Anda di halaman 1dari 6

ORGANIASI

Disusun Oleh :

Lisa Jessica Sumenang (030859078)

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir
di setiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin
dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari
organisasi, paling tidak setiap masing-masing orang memimpin dirinya sendiri dalam
menjalankan kehidupan sehari-hari.
Dewasa ini juga organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat di
perlukan pada organisasi, dan juga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual
,maupun social (bersama-sama). Maka dari itu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan
tentang organisasi, manajemen, maupun tata kerja. Agar dapat mengembangkan potensi
diri sebaik mungkin, terutama dalam keorganisasian.

B. Tujuan
 Untuk mengatuhui pengertian organisasi
 Untuk mengatahui cara mengorganisasikan dunia kerja

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi


Organisasi adalah Organisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing)
memiliki hubungan yang erat dengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah
atau tempat manejer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang
diinginkan
Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen dan
ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan (planning). Dengan demikian, antara
organisasi dan pengorganisasian memiliki pengertian yang berbeda.
James L. Gibson c.s., sebagaimana yang dikutip oleh Winardi, berpendapat bahwa:
“…organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat
mencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang
bertidak secara sendiri”
Organisasi adalah suatu sistem tentang aktifitas kerjasama dua orang atau lebih dari
sesuatu yang tidak berwujud dan tidak padang bulu, yang sebagian besar bagian
silaturahmi.

B. Perkembangan Organisasi
Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa manusia adalah makhluk
sosial. Hal ini turut mendorong manusia membentuk organisasi untuk mewujudkan cita-
citanya. Karena itu, organisasi muncul ketika manusia itu berkumpul dua orang atau lebih.
Bahkan, sebelum manusia terlahir ke muka bumi ini, benih-benih organisasi juga
telah tersirat sejak awal proses penciptaan manusia di alam rahim. Seperti yang dijelaskan
oleh ilmu kedokteran, sel sperma seorang laki-laki dikatakan normal apabila berjumlah
minimal 20 juta sel sperma. Padahal, hanya satu sel yang dibutuhkan untuk melakukan
pembuahan dengan sel telur milik sang istri. Peristiwa ini mengisyaratkan bahwa manusia
memang ditakdirkan untuk berorganisasi dalam mencapai tujuan.
Sepanjang sejarah perkembangan manusia, juga ditemukan bukti-bukti bahwa
organisasi itu telah muncul di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan orang-orang Yunani,
kerajaan-kerajaan yang telah dibangun pada masa Romawi juga menunjukkan bahwa
mereka telah membentuk dan membangun organisasi yang baik.
Dengan demikian, manusia dan organisasi serta aktivitasnya telah berlangsung lama
sejak ribuan tahun silam, tapi yang dibutuhkan dan perlu untuk diketahui adalah akar
perkembangan organisasi pada abad ke-18 dan ke-19.
* Adam Smith, 1776; Adam Smith telah memberikan kontribusi yang sangat penting
dengan doktrin ekonominya, yaitu spesialisasi bidang kerja atau pembagian tugas dengan
berbagai argumentasi yang sangat dalam. Adam Smith memberikan contoh pembagian
tugas dengan spesialisasi bidang kerja tertentu dalam pabrik pembuatan peniti. Ada sepuluh
orang pekerja dalam pabrik tersebut, setiap orang mempunyai tugas tertentu dengan
mengerjakan suatu bagian kerja tertentu. Sepuluh orang pekerja tersebut dapat membuat
48.000 buah peniti tiap harinya. Selanjutnya, jika setiap pekerja mengambil kawat sendiri-
sendiri kemudian meluruskannya, membuatkan ujung batangnya, hasilnya setiap pekerja
mampu membuat satu peniti dalam satu hari. Kalau ada sepuluh pekerja maka dapat
membuat sepuluh peniti setiap hari. Dan spesialisasi bidang pekerjaan tertentu pada masa
sekarang ini sudah barang tentu termotivasi oleh keuntungan yang berlipat ganda dari
doktrin Adam Smith pada 2 abad silam.
* Charles Babbage, 1832; Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dari
Inggris yang telah mengembangkan sistem pembagian tugas yang telah diartikulasikan
pertama kali oleh Adam Smith. Babbage menambahkan beberapa keuntungan dengan
sistem pembagian tugas, yang telah dikemukakan oleh Adam Smith. Selain keterampilan,
menghemat waktu yang terkadang sering disia-siakan terbuang ketika penggantian tugas
satu ke tugas yang lain.
Keuntungan Tersebut yaitu :
v Mempersingkat waktu yang diperlukan untuk belajar suatu pekerjaan
v Menghemat pemborosan material yang diperlukan dalam pelajaran pada tiap tingkatan.
v Memungkinkan untuk menghasilkan tingkat keteram¬pilan yang tinggi.
v Memungkinkan kemampuan untuk membandingkan keterampilan seseorang dan bakat fisik
dengan tugas-tugas tertentu.
* Robert Owen, 1825; Robert Owen adalah orang periling dan berjasa dalam sejarah
perilaku organisasi karena ia adalah seorang industrialis pertama yang mengingatkan
bagaimana sistem pabrik yang sedang tumbuh dan berkembang telah merendahkan para
pekerja. Ia menolak praktik-praktik kekerasan yang ia lihat di pabrik-pabrik, seperti anak
yang bekerja di bawah umur 10 tahun, 13 jam kerja tiap hari dengan kondisi kerja yang
menyedihkan. Owen menjadi seorang reformer, ia mencek para pemilik pabrik yang
memperlakukan peralatan lebih baik dibandingkan dengan para karyawannya, ia mengkritik
mereka yang membeli mesin dengan harga mahal sementara membayar para pekerja yang
menjalankan mesin tersebut dengan harga sangat murah. Owen mengatakan bahwa
mempergunakan uang untuk meningkatkan para pekerja merupakan salah satu investasi
terbaik yang menjadi pilihan para eksekutif bisnis, ia mengklaim bahwa memperlihatkan
concern kepada para karyawan akan sangat menguntungkan untuk manajemen dan
membebaskan kesengsaraan manusia.
Untuk ukuran zaman Owen ia tentu sangat idealis tapi seratus tahun setelah tahun
1825 ditetapkan jam kerja untuk semua, undang-undang perburuhan anak, pendidikan
untuk umum, perusahaan memberikan makan pada waktu

