Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KEGIATAN

PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA


DI DESA KALITINGGAR KIDUL, KABUPATEN PURBALINGGA
PERIODE 25 FEBRUARI -6 APRIL 2019

Disusun oleh:
1. Yosi Prichatin (1811040016)
2. Rista Dian Ningsih (1811040017)
3. Fatchul Laela apriliani P. (1811040027)
4. Madiya Luhur Inandiya (1811040037)
5. Alfika Nindi Gunawan (1811040052)
6. Indri Suci Lestari (1811040056)
7. Avi Mugi Lestari (1811040065)
8. Wiwik Dwiyani (1811040068)
9. Dhimas Anggit Prasetyo (1811040075)
10. Andik Primayoga (1811040080)
11. Cahya Nung Hayati (1811040084)
12. Maherda Dian Fitronela (1811040102)
13. Danu Biyan Redista (1811040122)

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2018/2019

i
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................................iii
RINGKASAN .......................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
b. Tujuan ..................................................................................................................... 2
c. Manfaat ................................................................................................................... 2
BAB II ANALISIS SITUASI
a. Hasil pengkajian di wilayah ..................................................................................... 4
b. Permasalahan yang didapatkan ................................................................................ 4
c. Perencanaan .............................................................................................................. 4
BAB III IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
A. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan ........................................................................ 10
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .......................................................................................................... 22
B. Saran ..................................................................................................................... 24
SUMMARY KASUS KEPERAWATAN KELUARGA
A. Asuhan keperawatan kelolaan keluarga ....................................................................... 26
LAMPIRAN

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan kegiatan praktik keperawatan komunitas dan keluarga di Desa Kalitinggar Kidul,
Kabupaten Purbalingga ini diajukan oleh:
Nama Mahasiswa (Ketua Tim) : Andik Primayoga
NIM : 1811040080
Dan telah disetujui oleh:
Pembimbing Akademik:Ns. Diyah Yulistika Handayani S.Kep,M.Kep (…………………….)
Samudra Prihatin H.B.S.Kep., Ners., M.Ed (………………….....)
Pembimbing Lapangan : Ns.Indriyati, S.Kep (………………….....)

Disetujui di : ……………………
Tanggal : ……………………

iii
RINGKASAN
Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pembangunan nasional yang diupayakan oleh pemerintah. Dalam Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), indikator status kesehatan merupakan salah satu
komponen utama selain pendidikan dan pendapatan perkapita. Dengan demikian
pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan
kualitas sumber daya manusia, yang memiliki peran penting dalam mendukung
percepatan pembangunan nasional.

Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia


Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat
melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan
perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan. Sasaran pokok RPJMN
2015-2019 adalah: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak; (2)
meningkatnya pengendalian penyakit; (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan
kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan;
(4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui KartuIndonesia
Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga
kesehatan, obat dan vaksin; serta (6) meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.
(Renstra, 2015).

Guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal tersebut,


berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satunya adalah upaya
perawatan kesehatan masyarakat yang lebih dikenal dengan upaya keperawatan
komunitas.Keperawatan komunitas merupakan bentuk pelayanan atau asuhan
langsung yang berfokus kepada kebutuhan dasar komunitas, yang berkaitan dengan
kebiasaanatau pola perilaku masyarakat yang tidak sehat, ketidak mampuan
masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan (bio, psiko, sosial, kultural,
maupun spiritual).Intervensi keperawatan komunitas yang dilakukan difokuskan pada
tiga level prevensi atau pencegahan yaitu : prevensi primer yang pelaksanaan
difokuskan pada pendidikan kesehatan konseling, prevensi sekunder dan prevensi
tersier.

iv
Asuhan keperawatan komunitas yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Program
Ners Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui keperawatan di masyarakat,
berlangsung mulai tanggal 25 Februari 2019 sampai dengan 7 April 2019 di Desa
Kalitinggar Kidul Kecamatan PadamaraKabupaten Purbalingga.

Pendekatan secara kelompok dilakukan dengan cara pemberdayaan


Lingkungan, KIA, Anak Usia Sekolah, Dewasa Remaja dan Lansia.Dengan
pendekatan dari masing-masing komponen diharapkan dapat diberikan hasil yang
lebih nyata kepada masyarakat. Sedangkan pendekatan masyarakat dilakukan melalui
kerjasama yang baik dengan instansi terkait, Pokjakes dan seluruh komponen desa
untuk mengikutsertakan warga dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan.
Masyarakat yang dimotori oleh Pokjakes diharapkan dapat mengenal masalah
kesehatan yang terjadi di wilayahnya, mampu memberikan perawatan, menciptakan
lingkungan yang sehat serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di
masyarakat.

Keperawatan Komunitas dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi Program


Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Desa Desa Kalitinggar kidul,
merupakan salah satu desa di kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga dengan
batas wilayah sebelah utara adalah desa Kalitinggar, sebelah selatan desa Karang
Pule, sebelah timur desa Padamara, sebelah barat desa Silado Kab. Banyumas. Luas
wilayah desa Kalitinggar Kidul 84,247 ha yang terdiri dari pemukiman penduduk
15,152 ha, tanah sawah 65, 095 ha, fasilitas umum 2,528 ha dan kolam 1,472 ha.
Jarak tempuhke ibukota kecamatan +1 km dan jarak ke ibukota kabupaten +6 km.
Jumlah penduduk jiwa penduduk laki-laki dan 902 jiwa perempuan dengan
kepadatanpenduduk 30 juta jiwa/km², jumlah rumah tangga 602 KK dan rata-rata
anggotanya 3 jiwa. Pada bulan Desember 2018 jumlah bayi tota 19 orang dan
jumlahanak usia 1-5 tahun 96 orang. Sebagian besar warga di desa Kalitinggar kidul
untuk laki laki sebagai petani dan perempuan sebagai pegawai di pt untuk membuat
bulu mata .
Data berdasarkan observasi di lingkungan masyarakat menunjukan pengolahan
sampah baik karena sudah ada tempat untuk pembuangan sampah dengan
menggunakan tong sampah organik dan non organik dengan kondisi tempat yang
tertutup, namun masyarakat desa Kalitinggar Kidul mempunyai kebiasaan buang

v
sampah akhir ke kubangan di tanah kosong milik salah satu warga, yang menimbulkan
masalah kebersihan lingkungan apaila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik.
Data yang didapatkan dari hasil survey dan observasi di lingkungan masyarakat
menunjukkan pengolahan sampah sebagian tempat pembuangan sampah dengan
kondisi tempat yang terbuka, data kebiasaan membuang sampah dengan cara dibakar di
pereng didekat sungai memunculkan masalah kebersihan lingkungan. Warga di desa
kalitinggar kidul rata-rata sudah memiliki jamban tetapi masih banyak yang tidak
memiliki sepiteng dan langsung mengalirkannya ke sungai menggunakan paralon
,kurangnya kesadaran warga akan pentingnya jambanisasi menimbulkan masalah
kebersihan lingkungan yang kurang. Dari data penyakit lansia yang diderita rata rata
dengan keluhan pegal linu dan hipertensi. Data penyakit yang diderita balita yang
tertinggi yaitu batuk dan pilek. Selain itu juga terdapat 1 balita dengan TB kurang atau
Stunting yang terdapat di RT 2 rw 1, dan 8 balita dengan resiko stunting yang tersebar
di RW 01 dan RW 02

Dari data subyektif yang kami peroleh, masalah jambanisasi, ada beberapa warga
yang tidak memiliki jamban tetapi kebanyakan masyarakat tidak memiliki sepiteng,
masyarakat mengatakan tidak membuat sepiteng karena keterbatasan tanah dan biaya,
masyarakat juga merasa lebih nyaman mengalirkannya ke sungai. Dari desa sudah
mengajak warga untuk membuat jamban dan sepiteng namun belum terlaksana dengan
baik. Dan juga sampah yang menjadi masalah yang serius karena bisa menjadi sarang
kuman dan penyakit.

