Anda di halaman 1dari 38

SUDARMONO SASMONO

PRODI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

LOGO
Pengantar
 Perhitungan dan studi mengenai kelistrikan dan
kemagnetan menggunakan perhitungan vektor

 Vektor adalah suatu besaran yang memiliki


nilai dan memiliki arah

 Skalar adalah suatu besaran yang hanya


memilki nilai saja, tidak memiliki arah
Operasi-operasi dasar vektor
 Operasi-operasi dasar vektor
 A+(B+C) = (A+B) +C

 A – B = A + (-B)
 (r + s) (A + B)=r(A+B) + s(A + B) = rA + rB +sA +sB
Sistem Koordinat Kartesian
Vektor Komponen dan Unit Vektor

 Vektor Komponen  Unit Vektor


Contoh (1)
Besar dan Arah Vektor dalam Koordinat Kartesian

 Sembarang vektor B yang dapat dituliskan dalam


bentuk :

 Besar vektor dapat ditentukan dengan persamaan

 Unit vektor pada arah vektor B memenuhi :


Contoh (2)
 Tentukan unit vektor sebuah vektor dari titik asal
ke titik G (2,-2,-1)

 Solusi :
 Vektor tersebut memiliki persamaan vektor :
G = 2ax – 2ay – az
 Besar vektor G memenuhi :

 Unit vektor G adalah :


Latihan (1)

 Didefenisikan Vektor M = -10ax + 4ay – 8az dan


N=8ax+7ay-2az,
 Tentukan :
 Unit vektor pada arah –M+2N
 Besar 5ax+N-3M
 |M||2N|(M+N)
Solusi Latihan (1)
Medan Vektor
 Jika vektor komponen dari persamaan vektor
berbentuk fungsi maka persamaan vektor tersebut
menunjukkan suatu medan vektor.

 Contoh persamaan medan vektor dalam koordinat


kartesian :

G = 24xyax + 12 (x2 + 2)ay +18z2az

 Medan vektor menunjukkan sebuah area dimana


persamaan medan vektor tersebut berlaku
Contoh (3)
 Medan vektor diberikan dalam bentuk persamaan
G = 24xyax + 12 (x2 + 2)ay +18z2az ; diketahui titik P
(1,2,-1). Tentukan G di titik P

 Solusi :
 G = 24(1)(2)ax + 12(12 + 2)ay + 18(-1)2az
 G = 48ax + 36ay + 18az
Latihan (2)

Medan vektor diberikan dalam bentuk persamaan :


G = 24xyax + 12 (x2 + 2)ay +18z2az ; diketahui titik P
(1,2,-1) dan Q (-2,1,3).

a) Tentukan unit vektor pada arah G di titik Q


b) Tentukan unit vektor yang berarah dari Q ke P
c) Persamaan selubung medan dimana berlaku |G|=60
Solusi Latihan (2)
Perkalian Dot/Scalar Product
 Perkalian dot/Scalar product adalah salah satu
jenis operasi perkalian vektor

 Jika terdapat vektor A dan B, maka perkalian dot


akan memenuhi persamaan :

 Pada perkalian dot berlaku hukum komutatif,


sehingga :
Perkalian Dot/Scalar Product (Lanjutan)
 Jika vektor berbentuk persamaan vektor di koordinat
kartesian seperti bentuk berikut :

 A = Axax + Ayay +Azaz


 B = Bxax + Byay +Bzaz

 Maka perkalian dot diantaranya keduanya akan


berbentuk :

 dimana untuk vektor satuan berlaku :


Sifat-sifat perkalian dot
 Perkalian vektor dengan dirinya sendiri

 Perkalian besaran skalar dengan vektor unit :

 Nilai |B| positif jika


 Nilai |B| negatif jika

 Arah perkalian skalar dengan vektor unit :


Contoh (4)
Latihan (3)
Solusi Latihan (3)
Perkalian Cross/Vektor Product
 Jika terdapat vektor A dan vektor B, maka perkalian
cross memenuhi persamaan :

 Arah vektor yang dihasilkan dari perkalian cross


mengikuti arah putaran yang divisualisasikan sebagai
berikut :
Untuk vektor satuan berlaku :

ax X ay = az
Vektor satuan lainnya berbentuk
serupa
Perkalian Cross di Persamaan Vektor
 Jika vektor berbentuk persamaan vektor di koordinat
kartesian seperti bentuk berikut :

 A = Axax + Ayay +Azaz


 B = Bxax + Byay +Bzaz

 Maka perkalian skalar diantaranya keduanya akan


berbentuk perkalian determinan berikut :
Perkalian Cross di Persamaan Vektor (Lanjutan)

 Hasil perkalian determinan berbentuk :

 Dengan memasukkan kaidah perkalian skor untuk


vektor satuan didapatkan bentuk akhir adalah :

 Pada perkalian skalar, sifat komutatif tidak berlaku


Contoh (5)
 Tentukan hasil perkalian skalar kedua vektor berikut

 Solusi :
Koordinat Silinder
 Banyak persoalan medan
magnet dan medan listrik 3
dimensi yang memerlukan
perhitungan matematika
yang rumit jika
menggunakan koordinat
kartesian.
 Persoalan tersebut seperti
persoalan medan magnet
dan medan listrik di kabel
diselesaikan dengan
perhitungan matematika
yang menggunakan
koordinat silinder
Hubungan Koordinat Silinder dengan Koordinat Kartesian

 Hubungan koordinat silinder


dan koordinat kartesian
diberikan oleh persamaan :

 dengan demikian dapat pula


dituliskan :
Vektor Satuan dalam Koordinat Silinder

 Persamaan vektor diberikan dalam bentuk koordinat


kartesian berikut :

 Diinginkan vektor dapat berbentuk persamaan vektor


dalam koordinat silinder berikut :

 Untuk mendapatkan persamaan vektor dalam


koordinat silinder tersebut dilakukan perkalian dot
berikut :
Vektor Satuan dalam Koordinat Silinder (Lanjutan)

 Perkalian dot dalam bentuk persamaan vektor


menghasilkan :

 Perkalian dot unit vektor dalam koordinat kartesian


dengan unit vektor dalam koordinat silinder
menghasilkan bentuk :
Contoh soal (6)
 Ubah persamaan vektor dalam koordinat kartesian
berikut ini kedalam persamaan vektor dalam
koordinat silinder :

 Solusi :
Latihan Soal (4)
Solusi Latihan Soal (4)
Koordinat Polar/Bola

 Koordinat bola/polar digunakan


untuk persoalan-persoalan listrik
magnet di benda-benda berbentuk
bola.
Hubungan Koordinat Polar dengan Koordinat Kartesian

 Hubungan koordinat polar


dan koordinat kartesian
diberikan oleh persamaan :

 dengan demikian dapat pula


dituliskan :
Perkalian Vektor Satuan dalam Koordinat Polar
Contoh soal (7)
 Ubah persamaan medan vektor dalam koordinat
kartesian berikut ini kedalam persamaan vektor
dalam koordinat polar :

 Solusi :
Latihan Soal (5)
Solusi Latihan Soal (5)
Solusi Latihan Soal (5) Lanjutan