalui intravena yang berfunsi untuk menggantikan nutrisi
karena kanker lambung ini. Karena kanker lmbung proses penyerapan nutrisi yang terjadi di
lambung terganggu dan mengakibatkan kekurangan nutrisi dari kebutuhan yang diperlukan.
Maka diberikan hiperalimentasi ini.
c. Perawatan

1. Klien dirawat dengan tujuan untuk isolasi, observasi, dan pengobatan. Klien harus tetap
berbaring sampai beberapa hari setelah tanda dan gejala terjadi, dan 7 hari setelah dilakukan
operasi untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus.

2. Pada klien dengan kesadaran menurun, diperlukan perubahan-perubahan posisi berbaring


untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan dekubitus.

d. Diet

1. Pada mulanya klien diberikan makanan diet cair atau bubur saring kemudian bubur kasar
untuk menghindari komplikasi perdarahan usus dan perforasi usus.
2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan padat secara dini yaitu nasi, lauk
pauk yang rendah sellulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan
aman kepada klien.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK :

a. Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan radiologi yang sering digunakan jenis penyakit ini adalah endoskopi,
endoskopi merupakan pemeriksaan yang paling sensitif dan spesifik untuk mendiagnosa ca
lambung. Endoskopi dengan resolusi tinggi dapat mendeteksi perubahan ringan pada warna,
relief arsitektur dan permukaan mukosa gaster yang mengarah pada karsinoma dini
gaster (Lumongga, 2010).
b. Pemeriksaan sitologi

Pemeriksaan sitologi pada gaster dilakukan melalui sitologi brushing. Pada keadaan
normal, tampak kelompok sel-sel epitel superfisial yang reguler membentuk gambaran
sepertihoney comb. Sel-sel ini mempunyai inti yang bulat dengan kromatin inti yang tersebar
merata (Lumongga, 2010).
Pada keadaan gastritis, sel tampak lebih kuboidal dengan sitoplasma yang sedikit dan
inti sedikit membesar.Pada karsinoma, sel-sel menjadi tersebar ataupun sedikit berkelompok
yang irreguler, inti sel membesarn hiperkromatin dan mempunyai anak inti yang multipel
atau pun giant nukleus (Lumongga, 2010).
Pemeriksaan sitologi brushing ini jika dilakukan dengan benar, mempunyai nilai
keakuratan sampai 85% tetapi bila pemeriksaan ini dilanjutkan dengan biopsi lambung maka
nilai keakuratannya dapat mencapai 96% (Lumongga, 2010).

c. Pemeriksaan makroskopis

Secara makroskopis ukuran karsinoma dini pada lambung ini terbagi atas dua
golongan, yaitu tumor dengan ukuran < 5 mm disebut dengan minute dan tumor dengan
ukuran 6 – 10 mm disebut dengan small (Lumongga, 2008).

Lokasi tumor pada karsinoma lambung ini adalah pylorus dan antrum (50-60%),
curvatura minor (40%), cardia (25%), curvatura mayor (12%).

d. CT Staging pada karsinoma lambung

1. Stage I : Massa intra luminal tanpa penebalan dinding.

2. Stage II : Penebalan dinding lebih dari 1 cm.

3. Stage III : Invasi langsung ke struktur sekitarnya.

4. Stage IV : Penyakit telah bermetastase.


e. Pemeriksaan fisis.

Pemeriksaan fisis dapat membantu diagnosis berupa berat badan menurun dan
anemia. Didaerah epigastrium mungkin ditemukan suatu massa dan jika telah terjadi
metastasis ke hati,teraba hati hati yang ireguler, dan kadang kadang kelenjar limfe klavikula
teraba.

f. CT Scan

Pemeriksaan CT Scan dilakukan sebagai evaluasi praoperatif dan untuk melihat


stadium dengan dan penyebaran ekstrak lambung yang penting untuk penentuan intervensi
bedah radikal dan pemberian informasi prabedah pada pasien.

g. Pemeriksaan darah pada tinja

Pada ca lambung sering didapatkan perdarahan dalam tinja (occult blood) untuk itu
perlu dilakukan pemeriksaan tes benzidin.

