Anda di halaman 1dari 3

Nama : Lisa Jessica Sumenang

Nim : 030859078
Tugas 2 Organisasi

1. Untuk memperjelas pemahaman yang berkaitan dengan sentralisasi, ada 5 (lima)


kondisi yang perlu dilakukan pembahasan, Jelaskan!
Jawab :
Untuk memperjelas pemahaman mengenai sentralisasi, perlu dilakukan pembahasan
mengenai berbagai kondisi yang berkaitan dengan pemahaman mengenai sentralisasi,
seperti dijelaskan berikut ini:
A. Sentralisasi hanya berkaitan dengan otoritas formal dalam organisasi.
Secara resmi, sentralisasi memang dinyatakan hanya berkaitan dengan anggota
organisasi yang diberi otoritas formal oleh organisasi untuk mengambil keputusan.
Akan tetapi, pada kenyataannya terkadang anggota organisasi yang tidak memilliki
otoritas formal juga turut andil dalam pengambilan keputusan, misal karena adanya
hubungan kekeluargaan atau alasan lainnya. Apakah kondisi organisasi seperti ini
masih bisa dinamakan sentralisasi yang tinggi atau sentralisasi yang rendah masih
sering diperdebatkan.

B. Kebijakan perusahaan bisa membatasi desentralisasi.


Banyak organisasi yang mencoba mendorong pengambilan keputusan agar bisa
dilakukan pada tingkatan hierarki yang lebih rendah. Apabila pilihan jenis keputusan
yang boleh ditetapkan oleh tingkatan hierarki yang rendah ternyata dibatasi oleh
kebijakan perusahaan, maka bisa dipertanyakan apakah benar bahwa para pengambil
keputusan pada tingkatan hierarki yang rendah ini benar-benar diberi kebebasan
untuk menetapkan keputusan ataukah desentralisasi hanya terjadi secara semu. Bisa
dipertanyakan apakah benar desentralisasi telah terjadi apabila pengambilan
keputusan memang diambil pada tingkatan hierarki yang rendah, tetapi keputusan
yang diambil harus selalu selaras dengan kebijakan perusahaan, sementara kebijakan
perusahaan ternyata ditetapkan oleh pimpinan puncak organisasi.
C. Sentralisasi sering kali diartikan sebagai pengambilan keputusan yang
dikonsentrasikan di satu titik.
Istilah “satu titik” bisa diartikan sebagai seseorang, satu unit, ataupun satu tingkatan
hierarki. Kebanyakan orang beranggapan bahwa keputusan yang sifatnya sentralistik
diambil oleh posisi yang menempati tingkatan hierarki yang lebih tinggi dalam
organisasi dan suatu keputusan tidak dianggap bersifat sentralistik apabila diambil
secara terkonsentrasi disatu titik atau suatu posisi yanng berada pada tingkatan
hierarki yang rendah.

D. Teknologi informasi yang terus-menerus memantau keputusan-keputusan yang


bersifat desentralistik bisa dimanfaatkan untuk menerapkan pengendalian yang
bersifat sentralistik.
Teknologi informasi memberikan peluang bagi pimpinan puncak organisasi untuk bisa
memahami secara cepat akibat yang timbul dari suatu keputusan yang diambil secara
desentralistik, sehingga bisa segera melakukan koreksi terhadap keputusan tersebut
terutama apabila tidak sesuai dengan keinginan pimpinan puncak.

E. Pengendalian input informasi oleh bawahan bisa membuat pengambilan keputusan


yang sentralistik menjadi bersifat desentralistik.
Para atasan biasanya memperoleh berbagai jenis informasi yang diperlukan untuk
melakukan pengambilan keputusan dari bawahannya. Informasi memang dialirkan
oleh para bawahan kepada atasannya, tetapi biasanya bisa disaring terlebih dahulu
oleh para bawahan ini sebab tanpa melewati proses penyaringan ini maka atasan akan
mengalami kebanjiran informasi. Proses penyaringan informasi ini akan
mengharuskan bawahan untuk menafsirkan dan mempertimbangkan pilihan jenis
informasi yang akan disampaikan kepada atasan. Oleh karena itu, proses penyaringan
informasi ini bisa memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menetapkan jenis
informasi yang boleh diketahui atasan. Juga memungkinkan bagi para bawahan untuk
merekayasa konfigurasi informasi sedemikian rupa untuk mengarahkan keputusan
atasan agar sesuai dengan kepentingan bawahan.
2. Apa yang anda ketahui tentang Otoritas Lini dan Otoritas Staf?
Jawab :
Otoritas garis (line authority)
hubungan otoitas atasan-baahan, dimana seorang atasan mengambil keputusan dan
memberitahukannya kepada seorang bawahan yang kemudian membuat keputsuan
dan memberitahukannya kepada seorang bawahan lagi dan seterusnya membnetuk
sebuah gars dari puncak sampai tingkatterbawah sebuah struktur organisasi.
otoritas

Otoritas Staf
perkataan staf secara arfiah berarti sebuah tongkat yang dipegang untuk menunjang
tubuh. maka oleh karenanya otoritas staf semuala berarti otoritas yang dipergunakan
untuk menunjang otoritas garis. staf diartikan bantan dan ia tujukan untuk membantu
fihak yang memiliki otoritas.

3. Jelaskan sifat hubungan yang terjadi antara:


a. Sentralisasi dengan Kompleksitas
b. Sentralisasi dengan Formalisasi
Jawab :
Sentralisasi dan Kompleksitas. Ada bukti kuat yang mendukung mengenai adanya
hubungan yang berbanding terbalik antara sentralisasi dan kompleksitas. Desentralisasi
dikaitkan dengan kompleksitas yang tinggi.
Sentralisasi dan Formalisasi. Hubungan sentralisasi-formalisasi tidak sedemikian jelas
dibandingkan dengan hubungan sentralisasi-kompleksitas. Suatu tinjauan dari bukti
yang ada ditandai oleh hasil yang tidak konsisten.