Anda di halaman 1dari 14

A.

Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam nomor satu di dunia, yang
sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi negara maju. tapi sayangnya banyak hambatan-
hambatan yang menghalangi kemajuan tersebut. Salah satu faktornya adalah kondisi
keuangan yang sampai saat ini menjadi masalah yang sangat serius. Perbankan sendiri
merupakan perantara keuangan dari dua pihak, yakni pihak yang kelebihan dana dan pihak
yang kekurangan dana. Hal tersebut tercermin pada UU RI no. 10 tahun 1998, tanggal 10
November 1998 yang menjelaskan mengenai Perbankan. Menurut UU RI no. 10 tahun 1998
yang dimaksud dengan BANK adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana dari masyarakat dalam bentuk kredit atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Seperti pada
pengertiannya, yang pada intinya perbankan merupakan badan usaha yang menghimpun dana
dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat.

Dari pengertian di atas dapat terlihat sekilas mengenai peranan perbankan yang
diharapkan dapat memajukan perekonomian di Indonesia. Dua hal tersebut merupakan tugas
inti dari sebuah Bank Umum . Namun seiring dengan berjalannya waktu, tugas dari Bank
Umum kini semakin berkembang, diantaranya yaitu:

Penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran
lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang
giral menyebabkan posisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral
dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi
kemampuan bank umum menciptakan uang giral.

Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran. Fungsi lain dari bank umum yang juga
sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan
karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan
mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang,
penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-
fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran
elektronik.

Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat Dana yang paling banyak dihimpun oleh
bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito
berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan
dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan
dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun
akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran
kredit.

Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional. Bank umum juga sangat dibutuhkan


untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa
maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara
selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing
negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan
penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-
pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan
murah.

Penyimpanan Barang-Barang Berharga. Penyimpanan barang-barang berharga adalah


satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat
menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah
dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe
deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas
jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

Pemberian Jasa-Jasa Lainnya. Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank


umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon
membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan
menggunakan jasa-jasa bank, atas dasar pentingnya pembahasan dan pengkajian mengenai
peran perbankan dalam perekonomian di atas maka kami mengambil topik permasalahan ini
untuk dikaji bersama.

B. Rumusan Masalah

1. Yang menjadi Rumusan Masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut
2. Apa pengertian fungsi dan tujuan lembaga perbankan ?
3. Apa pengertian hukum perbankan?
C. Pembahasan

A. Lembaga Perbankan

a. Definisi Bank

Bank berasal dari bahasa Italia yang berarti bantu atau pembantu. Namun seiring
berjalannya waktu, pengertian bank meluas menjadi suatu bentuk pranata sosial yang bersifat
finansial, yang melakukan kegiatan keuangan dan melaksanakan jasa-jasa keuangan. Secara
umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk
menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana
tersebut.

Agar pengertian bank menjadi jelas, berikut beberapa definisi menurut para ahli :

1. Undang-undang Repuplik Indonesia no 7 tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah
dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998 :

a) Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
b) Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya.
c) Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak membeikan jasa dalam
lalu lintas pembayaran.

2. Drs. H. Malayu S.P Hasibuan

Bank adalah lembaga keuangan berarti bank adalah badan usaha yang kekayaannya
terutama dalam bentuk asset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan juga
sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.

Bank selaku stabilitator moneter diartikan bahwa bank mempunyai kewajiban ikut serta
menstabilkan nilai tukar uang, nilai kurs, atau harga barang-barang relatif stabil atau tetap,
baik secara langsung maupun mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM), Operasi Pasar
Terbuka, atau pun Kebijakan Diskonto.
Sedangkan bank sebagai dinamisator perekonomian maksudnya bahwa bank merupakan
pusat perekonomian, sumber dana, pelaksanaan lalu lintas pembayaran, memproduktifkan
tabungan, dan mendorong kemajuan perdagangan nasional dan internasional. Tanpa peranan
perbankan, tidak mungkin dilakukan globalisasi perekonomian.

