Anda di halaman 1dari 4

1

Laboratorium Klinik Bedah dan Radiologi Seminar: Bedah Kasus Mandiri


Fakultas Kedokteran Hewan Tanggal: 23 Mei 2019
Universitas Syiah Kuala

NEFROTOMI NIR JAHITAN PADA ANJING LOKAL (Canis domesticus)

Nama : Try Kartika Dewi S.KH


NPM : 1702101020178
Pembimbing : Drh. Razali, M.P

PENDAHULUAN Nefrotomi adalah suatu tindakan


pembedahan yang dilakukan untuk
mengeluarkan batu ataupun cacing ginjal
Latar Belakang (Dioctophyma renale), dimana belum
Ginjal merupakan suatu organ terjadi kelemahan fungsi ginjal yang
yang mempunyai peranan penting dalam lanjut. Setelah dilakukan pengeluaran batu
tubuh, yang secara anatomi terdiri dari atau cacing ginjal, kedua tepi irisan pada
dua organ kecil yang terletak pada sisi-sisi ginjal dipertautkan dengan dua lapis
abdomen antara tulang rusuk kedua belas jahitan, yaitu bagian korteks ginjal
dan tulang belakang lumbal ketiga. Ginjal menggunakan pola matras terputus dan
kanan terletak lebih rendah dari pada pada bagian kapsula ginjal dijahit dengan
ginjal kiri karena hati menekannya ke pola simple continous (Batubara,2008).
bawah (Reeves., dkk, 2001). Nefrotomi dengan menggunakan
Ginjal terdiri dari kapsul ginjal, jahitan, menyebabkan terjadinya efek
cortex renalis, medula renalis. Cortex samping yaitu dapat menimbulkan
renalis merupakan bagian luar interior nekrosis iskemik atau terbentuknya
kapsul ginjal dan berwarna pucat dan jaringan parut pada ginjal setelah
memiliki permukaan bintik-bintik kecil. kesembuhan. Nefrotomi Nir Jahitan
Medulla renalis adalah bagian pusat dan dilakukan dengan mengurangi trauma
biasanya disebut dengan Pyramid ginjal yang berlebihan pada jaringan ginjal
(Reeves., dkk, 2001). akibat jahitan (Anonimus, 2007).
Tindakan pembedahan atau
nefrotomi dengan mengiris ginjal mulai Tujuan
tepi lateral pada bagian curvatura Untuk mengetahui pengertian,
mayor sampai mencapai pelvis indikasi, teknik dan prosedur operasi
renalis akan melibatkan beberapa bagian (sebelum, selama dan setelah operasi)
dari ginjal yang ikut teriris, termaksud di nefrotomi.
dalamnya nefron. Nefron merupakan unit
fungsional dasar dari ginjal, setiap nefron
berkemampuan untuk membuat urin. Manfaat
Adanya kerusakan dari nefron dapat Menambah wawasan dan
menurunkan fungsi ginjal dalam memperdalam ilmu terkait indikasi, teknik
pembentukan urin (Price dan Lorraine, dan prosedur (sebelum, selama dan setelah
1992). operasi) nefrotomi.
2

pencukuran rambut bagian yang dioperasi


MATERI DAN METODE OPERASI sebelum hewan dibedah.