Bila dilihat dari permasalahan yang muncul di wilayah tersebut, maka perlu
kiranya dibentuk kelompok kerja (POKJA) dengan memanfaatkan sumber daya yang
ada di masyarakat sehingga diharapkan masyarakat memiliki kesadaran akan
pentingnya kesehatan dan bertanggung jawab untuk memelihara kesehatan diri sendiri
dan lingkungan di sekitarnya.

vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan adalah investasi utama bagi pembangunan sumber daya
manusia Indonesia. Pembangunan kesehatan pada dasarnya adalah upaya untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang untuk dapat
berperilaku hidup yang sehat untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu perencanaan pembangunan
kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan
keterlibatan berbagai sektor dan seluruh komponen bangsa dalam pelaksanaannya.
(Rakerkesnas, 2017).
Guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal tersebut,
berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satunya adalah upaya
perawatan kesehatan masyarakat yang lebih dikenal dengan upaya keperawatan
komunitas.Keperawatan komunitas merupakan bentuk pelayanan atau asuhan
langsung yang berfokus kepada kebutuhan dasar komunitas, yang berkaitan dengan
kebiasaanatau pola perilaku masyarakat yang tidak sehat, ketidak mampuan
masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan (bio, psiko, sosial, kultural,
maupun spiritual).Intervensi keperawatan komunitas yang dilakukan difokuskan pada
tiga level prevensi atau pencegahan yaitu : prevensi primer yang pelaksanaan
difokuskan pada pendidikan kesehatan konseling, prevensi sekunder dan prevensi
tersier.

Sebagai tenaga profesional, maka perencanaan dalam memberikan asuhan


keperawatan komunitas merupakan hal yang teramat penting disusun oleh perawat.
Rencana asuhan keperawatan disusun dengan memperhatikan banyak faktor, terutama
sekali faktor masyarakat itu sendiri, karena pada hakekatnya masyarakatlah yang
memiliki rencana tersebut, dan perawat sebaiknya hanyalah sebagai fasilitator dan
motivator dalam menggerakkan dinamika masyarakat untuk dapat menolong dirinya
sendiri. (Sutarna Agus, 2013).

Pendekatan secara kelompok dilakukan dengan cara pemberdayaan


Lingkungan, KIA,Anak Usia Sekolah, Dewasa Remaja dan Lansia.Dengan
pendekatan dari masing-masing komponen diharapkan dapat diberikan hasil yang
lebih nyata kepada masyarakat. Sedangkan pendekatan masyarakat dilakukan melalui

1
kerjasama yang baik dengan instansi terkait, Pokjakes dan seluruh komponen desa
untuk mengikutsertakan warga dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan.
Masyarakat yang dimotori oleh Pokjakes diharapkan dapat mengenal masalah
kesehatan yang terjadi di wilayahnya, mampu memberikan perawatan, menciptakan
lingkungan yang sehat serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di
masyarakat.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menyelesaikan praktek keperawatan komunitas, menerapkan
asuhan keperawatan komunitas pada setiap area pelayanan kesehatan di komunitas
dengan pendekatan proses keperawatan komuitas dan pengorganisasian komunitas di
Desa Kalitinggar Kidul Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga.
2. Tujuan khusus kegiatan asuhan keperawatan komunitas adalah:
a. Membina hubungan baik dengan komunitas dan keluarga yang dibina dengan
mengenal wilayah, tokoh-tokoh masyarakat serta masalah kesehatan yang sedang
dihadapi.
b. Mendeskripsikan wilayah, hasil pengkajian komunitas, dan masalah keperawatan
komunitas di wilayah desa kalitinggar kidul.
c. Memaparkan rencana tindakan, kegiatan serta prioritas kegiatan asuhan keperawatan
komunitas.
d. Melakukan program kerja yang telah di rencanakan
e. Memaparkan evaluasi hasil kegiatan yang telah dilakukan serta rencana tindak lanjut

kegiatan keperawatan komunitas.

f. Memberikan rekomendasi rencana tindak lanjut pada kasus-kasus yang memerlukan

perhatian khusus atau lanjutan.

C. Manfaat
1. Untuk Mahasiswa

a. Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada

masyarakat.

2
b. Meningkatkan kemampuan berfikir kritis, analisis, dan bijaksana dalam menghadapi

dinamika masyarakat.

c. Meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik, kemandirian dan hubungan

interpersonal.

2. Untuk Masyarakat

a. Dapat berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.

b. Mendapatkan ilmu untuk mengenal, mengerti dan menyadari masalah kesehatan dan

mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan yang dialami masyarakat.

c. Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatannya dan mempunyai upaya

peningkatan status kesehatan tersebut.

3. Untuk Pendidikan

a. Salah satu tolak ukur keberhasilan mahasiswa/i Program Pendidikan Profesi Ners

Fakultas Imu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto khususnya di

bidang keperawatan komunitas.

b. Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan model praktek

keperawatan komunitas selanjutnya.

4. Untuk Profesi

a. Upaya menyiapkan tenaga perawat yang profesional, berpotensi secara mandiri

sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan

b. Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga profesi

mampu mengembangkannya.

5. Pemerintah Desa

Membantu pemerintah desa dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat di Desa

Kalitinggar Kidul Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga.

3
BAB II
ANALISIS SITUASI
A. Hasil pengkajian di wilayah
No Data Problem

1 Data Primer Domain 1 : promosi kesehatan

 Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat desa kalitinggar Kelas 2 : Manajemen


kidul mengatakan bahwa sebagian besar warga belum memiliki Kesehatan
sepitic tank, pembuangan dari jamban dialirkan ke sungai
disekitar, warga yang sudah memiliki jamban sekitar 125 Diagnosa :
(80,1%), tidak mempunyai jamban 31 (19,9%)
 Pembuangan limbah sebagian besar ke sungai sebesar 112 (71,8%)
Ketidakefektifan Pemeliharaan
 Mayoritas warga desa Kalitinggar Kidul Kecamatan Padamara
Kabupaten Purbalingga membuang sampah di lubang sampah, di Kesehatan (Lingkungan)
setiap rumah warga masing-masing mengumpulkan sampahnya
kemudian sampah tersebut di bakar ada beberapa yang di ambil (00099)
oleh petugas setiap 1 minggu sekali.
 Mayoritas warga membuang sampah dengan cara dibakar 111
(71,2%).

Data Sekunder

Sebagian besar warga kurang memiliki kesadaran untuk menjaga


kebersihan lingkungan baik dilingkungan sekitar rumah, dan
manajemen pembuangan sampah.

 Masih banyak warga yang belum memiliki septic tank


2 Data Primer Domain 1 : Promosi Kesehatan
 Berdasarkan wawancara dengan keluarga klien, klien mempunyai
bb kurang dari normal, keluarga klien mengatakan klien tidak Kelas 2 : Manajemen
nafsu makan, Kesehatan
 Data Sekunder
 Berdasarkan dari hasil wawancara dengan bidan desa di dapatkan Diagnosa :
hasil bahwa terdapat 9 anak yang mempunyai gejala stunting
dengan tinggi badan yang kurang dari normal, gizi kurang,serta Kesiapan Meningkatkan
berat badan yang tidak normal. Manajemen Kesehatan

(bayi/balita)

3 Data Primer Domain 1: Promosi Kesehatan

 Berdasarkan hasil wawancara dengan kader banyak lansia yang Diagnosa : Manajemen
tidak mengikuti posyandu, Kesehatan
 Berdasarkan tabel 4,5 distribusi keluhan fisik lansia9,3%
mengalami Hipertensi, sebanyak 1,3% mengeluh pusing, 3,1% Kesiapan Meningkatkan
mengalami pegal-pegal,mengalami batuk 1,3%.
Manajemen Kesehatan
Data Sekunder (Lansia)

 Hasil pendataan lansia didapatkan jumlah lansia didesa


Kalitinggar Kidul Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga
yaitu 150 lansia