Bank memiliki asas dalam melaksanakan kegiatan usahanya yakni demokrasi ekonomi
dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah
sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat (finacial intermediary).1

B. Fungsi dan Tujuan Lembaga Perbankan

a. Fungsi Perbankan

Fungsi perbankan adalah sebagai penghimpun, penyalur dan pelayan jasa dalam lalu
lintas pembayaran dan peredaran uang di masyarakat yang bertujuan menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional, dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan
stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteran rakyat banyak.

Secara ringkas fungsi bank dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

1. penghimpun dana

Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa
sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:

a) Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
b) Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan
seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
c) Dana yang bersumber dari lembaga keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana
yang berupa kredit lekuiditas dan call money (dana yang sewaktu-waktu dapat
ditarik oleh bank yang meminjam)

2. Penyalur/ pemberi kredit bank

1 11
21Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2005), h. 92.
22Pasal 1 angka 2 Undang-Undang No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
11
21Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2005), h. 92.
22Pasal 1 angka 2 Undang-Undang No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
3. Fungsi investasi yaitu menyalurkan dana yang terkumpul oleh bank untuk membeli
surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.

4. Memberikan pelayanan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “ pelayanan lalu-
lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktifitas kegiatan antara lain pengiriman uang,
inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya

Jika fungsi di atas diklasifikasikan lagi maka fungsi bank dibagi menjadi Fungsi Utama dan
Fungsi Tambahan.

Fungsi Utama, meliputi:

1. Penghimpun dana
2. Pembiayaan
3. Peningkatan faedah dari dana masyarakat
4. Penanggung resiko

Fungsi Tambahan, meliputi:

1. Memberikan fasilitas pengiriman uang


2. Penggunaan cek
3. Memberikan generasi bank

Di Indonesia, lembaga perbankan memiliki misi dan fungsi sebagai agen


pembangunan (agent of development), yaitu sebagai lembaga yang bertujuan menunjang
pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan
ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

Lembaga perbankan mempunyai fungsi dan tanggung jawab yang sangat besar, selain
memiliki fungsi tradisional, yaitu untuk menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat
dalam arti sebagai perantara pihak yang berlebihan dana dan kekurangan dana, yakni fungsi
financial intermediary, juga berfungsi sebagai sarana pembayaran

Perbankan nasional berfungsi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan
ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi. Untuk mencapainya
perbankan Indonesia harus memiliki komitmen.
Komitmen ini oleh Nyoman Moena diterjemahkan ke dalam bahasa perbankan, yaitu
perbankan Indonesia berfungsi sebagai :

1. Lembaga kepercayaan;
2. Lembaga pendorong pertumbuhan ekonomi;
3. Lembaga pemerataan.

Jika diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk tanggung jawab, maka bentuk-bentuk tanggung


jawab perbankan, adalah :

1. Tanggung jawab prudential (bank harus sehat);


2. Tanggung jawab komersial (bank harus untung);
3. Tanggung jawab finansial (bank harus transparan);
4. Tanggung jawab sosial (kemampuan mengakomodir harapan stake holderes secara
adil).

b. Tujuan Jasa Perbankan

Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan
pada umumnya terbagi atas dua tujuan:

Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efisien bagi nasabah. Untuk
ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang
paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang
efisien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yng memakan
waktu.

Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang
membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan
yang lebh produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan
meningkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak
dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun arena mereka tidak memiliki
dana pinjaman.

2
24Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan , (Jakarta: Kencana Prenada
Media Group, 2014), h. 61-62.
C. Asas Hukum Lembaga Perbankan

Secara umum dapat dikatakan bahwa hukum perbankan adalah hukum yang mengatur
segala sesuatu yang berhubungan dengan perbankan. Tentu untuk memperoleh pengertian
yang lebih mendalam mengenai pengertian hukum perbankan tidaklah cukup dengan
memberikan rumusan yang demikian. Maka diperlukan pendapat para ahli hukuim
perbankan.

