Anda di halaman 1dari 20

Critical Journal Review

“Rancang Bangun Sistem Deteksi Dan Pengaman Kebocoran Gas Berbasis


Algoritma Bahasa C Dengan Menggunakan Sensor MQ-6”

OLEH

Nama / Nim :

Aldy Saputra/ 5183230008

Dosen : Amirhud Dalimunthe,S.T.,M.Kom

Nama Mata Kuliah : Dasar Komputer dan Pemrograman

Program Studi : Teknik Elektro (S-1)

Semester/TA : 1 / 2018-2019

1
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas “Critical Jurnal
Review Dasar Komputer Dan Pemrograman” dengan tepat waktu meskipun masih
banyak terdapat kekurangan. Dan juga penulis berterima kasih pada Bapak
Amirhud Dalimunthe, ST, M.Kom selaku dosen mata kuliah dasar komputer dan
pemrograman di Unimed yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.

Penulis sangat berharap tugas ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.

Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran
yang membangun.

Medan, 13 Desember 2018

Penulis
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................


DAFTAR ISI ............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................

A. Latar belakang .................................................................................................


B. Tujuan ..............................................................................................................
C. Manfaat ...........................................................................................................
BAB II RINGKASAN JURNAL........................................................................................

A. Identitas Jurnal ................................................................................................

B. Ringkasan Isi Jurnal........................................................................................

1. Pendahuluan ...........................................................................................
2. Kajian Teori .............................................................................................
3. Metodologi Penelitian ............................................................................
4. Pembahasan .............................................................................................
5. Kesimpulan dan Saran ...........................................................................

BAB III PEMBAHASAN .....................................................................................................

A. Relevansi Antara Topik Jurnal Dengan Materi Perkuliahan ...................


B. Pembahasan Pada Bagian Pendahuluan .....................................................
C. Pembahasan pada bagian kajian teori .........................................................
D. Pembahasan pada bagian metodologi penelitian ......................................
E. Kesesuaian pada bagian pembahasan .........................................................
F. Pembahasan pada bagian kesimpulan ........................................................
G. Kelebihan dan Kekurangan jurnal ...............................................................
1. Kelebihan .................................................................................................
2. Kekurangan .............................................................................................

BAB IV PENUTUP ...............................................................................................................


A. Kesimpulan......................................................................................................
B. Saran .................................................................................................................
4

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bagi dunia pendidikan jurnal merupakan suatu hal yang tidak asing lagi didengar,
jurnal sendiri berkembang setiap waktu dan bersifat actual sesuai dengan
permasalahan yang berkembang di dalam masyarakat. Oleh karena itu jurnal dapat
dibuat menjadi sumber refrensi dan tolak ukur dalam penyelesaian karya ilmiah.

Oleh karena itu kita penting mengetahui apa itu jurnal dengan lebih mendalam lagi
melalui suatu penugasan yang disebut dengan critical jurnal review. Dalam
kegiatan ini saya akan menelaah suatu jurnal yang berjudul RANCANG BANGUN
SISTEM DETEKSI DAN PENGAMAN KEBOCORAN GAS BERBASIS
ALGORITMA BAHASA C DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR MQ-6 dengan
alasan pemilihan jurnal tersebut ialah karena masih sering terjadinya musibah yang
diakibatkan oleh kebocoran gas LPG, dengan cara melihat stuktur dari jurnal yang
sudah ada, kemudian kita melihat isi dari jurnalnya,lalu kritik

Jika hal ini dilakukan kedepannya pengetahuan dalam melihat perkembangan dan
kualitas jurnal juga akan semakin dimengerti lebih baik lagi.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui tujuan penulisan jurnal
2. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam jurnal tersebut.
3. Untuk menetahui hasil dari penelitian jurnal tersebut.
4. Untuk mengetahui simpulan dalam jurnal tersebut.

