Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REVIEW

TUGAS CBR
Disusun untuk Memenuhi salah satu Tugas dalam
Mata Kuliah Manajemen Keuangan

Disusun Oleh:
Nama : Fitri Ramadhani (7173220010)
Prodi/Kelas : Akuntansi / A 2017

Dosen Pengampu:
Drs. La Ane, M.Si
Puja Rizky Ramadhan, SE, M.Si

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapakan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
kasih karuniaNya yang selalu menyertai penulis sehingga dapat menyelesaikan
tugas critical book review dengan baik.

Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
manajemen keuangan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak
terlepas dari berbagai kesulitan dalam proses penyelesaiannya. Namun, berkat
bantuan Tuhan yang Maha pengasih yang selalu menuntun langkah penulis dan atas
bantuan seluruh pihak serta usaha maksimal dari penulis akhirnya tugas ini dapat
diselesaikan dengan baik.

Semoga CBR ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya dan
mampu mempermudah pembaca dalam membaca buku yang menjadi kritikan
penulis. Penulis mohon maaf jika ada penulisan kata atau kalimat yang tidak sesuai.
Penulis juga mengharapkan kritik dan saran atau masukan dari semua pihak, agar
kedepannya ketika ada tugas CBR, penulis mampu memberikan hasil tugas yang
lebih baik.

Medan, Oktober 2018

Fitri Ramadhani

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................... i


Daftar isi ............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN

A. Identitas Buku ................................................................................................ 3

B. Uraian Isi Buku .............................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Keunggulan Buku ......................................................................................... 17

B. Kelemahan Buku .......................................................................................... 17

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .................................................................................................. 18

B. Saran ............................................................................................................. 18

Lampiran Jurnal

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Identitas Buku

Judul : MANAJEMEN KEUANGAN

Penulis : Drs. Lukas Setia Atmaja

Penerbit : C.V Andi Offset

Tahun Terbit : 2003

Edisi : Revisi

ISBN : 979-731-097-3

Jumlah Halaman : 455

Bahasa : Indonesia

B. Uraian Isi Buku

Bagian I. Konsep Dasar

Bab I. Tinjauan Umum Manajemen Keuangan

Disiplin ilmu keuangan memperhatikan dua hal pokok yaitu penilaian dan

pengambilan keputusan. Disiplin ilmu keuangan dapat dibagi menjadi tiga bidang

yaitu keuangan perusahaan (corporate finance), investasi (investment), dan pasar

keuangan dan perantara (financial market and intermediaries). Keuangan

perusahaan adalah bidang keuangan yang berhubungan dengan operasi suatu

perusahaan dari sudut pandang perusahaan tersebut. Secara umum, keuangan

4
perusahaan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sisi aktiva dan sisi pasiva. Sisi

aktiva meliputi keputusan investasi dan sisi pasiva meliputi keputusan pendanaan.

Keputusan investasi adalah keputusan keuangan tentang aktiva mana yang harus

dibeli perusahaan. Investasi adalah bidang keuangan yang berhubungan dengan

keputusan pendanaan perusahaan, tetapi dilihat dari sudut pandang yang lain, bukan

dari pihak perusahaan tetapi dari pihak pemberi modal. Pasar keuangan dan

perantara adalah pasar untuk aktiva keuangan seperti sekuritas yang terdiri dari

pasar modal. Manajer keuangan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap

pembuatan keputusan keuangan perusahaan (pendanaan dan investasi). Ada 2

jabatan eksekutif di bidang keuangan: sebagai bendahara dan pengawas yang

masing-masing memiliki fungsi yang khusus.

Tujuan manajemen keuangan perusahaan diwujudkan dengan memaksimumkan

nilai perusahaan dengan asumsi bahwa pemeganh saham akan makmur jika

kantongnya bertambah tebal. Memaksimumkan nilai pasar perusahaan sama

dengan memaksimumkan harga pasar saham. Memaksimumkan harga saham tidak

sama dengan memaksimumkan keuntungan perusahaan. Jika ingin meningkatkan

keuntungan perusahaan, manajemen perusahaan dapat menerbitkan saham baru

untuk memperoleh tambahan dana yang kemudian diinvestasikan untuk

mendapatkan tambahan keuntungan. Tapi jika keuntungan tambahan yang

diperoleh lebih rendah, penghasilan per lembar saham justru akan menurun.

