Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN AKHIR

RW 08 KELURAHAN SUKAMISKIN
UPT PUSKESMAS ARCAMANIK KOTA BANDUNG

Disusun oleh :

Kelompok V

1. Arie Gustian 4006180044


2. Anisa Sholihat 4006180022
3. Desvita Kartika Wardani 4006180029
4. Ganesh Virel B 4006180002
5. Nely Ismayanti 4006180054
6. Setiawan Ramdhani 4006180036
7. Sri Indriani 4006180015
8. Yaniar Dewi Nurastuti 4006180028

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA
BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan rasa syukur mendalam penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,

karena berkat limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya maka skripsi ini dapat

diselesaikan dengan baik. Salam dan salawat semoga selalu tercurah pada baginda

Rasulullah Muhammad SAW.

Tugas akhir ini kami susun sebagai tugas akhir pada Program Profesi Ners

Program Studi Sarjana Keperawatan, STIKes Dharma Husada Bandung Stase

Keperawatan jiwa.

Penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua

bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama

penyusunan skripsi ini hingga selesai. Secara khusus rasa terimakasih tersebut

kami sampaikan kepada:

1. Ibu Dr. Hj. Suryani Soepardan, Dra., M.M. Selaku Ketua STIKes Dharma

Husada Bandung.

2. Ibu Irma Nur Amalia, S.Kep., Ners., M.Kep. Selaku Ketua Program Studi

Sarjana Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung.

3. Ibu Hj. Cucu Rokayah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.J Selaku dosen pembimbing

Akademik.

4. Ibu Gita Selaku pembimbing Klinik di UPT Puskesmas Arcamanik.

ii
5. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes

Dharma Husada Bandung yang juga telah banyak membantu penulis.

Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini belum sempurna, baik dari segi

materi meupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat

diharapkan dalam penyempurnaan tugas akhir ini. Terakhir penulis berharap,

semoga hasil akhir dari tugas akhir ini dapat memberikan hal yang bermanfaat dan

menambah wawasan bagi pembaca dan khususnya bagi penulis juga.

Bandung, April 2019

Penulis,

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah............................................................................1

B. Perumusan Masalah...................................................................................3

C. Tujuan..........................................................................................................3

D. Manfaat........................................................................................................4

BAB PEMBAHASAN............................................................................................6

A. Data Geografis.............................................................................................6

B. Hasil Pendataan.........................................................................................11

C. Kegiatan Preventif Yang Dilakukan Kepada Masyarakat....................12

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................18

A. Kesimpulan................................................................................................18

B. Saran..........................................................................................................18

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keperawatan jiwa adalah pelayanan kesehatan professional

yang didasarkan pada ilmu perilaku, ilmu keperawatan jiwa pada manusia

sepanjang siklus kehidupan dengan respon psikososial yang maladaptif

yang disebabkan oleh gangguan biopsikososial, dengan menggunakan

diri sendiri dan terapi keperawatan jiwa melalui pendekatan proses

keperawatan untuk meningkatkan, mencegah, mempertahankan dan

memulihkan masalah kesehatan jiwa individu, keluarga dan masyarakat (

Riyadi dan Purwanto, 2009).


Masalah kesehatan jiwa di masyarakat sedemikian luas dan

kompleks, saling berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia.

Mengacu pada UU no. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan Ilmu

Kedokteran Jiwa yang berkembang dengan pesat, secara garis besar

masalah kesehatan jiwa digolongkan menjadi : Masalah perkembangan

manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas hidup, masalah

gangguan jiwa, serta masalah psikososial. (Kuntjoro, 2002).