4
Hasil survey di Desa Kalitinggar Kidul sebagian besar lansia
mengeluh Hipertensi.


4 Data Primer Domain 1 : Promosi
Kesehatan
 Hasil wawancara dengan Guru SD belum pernah dilakukan
penyuluhan tentang pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat Kelas 2 : Manajemen
dan cuci tangan.
Kesehatan
 Hasil survey menunjukan bahwa anak yang mengkonsumsi
jajanan yang tidak sehat, ada bebrapa sisawa yang menglami perut
sakit dan diare, Hasil wawancara dengan Guru SDN Kalitinggar Diagnosa :
Kidul, belum pernah dilakukan penyuluhan tentang jajanan sehat
dan PHBS. Perilaku kesehatan cenderung
 Hasil pengkajian terhadap siswa kelas 1 dan 2 SD 1 Kalitinggar beresiko (anak Usia sekolah
Kidul, semua siswa belum mengetahui mana yang termasuk ,Remaja dan Dewasa)
jajanan sehat dan 6 langkah cuci tangan yang baik benar.
 Hasil wawancara dengan Guru PAUD Al Islah belum pernah
dilakukan penyuluhan PHBS.
 Hasil pengkajian terhadap siswa PAUD Al Islah Kalitinggar
Kidul, semua siswa belum mengetahui cara cuci tangan yang baik
dan benar.
 Hasil survey remaja-remaja, remaja belum paham tentang bahaya
NAPZA dan Bahaya Merokok

Data Sekunder

 Banyak anak-anak yang tidak mencuci tangan sebelum makan


 Dari hasil skreening yang telah dilakukan pada 60 murid ada
beberapa siswa yang mengalami batuk pilek dan diare.

B. Permasalahan yang didapatkan


1. Ketidakefektifan Pemeliharan Kesehatan (Lingkungan) dengan skor 3,5
2. Meningkatkan manajemen kesehatan diri skor 3
3. Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan (bayi/balita) dengan skore 2,6
4. Perilaku kesehatan cenderung beresiko (anak Usia sekolah ,Remaja dan Dewasa) dengan
skore 2,5

5
C. Perencaan
No Diagnosa Tujuan NOC NIC
1. Domain 1 : TUPAN : Prevensi Primer Prevensi Primer
Promosi Setelah dilakukan tindakan Level 1 Level 1
Kesehatan keperawatan prevensi sekunder Domain IV :  Domain 3: Perilaku
Pengetahuan
Kelas 2 : wawancara dngan ketua RT dan Kesehatan dan Perilaku
Manajemen RW Desa Kalitinggar Kidul, Level 2
Kesehatan Bidan Desa beserta prangkat Level 2  Kelas S : Pendidikan Kesehatan
Diagnosa : Desa selama 6 Minggu, Kelas Q : Perilaku Sehat
Ketidakefektifan diharapkan terjadi peningkatan Level 3
Pemeliharaan pemeliharaan kesehatan pada Level 3 Intervensi :
Kesehatan lingkungan. Hasil : 1. Penyuluhan kesehatan tentang
(00099)  1606 : Partisipasi dalam keputusan Jambanisasi, penyuluhan Sampah
TUPEN : perawatan kesehatan. dan PSN
 Mengubah Perilaku Masyarakat  1603 : Perilaku 2.
Pencarian
dalam pemilahan pembuangan Kesehatan
sampah, Indikator Awal Tujuan
 Meningkatkan Kesadaran warga 1606, 2 (Jarang 4 (sering
untuk menjaga kebersihan 1603, menunju menunju
lingkungan 1625 kan) kan)
 Memotifasi masyarakat untuk
pengadaan sepitic tank minimal
di tiap RW
2. Domain 1 : TUPAN : Level 1 Level 1
Promosi Setelah dilakukan tindakan Domain IV :  Domain 3 : Perilaku
Kesehatan keperawatan prevensi sekunder Pengetahuan Kesehatan dan
Kelas 2 : pendataan jumlah penduduk Perilaku
Manajemen lansia ada 150 lansia di Desa Level 2 Level 2
Kesehatan Kalitinggar Kidul selama 6 Kelas Q : Perilaku Sehat  Kelas S : Pendidikan Kesehatan
Diagnosa : minggu di harapkan siap dalam Level 3 Level 3
Kesiapan meningkatkan manajemen Hasil : Intervensi :

6
Meningkatkan kesehatan lansia.  1606 : Partisipasi dalam keputusan 5510 : Penddikan Kesehatan
Manajemen perawatan kesehatan 1. Penyuluhan kesehatan tentang
Kesehatan TUPEN :  1603 : Perilaku Pencarian penyakit hipertensi.
(lansia)  Lansia mengetahui dan Kesehatan 2. Pemeriksaan penyakit DM,
memahami tentang penyakit Indikator Awal Tujuan kolesterol dan Asam Urat
hipertensi 3. Melakukan Senam Lansia
 Lansia mengetahui dan 1606, 2 4 ( Sering
memahami tentang penyakit 1603. (Jarang Menunjuk
DM 1625 menunju an)
 Lansia berperan aktif dalam kan)
pelatihan senam lansia

3. Domain 1 : TUPAN : Level 1 Level 1


Promosi Setelah dilakukan tindakan Domain 1 :  Domain 3 : Perilaku
Kesehatan keperawatan prevensi primer Fungsi Kesehatan
Kelas 2 : wawancara dengan Ibu Bidan di
Manajemen dea Kalitinggar Kidul serta guru Level 2 Level 2
Kesehatan. PAUD tentang phbs, gizi  Kelas B : Pertumbuhan dan Kelas 2 : Pendidikan Kesehatan
Diagnosa : seimbang, kemudian wawancara Perkembangan
Kesiapan dengan guru PAUD mengenai
Meningkatkan penyakit yang sering terjadi Level 3 Level 3 :
Manajemen pada siswa PAUD serta Hasil : Intervensi
Kesehatan (bayi, wawancara dengan Bu Bidan 0106 : Perkembangan anak 4 tahun5510 : Pendidikan Kesehatan
balita, dan ibu Desa serta ibu ibu Kader tentang 0109 : Perkembangan anak remaja 1.
Penyuluhan Kesehatan PHBS
hamil) resiko pada ibu Hamil cuci tangan dan gosok gigi di
Indikator Awal Tujuan desa Kalitinggar Kidul pada
1602 2 (Jarang 4 (Sering PAUD Al Islah
menunjuk menunjuk2. Pengukuran TB dan BB pada
an) an) anak PAUD
3. Senam ibu hamil
4. Penyuluhan PEB
Posyandu balida dan pembina

7
TUPEN : Level 1 keluargabalita (gizi seimbang
 Semua siswa PAUD mengerti Domain IV : untuk balita)
cara cuci tangan dan gosok gigi Pengetahuan tentang kesehatan &
5.
yang baik dan benar perilaku 6.
 Ibu hamil mengetahui tentang
resiko PEB Level 2
 Ibu hamil mengerti Cara senam Kelas Q : Perilaku Sehat
untuk ibu hamil Level 3
 Mengetahui gizi yang seimbang Hasil :
bagi ibu yang sedang hamil  1602: Perilaku Promosi Kesehatan

Indikator Awal Tujuan


1602 2 (Jarang 4 (Sering
menunjuk menunjuk
an) an)

