Anda di halaman 1dari 5

Ideentifikasi CO-Hb (WHO, 1995)

Hari : Kamis, 2 Mei 2019

Materi : Ideentifikasi CO-Hb

Tujuan

Untuk mendiagnosa keracunan karbon monoksida akut.

Prinsip

Gas CO yang masuk dalam tubuh melalui sistem pernapasan terdifusi melalui membran alveolar
bersama-sama dengan oksigen (O2). Setelah larut dalam darah, CO berikatan dengan
hemoglobin membentuk COHb. Ikatan antara CO dan Hb terjadi dalam kecepatan yang sama
antara ikatan O2 dan CO, tetapi ikatan untuk CO 245 kali lebih kuat daripada O2. Jadi antara CO
dan O2 bersaing untuk berikatan dengan hemoglobin, tetapi tidak seperti oksigen yang mudah
melepaskan diri dari hemoglobin, CO mengikat lebih lama.

Dasar Teori

Relatif tidak sensitif, dan berguna dalam diagnosa keracunan karbon monoksida
akut. jika hasil positif didapat, maka CO-Hb atau konsentrasi karbon monoksida
nafas harus diukur segera tanpa enundaan.
berlaku untuk sampel whole blood dengan antikoagulan heparin,EDTA, NaF, atau
Na-oksalat
Alat

1. Tabung Reaksi
2. Pipet tetes
3. Vorte

Reagen

1. NaOH
Sampel

1. Darah EDTA

Cara Kerja

1. Tambahkan 0,1 mL darah ke 2 mL larutan NaOH


2. Vortex campuran selama 5 detik

Interpretasi Hasil

Hasil positif (+) di tandai dengan perubahan warna merah muda


Hasil negatif (-) jika dibandingkan dengan spesimen darah normal tidak ada perubahan warna

Dokumentasi

Sampel negative karena tidak ada perubahan warna

Kesimpulan
UJI SIANIDA

(RAKSA/MERKURI)

Hari : Kamis, 2 Mei 2019

Materi : Uji SIANIDA

Tujuan

Untuk mengidentifikasi adanya sianida pada bahan makanan

Prinsip

sianida sebagai asam hidrosianat (HCN) dilepaskan dari kompleks sianida dengan cara destilasi
dalam suasana asam dan diserap oleh larutan natrium hidroksida. ion sianida dalam larutan
enyerap diubah menajdi sianogen klorida (CNCl) oleh reaksi dengan chloramine-T, yang
kemudian bereaksi dengan piridin dan asam barbiturat untuk membentuk komplek yang
berwarna merah kebiru-biruan.warna yang terbentuk diukur serapannya pada panjang gelombang
578 nm.

Dasar Teori

Asam Sianida dapat pula disebut dengan nama Hidrogen sianida. Hidrogen sianida merupakan
salah satu senyawa dari berbagai contoh senyawa sianida lainnya. Sianida dihasilkan oleh
beberapa bakteri, jamur dan ganggang. Contoh dari senyawa sianida lainnya adalah Sodium
sianida. Sianida juga dapat ditemukan di sejumlah makanan dan secara alami terdapat di
berbagai tumbuhan. Hidrogen sianida adalah cairan tak berwarna atau juga dapat berwarna biru
pucat pada suhu kamar. Hidrogen sianida bersifat volatile dan mudah terbakar. Hidrogen sianida
dapat bedifusi baik dengan udara dan bahan peledak. Hidrogen sianida sangat mudah bercampur
dengan air, sehingga sering digunakan.

Alat

1. Beaker Glass
2. Matt Pipet
3. Kertas Saring
4. Erlenmeyer

Reagen

1. Na2CO3 10%
2. asam pikrat 5% dalam alkohol
3. asam tartat 10%

Sampel

1. rebung
2. ubi
3. singkong

Cara Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan.


2. Rendam kertas saring dalam larutan asam pikrat kemudian keringkan
3. setelah kering basahi dengan Na2CO3, Lalu keringkan
4. masukkan bahan ujji ke dalam erlenmeyer dan tambahkan 10 mL larutan asam tartat 10
mL
5. pasang kertas saring (2) pada mulut erlenmeyer dengan karet
6. jika perlu panaskan
Hasil

Hasil positif ditandai dengan warna cokelat pada kertas saring

Sampel positif pada rebung

Sampel negatif pada ubi dan singkong

Kesimpulan