Anda di halaman 1dari 20

Pengertian SDGs (Sustainable Development Goals)

SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan sebuah program pembangunan


berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan
tenggat waktu yang ditentukan. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk
kesejahteraan manusia dan planet bumi. SDGs ini diterbitkan pada tanggal 21 Oktober 2015
menggantikan perogram sebelumnya yaitu MDGs (Millennium Development Goals) sebagai
tujuan pembangunan bersama sampai tahun 2030 yang disepakati oleh banyak negara dalam
forum resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jadi kerangka pembangunan yang
berkaitan dengan perubahan situasi dunia yang sebelumnya menggunakan konsep MGDs
sekarang diganti dengan SDGs.

SDGs merupakan hasil dari proses yang bersifat partisipatif, transparan, dan inklusif terhadap
semua suara pemangku kepentingan dan masyarakat selama 3 tahun lamanya. SDGs akan
mewakili sebuah kesepakatan yang belum pernah ada sebelumnya yang terkait dengan
prioritas-prioritas pembangunan berkelanjutan di antara 193 Negara Anggota.

Tujuan SDGs (Sustainable Development Goals)


Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, SDGs (Sustainable Development Goals)
mempunyai 17 tujuan dengan 169 target, dimana tujuan dan target-target dari SDGs ini bersifat
global serta dapat diaplikasikan secara universal yang dipertimbangkan dengan berbagai
realitas nasional, kapasitas serta tingkat pembangunan yang berbeda dan menghormati
kebijakan serta prioritas nasional. Tujuan dan target SDGs tidaklah berdiri sendiri, perlu
adanya implementasi yang dilakukan secara terpadu.

Tujuan dari SDGs (Sustainable Development Goals) yang dikutip dari Litbang Depkes RI
antara lain sebagai berikut:

1. Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi seluruh orang di
segala usia.
2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, dan
mendorong pertanian yang berkelanjutan.
3. Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun.
4. Membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif
dan berkelanjutan serta membina inovasi.
5. Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi
seluruh orang.
6. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan,
serta kesempatan kerja penuh, produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua orang.
7. Menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan serta modern bagi
semua orang.
8. Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan
belajar seumur hidup bagi setiap orang.
9. Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, berketahanan, aman dan
berkelanjutan.
10. Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan.
11. Mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan,
menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif,
akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.
12. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim serta dampaknya.
13. Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara.
14. Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
15. Melestarikan dan menggunakan samudera, lautan dan sumber daya laut secara
berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan.
16. Memperkuat perangkat-perangkat implementasi (means of implementation) dan
merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
17. Melindungi, memperbarui, dan mendorong pemakaian ekosistem daratan yang
berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan,
menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian
keanekaragaman hayati.

Perbedaan SDGs dengan MDGs


Pada dasarnya SDGs dan MDGs memiliki persamaan yaitu tujuan yang sama. hal tersebut
karena SDGs melanjutkan tujuan utama dari MDGs yaitu perihal penanggulangan kelaparan
dan kemiskinan di dunia. Namun, dokumen MDGs yang disepakati pimpinan dunia pada tahun
2000 tersebut telah habis pada tahun 2015. Kemudian para pemimpin dunia merasa agenda
MDGs (Milenium Development Goals) perlu diteruskan, sehingga muncul sebuah dokumen
usulan bernama SDGs (Sustainable Development Goals).

Setelah kita mengetahui bahwa SDGs adalah kelanjutan dari MDGs dan mengetahu
persamaannya, selanjutnya selain persamaan tentunya juga terdapat beberapa perbedaan antara
SDGs dengan MDGs. Salah satu perbedaannya adalah MDGs hanya mempunyai 8 tujuan
sedangkan SDGs memiliki 17 Tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 169 target, oleh
sebab itu SDGs mempunyai cakupan yang lebih luas dan akan mampu lebih tanggap atas
penyebab utama kemiskinan serta kebutuhan universal. Tujuan SDGs mencakup tiga dimensi
dari pembangunan berkelanjutan, yaitu pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial dan perlindungan
terhadap lingkungan.

SDGs dibuat berdasarkan momentum dan keberhasilan MDGs. Tujuan SDGs meliputi lebih
banyak aspek kehidupan yang diiringi dengan ambisi untuk menanggapi perubahan iklim,
pekerjaan yang layak, ketidaksetaraan, pertumbuhan ekonomi, kota dan pemukiman
masyarakat, industrialisasi, energi, konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, perdamaian dan
keadilan.

Tujuan serta target SDGs akan dimonitor dan ditinjau setiap saat dengan menggunakan
indikator-indikator global. Dan kerangka kerja indikator global tersebut juga terus
dikembangkan oleh Kelompok Lintas Badan dan Ahli. Selain itu pemerintah juga akan turut
serta mengembangkan indikator-indikator nasional guna membantu memantau kemajuan
dalam mencapai tujuan dan target SDGs. Berikutnya tindak lanjut dalm proses peninjauan akan
dilaksanakan setiap tahun oleh Forum Tingkat Tinggi Politik tentang Pembangunan
Berkelanjutan dengan menggunakan sebuah Laporan Kemajuan SDGs yang dipersiapkan oleh
Sekretaris Jenderal.

