Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REVIEW

Pengantar Optik Modern

OLEH :

Endang Juniasih (4161121007)

Imam Ikhsan Daulay (4161121010)

Kelompok V (Lima)

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
BAB I

PENGANTAR

1.1 Identitas Buku


Nama Buku : Optic Fourth Edition

Pengarang Buku : Eugene Hect

Tahun terbit : 2002

Penerbit buku : Addison Wesley

Jlh Halaman : 704 halaman

No ISBN : 0-321-18878-0

1.2 Pendahuluan
Sistematika buku Optic ini disusun secara terstruktur dan terbagi dalam
13 (tiga belas) bab yang pengorganisasiannya secara modul. Bab pokok tersebut
meliputi : (1) Sejarah Optik , (2) Gelombang Bergerak, (3) Teori
Elektromagnetik,Foton dan Cahaya, (4) Perambatan Cahaya, (5) Optika
Geometri, (6) Optika Geometri Lanjutan, (7) Superposisi Gelombang, (8)
Polarisasi, (9) Interferensi, (10) Difraksi, (11) Optika Fourier, (12) Teori Dasar
Koherensi dan (13) Optika Modern. Bab 1 memuat sejarah perkembangan optic
dari awal hingga abad ke 20; Bab 2 membahas tentang Gelombang pada 1
dimensi,Gelombang harmonik,Prinsip Superposisi,Gelombang pesawat dan
lainnya; Bab 3 membahas tentang teori dasar hukum elektromagnetik, Energi
dan Momentum, Radiasi, penggolongan dan Spektrum Elektromagnetik-Foton;
Bab 4 membahas tentang Hamburan Rayleigh, Refleksi, Refraksi, Prinsip Fermat
dan lainnya; Bab 5 membahas tentang Lensa,Cermin, Prisma, Fiberoptik,Sistem
Optika dan lainnya; Bab 6 membahas lensa tipis dan system lensa,analisis jalur
ray, Sistem GRIN dan lainnya ; Bab 7 Membahas tentang penambahan
gelombang pada frekuensi yang sama dan berbeda frekuensi, gelombang periodic
tak harmonic, gelombang non periodik; dan sisa bab lain . Pada setiap bab
dilengkapi dengan rangkuman untuk menyederhanakan dan memberikan tekanan
pada materi pokok sehingga lebih sistematis dan mudah dipahami. Usaha
pemahaman materi yang lebih dalam dan mantap dilakukan dengan dengan
menyediakan pertanyaan ulangan pada setiap materi pokok.
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

10.1 Definisi

Difraksi adalah deviasi dari perambatan cahaya atau pembelokan arah


rambat cahaya.Efek difraksi adalah karakteristik dari fenomena gelombang,
apakah bunyi, atau cahaya dimana muka-muka gelombangnya dibelokkan.

DIFRAKSI CAHAYA MELALUI CELAH PRINSIP HUYGENS-FRESNEL

Prinsip Huygens-Fresnel : setiap titik dari muka-muka gelombang yang tidak


terganggu, pada saat tertentu bertindak sebagai sumber muka-muka gelombang
speris kedua (frekuensinya sama dengan sumber primer). Amplitudo medan optik
(listrik/magnet) di suatu titik merupakan superposisi dari muka-muka gelombang
sferis tadi.

Jika panjang gelombang (λ) lebih besar dibandingkan dengan lebar celah (d),
maka gelombang akan disebar keluar dengan sudut yang cukup besar. Dalam
beberapa kasus klasik,fenomena interferensi dan difraksi sulit dibedakan.
DIFRAKSI CELAH TUNGGAL ( SINGLE SLIT)

SUSUNAN LINEAR DARI OSILATOR YANG KOHEREN

Setiap sumber titik memancarkan medan listrik (radiasi) yang memiliki jarak r
terhadap titik amat/observasi ; titik P. Masing-masing sumber memancarkan
medan listrik
yang sama :

Maka medan listrik di titik P merupakan penjumlahan medan-medan yang


dipancarkan setiap sumber osilator
Maka beda fasa antara sumber-sumber yang berurutan adalah :