Munir Fuady mendefinisikan hukum perbankan adalah seperangkat kaidah hukum dalam
bentuk peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, doktrin dan lain-lain yang mengatur
masalah perbankan sebagai lembaga, dan aspek kegiatannya sehari-hari, rambu-rambu yang
harus dipenuhi oleh suatu bank, perilaku petugas-petugasnya, hak, kewajiban, tugas dan
tanggungjawabpara pihak yang tersangkutn dengan bisnis perbankan, apa yang boleh dan
tidak boleh dilakukan oleh bank, dan lain-lain yang berkenan dengan dunia perbankan,

Dalam kacamata sistem hukum nasional, hukum perbankan telah berkembang menjadi
hukum sektoral dan fungsional, oleh karena itu hukum perbankan dalam kajiannya
meniadakan pembedaan antara hukum publik dan hukum privat, sehingga bentang ruang
lingkupnya sangat luas. Kalau mau dirinci hukum perbankan itu mencakup bidang hukum
administrasi, hukum perdata, hukum dagang, hukum pidana dan hukum internasional.

a. Asas Hukum Perbankan

Asas demokrasi ekonomi ditegaskan dalam Pasal 2 UU Perbankan yang diubah. Pasal
tersebut menyatakan bahwa perbankan Indonesia dalam melakukan usahnya berasaskan
demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Ini berarti fungsi dan usaha
perbankan diarahkan untuk melaksankan prinsip-prinsip yang terkandung dalam demokrasi
ekonomi yang bedasarkan Pancasila dan UUD 1945, Demokrasi ekonomi ini tersimpul dlam
Pasal 33 UUD 1945, yaitu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas
kekeluragaan.. Yang mana dengan asas ini, tidak terjadi monopoli. Hal ini dikarenakan setiap
warganegara berhak untuk mendapat suatu hal yang sama.
2 22
21Rimsky
K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2005), h. 92.
24Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan , (Jakarta: Kencana Prenada
Media Group, 2014), h. 61-62.
Adapun Prinsip-Prinsip Hukum Perbankan adalah sebagai berikut :

1. Prinsip Kepercayaan

Prinsip kepercayaan adalah suatu asas yang menyatakan bahwa usaha bank dilandasi
oleh hubungan kepercayaan antara bank dengan nasabahnya. Bank terutama bekerja dengan
dana dari masyarakat yang disimpan padanya atas dasar kepercayaan, sehingga setiap bank
perlu terus menjaga kesehatannya dengan tetap memelihara dan mempertahankan
kepercayaan masyarakat padanya.

Prinsip ini merupakan tulang punggung dari suatu bank yang dapat mendukung
kemajuan bank. Dengan kokohnya kepercayaan yang diterima oleh bank dari masyarakat,
maka akan dapat memberikan eksistensi dan value yang baik terhadap bank tersebut.

2. Prinsip Kerahasiaan

Prinsip kerahasiaan adalah Prinsip yang mengharuskan atau mewajibkan bank


merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan lain-lain dari nasabah
bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan. Kerahasiaan ini adalah
untuk kepentingan bank sendiri karena bank memerlukan kepercayaan masyarakat yang
menyimpan uangnya di bank. Dalam Pasal 40 UU perbankan menyatakan bahwa bank wajib
merahasiakan informasi mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.

3. Prinsip Kehati-hatian (Prudential Principle)

Prinsip Kehati-hatian adalah suatu asas yang menyatakan bahwa bank dalam
menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
rangka melindungi dana masyarakat yang dipercayakan padanya.