8
4. Domain 1 : TUPAN : Level 1 Level 1
Promosi Setelah dilakukan tindakan  Domain 4 : Pengetahuan 1. Domain 3 :Perilaku
Kesehatan keperawatan prevensi primer Kesehatan dan Perilaku Kesehatan Level 2
Kelas 2 : wawancara dengan bidan desa Level 2 2. Kelas S : Pendidikan
Manajemen di PKD Kalitinggar Kidul, guru Kelas Q : Perilaku Sehat Kesehatan
Kesehatan SD selama 6 minggu Level 3 Level 3
Diagnosa : diharapkan, anak usia sekolah, Hasil : Intervensi :
Perilaku serta anak remaja dapat 1602 : Perilaku Promosi Kesehatan 5510 : Pendidikan Kesehatan
kesehatan mengubah gaya hidup atau Indikator Awal Tujuan Penyuluhan perilaku hidup bersih
cenderung perilaku 1602 2 4 (sering dan sehat pada anak SD N 01
beresiko (anak (jarang menunjukan) kalaitinggar Kidul
Usia sekolah TUPEN : menun Diantaranya mengajarkan 6
,Remaja dan  Siswa SD serta anak remaja jukan) langkah cuci tangan, etika batuk
Dewasa) berperan aktif dalam mengikuti dan penyuluhan jajanan sehat
kegiatan penyuluhhan terkait pada Siswa SD kelas 1 dan 2.
PHBS, Jajanan Sehat, Penyuluhan Kesehatan pada anak
Penyuluhan NAPZA, Bahaya remaja tentang SADARI
merokok, dan Sadari. Penyuluhan Bahaya merokok
 Remaja dapat mengetahui Penyuluhan NAPZA pada anak
bahaya NAPZA dan Meroko Remaja
 Pada remaja putri dapat Penyuluhan bahaya gedget
menyadari akan tanda tanda
kelaian pada Payudara

9
BAB III
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No DIAGNOSA KEGIATAN DAN EVALUASI FORMATIF/PROSES ANALISA


KEPERAWATAN STATEGI (JANGKA PENDEK)

1 Ketidakefektifan  Penyuluhan jamban 1. Penyuluhan Jamban sehat sepictank Kekuatan :


Pemeliharaan Kesehatan sehat dan sepictank komunal  Lokasi penyuluhan 1 berada di salah satu rumah
(00099) komunal  Evaluasi Struktur : warga RT 4 RW 2 dihadiri 27 orang
 Penyuluhan Bahaya 1. Kordinasi dengan PKD dan Sekdes  Warga Desa Kalitinggar Kidul Antusias Ketika di
Sampah Kalitinggar Kidul untuk mengadakan lakukan penyuluhan
 penyuluhan di acara Yaasin dan Tahlil
rutinan di desa tentang jamban sehat dan  Kelemahan :
sepictank komunal untuk Desa Kalitinggar  Sebagian warga masih memikirkan lahan dan dana
Kidul. Evaluasi Proses : untuk memiliki sepictank, walaupun itu sepictank
1. Sosialisasi di acara Yaasinan dan Tahlil komunal.
rutinan Desa Kalitinggar Kidul jumlah
warga yang hadir 30 orang, semua warga  Peluang :
antusias ketika dilakukan penyuluhan  warga desa Kalitinggar Kidul sangat antusias saat
jamban sehat dan sepictank komunal di diberikan penyuluhan.
Desa Kalitinggar Kidul.
 Evaluasi Hasil :  Tindak Lanjut Kegiatan :
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Warga Desa
sosialisasi jamban sehat dan berjalan dengan  Warga mau mendiskusikan kembali mengenai
baik, peserta mendengarkan dengan baik pembuatan sepictank komunal
dan beberapa peserta aktif bertanya  Meningkatkan pengetahan warga mengenai Bahaya
Sampah
2. 2. Penyuluhan mengenai Bahaya sampah
 Evaluasi Struktur : Puskesmas
2. Kordinasi dengan Sekdes Kalitinggar Kidul Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
untuk mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan lingkungan.
bahaya sampah di acara Yaasin dan Tahlil Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
rutinan di Desa Kalitinggar Kidul. Evaluasi kesehatan
Proses :
2. Sosialisasi di acara Yaasinan dan Tahlil
rutinan Desa Kalitinggar Kidul jumlah

10
warga yang hadir 30 orang, semua warga
antusias ketika dilakukan penyuluhan
mengenai bahaya sampah di Desa
Kalitinggar Kidul.
 Evaluasi Hasil :
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan
sosialisasi bahaya sampah dan berjalan
dengan baik, peserta mendengarkan dengan
baik dan beberapa peserta aktif bertanya.

2 Domain 1 : Promosi  Penkes hipertensi PENKES HIPERTENSI 1. PENKES HIPERTENSI


Kesehatan (meningkatkan Evaluasi Struktur :
kesadaran pada Kordinasi dengan Ketua majelis ta’lim Kekuatan :
Kelas 2 : Manajemen lansia untuk rutin Rodatul Jannah,Bidan desa dan Kader desa Lokasi penyuluhan berada di rumah warga dengan
Kesehatan. melakukan untuk mengadakan penyuluhan tentang dihadiri oleh Lansia sejumlah 75 orang.
pemeriksaan pada Hipertensi.
Diagnosa : saat posyandu Koordinasi dengan ketua majelis ta’lim Kelemahan :
lansia, pemeriksaan untuk mengadakan penyuluhan di salah satu
Sebagian Lansia masih mengonsumsi makanan-
Kesiapan manajemen tekanan darah) rumah warga Rt 5/1 tentang Hipertensi
 Pemeriksaan DM, Koordinasi dengan para Lansia yang makanan yang dapat menyebabkan Hipertensi,
kesehatan (lansia) banyak lansia yang kesadarannya kurang akan
kolesterol dan mengikuti yasin an rutin setiap har jumat
Asam Urat pentingnya pemeriksaan saat posyandu lansia, dan
 Senam Lansia tempat yang kurang menjangkau karena terbagi 3
Evaluasi Proses : ruangan.
Sosialisasi di salah satu rumah warga di Rt
5/1 desa kalitinggar Kidul dengan jumlah 75
Peluang :
orang yang hadir, semua Lansia antusias
Baik jamaah yasinan rutin hari jumat Desa
ketika dilakukan penyuluhan Hipertensi
kalitinggar sangat antusias saat diberikan penyuluhan
Evaluasi Hasil : .
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Tindak Lanjut Kegiatan :
sosialisasi Hipertensi berjalan dengan baik, Warga Desa
peserta kurang mendengarkan karena Warga mau menerapkan cara mencegah terjadinya
ruangan yang terbataas namun beberapa Hipertensi.
peserta aktif bertanya, banyak lansia yang
tekanan darahnya di atas normal setelah

11
dilakukan pemeriksaan tekanan darah Puskesmas
Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
PEMERIKSAAN DM, KOLESTEROL kesehatan.
DAN ASAM URAT Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
Evaluasi struktur :
Kordinasi dengan Bidan desa kalitinggar kesehatan.
kidul untuk mengadakan pemeriksaan DM,
Asam Urat, Kolesterol serta berkordinasi Bidan Desa dan Kader
dengan kader desa serta berkoordinasi Lebih meningkatkan dalam pemberian pendidikan
dengan lansia untuk melakukan kesehatan dan pendekatan terhadap lansia yang tidak
pemeriksaan yang dilaksanaakan dirumah mengikuti posyandu lansia,
Bidan Desa Kalitinggar Kidul.
Evaluasi Proses : PEMERIKSAAN DM, KOLESTEROL DAN
Pemeriksaan dilaksanakan di rumah Bidan ASAM URAT
desa Kalitinggar Kidul di Rt 3/1 yang  Lokasi penyuluhan berada di rumah bidan desa di
dihadiri oleh 62 lansia, semua Lansia Rt 2/1 desa Kalitinggar Kidul yang dihasiri oleh 62
antusias ketika dilakukan Pemeriksaan.
lansia.
Evaluasi Hasil :
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Kelemahan :
pemeriksaan berjalan dengan baik, peserta Sebagian Lansia masih ragu untuk melakukan
mengikuti pemeriksaan dengan baik, paling pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat
banyak lansia lebih memilih memeriksakan karena terbatasnya biaya untuk melakukan
gula darah. pemeriksaan tersebuti.

