Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

1. Pokok Bahasan : Perawatan klien gangguan jiwa di rumah


2. Sub Pokok Bahasan : Peran Keluarga Merawat Pasien dengan prilaku
Kekerasan
3. Sasaran : Keluarga di Ruang Wijaya Kusuma
4. Waktu : Jam 10.00 WIB
5. Hari/tanggal : Jumat/24 Mei 2019
6. Tempat : Ruang Wijaya Kusuma
7.
I. Tujuan
a. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, keluarga diharapkan dapat
mengerti tentang perilaku kekerasan.
b. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, keluarga diharapkan
mampu:
1. Mengetahui tentang tanda dan gejala perilaku kekerasan.
2. Mengetahui tentang penyebab perilaku kekerasan.
3. Mengetahui akibat dari perilaku kekerasan.
4. Mengetahui penanganan pasien dengan perilaku kekerasan.

II. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab / diskusi

III. Media :
Leaflet

IV. Materi (terlampir)


V. Pelaksanaan
Kegiatan
No Tahap Waktu
Pengampu Pasien atau Keluarga
1 Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan 3. Menyimak hal-hal
umum dan tujuan yang penting
khusus

2 Penyajian 20 1. Menjelaskan materi 1. Menyimak dan


menit tentang pengertian mencatan
perilaku kekerasan, penjelasan yang
tanda dan gejala, disampaikan
penyebab, akibat dan penceramah
penanganan perilaku
kekerasan.
2. Memberi kesempatan 2. Menanyakan hal
pada keluarga untuk yang kurang jelas
bertanya.
3. Menjawab pertanyaan 3. Menyimak jawaban
dari keluarga. penceramah.

3 Penutup 5 menit 1. Memberikan 1. Menjawab


pertanyaan lisan pada pertanyaan dari
keluarga sesuai pengampu.
dengan TUK.
2. Menyimpulkan 2. Mendengarkan
kegiatan penjelasan
pengampu
3. Memberi pujian dan 3. mendengarkan
motivasi pada pasien penceramah
dan keluarga
4. Kontrak untuk 4. Kesepakatan
pertemuan selanjutnya kontrak
5. Mengucapkan salam 5. Menjawab salam

I. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan perilaku kekerasan?
2. Apa saja tanda dan gejala perilaku kekerasan?
3. Apa yang menyebabkan terjadinya perilaku kekerasan?
4. Apa akibat dari perilaku kekerasan?
5. Bagaimana penanganan pasien dengan perilaku kekerasan?

MATERI
A. PENGERTIAN
Perilaku kekerasan adalah keadaan seseorang melakukan tindakan yang
dapat membahayakan bahkan dapat melukai diri sendiri, orang lain, dan
lingkungan.

B. TANDA DAN GEJALA


1. Wajah tampak merah.
2. Pandangan tajam.
3. Otot tegang.
4. Nada suara tinggi.
5. Berdebat.
6. Tampak memaksakan kehendak.
7. Merampas makanan.
8. Memukul jika tidak senang.

C. PENYEBAB
1. Psikologis
 Kegagalan yang dialami
 Masa kanak tidak menyenangkan yaitu: perasaan ditolak,
dihina, dianiaya atau sanksi penganiayaan.
2. Perilaku, sering melihat perilaku kekerasan dirumah atau diluar
rumah.
3. Budaya tertutup dan membalas secara diam dan kontrol sosial yang
tidak pasti terhadap perilaku kekerasan.

D. AKIBAT
Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan
berbahaya bagi dirinya, orang lain maupun lingkungannya, seperti
menyerang orang lain, memecahkan perabot, membakar rumah dll.

E. PENANGANAN
1. Medis
 Psikofarmaka/Obat
 ECT
2. Non medis
a. Mengidentifikasi penyebab marah, tanda dan gejala yang dirasakan,
perilaku kekerasan, akibat.
b. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik pertama
(latihan napas dalam)
c. Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan
cara fisik kedua (pukul kasur dan bantal).
d. Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan secara
sosial/verbal (menolak dengan baik, meminta dengan baik,
mengungkapkan perasaan dengan baik)
e. Bantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan secara
spiritual (latihan beribadah dan berdoa), buat jadwal latihan
ibadah/berdoa.
f. Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan
obat (bantu pasien minum obat secara teratur)

F. PENANGANAN DI RUMAH
1. Memberikan perhatian dan rasa kasih sayang dan penghargaan sosial
kepada pasien.
2. Mengawasi kepatuhan dalam minum obat.
3. Bantu untuk selalu berinteraksi dengan lingkungan.
4. Beri kegiatan yang positif untuk mengisi waktu dirumah.
5. Jangan biarkan menyendiri, libatkan dalam kegiatan sehari-hari.
6. Memberikan pujian jika melakukan hal yang positif.
7. Jangan mengkritik jika melakukan kesalahan.
8. Menjauhkan pasien dari pengalaman atau keadaan yang
menyebabkan merasa tidak berdaya dan tidak berarti.
9. Rutin memeriksakan kondisi kesehatan pasien.
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, B. A, (2009). Model Praktek Keperawatan Jiwa Profesional. Jakarta: EGC.


Viieen, E. 2013.PK Leaflet.http://www.scribd.com/doc/96239722/Pk-Leaflet.
diakses pada 9 Maret 2014.
Yosep, I. (2012). Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung: PT Refika Aditama