Tentunya bahwa bank sebagai lembaga yang mengelola uang nasabah, diharapkan oleh
nasabah itu pula bahwa bank dapat mengelola uang yang disimpan secara baik dan hati – hati.
Ketika hal ini dapat dilakukan dengan baik oleh pihak bank, maka bukan tidak mungkin akan
dapat meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap bank yang digunakan untuk menyimpan
uangnya tersebut.

4. Prinsip Mengenal Nasabah (know how costumer principle)

Prinsip mengenal nasabah adalah prinsip yang diterapkan oleh bank untuk mengenal
dan mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk
melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan. Prinsip mengenal nasabah nasabah diatur
dalam Peraturan Bank Indonesia No.3/1 0/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal
nasabah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penerapan prinsip mengenal nasabah adalah
meningkatkan peran lembaga keuangan dengan berbagai kebijakan dalam menunjang praktik
lembaga keuangan, menghindari berbagai kemungkinan lembaga keuangan dijadikan ajang
tindak kejahatan dan aktivitas illegal yang dilakukan nasabah, dan melindungi nama baik dan
reputasi lembaga keuangan.

B.Hukum Perbankan Diindonesia


a. Pengertian hukum perbankan
Pada dasarnya hukum perbankan menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengan
bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha serta cara dan proses melaksanakan kegiatan
usahanya, maka pada prinsipnya hukum perbankan adalah keseluruhan norma-norma tertulis
maupun norma-norma tidak tertulis yang mengatur tentang bank yang mencakup
kelembagaan kegiatan usaha, serta cara dan proses pelaksanaan kegiatan usahanya. Norma
tertulis meliputi seluruh peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai bank.
Sedangkan norma-norma tidak tertulis meliputi hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang timbul
dalam praktek perbankan.
b.Sejarah hukum perbankan
Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia, dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno
dan Romawi. Pada saat itu, kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang.
Selanjutnya, kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang.
Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang
membutuhkannya.
Sementara itu, mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan
Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di
Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet
Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB),.
Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi.
Beberapa bank Belanda dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia. Dari penjelasan
tersebut dapat kita lihat bahwa pada awalnya bank-bank yang ada merupakan bank-bank
milik asing, sebelum akhirnya dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia, dari nama bank-
bank tersebut terlihat mencirikan unsur kedaerahan dan belum banyak bank-bank yang
bersifat nasional.
c.Penggolongan bank
a. Bank central
Bank Sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas
harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat
inflasi terkendali, dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah
uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara
lain namun tidak terbatas pada base money, suku bunga, giro wajib minimum mencoba
menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk
menggerakkan roda perekonomian.
b.Bank umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
Bank Umum merupakan bagian dari perbankan nasional yang memiliki fungsi utama
sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta pemberi jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Dengan fungsi utama yang demikian, Bank Umum memiliki peranan yang
strategis dalam menyelaraskan dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan
dan hasil-hasil pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang
pelaksanaan pembangunan nasional.
Memperhatikan peranan Bank Umum yang demikian strategis, perkembangan Bank Umum
yang semakin pesat dan tantangan-tantangan, yang dihadapi Bank Umum yang semakin luas
dan bersifat internasional, maka landasan hukum Bank Umum perlu diperkokoh melalui
penyempurnaan ketentuan-ketentuan yang mengatur Bank Umum dan penerapan prinsip
kehati-hatian.
Dengan landasan hukum yang semakin kokoh tersebut, maka Bank Umum diharapkan akan
lebih mampu melindungi kepentingan masyarakat dan mampu melaksanakan kegiatan-
kegiatan tertentu yang memiliki peran strategis dalam menunjang pelaksanaan pembangunan
nasional.3
d.operasional bank diindonesia
A. Bentuk hukum bank
Undang-undang perbankan membedakan secara tegas bentuk hukum untuk bank