G. PENGKAJIAN

Adapun lingkup pengkajian yang dilakukan pada klien dengan penyakit kanker lambung
adalah sebagai berikut :
a. Identitas pasien meliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan , agama, alamat, status
perkawinan, suku bangsa

b. Persepsi kesehatan-pemeliharaan kesehatan

1. Apakah ada riwayat kanker pada keluarga

2. Status kesehatan dan penyakit yang diderita, upaya yang dilakukan

3. Lingkungan tempat tinggal klien

4. Tingkat pengetahuan dan kepedulian pasien

5. Hal-hal yang membuat status kesehatan pasien berubah : merokok, alkohol, obat-obatan,
polusi, lingkungan, ventilasi.

c. Nutrisi metabolic

1. Jenis, frekuensi dan jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari

2. Adanya mual, muntah, anorexia, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan nutrisi

3. Adanya kebiasaan merokok, alkohol dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

4. Ketaatan terhadap diet, kaji diet khusus

5. Jenis makanan yang disukai (pedas, asam, manis, panas, dingin)


LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN CA GASTER PADA TN.D DI RUANG KEMUNING V

Di Susun Oleh :
Nama : EVIE NILASARI
NIM : 1820161053
Prodi : 3A, D3 Keperawatan

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


MUHAMMADIYAH KUDUS
SK MENDIKNAS RI No:127/D/O/2009
Website : http://www.stikesmuhkudus.ac.id Email : sekretariat@stikesmuhkudus.ac.id
KATA
Alamat : Jl. Ganesha I Purwosari PENGANTAR
Telp./Faks. (0291) 442993 / 437218 Kudus 59316
6. Adanya makanan tambahan

7. Nafsu makan berlebih/kurang

8. Kebersihan makanan yang dikonsumsi

d. Eliminasi

1. Pola BAK dan BAB seperti frekuensi, karakteristik, ketidaknyamanan, masalah pengontrolan

2. Adanya mencret bercampur darah

3. Adanya Diare dan konstipasi

4. Warna feses, bentuk feses, dan bau

5. Adanya nyeri waktu BAB

e. Aktivitas dan latihan

1. Kebiasaan aktivitas sehari hari

2. Kebiasaan olah raga

3. Rasa sakit saat melakukan aktivitas

f. Tidur dan istirahat

1. Adanya gejala susah tidur/insomnia

2. Kebiasaan tidur per 24 jam

g. Persepsi kognitif

1. Gangguan pengenalan (orientasi) terhadap tempat, waktu dan orang

2. Adanya gangguan proses pikir dan daya ingat

3. Cara klien mengatasi rasa tidak nyaman(nyeri)

4. Adanya kesulitan dalam mempelajari sesuatu

h. Persepsi dan konsep diri

1. Penilaian klien terhadap dirinya sendiri

i. Peran dan hubungan dengan sesame

1. Klien hidup sendiri/keluarga


2. Klien merasa terisolasi

3. Adanya gangguan klien dalam keluarga dan masyarakat

j. Reproduksi dan seksualitas

1. Adanya gangguan seksualitas dan penyimpangan seksualitas

2. Pengaruh/hubungan penyakit terhadap seksualitas

k. Mekanisme koping dan toleransi terhadap stess

1. Adanya perasaan cemas,takut,tidak sabar ataupun marah

2. Mekanisme koping yang biasa digunakan

3. Respon emosional klien terhadap status saat ini

4. Orang yang membantu dalam pemecahan masalah

l. Sistem kepercayaan

1. Agama yang dianut,apakah kegiatan ibadah tergangu

Pemeriksaan Fisik
a. Status hemodinamik : tekanan darah hipotensi, nadi, akral dan pernafasan akan naik saat
nyeri dan turun pada saat terjadi perdarahan.

b. Berat badan kurang, kaheksia, konjungtiva kadang–kadang anemis

c. Pemeriksaan Abdomen daerah epigastrium dapat teraba massa, nyeri epigastrium. Pada
keganasan dapat ditemukan hepatomegali, asites.

d. Bila ada keluhan melena, lakukan pemeriksaan colok dubur.

H. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang muncul pada penderita kanker lambung antara lain:
a. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis

b. Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


ketidakmampuan mencerna makanan

c. Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang diantisipasi

d. Kurang pengetahuan tentang penyakit yang dialaminya


I. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


Dx Keperawatan

1. Nyeri berhubungan Frekuensi nyeri yanga. Tentukan riwayat a. Informasi


dengan agen cedera dirasakan oleh klien nyeri seperti lokasi memberikan
biologis dapat berkurang nyeri, frekuensi data dasar untuk
nyeri (rentangan 0- mengevaluasi
Kriteria hasil:
10) dan durasi kebutuhan atau
a. Nyeri yang dirasakan nyeri yang keeftifan
berkurang dirasakan. intervensi
selanjutnya
b. Ekspresi wajah b. Ajarkan
klien teknik
rileks relaksasi dan nafas
b. Mengalihkan
dalam pada saat pasien dari nyeri
c. Klien dapat merasa nyeri muncul yang
nyaman dirasakannya
c. Berikan tindakan
dan dapat
kenyamanan dasar
meningkatkan
pada dan aktivitas
rasa kontrol
hiburan
c. Meningkatkan
d. Kolaborasi dalam
rasa nyaman dan
pemberian
relaksasi pasien
analgesic
d. Dapat
menurunkan
atau
menghilangkan
rasa nyeri yang
dirasakan
pasien.
REFERENSI

