Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Critical journal Riview

MK. Hukum Internasional

Skor Nilai

“penerapan instrumen hak asasi manusia terhadap anak dalam situasi konflik bersenjata”

(Citra Reskia)

DISUSUN OLEH

NAMA KELOMPOK : Karlin geriun Antonius Manik

NIM : 3172111018

KELAS : PPKN D 2017

MATA KULIAH : Hukum Internasional

DOSEN PENGAMPU : Syuratty Astuti Rahayu Manalu,SPd,.SH,M.H

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa dimana atas rahmat dan hidayah-
Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Critical journal Report ini dengan baik, yang
dimana topik dari Critical journal Report ini mengenai tentang penerapan instrumen hak
asasi manusia terhadap anak dalam situasi konflik bersenjata”
Penyusun juga berterima kasih kepada Dosen Pengampu Mata Kuliah hukum
internasional Dimana yang telah membantu penyusun dengan memberikan pengarahan yang
tepat untuk bisa menyelesaikan Critical journal Report ini tepat waktu. Critical journal
Report ini merupakan hasil dari sebuah sumber yang ditemui dari buku.
Dalam penulisan Critical journal Report ini, kami selaku penyusun merasa masih
banyak kekurangan. Untuk itu penulis membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak yang
membaca, demi mencapai kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya. Semoga Critical
journal Report ini dapat bermanfaat bagi kami dan pembaca untuk menambah pengetahuan
dan wawasan kita. Akhir kata penyusun ucapkan terima kasih.

Medan, mei 2019

Muhammad novrizal

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................i

Daftar Isi ......................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................1

A. Rasionalisasi penulisan cjr ...............................................................1


B. Tujuan penulisan ..............................................................................1
C. Manfaat penulisan ............................................................................1
D. Identitas buku ...................................................................................1

BAB II RINGKASAN JURNAL .................................................................2

BAB III PEMBAHASAN ............................................................................8

A.KELEBIHAN DAN KELEMHAN .....................................................9

A. Kelebihan ....................................................................................9

B. Kelemahan ...................................................................................9

BAB IV PENUTUP .....................................................................................10

A. Kesimpulan ......................................................................................10
B. Rekomendasi ....................................................................................10

Daftar pustaka ............................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasional pentingnya CJR

Critical Journal report/review merupakan salah satu cara untuk mempermudah


mahasiswa dalam hal memahami inti dari suatu journal .baik itu dengan cara penelitian
maupun pemahaman dari mahasiswa itu sendiri.dengan adanya Critical Journal review ini
mahasiswa lebih aktif untuk kedepannya dan lebih semangkin kritis dalam menuangkan
idenya mengenai journal itu sendiri.CJR dan CBR sama-sama memiliki tujuan yang sama
yang mana mahasiswa dititikberatkan agar lebih berpikir kritis dan mampu menguasai
materi-materi lebih konkret untuk kedepannya.

B. Tujuan Penulisan Pentingnya CJR


1. Untuk memenuhi tugas mata Kuliah Hukum Internasional
2. Untuk menambah wawasan tentang membandingkan Journal
3. Untuk meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Tentang membandingkan Journal.
4. Untuk menguatkan Pemahaman Mahasiswa dalam membandingkan kedua Journal.

C. Manfaat Journal.

Dengan membandingkan Journal Mahasiswa akan lebih kritis untuk kedepannya. Baik
itu Kritis dalam menuangkan idenya maupun kritis untuk menanggapi bagaimana
perbedaan maupun persamaan dari Journal itu.

