Anda di halaman 1dari 6

Daryanto.2014.

pendekatan pembelajaran saintifik kurikulum

2013.yogyakarta:Gava Media.

(Hal 35)

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok,

siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai

5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Model pembelajaran

kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok kelompok kecil

dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa untuk

bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman

sebayanya, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu

dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang

lain.

Pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang

menekankan pada keaktifan siswa dalam kelompok kecil, mempelajari materi

pelajaran dan mengerjakan tugas. Model pembelajaran ini memanfaatkan bantuan

siswa lain untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran, karena

terkadang siswa lebih paham akan hal yang disampaikan temannya daripada guru

serta bahasa yang digunakan siswa kadang lebih mudah dipahami oleh siswa lainnya.

Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah memberikan kesempatan kepada

siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dalam kegiatan belajar.

Kelompok siswa tersebut harus saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas

kelompoknya.

(Hal 36-37)
Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi dimana

keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.

Tujuan :

(a)Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuannya

dalam memecahkan masalah secara rasional (b) mengembangkan sikap sosial dan semangat

gotong royong dalam kehidupan (c)mendinamiskan kelompok dalam belajar sehingga setiap

kelompok merasa dirinya bagian dari kelompok yang bertanggung jawab (d)

mengembangkan kemampuan kemampuan kepemimpinan pada setiap anak.

Buku Daryanto

(Hal 51)

Pembelajaran dengan pendekatan saintifikasi adalah proses pembelajaran yang dirancang

sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip

melalui tahapan tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan

masalah),merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis,mengumpulkan data

dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan

konsep, hukum atau prinsip yang "ditemukan". Pendekatan saintifikasi dimaksudkan untuk

untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai

materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja,kapan

saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru.

Penerapan pendekatan saintifikasi dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses

seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan dan

menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan
tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya

siswa atau semakin tingginya kelas siswa.

Hal 52

Metodel saintifik sangat relevan dengan 3 teori belajara yaitu teori bruner, teori piaget dan

teori vugotsky. Teori belajar bruner dsebut juga dengan teori belajar penemuan. Ada empat

hal pokok berkaitan dengan teori belajar bruber(dalam carin & sund ,1975). Pertama,

individu hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannnya.

Kedua ,dengan melakukan proses-proses kognitif dalam proses penemuan, siswa akan

memperoleh sensadi dan kepuasan intelektual yang merupakn suatu penghargaan intristik.

Ketiga, satu satunya cara agar seseorang dapat mmepelajari teknik-teknik dalam melakukan

penemuan adalah ia memiliki kesempatan unutk penemuan. Keempat, dengan melakukan

penemuan maka akan memperkuat retensi ingatan. Empat hal diatas adalah bersesuaian

dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan metode saintifik.

(Hal 54)

Pembelajaran dengan metode saintifikasi memiliki karakteristik sebagai berikut:

1)berpusat pada siswa

2)melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip

3)melibatkan proses proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan

intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa

4)dapat mengembangkan karakter siswa

(Hal 54)
Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifikasi didasarkan pada keunggulan pendekatan

tersebut. Beberapa tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifikasi adalah:

1)untuk meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi

siswa

2) untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara

sistematis

3)terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu

kebutuhan

4)diperolehnya hasil belajar yang tinggi

5)untuk melatih siswa dalam mengkomunikasikan ide ide, khususnya dalam menulis artikel

ilmiah

6) untuk mengembangkan karakter siswa

(Hal 55)

Pendekatan saintifikasi disebut sebagai pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran dapat

dipadamkan dengan suatu proses ilmiah. Karena itu kurikulum 2013 mengamanatkan esensi

pendekatan saintifikasi dalam pembelajaran.

(Hal 56)

Penggunaan pendekatan saintifikasi dalam pembelajaran harus dipandu dengan kaidah

pendekatan ilmiah. Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran,

penemuan,pengabsahanan dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian proses


pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai nilai,prinsip prinsip, atau kriteria

ilmiah.

(Hal 58- 59)

Beberapa prinsip pendekatan saintifikasi dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut

1)pembelajaran berpusat pada siswa

2)pembelajaran membentuk student self concept

3)perlmbelajaran terhindar dari herbalisme

4)pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan

mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip

5) pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa

6) pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru

7) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi

8)adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam

struktur kognitifnya.

(Hal 59)

Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan

menggunakan pendekatan ilmiah (saintifikasi). Langkah langkah pendekatan ilmiah

(scientific appoach) dalam proses pembelajaran meliputi menggali informasi melalui


pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data

atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan , dan

mencipta.

Observing Questioning Associating Experiental Networking


(Mengamati (Menanya) (Menalar) (Mencoba) (Membentuk jejaring)