Anda di halaman 1dari 31

PERENCANAAN REM TROMOL

HONDA BEAT 110cc

( Tugas Elemen Mesin I )

Oleh
RIFKY ZULFANDI
NPM. 16321038

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG
2018
Scanned by CamScanner
i

KATA PENGANTAR

Asslamu’alaikum wr, wb.

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas limpah rahmat dan

hidayahnya, sehingga penulisan tugas Perencanaan Elemen Mesin I ini dapat

terselesaikan.

Tugas elemen mesin I ini merupakan salah satu syarat yang harus dikerjakan

oleh setiap Mahasiswa jika ingin mengambil Tugas Perencanaan Elemen Mesin II,

serta merupakan syarat Mahasiswa jika ingin mengambil Tugas Kerja Praktik.

Perencanaan Elemen Mesin I yang penyusun kerjakan berjudul “Perencanaan

Rem Tromol Pada Honda BEAT 110cc”

Dalam penyusunaan Perencanaan Elemen Mesin I ini, penyusun melihat masih

banyak kekurangan di banyak hal, untuk itu penyusun mohon saran dan kritik agar

dalam penyusunan Perencanaan Elemen Mesin ataupun tugas-tugas berikutnya

dapat lebih baik lagi.

Akhir kata semoga Tugas Perencanaan Elemen Mesin I ini dapat bermanfaat

bagi kita semua, Amiiin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Bandar Lampung, 8 Maret 2019

Rifky Zulfandi
ii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Pada kesempatan ini penyusun ingin mengcapkan terima kasih kepada


semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Tugas Perencanaan Elemen
Mesin I :

1. Bapak Ir. Indra Surya, M.T, selaku Kepala Perogram Studi Teknik

Mesin Universitas Bandar Lampung.

2. Bapak Ir. Muhammad Zein, M.T, selaku Dosen Pembimbing

Perencanaan ini.

3. Kedua Orang Tua serta keluarga yang telah memberi dukungan dan

semangat sehingga tugas Perencanaan Elemen Mesin I ini dapat

terselesaikan dengan baik.

4. Seluruh rekan-rekan Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin.

5. Serta pihak-pihak yang telah terlibat dalam penyelesaian Tugas

Perencanaan Elemen Mesin I ini.


iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR ............................................................................. i

UCAPAN TRIMAKASIH ..................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR .............................................................................. v

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 1

1.3 Batasan Masalah ..................................................................... 2

1.4 Tujuan Perencanaan ................................................................ 2

1.5 Metode Penulisan ................................................................... 2

1.6 Sistematika Penulisan ............................................................. 3

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Rem ... .................................................................. 4

2.2 Klasifikasi Rem ...................................................................... 5

2.2.1 Rem Cakram .................................................................. 5

2.2.2 Rem Tromol................................................................... 7

2.2.3 Rem Blok Tunggal ......................................................... 9

2.2.4 Rem Blok Ganda .......................................................... 11

2.2.5 Rem Pita ...................................................................... 13

2.3 Komponen Rem Tromol ....................................................... 14

2.3.1 Drum Rem / Tromol Rem ............................................ 14


iv

2.3.2 Break Shoes / Sepatu Rem ........................................... 15

2.3.3 Kampas Rem................................................................ 15

2.3.4 Tuas Penggerak ............................................................ 15

2.3.5 Return Spring ............................................................... 15

2.3.6 Pivot pin ...................................................................... 16

2.3.7 Tuas Penghubung ......................................................... 16

2.3.8 Pedal / Tuas Rem ......................................................... 16

BAB III PERENCANAAN

3.1 Data Perencanaan ................................................................. 17

3.2 Perhitungan .......................................................................... 17

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan .......................................................................... 21

4.2 Saran .................................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
v

DAFTAR GAMBAR

2.1 Rem Cakram .................................................................................... 6

2.2 Notasi untuk rem cakram ................................................................ 6

2.3 Foto rem tromol ............................................................................... 7

2.4 gambar macam – macam rem rem tromol ...................................... 8

2.5 a. gambar sepatu rem berengsel ..................................................... 9

b. gambar sepatu rem mengambang ............................................... 9

2.6 gambar rem blok tuggal ................................................................. 10

