Anda di halaman 1dari 6

Ringkasan TPACK

Technological Pedagogical and Content Knowledge

Oleh
Putu Gede Widhy Adnyana

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2018
Technological Pedagogical and Communication Knowledge (TPACK)

TPACK merupakan singkatan dari Technological Pedagogical and Content


Knowledge. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pengetahuan teknologi,
pedagogi, dan konten. TPACK secara resmi muncul dalam literatur jurnal pendidikan
pada tahun 2003 (Lundeberg, Bergland, Klyczek, & Hoffman, 2003) yang awalnya
disingkat dengan nama Technological Pedagogical Communication Knowledge
(TPCK) namun berganti menjadi TPACK untuk mempermudah dalam
penyebutannya. TPACK merupakan pengembangan dari Pedagogical Content
Knowledge (PCK)-nya Lee Shulman (1986) kemudian PCK diadopsi oleh
Magnusson (1999) menjadi TPACK. TPACK menjelaskan bagaimana pemahaman
guru tentang teknologi pendidikan dan PCK saling berinteraksi anatara satu sama lain
untuk menghasilkan pembelajaran yang efektif dengan teknologi. Adapun model
TPACK ditunjukkan pada Gambar 1 di bawah ini

Gambar 1 Model TPACK

Berdasarkan Gambar 1 Model TPACK menunjukkan bahwa TPACK


memiliki tiga komponen pengetahuan yaitu Content Knowledge (CK), Pedagogical
Knowledge (PK), Technological Knowledge (TK) serta sama pentingnya juga dengan

1
interaksi antara setiap dua pengetahuan tersebut dan diantara semua pengetahuan
tersebut, yang dinyatakan oleh gambar Pedagogical Content Knowledge (PCK),
Technological Pedagogical Knowledge (TPK), Technological Content Knowledge
(TCK) dan TPACK itu sendiri. Komponen – komponen TPACK secara rinci akan
dijabarkan sebagai berikut.
Content Knowledge (CK)
Content Knowledge (CK) merupakan pengetahuan guru tentang materi yang
dipelajari atau yang akan diajarkan kepada siswa. Kedalaman dan keluasan konten
yang diajarkan di sekolah menengah (SMP) akan berbeda dengan konten yang
diajarkan di SMA atau di perguruan tinggi. Pengetahuan materi ini dapat berupa
pengetahuan tentang konsep, teori, gagasan, bukti-bukti empiris, praktek dan
pendekatan yang baku dalam mengembangkan pengetahuan tersebut. Pengetahuan
dan kharakteristik inkuiri antara bidang studi satu dengan yang lain bisa sangat
berbeda dan guru harus memahami lebih baik konten yang akan mereka ajarkan
kepada siswa. Dalam bidang studi IPA misalnya, pengetahuan guru mencakup fakta-
fakta dan teori ilmiah, metode ilmiah dan penalaran berbasis bukti empiris.
Pedagogical Knowledge (PK)
Pedagogical knowledge (PK) adalah pengetahuan guru tentang proses dan
praktek pembelajaran atau metode mengajar. Hal tersebut merupakan kumpulan
keterampilan yang guru harus kembangkan supaya mampu mengelola dan
mengorganisasikan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Pengetahuan ini meliputi (namun tidak terbatas pada) pemahaman
aktivitas pengelolaan kelas, peran motivasi siswa, rencana pembelajaran, dan
penilaian pembelajaran. Pedagogical Knowledge juga mendeskripsikan pengetahuan
dari metode mengajar yang berbeda-beda meliputi pengetahuan untuk mengetahui
bagaimana mengorganisasikan aktivitas di kelas agar kontruksi pengetahuan siswa
(pembelajaran) kondusif. Guru yang memiliki pengetahuan pedagogi yang baik akan
memahami bagaimana siswa membangun pengetahuan dan memperoleh
keterampilan, serta bagaimana siswa mengembangkan habits of mind dan sikap
belajar positif mereka.