C. Manfaat
1) Bagi Penulis :
5

 Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Komputer Dan


Pemrograman
 Melatih Kemampuan Penulis Dalam Mengkritisi Suatu Jurnal.
 Menumbuhkan Pola Pikir Kreatif

2) Bagi Pembaca :
Untuk Menambah Pengetahuan Dan Wawasan Mengenai Sistem Deteksi
Dan Pengaman Kebocoran Pada Gas LPG.
6

BAB II
RINGKASAN JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL

Judul Jurnal : RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI DAN PENGAMAN


KEBOCORAN GAS BERBASIS ALGORITMA BAHASA C
DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR MQ-6
Penulis : Adi Wiyono1, Ajat Sudrajat1, Fitri Rahmah1, Ucuk `
Darusalam2
Asal Penulis : 1Program Studi Teknik Fisika Universitas Nasional, Jakarta,
Indonesia
2Program Studi Teknik Informatika Universitas Nasional, Jakarta,
Indonesia
Penerbit : KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan
Komputer)
e-ISSN : 2597-4645

p-ISSN : 2597-4610

B. RINGKASAN ISI JURNAL

1. PENDAHULUAN

Di era globalisasi sekarang ini, penggunaan bahan bakar gas telah semakin meluas,
baik dalam bidang industri, rumah tangga, maupun bidang transportasi. Hampir di
seluruh penjuru dunia, bahan bakar gas sudah digunakan untuk menopang
kehidupan sehari-hari. Masyarakat Indonesia sendiri telah beralih dari penggunaan
bahan bakar minyak ke bahan bakar gas. Salah satu bahan bakar gas yang sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ialah Liquified Petroleum Gasses (LPG). Gas
LPG telah dipergunakan secara umum hampir diseluruh lapisan golongan
7

masyarakat, khususnya penggunaan memasak dalam rumah tangga. Berbagai


alasan yang mendasari untuk beralih dari minyak tanah ke gas LPG diantaranya
karena kelangkaan minyak tanah, pemakaian gas LPG yang lebih hemat dibanding
minyak tanah, serta kemudahan dalam penggunaannya.

Peranan gas LPG pada saat ini sangatlah penting bagi bagi kehidupan manusia.
Namun disaat yang bersamaan, dibalik penggunaan gas LPG yang semakin besar-
besaran, mulai muncul berbagai masalah. Gas LPG mempunyai dampak negatif
terhadap manusia bahkan dapat menimbulkan potensi bahaya ledakan dan
kebakaran. Dari data yang berdasarkan survey yang telah dilakukan oleh Badan
Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia dari tahun 2007 sampai Juni
2010 disebutkan bahwa terdapat sebanyak 95 kasus ledakan tabung gas dengan
rincian sebanyak 22 korban jiwa dan 131 korban luka-luka [1]. Banyak faktor yang
dapat menyebabkan bocornya tabung Gas LPG, diantaranya dalam pemasangan
regulator yang tidak tepat, cincin penyekat (seal) tabung yang berkualitas buruk,
regulator non Standar Nasional Indonesia (SNI) yang belum teruji kelayakannya,
sobeknya selang Gas yang dikarenakan hewan seperti tikus, serta kualitas tabung
LPG itu sendiri yang tanpa disadari dapat menyebabkan kebocoran Gas [2].

Mengingat cukup besarnya kerugian yang dapat ditimbulkan dari kebocoran gas
LPG maka dibutuhkan solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut. Solusi yang
dapat dilakukan adalah membangun sistem pengaman kebocoran gas LPG.
Makalah ini menjelaskan perancangan sistem yang mampu melakukan deteksi dan
pengamanan saat terjadi kebocoran gas LPG. Sistem yang dibangun berfungsi
sebagai peringatan dini dan pengaman untuk mencegah terjadinya kebakaran atau
ledakan akibat ketidaktahuan pemilik saat terjadi kebocoran tabung gas LPG.