2.7 gambar macam-macam rem blok tunggal .................................... 10

2.8 Rem Balok Ganda .......................................................................... 11

2.9 Notasi untuk rem blok ganda ........................................................ 12

2.10 Rem pita (Tunggal) ...................................................................... 13

2.11 Macam – macam rem pita ........................................................... 13


a) Macam deferensial ................................................................... 13
b) Untuk putaran dalam dua arah ............................................... 13
c) Untuk putaran dalam dua arah ............................................... 13
2.12 Komponen-komponen Remt romol ............................................. 14
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, kendaraan merupakan sarana terpenting


dalam sistem transportasi dan sangat dibutuhkan. Ide pengembangan sarana
transportasi yang kian berkembang, menunjukkan suatu bukti nyata dengan
adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada sarana transportasi tersebut.
Kendaraan yang dulunya bersifat klasik dimana mengandalkan tenaga hewan,
kini telah berubah menjadi modern yang lebih mengandalkan tenaga mekanik
atau mesin.
Motor sebagai salah satu sarana transportasi yang kerap dipakai oleh
semua masyarakat, memiliki kelebihan Diantaranya adalah dapat mengangkut
beban, dapat dipakai menempuh perjalanan yang jauh, memiliki konstruksi
yang kokoh dan stabil serta kelebihan-kelebihan yang lainnya
Namun kadang kala kita selalu dihadapkan pada masalah-masalah teknis.
Hal ini membuktikan bahwa motor tersebut yang terdiri dari berbagai macam
elemen mesin memegang peranan yang sangat penting, salah satu elemen
mesin diantaranya adalah Rem.
Oleh karena itu, pada tugas perancangan ini penulis tertarik untuk
membahas lebih jauh tentang Rem, yaitu “REM TROMOL PADA HONDA
BEAT 110cc”

1.2 Rumusan masalah

Rem yang di teliti dan digunakan adalah rem tromol, yang terletak pada
piringan yang tetap (tidak ikut berputar bersama roda). Yang berfungsi untuk
memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Pada pengoprasian di setiap
kendaraan sering di jumpai permasalahan yaitu terjadi bunyi pada saat
pengereman atau pedal terlalu keras untuk kembali ke posisi semula (serat).
2

Akibat permasalahan tersebut akan dapat merusak kampas maupun sepatu


rem dan bahkan bisa terjadi macet pada kendaraan ketika sedang dalam
perjalanan. Hasil dari pengereman rem tromol tidak terlalu pakem karena
hanya menggunakan system gesekan bukan cengkraman (cakram).

1.3 Batasan Masalah


Dalam penulisan perancangan ini, penulis hanya membahas tentang :
1. Pengertian dan jenis – jenis Rem,
2. Cara kerja Rem,
3. Perhitungan Rem Tromol.

1.4 Tuuan Perencanaan

Tujuan dari penulisan perancangan ini adalah antara lain :

1. Mengerti tentang pengertian dan macam-macam Rem.


2. Memahami jenis Rem Tromol yang di gunakan pada Motor Honda Beat
110cc
3. Memahami rumus-rumus perhitungan dalam merencanakan Rem

1.5 Metode Penulisan

Ada dua metode yang diterapkan dalam penulisan, yaitu :

1. Study perpustakaan

Study perpustakaan meliputi pengumpulan bahan-bahan dari beberapa


buku dan catatan kuliah.

2. Observasi lapangan

Observasi lapangan merupakan pengumpulan data-data dengan survey


langsung kelapangan yakni pada bengkel motor terdekat dengan bantuan
para mekanik bengkelnya dan orang-orang yang paham tentang rem.
3

1.6 Sistematika Penulisan


Sistematika yang digunakan dalam penulisan perancangan tugas elemen
mesin ini adalah :
BAB I : Pendahuluan
Bab ini berisikan tentang latar belakang perancangan, tujuan
penulisan, batasan masalah, metode penulisan, dan sistematika
penulisan.
BAB II : Landasan Teori
Bab ini menjelaskan teori-teori tentang rem, seperti pengertian rem,
gambar-gambar rem, dan lain-lain.
BAB III : Perencanaan
Bab ini menguraikan perhitungan yang berkaitan tentang rem.
BAB IV : Kesimpulan dan saran
Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran dari keseluruhan
tugas perancangan ini.
4