Bab II. Pasar Finansial dan Teori Suku Bunga

Sekuritas pasar uang terdiri atas instrumen hutang jangka pendek yang dijual oleh

pemerintah, institusi keuangan dan perusahaan. Karakteristik penting sekuritas ini

5
adalah usianya satu tahun atau kurang. Contoh: Sertifikat Bank Indonesia,

Commercial Paper, JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate), deposito.

Sekuritas pasar modal terdiri atas instrumen dengan usia lebih dari satu tahun

hingga tak terhingga (tanpa waktu jatuh tempo). Terbagi atas sekuritas yang

memberikan penghasilan tetap, misalnya obligasi dengan bunga tetap, serta

sekuritas yang menawarkan partisipasi kepemilikan, misalnya saham biasa. Saham

preferen merupakan instrumen yang memiliki sifat gabungan dari kedua jenis

tersebut. Suku bunga merupakan harga yang dibayar untuk dana atau modal.

Tingkat suku bunga ditentukan oleh faktor permintaan akan dana dan penawaran

dana. Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum terjadi karena

pertumbuhan uang melebihi pertumbuhan produksi barang dan jasa.

Suku bunga nominal pada suatu sekuritas hutang, k, terdiri dari suku bunga rill

bebas resiko ditambah beberapa premi yang timbul karena inflasi, resiko sekuritas

dan likuiditas sekuritas tersebut.

Bab III. Risiko dan Keuntungan

Risiko timbul dari kondisi ketidakpastian, maka untuk mengukur risiko kita harus

memahami konsep prifittabilitisas. Distribrusi profitabilitas sering di definisikan

sebagai himpunan hasil-hasil yang mungkin terjafi dengan frotabilitas teradinya.

Defiasi standart adalah ukuran simpangan nilai-nilai dari nilai yang diharapkan.

Jika kita mendefinisikan resiko investasi sebagai kondisi dimana investor

memperoleh keuntungan yg kurang dari yang diharapkan, maka risiko dapat diukur

dengan menggunakan defiasi standar. Investasi yang paling ber risiko adalah saham

6
perusahaan keci, ditunjukkan dengan saham profitabilitas keuntungan saham yang

paling lebar

Bab IV. Analisis Nilai Waktu Uang

Konsep nilai waktu uang merupakan dasar untuk mnghitung harga saham, harga

obligasi, memahami metoda nett present value, melakukan analiss komparatif

antara beberapa alternatif, perhitungan bunga atau tingkat perhitungan, perhitungan

amortisasi utang.

Dalam menganalisis nilai waktu uang khususnya nilai sekarang kita membutuhkan

nilai waktu uang. Suku bunga yang fipakai dalam analisis tergantung pada asumsi

investor tergantung tingkat keuntungan pada investasi.

Bab V. Penilaian Oblogasi

Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan

atau pemerintah. Obligasi disebut surat berharga karena pemegang obligasi

memiliki klaim terhadap pemegang bunga dan pokok pinjaman yang telah

ditetapkan. Nilai nomonal obligasi adalah nilai yang akan dibayar oleh penerbit

obligasi kepada pemegang obligasi pada tanggal yang ditetapkan dimasa

mendatang. Tanggal jatuh tempo obligasi adalah tanggal dimana nilai nominal

dibayar kepada pemegang obligasi. Pembayaran bunga kupon sejumlah uang yang

dibayarkan secara berkala kepada pemegang obligasi.

Bab VI. Penilaian Saham

Saham prifered adalah saham yang memberikan sejumlah deviden yang tetap

jumlahnya dan terlah dinyatakan jumlahnya. Saham biasa berbeda dengan sama

7
friferrend dalam hal pembayaran deviden. Pada saham biasa besarnya deviden tidak

pasti dan tidak tetap jumlahnya. Tingkat keuntungan yang diinginkan atau

disyaratkan calon pemberi saham sangat tergantung pada tingkat risiko saham

tersebut semakin tinggi risiko saham, semakin besar tingkat yang di syaratkan.

Bagian 2. Keputusan Investasi Jangka Panjang

Bab VII. Biaya Modal

Modal adalah dana yang digunakan untuk membiayai pengadaan aktiva dan operasi

perusahaan. Modal terdiri atas item-item yang ada di sisi kanan suatu neraca, yaitu:

hutang, saham biasa, saham preferen dan laba ditahan.