 Visi dan Misi


Dipublikasikan Pada : Kamis, 12 Juni 2014 00:00:00, Dibaca : 375.982 Kali

NAWACITA
Kementerian Kesehatan berperan serta dalam meningkatkan kualitas hidup
masyarakat melalui agenda prioritas Kabinet Kerja atau yang dikenal dengan Nawa
Cita, sebagai berikut:

o Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan


rasa aman pada seluruh warga Negara.
o Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan
yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
o Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa
dalam kerangka negara kesatuan.
o Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum
yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
o Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
o Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.
o Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis
ekonomi domestik.
o Melakukan revolusi karakter bangsa.
o Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

VISI
Visi misi Kementerian Kesehatan mengikuti visi misi Presiden Republik Indonesia
yaitu Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan Gotong-royong. Visi tersebut diwujudkan dengan 7 (tujuh) misi
pembangunan yaitu:

o Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah,


menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan
mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
o Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan
negara hukum.
o Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta memperkuat jati diri sebagai
negara maritim.
o Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
o Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
o Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan
berbasiskan kepentingan nasional, serta
o Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

NILAI-NILAI

Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, Kementerian Kesehatan selalu
mendahulukan kepentingan rakyat dan harus menghasilkan yang terbaik untuk rakyat.
Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah
satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama dan status sosial
ekonomi.

Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan semua pihak, karena
pembangunan kesehatan tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh Kementerian
Kesehatan saja. Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi
aktif, yang meliputi lintas sektor, organisasi profesi, organisasi masyarakat
pengusaha, masyarakat madani dan masyarakat akar rumput.

Responsif
Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan rakyat, serta
tanggap dalam mengatasi permasalahan di daerah, situasi kondisi setempat, sosial
budaya dan kondisi geografis. Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi
permasalahan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penangnganan yang
berbeda pula.

Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target yang telah
ditetapkan dan bersifat efisien.

Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN), transparan, dan akuntabel.

Kementerian Kesehatan RI mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan


sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2016, pasal 3 dalam melaksanakan tugas, Kementerian


Kesehatan RI menyelenggarakan fungsi :
 perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat,
pencegahan dan pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan, dan kefarmasian dan
alat kesehatan;
 koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi
kepada seluruh unsur organsisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan;
 pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian
Kesehatan;
 pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan;
 pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia di bidang
kesehatan serta pengelolaan tenaga kesehatan;
 pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian
Kesehatan di daerah;
 pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan;
 pelaksanaan dukungan substansif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
Kementerian Kesehatan;

Pengertian, Fungsi & Kegiatan Pokok Puskesmas

Pengertian Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat
yang amat penting di Indonesia. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang
bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatau wilayah kerja (Depkes,
2011).

Pengertian puskesmas adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat
pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta
pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara
menyeluruh, terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalarn
suatu wilayah tertentu (Azrul Azwar, 1996).

Puskesmas merupakan kesatuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan


yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat dengan
peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat luas guna
mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan
(Depkes, 2009).

Jika ditinjau dari sistim pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan puskesmas
adalah sebagai ujung tombak sistim pelayanan kcsehatan di Indonesia. Sebagai sarana pelayanan
kesehatan terdepan di Indonesia, maka Puskesmas bertanggungjawab dalam menyelenggarakan
pelayartan kesehatan masyarakat, juga bertanggung jawab dalatn menyelenggarakan pelayanan
kedokteran.
Visi dan Misi Puskesmas
Visi puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat menuju Indonesia sehat. Indikator utama yakni:

1. Lingkungan sehat.
2. Perilaku sehat.
3. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu.
4. Derajat kesehatan penduduk kecamatan.

Misi puskesmas, yaitu:

1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.


2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerjanya.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
berserta lingkungannya.

Kegiatan Pokok Puskesmas

Sesuai dengan kemampuan tenaga maupun fasilitas yang berbeda-beda, maka kegiatan pokok yang
dapat dilaksanakan oleh sebuah puskesmas akan berbeda pula. Namun demikian kegiatan pokok
Puskesmas yang seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut : KIA, Keluarga Berencana, Usaha
Perbaikan Gizi, Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular,
Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, penyuluhan Kesehatan Masyarakat,
Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Perawatan Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan
keselamatan Kerja, Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mata, Laboratorium
Sederhana, Pencatatan Laporan dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Usia Lanjut
dan Pcmbinaan Pengohatan Tradisional.