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Rem

Rem adalah elemen penting pada sebuah kendaraan yang berfungsi untuk
mengurangi dan atau menghentikan laju kendaraan. Sejalan dengan
pengembangan mesin penggeraknya, saat ini kendaraan dapat bergerak sangat
cepat sehingga memerlukan rem yang juga makin baik. Pada tahun 1902
Louis Renault menemukan rem jenis drum yang bekerja dengan sistim
gesek untuk kendaraan. Peralatan utama rem gesek ini terdiri dari drum
dan penggesek. Drum dipasang pada sumbu roda, sedang penggesek pada
bagian bodi kendaraan dan didudukkan pada mekanisme yang dapat menekan
drum. Ketika kedaraan bergerak, maka drum berputar sesuai putaran roda.
Pengereman dilakukan dengan cara menekan penggesek pada permukaan
drum sehingga terjadi pengurangan energi kinetic (kecepatan) yang
diubah menjadi energi panas pada bidang yang bergesekan. 1

Hingga saat ini, rem utama kendaraan yang dikembangkan masih


menggunakan sistim gesek sebagaimana ditemukan pertama kali.
Pengembangan dilakukan pada mekanisme untuk meningkatkan gaya dan
mode penekanan serta sifat material permukaan gesek yang tahan terhadap
tekanan dan temperatur tinggi.

Pada umumnya bahan material gesek yang digunakan adalah jenis


asbestos atau logam hasil sinter dengan bahan induk besi atau tembaga.
Koefisien gesek asbestos lebih baik tetapi kurang tahan terhadap tekanan.

1
http://eprints.undip.ac.id/41654/4/BAB_II.pdf
5

Sebaliknya logam sinter koefisien geseknya lebih kecil tetapi tahan terhadap
tekanan dan temperatur tinggi

2.2 Klasifikasi rem

Fungsi utama rem adalah menghentikan putaran poros, dan juga


mencegah putaran yang tidak di kehendaki, seperti yang telak di kemukakan
di muka. Efek pengereman secara mekanis diperoleh dengan gesekan, dan
secara listrik dengan serbuk magnit, arus pusar, fasa yang dibalik atau
penukaran kutup dan lain lain. 2

Rem gesekan dapat di klasifikasi lebih lanjut atas :

1. Rem Cakram
2. Rem Tromol
3. Rem blok tunggal
4. Rem blok ganda
5. Rem pita
Dan beberapa macam lainnya.

2.2.1 Rem Cakram

Rem cakram terdiri atas sebuah cakram dari baja yang dijepit oleh
lapisan rem dari kedua sisinya pada waktu pengereman (gambar 2.1).
Rem ini mempunyai sifat-sifat yang baik seperti mudah di kendalikan,
pengereman yang stabil, radisi panas yang baik, dan lain sebagainya.,
sehingga sangat banyak dipakai untuk roda depan. Adapun kelemahan
adalah umur lapisan yang pendek, serta ukuran silinder rem yang besar
pada roda.3

2
Hal. 77 dasar perencanaan dan pemilihan elemen mesin, oleh Ir.Sularso. MSME.
3
Ibid Hal. 90.
6

Gambar 2.1 Rem Cakram

4
Gambar 2.2 Notasi untuk rem cakram

Jika lambang-lambang seperti diperlihatkan dalam gambar 2.2 dipakai,


maka momen rem T1 (kg.mm) dari satu sisi cakram adalah

𝑇1 = 𝜇𝐹𝐾1 𝑅𝑚

Dimana 𝜇 adalah koefisien gesek lapisan, F (kg) adalah hasil perkalian


antara luas piston atau silinder roda Aw (cm2) dan tekanan minyak Pw
(kg/cm2), sedangkan K1 dan Rm dihitung dari rumus :

2∅ 𝑅1 𝑅2
𝐾1 = [1 − ]
3 sin(∅⁄2) (𝑅1 + 𝑅2 )2

𝑅1 + 𝑅2
𝑅𝑚 =
2

4
Ibid Hal. 91.
7

Perhitungan ini dilakukan untuk membuat keausan lapisan yang


seragam baik di dekat poros maupun diluar, dengan jalan mengusahakan
tekanan kontak yang merata.

