Anda di halaman 1dari 4

KACANG HIJAU TERPAPAR COKELAT DAN MADU EFEKTIF

TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN

I Gusti Ayu Adnyawati1, Gusti Ayu Mandriwati2, Pande Putu Sri Sugiani3

Abstract.Pregnant women who have good status ussualy have strong expelling
power during labor. Anutritional and liquid requirements that are easy to
digest should be provide for the patient in first stage of labour in order to
ensure enough energy and hydration and electrolytes balance in the patient.The
objectives of ths study was to assee the effectiveness of the provision of
additional food of green bean porridge with chocolate and honey on the opening
progress of the cervical canal, descending progress of the babby’s and length
of the second phase.
This was a prospective experimental study using in all pregnant women giving
birth at the satellite Health Centre of Dauh Puri and “ I A T” Midwifery
clinics, in Denoasar city. The study samples comprised 37btreated samples
who gives green bean porridge chocolate and honey and 37 control samples
was not given the porridge. Analysis of data was carried out by paired t test
with significance level 95 % .Results of study was concluded that green bean
porridge with chocolate and honey did not influence the cervical canal opening
(p=0,058), but increase descending of the baby lowest par t(p=0.013), and
shorthened the length of second phase of labou r( p=0,048).
Keywords : Delivery, Green Bean Porridge, Chocolate, Honey
Keberhasilan pembangunan dari satu bangsa mengedan yang optimal,maka bayi bisa
memerlukan dukungan dari generasi yang didorong keluar sampai lahir. Kontraksi uterus
berkualitas. Pengadaan generasi berkualitas dan kemampuan ibu mengedan bisa
dimulai dari menciptakan kesehatan fisik, dan dioptimalkan dengan pemberian zat-zat gizi
mental yang prima, sejak masa kehamilan, yang adekuat, khususnya pada persalinan kala
persalinan, masa bayi, anak-anak, sampai pertama (I). Pada saat proses persalinan
masa remaja. Bukti empiris menunjukkan berlangsung, ibu memerlukan stamina dan
bahwa, untuk mengoptimalkan kesehatan fisik kondisi tubuh yang prima, oleh sebab itu
dan mental dari masa bayi, dua hal bisa mengkonsumsi makanan
dilakukan yakni memperbaiki status gizi untuk bergizi sebelum persalinan sangat penting.
memperlancar proses persalinan. Status gizi Jika selama proses persalinan ibu
yang baik ditentukan oleh jumlah dan kualitas diberikan makanan padat, maka akan
asupan makanan yang dikonsumsi. tetap berada di dalam lambung karena
Persalinan dipengaruhi oleh tiga unsur utama pecernaan terganggu, bahkan cendrung
yaitu, tenaga (his, kekuatan mengedan), kondisi merangsang terjadinya muntah. Makanan/
jalan lahir, keadaan besar kecilnya janin 1. nutrisi cair yang mengandung kalori tinggi
Disamping kondisi psikologis ibu, sangat tepat diberikan oleh karena mudah
kemampuan penolong dapat berpngaruh diserap, sehingga dapat meningkatkan
terhadap proses persalinan. Kontraksi stamina tubuh ibu, untuk kekuatan
uterus yang baik, diimbangi kekuatan ibu mengedan2,3 Kekuatan ibu mengedan bisa

