Anda di halaman 1dari 5

Jurnal SainHealth Vol. 2 No.

1 Edisi Maret 2018


© Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo
p-ISSN : 2548-8333
e-ISSN : 2549-2586

EKSTRAK BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENINGKATKAN


KADAR CATALASE DAN GLUTATHIONE
HATI TIKUS YANG TERPAPARLEAD ACETATE

Ma’rufah1) dan M. Adib2),


1,2
Akademi Analis Kesehatan Malang
ufah_02@yahoo.com

ABSTRACT
Pollution is an entry or inclusion living things, subtances, energy, and or other components into
environment and or change of environment compositions because of human activity or natural process
with the result that decrease of quality to certain level that causes doesn’t work environment. Pollution
can be caused many subtances that is heavy metal, i.e. lead acetate (Pb). Lead acetate affect
physiological aberration, biochemical, and behavior. Heavy metal induction induce ROS production act
as destructive oxidants. Body capability to oxidant neutralize serviced by superoxyde dismutase (SOD),
glutathione peroxidase (GPx), catalase (CAT), glutathione (GSH), vitamin C, vitamin E, and other
antioxidants in the cell. Antioxidants synthesized by plants, which is papaya (Carica papaya L.). Papaya
(Carica papaya L.) effect on CAT and GSH levels was performed on male mice wistar strain. Mice
induced by lead acetate 20 gr / Kg weight dose for 6 weeks, given papaya extract 100, 200, and 400
mg/Kg weight dose for 6 weeks. Further glutathione and catalase levels are measured on mice liver.
This study proves, papaya extract increase catalase levels (p = 0,000) and glutathione levels (p = 0,000)
on mice liver induced lead acetate. Papaya extract 400 mg/Kg/day most effective dose to increase
catalase and glutathione levels on mice liver induced lead acetate.

Keywords: lead acetate, Carica papaya L., catalase, glutathione, mice

PENDAHULUAN Pencemaran dapat terjadi oleh banyak


Pencemaran merupakan peristiwa zat, diantaranya adalah logam berat yaitu lead
masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, acetate (Pb). Lead acetate merupakan polutan
zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam beracun yang ada di lingkungan dan kawasan
lingkungan dan atau berubahnya tatanan industri. Masalah kesehatan dapat timbul akibat
lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses pencemaran air minum oleh Pb dan logam berat
alam sehingga kualitas menurun sampai yang lain. Lead acetate mempengaruhi kelainan
ketingkat tertentu yang menyebabkan fisiologis, biokimia, dan tingkah laku. Organ-
lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat organ penting yang menjadi target toksisitas Pb
berfungsi lagi. Sedangkan definisi pencemaran antara lain: ginjal, hati, limpa, dan testis
menurut UU no. 32 tahun 2009, pencemaran (Suradkar, et al., 2010). Hati merupakan organ
lingkungan hidup adalah masuk atau penting dan aktif terlibat dalam banyak fungsi
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, metabolisme dan sering menjadi organ target
dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan sejumlah zat yang bersifat racun (Anuradha dan
hidup oleh kegiatan menusia sehingga Krishnamorrthy, 2011). Kerusakan hati
melampaui baku mutu lingkungan hidup yang dikaitkan dengan perubahan fungsi
telah ditetapkan. metaboliknya.

8
Jurnal SainHealth Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2018
© Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo
p-ISSN : 2548-8333
e-ISSN : 2549-2586

