Anda di halaman 1dari 3

Bangsal : Kelamin : Nomor :

HIPKABI Nama : Umur : th Tgl/bl/th :


LAPORAN Kelas/Jaminan : Km Operasi No : Op Ke: Jam :
PENGHITUNGAN Praktikan : Trainer :
INSTRUMENT &
LAPORAN OPERASI Paraf : Paraf :

Tindakan Operasi : Laparatomy eksplorasi Operator : dr. Erik


Asisten Instramentasis
Peran Pratikan Observasi Instrumentasis Mandiri Asisten
Instrument Didampingi

NO INSTRUMENT DAN JUMLAH


LANGKAH – LANGKAH OPERASI
SPONGE Pra Int + Post

Perawat sirkuler melakukan serah terima pasien


1
dengan perawat ruangan di ruang transit IBS
kemudian memindahkan pasien ke brancart.

2 Perawat sirkuler membawa pasien masuk ke kamar


operasi dan memindahkan pasien ke meja operasi.

3 Memasang pulse oximeter, elektrode,


spigmomanometer, dan infus.
4
Lakukan sign in.

5 Setelah dilakukan general anastesi, perawat sirkuler


memposisikan pasien supinasi.

6 Melakukan scrubbing bedah, gowning, gloving


secara tertutup.
Operator atau asisten mendesinfeksi area operasi.
a. Isi kom dengan iodine povidine
- Kom (laber scale) 1 1 1
b. Siapkan 2 kasa steril yang telah diklem dengan
- Kassa steril 40 40 40
7 yoderm klem
- Yoderm klem 1 1 1 c. Lakukan desinfeksi pada area operasi secara
- Iodine povidine - - - circular dari dalam keluar sesuai arah jarum
jam

- Duk besar steril 3 3 3 Operator dan asisten melakukan drapping: duk I


- Duk kecil steril 2 2 2 dibentang dari simpisis ke area kaki, duk II
8 - Duk klem (Towel clip) 6 6 6 dibentang dari abdomen keatas, kemudian duk kecil
- Selang suction 1 1 1 2 buah dibentang samping kiri dan kanan kemudian
- Couter 1 1 1 duk III dibentang dari simpisis ke kaki lalu di klem
dengan duk klem dan selang suction serta couter.
9 Lakukan time out.
10 - Scapel no4 + Bisturi no 22 1 1 1 Tindakan
- Pinset Sirugis 2 2 2 a. Perawat instrumen memberikan scapel no 4
- Pinset Anatomis 2 2 2 dan bisturi no 22 serta pinset cirugis, operator
- Metzembau 2 2 2 menginsisi area marking dari distal ke
- Mayosize 2 2 2 proksimal secara horizontal dengan
- Hak abdomen 1 1 1 menggunakan scapel dan bisturi .
- Langeb Back 2 2 2 b. Siapkan kassa untuk menangani perdarahan.
c. Operator mengcouter untuk membuka bagian
lemak.
d. Perawat instrumen memberikan gunting
metzembaum dan pinset sirugis. Operator
menggunting bagian fasia dengan
menggunakan metzembau dan pinset sirugis
e. Operator menggunting bagian otot dengan
menggunakan metzembau dan pinset sirugis,
hentikan perdarahan menggunakan couter.
f. Perawat instrumen memberikan langen back
untuk pemperlebar area insisi dan
memudahkan operator untuk melihat kondisi
jaringan.
g. Gunakan bisturi untuk insisi bagian
peritoneum, deeping dengan menggunakan
kassa dan gunakan couter untuk koagolasi
- Pean Curve 5 5 5
pembuluh darah yang pecah
- Koker Kecil 5 5 5
h. Perawat instrumen memberikan abdomen
- Koker Besar 5 5 5
retraktor, operator memasang hak abdomen
- Kom Sedang 1 1 1
untuk memudahkan membuka jaringan di
- Kom besar 1 1 1
bawah peritoneum, setelah itu usus dikeluarkan
- Spuit 10cc 1 1 1
dan operator mencari bagian yang destruktif.
- Nacl Hangat 1 liter 2 2 2
i. Operator meneliti bagian usus yang destruktif
- Darmkass - - -
dengan memperhatikan kondisi usus, Berikan
- Guardik 1 1 1
NaCl hangat pada usus untuk mencegah
- Nidel Taper 1 1 1
terjadinya nekrosis jaringan usus, suction
- Nidel Cuting 1 1 1
cairan air hangat yang berada pada usus,
- NGT drain 2 2 2
kemudian berikan air hangat lagi dan tutupi
- Jenis benang yang di
usus dengan menggunakan darmkass yang
gunakan :
telah di beri NaCl, setelah di ketemukan area
a. Shoft silk 1 1 1
destruktif lakukan pemotongan dan ambil
b. PGA Polysorb 1 1 1
jaringan usus yang destruktif/rusak
c. Safil 1 1 1
menggunakan ovarium klem.
d. Demegut 1 1 1
j. Perawat instrumen memberikan needle holder
- Spatel usus 1 1 1
pinset anatomis dan benang soft silk 30,
- Ovarium klem 1 1 1
operator menjahit bagian yang
destruktif/bolong dengan menggunakan benang
jenis shoftsilk 3.0, Berikan air hangat dan
cuction lagi
k. Operator mencari bagian usus dengan teliti
bagian usus yang destruktif
l. Berikan guardik pada bagian usus agar tidak
terjadi perlengketan.
m. Operator memasukan usus dan menyusun
kembali usus serta organ-organ sekitarnya.
n. Lepaskan hak abdomen
o. Berikan kassa yang sudah di klem
menggunakan koker kemudian operator
membersihkan area usus.
p. Pasang spatel usus di bawah peritonium untuk
persiapan jahitan
11 Lakukan sign out.
12 Jahit abdomen
a. Perawat instrumen menyiapkan needle holder,
pinset sirugis dan benang polysorb 1, operator
menjahit peritoneum sampai dengan fasia
menggunakan benang Polysorb 1 dan siapkan
gunting benang.
b. Perawat instrumen menyiapkan needle holder,
pinset sirugis dan benang cutgut plain 1,
operator menjahit lemak dengan benang plain
Catgut 1.
c. Perawat instrumen menyiapkan needle holder,
pinset sirugis dan benang silk 2, operator
menjahit Jahit kulit dengan mengunakan silk
ukuran 2.

Operasi selesai, perawat instrument mengecek


13
jumlah instrument dan sponge yang digunakan (pre
op dan post op)
Perawat sirkuler memindahkan pasien ke recovery
room :
a. Pasang dan monitor pulse oximeter dan
spigmomanometer
14
b. Monitor vital sign
c. Pasang kanul O2 3liter/menit
d. Pasang pengaman kanan kiri tempat tidur

Cuci tangan prosedural dengan menggunakan


15
chlorexydine 4 %