C. Perubahan Organisasi
Di dalam lingkungan makro, seperti Anda kenali, terjadi berbagai perubahan yang
bersifat alami, seperti siklus hidup atau life-cycle. Di dalam contoh kita, perusahaan di kota
kecil tadi mengalami perubahan siklus yang tidak disadari oleh pemilik dan seluruh stafnya.
Mereka sudah berada di tahap puncak pertumbuhannya. Perubahan-perubahan alami
serupa ini terjadi pada hidup pribadi Anda, seorang pemimpin, pengikut, atau orang-orang
lain yang terkait dengan organisasi atau komunitas kita. Perubahan serupa ini terjadi pula
dengan sebuah kota, teknologi, pola pikir, suatu masyarakat, bahkan agama sekalipun.
Misalnya, pemahaman tentang dunia yang dianggap sebagai suatu piring datar dan memiliki
tepi, kini sudah usang.
Demikian pula pandangan tentang bumi sebagai pusat tata surya. Lebih abstrak lagi,
paham yang membedakan manusia sebagai kafir atau beriman, kini semakin banyak
ditinggalkan orang dan digantikan dengan paham baru bahwa semua manusia saling terkait
dan unik dalam paradigma masing-masing.
Apa yang harus seorang pemimpin lakukan terhadap perubahan alamiah itu?
Terhadap perubahan yang mengikuti siklus hidup tadi, seorang pemimpin perlu senantiasa
meneliti dan mempelajari pada tahap mana dari siklus itu ia dan pengikutnya berada. Akan
sangat fatal bila ia mengira bahwa organisasinya masih berada pada tahap pertumbuhan
yang membutuhkan banyak dana, padahal mereka sudah berada pada tahap uzur dimana
dana justru harus dihemat. Disamping itu, ia perlu meneliti kalau-kalau cara memimpinnya
tidak lagi cocok untuk suatu tahap baru dari kehidupan organisasinya.

D. Mengorganisasikan Dunia Kerja


Manajemen dan organisasi sangat berubungan erat, manajemen merupakan atau
berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam organisasi juga terdapat kepemimpinan.
Dengan demikian untuk menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di
perlukan manajemen yang baik juga.
Pada dasarnya Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat
(peranan,prosedur,dan prinsip).namun keterampilan dalam mengatur segala aspek dalam
organisasi sangat diperlukan dalam mengatur tatakerja sesuai suatu tujuan,jika tujuan ingin
tercapai dengan semaksimal mungkin.
Hubungan dari manajemen, organisasi, dan tatakerja adalah organisasi secara
keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur
system tatakerja. Pendekatan manajer individual untuk pengawasan sangat disarankan
namun harus sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung.
Ciri-ciri organisasi yaitu:
- Terdapat komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Ada tujuan
- Ada sasaran
- Ada keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Ada pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang-orang yang disusun
dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi
adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk
kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja
dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang
bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah disampaikan, maka dapat disumpulkan bahwa


organisasi memiliki pengertian sekelompok orang (2 atau lebih) yang secara formal
dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Organisasi juga sangat berhubungan dengan manajemen dan tata kerja karena organisasi
secara keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk
mengatur sistem tatakerja. Organisasi memiliki ciri-ciri, unsur-unsur serta teori tersendiri
yang menghasilkan macam-macam organisasi. Dengan berbagai tipe serta struktur yang
bermacam-macam juga
Dengan demikian seorang pemimpin mengathui cara mengorganisasikan dunia kerja.

B. Saran
Seorang pemimpin harus mengetahui semua hal yang menyangkut tentang
organisasi baik secara individu mau kelompok

Daftar Pustaka

-www. budakbangka.blogspot.com
-Modul matakuliah SIM (Sistem informasi manajemen)
-www.tutorialkuliah.blogspot.com
-http://aulia-ngeblog.blogspot.com/2010/02/definisi-organisasi-dan-metode.html
http://organisasi.org/bentuk_jenis_macam_badan_usaha_organisasi_bisnis_perusahaan_p
engertian_dan_definisi_ilmu_sosial_ekonomi_pembangunan
http://organisasi.org/arti_pengertian_definisi_fungsi_dan_peranan_koperasi_koprasi_indo
nesia_dan_dunia_ilmu_ekonomi_koperasi_ekop
-http://lilisulastri.wordpress.com/2009/03/22/perilaku-organisasi-4/