Jika perusahaan menggunakan obligasi sebagai sarana untuk memperoleh dana dan

hutang jangka panjang, maka biaya hutang adalah sama dengan Kd atau Yield To

maturity (YTM) yaitu tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemegang/pembeli

obligasi. Biaya saham preferen adalah sama dengan tingkat keuntungan yang

dinikmati pembeli saham preferen. Biaya laba ditahan adalah sama dengan Ks atau

tingkat keuntungan yang disyaratkan investor pada saham biasa perusahaan yang

bersangkutan.

Bab VIII. Dasar-Dasar Penganggaran Modal

Modal merujuk pada aktiva tetap yang digunakan dalam operasi perusahaan.

Anggaran atau budget adalah suatu rencana yang menjelaskan arus kas keluar dan

arus kas masuk yang diproyeksi (diprediksi) selama periode tertentu di masa

mendatang. Anggaran modal adalah suatu tinjauan umum tentang pengeluaran-

pengeluaran yang terencana pada aktiva-aktiva tetap. Pengganggaran modal adalah

8
keseluruhan proses menganalisis proyek-proyek dan menentukan apakah proyek-

proyek tersebut harus dimasukkan dalam anggaran modal.

Bab IX. Analisis Arus Kas Proyek

Arus kas harus dibedakan dari laba menurut akuntansi. Yang paling penting adalah

masalah perlakuan biaya depresiasi. Akuntansi menganggap depresiasi sebagai

biaya, sedangkan dalam penganggaran modal, depresiasi bukanlah arus kas keluar

atau biaya.

Bab X. Analisis Risiko Dalam Penganggaran Modal

Ada 3 jenis risiko suatu proyek yang dapat diukur:

1. Risiko yang berdiri sendiri

2. Risiko dalam perusahaan

3. Risiko pasar

Bab XI. Anggaran Modal Optimal

Investment opportunity schedule adalah suatu grafik yang menggambarkan proyek-

proyek yang potensial dalam suatu urutan berdasarkan rangking IRR proyek-proyek

tersebut.

BAGIAN III

BAB XII. ANALISIS DAN PENGARUH PENGGUNAAN HUTANG

9
1. Risiko Bisnis dan Risiko Finansial

a. Risiko Bisnis

Risiko bisnis adalah ketidakpastian pada perkiraan pendapatan operasiperusahaan

dimasa mendatang. Risiko bisnis mewakili tingkat risiko dari operasi-operasi

perusahaan yang tidak menggunakan hutang. Risiko Bisnis ini diukur dengan

deviasi standar dari ROE (Return On Equity)

EAT
ROE = Modal Sendiri

b. Risiko Finansial

Risiko finansial adalah risiko tambahan pada perusahaan akibatkeputusan

menggunakan hutang atau risiko yang ditimbulkan dari penggunaan hutang

(financial leverage).

2. Analisis Breakeven

Analisis Breakeven digunakan untuk menentukan jumlah penjualan (dalam Rp atau

unit) yang menghasilkan EBIT (Earnings Before Intererest and Tax ataulaba bersih

sebelum bunga dan pajak) sebesar 0. Dengan laba lain breakeven point (BEP)

adalah suatu titik yang menunjukkan tingkat penjualan yang menyebabkan

perusahaan tidak untung juga tidak rugi.

Rumus :

F
BEP dalam Unit = p−v

3. Operating Leverage

10
Operating Leverage adalah kepekaan EBIT terhadap perubahan penjualan

perusahaan. Operating Leverage timbul karena perusahaan menggunakan biaya

operasi tetap.

BAB XIII. TEORI STRUKTUR MODAL

1. Model Modiligan-Militer (MM) Tanpa Pajak

2. FinancialDistress Dan Agency Costs

Financial Distress adalah kondisidimana perusahaan mengalami kesulitan

keuangan dan terancam bangkrut. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka

akan timbul biaya kebangkrutan yang disebabkan oleh : keterpaksaan menjual

aktiva dibawah harga pasar, biaya likuidasi perusahaan, rusaknya aktiva tetap

dimakan waktu sebelum terjual, dsb.

BAB XIV. KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL

1. Metode-Metode Dalam Manajemen Struktur Modal

a. Analisis EBIT – EPS.