Fungsi puskesmas
Puskesmas diharapkan dapat bertindak sebagai motivator, fasilitator dan turut serta memantau
terselenggaranya proses pembangunan di wilayah kerjanya agar berdampak positif terhadap
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Hasil yang diharapkan dalam menjalankan fungsi ini
antara lain adalah terselenggaranya pembangunan di luar bidang kesehatan yang mendukung
terciptanya lingkungan dan perilaku sehat. Upaya pelayanan yang diselenggarakan meliputi :

1. Pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih mengutamakan pelayanan promotif dan


preventif, dengan kelompok masyarakat serta sebagian besar diselenggarakan bersama
masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas.
2. Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan,kuratif dan rehabilitatif dengan
pendekatan individu dan keluarga pada umumnya melalui upaya rawat jalan dan rujukan (
Depkes RI, 2007).

Fungsi dari Puskesmas adalah:

1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.


2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka kemampuan untuk
hidup sehat.
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan masyarakat di wilayah kerjanya.

Jangkauan Pelayanan Puskesmas

Sesuai dengan keadaan geografi, luas wilayah, sarana perhubungan, dan kepadatan penduduk dalam
wilayah kerja Puskesmas. Agar jangkauan pelayanan Puskesmas lebih merata dan meluas,
Puskesmas perlu ditunjang dengan Puskesmas pembantu, penempatan bidan di desa yang belum
terjangkau oleh pelayanan yang ada, dan Puskesmas keliling. Disamping itu pergerakkan peran serta
masyarakat untuk mengelola posyandu.

 Kumpulan UU & Peraturan Tentang JKN


Undang-Undang

o UU No. 40 Th 2004 ttg Sistem Jaminan Sosial Nasional


o UU No. 36 Th 2009 ttg Kesehatan
o UU No. 24 Th 2011 ttg Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial

Peraturan Pemerintah

o PP No. 101 Th 2012 ttg Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan

Peraturan Presiden

o PERPRES No. 105 Th 2013 ttg Pemeliharaan Kesehatan Menteri dan Pejabat Tertentu
o PERPRES No. 106 Th 2013 ttg Pemeliharaan Kesehatan Anggota DPR, DPD, MK, Hakim
MA
o PERPRES No. 107 Th 2013 ttg YANKES Tertentu Berkaitan Dengan KEMHAN, TNI,
Kepolisian
o PERPRES No. 108 Th 2013 ttg Bentuk dan Isi Laporan Pengelolaan Program JAMSOS
o PERPRES No. 109 Th 2013 ttg Penahapan Kepesertaan Program JAMSOS
o PERPRES No. 110 Th 2013 ttg Gaji Upah Manfaat DEWAS dan Direksi BPJS
o PERPRES No. 111 Th 2013 ttg Perubahan Atas PERPRES No. 12 Th 2013 ttg JAMKES

Peraturan Menteri Kesehatan

o PMK No. 69 ttg Tarif Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan


o PMK No. 71 Th 2013 ttg Pelayanan Kesehatan Pada JKN

Keputusan Menteri Kesehatan

o KMK No. 326 ttg Penyiapan Penyelenggaraan JKN


o KMK No. 328 ttg Formularium Nasional
o KMK No. 455 ttg Asosiasi Fasilitas Kesehatan
CERDIK adalah slogan kesehatan yang setiap hurufnya mempunyai makna yaitu; C=Cek kesehatan
secara berkala, E=Enyahkan asap rokok, R=Rajin aktifitas fisik, D=Diet sehat dengan kalori seimbang,
I=Istirahat cukup dan K= Kelola stress.

aksi CERDIK, yaitu dengan melakukan:


 Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mu
periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.
 Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
 Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan kaki, member
Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.
 Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur m
porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gr
hindari makanan/minuman yang manis atau yang berkarbonasi
 Istirahat yang cukup.
 Kelola stress dengan baik dan benar.

Untuk menanggulangi Penyakit Tidak Menular, diperlukan langkah CERDIK, yaitu Cek kesehatan
secara berkala; Enyahkan asap rokok; Rajin beraktifitas fisik; Diet yang baik dan seimbang;Istirahat
yang cukup; dan Kelola stress.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk
menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun
2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. ... Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek
menjadi BPJS dilakukan secara bertahap.

PHBS (PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)


PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

Dasar Pemikiran
Dasar Pemikiran dilakukan penyuluhan tentang PHBS adalah karena faktor perilaku secara
teoritis memiliki andil 30 – 35 % terhadap derajat kesehatan, sedangkan dampak dari perilaku
terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah
perilaku yang tidak sehat menjadi sehat, salah satunya melalui program Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS).
Pengertian PHBS
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan
mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA, Gizi,
Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat / Asuransi Kesehatan / JPKM.
Sedangkan penyuluhan PHBS itu adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau
menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan
membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi),
bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment).
Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama
dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat
dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Indikator PHBS
Indikator nasional PHBS ada 10, yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI Eksklusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan Air Bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah

Keterangan INDIKATOR PHBS:


1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Pertolongan pertama pada persalinan balita termuda dalam rumah tangga dilakukan oleh
tenaga kesehatan (dokter, bidan)
2. Memberi bayi ASI Eksklusif
Bayi termuda umur 0 – 6 bulan diberi ASI saja sejak lahir sampai dengan 24 jam terakhir.
3. Menimbang balita setiap bulan
Balita (0 – 59 bl) ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan dan dicatat dalam KMS.
Penimbangan ke posyandu, puskesmas, pustu, RS, bidan dan sarana kesehatan lainnya
minimal 8 kali setahun
4. Menggunakan Air Bersih
Rumah tangga menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Syarat fisik air bersih
adalah tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Jarak sumber air bersih dengan tempat
penampungan limbah minimal 10 m.
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Kebiasaan anggota rumah tangga umur ≥ 5 th untuk mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air besar (BAB) dalam 1 minggu terakhir.
6. Menggunakan jamban sehat
Rumah tangga memiliki atau menggunakan jamban leher angsa dengan septik tank/lubang
penampung kotoran sebagai tempat pembuangan akhir.
Jamban/kakus adalah bangunan yang dipergunakan untuk membuang tinja atau kotoran
manusia.tinja bagi keluarga. Manfaat jamban adalah untuk mencegah penularan penyakit dan
pencemaran dari kotoran manusia.
Syarat jamban sehat adalah
: a. Tidak
mencemari sumber air minum (jarak sumber air minum dengan lubang penampungan
minimum 10 m, bila tidak memungkinkan perlu konstruksi kedap air).
b. Tidak berbau dan tinja tidak dijamak oleh serangga dan tikus
c. Tidak mencemari tanah di sekitarnya
d. Mudah dibersihkan
e. Aman digunakan
f. Dilengkapi dinding dan atap pelindung
g. Cukup penerangan
h. Lantai kedap air
i. Luas ruangan cukup
j. Ventilasi cukup baik
k. Tersedia air dan alat pembersih

7. Memberantas jentik di rumah


Tidak ditemukan jentik di semua tempat yang dapat menampung air baik di dalam atau di
lingkungan rumah.
8. Makan sayur dan buah setiap hari
Anggota rumah tangga umur > 10 th mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi
sayuran setiap hari dalam 1 minggu terakhir
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
Anggota keluarga umur > 10 th melakukan aktifitas fisik setiap hari minimal 30 menit dalam
1 minggu terakhir. Aktifitas fisik yang dimaksud adalah kegiatan olah tubuh yang membuat
tubuh menjadi lebih sehat : lari, jalan, bersepeda kayuh, menimba air, dls.
10. Tidak merokok di dalam rumah
Anggota keluarga umur > 10 th tidak merokok di dalam rumah ketika berada bersama
anggota keluarga lainnya selama 1 bulan
terakhir. 11. Gizi Seimbang
Anggota RT setiap hari :
Mengkonsumsi garam beryodium
Mengkonsumsi aneka ragam makanan
12. Memeriksakan kehamilan sesuai standar
Ibu hamil terakhir yang memeriksakan kehamilannya (K4) secara rutin di tenaga kesehatan
dengan rincian
:
– Trimester I min. 1x
– Trimester II min. 2x
– Trimester III min. 2x
13. Memiliki jaminan kesehatan
Anggota RT mempunyai pembiayaan pra upaya kesehatan seperti Askes, Askeskin, Dana
sehat, jamsostek, Asuransi Perusahaan, atau bentuk jaminan kesehatan lainnya.
14. Imunisasi lengkap pada bayi
Bayi (0-11 bulan) yang mendapat imunisasi sesuai program
0 – 7 hari : Hb Uniject
0 -1 bulan : BCG
2 bln : DPT-HB Combo I, Polio I
3 bln : DPT-HB Combo II, Polio II
4 bln : DPT-HB Combo III, Polio III
9 bln : Campak, Polio IV
15. PUS sebagai peserta KB
Suami/Isteri sebagai akseptor KB, kecuali pada PUS yang ingin anak tetapi tidak mempunyai
faktor resiko
16. Lantai rumah bukan dari tanah
RT yang mempunyai rumah dengan bagian bawah/dasar/alas terbuat dari semen, ubin,
keramik/ atau sejenis yang kedap air.
17. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan
RT yang memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta
18. Pengelolaan sampah
Keluarga melakukan pengelolaan sampah sehingga tidak terdapat sampah berserakan atau
tidak dikelola dengan baik, baik di dalam rumah ataupun di luar rumah
19. Memiliki TOGA
Anggota keluarga yang menanam/memiliki TOGA di pekarangan rumahnya dan tahu
pemanfaatannya
20. Kebiasaan gosok gigi
Anggota keluarga umur ≥ 5 tahun yang gosok gigi setelah makan dan mau tidur dalam 1
minggu terakhir.