Sistem deteksi kebocoran gas dirancang menggunakan sensor MQ-6. Hasil keluaran
sensor kemudian diolah menggunakan mikrokontroler jenis Arduino UNO berbasis
algoritma Bahasa C. Selanjutnya peringatan dini dikirimkan melalui pesan tanda
bahaya menggunakan buzzer untuk mengeluarkan alarm bahaya dan modul GSM
SIM800L untuk langsung mengirimkan pesan kepada user yang telah ditentukan.
8

Selain itu terdapat sistem pengaman kebocoran gas LPG melalui aktivasi automatic
shutoff valve yang digerakkan oleh motor servo untuk menutup katup regulator.

2. KAJIAN TEORI

LPG merupakan bahan bakar berupa gas yang yang diperoleh dari proses distilasi
bertekanan tinggi. Fraksi yang digunakan sebagai umpan dapat berasal dari
beberapa sumber yaitu dari Gas alam maupun Gas hasil dari pengolahan minyak
bumi (Light End). Liquefied Petroleum Gas (LPG) terdiri dari unsur karbon dan
hidrogen yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan komponen utama C3 dan
C4. Komposisi LPG tersebut terdiri dari senyawa propana (C3H8), propylene atau
propena (C3H6), butana (C4H10), butylene atau butena (C4H8), dan sejumlah kecil
ethana (C2H6), ethylena (C2H4), dan penthana (C5H12) [3].

LPG digunakan sebagai bahan bakar untuk rumah tangga dan industri. Kebutuhan
akan LPG semakin meningkat dari tahun ketahun karena termasuk bahan bakar
yang ramah lingkungan. Sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, LPG
harus memenuhi beberapa persyaratan khusus dengan tujuan agar aman dipakai
dalam arti tidak membahayakan bagi pemakai dan tidak merusak peralatan yang
digunakan serta efisien dalam pemakaiannya.

Oleh sebab itu untuk menjaga faktor keselamatan, LPG dimasukan ke dalam tabung
yang tahan terhadap tekanan yang terbuat dari besi baja dan dilengkapi dengan
suatu pengatur tekanan. Disamping itu untuk mendeteksi terjadinya kebocoran
LPG, maka LPG sebelum dipasarkan terlebih dahulu ditambahkan zat pembau
(odor) sehingga apabila terjadi kebocoran segera dapat diketahui. Pembau yang
ditambahkan harus melarut sempurna dalam LPG dan tidak boleh mengendap.

Sifat LPG terutama adalah sebagai berikut:

 Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar


 Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
9

 Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau


silinder.
 Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
 Gas LPG lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati
daerah yang rendah.

a. Sensor Gas MQ-6

Sensor adalah suatu piranti yang dapat mengubah suatu besaran fisis, misalkan:
cahaya, panas, jarak, magnet, getaran, listrik, dan lain sebagainya, ke bentuk
besaran fisis lainnya[4]. Salah satu dari contoh sensor adalah sensor gas MQ-6 yang
dapat digunakan untuk mendeteksi kadar gas LPG.

Sensor gas MQ-6 merupakan sebuah sensor gas yang sangat sensitif terhadap gas
LPG. Sensor ini mempunyai nilai resistansi RS yang akan berubah bila terkena gas
dan juga mempunyai sebuah pemanas (heater) yang digunakan untuk
membersihkan ruangan sensor dari kontaminasi udara luar.

Sensor gas MQ-6 digunakan untuk mendeteksi LPG, Iso-butane, Propane dengan
sensitivitas yang tinggi. Sensor gas MQ-6 ini mempunyai sensitivitas yang kecil
terhadap zat alkohol dan asap rokok. Sensor ini merupakan sensor yang
mempunyai respon cepat terhadap LPG, stabil dan tahan lama, serta dapat
digunakan dalam rangkaian yang sederhana [5].

