Anda di halaman 1dari 31

Tugas

KEPEMIMPINAN DAN BERFIKIR SISTEM KESEHATAN


MASYARAKAT

(Kepemimpinan dan Motivasi)

DISUSUN OLEH:

KELAS B 2017

KELOMPOK III
Nuur Rahmatul Asma (J1A117326)
Andi Ramlah Avianti (J1A117179)
Siti Sarbia (J1A117334)
Apriani (J1A117184)
Wa Pina Sugande (J1A117158)
Arliani Bahtiar (J1A117185)
Winda Sukma Dewi (J1A117162)
Erick Apriansyah Fauzi (J1A11200)
Wiwik Pratiwi (J1A117163)
Hesty Ega Mawarni (J1A117216)

Nurfajriyanti Hamka (J1A117101)

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah swt. karena atas berkat rahmatNya yang
berupa kesehatan dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah
yang berjudul “Konsep Personal Mastery” dalam waktu yang tepat.

Tak lupa pula penulis haturkan shalawat serta salam kepada nabi besar Muhammad Saw.
yang telah membawa umat manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang
seperti saat ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran
dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari pembaca.

Kendari, 15 Mei 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .....................................................................Error! Bookmark not defined.

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 1

DAFTAR ISI................................................................................................................................... ii

BAB I .............................................................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 1

1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................................................. 2

BAB II............................................................................................................................................. 4

2.1 Definisi Motivasi .............................................................................................................. 4

2.2 Teori Motivasi .................................................................................................................. 7

2.3 Jenis-jenis Motivasi........................................................................................................ 13

2.4 Bentuk-bentuk Motivasi ................................................................................................. 17

2.5 Strategi Motivasi Dalam Kepemimpinan ....................................................................... 19

2.6 Fungsi dan Manfaat Motivasi......................................................................................... 21

BAB III ......................................................................................................................................... 23

3.1 Kesimpulan .................................................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 28

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Motivasi dalam organisasi salah satunya berasal dari pemimpin. Karena suatu

organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian ditentukan oleh pemimpin. Suatu

ungkapan yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan

suatu pekerjaan, merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu

organisasi pada suatu posisi yang penting. Motivasi dapat memberi energi yang

menggerakkan segala potensi yang ada, menciptakan keinginan yang tinggi dan luhur

serta meningkatkan kegairahan dan kebersamaan. Kepemimpinan mempunyai hubungan

yang sangat erat dengan motivasi, karena keberhasilan seorang pemimpin dalam

menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung

kepada kewibawaan dan kemampuan dalam menciptakan motivasi di dalam diri setiap

bawahan, kolega maupun atasan pemimpin itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Definisi motivasi

1.2.2 Teori motivasi

1.2.3 Jenis – jenis motivasi

1.2.4 Bentuk – bentuk motivasi

1.2.5 Strategi motivasi dalam kepemimpinan

1.2.6 Fungsi dan manfaat motivasi

1
2

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Adapun tujuan umum dalam penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan

pengetahuan tentang kepemimpinan dan berfikir sistem kesehatan masyarakat, terutama

tentang hubungan motivasi dengan kepemimpinan.

Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus pada penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui definisi Motivasi.

2. Untuk mengetahui teori motivasi.

3. Untuk mengetahui jenis – jenis motivasi.

4. Untuk mengetahui bentuk motivasi.

5. Untuk mengetahui strategi untuk memotivasi.

6. Untuk mengetahui fungsi dan manfaat motivasi.


3
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi Motivasi

Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan, daya penggerak

atau kekuatan yang menyebabkan suatu tindakan atau perbuatan. Kata movere, dalam

bahasa inggris, sering disepadankan dengan motivation yang berarti pemberian motif,

penimbulan motif, atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang

menimbulkan dorongan. Motivasi merupakan suatu dorongan yang membuat orang

bertindak atau berperilaku dengan cara – cara motivasi yang mengacu pada sebab

munculnya sebuah perilaku, seperti faktor – faktor yang mendorong seseorang untuk

melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Motivasi dapat diartikan sebagai kehendak

untuk mencapai status, kekuasaan dan pengakuan yang lebih tinggi bagi setiap individu.

