Anda di halaman 1dari 14

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III

TELAAH JURNAL SISTEM IMUN

Oleh:

Tingkat III Kelas C

1. Ni Luh Awitya Pratiwi (16C11813)


2. Ni Komang Eri Cahyani (16C11828)
3. Luh Gede Jayanti Purnami Dewi (16C11832)
4. Ni Made Pratiwi Puspa Dewi (16C11849)
5. Ni Luh Kadek Rusita Dewi (16C11832)
6. Ni Komang Setyk Egarwati (16C11854)
7. Ni Nyoman Sri Windari (16C11858)
8. Ni Komang Suci Sastrawati (16C11861)
9. Made Yayang Anjani (16C11877)
10. I Gede Yoga Valentino (16C11878)

PRODI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan bimbingan-Nya maka kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”
Telaah Jurnal Sistem Imun” dengan baik.

Kami menyadari bahwa sesungguhnya makalah ini masih jauh dari


kesempurnaan, maka dari itu kami dengan terbuka menerima segala kritik dan saran
yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini. Kami sadar bahwa
makalah ini dapat diselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak, terutama Bu Sri
Dewi Megayanti selaku dosen Keperawatan Medikal Bedah III dan teman-teman
yang telah meluangkan waktu untuk membantu menyelesaikan makalah ini.
Di akhir kata melalui makalah ini, kami berharap agar makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.

Denpasar, 29 September 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i

KATA PENGANTAR. .............................................................................. ii

DAFTAR ISI………………………………………… ..................... ……iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................... 2

BAB II ANALISIS JURNAL

2.1 Latihan Senam Aerobik dan Peningkatan Limfosit CD4

(Kekebalan Tubuh) Pada Penderita HIV ........................................... 3

2.2 Effect of aerobic exercise training on cardiovascular parameters

and CD4 cell count of people living with human immunodeficiency

virus/acquired immune deficiency syndrome: A randomized

controlled trial .................................................................................... 3

2.3 Aerobic Exercise Improves Quality of Life and CD4 Cell Counts

in HIV Seropositives in Nigeria ........................................................ 4

BAB III PEMBAHASAN ......................................................................... 6

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan ................................................................................. 9


4.2 Saran ........................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... iv

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah HIV/AIDS merupakan masalah besar yang mengancam Indonesia dan


banyak negara di seluruh dunia. HIV/AIDS mampu menyebabkan berbagai krisis
multidimensi. Salah satunya sebagai penyebab krisis kesehatan. HIV/AIDS
memerlukan respon dari masyarakat dan memerlukan layanan pengobatan dan
perawatan untuk individu yang terinfeksi virus tersebut (Djoerban, 2006).

Penyebaran HIV/AIDS sangat pesat dan kini tingkat epidemi di Indonesia


menjadi kategori epidemi terkonsentrasi di 6 provinsi yaitu DKI Jakarta, Papua,
Jawa Timur, Bali, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat serta cenderung pula terjadi
di beberapa provinsi lain juga. Hingga September 2007, jumlah kasus HIV di
Indonesia yang ditemukan telah mencapai 5.904 kasus dan AIDS 10.384,
sedangkan menurut perhitungan epidemiologi diperkirakaan terdapat 200.000
sampai 250.000 kasus di Indonesia dan orang yang beresiko tertular diperkirakan
sebanyak 12 – 15 juta orang (Depkes, 2008).

Penyakit AIDS merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang
disebabkan oleh retrovirus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Keadaan
pengidap HIV/AIDS akan semakin parah bila jumlah CD4 dalam sel darah putih
semakin turun. Jika tidak ada CD4 maka tubuh akan mudah terkena penyakit. Oleh
karena itu, CD4 merupakan bagian terpenting dalam sistem kekebalan tubuh.

Dengan berolahraga sel-sel sistem kekebalan tubuh akan bersirkulasi dengan


lebih cepat di dalam tubuh, dan kemungkinan juga ada dorongan sementara di
dalam produksi makrofag yaitu sel-sel yang menyerang bakteri. Salah satu olahraga
yang bisa dilakukan oleh pengidap HIV+ yaitu dengan latihan senam aerobik.