b. Mikrokontroller

Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip. Di


dalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori
program, ataupun keduanya), dan perlengkapan input output. Meskipun
mempunyai bentuk yang kecil dari suatu komputer pribadi, mikrokontroler dibuat
menggunakan bahan dasar dan elemen-elemen yang sama. Seperti umumnya
komputer, mikrokontroler adalah alat yang dapat mengerjakan perintah masukan
ke dalam sebuah mikrokontroler melalui sebuah program [6].
10

c. Arduino UNO

Arduino merupakan mikrokontroller yang memang dirancang untuk bisa


digunakan dengan mudah. Dengan demikian, tanpa mengetahui bahasa
pemprograman, Arduino bisa digunakan untuk menghasilkan karya yang canggih
[7]. Arduinomemiliki masukan dan keluaran yang sederhana [8].

d. GSM Shield Sim 800L

Sim 800L pada Gambar 2 adalah modul GSM/GPRS yang dapat digunakan pada
Arduino/AVR. Modul ini bekerja pada 4 pita frekuensi yaitu 850Mhz, 900Mhz,
1800Mhz, dan 1900Mhz. Modul ini dapat mengirimkan dan menerima SMS,
melakukan panggilan, serta komunikasi paket data (internet).

e. LCD 16 x 2 ( Liquid Crystal Display )

LCD (Liquid Crystal Display) adalah mediatampil yang menggunakan kristal cair
sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan diberbagai bidang misalnya alal–
alat elektronik seperti televisi, kalkulator, atau pun layar computer. LCD berfungsi
untuk menampilkan tulisan berupa angka atau huruf sesuai dengan keinginan yang
berdasarkan pada program yang digunakan, sehingga tampilan tersebut dapat
dilihat secara visual. Pada perancangan alat ini menggunakan tipe LCD dengan 2 x
16 karakter atau 2 baris dan 16 karater

f. Motor Servo

Motor servo adalah sebuah motor dengan sistem umpan balik tertutup di mana
posisi dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada di
dalamnya. Motor servo terdiri dari sebuahmotor DC, serangkaian gear,
potensiometer dan rangkaian kontrol. Potensiometer berfungsi untuk menentukan
batas sudut dari putaran servo. Sedangkan sudut dari sumbu motor servo diatur
berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui kaki sinyal dari kabel motor.
11

Potensiometer terhubung dengan gear demikian pula DC motor. Ketika DC motor


diberi signal oleh rangkaian pengontrol maka dia akan bergerak demikian pula
potensiometer dan otomatis akan mengubah resistansinya. Rangkaian pengontrol
akan mengamati perubahan resistansi dan ketika resistansi mencapai nilai yang
diinginkan maka motor akan berhenti pada posisi yang diinginkan.

g. Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah


getaran listrik menjadi getaran suara. Prinsip kerja buzzer hampir sama dengan
pengeras suara. Buzzer terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan
dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet. Kumparan akan tertarik ke dalam atau
keluar tergantung arah arus dan polaritas magnet. Karena kumparan dipasang pada
diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara
bolak-balik sehingga membuat udara bergetar dan menghasilkan suara.

h. IC 2596 DC Step Down

Modul LM2596 dapat digunakan untuk menurunkan tegangan DC maksimal


hingga 3A dengan range 3-40V. Keunggulan modul step down LM2596
dibandingkan dengan step down tahanan resistor / potensiometer adalah besar
tegangan output tidak berubah (stabil) walaupun tegangan input naik turun [12].

3. METODOLOGI PENELITIAN

Pada bagian ini akan dijelaskan proses pembuatan alat pendeteksi dan pengaman
kebocoran gas LPG secara terperinci dari persiapan alat dan bahan, proses
pembuatan desain dan sistem, hingga proses pengujian dan kalibrasi. Secara garis
besar metode penelitian ditunjukkan pada Gambar 6.
12

Gambar 6. Proses Metodelogi penelitian

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan dibahas hasil dari penelitian karakteristik sistem pendeteksi
dan pengaman kebocoran gas LPG, serta analisa hasil penelitian yang disajikan
secara stastistik.