1,2 Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Denpasar


3 Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar

190
IG A Adnyawati, GA Mandriwati, PP Sri Sugiani (Kacang hijau terpapar...)

lebih optimal dengan pemberian makanan Bagi ibu resiko terjadi perdarahan, trauma jalan
tambahan berupa nutrisi cair yang dimulai lahir yang hebat, sampai terjadi kematian.
sejak kehamilan trimester III akhir, Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk
dilanjutkan sampai pada masa persalinan mengantisipasi supaya tidak terjadi
kala I. keterlambatan proses persalinan dan
Pada kenyataannya ibu bersalin kala I sulit perdarahan pasca persalinan, adalah
mengkonsumsi makanan padat yang pemberian nutrisi cair yang dimulai dari proses
diakibatkan oleh rasa sakit yang persalinan kala I. Pemberian nutrisi perlu
disebabkan oleh his persalinan, kondisi disesuaikan dengan kebutuhan ibu pada saat
gelisah sehingga penolong tidak sabar dalam hamil dan bersalin dengan mengacu kepada
pemberian makanan sebagai sumber zat gizi. kuantitas dan kualitas bahan makanan yang
Akibat kurangnya zat gizi selama persalinan dikonsumsi. Berkaitan dengan upaya
akan terjadi kelambatan dalam kemajuan menentukan kualitas dan kuantitas bahan
proses persalinan baik pada kala I maupun makanan yang akan digunakan dalam
kala II. Keterlambatan jalannya proses pemberian nutrisi, maka perlu dirancang
persalinan ini bisa karena kontraksi uterus beberapa jenis formula yang praktis, sehingga
lemah dan ketidakmampuan ibu dalam lebih mudah diserap terutama pada saat
mengedan. Hal ini juga akan berlangsungnya proses persalinan kala I.
mengakibatkan terjadinya perdarahan Berdasarkan pemikiran yang dipaparkan
yang berlebihan selama dalam proses diatas, peneliti merancang jenis formula
persalinan. Pengalaman empiris peneliti dalam berbentuk nutrisi cair, yang akan dijadikan
praktek pelayanan asuhan persalinan pada sebagai bahan pemberian makanan tambahan
bidan praktek suasta maupun di unit-unit bagi ibu bersalin kala I fase aktif.
pelayanan rumah sakit dan klinik bersalin. Formula yang dimaksudkan adalah formula
Nutrisi yang disediakan berbentuk makanan kacang ijo, yang diberi paparan cokelat dan
padat berupa nasi, lauk dan sayur, ditambah madu. Pertimbangan pemilihan formula
satu gelas teh manis. Kesakitan akibat his sering dengan bahan dasar kacang ijo karena
menyebabkan ibu bersalin tidak mau makan. bahan makanan ini memiliki kandungan
Yang dapat berpengaruh terhadap kekuatan protein yang tinggi untuk pemenuhan
hisnya3 kebutuhan gizi, serta kandungan vitamin B
Data tentang persalinan lama yang kompleks yang tinggi pula. Dengan demikian,
mencerminkan kemajuan proses persalinan diharapkan dapat membantu meningkatkan
tidak normal/terlambat, dikutip dari Register kontraksi otot uterus, dan kekuatan ibu
persalinan di Ruang perawatan nifas (ruang mengedan. Penambahan cokelat dan madu
Bakung) di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dengan komposisi yang sama pada formula
Denpasar dari bulan Januari sampai dengan tersebut, selain untuk memberi rasa enak
Apri 2012, tercatat dari 1012 kasus persalinan dan menambah aroma sedap, juga karena
yang dirawat yang kemajuan proses bahan makanan tersebut mempunyai
persalinannya terlambat sebanyak 49 kasus ( kandungan gizi yang sangat tinggi untuk
4,75%). Sedangkan di Pustu Pekambingan meningkatkan stamina tubuh. Cokelat
pada tahun 2011 dari 506 persalinan terdapat memiliki kandungan vitamin B yang
39 (7,7%) perpanjangan kala 1. Dilihat dari membantu kontraksi uterus serta
proporsi kejadiannya relatif kecil namun jika memberikan efek ketenangan bagi ibu,
dilihat dari dampak persalinan lama terhadap sedangkan madu mengandung asam amino,
kesehatan janin yang dilahirkan memberi resiko asam organik, mineral, enzim, dan vitamin
cukup tinggi, antara lain menyebabkan asfiksia, yang sangat lengkap, dapat meningkatkan
sampai terjadi kematian. stamina tubuh, dan menyembuhkan jejas-