2
Technological Knowledge (TK)
Technological Knowledge (TK) adalah pengetahuan tentang pemahaman
bagaimana menggunakan software dan hardware komputer, peralatan presentasi
seperti
dokumen presentasi, dan teknologi lainnya dalam konteks pendidikan. Technological
Knowledge juga meliputi kemampuan untuk mengadaptasi dan mempelajari teknologi
baru. Keberadaan kemampuan ini perlu dimiliki mengingat perkembangan dan
perubahan teknologi terus menerus terjadi. Misalnya, perkembangan komputer yang
terus menerus berubah dari mulai (PC) hingga notebook saat ini. Padahal komputer
tersebut dapat digunakan untuk berbagai tugas seperti penelitian, komunikasi dan
lain-lain.
Pedagogical Content Knowledge (PCK)
Pedagogical Content Knowledge (PCK) mengacu pada pernyataan Shulman
(1986) yaitu pengajaran yang efektif memerlukan lebih dari sekedar pemisahan
pemahaman konten dan pedagogi. PCK juga mengakui kenyataan bahwa konten yang
berbeda akan cocok dengan metode mengajar yang berbeda pula. Contohnya
pembelajaran keterampilan speaking dalam bahasa Inggris lebih tepat dengan
pendekatan student-centered agar pembelajaran lebih bermakna. Berbeda dengan
perkuliahan seminar apresiasi seni yang lebih tepat menggunakan teacher-centered.
PCK memiliki makna melampaui lebih sekedar ahli konten atau tahu pedoman umum
pedagogis, tetapi lebih kepada pemahaman kekhasan saling mempengaruhinya konten
dan pedagogic.
Technological Pedagogical Knowledge (TPK)
Technological Pedagogical Knowledge (TPK) adalah suatu bentuk
pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan pedagogis secara praktis yang meliputi
keterampilan mengajar, penilaian dan motivasi belajar karena penggunakan aplikasi
teknologi dalam proses pembelajaran. Pengetahuan ini memungkinkan untuk
memahami penggunaan teknologi apa yang tepat untuk mencapai tujuan pedagogis,
serta memungkinkan guru untuk memilih peralatan apa yang paling tepat berdasarkan
kelayakannya untuk pendekatan pedagogis tertentu. Teknologi juga bisa memberi

3
metode baru untuk mengajar yang memudahkan untuk diterapkan di kelas. Sebagai
contoh : munculnya online learning yang menuntut guru untuk mengembangkan
pendekatan pedagogis yang tepat menggunakan teknologi.

Technological Content Knowledge (TCK)


Technological Content Knowledge (TCK) mendeskripsikan pengetahuan dari
hubungan timbal balik antara teknologi dan konten (materi). Teknologi berdampak
pada apa yang kita ketahui dan pengenalan terhadap hal-hal baru mengenai
bagaimana kita bisa merepresentasikan konten (materi) dengan cara yang berbeda
yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Sebagai contoh, saat ini siswa bisa
mempelajari hubungan antara bentuk-bentuk geometri dan sudut dengan menyentuh
dan memainkan konsep tersebut pada layar monitor dengan tangan pada peralatan
portabel mereka. Hal serupa juga terjadi pada software pemrograman visual yang
memungkinkan siswa mendesain dan mengkreasi pemrograman pada permainan
digital mereka. Teknologi memungkinkan penemuan konten baru atau dapat
merepresentasikan konten itu sendiri.
TPACK
Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) mendeskripsikan
pengetahuan yang disintesis dari setiap bidang pengetahuan yang telah diuraikan
sebelumnya (Technological Knowledge, Content Knowledge, Pedagogical
Knowledge, Pedagogical Content Knowledge, Technological Content Knowledge,
dan Technological Pedagogical Knowledge), dengan fokus kepada bagaimana
teknologi bisa dibuat dengan khas untuk dihadapkan pada kebutuhan pedagogis untuk
mengajar konten yang tepat dalam konteks tertentu. Setiap unsur dari bidang
pengetahuan tersebut menggambarkan sebuah kebutuhan dan pentingnya aspek
tersebut dalam mengajar. Tetapi untuk pembelajaran yang efektif membutuhkan lebih
dari setiap bagian tersebut. Untuk guru dengan Technological Pedagogical Content
Knowledge (TPACK), pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten disintesis dan
digunakan untuk desain pengalaman belajar siswa. TPACK merupakan pengetahuan
yang dibutuhkan oleh guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran

4
materi tertentu, menjadi suatu paket yang utuh. Guru harus memiliki pemahaman
yang intuitif terhadap interaksi kompleks antara 3 komponen dasar pengetahuan,
yaitu PK, CK dan TK, dengan cara mengajarkan materi tertentu menggunakan
metode pedagogik dan teknologi yang sesuai.
Kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) juga
berfungsi sebagai sebuah teori dan konsep untuk peneliti dan pendidik dalam
mengukur kesiapan calon guru dan guru dalam mengajar secara efektif dengan
teknologi.

Dampak TPACK pada guru dan pendidik guru


Adapun dampak TPACK pada guru yaitu dengan di intregrasikannya
teknologi kedalam PCK menyebabkan beberapa guru harus lebih dalam mempelajari
teknologi, karena hubungan di antara teknologi, pedagogi dan konten memiliki
hubungan yang saling berkaitan untuk kemjuan proses pembelajaran di kelas. Oleh
karena itu sebagai seorang guru harus mampu menghadapi tantangan besar dalam
pergeseran perubahan teknologi, pedagogi, dan materi pelajaran sesuai dengan
konteksya. Sudah seharusnya sebagai seorang guru harus menjadi agen aktif dan
menjadi desainer kurikulum untuk kemajuan mereke sendiri. Selain berdampak pada
guru, TPACK juga berdampak kepada pendidik guru. Seorang pendidik guru
seharusnya lebih menekankan kepada bagaimana guru mengintegrasikan teknologi
dalam praktek pengajaran mereka daripada menekankan kepada apa yang guru
integrasikan dalam praktek pengajaran mereka. Pendekatan yang bisa dilakukan
diantaranya yaitu learning technology by design and learning technology by activity
types.