a. Kalibrasi Sistem Sensor

Kalibrasi sistem sensor agar nilai hasil pembacaan sistem mendekati nilai
sebenarnya. Nilai hasil kalibrasi dapat dilihat pada Tabel 1.Pengambilan data
dilakukan dengan cara mengkondisikan kadar gas LPG sesuai nilai yang telah
ditentukan, kemudian dilakukan pengukuran terhadap kadar gas tersebut. Data
nilai pembacaan konsentrasi sensor dalam ppm dibandingkan dengan tegangan
keluaran alat (Vout) dalam volt. Nilai Voutdapat digunakan sebagai pembanding
dengan cara mengkonversikan nilai ADC ke dalam ppm sesuai dengan persamaan
(1)-(4).

Tabel 1. Hasil Kalibrasi Sistem Sensor


13

b. Pengambilan Data Pengujian Sistem Sensor

Pengujian sistem pendeteksi dan pengaman kebocoran gas LPG menggunakan


sensor MQ-6, dilakukan dengan mengkondisikan kebocoran gas LPG dengan
variasi jarak kebocoran terhadap sensor. Ketika kebocoran gas LPG yang
dikondisikan semakin besar, maka pembacaan kadar gas LPG akan meningkat.

Tabel 2. Hasil Rata-rata Pengujian Sistem Sensor


14

c. Pengambilan Data Waktu Tanggap

Pengambilan data waktu tanggap dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat


respon waktu yang dibutuhkan saat kondisi sensor membaca kebocoran gas LPG di
ruangan sampai dengan automatic shutoff valve melakukan aksi penutupan katup
regulatorpengamanan. Setting point automatic shutoff valve diatur pada nilai 5000
ppm. Apabila nilai pembacaan sensor mencapai atau melewati angka tersebut,
maka automatic shutoff valve akan membuka otomatis.Ilustrasi proses
pengambilan data ditunjukkan pada Gambar 11, dan hasil pengujian ditunjukkan
pada Tabel 11.

Tabel 11. Hasil Pengujian Waktu Tanggap

5. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu alat
yang dirancang dapat mendeteksi kebocoran gas LPG dengan sensor MQ-6 dengan
rentang persentase error sebesar 2.95%-6,09%. Sistem juga mampu mengamankan
kebocoran gas LPG melalui aktivasi automatic shutoff valve pada regulator dalam
rentang respon waktu sebesar 0.3-0,9 detik.
15

BAB III
PEMBAHASAN

Peranan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) pada saat ini sangatlah penting bagi
kehidupan manusia. Namun disaat yang bersamaan, dibalik penggunaan gas LPG
yang semakin banyak, mulai muncul berbagai masalah. Gas LPG mempunyai
dampak negatif terhadap manusia bahkan dapat menimbulkan potensi bahaya
ledakan dan kebakaran. Maka perlu adanya sistem deteksidan pengaman yang
dapat mengatasi masalah yang timbul apabila terjadi kebocoran gas LPG. Pada
makalah ini ini telah berhasil dirancang sistem deteksi dan pengaman kebocoran
gas menggunakan sensor MQ-6 berbasis algoritma Bahasa C. Variasi pengujian
dilakukan untuk mengetahui tingkat akurasi dan respon waktu sistem yang
dibangun dalam mendeteksi kebocoran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
sistem mampu mendeteksi kebocoran gas LPG dengan rentang persentase error
sebesar 2.95%-6,09%. Selanjutnya sistem juga mampu mengamankan kebocoran gas
LPG melalui aktivasi automatic shutoff valve pada regulator dalam rentang respon
waktu sebesar 0.3-0,9 detik

A. Relevansi Antara Topik Jurnal Dengan Materi Perkuliahan

Sebenarnya pada jurnal ini tidak banyak membahas tentang pemrograman hanya
menggunakan sensor MQ-6 yang berbasis algoritma Bahasa C, tetapi sistem ini
menggunakan mikrokontroller yang dimana harus diprogram terlebih dahulu
didalam penggunaanya. Jadi antara topik jurnal dan materi perkuliahan cukup
relevan

B. Pembahasan Pada Bagian Pendahuluan

Di dalam pendahuluan sudah cukup jelas mengenai pentingnya penggunaan bahan


bakar gas didalam kehidupan manusia dan juga mengenai masalah yang timbul di
dalam penggunaannya, yang dapat menimbulkan potensi bahaya ledakan dan
16

kebakaran yang di dukung hasil survey yang telah dilakukan oleh Badan
Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia.