Melalui analisis ini manajemen dapat melihat dampak dari berbagai alternatif

pendanaan terhadap EPS pada tingkat EBIT yang bervariasi.

b. Perbandingan Rasio-Rasio Leverage

Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan efek dari setiap

alternatifpendanaan terhadap rasio-rasio leverage.

c. Analisis Arus Kas Perusahaan

Metode ini menganalisis dampak keputusan struktur modal terhadap arus kas

perusahaan. Metode ini sederhana tetapi sangat bermanfaat.

3. Analisis Subyektif Dalam Manajemen Struktur Modal

11
Dalam menentukan struktur modal perusahaan, manajemen juga

mempertimbangkan analisis subyektif (judgment) bersama dengan analisis

kuantitatif yang telah dibahas didepan.

BAB XV. KEBIJAKAN DIVIDEN

1. Kebijakan Dividen Dalam Praktik

Pada praktiknya perusahaan cenderung memberikan dividen dengan jumlah yang

relative stabil atau meningkat secara teratur. Kebijakan ini kemungkinan besar di

sebabkan oleh asumsi bahwa: 1) investor melihat kenaikan dividen sebagai suatu

tanda baik bahwa perusahaan memiliki prospek cera, demikian sebaliknya. Hal ini

membuat perusahaan lebih senang mengambil jalan”aman” yaitu tidak menurunkan

pembayaran dividen, dan 2) investor cenderung lebih menyukai dividen yang tidak

berfluktuasi (dividen yang stabil).

BAGIAN IV. KEPUTUSAN PENDANAAN JANGKA PANJANG

BAB XVI. SAHAM DAN HUTANG JANGKA PANJANG

1. Hak-Hak Pemegang SahamBiasa

2. Hutang Jangka Panjang

3. Saham Preferen

Saham preferen merupakan “campuran” antara hutang dan modal sendiri. Artinya

ia memiliki sebagian karakteristik hutang dan juga modal sendiri.

BAB XVII. WARRANT DAN OBLIGASI KONVERSI

12
Warrant adalah suatuopsi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang

memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham

pada harga yang telah ditentukan.

BAB XVIII. LEASING

Operating lease atau disebut juga “service lease”, umumnya menyediakan

pendanaan sekaligus perawatan aktiva tetap.

Ciri-ciri operating lease:

 Tidak teramortisasi secara penuh, artinya total lease payment lebih kecil dari biaya

pengadaan aktiva.

 Usia kontrak lease lebih pendek dari usia ekonomis aktiva yang diperkirakan.

 Lessor mengharapkan keuntungan dari me-leasing aktivanya beberapa kali

 Ada klausul “cancellation” atau dapat dibatalkan.

BAB XIX. OPTION DAN FUTURES

Fungsi utama option adalah sebagai sarana untuk melakukan hedging atau suatu

tindakan untuk mengurangi risiko akibat naik-turunnya harga suatu aktiva.

Kontrak futures atau futures contract adalah suatu perjanjian untuk membeli atau

menjual suatu aktiva pada waktu tertentu di masa mendatang pada harga yang telah

disepakati.

BAGIAN V: MANAJEMEN KEUANGAN JANGKA PENDEK

BAB XX: Perencanaan dan Pendanaan Keuangan Jangka Pendek

13
Merupakan pengelolaan aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan) dan

pasiva lancar perusahaan (hutang dagang, wesel bayar, kewajiban yang masih harus

dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi

kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan. Misalnya Aktiva lancar dalam

jumlah besar berakibat pada peningkatan risiko tidak dapat membayar pada saat

jatuh tempo.

BAB XXI: Manajemen Kas dan Surat Berharga

Sumber-Sumber Pinjaman Jangka Pendek termasuk dalam kategori pinjaman

jangka pendek yang diperoleh dalam usaha biasanya terdiri dari bank loan dan

commercial papers.

BAB XXII: Manajemen Piutang dan Kebiajakan Kredit

Piutang adalah tagihan kepada pihak lain dimasa yang akan datang karena

terjadinya transaksi dimasa lalu.

BAB XXIII: Manajemen Persediaan

1. Model Economic Order Quantity (EOQ)

2. Model Tepat Pada Waktu (Just In Time Atau JIT)

BAGIAN VI: ANALISIS KEUANGAN

BAB XXIV: Analisis Laporan Keuangan

1. Rasio Likuiditas

14
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan

finansialnya dalam jangka pendek.

Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :

a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar

kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.

Rumus menghitung Current Ratio:

Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%

b. Cash Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar

kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan

berikut surat berharga atau efek jangka pendek.

Rumus menghitung Cash Ratio:

Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%

c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan

dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva

lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).

Rumus menghitung Quick Ratio:

Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%

2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba

dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.

Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :

a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam

mendapatkan laba kotor dari penjualan.

Rumus menghitung Gross Profit Margin:

15
Gross Profit Margin = Penjualan Netto - HPP / Penjualan Netto X 100%

b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam

mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.

Rumus menghitung Operating Income Ratio:

Operating Income Ratio = Penjualan Netto - HPP – Biaya Administrasi & Umum

(EBIT) / Penjualan Netto X 100%

c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam

mendapatkan laba bersih dari penjualan.

Rumus menghitung Net Profit Margin:

Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto X 100%

d. Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam

keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang

saham.

Rumus menghitung Earning Power of Total Investment:

Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100%

e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk

mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk

menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI):

Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100%

f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk

menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus menghitung Return on Equity (ROE):

16
Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100%

g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners, rasio untuk

mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan

pendapatan bagi pemegang saham.

Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth:

Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100%

BAGIAN VII: TOPIK KHUSUS

BAB XXV: Merger dan Akuisisi

Merger merupakan gabungan dari dua perusahaan sehingga menjadi satu,

dimana perusahaan yang melakukan merger sebagai pengambil atau pembeli semua

assets dan liabilities perusahaan yang dibeli atau di merger, sehingga perusahaan

yang melakukan merger atau pembeli paling tidak akan mendapatkan 50% saham

dari perusahaan yang di beli. Perusahaan yang di beli atau di merger akan berhenti

beroperasi dan pemegang sahamnya akan menerima sejumlah uang tunau atau

saham pada perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Akuisisi merupakan pengambil alihan atau takeover dari sebuah perusahaan

dengan cara membeli saham ataupun asset dari perusahaan tersebut. Bedanya

dengan merger, pada akuisisi perusahaan yang telah dibeli akan tetap ada (Brealey,

Myers, & Marcus, 1999, p.598).

17
BAB II
PEMBAHASAN

A. Keunggulan Buku

1. Penjelasan materi yang diberikan dalam buku ini mudah dipahami dengan

penggunaan bahasa dan kata-kata yang mudah di mengerti

2. Isi buku yang tidak terlalu tebal, sehingga pembaca tidak bosan untuk membaca

buku tersebut

3. Cover buku simple dan menarik

4. Disertai dengan soal-jawab pada setiap akhir bab

B. Kelemahan Buku

1. Tidak ada latihan soal yang belum dijawab untuk dikerjakan mahasiswa di

setiap akhir bab

2. Tidak ada diberikan rangkuman atau ikhtisar pembelajaran disetiap akhir bab

3. Contoh soal yang diberikan pada materi kurang bervariasi

4. Penulisannya kata-katanya ada yang diulang-ulang seperti terjadi pengulangan

kata setelah dan setelah

5. Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku terdapat dalam beberapa kata

18
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Manajemen sangat diperlukan terutama dalam sebuah organisasi atau

perusahaan. Dengan adanya manajemen yang baik, maka kegiatan perencanaan,

pelaksanaan, sampai pada penghasilan suatu tujuan ataupun barang akan dicapai

dengan baik dan maksimal, dan dengan adanya manajemen maka perusahaan akan

mencapai tujuan yang di inginkan dengan langkah yang tepat.

Dalam praktIknya, manajemen keuangan adalah tindakan yang diambil dalam

rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi/perusahaan. Untuk itu dalam

membangun sistem manajemen keuangan yang baik perlulah kita untuk

mengidentifikasi prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik.

B. Saran

Secara keseluruhan, buku ini merupakan buku yang bagus. Para mahasiswa

dapat memilih buku mana saja yang dapat digunakan untuk menambah

pengetahuan tentang manajemen keuangan. Yang diharapkan dari kedua buku ini

adalah semoga di terbitan atau revisi berikutnya, buku ini dapat memperbaiki

kelemahan dari buku ini dan menjadi buku yang lebih baik lagi agar dapat semakin

membantu pembaca mempelajari tentang Manajemen Keuangan.

19
LAMPIRAN

20