191
Jurnal Skala Husada Volume 10 Nomor 2 September 2013 : 190 - 193

jejas akibat trauma persalinan. Formula ini Lama kala kala dua 18,83 menit pada
juga diharapkan memberikan dampak kelompok kontrol dan 13,48 menit pada
terhadap keberhasilan laktasi pasca kelompok perlakuan
melahirkan. Berdasarkan latar belakang Hasil analisis statistik dengan tingkat
yang telah diuraikan di atas, kami tertarik kepercayaan 95 % didapatlan perbedaan
melakukan penelitian tentang: “efektifitas yang signifikans pada kelompok kontrol dan
pemberian makanan Tambahan (PMT) kelompok perlakuan terhadap:
ibu bersalin berupa formula kacang hijau Penurunan bagian terendah janin nilai t
terpapar cokelat dan madu terhadap statistic = 2.5442. Nilai t critical two tail
kemajuan persalinan” 1.9934 ( nilai p =0.013), dimana Ho ditolak
dan Ha diterima. Ini berarti pemberian
Metode makanan tambahan formula kacang Hijau
Jenis penelitian ini adalah penelitian terpapar cokelat dan madu efektif terhadap
eksperimen dengan disain only post test penurunan bagian terendah janin
control group. Penelitian dilaksanakan di Lama kala dua persalinan nilai t statistic =
Puskesmas Pembantu Dauh Puri dan bidan 2.3607. Nilai t critical two tail 1.9934 ( nilai
Praktik Suasta “ I A T”.dengan kriteria p= 0.048), hasil ini menunjukkan bahwa
inklusi: hamil pertamasampai dengan hamil pemberian makanan tambahan dengan
ketiga, Umur 20- 35 tahun, hamil normal ( formula kacang hijau terpapar cokelat dan
letak belakang kepala) panggul normal,tidak madu efektif mempersingkat kala dua
anemia ( Hb > 11 gram), Umur kahamilan persalinan.
37 - 42 minggu ( aterm). Data primer Pembukaan kanalis servikalis nilai t statistik
dikumpulkan dengan memberikan formula =1.9262 ( nilai t critical two tail (p= 0.058),
terhadap kelolmpok perlakuan setiap 3 jam, dimana Ho diterima, berarti pemberian
sedangkan kelompok control tiadk makanan tambahan dengan formula kacang
diberikan formula. Data kemajuan persalinan hijaun terpapar cokelat dan madu tidak
dianalisis dengan t test dengan sampel efektif terhadap kemajuan pembukaan
bepasangan, untuk melihat perbedaan serviks
efektifits kemajuan persalinan antara sampel Kelancaran proses persalinan ditentukan
yang mendapat formula kacang hijau oleh tiga faktor utama yang meliputi jalan
terpapar cokelat dan madu dengan yang lahir,kondisi janin dan kondisi ibu. Kondisi
mendapat makanan secara konvesional. ibu yang penting mempengaruhi kelancaran
persalinan adalah kontraksi uterus serta
Hasil dan Pembahasan.
kekuatan mengedan. Untuk mengoptimalkan
Dari 74 sampel yang meliputi kelompok kontraksi uterus saat persalinan diperlukan
kontrol dan perlakuan didapatkan vitamin B 1 yang cukup dalam tubuh ibu. .
sebanyak 68 % berada pada usia 20-29 Perubahan fisiologi pada sistem pencernaan
tahun, 32 % usia 30-35 tahun, 65 % multi ibu bersalin dimana penyerapan lambung
para, 35 % primi para. Rata –rata waktu dan usus mengalami penurunan yang cukup
yang diperlukan untuk pembukaan serviks berarti sebaiknya makan padat diganti
adalah 42,69 menit pada kelompok kontrol dengan makanan cair 2,6. Pada proses
dan 32,36 menit pada perlakuan. Waktu persalinan sering terjadi kelelahan. American
yang diperlukan untuk penurunan bagan Coollage Nurse Midwifwe menganjurkan
terendah perbidang panggul adalah 124,89 minum cairan karbohidrat selama proses
menit pada kelompok control, sedangkan persalinan untuk menghindari kelelahan5.
kelompok perlakuan memerlukan waktu WHO juga merekomendasikan bahwa
80,30 menit. kebutuhan energy yang bergizi besar untuk