Motivasi justru dapat dilihat sebagai basis untuk mencapai sukses pada berbagai

segi kehidupan melalui peningkatan kemampuan dan kemauan. Selain itu motivasi dapat

diartikan sebagai keadaan yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau moves,

mengarah dan menyalurkan perilaku kearah mencapai kebutuhan yang memberi

kepuasaan atau mengurangi ketidakseimbangan.

Motivasi dalam Bahasa Indonesia, berasal dari kata motif yangberarti daya upaya
yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Motif merupakan tahap awal dari
motivasi. Motif dan daya penggerak menjadi aktif, apabila suatu kebutuhan dirasa
mendesak untuk dipenuhi. Motif yang telah menjadi aktif inilah yang disebut motivasi.
Motivasi dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah
laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan.

4
5

Beberapa ahli memberikan batasan tentang pengertian motivasi, antara lain sebagai

berikut:

1. Menurut Mc. Donald, motivasi adaalah perubahan energi dalam diri (pribadi)

seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai

tujuan.

2. Menurut Thomas M. Risk, motivasi adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk

menimbulkan motif-motif pada diri siswa yang menunjang kearah tujuan-tujuan

belajar.

3. Menurut Chaplin, motivasi adalah variabel penyelang yang digunakan untuk

menimbulkan faktor-faktor tertentu didalam membangkitkan, mengelola,

mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran.

4. Menurut Tabrani Rusyan, motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang

melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.

5. Menurut Dimyati dan Mudjiono, di dalam motivasi terkandung adanya keinginan

mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku

individu belajar.

6. Menurut Atkinson, motivasi dijelaskan sebagai suatu tendensi seseorang untuk

berbuat yang meningkat guna menghasilkan satu hasil atau lebih pengaruh.

7. Menurut A.W Bernard, motivasi adalah fenomena yang dilibatkan dalam

perangsangan tindakan kearah tujuan tertentu yang sebelumnya kecil atau tidak ada

gerakan kearah tujuan-tujuan tertentu. Motivasi merupakan usaha memperbesar atau

mengadakan gerakan untuk mencapai tujuan tertentu.


6

8. Menurut Abraham Maslow, motivasi adalah sesuatu yang bersifat konstan (tetap),

tidak pernah berakhir, berfluktuasi dan bersifat kompleks, dan hal itu kebanyakan

merupakan karakteristik universal pada setiap kegiatan organisme.

9. Menurut John W Santrock, motivasi adalah proses memberi semangat, arah, dan

kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh

energi, terarah dan bertahan lama.

Kemampuan manajer untuk memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan, dan

berkomunikasi pada bawahannya akan menentukan efektivitas bekerja. Seorang

karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, dan

mungkin pula tidak. Kalau bawahan telah menjalankan tugas yang diberikan kepadanya

dengan baik, itu adalah yang kita inginkan. Tetapi kalau tugas yang dibebankan tidak bisa

terlaksana dengan baik, maka kita perlu mengetahui sebab-sebabnya. Mungkin ia

memang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan, tetapi mungkin juga ia

tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. Menjadi salah satu tugas dari

seorang pimpinan untuk bisa memberikan motivasi kepada bawahannya agar bisa bekerja

dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Setiap orang tidak hanya berbeda dalam

masalah keahlian dalam melakukan pekerjaan tetapi juga berbeda dalam masalah

motivasi atau semangatnya dalam melakukan suatu pekerjaan. Kedua faktor ini sangat

menentukan hasil pekerjaan yang diberikan kepadanya. Motivasi secara umum sering

diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong,

mengaktifkan, menggerakkan, dan mengarahkan perilaku seseorang. Dengan kata lain,

motivasi 11 itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat, harapan, keinginan, dan

tujuan yang ingin dicapai. Motivasi seseorang tergantung pada kuat lemahnya motif
7

orang itu dalam melakukan suatu pekerjaan. Motif adakalanya diartikan sebagai suatu

dorongan dan gerak hati di dalam diri seseorang. Yang jadi masalah adalah motif mana

yang paling besar pengaruhnya terhadap aktivitas seseorang. Kalau kebutuhan telah

terpenuhi maka akan muncul kebutuhan yang lain, dimana akan timbul motif yang lain

pula. Dan motif yang baru muncul ini lah yang akan mempengaruhi orang tersebut.

