Anda di halaman 1dari 8

ANALISA ALKOHOL

Hari/Tanggal : Jum’at / 03-05-2019


Materi : Alkohol

Tujuan
Untuk mengetahui adanya kandungan alkohol pada bahan pangan.

Prinsip
A. Metode Kalium Bikromat
Terbentuknya warna hijau hasil oksidasi antara etanol dalam spesimen urin
dengan kalium bikromat dalam suasana asam.
B. Metode Mikrodifusi
Di dalam tempat yang kedap, alkohol dalam spesimen urin akan menguap dan
bereaksi dengan kalium bikromat dalam suasana asam sehingga terjadi perubahan warna.
C. Methanol
Terbentuknya warna hijau hasil oksidasi antara etanol dengan kalium bikromat
dalam suasana asam.
Dasar Teori
Alkohol merupakan senyawa seperti air yang satu hidrogennya diganti oleh rantai atau
cincin hidrokarbon. Sifat fisis alkohol, alkoholmempunyai titik didih yang tinggi dibandingkan
alkana-alkana yang jumlah atom C nya sama. Hal ini disebabkan antara molekul alkohol
membentuk ikatan hidrogen. Rumus umum alkohol R – OH, dengan R adalah suatu alkil baik
alifatis maupun siklik. Dalam alkohol, semakin banyak cabang semakin rendah titik didihnya.
Sedangkan dalam air, metanol, etanol, propanol mudah larut dan hanya butanol yang sedikit
larut. Alkohol dapat berupa cairan encer dan mudah bercampur dengan air dalam segala
perbandingan (Brady, 1999).
Alkohol yang dikenal sebagai minuman adalah etanol (C2H5-OH), merupakan senyawa
adiktif non narkotika, yang mempengaruhi SSP, sehingga diatur, dalam Peraturan Kepala Balai
Pengawasan Obat dan Makanan Nomor. 14 Tahun 2016 tentang Minuman Beralkohol, minuman
berakohol digolongkan menjadi 3 yaitu golongan A; dengan kadar etanol 0%-5% golongan B;
kadar etanol 5%-20% dan golongan C; kadar etanol 20%-55%. Etanol cepat diserap dari saluran
pencernaan dalam waktu 30 sampai 60 menit setelah konsumsi. Etanol terdistribusi ke seluruh
cairan tubuh dan jaringan, dengan mudah melintasi sawar darah dan plasenta. Sekitar 90% - 98%
alkohol yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh sistem enzim hati menjadi bentuk
karbondioksida dan air. Sebanyak 2% - 8% diekskresikan melalui paru-paru, urin, saliva, air mata
dan pernafasan. Oleh karena itu, untuk pemeriksaan dapat digunakan sampel saliva, darah, urin
dan udara ekspirasi.
Pada umumnya alkohol digunakan sebagai senyawa pelarut, dan sebagai bahan
minuman beralkohol. Adapun Beberapa senyawa yang banyak digunakan dalam kehidupan
sehari-hari adalah: Metanol merupakan jenis alkohol yang banyak digunakan sebagai pelarut
getah dan resin. Alkohol dapat dibuat menjadi senyawa lain seperti senyawa ester. Digunakan
untuk membuat polimer jenis plastik, dengan merubah metanol menjadi metanal atau
formaldehid. Di industri, metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid,
sebagai cairan antibeku, dan pelarut, seperti vernish. Pada kendaraan bermotor, metanol
digunakan untuk bahan bakar mobil formula

Alat dan Bahan


 Alat
- Kertas saring Whatman (Glass-Fibre filter paper)
- tabung reaksi
- penangas air
- cawan conway
- pipet ukur
- mortar
- alu
- cawan porselin
 Bahan
- Jambu
- Ketan hitam
- Belimbing
- Pepaya
 Reagen
- Larutan kalium bikromat (K2Cr2O7) 2,5 %
- Asam sulfat (H2SO4) 50 %
- Kalium bikromat: 0,5 g Kalium bikromat dalam 100 ml asam sulfat 60%

Prosedur Kerja
A. Metode Kalium Bikromat
1. Masukkan 5 mL spesimen urin dalam tabung reaksi, lalu tutup
2. Pada kertas saring teteskan K2Cr2O7 tambahkan H2SO4
3. Masukkan kertas saring tersebut dibagian atas leher tabung
4. Sumbat mulut tabung dengan gabus dan panaskan pada penangas air
suhu 100° C selama 2 menit
B. Metode Mikrodifusi
1. Tempatkan spesimen di bagian tepi cawan sampai tertutup dasarnya
2. Tambahkan beberapa ml kalium bikromat di sekitar tempat spesimen tersebut.
3. Tutup rapat cawan tersebut dan inkubasi pada suhu 37°C selama 1 jam
C. Methanol
1. Ke dalam 1 ml urin, tambahkan 1 tetes K2Cr2O7 2,5 % dalam (H2SO4) 50 %
2. Biarkan pada suhu kamar selama 5 menit
3. Tambahkan 1 tetes etanol dan beberapa mg asam kromotropat
4. Tambah H2SO4 sehingga timbul suatu lapisan pada dasar tabung

Hasil Pengamatan
No. Metode Hasil

Kalium
1.
Bikromat

2. Mikrodifusi

3. Methanol
UJI IDENTIFIKASI LOGAM BERAT

Hari/Tanggal : Jum’at / 03-05-2019


Materi : Logam Berat

Tujuan
Untuk mengetahui cemaran logam berat pada kosmetik.