Maka medan listrik di titik P :


Jika didefinisikan R adalah jarak dari titik pusat sumbu ke titik P adalah :

Maka

Intensitas /rapat fluks di titik P :

I0 adalah rapat fluks/intensitas dari berbagai sumber di titik P

Untuk N = 0 (tak ada sumber) → IP = 0


N = 1 (satu sumber) → IP = I0
N=2

Intensitas di titik P sebagai fungsi dari sudut q (d = kd sin q)


2) Difraksi Fraunhoffer

Difraksi Fraunhoffer adalah difraksi dimana gelombang datang dan yang


keluar dari celah tetap planar atau linier.
1) Celah Tunggal

 Jika jarak celah ke layar (R) >> lebar celah (D), maka r(y) linier dan
(eL/R) pada titik amat P konstan sepanjang elemen dy.

 Suku ketiga dst dapat diabaikan, karena kontribusi terhadap fasa kecil,
sehingga r linier terhadap y (DIFRAKSI FRAUNHOFER).
 Untuk lebar celah D (dari –D/2 sampai D/2), maka :

Jika kita definisikan :

Maka :

Distribusi intensitas :

Maksimum utama terjadi pada q = 0 dimana sin β = 1 ; Iβ = I (0)


2) Celah Ganda

Jika masing-masing celah memiliki dimensi lebar b dan panjang l (b << l), dan
kedua celah dipisahkan oleh jarak a, maka medan :

3) Difraksi Skalar Kirchoff


Formulasi skalar Kirchoff adalah bentuk formula matematika yang dapat
digunakan untuk menghitung medan gelombang elektromagnetik yang
diradiasikan oleh celah.Pendekatan skalar tidak dapat digunakan untuk bidang
celah yang mempunyai dimensi lebih kecil dibandingkan dengan panjang
gelombang, dalam kasus tersebut pendekatan yang dapat digunakan adalah
formulasi vektor, yang didasarkan pada persamaan Maxwell.

Radiasi Dari Suatu Celah

Teori difraksi scalar Kirchoff menghasilkan relasi antara medan


E ~ (R,θ, Φ) dan celah iluminasi Ea (xa , ya ) sebagai berikut:

………1)
dimana:

………2)
h ( θ,Φ) menyatakan integrasi medan eksitasi Ea (xa , ya) pada celah,
menggunakan nilai penurunan pendekatan fungsi eksponensial
terhadap jarak antara R dan s, dimana s adalah jarak titik-titik ( xa ,ya )
di bidang celah.Arah polarisasi dari medan radiasi E (R, θ,Φ) harus
sama dengan medan celah Ea (xa , ya), dan kerapatan daya radiasi
gelombang dinyatakan dengan persamaan

……………..3)
Dari ilustrasi teknik difraksi skalar, asumsikan suatu celah persegi panjang dengan
tinggi lx dan lebar ly. dan keduanya mempunyai panjang beberapa panjang
gelombang. Celah tersebut dieksitasi dengan ditribusi medan serba -sama:

Untuk menyederhana analisa matematika, mari kita fokuskan analisa kita untuk
memperoleh pola radiasi pada jarak R yang tetap, pada bidang x-z, atau Φ = 0.
Dalam hal ini Pers (2) dapat disederhanakan menjadi :

Keunggulan Buku :
Isi dari setiap sub bab saling keterkaitan.dimana isi antar sub bab tersusun
secara berurutan sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti alur dari
setiap pembahasan dalam bab tersebut.

Kelemahan Buku :
Dalam buku ini sudah sangat tersusun rapi sehingga tidak ada kekurangan
dalam keterkaitan sub bab buku ini.
BAB III

SARAN

Saran

Sebaiknya buku ini dilengkapi dengan contoh-contoh agar pembaca lebih


mudah untuk memahami buku dan juga covernya di desain lebih menarik, begitu
juga isi buku sebaiknya diberi gambar agar lebih menarik.

DAFTAR PUSTAKA

Hecht,Eugene.2002.Optic Fourth Edition.Amerika USA:Addison Wesley