D. Identitas jurnal

Jurnal Utama

Nama Journal : jurnal hukum internasonal

Judul Jurnal : penerapan instrumen hak asasi manusia terhadap anak dalam situasi

konflik bersenjata

Edisi terbit : 2014

1
Pengarang Jurnal : Citra Reskia

Volume : Vol. I, No. 3

ISSN 2338-3577

Jurnal pembanding

Nama Journal : Jurnal hukum internasional

Judul Jurnal peran icrc terhadap pemajuan dan penghormatan hak asasi manusia di

indonesia

Edisi terbit : 2014

Pengarang Jurnal : Sri Rahayu


Volume : Vol. I, No. 3
ISSN : 2338-3577

2
BAB II
RINGKASAN JURNAL

Anak merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, sejak dalam kandungan sampai
dilahirkan mempunyai hak atas hidup dan merdeka serta mendapat perlindungan baik dari
orang tua, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Anak mempunyai hak yang bersifat
asasi, sebagaimana yang dimiliki orang dewasa. Hak asasi anak tersebut merupakan bagian
dari hak asasi manusia yang mendapat jaminan dan perlindungan hukum baik hukum
Internasional maupun nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan juta anak hidup
menderita, bahkan tewas akibat perang yang berkecamuk di berbagai Negara seperti Uganda,
Myanmar, Ethiopia, Pelestina, Guatemala, Liberia, Srilanka, Mozambik, Angola, Afganistan,
Rwanda, Libya, Suriah, Somalia atau Sudan, Kamboja, Haiti ataupun Bosnia. Akibat perang
yang tak kunjung usai, korban warga sipil dari tahun ke tahun kian meningkat, khususnya
anak-anak

Anak terus saja menjadi korban utama konflik bersenjata. Penderitaan mereka sangat
beragam bentuknya. Anak dibunuh, kehilangan orangtua karena mereka tewas, dibuat cacat,
diculik, kehilangan hak atas pendidikan dan kesehatan, menderita trauma batin dan emosi
yang mendalam. Mereka mengungsi dan sangatlah rentan khususnya terhadap kekerasan,
pengerahan, eksploitasi seksual, penyakit, kurang gizi, dan kematian. Realitas yang dihadapi
anak-anak tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa masalah anak belumlah
mereda. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak dan pelaksanaan hak-hak anak
masih perlu dimaksimalkan sebagai gerakan global yang melibatkan potensi-potensi negara
seluruh bangsa di dunia..

Konvensi Hak-Hak Anak Tahun 1989 (Convention on the Rights of the Child)
merupakan instrumen yang berisi rumusan prinsip-prinsip universal HAM dan ketentuan
norma hukum mengenai anak. Konvensi Hak Anak merupakan sebuah perjanjian
internasional mengenai hak asasi manusia yang memasukkan masing-masing hak-hak sipil
dan politik, hak-hak ekonomi, sosial dan budaya. Dalam Konvensi Hak Anak terdapat empat
prinsip umum yang kemudian ini dimaksudkan untuk membentuk interpretasi atas konvensi
ini secara keseluruhan, dan dengan demikian memberikan arahan bagi program penerapan
dalam lingkup nasional.

3
Perlindungan anak adalah segala usaha yang dilakukan untuk menciptakan kondisi
agar setiap anak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya demi perkembangan dan
pertumbuhan anak secara wajar baik fisik, mental, dan sosial. Perlindungan anak merupakan
perwujudan adanya keadilan dalam suatu masyarakat, dengan demikian perlindungan anak
diusahakan dalam berbagai bidang kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Kegiatan
perlindungan anak membawa akibat hukum,baik kaitannya dengan hukum tertulis maupun
tidak tertulis.Hukum merupakanjaminan bagi kegiatan perlindungan anak

Dalam Konvensi Hak Anak Tahun 1989 (Convention on the Rights of the Child)
merupakan instrument hukum yang mengatur perlindungan hak-hak anak secara detail dan
merupakan tolak ukur yang harus dipakai secara utuh dalam implementasi hak asasi anak. si
jenewa 1949 dan Protokol Tambahan 1977.20 Selanjutnya sengketa bersenjata Internasional
dinyatakan dalam ketentuan pasal 2 Konvensi Jenewa 1949 sebagai sengketa bersenjata yang
melibatkan dua negara atau lebih, baik sebagai perang yang diumumkan maupun apabila
pernyataan perang tersebut tidak diakui salah satu dari mereka.

. Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child), untuk seterusnya akan
disingkat dengan KHA, merupakan sebuah perjanjian internasional yang termasuk salah satu
instrumen HAM internasional yang mengatur tentang prinsip-prinsip dasar perlindungan hak
anak di muka bumi. Dalam hukum internasional Konvensi dikelompokkan sebagai salah satu
sumber hukum internasional, selain kebiasaan internasional (International Custom),
prinsipprinsip umum hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa beradab (The General
Principles of Law Recognized by Civilized Nations) dan keputusan atau resolusi organisasi
internasional (vide Pasal 38 ayat 1 Statuta Mahkamah Agung Internasional

Gagasan mengenai hak anak bermula sejak berakhirnya Perang Dunia I sebagai
reaksiatas penderitaan yang timbul akibat daribencana peperangan terutama yang dialamioleh
kaum perempuan dan anak-anak. Liga Bangsa-Bangsa saat itu tergerak karenabesanya jumlah
anak yang menjadi yatimpiatu akibat perang.33 Pandangan ini dipengaruhi oleh laporan
tentang ketidakadilan yang serius yang diderita oleh anak-anak: tingginya tingkat kematian
anak, perawatan kesehatan yang buruk, terbatasnya kesempatan untuk memperoleh
pendidikan dasar. Ditemukan pula berbagai kasus yang mencemaskan mengenai anak-anak
yang disiksa dan dieksploitasi sebagai pekerja seksual atau dalam pekerjaan-pekerjaan yang
membahayakan, mengenai anak-anak dalam penjara atau dalam keadaan yang lain, serta
mengenai anak-anak sebagai pengungsi dan korban konflik bersenjataKorupsi menjadi

4
masalahan yang tidak henti-hentinya menyita perhatian para aktivis HMP PKn di
Yogyakarta. Para aktivis HMP PKn di Yogyakarta menggunkan media massa

Kemudian pada tahun 1924 untuk pertama kalinya Deklarasi Hak Anak diadopsi
secara Internasional oleh Liga Bangsa-Bangsa.Deklarasi ini dikenal juga sebagai Deklarasi
Jenewa.Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pada tahun 1948 Majelis Umum PBB kemudian
mengadopsi Deklarasi Universal Hak AsasiManusia pada tanggal 10 Desember. Peristiwa ini
yang kemudian pada setiap tahunnya diperingati sebagai Hari HakAsasi Manusia se-dunia ini
menandai perkembangan penting dalam sejarah HAM dan beberapa hal menyangkut hak
khusus bagi anak-anak tercakup dalam deklarasiini.

Pada tanggal 20 November 1989, akhirnya, Konvensi Hak Anak, dengan 54 buah
pasal yang kita kenal sekarang, diadopsi oleh PBB dan dinyatakan berlaku sejak September
1990. Sejak saat itu, KHA mempunyai ikatan hukum yang kuat bagi tiap negara yang
meratifikasinya. Pada 31 Desember 1995, tidak kurang dari 185 Negara telah meratifikasi
Konvensi ini. Jumlah seperti ini belum pernah tercapai sebelumnya di bidang hak asasi
manusia. Konvensi juga untuk pertama kalinya membentuk suatu badan internasional
yang bertanggung jawab untuk mengawasi penghormatan atas hak-hak anak, yakni Komite
Hak-hak Anak (Committee on the Rights of the Child)

Terdapat enam pelanggaran berat terhadap anak selama konflik bersenjata yang
disebutkan oleh Dewan Keamanan PBB dalam resolusinya, menjadi dasar Dewan dalam
melindungi anak-anak selama perang. Hal tersebut dipilih karena kemampuan mereka untuk
dipantau dan diukur, sifat mengerikan mereka dan keparahan konsekuensi mereka pada
kehidupan anak-anak. Enam pelanggran berat tersebut adalah membunuh atau melukai anak-
anak, rekrutmen atau penggunaan tentara anak-anak, perkosaan dan bentukbentuk kekerasan
seksual terhadap anak-anak, penculikan anak-anak, serangan terhadap sekolah atau rumah
sakit, serta penolakan akses kemanusiaan bagi anak-anak