Gerakan PHBS Sebagai Langkah Awal Menuju Peningkatan Kualitas Kesehatan


Masyarakat

PHBS merupakan kependekan dari Pola Hidup Bersih dan Sehat. Sedangkan pengertian PHBS
adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga
dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki
peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

Perilaku hidup bersih sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan
pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas
dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Ada berbagai informasi yang
dapat dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap
dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat.

PHBS adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota
masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari
dengan tujuan hidup bersih dan sehat.

Terdapat langkah – langkah berupa edukasi melalui pendekatan pemuka atau pimpinan
masyarakat, pembinaan suasana dan juga pemberdayaan masyarakat dengan tujuan
kemampuan mengenal dan tahu masalah kesehatan yang ada di sekitar; terutama pada tingkatan
rumah tangga sebagai awal untuk memperbaiki pola dan gaya hidup agar lebih sehat.

Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses
penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani
perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat. Manfaat PHBS yang paling utama
adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan
kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar
kesehatan.

Beberapa Tatanan PHBS


Tatanan PHBS melibatkan beberapa elemen yang merupakan bagian dari tempat beraktivitas
dalam kehidupan sehari – hari. Berikut ini 5 tatanan PBHS yang dapat menjadi simpul – simpul
untuk memulai proses penyadartahuan tentang perilaku hidup bersih sehat :
 PHBS di Rumah tangga
 PHBS di Sekolah
 PHBS di Tempat kerja
 PHBS di Sarana kesehatan
 PHBS di Tempat umum

Manfaat PHBS
Manfaat PHBS secara umum adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau
menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut agar masyarakat bisa mencegah dan
menanggulangi masalah kesehatan. Selain itu, dengan menerapkan PHBS masyarakat mampu
menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup.

 Manfaat PHBS Di Sekolah

PHBS di sekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa,guru dan masyarakat


lingkungan sekolah untuk mau melakukan pola hidup sehat untuk menciptakan sekolah sehat.
Manfaat PHBS di Sekolah mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,
meningkatkan proses belajarmengajar dan para siswa, guru hingga masyarakat lingkungan
sekolah menjadi sehat.

 Manfaat PHBS Di Rumah Tangga

Menerapkan PHBS di rumah tangga tentu akan menciptakan keluarga sehat dan mampu
meminimalisir masalah kesehatan. Manfaat PHBS di Rumah tangga antara lain, setiap
anggota keluarga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak mudah terkena penyakit,
rumah tangga sehat mampu meningkatkan produktifitas anggota rumah tangga dan manfaat
phbs rumah tangga selanjutnya adalah anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola
hidup sehat dan anak dpt tumbuh sehat dan tercukupi gizi

 Manfaat PHBS Di Tempat Kerja

PHBS di Tempat kerja adalah kegiatan untuk memberdayakan para pekerja agar tahu dan
mau untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dan berperan dalam menciptakan
tempat kerja yang sehat. manfaat PHBS di tempat kerja yaitu para pekerja mampu
meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit, meningkatkan produktivitas kerja dan
meningkatkan citra tempat kerja yang positif .

 Manfaat PHBS di Masyarakat

Manfaat PHBS di masyarakat adalah masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang


sehat, mencegah penyebaran penyakit, masyarakat memanfaatkan pelayanan fasilitas
kesehatan dan mampu mengembangkan kesehatan yang bersumber dari masyarakat.

Indikator PHBS Di Sekolah


PHBS Di Sekolah merupakan langkah untuk memberdayakan siswa,guru dan masyarakat
lingkungan sekolah agar bisa dan mau melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dalam
menciptakan sekolah yang sehat.
Contoh phbs di sekolah

 Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan,


 Mengkonsumsi jajanan sehat,
 Menggunakan jamban bersih dan sehat
 Olahraga yang teratur
 Memberantas jentik nyamuk
 Tidak merokok di lingkungan sekolah
 Membuang sampah pada tempatnya, dan
 Melakukan kerja bakti bersama warga lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan
yang sehat.

Tatanan PHBS Rumah Tangga


Salah satu tatanan PHBS yang utama adalah PHBS rumah tangga yang bertujuan
memberdayakan anggota sebuah rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menjalankan
perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di
tingkat masyarakat. Tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah
tercapainya rumah tangga yang sehat.

Terdapat beberapa indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga yang dapat dijadikan acuan
untuk mengenali keberhasilan dari praktek perilaku hidup bersih dan sehat pada tingkatan
rumah tangga. Berikut ini 10 indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga :

1. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan.


Persalinan yang mendapat pertolongan dari pihak tenaga kesehatan baik itu dokter, bidan
ataupun paramedis memiliki standar dalam penggunaan peralatan yang bersih, steril dan juga
aman. Langkah tersebut dapat mencegah infeksi dan bahaya lain yang beresiko bagi
keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan.

2. Pemberian ASI eksklusif


Kesadaran mengenai pentingnya ASI bagi anak di usia 0 hingga 6 bulan menjadi bagian penting
dari indikator keberhasilan praktek perilaku hidup bersih dan sehat pada tingkat rumah
tangga.

3. Menimbang bayi dan balita secara berkala


Praktek tersebut dapat memudahkan pemantauan pertumbuhan bayi. Penimbangan dapat
dilakukan di Posyandu sejak bayi berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Posyandu dapat menjadi
tempat memantau pertumbuhan anak dan menyediakan kelengkapan imunisasi.
Penimbangan secara teratur juga dapat memudahkan deteksi dini kasus gizi buruk.

4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih


Praktek ini merupakan langkah yang berkaitan dengan kebersihan diri sekaligus langkah
pencegahan penularan berbagai jenis penyakit berkat tangan yang bersih dan bebas dari
kuman.

5. Menggunakan air bersih


Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk menjalani hidup sehat.
6. Menggunakan jamban sehat
Jamban merupakan infrastruktur sanitasi penting yang berkaitan dengan unit pembuangan
kotoran dan air untuk keperluan pembersihan.

7. Memberantas jentik nyamuk


Nyamuk merupakan vektor berbagai jenis penyakit dan memutus siklus hidup makhluk
tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan berbagai penyakit.

8. Konsumsi buah dan sayur


Buah dan sayur dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta serat yang dibutuhkan
tubuh untuk tumbuh optimal dan sehat.

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari


Aktivitas fisik dapat berupa kegiatan olahraga ataupun aktivitas bekerja yang melibatkan
gerakan dan keluarnya tenaga.

10. Tidak merokok di dalam rumah


Perokok aktif dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan masalah kesehatan bagi perokok
pasif. Berhenti merokok atau setidaknya tidak merokok di dalam rumah dapat menghindarkan
keluarga dari berbagai masalah kesehatan.

Salah Satu Aktivitas PHBS - Cuci Tangan Pakai Sabun

Pentingnya Materi PHBS Di Setiap Tatanan

Selain PHBS dalam tatanan rumah tangga, masih terdapat tatanan lain yang tidak kalah
penting seperti PHBS di sekolah dan juga PHBS di tempat kerja. Keseluruhan dari materi
PHBS bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan individu dan masyarakat yang terlibat
pada setiap tatanan.

Sekolah yang sehat dengan anggota komunitas tingkat sekolah yang berperilaku hidup bersih
dan sehat dapat mencegah sekolah menjadi titik penularan atau sumber berbagai penyakit.
Demikian pula dengan PHBS di tempat kerja dimana keamanan dan kesehatan menjadi sesuatu
yang tidak kalah penting.

Perilaku hidup bersih dan sehat yang berasal dari implementasi materi PHBS dapat menjadi
kunci untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Menjalankan praktek indikator
– indikator PHBS di berbagai tatanan dapat menjadi sebuah gerakan untuk memasyarakatkan
perilaku hidup bersih dan sehat dimanapun dan juga kapanpun.

Prinsip-prinsip pencegahan PTM, sebagai berikut :

Pertama, mengutamakan preventif, promotif melalui berbagai kegiatan edukasi dan promotif-
preventif,dengan tidak mengesampingkan aspek kuratif-rehabilitatif melalui peningkatan
jangkauan dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan.
Kedua, melaksanakan pencegahan pada seluruh siklus hidup manusia, sejak dalam kandungan,
hingga bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, diikuti perbaikan budaya hidup bersih dan
sehat. Yang dimaksud seluruh siklus hidup adalah sejak hamil, lahir, anak sekolah, remaja,
dewasa, usia lanjut sesuai dengan masalah pada kelompok usia tersebut. Pada kelompok usia
1000 hari pertama, fokus pencegahan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar gizi dan
kesehatan agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan.

Ketiga, menerapkan Pedoman Gizi Seimbang, yang difokuskan pada peningkatan konsumsi
sayur dan buah, pangan hewani, dengan mengurangi lemak serta minyak dan membatasi gula
dan garam.

Keempat, menggerakkan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dan menimbang berat
badan secara teratur.

Kelima, melibatkan semua sektor, baik Pemerintah maupun masyarakat, untuk secara nyata
melakukan sinergi dalam melakukan PTM.

Regulasi yang telah dan akan dikeluarkan Pemerintah terkait dengan PTM sebagai
berikut:

Pertama, untuk menjamin agar bayi memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI Eksklusif
sebagaimana diamanatkan Undang Undang Nomor 36 tahun 2009, telah dikeluarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

Selain itu, telah diterbitkan pula dua Peraturan Menteri Kesehatan, yaitu tentang penyediaan
fasilitas khusus menyusui di tempat umum dan tempat kerja; serta tentang penggunaan susu
formula dan produk bayi lainnya. Menkes menghimbau agar seluruh organisasi profesi bidang
kesehatan untuk benar-benar memahami dan menjalankan peraturan tersebut.

Kedua, peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang
mengandung zat adiktif berupa tembakau bagi kesehatan yang antara lain mengatur
perlindungan kesehatan masyarakat dari bahaya penggunaan bahan yang mengandung
karsinogenik dan adiktif.

Ketiga, peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang pencantuman informasi
kandungan gula, garam dan lemak serta pesan kesehatan untuk pangan olahan dan pangan siap
saji.

Keempat, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional
Percepatan Perbaikan Gizi, yang menekankan pada peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar
pangan, gizi dan kesehatan pada ibu hamil sampai anak usia 2 tahun.

Kelima, dalam waktu dekat Menteri Kesehatan akan mengeluarkan Peraturan Menteri
Kesehatan tentang Angka Kecukupan Gizi dan Pedoman Gizi Seimbang sesuai dengan
rekomendasi Widyakarya Pangan dan Gizi tahun lalu.

Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Prinsip upaya pencegahan penyakit lebih baik dari mengobati tetap juga berlaku untuk PTM.
4 Tingkat Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Pencegahan primordial → dimaksudkan untuk memberikan kondisi pada masyarakat yang


memungkinkan penyakit tidak mendapat dukungan dasar dari kebiasaan, gaya hidup dan
faktor resiko lainnya. Upaya ini sangat komplek, tidak hanya merupakan upaya dari
kesehatan tapi multimitra.

Pencegahan tingkat pertama, meliputi :

 Promosi kesmas, misal : kampanye kesadaran masyarakat, promosi kesehatan,


pendidikan kesmas.
 Pencegahan khusus, misal : pencegahan ketrpaparan, pemberian kemoprevntif

Pencegahan tingkat kedua, meliputi :

 Diagnosis dini, misal dengan melakukan screening


 Pengobatan, kemoterapi atau tindakan bedah

Pencegahan tingkat ketiga, meliputi:


Rehabilitasi, misal perawatan rumah jompo, perawatan rumah sakit

Upaya pencegahan PTM ditujukan kepada faktor resiko yang telah diidentifikasi.

Screening PenyakitTidak Menular


Screening atau penyaringan adalah usaha untuk mendeteksi/mencari penderita penyakit
tertentu tanpa gejala dalam masyarakat atau kelompok tertentu melalui suatu
test/pemeriksaan, yang secara singkat dan sederhana dapat memisahakan mereka yang
kemungkinan besar menderita, yang selanjutnya didiagnosa dan dilanjutkan dengan
pengobatan. Screening ini sangat erat kaitannya dengan faktor resiko dari PTM.

Sebagian besar penyakit tidak menular dapat dicegah bila kita menghindari 4 faktor risiko
(perilaku) yang utama yaitu:

1. Pemakaian tembakau (merokok).


2. Kurangnya aktivitas fisik.
3. Konsumsi alkohol.
4. Diet yang tidak sehat.

Faktor-faktor risiko Penyakit Tidak Menular di atas merupakan faktor-faktor risiko yang
berhubungan dengan perilaku dan dapat dikontrol dari diri kita sendiri. Sebenarnya masih ada
faktor-faktor risiko lain bagi terjadinya penyakit tidak menular tetapi biasanya faktor-faktor
ini sulit dikontrol dari diri sendiri, seperti: faktor stress, kegemukan, dan pencemaran
lingkungan.

 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular :

1. Penyemprotan/fogging sarang nyamuk


2. Pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging
3. Pengadaan vaksin penyakit menular
4. Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah
5. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
6. Pencegahan penularan penyakit endemik/epidemik
7. Pemusnahan/karantina sumber penyebab penyakit menular
8. Peningkatan imuunisasi
9. Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah
10. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan
pemberantasan penyakit
11. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

Usaha – usaha pencegahan penyakit dan tindakan efektif terhadap penyebaran penyakit
menular dapat dilakukan antara lain :

1. Control terhadap sumber atau reservoir infeksi

Kasus atau karier penyakit yang merupakan sumber utama infeksi dapat di control dengan
cara :

– Diagnosis dini

– Notifikasi

– Isolasi

– Terapi

– Karantina

– Surveilans epidemiologi

– Desinfeksi

2. Memutuskan rantai penularan

Penularan penyakit dari orang sakit kepada orang lain dapat melalui beberapa jalan. Untuk
mencegah terjadinya penularandapat dengan cara melakukan blockade atau memutus rantai
penularan.