2.2.2 Rem Tromol

Rem tromol adalah jenis rem yang menggunakan drum atau tromol
yang memiliki bidang lebih besar. System rem tromol banyak di
gunakan pada mobil-mobil berukuran besar seperti bus dan truk. Selain
mobil, rem tromol juga sering di gunakan pada rem belakang sepeda
motor. Tromol rem (brake drum) pada umumnya dibuat dari besi tuang
(cast iron).
Tromol rem ini dipasang hanya diberi sedikit renggangan dengan
sepatu rem dan tromol yang berputar bersama roda. Bila rem ditekan
maka kanvas rem akan menekan terhadap permukaan dalam tromol,
mengakibatkan terjadinya gesekan dan menimbulkan panas pada tromol
hingga 200 – 300oC. karena itu, untuk mencegah tromol ini terlalu
panas ada semacam tromol yang di sekeliling bagian luarnya di beri
sirif, dan ada pula yang dibuat dari paduan alumunium yang mempunyai
daya hantar panas yang tinggi. Permukaan tromol rem dapat menjadi
tergores atau cacat, tetapi hal ini dapat diperbaiki dengan jalan
membubut bila goresan itu tidak terlalu dalam. 5

Gambar 2.3 Foto rem tromol

5
Ibid.Hal.84
8

Biasanya, jenis seperti yang diperlihatkan dalam gambar


2.4 (a) adalah yang terbanyak dipakai, yaitu yang memakai sepatu depan
dan belakang.

Pada rem jenis ini, meskipun roda berputar dalam arah yang
berlawanan, gaya rem tetap besarnya. Rem dalam gambar 2.4 (b)
memakai dua sepatu depan, dimana gaya rem dalam satu arah putaran
jauh lebih besar dari pada dalam arah berlawanan. Juga terdapat jenis
yang diperlihatkan dalam gambar 2.4 (c), yang disebut duo-servo.6

2.4 gambar macam – macam rem rem tromol

Dalam hal sepatu rem seperti yang diperlihatkan dalam gambar 2.5
(a), disebut sepatu berengsel, dan sepatu yang menggelinding pada suatu
permukaan seperti dalam gambar 2.5 (b), disebut sepatu mengambang.
Jenis yang terdahulu memerlukan ketelitian yang lebih tinggi dalam
pembuatannya. Untuk merencanakan rem drum. Pada umumnya
perhitungan yang sederhana dapat diikuti untuk memperoleh ukuran
bagian-bagian yang bersangkutan serta gaya untuk menekan sepatu. Rem
drum dikenal juga sebagai rem sepatu dalam, yang biasanya diterapkan
pada kendaraan. Rem drum ini dibuat dalam berbagai tipe dengan tujuan
masing-masing. 7

6
https://id.scribd.com/document/376706880/analisis-rem-tromol-belakang-honda-vario.
7
Ibid Hal. 85.
9

2.5 a. gambar sepatu rem berengsel, b. gambar sepatu rem mengambang

Keuntungan memakai rem drum adalah dapat menghasilkan gaya


yang besar ntuk ukuran yang kecil dan umur lapisan rem yang panjang.
Blok rem disebut dengan sepatu rem. Gaya rem tergantung pada letak
engsel sepatu rem dan gaya yang diberikan agar sepatu bergesekan
dengan dinding rem serta arah putaran roda.8

2.2.3 Rem Blok Tunggal

Rem blok macam ini yang paling sederhana terdiri dari satu blok rem
yang di tekan terhadap drum rem. Seperti di perlihatkan pada gambar
2.6. biasanya pada blok rem tersebut pada permukaan geseknya
dipasang lapisan rem atau bahan gesek yang dapat diganti bila telah aus.
Dalam gambar 2.7 (a), jika gaya tekan balok terhadap drum adalah 𝑄
(kg), koefisien gesek adalah µ, dan gaya gesek yang di tumbulkan pada
rem adalah 𝑓 (kg), maka
𝑓 = 𝜇𝑄

Moment T yang diserap oleh drum rem adalah

𝑇 = 𝑓. (𝐷/2)𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑇 = 𝜇𝑄. (𝐷/2)

Jika panjang tuas rem adalah 𝑙1 , jarak engsel tuas sampai garis kerja
𝑄 adalah 𝑙1 , dan gaya yang diberikan kepada tuas adalah F, dan jika
gaya f melalui engsel tuas, maka dari keseimbangan momen,

8
Ibid Hal. 85.
10

2.6 gambar rem blok tuggal

2.7 gambar macam-macam rem blok tunggal

Dalam gambar 2.7 (a), jika gaya tekan blok terhadap drum adalah
Q(kg) , koefisien gesek adalah μ, dan gaya gesek yang ditimbulkan pada
rem adalah f(kg), maka

f = μQ

momen T yang diserap oleh drum adalah

T = f (D/2) atau T = μQ(D/2)

Jika panjang tuas rem l1, jarak engsel tuas sampai garis kerja Q adalah l2,
dan gaya yang diberikan kepada tuas adalah F, dan jika garis kerja gaya f
melalui engsel tuas, maka dari keseimbangan momen,

Ql2 – Fl1= 0

𝑙2 𝑓𝑙2
F = Q𝑙1=μ𝑙1
11

Dalam hal pelayanan manual, besarnya gaya F kurang lebih 15


sampai 20 (kg). gaya tekan pada blok rem dapat diperbesar dengan
memperpanjang l1 9.