Senam Lansia Peluang :


Evaluasi Proses : Baik lansia Desa kalitinggar sangat antusias saat
Pemeriksaan dilaksanakan di rumah Bidan
dilaksanakanya pemeriksaan gula darah, asam urat
desa Kalitinggar Kidul di Rt 3/1 yang
dan kolesterol.
diikuti oleh 15 lansia, semua Lansia antusias
ketika dilakukan Pemeriksaan.
Tindak Lanjut Kegiatan :
Evaluasi Hasil : Warga Desa
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Warga mau meningkatkan kesadaran tentang
pemeriksaan berjalan dengan baik, peserta diteksidini akan adanya penyakit DM, Asam Urat
sangat antusias dalam mengikuti gerakan- dan Kolesterol dengan rajin memeriksakan
kesehatanya.

12
gerakan senam. Puskesmas
Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
kesehatan.
Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
kesehatan.

Bidan Desa dan Kader


Lebih meningkatkan dalam pemberian pendidikan
kesehatan dan pendekatan terhadap lansia yang tidak
mengikuti posyandu lansia,

1. SENAM LANSIA
 Lokasi penyuluhan berada di rumah bidan desa di
Rt 2/1 desa Kalitinggar Kidul yang dihasiri oleh 62
lansia.

 Kelemahan :
Pada saat pelaksanaaan hanya sedikit yang 15 lansia
yang mengikuti dari 62 lansia yang hadir di posyandu
lansia.

 Peluang :
 Peserta senam sangat bersemangat mengikuti senam
lansia.

 Tindak Lanjut Kegiatan :
Warga Desa
Warga mau meningkatkan kesadaran tentang
kesehatan jasmani yang harus dipenuhi dengan cara
berolahraga untuk kesehatannya.

Puskesmas
Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
kesehatan.

13
Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
kesehatan.

Bidan Desa dan Kader


Lebih sering mengadakan adanya snema lansia
minimal 1 minggu sekali bukan hanya pas saat
diadakan posyandu lansia.
3 Domain 1 : Promosi Penyuluhan 1.KESEHATAN PHBS CUCI TANGAN PENYULIHAN PHBS
Kesehatan Kesehatan PHBS cuci DAN GOSOK GIGI Kekuatan :
tangan dan gosok gigi Evaluasi Struktur
Kelas 2 : Manajemen di desa Kalitinggar1. Kordinasi dengan kepala sekolah PAUD AL Penerimaan yang baik dari pihak sekolah dan PAUD
Kesehatan Kidul pada PAUD Al Islah untuk pengadaan sosialisasi PBHS. di desa kalitinggar kidul .
Islah 2. Kordinasi dengan wali kelas untuk Tersedianya tempat, sarana dan prasarana untuk
Diagnosa : 7. Pengukuran TB dan koordinasi ruangan dari masing-masing pelaksanaan penyuluhan yang memperlancar
BB pada anak PAUD kelas terkait pelaksanaan sosialisasi PHBS. pelaksanaan.
8. Senam ibu hamil 3. Kordinasi dengan siswa-siswi PAUD AL
Kesiapan Meningkatkan  Respon positif yang ditunjukan dengan adanya
9. Penyuluhan PEB Islah terkait pelaksaan sosialisasi PBHS.
Manajemen Kesehatan tanggapan dan tanya jawab dari peserta penyuluhan.

Posyandu balida dan Evaluasi Proses :
(bayi, balita dan ibu pembina 1. Proses Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
hamil) keluargabalita (gizi waktu yang telah direncanakan. Kekurangan :
seimbang untuk
2. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan Pada saat pelaksanaan PAUD AL Islah Kalitinggar
balita)
penyuluhan sampai selesai. Peserta juga Kidul saat penyuluhan 6 langkah cuci tangan tidak
berperan aktif dan antusias saat kegiataan dipraktekan langsung praktek menggosok gigi karna
keterbatasan waktu yang kurang.
sedang berjalan.
3. Anak-anak mudah diatur walaupun ada Peluang :
beberapa yang masih suka maian sendiri Anak-anak sangat bersemangat dan antusias saat
tidak memperhatikan. kegiataan penyuluhan PHBS di laksanakan.
 Evaluasi Hasil :
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Tindak Lanjut Kegiatan : Warga Desa
penyuluhan PHBS Berjalan dengan baik, Siswa-siswi mau menerapkan dalam kehidupan
peserta mendengarkan dan beberapa peserta sehari-hari.
aktif serta mampu mendemonstrasikan.
PuPuskesmas
2.  Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
3. kesehatan.
4.

14
5. PENGUKURAN TB DAN BB ANAK Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
PAUD kesehatan.
 Evaluasi Struktur : 
1. Kordinasi dengan kepala sekolah PAUD Al
PENGUKURAN TB DAN BB ANAK PAUD
Islah terkait kegiatan pengukuran TB dan
BB Koordinasi dengan Bidan Desa terkait Kekuatan :
tekhnik dan kegiatan pengukuran TB dan Lokasi kegiatan pengukuran TB dan BB berada di
BB sekolah PAUD terbagi menjadi 2 ruangan anak-anak
2. Koordinasi dengan wwali kelas PAUD dari
yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 60 anak.
masing-masing kelas untuk koordinasi
ruangan yang akan di gunakan dalam
kegiatan pengukuran TB dan BB Kelemahan :
3. Koordinasi dengan anak-anak PAUD terkait Sebagian anak-anak ada yang susah diatur di dalam
kegiatan pengukuran TB dan BB ruagan terdengar ramai serta gaduh karna anak-anak
 Evaluasi Proses : ada yang bermain sendiri.
Pelaksanaan kegiatan pengukuran TB dan
BB di laksanakan di 2 ruangan jumlah anak Peluang :
yang di ukur TB dan BB berjumlah 60 anak. Anak-anak sangat antusias saat mengikuti kegiatan
Evaluasi Hasil : pengukuran TB dan BB.
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan
pengukuran TB dan BB berjalan dengan Tindak Lanjut Kegiatan :
baik serta anak-anak mau untuk di lakukan Warga Desa
pengukuran serta sangat antusias Kegiatan rutin yang harus dilakukan untuk memantau
perkembangan dan pertumbuhan anak
6. PENYULUHAN PEB
 Evaluasi Struktur : Puskesmas
1. Kordinasi dengan bidan desa terkit di Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
aakanya kelas ibu hamil untuk mengisi kesehatan.
penyuluhan PEB
Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
 Koordinasi dengan para ibu hamil yang
mengikuti kelas ibu hamil tekait penyuluhan kesehatan.
PEB. Evaluasi Proses :
Kegiatan penyuluhanPEB dilakukan di PEYULUHAN PEB
gedung PKD jumlah ibu hamil yang Kekuatan :
mengikuti kelas ibu hamil berjumlah 15. Lokasi penyuluhan PEB dilaksanakan di gedung
PKD di desa Kalitinggar Kidul yang di hadiri oleh 15

15
 Evaluasi Hasil : ibu hamil.
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan
penyuluhan PEB berjalan dengan baik para Kelemahan :
ibu hamil sanagt antusias dan Ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil tidak ada
memperhatikan saat pemaparan materi. yang berisiko terkena PEB untuk tekanan darah rata-
sosialisasi Hipertensi berjalan dengan baik, rata ibu hamil dalam batas normal.
peserta mendengarkan dengan baik dan
beberapa peserta aktif bertanya Peluang :
Para ibu hamil sangat antusias dan memperhatikan
7. POSYANDU BALITA DAN BKB ketika sedang pemaparan materi.
(PENYULUHAN GIZI SEIMBANG)
 Evaluasi Struktur:
 Tindak Lanjut Kegiatan :
1. Kordinasi dengan Bidan desa untuk
Warga desa
mengadakan penyuluhan tentang gizi
seimbang untuk balita terkait kegiatan Para ibu hamil untuk menjaga kesehatan istirahat
bina keluarga balita yang cukup serta pemenuhan gizi seimbang.
2. Kordinasi dengan para kader terkait
kegiatan bina keluarga balita untuk Puskesmas :
mengisi penyuluhan tentang gizi Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
seimbang kesehatan.Lebih pro aktif dalam pemberian
3. Koordinasi dengan para ibu-ibu yang pendidikan kesehatan.
mengikuti kegiatan BKB
4. Evaluasi Proses:
POSYANDU BALITA DAN BKB
a) Pelaksanaan kegiatan dengan jumlah peserta
(PENYULUHAN GIZI SEIMBANG)
yang mengikuti BKB sebanyak 28 orang
 Kelemahan
paa ibu mengikuti kegiatan sampai dengan
Pada saat penyuluhan masih banyak ibu-ibu yang
selesai
datang terlambat
b) Peserta berperan aktif serta saling
memberikan informasi dan penetahuan baru. Kekuatan
 Evaluasi Hasil:
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Penerimaan yang baik dari ibu-ibu serta kader
penyuluhan gizi seimbang berjalan dengan posyandu. Tersedianya tempat, sarana dan prasarana
baik, peserta mendengarkan dan beberapa untuk pelaksanaan penyuluhan yang memperlancar
peserta aktif bertanya. pelaksanaan. Respon positif yang ditunjukan dengan
adanya tanggapan dan tanya jawab dari para ibu
balita..