Dan di dalam pendahuluan ini jelas menggambarkan tujuan dari dibuatnya jurnal
tersebut yaitu untuk membangun sistem deteksi kebocoran gas LPG menggunakan
sensor MQ-6 dan mikrokontroller arduino berbasis Bahasa C, serta integrasi dengan
sistem pengaman melalui aktivasi automatic shutoff valve, agar sistem menutup
katup regulator pada saat terjadi kebocoran gas LPG.

C. Pembahasan Pada Bagian Kajian Teori

Kajian teori pada jurnal ini sangat jelas karena menjelaskan tentang bagaimana cara
memperoleh LPG, komposisi LPG dan juga menjelaskan sifat-sifat dari LPG. Selain
itu didalam kajian teori juga menjelaskan alat atau komponen apa saja yang
digunakan dalam penelitian tersebut seperti Sensor Gas MQ-6, Mikrokontroller,
Arduino UNO, GSM Shield Sim 800L, LCD 16 x 2 ( Liquid Crystal Display ), Motor
Servo, Buzzer, IC 2596 DC Step Down.

Jika dibandingkan kesesuaian teori yang digunakan, kajian teori pada jurnal sangat
sesuai karena penjelasannya yang sangat jelas, namun sayangnya kurangnya kajian
teori mengenai Bahasa C.

D. Pembahasan Pada Bagian Metodologi Penelitian

Pada bagian ini akan dijelaskan proses pembuatan alat pendeteksi dan pengaman
kebocoran gas LPG secara terperinci dari persiapan alat dan bahan, proses
pembuatan desain dan sistem, hingga proses pengujian dan kalibrasi. Dan
diperjelas oleh ilustrasi-ilustrasi yang ditampilkan pada bagian ini.

Metode yang digunakan sangat relevan dengan bidang yang dikaji karena langsung
menggunakan gambar ilustrasi-ilustrasi.

E. Kesesuaian Pada Bagian Pembahasan

Pada bagian ini akan dibahas hasil dari penelitian karakteristik sistem pendeteksi
dan pengaman kebocoran gas LPG, serta analisa hasil penelitian yang disajikan
secara stastistik.
17

Dan pada bagian ini menampilkan hasil kalibrasi sistem sensor, hasil pengambilan
data pengujian sistem sensor dan hasil Pengambilan Data Waktu Tanggap yang
ditampilkan melalui tabel-tabel dari setiap pengujian.

Pembahasan yang ditampilkan sangat sesuai dengan topik yang diangkat pada
jurnal karena menjelaskan proses-proses dan hasil dari setiap pengujian yang
mengenai sistem pendeteksi dan pengaman kebocoran gas LPG.

F. Pembahasan Pada Bagian Kesimpulan

Kesimpulan yang diajukan penulis sangat sesuai karena berdasarkan hasil data dan
penghitungan dari penelitian yang telah dilakukan. Namun sayangnya penulis
tidak mengajukan saran.

Pengaruhnya pada penelitian berikutnya mungkin sangat besar, karna sistemnya


sudah terbangun hanya tinggal penerapan langsung dari sistem tersebut pada LPG
yang dipakai oleh masyarakat agar potensi berbahaya yang timbul dari pemakaian
LPG ini berkurang ataupun hilang. Jadi masyarakat tidak perlu takut lagi untuk
memakai LPG. Karena ada sistem pendeteksi dan penganman saat terjadinya
kebocoran pada gas LPG.