Ketentuan hukum mengenai perekrutan tentara anak dalam International Convention


on the Right of the Child (Konvensi Hak Anak) hanya terdapat dalam Pasal 3851 yang
memuat berbagai kewajiban negara untuk tidak merekrut anak di bawah usia 15 tahun dan
memberikan perlindungan bagi anak yang terkena dampak konflik bersenjata. Protokol
Tambahan tahun 2000 (Optional Protocol on the Involvement in Armed Conflict to the
Convention on the Right of the Child). Pendidikan memiliki bagian penting dalam
pencegahan dan pemulihan dalam memenuhi kebutuhan dan hak-hak anak dalam situasi

5
konflik dan pasca-konflik. Pendidikan juga melayani fungsi yang lebih luas. Pendidikan
memberikan bentuk dan struktur untuk kehidupan anak-anak dan dapat menanamkan nilai-
nilai masyarakat, mempromosikan keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia
dalam meningkatkan perdamaian, stabilitas dan saling ketergantungan.

6
BAB III
PEMBAHASAN

A. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL


A. Kelebihan
 Dari aspek tata bahasa, jurnal tersebut adalah jurnal tersebut sangat mudah untuk
dipahami , Sehingga jurnal ini dapat menjadi pedoman mahasiswa
 Dari aspek isi jurnal, jurnal ini Alur yang digunakan juga runtut atau teratur
Kemudian literatur yang digunakan juga sudah banyak yang menyebabkan
substansinya mendalam, sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan dari
pembaca.

B. Kelemahan
 Dalam penulisan kedua jurnal masih ada beberapa kesalahan dalam penulisan
huruf serta kalimat.
 Masih kurangnya pendukung dari para ahli atau pakar agar penulisan ini lebih
jelas kebenarannya.
 Masih adanya bahasa asing yang sulit di pahami sehingga para pembaca sulit
mengetahui arti tersebut

7
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kebutuhan dasar anak-anak harus dilindungi ketika konflik mengancam, dan


perlindungan tersebut memerlukan pemenuhan atas hak-hak mereka melalui pelaksanaan
Konvensi Hak Anak Tahun 1989. Fokus perlindungan tersebut dititikberatkan pada
perlindungan anak dari dampak-dampak kekerasan, termasuk di dalamnya kebutuhan dasar
hidup dan hak atas pendidikan

Implementasi berbagai produk hukum yang telah diratifikasi maupun dibuat oleh
Pemerintah Republik Indonesia hendaknya diperbaiki sesuai dengan yang diamanatkan dalam
berbagai produk hukum tersebut. Penyelesaian melalui jalur militer hendaknya juga dikurangi
bahkan dihilangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan lebih menggunakan jalur dialog
dan menghilangkan berbagai tindakan kekerasan yang marak terjadi dalam penyelesaian
berbagai kasus pelanggaran HAM.

B. REKOMENDASI

Penulis menyadari di dalam pembuatan tugas CJR ini masih banyak kekurangan dari
berbagai segi, untuk penyempurnaan makalah CJR ini saya selaku penulis membutuhkan
kritik dan sarannya dari para pihak pembaca agar di pembuatan makala CJR selanjutnya akan
menjadin lebih baik lagi.

8
DAFTAR PUSTAKA

Citra Reskia(2014): penerapan instrumen hak asasi manusia terhadap anak dalam situasi
konflik bersenjata.jurnal hukum internasonal. Vol. I, No. 3. Iss; n2338-3577

Sri Rahayu(2014) .peran icrc terhadap pemajuan dan penghormatan hak asasi manusia di

Indonesia. Jurnal hukum internasional. Vol. I, No. 3. ISSN: 2338-3577