Tempat dan Waktu Persiapan Ruangan dan Alat Operasi


Operasi nefrotomi dilaksanakan Perlengkapan pada ruang operasi,
pada tanggal 23 Maret 2019 di meliputi lampu, meja operasi, benang,
Laboratorium Klinik Bedah dan Radiologi jarum. Ruang operasi, meja dan alat-alat
Rumah Sakit Hewan Pendidikan Prof. Dr. dibersihkan dan didesinfeksi dengan
Noerjanto Fakultas Kedokteran Hewan, desinfektan. Dilakukan fumigasi dengan
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. formalin dan KMNO4 dengan
perbandingan 1:2 dan dibiarkan selama 15
Alat dan Bahan menit.
Alat-alat yang digunakan, antara Alat dicuci dengan air sabun,
lain Steteoskop, Silet/ scalpel, Dook steril, dibilas dengan air hangat sampai bersih,
Scalpel, pinset serurgis, pinset anatomis, kemudian dibilas lagi dengan desinfektan,
Allis forceps, Hemoestatic Forceps, setelah itu dikeringkan dengan lap bersih,
Needle holder , Needle, Sharp-Sharp, dan dimasukkan kedalam sterilisator
Sharp-Blunt, Doek Clamp, Spuit, Infus 121OC selama 30 menit.
Set, Tampon, Perlengkapan alat bedah
steril (baju bedah, sarung tangan, masker, Persiapan Operator dan Co-Operator
dan topi bedah). Operator dan Co-Operator harus
Bahan-bahan yang digunakan, dalam keadaan aseptis dan steril selama
antara lain Benang safil 2,0 USP, benang operasi. tangan dicuci dengan sabun,
silk 2,0 USP, alkohol 70%, iodium 3 %, kemudian disikat dari ujung kuku keatas,
preanastesi (Atropine sulfat 0,025%), kemudian dibilas sampai bersih, dan
anastesi (Ketamin 10%, Xylazine 2%), disemprot alkohol 70%. Selama operasi,
Penstrep, dan tampon steril, Amoxicillin operator dan co-operator menggunakan
(dosis 10 mg/kg BB), Meloxicam (dosis sarung tangan, masker, pakaian operasi,
0,2 mg/kg BB), vitamin B-komplek, dan tutup kepala, serta memakai masker
vitamin C, vitamin K, Bioplasenton, untuk meminimalkan kontaminasi.
larutan NaCl fisiologis NaCl 0,9%.
Premedikasi dan Anastesi
Premedikasi yang digunakan
Persiapan Pra Operasi adalah atropin sulfat dengan dosis 0,02-
Persiapan Pasien 0,04 mg/kg BB secara subkutan.
Hewan yang digunakan adalah Kemudian ±10 menit dilanjutkan dengan
anjing lokal (canis domesticus), berjenis pemberian dosis ketamin 10-40 mg/kgBB,
kelamin betina bernama Bedul dengan dosis xylazin 2-3 mg/kgBB secara
umur ±6 bulan dengan berat badan 4 kg. intramuskular. Setelah pemberian
Sebelum operasi, anjing terlebih dahulu anestesi, frekuensi pernafasan dan
dilakukan pemeriksaan fisik dan frekuensi detak jantung diperiksa setiap 5
pemeriksaan darah, serta dipuasakan 8-12 menit sekali sampai pembedahan selesai
jam dengan tujuan mengosongkan usus (Tilley dan smith, 2000).
dan menghindari terjadinya vomitus Kombinasi anastesi dilakukan
akibat pemberian anastesi. Hewan karena efek kerja yang antagonis atau
sebaiknya dimandikan terlebih sehari berlawanan, sehingga efek buruk yang
sebelum operasi dan dilakukan ditimbulkan berkurang. Ketamin
mempunyai sifat analgesik yang sangat
3