Suatu hal yang kurang menguntungkan pada rem blok tunggal adalah
gaya tekan yang bekerja dalam satu arah saja pada drum, sehingga pada
poros timbul momen lentur serta gaya tambahan pada bantalan yang
tidak dikehendaki. Demikian pula untuk pelayanan manual jika
diperlukan gaya pengereman yang besar, tuas perlu dibuat sangat
panjang sehingga kurang ringkas. Karena alasan-alasan inilah maka rem
blok tunggal tidak banyak dipakai pada mesin-mesin yang memerlukan
pengereman yang besar

2.2.4 Rem Blok Ganda

Kekurangan rem blok tunggal yang hanya mendapat gaya tekan


dalam satu arah saja menimbulkan momen lentur yang besar pada poros
serta gaya tambahan pada bantalan., dapat diatasi jika dipakai dua blok
rem yang menekan drum dari dua arah yang berlawanan baik dari
sebelah dalam atau dari luar drum.

Gambar 2.8 Rem Balok Ganda

Rem blok ganda sering digunakan pada mekanisme pengangkat,


pemindahan dan pemutaran crane yang berbeda dengan rem blok
tunggal. Rem blok ganda tidak menimbulkan defleksi pada poros rem.
Penjepit dan crane yang digerakan listrik hampir selalu didesign dengan
rem balok ganda. Rem digerakan oleh pemberat dan dilepaskan oleh
electromagnet, akibatnya pengereman permanen hanya bekerja bila
electromagnet. Biasanya rangkaian listriknya dibuat saling mengun ci
antara motor dan magnet sehingga secara otomatis menghasilkan aksi
pengereman aksi pengereman walaupun motor berhenti secara
mendadak.

9
Ibid Hal. 77.
12

Pengoperasian rem dengan pemberat yang dipasang pada tuas rem


mempunyai kelemahan yaitu setelah arus diputuskan dan pemberatnya
jatuh, pemberat ini akan bergetar bersama dengan tangkainya,
menurunkan dan menaikkan tekanan sepatu roda dan akan mengubah
besarnya momen gaya pengereman. Perubahan secara periodik pada
momen gaya pengereman ini merupakan fenomena yang tidak
dikehendaki pada mekanisme pemindah.
Karena dipakai dua buah blok rem, maka momen T yang diserap
oleh rem dapat dinyatakan dengan rumus-rumus dibawah ini, dengan
catatan bahwa besarnya gaya rem dari kedua blok harus sama atau
hampir sama. Dalam gambar 2.9, jika masing-masing gaya rem adalah f
dan f”, dan gaya pada tuas adalah Q dan Q’, Maka
F ≈ f’;Q =Q’
T = f x (D/2) + f’ x (D/2) ≈ fD
Atau
T = μQ(D/2) + μQ(D/2) ≈ μQD

Gambar 2.9 Notasi untuk rem blok ganda

Didalam gambar 2.9, tuas A ditumpu oleh piston B dari silinder


numatik. Jika udara tekan di B dibuang ke atmosfir, A akan jatuh karena
pemberat F. dengan demikian B akan tertarik kebawah dan memutar tuas
C (disebut engkol bel). Gerakan ini akan menarik D dan E kekanan, dan
mendorong E kekiri.

Disini dianggap bahwa gaya Q yang dikenakan dari drum pada E adalah
sama dengan gaya Q’ pada E’,
Q dapat dihitung dengan perbandingan tuas sebagai berikut,
𝑎+𝑎 ′ 𝑐 𝑒+𝑐 ′
Q=Fx 𝑥 𝑐′ 𝑥
𝑎′ 𝑒′
13

Momen rem T (kg.mm) dapat dari rumus diatas, dan daya rem PB (kW)
dapat dihitung dari putaran drum rem 𝑛1 (𝑟𝑝𝑚),
𝑇𝑛1
𝑃𝐵 =
9,74 𝑥 103
Perhitungan kapasitas rem dan blok rem adalah sama seperti rem blok
tunggal.10

2.2.5 Rem Pita

Rem pita pada dasarnya terdiri dari sebuah pita baja yang disebelah
dalamnya dilapisi dengan bahan gesek, drum rem dan tuas. Gaya rem
akan timbul bila pita dikaitkan pada drum dengan gaya tarik pada kedua
ujung pita tersebut. Salah satu atau kedua pita dikaitkan pada tuas.