– Vehicle transmission

– Vector transmission

– Airbome transmission

– Contact transmission

3. Proteksi pada kelompok penduduk yang rentan

– Imunisasi aktif

– Imunisasi pasif
– Kemoprofilaksis

– Pendidikan kesehatan

Cuci tangan yang benar adalah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir dengan
langkah-langkah yang dianjurkan. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) membagi cuci
tangan ke dalam 11 langkah. Namun, Anda dapat merangkumnya menjadi 7 langkah
sederhana. Berikut adalah 7 langkah cuci tangan yang dapat Anda ajarkan pada si
kecil:

1. Basahi tangan dengan air mengalir.


2. Gunakan sabun antibakteri. seperti Lifebuoy Hand Wash karena efektif untuk
menghilangkan kuman penyebab penyakit.
3. Gosok-gosok tangan hingga sabun mengeluarkan busa.
4. Ratakan sabun dan gosok tangan setidaknya selama 20 detik. Ingatlah untuk
menggosok semua permukaan, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan,
antara jemari, dan di bawah kuku.
5. Bilas tangan hingga tak ada busa sabun yang tersisa.
6. Keringkan tangan dengan handuk bersih atau tisu kering.
7. Matikan kran dengan siku tangan atau handuk agar kuman yang mungkin menempel
pada kran tidak mencemari tangan yang sudah bersih.

Dengan rutin melakukan 7 langkah cuci tangan, tangan si kecil pun akan bersih kembali
sehingga meminimalkan risiko ia terinfeksi kuman penyebab penyakit. Agar si kecil
bersemangat, lakukan aktivitas cuci tangan 7 langkah ini bersama-sama saat sebelum dan
setelah makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain di luar. Memiliki anak sehat
tentu adalah harapan Anda, bukan? Karena kesehatan anak adalah segalanya. Yuk, ajari si
kecil 7 langkah cuci tangan dengan benar sedini mungkin!

Pentingnya perubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat, mendasari program
prioritas Pembangunan Kesehatan pada periode 20152019 dilaksanakan melalui Program
Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga yang dalam penyelenggaraannya memiliki 12
indikator utama sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga, yaitu:

(1) Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB);

(2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan;

(3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap;

(4) Bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif;

(5) Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan;

(6) Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar;

(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur;


(8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan;

(9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok;

(10) Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN);

(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih; dan

(12) Keluarga menggunakan jamban sehat.

1. Tanggal 15 Januari : Hari Kanker Anak Sedunia


2. Tanggal 27 Januari : Hari Kusta Sedunia
3. Tanggal 04 Februari : Hari Kanker Sedunia
4. Tanggal 24 Maret : Hari Tuberkolosis Se- Dunia
5. Tanggal 07 April : Hari Kesehatan Se- Dunia
6. Tanggal 08 April : Hari Anak-anak Balita
7. Tanggal 10 April : Hari Meluas Malaria Se- Dunia
8. Tanggal 11 April : Hari Kanker Tulang
9. Tanggal 17 April : Hari Hemofilia Se- Dunia
10. Tanggal 18 April : Hari Diabetes Nasional
11. Tanggal 22 April : Hari Demam Berdarah
12. Tanggal 24 April : Hari Imunisasi
13. Tanggal 01 Mei : Hari Asma
14. Tanggal 08 Mei : Hari Palang Merah Se- Dunia
15. Tanggal 10 Mei : Hari Lupus Se-Dunia
16. Tanggal 29 Mei : Hari Lanjut Usia Nasional
17. Tanggal 31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Se- Dunia
18. Tanggal 17 Juli : Hari Saka Bakti Husada
19. Tanggal 23 Juli : Hari Anak Nasional
20. Tanggal 01 Agustus : Hari Remaja Asia
21. Tanggal 01 – 07 Agustus : Pekan ASI Se- Dunia
22. Tanggal 15 September : Hari Peduli Limfoma se- Dunia
23. Tanggal 16 September : Hari Pangan Nasional
24. Tanggal 17 September : Hari Palang Merah Indonesia
25. Tanggal 24 September : Hari Jantung se- Dunia
26. Tanggal 28 September : Hari Rabies se- Dunia
27. Tanggal 30 September : Hari Hati Sedunia
28. Tanggal 04-12 September : Pekan Peduli Hepatitis B
29. Tanggal 09 Oktober : Hari Penglihatan se- Dunia
30. Tanggal 01 – 07 Agustus : Pekan ASI Se- Dunia
31. Tanggal 10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa se- Dunia
32. Tanggal 15 Oktober : Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) se- Dunia
33. Tanggal 18 Oktober : Hari Menopause se- Dunia
34. Tanggal 20 Oktober : Hari Osteoporosis se- Dunia/Nasional
35. Tanggal 24 Oktober : Hari Dokter Nasional
36. Tanggal 12 November : Hari Kesehatan Nasional (HKN)
37. Tanggal 14 November : Hari Diabetes se- Dunia
38. Tanggal 15 November : Hari Penyakit Paru
39. Tanggal 28 November : Hari menanam Pohon Indonesia
40. Tanggal 01 Desember : Hari AIDS se- Dunia
41. Tanggal 03 Desember : Hari Penyandang Cacat se- Dunia
42. Tanggal 05 Desember : Hari Relawan se- Dunia
43. Tanggal 20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
44. Tanggal 22 Desember : Hari Ibu
45. Tanggal 27 Desember : Hari Kesatuan Gerak PKK
46. Tanggal 28 Desember : Hari Kusta se- Dunia