Dengan tingginya tingkat penyebaran HIV/AIDS menyatakan bahwa semakin


banyak orang yang menjadi sakit dan membutuhkan jasa layanan kesehatan.
Sebagai perawat kita memiliki peran penting khususnya dalam memfasilitasi dan

1
memberikan pencegahan melalui terapi yang dapat dilakukan oleh perawat itu
sendiri, salah satunya yaitu terapi latihan senam aerobik tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana hasil analisis terhadap tiga jurnal mengenai pengaruh latihan
aerobik terhadap jumlah CD4 pada penderita HIV/AIDS?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa mampu memaparkan hasil analisis terhadap tiga jurnal
mengenai pengaruh latihan aerobik terhadap jumlah CD4 pada penderita
HIV/AIDS.

2
BAB II

ANALISA JURNAL

Latihan Senam Aerobik dan Peningkatan Limfosit CD4 (Kekebalan


Tubuh) Pada Penderita HIV
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh latihan senam aerobik
terhadap peningkatan limfosit CD4 pada penderita
HIV+ di Kabupaten Kendal tahun 2013.
Hasil Penelitian Terdapat perbedaan CD4 sebelum dan setelah diberikan
latihan senam aerobik. CD4 setelah diberikan latihan
senam aerobik mengalami peningkatan sebesar 1,7
cells/mm3.
Kesimpulan Latihan senam aerobik berpengaruh terhadap limfosit
CD4.

Effect of aerobic exercise training on cardiovascular parameters and CD4


cell count of people living with human immunodeficiency virus/acquired
immune deficiency syndrome: A randomized controlled trial
Tujuan Penelitian Untuk meneliti efek latihan-latihan aerobik 8 minggu
pada parameter kardiovaskular dan jumlah sel CD4 (T-
sel) pada ODHA.
Hasil Penelitian Temuan penelitian mengungkapkan efek yang
signifikan (ANCOVA test) dari program latihan-latihan
intensitas sedang, SBP (tekanan darah sistolik), DBP
(tekanan darah diastolik), VO2 max (pengambilan
jumlah oksigen maksimum) dan jumlah CD4 pada P
<0,05. Perubahan VO2 max (pengambilan jumlah
oksigen maksimum) berkorelasi signifikan (uji korelasi

3
Pearson) dengan perubahan jumlah CD4 (r = 0,528)
pada P <0,05.
Kesimpulan Latihan aerobik intensitas sedang adalah terapi
komplementer yang efektif dalam menurunkan tekanan
darah dan meningkatkan jumlah CD4 pada ODHA.

Aerobic Exercise Improves Quality of Life and CD4 Cell Counts in HIV
Seropositives in Nigeria
Tujuan Penelitian Untuk menyelidiki efek latihan aerobik 12 minggu pada
kualitas hidup dan sel CD4 seropositif HIV di Nigeria.
Hasil Penelitian Usia rata-rata dalam tahun kontrol dan kelompok
eksperimen adalah masing-masing 39,38 ± 10,03 dan
40,84 ± 10,05 dan dari 64 peserta adalah 39,57 ± 10,13.
Ada peningkatan yang signifikan (p <0,05) dalam
variabel antara pra dan pasca tes dalam kelompok
eksperimen. Ada perubahan tidak signifikan (p> 0,05)
dalam empat domain kualitas hidup peserta (fungsi
fisik, pembatasan peran karena fisik kesehatan,
pembatasan peran karena kesehatan emosional dan
nyeri tubuh) dan pengurangan yang signifikan (p
<0,05) di empat domain lainnya (nilai rata-rata energi /
kelelahan, kesejahteraan emosional, sosial fungsi dan
kesehatan umum) dari variabel ini antara pra dan pasca
tes pada kelompok kontrol, dalam jumlah CD4,
perbaikan signifikan dicatat. Variabel pada akhir
penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p
<0,05) antara kedua kelompok. Jumlah CD4 peserta di
kelompok kontrol pada akhir penelitian meningkat
secara signifikan (p <0,05), meskipun tidak seperti yang
diamati pada eksperimen grup

4
Kesimpulan Kualitas hidup dan CD4 seropositif HIV dalam
kelompok eksperimen meningkat secara signifikan
setelah 12 minggu latihan aerobik intensitas sedang.