Lead acetate berbahaya bagi tubuh molekul antioksidan dalam tubuh hewan dan
manusia, dalam jumlah kecil dapat manusia, berperan sebagai komponen penting
menyebabkan kerusakan sel yang diperantarai dalam proses detoksifikasi dan ekskresi logam
oleh reactive oxygen species (ROS) yang berat (Nishanthi, et al., 2012 danSharma, et al.,
terlibat dalam patologi terkait toksisitasnya. 2011). Selain molekul antioksidan, adapula
ROS merupakan respon imun alami yang pertahanan antioksidan enzimatik yang
dihasilkan tubuh sebagai respon terhadap diperankan oleh SOD, GPx, dan CAT.
invasi antigen. ROS merupakan molekul reaktif Pertahanan antioksidan enzimatik salah
tergolong radikal bebas yang akan berikatan satunya diperankan oleh CAT. Dalam tubuh
dengan elektron yang tidak berpasangan seperti manusia dan tikus, CAT ditemukan secara
ion superoxide (O2-), nitrogen oxide (NO), dan dominan dalam hati, ginjal, dan sel darah
hydroxyl radikal (OH-) (Haleagraha, et al., 2011 merah. Dalam hati dan ginjal CAT ditemukan
dan Attia, et al., 2013). Dalam konsentrasi yang dalam peroksisom, sedangkan dalam sel darah
tinggi, ROS dapat menjadi mediator kerusakan merah CAT ditemukan sebgian dalam
struktur sel, asam nukleat, lemak dan protein. sitoplasma dan sebagian lagi terikat pada
Hydroxyl radikal diketahui bereaksi dengan membran sel (Walid, et al., 1991). Paparan Pb
seluruh komponen molekul DNA, merusak basa akan menurunkan aktivitas CAT sebagaimana
purin, pirimidin dan kerangka deoxyribosa dibuktikan dalam penelitian Anuradha dan
(Valko, et al., 2006). Krishnamoorthy (2011) bahwa dengan induksi
Paparan radikal bebas dengan berbagai Pb selama 90 hari dapat menurunkan aktivitas
penyebab akan membuat suatu organisme CAT secara signifikan (38,18±3,67 µmol)
mengembangkan berbagai mekanisme dibandingkan dengan kelompok normal
penolakan. Mekanisme penolakan terhadap (58,69±5,64 µmol).
radikal bebas menginduksi stres oksidatif yang Kemampuan tubuh tidak cukup untuk
melibatkan: 1) mekanisme preventatif, 2) menetralisir senyawa oksidan akibat paparan
mekanisme perbaikan, 3) pertahanan fisik, dan bahan beracun dari lingkungan yang bersifat
4) pertahanan antioksidan. Pertahanan radikal (Goodman, 1995). Maka dibutuhkan
antioksidan enzimatik meliputi makanan yang banyak mengandung antioksidan
superoxidedismutase (SOD), glutathione untuk membantu tubuh menetralisir radikal
peroxidase (GPx), catalase (CAT), sedangkan bebas. Salah satu buah yang banyak
antioksidan non enzimatik diperantarai oleh mengandung senyawa antioksidan seperti
asam askorbat (vitamin C), α-tocopherol karotenoid di antaranya adalah buah pepaya.
(vitamin E), glutathione (GSH), carotenoid, Buah pepaya matang sangat unggul dalam hal
flavonoid, dan antioksidan yang lain. betakaroten (276 mikrogram/100 g),
Induksi oleh logam berat dapat betacryptoxanthin (761 mikrogram/100 g), serta
menyebabkan produksi ROS yang merusak, lutein dan zeaxanthin (75 mikrogram/100 g).
tidak hanya pada DNA, tetapi pada komponen Betakaroten merupakan provitamin A sekaligus
sel yang lain meliputi residu fosfolipid antioksidan yang sangat ampuh untuk
polyunsaturated fatty acid yang sangat sensitif menangkal serangan radikal bebas. Karoten
terhadap oksidan (Valko, et al., 2006). Reactive dapat menetralkan oksigen singlet reaktif dan
oxygen species (ROS) dapat secara langsung mencegah pembentukan radikal peroxyl akibat
mengoksidasi GSH, atau secara tidak langsung peroksidasi lipida. Bahkan karoten tengah
terjadi oleh reaksi yang dikatalisasi GSH dikaitkan dengan fungsinya untuk mengurangi
peroksidase (Lushchak, 2011). Salah satu resiko kanker dan menetralkan radikal bebas
pengaruh paparan logam berat adalah pada karsinogen. Betakaroten salah satunya, mampu
proses metabolisme GSH yang merupakan menghambat proses peroksidasi lipid pada

9
Jurnal SainHealth Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2018
© Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo
p-ISSN : 2548-8333
e-ISSN : 2549-2586

liposom yang diinduksi oleh radikal bebas atau PMSF dan ditambahkan 150 µl PBS +
oksigen singlet (Halliwell dan Gutteridge, PMSF kemudian dihaluskan dengan pistil.
2007; Mohammed et al, 2011) Jaringan yang sudah dihaluskan
ditambahkan PBS + PMSF 1:1. Larutan
METODE PENELITIAN homogenat disentrifuse 12.000 rpm 4 oC 10
1.1 Ekstraksi Buah Pepaya (Carica papaya menit didapatkan endapan dan supernatan
L.) (digunakan untuk mengukur kadar catalase
Buah pepaya (Carica papaya L.) yang dan glutahathione).
dipotong kecil-kecil, dikeringkan,
kemudian dihaluskan. Ekstraksi dilakukan 1.4 Pengukuran Kadar Catalase (CAT) Hati
dengan metode perkolasi dengan pelarut Tikus
etanol 96% sebanyak 1 L selama 24 jam. Sampel homogenat diencerkan 500x
Fraksi etanol dipisahkan dari serbuk buah (1:500) dengan PBS + PMSF. Kemudian
pepaya dengan cara disaring. Selanjutnya menyiapkan larutan H2O2 10 mM
dilakukan evaporasi etanol dengan diencerkan dengan dapar fosfat 100x.
menggunakan rotary evaporator selama 2 Selanjutnya menyiapkan kuvet
hari dan hasilkan berupa ekstrak etanolik spektrofotometer UV dan menyiapkan
buah pepaya. blanko campuran 50 µl PBS dan 950 µl
H2O2. Setelah semua sampel siap,
1.2 Pengujian Ekstrak Buah pepaya (Carica kemudian diukur absorbansi sampel dengan
papaya L.) pada Hewan Coba panjang gelombang 240 nm.
Hewan coba (tikus) dikelompokkan
menjadi 5 kelompok: HASIL PENELITIAN
Kelompok 1: tikus dengan diet normal dan Hasil pengamatan kadar catalase (CAT) dan
aquades selama 6 minggu. glutathione (GSH) pada hati tikus yang
Kelompok 2: diberikan lead acetate dosis diinduksi lead acetate
20 mg/kg BB selama 6 minggu. Penelitian pengaruh ekstrak buah papaya
Kelompok 3, 4, dan 5: diberikan lead (Carica papaya L.) terhadap kadar catalase
acetate dosis 20 mg/kg BB dan diberikan (CAT) dan glutathione (GSH) pada hati tikus
ekstrak buah pepaya dosis berturut-turut jantan yang diinduksi lead acetate bertujuan
100; 200; dan 400 mg/kg BB/hari selama 6 untuk mengetahui adanya antioksidan alami
minggu. Setelah 6 minggu dilakukan yang terkandung dalam buah papaya. Dengan
pengukuran kadar glutathione (GSH) dan adanya daya antioksidan diharapkan dapat
catalase (CAT). mengurangi resiko kerusakan hati yang
Lead acetate dan ekstrak buah pepaya diakibatkan oleh paparan Pb yang menjadi salah
diberikan per oral melalui sonde. satu unsur pencemaran lingkungan.
Data hasil pengukuran kadar CAT dan
1.3 Homogenisasi Jaringan Hati Tikus GSH pada hati tikus jantan yang diinduksi lead
Jaringan hati tikus dari semua kelompok acetate dapat dilihat pada gambar grafik seperti
perlakuan ditimbang masing-masing 1 gr. berikut ini:
Selanutnya jaringan dicuci dengan PBS +

10
Jurnal SainHealth Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2018
© Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo
p-ISSN : 2548-8333
e-ISSN : 2549-2586

80,00
70,00
60,00
50,00
40,00
30,00 CAT
20,00
10,00
-
Kontrol Kontrol Disis 1 Dosis 2 Dosis 3
negatif positif

Gambar 1. Kadar catalase (U/mg protein) hati tikus yang diinduksi lead acetate
dan diberikan ekstrak papaya dengan berbagai dosis

Pada gambar 1 dapat diketahui bahwa ekstrak papaya. Peningkatan kadar catalase
kontrol positif yang diinduksi lead acetate menunjukkan kadar mendekati kontrol normal
menunjukkan kadar catalase terendah dan kadar pada pemberian ekstrak papaya dosis 400
catalase kembali meningkat dengan pemberian mg/kg BB/ hari.

3,50
3,00
2,50
2,00
1,50 GSH
1,00
0,50
-
Kontrol Kontrol Disis 1 Dosis 2 Dosis 3
negatif positif

Gambar 2. Kadar glutathione (µmol/gr jaringan) hati tikus yang diinduksi dengan lead acetate
dan diberikan ekstrak papaya dengan berbagai dosis.

Pada gambar 2 dapat diketahui bahwa glutathione pada hati tikus yang diinduksi lead
kontrol positif yang diinduksi lead acetate acetate sampai mendekati kadar normal.
menunjukkan kadar glutathione terendah dan
kadar glutathione kembali meningkat dengan KESIMPULAN
pemberian ekstrak pepaya. Peningkatan kadar Pemberian ekstrak buah pepaya berbagai
glutathione mendekati kadar normal dengan dosis dapat meningkatkan kadar CAT dan GSH
pemberian ekstrak pepaya dosis 400 mg/kg BB/ pada hati tikus jantan yang dinduksi lead
hari. acetate. Dosis 400 mg/kg BB/ hari merupakan
Pemberian ekstrak buah pepaya secara dosis efektif yang dapat meningkatkan kadar
signifikan dapat meningkatkan kadar catalase (p CAT dan GSH sampai mendekati kadar normal
= 0.000) dan meningkatkan kadar glutathione (p dengan peningkatan yang signifikan
= 0.000) pada hati tikus yang diinduksi lead dibandingkan dengan kontrol positif (dengan
acetate. Ekstrak buah pepaya dosis 400 mg/kg perlakuan lead acetate 20 mg/kg BB/ hari).
BB/ hari merupakan dosis yang paling efektif
dalam meningkatkan kadar catalase dan kadar

11
Jurnal SainHealth Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2018
© Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo
p-ISSN : 2548-8333
e-ISSN : 2549-2586

DAFTAR PUSTAKA and Research Volume 11, Issue 2,


Anuradha, R. dan Krishnamoorthy, P. 2011. November – December 2011;
Antoxidant Activity of Methanolic Article-003.
Extract of Pongamia pinnata on Nishanthi, J dan Anuradha, R. 2012.
Acetate Induced Hepatic Damage in Efficacy of Tagetes erecta on Lead
Rats. African Journal of acetate Induced Oxidative Injury
Biochemistry Research5 (12). in Rat Kidney. International
Attia, A. M. M. Ibrahim, F. A. A. Nabil, G. Journal of PharmTech Research.
M. dan Aziz, S. W. 2013. Vol 4.
Antioxidant Effect of Whole Sharma, S. Sharma, V. Paliwal, R. dan
Ginger (Zingiber officinale Pracheta. 2011. Lead toxicity,
Roscoe) Against Lead acetate Oxidative Damage and Health
Induced Hematotoxicity in Rats. Implications. A Review.
Journal of Medicinal Plants International Journal for
Research 7 (17). Biotechnology and Molecular
Goodman, S. 1995. Ester-C: Vitamin C Biology Research 2 (13).
Generasi III. Gramedia Pustaka Suradkar, S. G. Vihol, P. D. Patel, J. H.
Utama. Ghodasara, D. J. Joshi, B. P. dan
Haleagrahara, N. Chakravarthi, S. Kulur, A. Prajapati, K. S. 2010. Patho-
B. dan Radhakrishnan, A. 2011. morphological Changes in Tissues
Effect of Chronic Lead acetate of Wistas Rats by Exposure of
Exposure on Bone Marrow Lipid Lead acetate. Veterinary World
Peroxidation and Antioxidant Vol. 3 (2).
Enzyme Activities in Rats. African Valko, M., Leibfrits, D., Moncol, J., Cronin,
journal of Pharmacy and M.T.D., Mazur, M., dan Telser, J.
Pharmacology 5 (7). 2006. Free Radicals and
Halliwell B, Gutteridge JMC, 2007. Free Antioxidants in Normal
Radicals in Biology and Medicine Physiological Function and
4rd Edition. Oxford University Human Disease. The International
Press. New York. Journal of Biochemistry & Cell
Lushchak, V. I. 2011. Glutathione Biology 39.
Homeostasis and Functions:
Potential Targets for Medical
Interventions. Journal of Amino
Acid. Doi: 10.1155/2012/736837.
Mohammed A, Abubakar SA, Smurugesh
SM. 2011. Hepatoprotective effect
of aqueous leaf extract of carica
papaya linn. Against ccl4-induced
hepatic damage in rats.
International Journal of
Pharmaceutical Sciences Review

12