Gambar 2.10 Rem pita (Tunggal)

Rem pita mempunyai beberapa keuntungan seperti luas lapisan


permukaan dapat dibuat besar, pembuatan mudah, pemasangan tidak
sukar, gaya rem besar dalam dalam keadaan berhenti. Tetapi karena
sukar dikendalikan re mini tidak cocok untuk putaran tinggi, karena pita
dapat mengalami putus. Rem camacam ini dipandang tidak cocok untuk
alat-alat pengangkut manusia, rem pita banyak dipakai untuk Derek.
Rem sebuah Derek untuk menghentikan putaran drum penggulung kabel
dan mencegah beban turun sendiri11

Gambar 2.11 Macam – macam rem pita

10
Ibid Hal. 83.
11
Ibid Hal. 94.
14

(a) Macam deferensial


(b) Untuk putaran dalam dua arah
(c) Untuk putaran dalam dua arah

2.3 Komponen Rem Tromol

Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas jenis-jenis rem. Kali


ini kita akan membahas komponen rem tromol pada sepeda motor. Beberapa
nama komponen rem tromol beserta fungsinya adalah

2.12 Komponen-komponen Remt romol

2.3.1 Drum Break / Tromol Rem

Drum brake atau tromol rem terletak tengah-tengah roda motor,


itulah mengapa rem tromol sepeda motor sanggup menghemat
pemakaian ruang pada ban belakang sepeda motor.

Fungsinya untuk media ukiran supaya gaya putar pada roda


sanggup dihentikan. Tromol rem terbuat dari metal padat yang tahan
terhadap panas. Sehingga ketika bergesekan dengan kampas rem, akan
menjadikan perlambatan pada putaran roda.
15

2.3.2 Break Shoes / Sepatu Rem

Brake shoe berfungsi sebagai daerah penemlelan kampas rem.


Kampas rem rem tromol berbeda dengan kampas rem piringan atau
cakram. Kampas rem ini berbentuk persegi panjang yang melengkung
Biasanya, sepatu rem sudah dijual dalam satu unit dengan kampas
rem, sehingga ketika akan melaksanakan penggantian kampas rem
otomatis brake shoe juga ikut diganti.
Hal ini berbeda pada sistem rem tromol bus, pada bus dan truck
sepatu rem tidak diganti. Hanya kampas rem yang diganti memakai
proses pengelingan.

2.3.3 Kampas Rem

Kampas rem ialah materi semi organik yang dipakai sebagai media
gesek bersama tromol rem. Kampas rem terbuat dari materi organik dan
keramik supaya sanggup bertahan pada suhu tinggi dan tidak melukai
tromol rem.
Bahan penyusun kampas rem akan terkikis selama proses
pengereman terus berlangsung. Untuk itu dalam kurun waktu tertentu
kampas rem sanggup habuis dan perlu penggantian.
Lamanya penggantian tergantung ketahanan kampas rem dan
materi penyusunya, untuk mengenal lebih detail perihal kampas rem,
sanggup baca bahan-bahan penyusun kampas rem.

2.3.4 Tuas Penggerak

Tuas penggagas rem akan menggerakan sepatu rem untuk menekan


tromol rem ketika pedal rem ditekan. Tuas rem bekerja secara mekanik
melalui sebuah cam yang terletak di ujung tuas penggerak.
Saat tuas pemggerak rem bekerja, cam akan mendorong sepatu rem
untuk menekan drum brake.

2.3.5 Return Spring

Return spring atau pegas pengembali terletak didalam sistem rem


tromol diantara dua buah sepatu rem. Pegas ini berfungsi untuk
mengembalikan posisi sepatu rem sehabis rem digunakan
Pegas ini akan menarik sepatu rem supaya renggang dengan tromol,
sehingga roda sanggup kembali berputar.
16

2.3.6 Pivot Pin


Pivot pin terletak dipangkal sepatu rem yang fungsinya sebagai
center sepatu rem. Pivot pin akan menjaga sepatu rem di area pangkal
supaya sanggup bergerak membuka dan menutup.

2.3.7 Tuas Penghubung

Tuas penghubung ini terletak diluar sistem utama rem tromol,


komponen ini berupa batang besi yang menghubungkan tuas penggagas
rem dengan pedal rem. Tuas penghubung ada pada sistem rem tromol
motor versi pedal injak.