2.2 Teori Motivasi

Ada beberapa macam teori motivasi :

1. Hierarki Teori Kebutuhan (Hierarchical of Needs Thry)

Teori motivasi Maslow dinamakan, “ A theory of human motivation ”. Teori ini

mengikuti teori jamak, yakni seorang berperilaku atau bekerja karena adanya

dorongan untuk memenuhi bermacam – macam kebutuhan. kebutuhan yang

diiinginkan seseorang berjenjang, artinya bila kebutuhan yang pertama telah

terpenuhi, maka kebutuhan tingkat kedua akan menjadi yang utama. Selanjutnya jika

kebutuhan tingkat kedua telah terpenuhi, maka muncul kebutuhan tingkat ketiga dan

seterusnya sampai tingkat kebutuhan kelima.

Dasar dari teori ini adalah : a) Manusia adalah makhluk yang berkeinginan, ia

selalu menginginkan lebih banyak. Keinginan ini terus menerus dan hanya akan

berhenti bila akhir hayat tiba; b) Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak 21

Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya manusia, menjadi motivator bagi

pelakunya, hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang akan menjadi motivator,

dan; c) Kebutuhan manusia tersusun dalam suatu jenjang.


8

Ada beberapa urutan atau tingkatan kebutuhan yang berbeda kekuatannya dalam

memotivasi para pekerja di sebuah organisasi atau perusahaan, diantaranya :

a. Kebutuhan yang lebih rendah adalah yang terkuat, yang harus dipenuhi lebih

dahulu. Kebutuhan itu adalah kebutuhan fisik (lapar, haus, pakaian, perumahan

dan lain – lain). Dengan demikian kebutuhan yang terkuat yang memotivasi

seseorang bekerja adalah untuk memperoleh penghasilan, yang dapat digunakan

dalam memenuhi kebutuhan fisiknya.

b. Kekuatan kebutuhan dalam memotivasi tidak lama, karena setelah terpenuhi akan

melemah atau kehilangan kekuatannya dalam memotivasi. Oleh karena itu usaha

memotivasinya dengan memenuhi kebutuhan pekerja, perlu diulang – ulang

apabila kekuatannya melemah dalam mendorong para pekerja melaksanakan tugas

– tugasnya.

c. Cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi ternyata

lebih banyak daripada untuk memenuhi kebutuhan yang berada pada urutan yang

lebih. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan fisik, cara satu – satunya yang dapat

digunakan dengan memberikan penghasilan yang memadai atau mencukupi.

Motivasi juga dapat dipahami dari teori kebutuhan dasar manusia. Manusia

mempunyai beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi, kebutuhan tersebut meliputi :

kebutuhan fisik, kemanan, perasaan memiliki, penghargaan dari orang lain, dan

aktualisasi diri. Jika kebutuhan – kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dapat

meningkatkan motivasi kerja.

2. Teori Kebutuhan Berprestasi


9

Motivasi berbeda – beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.

Kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan yang melaksanakan sesuatu tugas

atau pekerjaan yang sulit. Orang yang berprestasi tinggi memiliki tiga ciri umum

yaitu :

1. Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas – tugas dengan derajat kesulitan

moderat

2. Menyukai situasi – situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya – upaya

mereka sendiri, dan bukan karena faktor – faktor lain, seperti kemujuran misalnya

3. Menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka,

dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

Selain itu ada 3 motivasi yang paling menentukan tingkah laku manusia, terutama

berhubungan dengan situasi pegawai serta gaya hidup, yaitu :

1. Achievement Motivation, motif yang mendorong serta menggerakkan seseorang

untuk berprestasi dengan selalu menunjukkan peningkatan kearah standard

exelence.

2. Affiliation motivation, motif yang menyebabkan seseorang mempunyai keinginan

untuk berada bersama – sama dengan orang lain, mempunyai hubungan afeksi

yang hangat dengan orang lain, atau selalu bergabung dengan kelompok bersama –

sama orang lain.

3. Power motivation, motif yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku

sedemikian rupa sehingga mampu memberi pengaruh kepada orang lain.

3. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)


10

Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG”. Akronim “ERG” dalam teori

Alderfer merupakan huruf – huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence

(kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhan untuk berhubungan dengan

pihak lain, G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan).

Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :

1. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan

untuk memuaskannya

2. Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar

apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan

3. Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi,

semakin besar keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang lebih mendasar.

4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)

Model dua faktor dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau

pemeliharaan. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivational adalah hal – hal

yang mendorong seseorang untuk berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti

bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene

atau pemeliharaan adalah faktor- faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti

bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan

seseorang. Faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan

yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang

lain.