16
 Peluang
Ibu-ibu dapat memenuhi gizi seimbang untuk para
balitanya. Serta tips dalam pemenuhan gizi
seimbang.

 Tindak Lanjut Kegiatan :


Diharapkan setelah dilakukan penyuluahna tentang
gizi seimbang para ibu dapat memenuhi gizi
balitanya.

4 Domain 8 : Seksualitas  Penyuluhan perilaku Penyuluhan PHBS 1. Penyuluhan PHBS


hidup bersih dan Evaluasi struktur :  Kekuatan
Kelas 3 : Reproduksi sehat 6 langkah cuci
1. Berkordinasi dengan guru SD N 01 Penerimaan yang baik dari pihak sekolah dan PAUD
tangan, etika batuk Kalitinggar Kidul dan guru PAUD AL di desa kalitinggar kidul .
Diagnosa : dan jajanan sehat.
Ishlah mengenai penyuluhan PHBS untuk Tersedianya tempat, sarana dan prasarana untuk
 Penyuluhan SADARI
Perilaku kesehtan  Penyuluhan bahaya usia anak sekolah. pelaksanaan penyuluhan yang memperlancar
cenderung beresiko gedget 2. Kelompok penyuluh dan peserta berada pelaksanaan.
(anak usia sekolah dan  Penyuluhan bahaya pada posisi yang sudah direncanakan.  Respon positif yang ditunjukan dengan adanya
remaja) merokok 3. Tempat dan alat tersedia sesuai tanggapan dan tanya jawab dari peserta penyuluhan.
 Penyuluhan NAPZA perencanaan. Kekurangan
dan narkoba 4. Pre planning telah disetujui. Pada saat pelaksanaan PHBS di SD N 01 Kalitinggar
5. Media dan alat pengajaran telah tersedia. Kidul saat penyuluhan 6 langkah cuci tangan tidak
 Evaluasi Proses : dipraktekan langsung menggunakan air mengalir dan
4. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu sabun dikarenakan waktu yang terbatas sehingga
yang telah direncanakan. hanya mempraktekan menggunakan handrap di ruang
5. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan kelas.
penyuluhan sampai selesai. Peluang
6. Peserta berperan aktif selama kegiatan Siswa-siswai sangat antusias saat diberikan
berjalan. penyuluhan
 Evaluasi Hasil :
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Tindak Lanjut
penyuluhan PHBS Berjalan dengan baik, Untuk pihak sekolah agar menambah tempat cuci
peserta mendengarkan dan beberapa peserta tangan agar mudah dijangkau dan dapat menerapkan

17
aktif serta mampu mendemonstrasikan. perilaku hidup bersih dan sehat.

 BAHAYA MEROKOK Evaluasi struktur Warga Desa


: Siswa-siswi mau menerapkan dalam kehidupan
1. Berkordinasi dengan kader desa mengenai sehari-hari.
penyuluhan bahaya merokok
2. Kelompok penyuluh dan peserta berada Puskesmas
pada posisi yang sudah direncanakan.  Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
3. Tempat dan alat tersedia sesuai kesehatan.
perencanaan.  Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
4. Pre planning telah disetujui. kesehatan
5. Media dan alat pengajaran telah tersedia. 
2. BAHAYA MEROKOK
Kekuatan
 Evaluasi Proses :  Penerimaan yang baik dari bapak-bapak.
1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu Tersedianya tempat, sarana dan prasarana untuk
yang telah direncanakan. pelaksanaan penyuluhan yang memperlancar
2. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan pelaksanaan.
penyuluhan sampai selesai.  Respon positif yang ditunjukan dengan adanya
3. Peserta berperan aktif selama kegiatan tanggapan dan tanya jawab dari bapak-bapak.
berjalan. 
Kelemahan
Pada saat pelaksanaan penyuluhan pada pengajian
 Evaluasi Hasil :
bapak-bapak leaflet yang disebar tidak mencukupi
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan
sejumlah audience sehingga ada beberapa audience
sosialisasi bahaya merokok pada pengajian yang tidak menerima leaflet.
bapak-bapak berjalan dengan baik, peserta
mendengarkan dan beberapa peserta aktif Peluang
bertanya. bapak-bapak sangat antusias saat diberikan
penyuluhan

Tindak Lanjut Kegiatan : Warga Desa


 Warga mau menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

18
 BAHAYA GADGET Evaluasi struktur : Puskesmas
1. Berkordinasi dengan kader desa mengenai Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
penyuluhan bahaya gadget. kesehatan.
2. Kelompok penyuluh dan peserta berada Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
pada posisi yang sudah direncanakan. kesehatan
3. Tempat dan alat tersedia sesuai
perencanaan. 3.BAHAYA GADGET
4. Pre planning telah disetujui.  Kekuatan
5. Media dan alat pengajaran telah tersedia.  Penerimaan yang baik dari audience.
 Tersedianya tempat, sarana dan prasarana untuk
Evaluasi Proses : pelaksanaan penyuluhan yang memperlancar
1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu pelaksanaan.
yang telah direncanakan.  Respon positif yang ditunjukan dengan adanya
2. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan tanggapan dan tanya jawab dari audience.
penyuluhan sampai selesai. 
3. Peserta berperan aktif selama kegiatan  Kelemahan
berjalan. Pada saat pelaksanaan penyuluhan pada pengajian
bapak-bapak leaflet yang disebar tidak mencukupi
Evaluasi Hasil : sejumlah audience sehingga ada beberapa audience
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan yang tidak menerima leaflet.
penyuluhan bahaya gadget berjalan dengan
Peluang
baik, peserta mendengarkan dan beberapa
audience sangat antusias saat diberikan penyuluhan.
peserta aktif bertanya.
4. PENKES SADARI
1. PENKES SADARI
 Evaluasi struktur :  Kekuatan :
1. Berkordinasi dengan kader desa mengenai Lokasi penyuluhan berada di rumah salah satu
penyuluhan SADARI remaja putri desa kalitinggar kidul dengan dihadiri
2. Kelompok penyuluh dan peserta berada oleh remaja pengajian putri sejumlah 20 orang.
pada posisi yang sudah direncanakan.
3. Tempat dan alat tersedia sesuai Kelemahan :
perencanaan. Sebagian remaja putri belum tau tentang SADARI
4. Pre planning telah disetujui.  Peluang :
5. Media dan alat pengajaran telah tersedia. Remaja putri sangat antusias saat diberikan

19
penyuluhan.