Sedangkan pada motor matic yang memakai tuas rem tangan,


memakai kabel kawat untuk menghubungkan tuas dengan batang
penggagas rem.

Diujung tuas penggagas biasanya dilengkapi dengan adjusting screw


yang berfungsi untuk menyesuaikan ketinggian rem.

2.3.8 Pedal / Tuas Rem

Pedal rem ialah komponen input yang berfungsi sebagai daerah


pengguna untuk mengaktifkan sistem pengereman. Pedal rem ada dua
macam, pedal rem injak yang ada pada sepeda motor belibis dan pedal
rem tipe tuas yang ada pada motor matic. Meski berbeda tapi
mempunyai fungsi yang sama saja.

Untuk rem tromol pada kendaraan beroda empat yang mengusung


sistem hidraulik, tidak lagi memakai batang penggerak. Komponen ini
digantikan dengan master cylinder, alasannya ialah sudah berteknologi
hidrolis. Pada mobil, keempat rem dikendalikan dalam satu pedal
sehingga baik rem cakram didepan maupun rem tromol belakang akan
aktif bersama.
Master cylinder bekerja dengan mengkonversi tekanan fluida
menjadi energi mekanik untuk menggerakan sepatu rem. Sementara pada
rem tromol truk atau bus yang memakai sistem rem angin, penggunaan
batang penggagas kembali digunakan. Namun mempunyai cam
berbentuk S (S cam).12

12
https://motoranmu.blogspot.com/2018/05/8-komponen-rem-tromol-sepeda-motor.html
17

BAB III

PERHITUNGAN

3.1 Data Perencanaan

Data yangdiperoleh dari hasil pengukuran adalah sebagai berikut:

1. Berat Seluruh Kendaraan (𝑊) = 251,6𝐾𝑔

2. Diameter Ban Efektif (𝐷) = 570𝑚𝑚

3. Diameter Dalam Drum (𝑑) = 125𝑚𝑚

4. Kecepatan Saat Melakukan Pengereman Hingga Berhenti

(𝑣) = 30,5 𝑚/𝑠

5. Jarak Pengereman Hingga Berhenti (𝑆) = 21𝑚

6. 𝑒 = 51.5 𝑚𝑚

7. 𝑏 = 49.25 𝑚𝑚

8. 𝑎 = 100 𝑚𝑚

9. Berat Depan 𝑊𝐵 =154 Kg

10. Jarak Sumbu Roda (𝐿) = 1246 𝑚𝑚

11. Tinggi Titik Berat (ℎ) = 440 𝑚𝑚

3.2 Perhitungan

1. Mencari gaya yang diperlukan untuk rem (𝑓) = (𝐾𝑔)

𝑊𝑣 2 𝑓
=( )×𝑠×𝑛
2𝑔 𝐷

Keterangan :

𝑊 : Berat total kendaraan (𝐾𝑔)


18

𝑣 : Kecepatan sepeda motor saat melakukan pengereman hingga

berhenti (𝑚/𝑠)

𝑚
𝑔 : Gaya gravitasi (9.8 𝑠 2)

𝐷 : Diameter Ban Efektif (𝑚𝑚)

𝑆 : Jarak pengereman hingga berhenti (𝑚)

𝑛 : Jumlah roda (2)

𝑊𝑣 2 𝑓
=( )×𝑠×𝑛
2𝑔 𝐷

251,6(30,5)2 𝑓
=( ) × 21 × 2
2 × 9.8 570

11,941 = 𝑓 × 0.07368421

11,941
𝑓=
0.07368421

𝑓 = 162.05 𝑘𝑔

2. Menentukan gaya yang diperlukan untuk tiap-tiap sepatu

a. Sepatu depan (𝑓𝑙 ) = (𝐹)

𝑓𝑙
−𝐹 × 𝛼 − 𝑓𝑙 × 𝑒 + ( ) × 𝑏 = 0
𝜇

𝑓𝑙
−𝐹 × 100 − 𝑓𝑙 × 51.5 + ( ) × 49.25 = 0
0.45
19

100
𝑓𝑙 = 𝐹 = 1.725 𝐹
57.94

b. Sepatu Belakang (𝑓𝑡 )