5
BAB III

PEMBAHASAN

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan retrovirus bersifat


limfotropik khas yang menginfeksi sel-sel dari sistem kekebalan tubuh,
menghancurkan atau merusak sel darah putih spesifik yang disebut limfosit T-
helper atau limfosit pembawa faktor T4 (CD4) (Smeltzer, 2001).Tingkat HIV
dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa
infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS (Acquired Imunno Deficiency
Syndrom). AIDS merupakan suatu penyakit retrovirus yang disebabkan oleh HIV
dan ditandai dengan imunosupresi berat yang menimbulkan infeksi oportunistik,
neoplasma sekunder, dan manisfestasi neurologis (Kumar et al, 2007).

Salah satu cara yang paling sederhana untuk meningkatkan kekebalan tubuh
adalah dengan melakukan latihan fisik/ olahraga serta istirahat dan tidur yang cukup.
Dalam jurnal yang berjudul “Latihan Senam Aerobik dan Peningkatan Limfosit
CD4 (Kekebalan Tubuh) Pada Penderita HIV” ini, peneliti ingin mengetahui
pengaruh senam aerobik terhadap peningkatan CD4 pada pengidap HIV+ di
Kabupaten Kendal tahun 2014.

Metode yang dilakukan oleh peneliti ialah metode eksperimen. Dengan


populasi penelitian ini adalah semua penderita HIV+ yang tercatat di Dinas
Kabupaten Kendal yang berjumlah 28 orang. Teknik pengambilan sampel yang
dilakukan adalah purposive sampling. Dengan sampel yang digunakan sebanyak 10
orang. Variabel bebas yakni latihan aerobik insensitas sedang frekuensi 4 kali
perminggu durasi 60 menit tiap kali latihan selama 4 minggu dan variable terikat
adalah limfosit CD4. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengukur CD4.
Pengukuran CD4 di lakukan di Laboratorium Rumah Sakit Kariadi Semarang.
Analisis data menggunakan statistik dengan rumust-test.

Berdasarkan hasil penelitian dalam jurnal tersebut dikatakan dengan


berolahraga dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh, termasuk metabolisme
protein. Sehingga berdampak pada peningkatan kualitas daya tahan tubuh. Dengan

6
berolahraga sel-sel sistem kekebalan tubuh akan bersirkulasi dengan lebih cepat di
dalam tubuh, dan kemungkinan juga ada dorongan sementara di dalam produksi
makrofag yaitu sel-sel yang menyerang bakteri. Aktivitas olahraga yang bersifat
aerobik berpengaruh terhadap limfosit CD4 seseorang. Aktivitas olahraga dalam
bentuk senam aerobik dapat menaikkan limfosit CD4 bila dilakukan dengan
intensitas sedang frekuensi 4 kali perminggu dan durasi 60 menit. Penurunan CD4
dari para penderita HIV+ yang tidak normal harus diimbangi perawatan berupa obat
juga berolahraga untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Pentingnya
menjaga kadar limfosit CD4 agar tetap normal dapat mengurangi resiko berbagai
penyakit yang menyerang tubuh.

Dalam jurnal tersebut juga dikatakan bahwa olahraga senam aerobik sangat
cocok untuk pengidap HIV+ karena beban latihan yang tidak terlalu berat. Dengan
menggunakan irama musik dan dilakukan secara bersama-sama maka dapat juga
sebagai hiburan bagi penderita HIV+.

Selain pada jurnal tersebut, kami juga menemukan dua buah jurnal lainnya
yang membahas mengenai latihan aerobik yang mampu meningkatkan kadar
jumlah CD4 dalam tubuh dan kedua jurnal ini mampu mendukung pernyataan yang
ada pada jurnal tersebut.