 Evaluasi Proses :  Tindak Lanjut Kegiatan :


1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu Warga Desa
yang telah direncanakan.
Remaja putri mau menerapkan SADARI di rumah.
2. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan
penyuluhan sampai selesai. Puskesmas
3. Peserta berperan aktif selama kegiatan
berjalan.  Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
 Evaluasi Hasil : kesehatan.
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
sosialisasi SADARI berjalan dengan baik, kesehatan
peserta mendengarkan dan beberapa peserta
aktif bertanya.
5. PENKES NAPZA
PENKES NAPZA
 Evaluasi struktur :  Kekuatan :
1. Berkordinasi dengan kader desa mengenai Lokasi penyuluhan berada di TPQ Kalitinggar kidul
penyuluhan NAPZA. dengan dihadiri oleh seluruh anak TPQ sejumlah 25
2. Kelompok penyuluh dan peserta berada orang.
pada posisi yang sudah direncanakan.
3. Tempat dan alat tersedia 
sesuai Peluang :
Audience sangat antusias saat diberikan penyuluhan.
perencanaan.
4. Pre planning telah disetujui.  Tindak Lanjut Kegiatan :
5. Media dan alat pengajaran telah tersedia. Warga Desa
 Evaluasi Proses :
1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu Audience mau menerapkan dalam kehidupan sehari-
yang telah direncanakan. hari.
2. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan
Puskesmas
penyuluhan sampai selesai.
 Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
3. Peserta berperan aktif selama kegiatan
kesehatan.
berjalan.
 Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
kesehatan.

20
 Evaluasi Hasil : 6.PENKES BHD
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan
 Kekuatan :
sosialisasi bahaya NAPZA berjalan dengan
Lokasi penyuluhan berada di Balai Desa kalitinggar
baik, peserta mendengarkan dan beberapa
kidul dengan dihadiri oleh masyarakat dan kader
peserta aktif bertanya.
sejumlah 30 orang.
 PENKES BHD  Peluang :
 Evaluasi struktur : Masyarakat dan kader sangat antusias saat diberikan
1. Berkordinasi dengan kader desa mengenai penyuluhan.
penyuluhan tentang BHD
2. Kelompok penyuluh dan peserta berada Tindak Lanjut Kegiatan : Warga Desa
pada posisi yang sudah direncanakan. Masyarakat dan kader mau menerapkan kehidupan
3. Tempat dan alat tersedia sesuai sehari-hari.
perencanaan.
4. Pre planning telah disetujui. Puskesmas
5. Media dan alat pengajaran telah tersedia. Meningkatkan kegiatan promotif dan preventif
 Evaluasi Proses : kesehatan.
1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu Lebih pro aktif dalam pemberian pendidikan
yang telah direncanakan. kesehatan..
2. Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan
penyuluhan sampai selesai.
3. Peserta berperan aktif selama kegiatan
berjalan.
4.
 Evaluasi Hasil :
Secara garis besar pelaksanaan kegiatan
sosialisasi BHD berjalan dengan baik,
peserta mendengarkan dan beberapa peserta
aktif bertanya.

21
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

Praktik keperawatan komunitas yang dilaksanakan mahasiswa Program Pendidikan

Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

merupakan suatu program profesi untuk mengaplikasikan konsep-konsep perawatan

komunitas dengan menggunakan proses keperawatan masyarakat sebagai suatu

pendekatan ilmiah. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan dalam praktik

keperawatan komunitas, yaitu kesehatan lingkungan, , KIA, anak usia sekolah, remaja

dan dewasa, serta kesehatan lansia Pelaksanaan praktik kerja nyata stase komunitas

tersebut tidak meninggalkan konsep proses keperawatan yaitu pengkajian, perencanaan,

intervensi, implementasi dan evaluasi kegiatan yang terstruktur.

Setelah melaksanakan praktek keperawatan komunitas selama 6 minggu, dapat

diambil kesimpulan, antara lain :

1. Mahasiswa dapat menerapkan asuhan keperawatan komunitas pada setiap area

pelayanan kesehatan di komunitas dengan pendekatan proses keperawatan komuitas

dan pengorganisasian komunitas di Desa Klitinggar Kidul .Kecamatan Padamara

Kabupaten Purbalingga

2. Desa Kalitinggar kidul, merupakan salah satu desa di kecamatan Padamara Kabupaten

Purbalingga dengan batas wilayah sebelah utara adalah desa Kalitinggar, sebelah

selatan desa Karang Pule, sebelah timur desa Padamara, sebelah barat desa Silado

Kab. Banyumas. Luas wilayah desa Kalitinggar Kidul 84,247 ha yang terdiri dari

pemukiman penduduk 15,152 ha, tanah sawah 65, 095 ha, fasilitas umum 2,528 ha

dan kolam 1,472 ha. Jarak tempuhke ibukota kecamatan +1 km dan jarak ke ibukota

kabupaten +6 km. Jumlah penduduk jiwa penduduk laki-laki dan 902 jiwa perempuan

22
dengan kepadatanpenduduk 30 juta jiwa/km², jumlah rumah tangga 602 KK dan rata-

rata anggotanya 3 jiwa. Pada bulan Desember 2018 jumlah bayi tota 19 orang dan

jumlahanak usia 1-5 tahun 96 orang. Sebagian besar warga di desa Kalitinggar kidul

untuk laki laki sebagai petani dan perempuan sebagai pegawai di pt untuk membuat

bulu mata .

3. Berdasarkan pengkajian komunitas yang dilakukan di Desa Karangnangka Kecamatan

Bukateja Kabupaten Purbalingga, dapat diambil 4 diagnosa, yaitu :

a) Ketidakefektifan Pemeliharan Kesehatan (Lingkungan)


b) Meningkatkan manajemen kesehatan diri
c) Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan (bayi/balita)
d) Perilaku kesehatan cenderung beresiko (anak Usia sekolah ,Remaja dan Dewasa)
4. Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi masalah kesehatan yang terjadi di Desa

Kalitinggar Kidul adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan

pentingnya hidup sehat melalui kegiatan pendidikan kesehatan masalah sampah dan

pengelolaannya, pendidikan kesehatan tentang jamban sehat, pelatihan senam lansia,

pendidikan kesehatan tentang penyakit hipertensi, pengecekan asam urat, diabetes dan

kolesterol, penyuluhan PEB pada ibu hamil, penyuluhan gizi seimbang pada balita,

penyuluhan KB, senam ibu hamil, pendidikan kesehatan bagi anak sekolah tentang

jajanan sehat dan PHBS, penyuluhan bahaya merokok, penyuluhan bahaya gadget,

penyuluhan narkoba dan merokok, penyuluhan sadari dan pelatihan bantuan hidup

dasar

5. Semua permasalahan kesehatan yang ditemukan dapat diselesaikan dengan baik

menggunakan strategi pendidikan kesehatan, kerjasama, proses kelompok dan

pemberdayaan masyarakat di Desa Kalitinggar Kidul Kecamatan Padamara

Kabupaten Purbalingga.

23
B. Saran

Kesehatan masyarakat atau komunitas akan terwujud secara maksimal apabila

didukung dari sumber daya masyarakat, kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat,

dukungan petugas kesehatan setempat, dan tersedianya sub sistem lain yang mendukung.

Maka dari itu, kami merekomendasikan beberapa saran, yaitu:

1. Bagi masyarakat

 Partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan terutama di bidang kesehatan

untuk menjaga kesinambungan semua kegiatan yang ada dalam rangka

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin.

 Partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat

dan menjaga kebersihan lingkungan agar terbebas dari dampak apa saja yang bisa

ditimbulkan.

2. Bagi Puskesmas dan desa

 Untuk berkesinambungan semua kegiatan di bidang kesehatan diharapkan

dukungan dari pihak Desa Kalitinggar Kidul dalam pengadaan sarana dan

prasarana, serta dukungan dan supervisi dari Puskesmas Padamara atau puskesmas

pembantu untuk memantau kegiatan kesehatan yang di lakukan warga Desa

Kalitinggar Kidul agar semua kegiatan berjalan lancar dan berkesinambungan

sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

 Tetap memberikan informasi terbaru terkait masalah yang ditemukan dimasyarakat

dan mengevaluasi masalah yang ditemukan baik jangka pendek maupun jangka

panjang.

3. Bagi mahasiswa dan institusi pendidikan keperawatan

 Dapat lebih memantapkan penggunaan proses keperawatan dalam pemecahan

masalah keperawatan komunitas.