192
IG A Adnyawati, GA Mandriwati, PP Sri Sugiani (Kacang hijau terpapar...)

memastikan kesejahteraan ibu dan janin pembukaan serviks tapi efektif terhadap
adalah nutrisi berupa makan ringan yang kemajuan penurunanan bagian terendah
mempermudah pengosongan lambung7. janin dan lama kala dua. Disarankan untuk
Madu mempunyai kandungan vitamin A, B1, melakukan penelitian dengan sampel yang
B12, yang dapat membantu kerja otot, homogin serta mengendalikan variable
jugamemberi efek ketenangan5, sedangkan perancu. Jika memungkinkan pemberian
coklat mengandung polifenol dan lafanoid formula sudah diberikan sejak kehamilan.
yang berfungsi sebagai anti oksidan,
Daftar Pustaka
mencegah aroma tidak enak( tengik) dan
mengandung 14% karbohidrat dan 9 % 1. Wiknyosastro, H, Ilmu kebidanan,
Protein6. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Pemberian formula kacang hijau terpapar Prawiroharjo , Jakarta, 2008
cokelat dan madu memberi kontribusi 2. Oxorn & Forte, 2010, Ilmu Kebi-
sebesar 6,45 % vitamin B1 dai angka danan Patologi dan Fisiologi
kecukupan gizi untuk sekali komsumsi. Persalinan, Editor Ahli, Hakimi,
Pemberian makanan tambahan (PMT) Yayasan Essential Medika, Jakarta,
formula kacang Hijau terpapar coklat dan 3. Farrer, 2001, Keperawatan
madu memberi kontribusi energi 4 ( empat) Maternitas, alihbahasa Andry
terhadap kecukupan gizi. Cokelat memberi hartono, second edition, Jakarta.
efek ketenangan terhadap psikologis ibu. 4. Kardjati,S,1999, Aspek
Formula kacang hijau terpapar cokelat dan Kesehatan dan Gizi Anak Balita,
madu mengandung kalori 87,51 untuk satu Yayasan Obor Indonesia, Jakarta,
kali komsumsi. Dilihat dari angka kecukupan 5. Anonim, 1996, Pedoman
gizi telah terpenuhi sebanyak 4%, kandungan Penanggulangan Ibu Hamil
vitamin B 1 0,00664 yang mampu Kekurangan Energi Kronis,
mengkontribusi 6, 45 % cukup membantu Depkes RI, Jakarta.
kontraksi uterus, selain makanan yang telah 6. Renfrew, 2001. Nutrition, A
dikonsumsi.Penelitian ini memiliki kelemahan Guide to Effectivec are in
dimana formula diberikan pasa fase aktif Pregnancy chilbirth, second
sehingga sebagian besar sampel mendapat Edition
intervensi hanya satu kali, serta tidak 7. Arikunto, S, 2007, Prosedur
dikendalikan berat badan bayi dalam analisis Penelitian Suatu Pendekatan
data, kerena berat badan bayi juga Praktik, Rineka Cipta, Jakarta,
berkontribusi terhadap kemajuan persalinan.
Kesimpulan dan saran
Dari hasil penelitian ditemukan, bahwa
kemajuan pembukaan kanalis servikalis,
penurunan bagian terendah janin serta lama
kala dua pada ibu yang diberi makanan
tambahan (PMT) formula kacang hijau
terpapar cokelat dan madu lebih cepat
dibandingkan dengan kelompok ibu yang
tidak diberikan formula. Dari hasil analisis
didapatkan bahwa makanan tambahan
formula kacang hijau terpapar cokelat dan
madu tidak efektif terhadap kemajuan

193