Sedangkan faktor – faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status

seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan


11

seseorang dengan rekan – rekan sekerjanya, kebijakan organisasi, kondisi kerja dan

sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan

teori Herzberg ialah menghitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih

berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah

yang bersifat ekstrinsik.

5. Teori Keadilan

Teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghasilkan

kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan

yang diterima. Artinya, apabila seorang karyawan mempunyai persepsi bahwa

imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :

a) seorang akan berusaha memperoleh imbalan

b) mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi

tanggung jawabnya.

Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang karyawan biasanya menggunakan

empat hal sebagai pembanding, yaitu :

1. Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan

kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan

pengalamannya

2. Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat

pekerjaannya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri

3. Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama

serta melakukan kegiatan sejenis


12

4. Peraturan perundang – undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan

yang merupakan hak para pegawai

6. Teori penetapan tujuan (Goal Setting theory)

Penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni :

a. tujuan – tujuan yang mengarahkan perhatian

b. tujuan – tujuan yang mengatur upaya

c. tujuan – tujuan untuk meningkatkan persistensi dan

d. tujuan – tujuan untuk menunjang strategi – strategi dan rencana – rencana

kegiatan.

Setiap karyawan yang memahami dan menerima tujuan organisasi atau perusahaan,

dan merasa sesuai dengan dirinya akan merasa ikut bertanggung jawab dalam

mewujudkannya. Dalam keadaan seperti itu tujuan akan berfungsi sebagai motivasi

dalam bekerja, yang mendorong para pekerja memilih alternatif cara bekerja yang baik

dan efektif serta efisien.

7. Teori Victor H.Vroom (Teori Harapan)

Motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan

perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang

diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan

tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya

mendapatkannya.

8. Teori penguatan dan modifikasi perilaku


13

Dalam hal ini berlakunya upaya yang dikenal dengan hukum pengaruh yang

menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai

konsekuensi yang menguntungkan irinya dan mengelakkan perilaku yang

mengakibatkan timbulnya konsekuensi yang merugikan. Penting untuk diperhatikan

bahwa agar cara – cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap

memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang selalu diakui dan dihormati,

cara – cara tersebut ditempuh dengan gaya yang manusiawi pula.

9. Teori kaitan imbalan dengan prestasi

Motif berprestasi dengan pemberdayaan SDM memiliki keterkaitan satu dengan yang

lainnya. Secara sederhana dapat digambarkan bahwa apabila SDM dapat

diberdayakan dengan optimal, maka motivasi untuk berprestasi dalam pekerjaan yang

diembannya akan semakin meningkat, begitupun sebaliknya. Ada hubungan

kausalitas saling mempengaruhi antara motif berprestasi dengan pemberdayaan SDM.

2.3 Jenis-jenis Motivasi

Pendapat mengenai macam-macam motivasi adalah sebagai berikut:

1. Menurut Chaplin, motivasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Physiological drive, yaitu: Dorongan yang bersifat fisik, seperti lapar, haus, seks

dan sebagainya.

b. Social motives, yaitu: Dorongan-dorongan yang berhubungan dengan orang lain,

seperti estetis, dorongan ingin selalu berbuat baik, dan etis.

6. Menurut Woodworth dan Marquis, motivasi digolongkanmenjadi tiga macam, yaitu:


14

a. Kebutuhan-kebutuhan organis, yaitu motivasi yang berkaitan dengan kebutuhan

bagian dalam, seperti: makan, minum, bergerak dan istirahat/tidur, dan

sebagainya.

b. Motivasi darurat yang mencakup dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan

untuk membalas, dorongan untuk berusaha, dorongan untuk mengejar. Motivasi

ini timbul jika situasi menuntut timbulnya kegiatan yang cepat dan kuat dari diri

seseorang.Pada motivasi darurat motivasi bukan timbul atas keinginan seseorang

tetapi karena perangsang dari luar.

c. Motivasi obyektif, yaitu motivasi yang diarahkan kepada obyek atau tujuan

disekitar kita. Motivasi ini mencakup kebutuhan eksplorasi, manipulasi dan

menaruh minat. Motivasi ini timbul karena adanya dorongan untuk menghadapi

dunia secara efektif.