Masalah psikososial membutuhkan kemampuan penyesuaian dan

mengatasi masalah yang tinggi, disamping dukungan lingkungan yang

kondusif untuk berkembangnya nilai-nilai sosial dan budaya yang tanggap

terhadap berbagai perubahan. Kondisi demikian sangat rentan terhadap

1
stress, ansietas konflik, ketergantungan tehadap Narkotika, Psikotropika,

dan zat Adiktif (NAPZA), perilaku seksual yang menyimpang. Selain itu

faktor kontribusi keluarga yang meliputi keintiman hubungan remaja,

orang tua, pola asuh, kehidupan dan ketaatan beragama. Faktor

predisposisi meliputi: kecemasan, depresi, kecenderungan memiliki

kepribadian neurotic dan sosiopotik (anti sosial). Faktor pencetus yang

meliputi pengaruh lingkungan dan teman sekelompok. (Hawari, 2001).


Menurut Hawari (2001), dukungan keluarga menyokong rasa

percaya diri dan perasaan dapat menguasai lingkungan, ini dapat

mengembangkan kecenderungan pada hal-hal positif dan kemudian

mengurangi gangguan psikologis yang berpengaruh kuat terhadap stress

dan depresi. Dukungan keluarga dapat memberikan sumbangan terhadap

kestabilan psikologis, seperti halnya melindungi seseorang dari situasi-

situasi yang genting (Hasan, 1994).


Hal ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dapat di perlukan

bila keadaannya sesuai, untuk mencegah hal-hal yang bertentangan seperti

rasa takut, tertekan, cemas, depresi, stress, dan lain sebagainya. Dukungan

keluarga bermanfaat untuk perkembangan menuju kepribadian yang sehat

tanpa gangguan. Salah satu cara untuk mengatasi pasien gangguan jiwa

dengan hubungan terapeutik. Hubungan terapeutik perawat-pasien

merupakan pengalaman timbal balik dan pengalaman emosional bagi

pasien. Dalam hubungan ini perawat menggunakan diri dan teknik-

teknik klinis tertentu dalam menangani pasien untuk meningkatkan

pemahaman dan perubahan perilaku pasien. Untuk mencapai hubungan

2
terapeutik, berbagai aspek pengalaman hidup pasien dikaji selama

berlangsungnya hubungan. Perawat memberikan kesempatan kepada

pasien untuk mengekspresikan persepsi, pikiran dan perasaannya. Juga

penting bagi perawat untuk mengidentifikasi dan memaksimalkan

kekuatan ego pasien serta mendukung sosialisasi dan hubungan dengan

keluarga (Stuart, 2007).


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, penulis

ingin memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga dengan

gangguan psikososial dengan pelayanan kesehatan secara holistik dan

komunikasi terapeutik dalam meningkatkan kesejahteraan serta

mencapai tujuan yang diharapkan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka, dapat

diidentifikasikan masalah sebagai berikut: Bagaimana memberikan

asuhan keperawatan kepada keluarga dengan gangguan psikososial di RW

08 wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

C. Tujuan

1. Umum:

Mendapatkan gambaran, mengambil keputusan untuk menerapakan

asuhan keperawatan pada keluarga dengan gangguan psikososial di

RW 08 wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

2. Khusus:

3
a. Melakukan pengkajian data pada keluarga dengan gangguan

psikososial di RW 08 wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

b. Penulis mampu mempelajari cara menegakkan atau

merumuskan diagnosa atau masalah keluarga dengan gangguan

psikososial di RW 08 wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

c. Penulis mampu mempelajari cara menyusun intervensi secara

menyeluruh pada keluarga dengan gangguan psikososial di RW

08 wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

d. Penulis mampu mempelajari tindakan keperawatan pada

keluarga dengan gangguan psikososial di RW 08 wilayah kerja

UPT Puskesmas Arcamanik.

e. Penulis mampu mempelajari cara mengevaluasi keaktifan

asuhan keperawatan pada keluarga dengan gangguan psikososial

di RW 08 wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

D. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

Hasil penulisan tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan

infomasi dan pemecahan masalah keperawatan jiwa tentang

asuhan keperawatan jiwa pada keluarga dengan gangguan psikososial.