24
 Kegiatan praktek keperawatan komunitas yang telah dilaksanakan perlu di

tindaklanjuti oleh mahasiswa angkatan berikutnya untuk mempertahankan dan

mengoptimalkan hal-hal yang telah dicapai serta menindaklanjuti hal-hal yang

belum tercapai.

25
SUMMARY KASUS KEPERAWATAN KELUARGA
1. Nama Mahasiswa : Avi Mugi Lestari
Nim : 1811040065
Diagnosa pasiennya: Keluarga Bapak B dengan masalah kesehatan hipertensi
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai hipertensi
2) Cara diet bagi penderita hipertensi
Evaluasinya
1) Ibu S dan keluarga mengetahui tentang hipertensi
2) Ibu S dan keluarga mengetahui cara diet bagi penderita hipertensi
2. Nama Mahasiswa : Indri Suci Lestari
Nim : 1811040056
Diagnosa pasiennya: Keluarga Tn. S dengan masalah kesehatan hipertensi
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai hipertensi
2) Menjelaskan cara diet bagi penderita hipertensi
Evaluasinya
1) Tn. S dan keluarga menjadi tahu apa itu hipertensi
2) Tn. S dan keluarga menjadi tahu bagaimana diet bagi orang yang terkena hipertensi
3. Nama Mahasiswa : Fatchul Laela Apriliani Pratiwi
Nim :1811040027
Diagnosa pasiennya: Keluarga tn.T dengan masalah kesehatan kolesterol
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai kolesterol,
2) Cara menurunkan kolesterol dengan buah apel/jus apel
Evaluasinya
1) Ny.S dan keluarga mengetahui tentang kolesterol
2) Ny.S dan keluarga dapat memahami cara menurunkan kolesterol dengan buah
apel/dapat membuat jus apel
4. Nama: Maherda Dian Fitronella
Nim: 1811040102
Diagnosa pasiennya: keluarga Tn.A dengan masalah ketidakmampuan menjadi orangtua
Tindakan pas ujian yang dilakukan:

26
1) Penyuluhan KIA
2) Demonstrasi memandikan bayi
Evaluasinya
1) Pasien memahami tentang KIA
2) Pasien memahami cara memandikan bayi, tetapi masih belum berani memandikan
bayinya sendiri
5. Nama : Dhimas Anggit Prasetyo
Nim : 1811040075
Diagnosa pasiennya: Keluarga Tn. S dengan masalah kesehatan asam urat
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai asam urat
2) Cara mengurangi pegal-pegal akibat asam urat dengan senam ergonomic
Evaluasinya
1) Tn. S dan keluarga menjadi tahu apa itu asam urat
2) Tn. S dan keluarga menjadi tahu bagaimana cara mengurangi pegal ketika terkena
asam urat
6. Nama : Wiwik Dwiyani
Nim : 1811040068
Diagnosa pasiennya: Keluarga Ny. S dengan masalah gizi kurang
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai gizi seimbang
2) Cara megatasi masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada anak
Evaluasinya
1) Ny. S dan keluarga menjadi tahu apa itu gizi seimbang
2) Ny. S dan keluarga menjadi tahu bagaimana cara megatasi masalah kekurangan dan
kelebihan gizi pada anak.
7. Nama : Alfika Nindi Gunawan
Nim : 1811040052
Diagnosa pasiennya: Keluarga Tn. R dengan masalah kolesterol
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai kolesterol
2) Cara menurunkan kolesterol dengan jus sehat anti kolestrol
Evaluasinya
1) Tn. R dan keluarga menjadi tahu apa itu kolesterol

27
2) Tn. R dan keluarga menjadi tahu bagaimana cara menurunkan kolesterol dengan jus
sehat anti kolestrol
8. Nama : Yosi Prichatin
Nim : 1811040016
Diagnosa pasiennya: Keluarga Ny. R dengan masalah stunting.
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
3) Pendidikan kesehatan mengenai tumbuh kembang anak
4) Cara mengatasi agar pertumbuhan anak tidak terlambat
Evaluasinya
3) Ny. R dan keluarga menjadi tahu apa itu tumbuh kembang anak
4) Ny. R dan keluarga menjadi tahu bagaimana cara mengatasi agar pertumbuhan anak
tidak terlambat.
9. Nama : Madiya Luhur Inandiya
Nim : 1811040037
Diagnosa pasiennya: Keluarga Ny. S dengan masalah hipertensi
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai hipertensi
2) Cara untuk menormalkan tekanan darah mengajarkan senam hipertensi
Evaluasinya
1) Ny.S dan keluarga menjadi tahu apa itu hipertensi
2) Ny.S dan keluarga menjadi tahu bagaimana cara untuk menormalkan tekanan darah
mengajarkan senam hipertensi.
10. Nama : Rista Dian Ningsih
Nim : 1811040017
Diagnosa pasiennya: Keluarga An.R dengan masalah ketidakefektifan manajemen
kesehatan keluarga
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
3) Pendidikan kesehatan mengenai cuci tangan
4) Keluarga mampu mengetahui cara 6 langkah cuci tangan yang baik dan bener
Evaluasinya
3) Ny.S dan keluarga menjadi tahu apa itu hipertensi
4) Ny.S dan keluarga menjadi tahu bagaimana cara 6 langkah cuci tangan yang baik dan
bener.

28
11. Nama : Danu Biyan Redista
Nim : 18110400122
Diagnosa pasiennya: Keluarga Tn.A dengan masalah ketidakefektifan manajemen
kesehatan keluarga
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
1) Pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok
2) Keluarga mendemonstrasikan alat peraga bahaya merokok
Evaluasinya
1) Tn.A dan keluarga menjadi tahu apa itu bahaya merokok
2) Tn.A dan keluarga mengetahui kandungan apa saja yang ada pada rokok.
12. Nama : Cahya Nung Hayati
Nim : 18110400084
Diagnosa pasiennya: Keluarga Sdr.N dengan masalah tonsiloparingitis
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
3) Pendidikan kesehatan mengenai penyakit tonsiloparingitis
4) Keluarga mendemonstrasikan pembuatan obat herbal untuk tonsiloparingitis dengan
menggunakan kecap dengan jeruk nipis
Evaluasinya
3) Sdr.N dan keluarga mengetahui tentang penyakit tonsiloparingitis
4) Sdr.N dan keluarga mau mencoba obat herbal dari kecap dan jeruk nipis
13. Nama : Andik Primayoga
Nim : 18110400080
Diagnosa pasiennya: Keluarga Sdr.A dengan masalah asma
Tindakan pas ujian yang dilakukan:
5) Pendidikan kesehatan mengenai penyakit asma
6) Cara penanganan agar tidak mengalami sesak nafas
Evaluasinya
5) Sdr.A dan keluarga mengetahui tentang penyakit asma
6) Sdr.A dan keluarga mengetahui penanganan agar tidak mengalami sesak nafas

29
LAMPIRAN
1. Lampiran kegiatan KIA

Gambar 1.1. PHBS gosok gigi di PAUD

Gambar 1.2. PHBS 6 langkah cuci tangan di PAUD

Gambar 1.3. Penyuluhan KB di kelas balita

23
Gambar 1.4. Penyuluhan Pre Eklamsi Berat di kelas ibu hamil

Gambar 1.5. Penyuluhan gizi pada anak di posyandu balita


2. Lampiran kegiatan Lansia

Gambar 2.1. Penyuluhan senam anti hipertensi di posyandu lansia

24
3. Lampiran kegiatan Remaja

Gambar 3.1. Penyuluhan gadget di TPQ

Gambar 3.2. Penyuluhan narkoba, gadget dan merokok di TPQ

Gambar 3.3. Penyuluhan SADARI di Pengajian Remaja

25
4. Lampiran kegiatan kesehatan lingkungan

Gambar 4.1. Penyuluhan bahaya sampah di Pengajian yasinan rutin bapak-bapak


5. Lampiran kegiatan kesehatan anak sekolah

26