baik, namun menyebabkan terjadinya 5. Kedua tepi irisan ditarik ke depan


depresi pernafasan dan tidak memberikan dan ke belakang sampai mencapai
pengaruh relaksasi pada muskulus ginjal, kemudian ginjal dipisahkan
(Hellebrekers dan Hedenqvist, 2011). dari ruang retroperitoneal menuju
ke tempat irisan dengan tangan
Premedikasi : menggunakan Allis forceps.
Atropine sulfat = BB x dosis/kg BB 6. Ginjal dipisahkan dari jaringan
Sediaan (mg/ml) sekitarnya dengan hati-hati dan
= 4 x 0,02 mg/kg BB diangkat dari ruang
0,25 mg/ml retroperitoneal. Lemak diluar
= 0,08 mg/kg BB ginjal yang berlebihan dipisahkan.
0,25 mg/ml 7. Arteri renalis dibendung sementara
= 0,32 ml dengan menggunakan tekanan
dengan dua jari tangan (tekanan
Anastesi umum : digital) untuk menghindari
Ketamin 10% = BB x dosis/kg BB terjadinya perdarahan pada waktu
Sediaan (mg/ml) dilakukan irisan pada parenkim
= 4 x 20 mg/kg BB ginjal.
100 mg/ml 8. Ginjal diiris pada tepi lateral yaitu
= 80 mg/kg BB pada bagian cuvatura major terus
100 mg/ml menuju korteks dan medulla untuk
= 0,8 ml mencapai pelvis renalis. Irisan
pada ginjal dilakukan secukupnya
Xylazin 2% = BB x dosis/kg BB sampai ginjal terbuka menjadi dua
Sediaan (mg/ml) bagian dan pelvis renalis terlihat
= 4 x 2 mg/kg BB dengan jelas.
20 mg/ml 9. Ginjal ditutup kembali dengan cara
= 8 mg/kg BB melekatkan kedua bagian ginjal
20 mg/ml yang telah teriris dengan
= 0,4 ml menggunakan kedua tangan
selama 7-10 menit terhitung
dimulai saat dilepaskannya
Teknik Operasi tekanan sementara pada arteri
1. Hewan yang telah dianastesi, renalis.
diletakkan di atas meja operasi 10. Ginjal dibersihkan dari berkuan
dengan posisi Lateral recumbency. darah dengan pembilasan
2. Pencukuran bulu daerah flank menggunakan larutan NaCl
sebelah kiri sampai bersih. fisiologis secukupnya dan
3. Desinfeksi dengan alkohol 70% dikembalikan pada tempat semula.
dan iodium tinktur 3% serta 11. Peritoneum dengan contonuous
dipasangi drapping dengan suture dengan pola jahitan locking
menggunakan Dook steril pada stick menggunakan benang safil
daerah operasi. 2,0 USP .
4. Dilakukan incisi 2 cm dari coxae 12. Musculus dan fascia dijahit
13. Incisi dibuat sejajar tulang contonuous suture dengan pola
rusuk terakhir dengan jahitan locking stick menggunakan
menggunakan scalpel benang safil 2,0 USP ..
4

13. Kulit dijahit dengan menggunakan DAFTAR PUSTAKA


pola simple interrupted
menggunakan benang silk. Anonimous. 2007. Diakses 15 Mei 2019.
14. Daerah sayatan disemprotkan http://www.jvetunud.com/archives/35
penstrep, luka irisan pada kulit Batubara,I. 2008. Nefrotomi Nir Jahitan
yang telah dijahit diolesi Iodium pada Anjing Lokal. Laporan Kasus
tincture 3% dan bioplasenton. Bedah. Banda Aceh.
15. Bekas luka operasi pada kulit Hellebrekers dan Hedenqvist. 2011.
setiap hari diolesi dengan Handbook of Laboratory Animal
bioplasenton sampai benang Science. 3rd ED. United State of
jahitan dibuka sesudah operasi. America.
Price,A.S. dan
W.M.Lorraine.1992. Pathophysiology
Perawatan Pasca Operasi Clinical Concepts of Desease
1. Hewan pasca operasi ditempatkan Processses 4th ed. Mosby Year
dalam kandang yang bersih dan BookInc, London.
kering. Reeves. J.C dan Gayle R.R.L.
2. Luka operasi dikontrol 2001. Keperawatan Medical
kebersihannya dan diperiksa Bedah. Salemba Medika. Jakarta.
secara kontinyu selama 4-6 hari. Tilley, L.P and Smith F.W.K. 2000. The
Selama seminggu hewan diberikan 5-Minute Veterinary Consult, Canine
antibiotik, antiinflamasi dan and Feline. Lipincoot Williams and
vitamin secara per oral. Wilkins
3. Luka jahitan diperiksa setiap hari
dan diolesi salep bioplasenton pagi
dan sore.

4. Jahitan dapat dibuka setelah bekas


operasi kering dan benar-benar
telah tertutup

R/ Amoxicillin 400 mg
Vitamin C 2 tablet
m.f. pulv da in caps no. X
s b dd 1 caps
Paraf

R/ Meloxicam
Vitamin B 2 tablet
f. pulv da in caps no. V
s 1 dd 1 caps
Paraf

R/ Bioplasenton salf 1 tube


SUE
Paraf