3
37Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, (Jakarta:
Golo Riwu, 2000), h. 721.
askep hukum barang
umum, bank perkreditan rakyat dan bentuk hukum dari kantor perwakilan dan kantor cabang
bank yang berkedudukan di luar negeri. Untuk bank umum dikenal tiga bentuk hukum
sebagaimana ditentukan oleh pasal 21 ayat (1), yaitu perseroan terbatas, koperasi dan
perusahaan daerah. Sedangkan bentuk hukum bank perkreditan rakyat yang diatur dalam
pasal 21 ayat (2) adalah perusahaan daerah, koperasi dan perseroan terbatas dan bentuk lain
yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Sedangkan bentuk hukum dari kantor
perwakilan dan kantor cabang yang berada di luar negeri adalah mengikuti bentuk hukum
kantor pusatnya sebagaimana ditentukan oleh pasal 21 ayat (3).
Bank-bank yang memiliki bentuk hukum sebagai perusahaan daerah bisa kita lihat dengan
adanya bank-bank pembangunan daerah (BPD) yang hampir ada di setiap provinsi di seluruh
wilayah Indonesia.
b.Pendirian bank umum
Untuk mendirikan bank umum selain persyaratan sebagaimana ditetapkan oleh
ketentuan pasal 16 ayat (2) undang-undang perbankan juga perlu memperhatikan dan
memenuhi ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara perizinan bank yang diatur dalam
surat keputusan direksi Bank Indonesia No. 32/33/KEP/DIR tentang bank umum.
Dalam ketentuan Pasal 5 Keputusan Direktur Bank Indonesia tersebut dikemukakan bahwa
pemberian izin usaha untuk mendirikan Bank Umum harus melalui dua tahapan yaitu:
1. Tahapan persetujuan prinsip, yaitu persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian bank
yang bersangkutan.
2. Tahapan pemberian izin usaha, yaitu izin yang diberikan untuk melakukan usaha setelah
persiapan selesai dilakukan.
Penutup

A. Kesimpulan

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan


kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan banyak lagi produk
bank lain yang diterbitkan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank
Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syariah, dan juga Bank Pembiayaan
Rakyat Syariah (BPRS). Fungsi bank sangat krusial bagi perekonomian suatu negara.Dimana
bank sangat berperan penting dalam sendi-sendi perekonomian di Indonesia baik secara
nasional maupun dalam perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan aset bank
dalam bentuk kepercayaan masyarakat sangat penting dijaga guna meningkatkan efisiensi
penggunaan bank dan efisiensi intermediasi serta untuk mencegah terjadinya bank runs and
panics. Agar terjaganya stabilitas perbankan yang ada.

Perbankan merupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam
menunjang kegiatan pembangunan nasional atau regional.Peran itu diwujudkan dalam fungsi
utamanya sebagai lembaga intermediasi atau institusi perantara antara debitor dan kreditor.
Dengan demikian,pelaku ekonomi yang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya
dapat terpenuhi dan kemudian roda perekonomian bergerak. Pentingnya pengawasan juga
disebabkan karakteristik usaha Bank. Berbeda dengan perusahaan jasa keuangan lainnya
bank menyediakan produk berupa penerimaan simpanan dan pemberian kredit. Produk dalam
bentuk simpanan harus dibayar oleh bank setiap saat atau beberapa waktu setelah adanya
permintaan pembayaran dari nasabah.
DAFTAR PUSTAKA

Arthesa, Ade dan Edia Hendiman, 2006, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta

Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama, 2005), h. 92.

Pasal 1 angka 2 Undang-Undang No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama, 2005), h. 92.

Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan , (Jakarta: Kencana Prenada

Media Group, 2014), h. 61-62.

Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, (Jakarta:

Golo Riwu, 2000), h. 721.


INSTITUSI PERBANKAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Perkuliahan Hukum Keuangan dan Ps

Dosen Pengampu : Tutik Nurul Janah,SHI,MH

Disusun Oleh :

Ruruh Miftahul Amali (17.21.00.228)

FAKULTAS EKONOMI SYARIAH

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH

INSTITUT PESANTREN MATHALIUL FALAH

2018