2. Manfaat Praktis

a. Instansi Puskesmas

4
Sebagai bahan masukan yang diperlukan dalam pelaksanaan

praktik pelayanan keperawatan khususnya pada keperawatan

jiwa khususnya pada keluarga dengan gangguan psikososial.

b. Instansi Pendidikan

Sebagai bahan acuan dalam kegiatan proses belajar mengajar

tentang asuhan keperawatan jiwa khususnya pada keluarga dengan

gangguan psikososial.

c. Bagi penulis

Sebagai sarana dan alat untuk menambah pengetahuan dan

memperoleh pengalaman khususnya dibidang keperawatan jiwa.

d. Bagi Pembaca

Sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan tentang

perawatan gangguan jiwa khususnya pada keluarga dengan

gangguan psikososial.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Data Geografis
Geografis UPT Puskesmas Arcamanik terletak di jalan Olah Raga No.

7 Bandung, RT.02 RW 09, Kelurahan Sukamiskin, Telepon (022) 85880329.

Wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik terdiri dari 4 keluraharn dengan

batas wilayah:

1. Sebelah Utara : Kel. Karang Pamulang dan Kel Sindang Jaya

2. Sebelah Selatan: Kel. Cipamokolan dan Kel. Cisaranten Kidul

3. Sebelah timur : kel. Cisaranten wetan dan kel. Cisaranten bina harapan

4. Sebelah barat : kel. Antapani dan kel. Karang pamulang

2.1 Tabel Situasi Geografis Wilayah UPT Puskesmas Arcamanik 2017

No Kelurahan Luas Jumlah Jarak Kondisi Rata- rata ket


wilayah RT/RW terjauh ke keterjangkauan tempuh
puskesmas (menit)
(KM) Roda Roda Jalan Roda Roda
2 4 kaki 2 4
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Sukamiskin 196.162 92/17 2    15 20

2 Cisaranten 122.228 49/11 2    15 20


bina
harapan
3 Cisaranten 173.091 58/11 2    15 20
kulon

4 Cisaranten 154.098 69/12 2    20 20


endah

6
Jumlah 640.571.000 268/51 8 4 4 4 65 80

Wilayah UPT Puskesmas Arcamanik terdiri dari 268 RT dan 51 RW yang

berada di 4 Kelurahan. Luas wilayah Kelurahan Sukamiskin merupakan wilayah

yang terluas dibanding dengan kelurahan lainnya yaitu memiliki luas 196.162

hektar yang terdiri dari dataran rendah, area pesawahan dan permukiman

penduduk. Jarak terjauh ke Puskesmas rata- rata 2 Km, paling jauh 3 Km dan bisa

ditempuh dengan kendaraan roda 2 rata-rata 15 menit, kendaraan roda 4 rata-rata

20 menit, dan bisa juga ditempuh dengan jalan kaki.

Kelurahan sukamiskin memiliki luas wilayah sebesar 196.162 hektar yang

terdiri dari 92 RT dan 17 RW dengan jarak ke puskesmas arcamanik sejauh 2 KM.

Jumlah KK yang terdapat di kelurahan suka miskin sebanyak 5.255 KK dengan

kepadatan penduduk 98 KM2, jumlah penduduk di kelurahan Suka Miskin

sebanyak 19.197 orang dengan pembagian sebagai berikut :

2.1 Bagan Jumlah penduduk kelurahan sukamiskin

7
Jumlah Penduduk terbanyak dikelompok usia 15-44 tahun sebanyak laki-

laki 16.393 orang dan perempuan sebanyak 15.982 orang. Kelompok usia ini

termasuk kelompok usia produktif sehingga perlu menjadi perhatian dalam

perencanaan pelayanan kesehatan. Sehingga sasaran kesehatan pada usia produktif

sasarannya penanggulangan penyakit dengan melakukan pelayanan skrinning

kesehatan,

RW 08 kelurahan sukamiskin merupakan salah satu RW yang berada di

wilayah kelurahan Sukamiskin, RW 08 kelurahan Sukamiskin merupakan wilayah

pemukiman yang terletak di daerah Arcamanik. Dimana merupakan pemukiman

yang sedikit padat dan bangunannya merupakan permanen dan semi permanen.

