Anda di halaman 1dari 2

Peran Keluarga Dalam Penanganan Perilaku

Kekerasan
PERAN KELUARGA DALAM
a. Mencegah terjadinya perilaku amuk :
1) Menjalin komunikasi yang harmonis dan efektif MERAWAT PASIEN DENGAN
antar anggota keluarga PERILAKU KEKERASAN
2) Saling memberi dukungan secara moril apabila
ada anggota keluarga yang berada dalam
kesulitan
3) Saling menghargai pendapat dan pola pikir
4) Menjalin keterbukaan dan saling memaafkan
apabila melakukan kesalahan
5) Apabila terjadi konflik sebaiknya keluarga
memberi kesempatan pada anggota keluarga
untuk mengugkapkan perasaannya

Mengontrol Perilaku Kekerasaan dengan


mengajarkan klien : “Dekati, Sayangi Saat PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES PEMKAB JOMBANG
1) Menarik nafas dalam
2) Memukul-mukul bantal
Jiwa Kami Goyah” BEKERJASAMA DENGAN PKRS
3) Bila ada sesuatu yang tidak disukai anjurkan klien RUMAH SAKIT JIWA MENUR
mengucapkan apa yang tidak disukai klien JAWA TIMUR
4) Melakukan kegiatan keagamaan seperti berwudhu 2019
dan shalat, dzikir
5) Mendampingi klien dalam minum obat secara
teratur. Meliputi 5B, yaitu Benar Pasien, Benar 1. Perilaku Kekerasan
Obat, Benar Dosis, Benar Cara atau Rute, dan
Benar Waktu.
.
1) Muka merah dan tegang, Mata melotot, 5. Akibat Perilaku Kekerasan
pandangan tajam, Tangan mengepal
Berbahaya bagi dirinya, orang lain maupun
lingkungannya, seperti menyerang orang lain,
b. Lisan memecahkan perabot, membakar rumah dll.
1) Bicara kasar, Suara tinggi, membentak atau
berteriak, Mengancam secara verbal atau 6. Hal-Hal Yang Dapat Dilakukan Keluarga
fisik, Mengumpat dengan kata-kata kotor, Dengan Pasien Perilaku Kekerasan
Suara keras
Ketus
b. Mengadakan kegiatan bermanfaat yang dapat
c. Perilaku menampung potensi dan minat bakat anggota
Perilaku kekerasan adalah perilaku individu
1) Melempar atau memukul benda/orang lain keluarga yang mengalami risiko perilaku
yang dapat membahayakan orang, diri sendiri baik
Menyerang orang lain, Melukai diri kekerasan sehingga diharapkan dapat
secar fisik, emosional, dan atau seksualitas (Nanda,
sendiri/orang lain, Merusak lingkungan meminimalisir kejadian perilaku kekerasan.
2005). Amuk/agresif c. Bekerja sama dengan pihak badan konseling,
RT, atau RW dalam membantu menyelesaiakan
2. Penyebab Perilaku Kekerasan d. Emosi
konflik sebelum terjadi tindakan kekerasan.
1) Psikologis d. Mengadakan kontrol khusus dengan perawat /
Rasa terganggu, dendam dan jengkel, tidak
2) Perilaku
berdaya, bermusuhan, mengamuk. dokter terutama dari segi kejiwaan.
3) Sosial budaya
4) Faktor presipitasi e. Spiritual

Merasa diri berkuasa, merasa diri benar.

f. Sosial

Menarik diri, pengasingan, penolakan,


kekerasan, ejekan, sindiran.

g. Perhatian
4. Tanda Dan Gejala Perilaku Kekerasan
Bolos, mencuri, melarikan diri, penyimpangan
a. Fisik seksual.