7. Menurut Wood Worth, motivasi diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:

a. Unlearned motives, adalah motivasi pokok yang tidak dipelajari atau motivasi

bawaan, yaitu motivasi yang dibawa sejak lahir, seperti dorongan makan, minum,

seksual, bergerak dan istirahat. Motivasi ini sering disebut motivasi yang

diisyaratkan secara biologis.

b. Learned motives, adalah motivasi yang timbul karena dipelajari, misalnya

dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan dan mengejar jabatan.

Motivasi ini sering disebut motivasi yang diisyaratkan secara sosial, karena

manusia hidup dalam lingkungan sosial.

8. Macam-macam motivasi Menurut Fradsen, yaitu:


15

a. Physiological drive, istilah ini digunakan untuk merujuk pada motivasi bawaan

(unlearned motives).

b. Affiliative need, merupakan motivasi yang dipelajari (learned motives) dengan

istilah affiliative need.

c. Cognitive motives, motif ini menunjuk pada gejala intrinsik, yakni menyangkut

kepuasan individual. Kepuasan individual berada didalam diri manusia dan

biasanya berwujud proses dan produk mental.

d. Self-expression, penampilan diri adalah sebagian dari perilaku manusia,individu

tidak sekedar tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu

membuat suatu kejadian. Kreatifitas dan imajinasi sangat dibutuhkan, bagi

seseorang yang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri.

e. Self-enhancement, melalui aktualisasi diri dan pengembangan kompetensi akan

meningkatkan kemajuan diri seseorang. Ketinggian dan kemajuan diri menjadi

salah satu keinginan bagi setiap individu.

9. Menurut beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua yakni

motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah.

a. Motivasi jasmaniah, misalnya refleks, insting otomatis, dan nafsu.

b. Motivasi rohaniah, adalah kemauan. Kemauan itu pada setiap diri manusia

terbentuk melalui empat momen, yaitu:

1) Momen timbulnya alasan. Contoh momen timbulnya alasan adalah seorang

pemuda sedang giat berlatih olah raga untuk menghadapi porseni

disekolahnya, tetapi tiba-tiba ibunya meminta mengantarkan seseorang tamu

membeli tiket karena tamu tersebut ingin kembali ke Jakarta. Si pemuda


16

kemudian mengantarkan tamu tersebut. Dalam hal ini si pemuda tadi timbul

alasan baru untuk melakukan suatu kegiatan (kegiatan mengantar). Alasan

baru tersebut dapat dilakukan karena menghormati tamu atau mungkin karena

keinginan untuk tidak mengecewakan ibunya.

2) Momen pilih Momen pilih, dalam keadaan pada waktu ada alternatif-alternatif

yang mengakibatkan persaingan di antara alternatif atau alasanalasan tersebut.

Seseorang menimbang-nimbang dari berbagai alternatif untuk kemudian

menentukan pilihan alternatif yang akan dikerjakan.

3) Momen putusan Suatu persaingan di dalamnya terdapat beberapa alternatif

keputusan. Satu alternatif yang akhirnya dipilih tersebut, yang akan menjadi

putusan untuk dikerjakan.

4) Momen terbentuknya kemauan. Jika seseorang sudah menetapkan satu

putusan untuk dikerjakan, akantimbul dorongan pada diri seseorang untuk

bertindak dan melaksanakan keputusan itu.

10. Menurut Abdul Rahman, menggolongkan motivasi menjadi dua, yaitu:

a. Motivasi intrinsik, ialah motivasi yang berasal dari diri seseorang itu sendiri tanpa

dirangsang dari luar. Sebagai contoh: orang yang gemar membaca, ia akan

mencari sendiri buku-buku yang dibacanya tanpa ada orang yang mendorong.

b. Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang datang karena adanya perangsang dari

luar, sebagai contoh: seorang mahasiswa rajin belajar karena ada ujian
17

2.4 Bentuk-bentuk Motivasi

1. Motivasi Positif Motivasi positif terdiri dari dua macam yaitu motivasi umum dan

motivasi teknis. Pemimpin memberikan motivasi sesuai dengan hak-hak pegawai dan

keterampilan maupun pendidikan yang dapat membekali mereka untuk bekerja lebih

baik lagi. Bentuk-bentuk motivasi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Motivasi Umum Motivasi yang bersifat umum yang dimaksud adalah