Prinsip
Identifikasi logam berat dengan metode perbandingan warna dalam suasana asam Merkuri
(Hg) pada kawat Cu akan menghasilkan warna perak , logam berat Arsen (As) pada kawat Cu akan
menghasilkan warna hitam kusam dan pada logam berat Bismut (Bi) pada kawat Cu akan
menghasilkan warna hitam cerah
Dasar Teori
Sumber pencemar domestik atau limbah rumah tangga berasal dari perkampungan, kota,
pasar, terminal, rumah sakit, dan lainlain. Limbah non domestik berasal dari kegiatan pertanian,
peternakan, industri, perikanan, transportasi, dan lain-lain. Khusus limbah rumah tangga ada
beberapa contoh yang dapat menimbulkan pencemaran air seperti: deterjen, sabun, pasta gigi,
bahan sisa masakan, berbagai macam minyak, plastik bekas dan lainlain. Sumber pencemaran
dari kegiatan pertanian berupa pestisida dan berbagai jenis pupuk, sedangkan sumber
pencemaran dari kegiatan peternakan berasal dari kotoran hewan dan sisa makanan ternak
(Sastrawijaya, 2000). Berbagai macam polutan tersebut mengandung bermacam zat kimia
termasuk jenis logam berat.

Logam digunakan untuk membuat alat perlengkapan rumah tangga seperti: sendok,
garpu, pisau dan berbagai alat rumah tangga lainnya. Fungsi beberapa logam diantaranya yaitu:
kromium (Cr) pewarna cemerlang pada perkakas dari logam, kobalt (Co) sebagai bahan magnet
yang kuat pada mikrofon, tembaga (Cu) sebagai kawat listrik, nikel (Ni) sebagai bahan baja
tahan karat atau stainless steel, timbal (Pb) sebagai bahan baterai pada mobil, Seng (Zn) sebagai
bahan pelapis kaleng, dan merkuri (Hg) sebagai bahan pelarut emas (Widowati, dkk., 2008).
Besarnya pencemaran pada suatu lingkungan habitat dapat diketahui dengan menggunakan biota
akuatik sebagai bioindikator (Salbiah, dkk., 2009). Ikan merupakan biota air yang dapat
dijadikan sebagai salah satu bioindikator tingkat pencemaran dalam perairan (Supriyanto, dkk.,
2007).

Kromium, arsenik, kadmium, merkuri, dan timbal memiliki potensi terbesar yang dapat
menyebabkan kerusakan karena penggunaannya yang luas, toksisitas beberapa bentuk gabungan
atau unsurnya, dan penyebarannya yang luas di lingkungan. Kelima unsur ini memiliki affinitas
yang kuat terhadap belerang; dalam tubuh manusia mereka biasanya terikat pada enzim, melalui
gugus tiol (-SH), yang bertanggung jawab untuk mengendalikan laju reaksi metabolik. Ikatan
belerang-logam yang dihasilkan menghambat fungsi enzim yang terlibat; memperburuk
kesehatan manusia, kadang-kadang berakibat fatal.

Metode
Perbandingan warna.

Alat dan Bahan


 Alat
- Kawat Cu
- Beaker glass
- Matt pipet
 Bahan
- Serbuk logam berat ( Hg, As dan Bi)
 Reagensia
- Kawat Cu
- Larutan HNO3 encer
- Larutan HCl pekat
- Larutan KCN
- Larutan Natrium Sulfit
- Larutan Kalium Iodida

Prosedur Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Cuci logam Cu dengan larutan HNO3 encer
3. Cuci kemblai logam Cu pada langkah 2 dengan aquades
4. Siapkan sejumlah beaker glass yang masing-masing diisi bahan uji dan 1 beaker berisi
aquades (sebagai blanko)
5. Masukkan kawat Cu pada masing-masing beaker glass
6. Tambahkan 10 Ml HCl pekat dan panaskan dalam ruang asam sampai mendidih
7. Dinginkan beaker glass, kemudian cuci kawat Cu dengan aquades
8. Amati warna yang terbentuk pada kawat Cu
Hasil:
Warna Interpretasi
Hitam Ungu Antimoni
Hitam Kusam Arsen
Hitam cerah Bismut
Perak Merkuri
Uji konfirmasi untuk As dan Bi :
1. Dalam larutan KCN ,noda As pada kawat Cu akan larut. Sedangkan noda yang berasal
dari Bi tidak larut
2. Dalam larutan kalium iodida , noda Bi pada kawat tembaga akan membentuk suspensi
berwarna orange atau coklat

Hasil Pengamatan
No. Sampel Hasil

1. Merkuri

2. Bismut

3 Arsen