𝑓𝑡
𝐹 × 𝛼 − 𝑓𝑡 × 𝑒 − ( ) × 𝑏 = 0
𝜇

𝑓𝑙
−𝐹 × 100 − 𝑓𝑙 × 51.5 − ( ) × 49.25 = 0
0.45

100
𝑓𝑡 = 𝐹 = 0.62 𝐹
160.94

3. Mnentukan Gaya Pada Permukaaan (𝐹) (𝑓) = 𝑓𝑙 +

𝑓𝑡

Di mana :

𝑓𝑙 =Gaya sepatu depan

𝑓𝑡 = Gaya sepatu belakang

𝑓 = 𝑓𝑙 + 𝑓𝑡

Atau

1.725 𝐹 + 0.62 𝐹 = 2107975.234 𝐾𝑔

2.345 𝐹 = 162.05 𝐾𝑔

𝐹 = 69,10 𝐾𝑔
20

4. Menentukan perlambatan (𝛼 ′ )
𝛼 ′ = 𝑒𝑔

Di mana :

𝑒 = tetapan (0.5)

𝑔 = Gravitasi (9.8m/s2)

𝛼 ′ = 𝑒𝑔

𝛼 ′ = 0.5 × 9.8

𝛼 ′ = 4,9 𝑚/𝑠 2

5. Menentukan beban dinamis (𝑊𝑑𝐷 )

𝑊𝑑𝐷 = 𝑊 + 𝑊. 𝑒(ℎ/𝐿)

𝑊𝐷 = Beban Depan (Kg)

𝑊 = Berat Total

𝑒 = Tetapan 0.5

ℎ = Tinggi Titik Berat (mm)

𝐿= Jarak Sumbu Roda (mm)

𝑊𝑑𝐷 = 𝑊 + 𝑊. 𝑒(ℎ/𝐿)

𝑊𝑑𝐷 = 251.5 + 251.6 × 0,5(440/1246)

𝑊𝑑𝐷 = 251.5 + 251.5 × 0,5(0.353)

𝑊𝑑𝐷 = 295,90 𝑘𝑔
21

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan-perhitungan diatas telah di dapat, data sebagai

bahan perencanaan rem tromol yaitu :

1. Perencanaan Sepatu Rem

Data yang di ambil dari metode perencanaan di dapat sebagai

berikut :

r (pusat ke kanvas) = 54 mm = 0.054m

a (pusat ke pin) = 43 mm = 0.043 m

b (muka kanvas) = 25 mm = 0.025 m

c (jarak antar gaya dan pin) = 86 mm = 0.086 m

2. Perencanaan Pegas

d (diameter kawat) = 1 mm

D (diameterpegas) = (8-1)mm=7mm

3. hasil perhitungan

1. Gaya yang diperlukan untuk rem (𝑓) = 162.05 (𝐾𝑔)

2. Gaya yang diperlukan untuk tiap-tiap sepatu:

Sepatu depan (𝑓𝑙 ) = 1.725 (𝐹)

Sepatu Belakang (𝑓𝑡 ) = 0.62 (𝐹)

3. Gaya Pada Permukaaan (𝐹 ) = 69,10 𝐾𝑔


22

4. Perlambatan (𝛼 ′ ) = 4,9 𝑚/𝑠 2

Beban dinamis (𝑊𝑑𝐷 ) = 295,90 𝑘𝑔

4.2 Saran.
Disini penulis mempunyai saran bagi pembaca dan teman-teman, bahwa
untuk merencanakan suatu komponen atau elemen mesin diperlukan ketelitian,
kesabaran, dan keuletan dalam mengolah data, sehingga di dapat hasil yang
optimal di dalam perencanaan tersebut, serta menghasilkan efektif kerja dan
efisiensi kerja semaksimal mungkin. Semoga saran ini dapat dijadikan acuan
dan dorongan bagi pembaca dan teman-teman yang ingin merencanakan
sebuah elemen mesin untuk memenuhi tugas perencanaan yang ada di Jurusan
Teknik Mesin, dan semoga tugas perencanaan yang sederhana ini dapat
berguna bagi kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA

https://motoranmu.blogspot.com/2018/05/8-komponen-rem-tromol-sepeda-
motor.html

https://id.scribd.com/docu

Sularso, dan Kiyokatsu Suga. (1997). Dasar perencanaan dan pemilihan


elemen mesin. Cetakan kesembilan Jakarta : Pradnya Paramita

https://id.scribd.com/document/376706880/analisis-rem-tromol-belakang-honda-
vario

http://eprints.undip.ac.id/41654/4/BAB_II.pdf
Scanned by CamScanner