memberikan hak-hak pegawai yang harus diberikan kepada pegawai yang diatur

dalam Peraturan Pemerintah. Pemberian gaji bulanan adalah merupakan

kewajiban yang didapatkan oleh pegawai, pemberian tunjangan perbaikan

penghasilan dilakukan untuk meningkatkan kinerja PNS di Badan Kepegawaian

Daerah Kabupaten Sleman yang baru-baru ini diberlakukan, kebijakan tersebut

tidak disama ratakan akan tetapi disesuaikan dengan kinerja dan pelanggaran jika

ada yang melakukan pelanggaran. Selain itu motivasi berupa dengan adanya

pengiriman diklat. Pengiriman diklat tidak lain adalah bertujuan untuk

meningkatkan pengabdian, mutu keahlian, kemampuan dan juga keterampilan.

Kemudian dengan mengikuti seminar atau workshop agar pegawai dapat

meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan memperluas relasi. Jika pegawai

sudah memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan maka bisa mendapatkan

kenaikan pangkat.

b. Motivasi Teknis Motivasi yang diberikan yang bersifat teknis atau beberapa

kegiatan yang dilakukan oleh para pegawai. Seperti studi banding yang bertujuan

untuk menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat secara tenis yang
18

akan dijadikan barometer dan perbandingan yang kemudian bisa dijadikan sebuah

pembaharuan yang aplikatif, baik untuk rencana kedepan dalam jangka pendek

maupun dalam jangka panjang. Diklat juga merupakan salah satu dorongan untuk

meningkatkan produktivitas kerjanya pada Badan Kepegawaian Daerah

Kabupaten Sleman, meskipun tidak semua pegawai dapat mengikutinya. Dengan

diadakannya rapat bulanan atau diadakannya pertemuan apapun selalu diberi

kebebasan untuk menyampaikan pendapat, mengutarakan pikiran, ide-ide, kritik

dan juga saran. Komunikasi dua arah sangat penting untuk mencapai keberhasilan

tujuan, kemudian menumbuhkan suasana kerja yang menyenangkan, dan secara

tidak langsung meningkatkan produktivitas dan keuntungan organisasi tersebut.

Keberhasilan komunikasi dua arah di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh

kesamaan pemahaman antar orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi.

Dengan sering adanya komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan akan

memberikan efek positif bagi pegawai dikarenakan pikiran akan saling terkoneksi

dan pekerjaan juga akan semakin lancar.

2. Motivasi Negativ Setiap yang melakukan pelanggaran pasti akan diberikan sanksi.

Akan tetapi sesuai dengan pelanggarannya. PNS yang melakukan pelanggaran

tersebut semuanya sudah mendapatkan sanksi. Yaitu bagi yang melakukan

pelanggaran ringan sanksinya berupa teguran lisan dan tertulis. Pelanggaran sedang

berupa penurunan dan penundaan kenaikan pangkat, dan gaji berkala. Sedangkan

yang untuk pelanggaran berat, turun jabatan selama tiga tahun, dan pemberhentian

sebagai PNS. Penindakan pelanggaran ini berdasarkan PP No.53 tahun 2010 tentang

disiplin PNS. Namun sebelum memberikan sanksi, terlebih dahulu diawali dengan
19

pemeriksaan PNS yang melanggar. Kedisiplinan yang diterapkan di Badan

Kepegawaian Daerah Kabupaten Sleman sangatlah tinggi. Jika berhalangan untuk

masuk kerja harus ada izin tertulis. Dan setiap pelanggaran kedisiplinan terdapat

sansi, baik itu pelanggaran ringan, sedang maupun berat.

3. Motivasi Ekstrinsik (dari luar)

Motivasi ekstrinsik muncul dari luar diri seseorang, kemudian selanjutnya mendorong

orang tersebut untuk membangun dan menumbuhkan semangat motivasi pada diri

orang tersebut untuk mengubah seluruh sikap yang dimiliki olehnya saat ini kearah

yang lebih baik.

4. Motivasi Intrinsik (dari dalam diri seseorang/kelompok)

Motivasi intrinsic adalah motivasi yang muncul dan tumbuh serta berkembang dalam

diri orang tersebut, yang selanjutnya kemudian memengaruhi dia dalam melakukan

sesuatu secara bernilai dan berarti.

