Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PSIKIATRI

Nama Dokter Muda : Dwitri Ramadhana Dirizky P2688A

Nama Penguji : Dr.dr. Amel Yanis, Sp.KJ (K)

BAGIAN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2019
1. Jumlah volume urin di kandung kemih untuk mentrigger buang air kecil :
Keinginan untuk berkemih timbul bila volume kandung kemih sekitar 150cc dan rasa
penuh timbul pada pengisian sekitar 400cc1
2. Istilah untuk orang yang berbohong lalu jika orang lain mempercayainya, ia
semakin bersemangat untuk bercerita:
Konfabulasi: pengisian kekosongan memori secara tidak sadar dengan pengalaman
yang dibayangkan atau bukan yang sebenarnya yang dipercayai oleh seseorang namun
hal tersebut tidak sesuai kenyataan 2
3. Cara penghentian THP:
Trihexylphenidyl (THP) merupakan suatu antikolinergik sentral yang berguna untuk
mengatasi ekstrapiramidal sindrom seperti sindrom parkinson yang disebabkan obat
antipsikosis terutama antipsikosis konvensional seperti haloperidol. Penggunaan obat
antiparkinson dianjurkan tidak lebih dari 3 bulan karena akan menimbulkan risiko
atropine toxic syndrome. Sebelum pemberian THP, penurunan dosis antipsikosis dapat
dipertimbangkan, jika pengurangan dosis tidak mengurangi gejala EPS maka dapat
diberikan THP.3
Penghentian THP secara mendadak maka tubuh akan memerlukan waktu untuk
penyesuaian. Dosis spesifik sesuai dengan kebutuhan pasien. THP diberikan dengan
dosis rendah pada awal dan ditingkatkan secara bertahap dengan melihat kondisi klinis
dan adanya kejadian toleransi. THP diberikan 1 mg sampai 4 mg 2 kali sampai 3 kali
sehari dan dosis tidak lebih dari 15 mg sehari. Dosis dinaikkan sampai diperoleh hasil
yang diharapkan. THP diberikan empat sampai delapan minggu, dan coba diturunkan
untuk melihat apakah pasien masih membutuhkan. Obat dihentikan secara perlahan
selama satu sampai dua minggu. Pemberian obat triheksifenidil bersama dengan obat
triheksifenidil bersama dengan obat antipsikotik untuk mencegah munculnya EPS
harus diawasi dengan melakukan evaluasi ulang tiap tiga bulan dengan mengurangi
dosis triheksifenidil dengan mengurangi dosis triheksifenidil tersebut sampai hilang.
Bila timbul EPS akibat pengurangan dosis triheksifenidil, dosis dikembalikan ke dosis
terapi dan tiap enam bulan dievaluasi ulang.4,5
DAFTAR PUSTAKA

1. Ganong, WF. Fungsi Ginjal dan Miksi. Fisiologi Kedokteran, edisi 20. Jakarta: EGC.
2002, p671-99
2. Kaplan, HI, Saddock, BJ, Grabb JA. Tanda dan Gejala Penyakit Psikiatrik. Kaplan-
Sadock Sinopsis Psikiatri, edisi 7. Tangerang: Bina Rupa Aksara. 2010, p452-66
3. Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Jakarta: Bagian
Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya; 2001
4. Swayami IGAV. Aspek Biologi Triheksifinidil di Bidang Psikiatri. Medicina. 2014;
45:88-92
5. Wijono R, Nasrun MW, Charles ED. Gambaran dan Karakteristik Penggunaan
Triheksifenidil pada Pasien yang Mendapat Terapi Antipsikotik. J Indon Med Assoc.
2013; 63(1): 14-20