RW 08 merupakan daerah binaan kerja Puskesmas Arcamanik, dengan jarak

jangkauan RW 08 ke Puskesmas Arcamanik ± 2 km. Alat transportasi yang

digunakan oleh masyarakat mayoritas menggunakan roda 2 namun dapat juga

dengan roda empat atau jalan kaki. RW 08 memiliki sarana olah raga seperti

8
lapangan Volly dan Badminton di RW 08 Kelurahan Sukamiskin. Rata – rata pada

setiap rumah memiliki pembuangan sampah sementara yang tersimpan di depan

rumah. Sedangkan untuk sampah plastik dibakar di pinggir rumah atau dekat

lapangan. Di RW 08 rata – rata terdapat kamar mandi dan terdapat kamar mandi

umum untuk yang tidak memiliki kamar mandi yang berada di dalam rumahnya

masing – masing. Adapun jumlah warga RW 08 sebagai berikut :

2.2 Bagan Jumlah Penduduk RW 08

Wilayah RT 01
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 189 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki 92, Perempuan 96, Lahir tidak ada Meninggal 1,

9
Pindah 1, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk akhir Laki-laki

91, dan perempuan 96.


Wilayah RT 02
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 166 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki 82, Perempuan 84, Lahir tidak ada Meninggal

tidak ada, Pindah tidak ada, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk

akhir Laki-laki 82, dan perempuan 84.


Wilayah RT 03
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 247 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki120, Perempuan 127, Lahir tidak ada Meninggal

1, Pindah tidak ada, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk akhir

Laki-laki 119, dan perempuan 127.


Wilayah RT 04
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 225 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki 111, Perempuan 114, Lahir tidak ada Meninggal

2, Pindah tidak ada, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk akhir

Laki-laki 110, dan perempuan 113.


Wilayah RT 05
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 219 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki 113, Perempuan 106, Lahir tidak ada Meninggal

1, Pindah tidak ada, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk akhir

Laki-laki 113, dan perempuan 106.


Wilayah RT 06
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 250 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki 135, Perempuan 115, Lahir tidak ada, Meninggal

1, Pindah tidak ada, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk akhir

Laki-laki 135, dan perempuan 115.


Wilayah RT 07

10
Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 267 Kepala Keluarga dengan jumlah

penduduk awal laki–laki 133, Perempuan 134, Lahir tidak ada Meninggal

1, Pindah tidak ada, Datang tidak ada sehingga jumlah penduduk akhir

Laki-laki 133, dan perempuan 133.

B. Hasil Pendataan
Hasil pendataan selama 2 hari didapatkan data sebanyak 68 orang dari RT 01

sampai RT 07 dimana pendataan tersebut dilakukan dengan mengkaji klien

yang memiliki penyakit kronik dimana kita membagikan kuesioner deteksi

dini SRQ20 kepada warga rw 08.

2.3 Bagan Hasil Interpretasi Kuesioner SRQ20

Dari 68 orang yang diberikan kuesieoner tentang instrumen deteksi

dini SRQ20 didapatkan 12 orang dengan skor lebih dari 8, dimana

11
menandakan 12 orang tersebut membutuhkan dukungan lebih lanjut baik dari

keluarga, lingkungan dan fasilitas kesehatan.

C. Kegiatan Preventif Yang Dilakukan Kepada Masyarakat


Kegiatan preventif yang dilakukan kelompok 5 di RW 08 yaitu

penyuluhan tentang kesehatan jiwa di masyarakat dan mendemonstrasikan

cara mengontrol kecemasan dengan cara relaksasi nafas dalam yang diikuti

oleh kurang lebih 15 orang yang dilaksanakan pada tanggal 22 April 2019

yang bertempat di balai RW 08 kelurahan Sukamiskin Kota Bandung.

Selain kegiatan penyuluhan yang dilakukan kepada warga RW 08

Kelurahan Sukamiskin kelompok 5 memiliki keluarga binaan yang diambil

dari 86 warga hasil pengkajian satu orang satu keluarga dengan distribusi

kelolaan dengan spesipikasi yang mempunyai gangguan psikososial.

