Anda di halaman 1dari 7

TUGAS REKAYASA IDE

REKAYASA RANCANG BANGUN SISTEM PEMINDAHAN


MATERIAL OTOMATIS DENGAN SISTEM ELEKTRO-
PNEUMATIK

DISUSUN OLEH :
DIMAS PRASETYO 5163122003
MUGI NURRAFIF 5163322008
PANI REZKI SIREGAR 5163322009

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam bidang perindustrian sekarang ini diperlukan suatu peralatan yang dapat
bekerja secara otomatis untuk meningkatkan produktivitas, mempersingkat waktu
produksi, menurunkan biaya produksi dan meniadakan pekerjaan-pekerjaan rutin dan
membosankan yang harus dilakukan manusia. Salah satu alternative yang dapat bekerja
otomatis yaitu dengan menggunakan system pemindah material otomatis. Pada rekayasa
ide ini akan dipaparkan mengenai perancangan system pemindah material otomatis yang
menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai pengendali, elektro-
pneumatik sebagai actuator dan dioperasikan secara otomatis.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana rancang bangun system pemindahan otomatis dengan mesin


elektro-pneumatic?
2. Apa saja keuntungan dan kekurangan dari system pemindahan otomatis dengan
mesin elektro-pneumatic?
3. Kenapa system pemindahan otomatis dengan mesin elektro-pneumatic lebih
efisien daripada mesin konvensional?

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT

1. Menambah wawasan mengenai rekayasa desain pneumatic di industri


2. Membuat suatu system kendali otomatis untuk tujuan efisiensi dan otomatisasi
produksi
3. Untuk memenuhi tugas rekayasa ide yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah
Hidrolik&Pneumatic

2
BAB II
ORIGINALITAS IDE DAN KONTEKS SOSIALNYA

Ide ini muncul dari tugas yang diberikan oleh bapak dosen pengampu mata kuliah
Hidrolik&Pneumatic. Juga banyak referensi yang kami ambil dari Wikipedia serta buku dan
internet mengenai system otomatisasi mesin menggunakan elektro-pneumatic ini.

Originalitas ide ini di dapat dari kami sendiri sebagai kelompok. Dasar dari ide ini yaitu
internet, dan juga situs live streaming video youtube, dimana di situs tersebut kami melihat dan
menonton audio visual tentang pneumatic dan system control otomatis dan juga
mengembangkannya menjadi bentuk yang lebih baru agar lebih efisien serta tetap memenuhi
standar kelayakan dan juga keamanan dalam produksi.

Dalam makalah ini akan memaparkan sebuah pemikiran yang bersifat pengembangan
dalam ruang lingkup rekayasa teknik pada rancang bangun sebuah system yang bekerja secara
otomatis dengan tujuan menghasilkan system yang dapat diperoleh dari rancang bangun yang
diperoleh dari rancang bangun yang dihasilkan dapat disebarluaskan bagi pihak yang memerlukan,
terutama bagi industri terkait. Sebagai sumbang pemikiran kreativitas, dalam pengembangan
rancangan, yang menjadi pusat perhatian adalah system dengan mekanisme yang dapat dihasilkan
dengan objektif dapat memenuhi kebutuhan fungsional utama serta mudah untuk dioperasikan.
Pada perancangan alat, aspek biaya material, komponen, peralatan, dan lain-lain tetap
dipertimbangkan. Berdasarkan pertimbangan teknis, baik kelebihan maupun kekurangan yang
dimiliki, rancangan system otomatis menggunakan elektro-pneumatic dengan control PLC.

Dalam konteks sosialnya, rancangan yang dihasilkan dapat bermanfaat sebagai inovatif
kian canggihnya peralatan industry dan menambah kekayaan khasanah ilmu pengetahuan dan
teknologi di dunia pendidikan tinggi teknik. Suatu aspek rekayasa yang cukup menarik untuk
dikaji adalah dalam kegiatan perancangan teknik yang merupakan kegiatan kreatif yang dilandasi
pemahaman yang baik atas bidang keilmuan, pengetahuan praktis, serta pengalaman dalam bidang
khusus atau tertentu, yang terakhir ini bersifat pragmatis dalam arti solusi terbatas untuk
menyelesaikan masalah yang sangat mungkin muncul saat perwujudan model hasil rancangan.

3
BAB III
PERANGKAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN INOVASI

Suatu inovasi dan kebijakan memerlukan alat-alat dan bahan-bahan untuk mendukung
dan mewujudkan inovasi tersebut. Berikut adalah alat-alat dan bahan-bahan yang bisa menjadi
acuan untuk terciptanya Ide ini.