2.5 Strategi Motivasi Dalam Kepemimpinan

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pimpinan/manajer untuk memberikan

motivasi kepada bawahannya. Hal ini muncul dari anggapan (basic assumption) bahwa

motivasi karyawan (employee motivation) muncul karena berbagai faktor. Manajer

profesional mengetahui tentang cara meningkatkan motivasi karyawan. Cara yang dapat

dilakukan untuk meningkatkan motivasi adalah sebagai berikut:

1. Rasa hormat (respect)


20

Berikan rasa hormat secara adil, demikian juga penghargaan. Adil tidak berarti sama

rata. Dengan demikian, dilihat dari aspek prestasi kerja, atasan tidak mungkin

memberikan penghargaan atau rasa hormat yang sama kepada semua orang. Berikan

penghargaan kepada karyawan atas dasar prestasi, kepangkatan, pengalaman, dan

sebagainya.

2. Informasi (information)

Berikan informasi kepada bawahan mengenai aktivitas organisasi, terutama tentang

apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana cara melakukannya. Informasikan

standar prestasi, tentukan dan beritahukan apa yang harus diperbuat. Kebanyakan

karyawan bertanya mengenai “apa yang harus mereka perbuat“ bukan menyatakan

“kami memang suka berbuat begitu“. Berikan penjelasan-penjelasan mengenai

kesalahan mereka secara edukatif dan persuasif.

3. Perilaku (behavior)

Usahakan mengubah perilaku sesuai dengan harapan bawahan dan dengan demikian

dia mampu membuat bawahan berperilaku atau berbuat sesuai dengan apa yang

diharapkan oleh organisasi. Berikan pujian kepada bawahan yang rajin dan berprestasi

sehingga mereka berusaha lebih baik.

4. Hukuman (punishment)
21

Berikan hukuman kepada staf yang bersalah di ruang terpisah. Jangan menghukum

bawahan di depan orang lain, baik di depan rekan kerja maupun orang luar. Hukuman

yang diberikan di depan orang lain dapat menimbulkan frustasi dan merendahkan

martabat.

5. Perintah (command)

Perintah yang diberikan kepada bawahan sebaiknya bersifat tidak langsung ([I]non-

directive command[/I]). Adakalanya perintah yang seharusnya di –ya- kan, karena

disampaikan secara salah akibatnya di-tidak-kan. Berikanlah perintah laksana ajakan,

dan jika perlu diawali dengan contoh.

6. Perasaan sense

Interaksi atasan dengan bawahan adalah interaksi antar manusia. Manusia adalah insan

yang penuh perasaan. Tanpa mengetahui bagaimana harapan bawahan dan perasaan

yang ada pada diri mereka, sangat sukar bagi pimpinan untuk memotivasi bawahan.

Perasaan dimaksud antara lain rasa memiliki, rasa partisipasi, rasa bersatu, rasa

bersahabat, rasa diterima dalam kelompok, dan rasa mencapai prestasi

2.6 Fungsi dan Manfaat Motivasi

1. Fungsi motivasi adalah sebagai berikut:

a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.

b. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan

kepencapaian tujuan yang diinginkan.


22

c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya motivasi akan berfungsi sebagai

penentu cepat lambanya suatu pekerjaan.

d. Motivasi berfungsi sebagai penolong untuk berbuat mencapai tujuan.

e. Penentu arah perbuatan manusia, yakni kearah yang akan dicapai.

f. Penyeleksi perbuatan, sehingga perbuatan manusia senantiasa selektif dan tetap

terarah kepada tujuan yang ingin dicapai.

2. Manfaat motivasi

Manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga

produktivitas kerja meningkat. Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja

dengan orang – orang yang termotivasi adalah : pekerjaan dapat diselesaikan dengan

tepat. Artinya, pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang benar dan dalam skala

waktu yang sudah ditentukan. Sesuatu yang dikerjakan karena ada motivasi akan

membuat orang senang mengerjakannya. Orang pun akan merasa dihargai atau

diakui. Hal ini terjadi karena pekerjaannya itu betul – betul berharga bagi orang yang

termotivasi. Orang akan bekerja keras karena dorongan untuk menghasilkan suatu

target sesuai yang telah mereka tetapkan.


BAB III

PENUTUP

3 Menurut beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua yakni motivasi

jasmaniah dan motivasi rohaniah.

4 Menurut beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua yakni motivasi

jasmaniah dan motivasi rohaniah.

