Anda di halaman 1dari 2

A. SISTEM PENYIMPA NAN REKAM MEDIS (Filling System)

1. Hanya petuga s rekam medis yang berwenang yang dapa t menyimpan atau mengambil re kam medis dari rak penyimpanan rekam m edis.

Daerah Syarifah

Ambami Rat o Ebu Kabupaten Bangkalan meng gunakan sistem Sentralisasi, y aitu penyimpanan berkas rekam medis p asien rawat jalan,

pasien IGD da n pasien rawat inap di dalam satu ruan gan namun masih disimpan di ra k penyimpanan yang terpisah.

sistem nomor langsung (straight numer ical filling system)

yaitu dengan c ara mengurutkan dari nomor terkecil ke n omor yang besar.

berkas rekam medis aktif disimpan ter pisah dari berkas non aktif.

disimpan terpisah

penyimpanan biasa yaitu diruangan k husus (diruangan

pimpinan bag ian rekam medis), sedang di tempat pe nyimpanan biasa

dari tempat

5. Rekam medis

2. Penyimpanan

rekam

medis

di

Rumah

Sakit

Umum

3. Menggunakan

4. Penyimpanan

rekam medik

yang berkenaan dengan proses hukum,

diberi tanda/p etunjuk.

berkas rekam medik memakai rak terb uka (open self file

unit) dan terd iri dari beberapa laci terbuka. Masing-m asing-masing laci

memuat 100 b erkas rekam medis.

6. Penyimpanan

7. Pada setiap

mempercepat

medis.

secara periodik,

untuk menem ukan salah simpan dan melihat kartu pinj aman yang rekam medisnya mas ih sebelum dikembalikan.

9. Petugas penyi mpan rekam medis harus selalu memelih ara kerapian dan teraturnya rak -rak penyimpanan.

10. Rekam Medik

8. Petugas peny impanan harus melakukan pengamatan

laci diberi petunjuk nomor untuk m emudahkan dan pekerjaan menyimpan dan menemuka an berkas rekam

dinyatakan non aktif bilamana setel ah berturut-turut

selama 5 tahu n dari kunjungan terakhir tidak dipergu nakan lagi, maka disimpan sela ma 5 tahun lagi sebagai berkas non aktif.

11. Setelah 5 tah un sebagai berkas non aktif maka dilak ukan penyusutan

cara yang telah

(retensi)

dan

pemusnahan

rekam

medis

dengan

ditentukan.

B. PELEPASAN INFO RMASI REKAM MEDIS

enyelenggarakan

pelepasan informa si isi Rekam Medis pasien yang sesuai den gan standar yakni

berisi informasi l engkap perihal proses pelayanan keseh atan dimasa lalu, masa kini, dan per kiraan dimasa mendatang.

III/ 2008 pasal 1

menyatakan bahw a Rekam Medis adalah berkas yang beri sikan catatan dan

dokumen tentang

pelayanan lain ya ng telah diberikan kepada pasien . Reka m Medis memiliki

peran dan fungsi

kesehatan dan pe ngobatan pasien, bahan pembuktian dala m perkara hukum,

bahan untuk kepe rluan penelitian dan pendidikan, dasar p embayaran biaya

pelayanan keseha tan dan terakhir sebagai bahan untuk kesehatan. Karena inf ormasi medis bersifat rahasia, maka

membuat statistik

yang sangat penting, yaitu sebagai da sar pemeliharaan

identitas pasien, pemeriksaan, pengobat an, tindakan, dan

Rumah Sak it yang salah satu pelayanannya adalah m

Berdasarka n PerMenKes RI No.269/MENKES/ PER/

dalam pelepasan

informasi kepad a pihak lain (secondary release) s arana kesehatan

bertanggung jawa b untuk melindungi informasi kesehat an yang terdapat didalam Rekam M edis terhadap kemungkinan hilang, rusa k, pemalsuan dan

akses yang tidak

otoritas Rumah S akit yang berwenang, dan kerahasiaan i sinya dikeluarkan

berdasarkan izin

terdapat didalamn ya dapat dipertanggung jawabkan. Secara kes eluruhan, keamanan, privasi, kerahasiaan

dan keselamatan

adalah perangkat yang membentengi informasi dalam Rek am Medis. Rumah

Sakit selaku pem ilik informasi dalam Rekam Medis, pr osedur pelepasan

informasi Rekam

Medis juga harus disertai dengan izin te rtulis dari pasien

dari pasien yang bersangkutan, sehingg a informasi yang

sah. Rekam Medis hanya dapat dikelua rkan berdasarkan

begitu pula deng an pemaparan isi Rekam Medis, haru slah dokter yang merawat pasien te rsebut. Ini sejalan dengan PerMenKes