1. http://asuhankeperawatan-no1.blogspot.com/2012/02/pathway-woc-ima-
gastritis.html
2. https://www.academia.edu/33901207/LAPORAN_PENDAHULUAN_CA_LAMBUNG
3. https://slideus.org/philosophy-of-money.html?utm_source=laporan-pendahuluan-
ca-gaster-doc
2. Ketidakseimbangan a. Terjadinya peningkatana. Jaga kebersihan a. mulut yang
nutrisi: Kurang dari berat badan sesuai mulut pasien bersih
kebutuhan tubuh batasan waktu meningkatkan
b. Sajikan makanan
nafsu makan
b. Peningkatan status yang mudah
nutrisi dicerna dalam b. meningkatkan
keadaan hangat dan selera makan
Kriteria hasil:
berikan sedikit- dan intake
a. Adanya peningkatan sedikit tapi sering. makanan
berat badan sesuai
c. Tingkatkan intake c. cara khusus
dengan tujuan
makanan denagn untuk
b. Beratbadan ideal sesuai mengurangi meningkatkan
dengan tinggi badan gangguan nafsu makan
lingkungan seperti
c. Mampumengidentifikasi berisik dan lain- d. Membantu
kebutuhan nutrisi pasien makan
lain, jaga
sehingga
privasipasien, jaga
d. Tidak ada tanda tanda meningkatkan
kebersihan
malnutrisi intake makanan
ruangan.
e. Menunjukkan e. tingkat cairan
d. Bantu pasien
peningkatan fungsi diperlukan untuk
makan jika tidak
pengecapan dari menghilangkan
mampu.
menelan produk sampah
e. Berikan dorongan dan mencegah
masukan cairan dehidrasi.
yang adekuat,
tetapi batasi cairan
pada waktu makan.

3. Ansietas a. Setelah diberikan


a. Berikan a. pasien dapat
berhubungan asuhan keperawatan lingkungan yang mengekspresika
dengan penyakit ansietas klien menurun rileks dan tidak n rasa takut,
dan pengobatan mengancam masalah, dan
Kriteria hasil :
yang diantisipasi kemungkinan
b. Dorongpasien
a. Klien lebih rileks rasa marah
untuk
akibat diagnosisi
b. Nadi normal mengungkapkan
dan prognosisi.
pikiran dan
c. Tidak terjadi
peningkatan respirasi perasaanya b. Memberikan
kesempatan
c. Pertahankan
untuk
kontak sering
memeriksa rasa
dengan pasien,
takut realistis
bicara dengan
serta kesalahan
menyentuh pasien
konsep tentang
bila tepat
diagnostic

c. Memberikan
keyakinan
bahwa pasien
tidak sendiri
atau ditolak

4. Kurang a. Kurang pengetahuana. Tinjau ulang


I. Memvalidasi
pengetahuan teratasi setelah dilakukan dengan pasien atau tingkat
tentang penyakit tindakan keperawatan. orang terdekat pemahaman saat
yang dialami pemahaman ini,
Kriteria hasil :
diagnosa khusus. mengidentifikasi
a. Mengungkapkan kebutuhan
b. Tentukan persepsi
informasi akurat tentang belajar
pasien tentang
diagnosa dan aturan dan memberikan
kanker dan
pengobatan pada dasar
pengobatan kanker
tingkatan kesiapan diri pengetahuan
.
sendiri. dimana pasien
c. Minta pasien untuk dapat membuat
b. Melakukan perubahan keputusan
umpan balik verbal
gaya hidup yang perlu berdasarkan
dan perbaiki
dan berpartisipasi dalam informasinya.
kesalahan konsep
aturan pengobatan.
tentang tipe kanker
II. Membantu
individu dan
idetifikasi ide,
pengobatannya
sikap, rasa takut,
kesalahan
komsepsi dan
kesenjangan
pengetahuan
tentang kanker

III. Kesalahan
konsep tentang
kanker lebih
mengganggu
dari pada
kenyataan dan
mempengaruhi
pengobatan atau
penurunan
penyembuhan.