2.2 tabel distribusi klien kelolaan berdasarkan gangguan psikososial di RW

08 Kelurahan Sukamiskin

No. Inisial Klien Penyakit Diagnosa Intervensi

Kronis Psikososial

1. Ny. A Diabetes Ansietas SP 1 Pasien

Mellitus Tipe
- Bina hubungan saling
2
percaya
- Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

12
ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi
2. Ny. I Diabetes Ansietas SP 1 Pasien

Mellitus Tipe
- Bina hubungan saling
2
percaya
- Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi
3. Tn. R Chronic Ansietas SP 1 Pasien

Kidney
- Bina hubungan saling
Disease +
percaya
Hipertensi - Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi
4. Ny. I Hipertensi + Ansietas SP 1 Pasien

Gastritis
- Bina hubungan saling
Kronis
percaya
- Buat kontrak (informed

13
consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi
5. Ny. S Stroke + Ansietas SP 1 Pasien

Hipertensi
- Bina hubungan saling

percaya
- Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi

6. Ny. P Hipertensi Ansietas SP 1 Pasien

- Bina hubungan saling

percaya
- Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi
7. Tn. A Stroke + Ansietas SP 1 Pasien

14
Jantung - Bina hubungan saling

percaya
- Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ansietas
- Bantu pasien mengenal

ansietas
- Latih teknik relaksasi
8. Ny. E Stroke + Asma Ketidakberda SP 1 Pasien

yaan
- Bina hubungan saling

percaya
- Buat kontrak (informed

consent) 2x pertemuan

latihan pengendalian

ketidakberdayaan
- Bantu pasien mengenal

ketidakberdayaan
- Latih mengembangkan

gerakan positif (afirmasi

positif)

Dari kedelapan klien yang dikelola sebagai keluarga binaan didapatkan

klien dengan penyakit kronik diantaranya diabetes mellitus, hipertensi, CKD,

stroke, jantung, asma 7 klien mengalami gangguan psikososial dan 1 klien yang

mengalami gangguan psikososial ketidakberdayaan untuk klien dengan

kecemasan telah diberikan intervensi untuk mengetahui dan mengenal kecemasan

15
dan mengajarkan cara mengontrol kecemasan dengan cara relaksasi dan distraksi

seperti tarik nafas dalam. Untuk yang satu klien dengan gangguan psikososial

ketidakberdayaan diberikan intervensi mengenal ketidakberdayaannya, lalu

melatih klien dengan mengembangkan hal positif klien seperti beres beres rumah

16
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
RW 08 Arcamanik Kelurahan Sukamiskin mengalami berbagai macam

penyakit kronik seperti diabetes mellitus, stroke, asma, jantung, dan hipertensi.

Penyakit tersebut mengakibatkan klien yang mengalaminya mengalami

gangguan psikososial. Rata-rata masalah psikososial yang terjadi dari setiap

keluarga yang didatangi adalah kecemasan dan ketidakberdayaan akibat

penyakit kronisnya yang diderita selama bertahun-tahun kebelakang, hal

tersebut diakibatkan kurangnya pengetahuan dari keluarga dan koping yang

kurang baik dari individu, keluarga dan masyarakat yang menyebabkan

masalah psikososial gampang terjadi.

B. Saran
1. Bagi Masyarakat

Diharapkan agar keluarga/masyarakat lebih sering berkomunikasi dirumah

atau lingkungan sekitar, dan jika terdapat “orang yang sakit” dirumah lebih

diperhatikan dan sering berkonsultasi kepada tenaga medis.

2. Bagi Puskesmas

Diharapkan tugas akhir ini menjadi data untuk membantu mendeteksi

kesehatan jiwa di masyarakat RW 08 Kelurahan Sukamiskin sehingga para

tenaga medis di puskesmas lebih lebih mudah mengintervensi lanjutan

17
untuk masyarakat dan lebih menggali masalah yang berada pada keluarga

tersebut terutama pada masalah psikososial yang dialami masyarakat

tersebut.

18