G. Kelebihan Dan Kekurangan Jurnal


1. Kelebihan :

a. Kelebihan dalam jurnal ini adalah abstrak yang digunakan dalam jurnal
ini menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa inggris dan bahasa indonesia.

b. Memaparkan secara jelas, singkat, dan padat dari abstrak, pendahuluan


serta permasalahan mengenai evaluasi pembelajaran.

c. Di dalam jurnal ini lengkap dituliskan mengenai teori yang digunakan


dan juga metode penelitian

d. Penjelasan yang disampaikan pada teori cukup jelas.

e. Penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan EYD.

f. Untuk penulisan sesuai dengan ketentuan pembuatan suatu jurnal.


18

g. Menggunakan presentase yang membuat jurnal ini menjadi lebih akurat

h. Dalam jurnal ini juga memliki banyak refrensi baik dari buku maupun
dari internet sehingga membuat jurnal ini lebih akurat dan dapt
dipercaya.

2. Kekurangan

Didalam jurnal ini walaupun isinya sudah lengkap dan memiliki kelebihan yang
banyak, namun terdapat juga beberapa kekurangan, diantaranya ;

a. pada jurnal ini menggunakan banyak kalimat yang bertele-tele


b. menggunakan kata yang sulit untuk dipahami
c. menggunakan tulisan ejaan yang sulit dimengerti.
d. Tidak dilengkapi dengan pengimplementasian ke dalam bahasa
pemograman.
e. Tidak adanya saran yang diajukan didalam jurnal.
19

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Di era globalisasi sekarang ini, penggunaan bahan bakar gas telah semakin meluas,
baik dalam bidang industri, rumah tangga, maupun bidang transportasi. Terutama
gas LPG yang dipergunakan secara umum hampir diseluruh lapisan golongan
masyarakat, khususnya penggunaan memasak dalam rumah tangga.

Peranan gas LPG pada saat ini sangatlah penting bagi bagi kehidupan manusia.
Namun disaat yang bersamaan, dibalik penggunaan gas LPG yang semakin besar-
besaran, mulai muncul berbagai masalah. Gas LPG mempunyai dampak negatif
terhadap manusia bahkan dapat menimbulkan potensi bahaya ledakan dan
kebakaran.

Mengingat cukup besarnya kerugian yang dapat ditimbulkan dari kebocoran gas
LPG maka dibutuhkan solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut. Solusi yang
dapat dilakukan adalah membangun sistem pengaman kebocoran gas LPG.
Makalah ini menjelaskan perancangan sistem yang mampu melakukan deteksi dan
pengamanan saat terjadi kebocoran gas LPG. Sistem yang dibangun berfungsi
sebagai peringatan dini dan pengaman untuk mencegah terjadinya kebakaran atau
ledakan akibat ketidaktahuan pemilik saat terjadi kebocoran tabung gas LPG.

Dan dikarenakan sistem sistem deteksi dan pengaman kebocoran gas telah
terbangun, tinggal menindak lanjutin dari hasil penelitian tersebut.

Tindak lanjut dari topik yang dibahas pada jurnal yaitu bagaimana cara penerapan
sistem yang telah dibangun tersebut pada gas LPG yang beredar di masyarakat agar
gas LPG yang dipakai menjadi lebih aman dan masyarakat tidak perlu takut lagi
akan dampak yang ditimbulkan akibat ketidaktahuan pemilik saat terjadi
kebocoran tabung gas LPG. Dikarenakan sudah terdapatnya sistem deteksi dan
pengaman saat terjadnya kebocoran.
20

B. SARAN

Di dalam kelebihan dari jurnal tersebut agar lebih dipertahankan dan diperkuat
lagi, dan mengenai kekurangan jurnal agar lebih diteliti lagi untuk mencapai hasil
yang lebih maksimal. Dan supaya penelitian dikembangkan lagi supaya lebih
sempurna dan cepat untuk diaplikasian didalam masyarakat