Dalam jurnal ”Effect of aerobic exercise training on cardiovascular


parameters and CD4 cell count of people living with human immunodeficiency
virus/acquired immune deficiency syndrome: A randomized controlled trial”
dikatakan bahwa latihan aerobik intensitas sedang adalah terapi komplementer yang
efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan jumlah CD4 pada
ODHA. Begitu juga dengan jurnal yang berjudul ”Aerobic Exercise Improves
Quality of Life and CD4 Cell Counts in HIV Seropositives in Nigeria” menyatakan
bahwa kualitas hidup dan CD4 seropositif HIV dalam kelompok eksperimen
meningkat secara signifikan setelah 12 minggu latihan aerobik intensitas sedang.

Berdasarkan dari hasil penelitian ketiga jurnal tersebut, latihan aerobik


dengan intensitas sedang dapat diterapkan sebagai terapi tambahan dalam
pengobatan gejala infeksi HIV/AIDS. Pada pengidap HIV/AIDS (ODHA)
simptomatik, latihan aerobik harus dimulai sesegera mungkin setelah diagnosis

7
infeksi HIV dalam upaya pencegahan penurunan jumlah CD4 di dalam tubuh, yang
nantinya mampu mengurangi keparahan gejala-gejala yang sudah ada.

8
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan ketiga jurnal yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa


latihan atau senam aerobik dengan intensitas sedang mampu meningkatkan kadar
limfosit CD4 sehingga menunda perkembangan penyakit dan kematian individu
penderita HIV/AIDS.

4.2 Saran

Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya para perawat dan calon perawat dapat
memahami dan mempelajari dengan baik terapi latihan aerobik yang dapat
diberikan kepada pasien dengan masalah HIV/AIDS dengan baik dan benar.
Sehingga diharapkan pasien dengan masalah HIV/AIDS dapat melakukan terapi
latihan aerobik dengan mandiri.

9
DAFTAR PUSTAKA

CI Ezema, AA Onwunali, S Lamina, UA Ezugwu, AA Amaeze, MJ Nwankwo.


2014. Effect of aerobic exercise training on cardiovascular parameters and CD4
cell count of people living with human immunodeficiency virus/acquired immune
deficiency syndrome: A randomized controlled trial. Nigerian Journal of Clinical
Practice Vol.17. Nigeria.
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.ncbi.nl
m.nih.gov/m/pubmed/25244260&ved=2ahUKEwjfvvWlvLXdAhUS148KHbKiB
n0QFjAAegQIBBAB&usg=AOvVaw2k1HML0ja2O7qyUzfsH2dF&cshid=15367
55492717. Diakses pada tanggal 12 September 2018.

Depkes RI, 2008. Riskesdas Indonesia, Jakarta.

Djoerban, Z. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Cetakan Ke II. HIV/AIDS di
Indonesia. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran UI.

M, Maduagwu Stanley, dkk. 2017. Aerobic Exercise Improves Quality of Life and
CD4 Cell Counts in HIV Seropositives in Nigeria. Journal of Human Virology &
Retrovirology Volume 3 Issues 5. https://medcraveonline.com/JHVRV/JHVRV-
05-00151.pdf. Diakses pada tanggal 25 September 2018.

Yasirin, Ahmad, Setya Rahayu, & Said Junaidi. 2014. Latihan Senam Aerobik dan
Peningkatan Limfosit CD4 (Kekebalan Tubuh) Pada Penderita HIV. Journal of
Sport Sciences and Fitness 3 (3). Semarang.
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://journal.unnes.
ac.id/sju/index.php/jssf/article/view/6249&ved=2ahUKEwiqxoLX1LfdAhUkTI8

iv
KHZFKB1cQFjAAegQIBhAB&usg=AOvVaw0ZS2jfScopYUHHTHGVXaq-
&cshid=1536830787328. Diakses pada tanggal 12 September 2018.