5 Menurut Abdul Rahman, menggolongkan motivasi menjadi dua, yaitu:

3.1 Kesimpulan

1. Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan, daya penggerak atau
kekuatan yang menyebabkan suatu tindakan atau perbuatan. Kata movere, dalam bahasa
inggris, sering disepadankan dengan motivation yang berarti pemberian motif,
penimbulan motif, atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang
menimbulkan dorongan. Motivasi dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang
menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk
memenuhi kebutuhan.
2. Ada beberapa macam teori motivasi :
a) Hierarki Teori Kebutuhan (Hierarchical of Needs Thry)

b) Teori Kebutuhan Berprestasi

c) Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)

d) Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)

e) Teori Keadilan

f) Teori penetapan tujuan (Goal Setting theory)

g) Teori Victor H.Vroom (Teori Harapan)

h) Teori penguatan dan modifikasi perilaku


i) Teori kaitan imbalan dengan prestasi
23
24

3. Jenis-jenis motivasi

A. Menurut Chaplin, motivasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Physiological drive,

2) Social motives

B. Menurut Woodworth dan Marquis, motivasi digolongkanmenjadi tiga macam, yaitu:

1) Kebutuhan-kebutuhan organis

2) Motivasi darurat yang mencakup dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan

untuk membalas, dorongan untuk berusaha, dorongan untuk mengejar.

3) Motivasi obyektif

C. Menurut Wood Worth, motivasi diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:

1) Unlearned motives

2) Learned motives,

D. Macam-macam motivasi Menurut Fradsen, yaitu:

1) Physiological drive,

2) Affiliative need,

3) Cognitive motives

4) Self-expression

5) Self-enhancement

4. Menurut beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua yakni

motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah.

1) Motivasi jasmaniah, misalnya refleks, insting otomatis, dan nafsu.

2) Motivasi rohaniah, adalah kemauan.

5. Menurut Abdul Rahman, menggolongkan motivasi menjadi dua, yaitu:


25

1) Motivasi intrinsik

2) Motivasi ekstrinsik

6. Bentuk-bentuk Motivasi

Motivasi Positif Motivasi positif terdiri dari dua macam yaitu motivasi umum dan
motivasi teknis. Bentuk-bentuk motivasi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Motivasi Umum Motivasi yang bersifat umum yang dimaksud adalah memberikan

hak-hak pegawai yang harus diberikan kepada pegawai yang diatur dalam Peraturan

Pemerintah.

2) Motivasi Teknis Motivasi yang diberikan yang bersifat teknis atau beberapa kegiatan

yang dilakukan oleh para pegawai.

7. Strategi Motivasi Dalam Kepemimpinan


a. Rasa hormat
b. Informasi (information)
c. Perilaku ( Behavior)
d. Hukuman (unishment)
e. Perintah (command)
f. Perasaan (sense)
26

8. Fungsi dan manfaat motivasi


A. Fungsi motivasi adalah sebagai berikut :
1) Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.

2) Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian

tujuan yang diinginkan.

3) Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya motivasi akan berfungsi sebagai penentu

cepat lambanya suatu pekerjaan.

B. Manfaat motivasi

Manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga

produktivitas kerja meningkat.


27
DAFTAR PUSTAKA

Mindryati. 2015. Pengaruh Motivasi Dan Sikap Karyawan Terhadap Kinerja Di Bmt Pahlawan
Tulungagung [Skripsi]. Tulungagung (ID): Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Tulungagung.

Desi P.Y.L. 2009. Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Yang Dipersepsikan
Karyawan Departement Front Office Di Hotel Grand Quality Yogyakarta [Skripsi].
Yogyakarta (ID): Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Salimin. KEPEMIMPINAN, KONFLIK DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA. Jurnal


Ilmu Pendidikan . (Online), Jilid 5, No.
4,(http://staffnew.uny.ac.id/upload/132049942/penelitian/ARTIKEL+KEPEMIMPINAN.pd
f, diakses 12 Mei 2019).

Yogasuria, Ermina. 2013. Motivasi dalam Kepemimpinan. http://www.bbpp-


lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-manajemen/743-motivasi-dalam-
kepemimpinan.com (12 Mei 2019).

Anonim. 2017. Membangun Strategi Motivasi Kinerja Karyawan. http://annualreport.id/kiat-


strategi/membangun-strategi-motivasi-kinerja-karyawan.com (12 Mei 2019).

28