1. PLC

PLC adalah suatu perangkat yang dapat diprogram yang digunakan untuk mengontrol
proses. PLC terdiri dari komponen utama yaitu Central-Control Unit, I/O Unit,
Programming Console, Mounting Assembly, dan catu daya.

2. Desain Mikrokomputer

Prosedur pembuatan program kontrol senantiasa mempertimbangkan rumusan atau


gambaran masalah.

4
Perancangan system dimulai dengan proses pemindahan benda kerja dari tempat awalnya
menuju conveyor untuk dilakukan proses pengecapan untuk benda logam. Sedangkan
apabila material benda kerja adalah non-logam maka benda kerja akan didorong keluar dan
tidak dilakukan proses pengecapan.
Konsep perancangan system akan disusun sesuai metode VDI 2221[1] sebagai berikut :

a. Geometri
- Panjang 900 – 1000mm
- Lebar 400 – 500mm
- Tinggi 700 – 800 mm
- Bentuk rancangan hemat material dan tempat
b. Material
- Komponen tidak mudah rusak
- Mudah diperoleh dan murah
- Mudah dibentuk dan dikerjakan
c. Kinematika
- Komponen dapat bergerak rotasi
- Sebagian komponen bergerak translasi
- Beberapa komponen terpasang tetap
d. Gaya
- Kelakuan tinggi
- Menggunakan kompresor udara
e. Energi
- Berasal dari pneumatic
f. Sinyal
- Menggunakan PLC dalam pengontrolan proses
g. Ergonomi
- Nyaman dalam pengoperasian

5
BAB IV
IDE TURUNAN DAN KONTEKS SOSIALNYA

A. Peluang Keterwujudan

Dengan hasil yang didapat setelah beberapa kali tahapan pengujian, maka program
dinyatakan laik dan dapat digunakan oleh system. Uji program adalah hal yang sangat
penting dalam membuat system.

B. Nilai – Nilai Inovasi

Menurut penulis, nilai-nilai inovasi yang terkandung dalam rekayasa ide ini sudah cukup
baik. Karena selain meningkatkan efisiensi yang baik, juga berguna dalam bidang industry
untuk menaikkan hasil produksi dengan biaya yang lebih murah.

C. Perkiraan Dampak

Perkiraan dampak yang mungkin terjadi adalah, dalam beberapa waktu kedepan bidang
otomatisasi akan terus berkembang dengan pesat. Dan akan menjadi kebutuhan yang
sangat diperlukan bagi pabrik pabrik industry maupun individu yang menginginkan
efisiensi dan kemudahan dengan menggunakan pneumatic.

6
BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
Setelah menilik telaah konsep rancangan, kemudian mewujudkan pembuatannya hingga
pada pengujian operasional system, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
- Rancangan yang dihasilkan selanjutnya diwujudkan atau dirakit sesuai rancangan
detail, ternyata mekanisme dapat berfungsi dengan baik sebagai system
pemindahan otomatis ; memerlukan waktu 20 detik untuk satu siklus proses.
- Parameter geometri rancangan dengan panjang 935 mm, lebar 435 mm, tinggi 735
mm dapat terpenuhi dan memenuhi standar kerja yang nyaman serta bentuk
rancangan hemat material, dalam arti penggunaan material relative sedikit.
- Gaya yang diperlukan untuk pengoperasian hanya menekan tombol control sebagai
sinyal ke penggerak
- Dalam hal perakitan, massa dan geometri mekanisme mudah dibongkar-pasang,
sebagai nilai tambah ukurannya yang relative tidak terlalu besar dan mudah untuk
dipindahkan
- Ditinjau dari segi estetika, patut diakui bahwa penampilan yang tidak terlalu baik
terutama pada permukaan, hal ini disadari memang tidak dituntut estetika yang
baik, mengingat system ini digunakan pada bidang industry dan tidak dilihat untuk
public.

DAFTAR PUSTAKA
Pahl, G. & Beitz, W, 2006, Engineering Design: A Systematic Approach, The Design Council,
London.
Ullman, D.G, 1997, The Mechanical Design Process, second edition, McGraw-Hill, New York.
Bliesener, R, et. al. 2002, Programmable Logic Controllers, Festo Didastic GmbH, Denkendorf.
Marion, Green, 2004, Rancang Bangun Alat Pemindah dan Pengerjaan Stempel Pada Benda
Kerja dengan Sistem Pneumatik, Tugas Akhir Sarjana Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
Unika Atma Jaya, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai