Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

“CRITICAL BOOK RIVIEW


PENDAHULUAN FISIKA INTI”

Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur dalam


Mata Kuliah Pendahuluan Fisika Inti

Dosen Pengampu :
M. Aswin Rangkuti, S.Pd, M.Pd.

Disusun Oleh :
KELOMPOK 6

DHITA THIVANI L. HUTABARAT (4163321005)


LIZA SABRINA (4163321014)
NURUL JANNAH HARAHAP (4163321022)
ZAHRA PUTRI AMELIA (4163321033)

PENDIDIKAN FISIKA KELAS A (EKSTENSI)


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

2
KATA PENGANTAR

Penulis bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-
Nya sehingga penulisan makalah CBR ini dapat dikerjakan dan diselesaikan.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Winsyahputra Ritonga, S.Pd.,
M.Si. dan Bapak Muhammad Aswin Rangkuti, S.Pd., M.Pd. selaku dosen
pengampu mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti yang telah membimbing kami.
Makalah ini berjudul Critical Book Riview Fisika Inti. Penulisannya bertujuan
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti dan meningkatkan
pemahaman pembaca tentang .
Mungkin, makalah ini tidak luput dari kekurangannya. Oleh karena itu, saran
konstruktif yang berguna untuk penyempurnaan isi makalah ini, akan disambut
dengan senang hati.
Akhir kata, penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa
memberi motivasi dan bantuan kepada penulis sehingga penulisan makalah ini,
dapat dirampungkan

Medan, 26 Februari 2019

Penulis,

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1


1.1 Identitas Buku ........................................................................................... 1
1.2 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2

BAB II ISI BUKU .......................................................................................... 3


2.1. Tampilan Buku .......................................................................................... 3
2.2. Teori / Ringkasan Buku ............................................................................ 4

BAB III PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REVIEW ........................... 10


3.1 Penilaian .................................................................................................... 10
A. Buku Utama ....................................................................................... 10
B. Buku Pembanding .............................................................................. 13

BAB IV PENUTUP ........................................................................................ 16


4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 16
4.2 Saran ......................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Identitas Buku Utama
Judul Buku FISIKA DASAR, Edisi ketujuh Jilid 3
Penulis David Halliday, Robert Resnick, Jearl Walker
ISBN 978-602-241-736-1
Penerbit Erlangga
Edisi ke- 3
Tahun Terbit 2017
Tebal Buku 275
Jumlah Halaman yg 7 hlm
diriview
Bahasa Teks Bahasa Indonesia
Diriview oleh Kelompok 6

1.2 Identitas Buku Pembanding


Judul Buku Fisika Inti: Teori Dan Penerapannya
Penulis Abdurrouf
ISBN -
Penerbit Universitas Brawijaya
Edisi ke- -
Tahun Terbit 2015
Tebal Buku 212 halaman
Jumlah Halaman yg 6 halaman
diriview
Bahasa Teks Bahasa Indonesia
Diriview oleh Kelompok 6

1.3 Latar Belakang


Sebelumnya kita telah mengkaji luas tentang fisika kuantum, dimana kita
telah mengetahui electron-elektron yang terjebak didalam sumur potensial,
termasuk juga atom-atom, namun kita hamper mengabaikan bagian terpenting
yang terletak pada pusat sebuah atom- yaitu nucleus (inti). Selama 90 tahun
terakhir ini tujuan utama fisika adalah untuk mempelajari fisika kuantum dari
inti, dan juga hamper sama lamanya, tujuan utama beberapa jenis bidang teknik

1
adalah untuk menerapkan fisika kuantum tersebut dengan aplikasi-aplikasi mulai
dari terapi radiasi untuk mengobati kanker detector gas radon di basemen.
Sebelum kita mempelajari penerapan tersebut dan fisika kuantum dari inti,
pertama-tama marilah kita membicarakan bagaimana fisikawan menemukan
bahwa sebuah atom memiliki sebuah inti. Dan sekarang kita tahu dengan pasti
dan nyata bahwa atom memilikiim inti, dimana awalnya penemuan tersebut
merupakan suatu hal yang dianggap kejutan yang sangat besar (David, dkk.
2017:161).

1.4 Tujuan
Adapun Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
1. Untuk memenuhi tugas Mata kuliah Fisika Inti
2. Untuk menambah wawasan mahasiswa terkait dengan materi yang
akan di pelajari dalam Mata Kuliah Fisika Inti
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku yang diriview
4. Untuk mengetahui perbandingan dari buku-buku yang telah diriview

1.5 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Bagi akademis sebagai kepentingan ilmiah, yaitu untuk menambah
wawasan menyangkut tentang fisika inti, khususnya Unsur-unsur
nuklir, nomor massa dan nomor atom unsure-unsur nuklir. Sedangkan
bagi penulis sebagai persyaratan formal, yaitu untuk memenuhi salah
satu tugas pada mata kuliah fisika inti.
2. Melatih mahasiswa untuk berfikir logis dan sistematis
3. Mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui Critical Book Riview
ini

2
BAB II

ISI BUKU

2.1. Penilaian Tampilan Buku


 Buku Utama

No Jenis-Jenis Atau Aspek-Aspek Penilaian


Yang Akan Dinilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Tampilan buku (tata letak) 
2. Cover / gambar buku 
3. Bentuk / jenis tulisan yang 
diguanakan

Berdasarkan apa yang telah kami lihat, tampilan buku ini lumayan bagus,
dimana jika kita tinjau dari segi tata letak pada sampul buku baik dari judul,
nama penulis buku, edisi, penerbit dan lain sebagainya, buku ini memiliki
tampilan yang sangat menarik, itulah sebabnya kami memberikan nilai seperti
di atas. Dimana tata letak dari judul buku sudah bagus, tidak terlau kebawah
dan tidak terlalu ke atas, sehingga pembaca mudah mengetahui judul dari buku
tersebut, kemudian nama penulis buku diletakkan di atas dengan ukuran yang
pas, sehingga tidak sulit menemukan siapa penulis dari buku tersebut, begitu
juga dengan tata letak penerbit dari buku tersebut. Kemudian jika ditinjau dari
segi cover, buku ini juga sangat menarik dimana warna yang dipakai tidak
terlalu banyak dan tidak terlalu mencolok. Dan yang terakhir dari segi jenis
huruf yang digunakan pada tampilan luar buku lumayan bagus, tidak terlalu
bergaya sehingga mudah untuk dibaca

 Buku Pembanding

No Jenis-Jenis Atau Aspek-Aspek Penilaian


Yang Akan Dinilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Tampilan buku (tata letak) 
2. Cover / gambar buku 
3 Tulisan yg digunakan 

3
Berbeda dengan buku utama, pada buku pembanding ini kami memberikan
nilai yang tidak terlalu tinggi atau sedang karena tampilan buku ini tidak
semenarik buku utama, hal ini karena buku pembanding yang kami gunakan
hanya berupa e-book, dimana tampilan buku tersebut tidak terlalu menarik,
baik dari segi tata letak, cover maupun tulisan yang digunakan memiliki nilai
yang pas menurut kelompok kami.

2.2. Teori / Ringkasan Buku


 Ringkasan Buku Utama
BAB 42 FISIKA NUKLIR
a). Penemuan Inti
Pada tahun-tahun pertama abad keduapuluh, tidak banyak yang
diketahui mengenai struktur atom selain fakta bahwa atom berisi electron-
elektron. Dimana electron telah ditemukan oleh J.J Thompson pada tahun
1897, dan massanya tidak diketahui pada saat itu. Pada 1911, Ernest
Rutherford mengusulkan bahwa muatan positif atom terkonsentrasi rapat
pada pusat atom, membentuk inti (nukleus), dan massa atom hampir
seluruhnya pada intinya. Pada massa Rutherford, diketahui bahwa unsure-
unsur tertentu disebut radioaktif, bertransformasi menjadi unsure lainnya
secara spontan, memancarkan partikel dalam prosesnya. Salah satunya
adalah unsure radon, yang mamncarkan partikel alfa (α) yang memiliki
energy sekitar 5,5 MeV. Partikel-partikel ini sekarang diketahui sebagai
inti helium.
b). Beberapa Istilah dalam Inti
Inti tersusun dari proton-proton dan neutron-neutron. Dimana
jumlah proton yang terdapat didalam sebuah inti (disebut nomor atom
atau nomor proton inti) yang diberi simbol Z, jumlah Neutron (nomor
neutron) disimbolkan dengan N. Jumlah total proton dan neutron di dalam
sebuah inti disebut nomor massa A; sehingga dapat dituliskan

A= Z + N

4
Dalam hal ini neutron dan proton disebut sebagai nucleon, jika
ditinjau secara kolektif. Nuklida-nuklida yang memiliki nomor atom Z
yang sama, tetapi memiliki nomor-nomor neutron N yang berbeda disebut
173 204
Isotop. Unsure emas memiliki 32 isotop, mulai dari Au sampai Au.
197
Hanya satu yang stabil yaitu Au; sisanya yang 31 lainnya adalah
radioaktif. Radionuklida yang sepertin ini akan mengalami peluruhan
(atau disintegrasi) dengan memancarkan sebuah partikel dan kemudian
berubah menjadi nuklida yang berbeda.

 Ringkasan Buku Pembanding


Ringkasan buku yang diambil pada buku Fisika Inti oleh Abdurrouf
adalah ringkasan pada BAB 1 tentang mengenai sejarah penemuan inti dan
partikel penyusun inti.
a. Sejarah Penemuan Inti
Penguat Sejarah penemuan inti tidak bisa dilepaskan dari sejarah
penemuan atom. Model atom yang pertama kali menyarankan keberadaan inti
atom adalah model atom Rutherford (1911). Model atom tersebut bermula
dari percobaan Hans Geiger dan Ernest Marsden (1909) yang dilakukan di
Laboratorium Fisika Universitas Manchester. Percobaan tersebut dilakukan
atas petunjuk dari Ernest Rutherford, dengan tujuan untuk membuktikan
kebenaran dari teori atom yang dikemukakan oleh Thomson.
Pada eksperimen tersebut, sebuah lempengan emas tipis ditembaki
dengan partikel alfa yang diemisikan oleh unsur Radium. Partikel alfa yang
telah mengenai lempengan emas kemudian dideteksi dengan menggunakan
layar yang dilapisi seng sulfida (ZnS) sebagai detektor. Rutherford
berpendapat bahwa apabila struktur atom yang dikemukakan oleh Thomson
adalah benar maka sebagian besar berkas partikel alfa yang melewati emas
akan mengalami gaya elektrostatik yang sangat lemah, sehingga partikel alfa
akan diteruskan dengan sedikit penyimpangan arah dari arah semula, atau
kurang dari 1o.

5
Tetapi apa yang diamati Geiger dan Marsden sangat mengejutkan.
Meskipun banyak partikel alfa yang mengalami penyimpangan kurang dari
1o, tetapi ada juga yang mengalami penyimpangan dengan sudut sangat besar.
Bahkan sebagian kecil dari partikel alfa terhambur ke arah semula.
Setelah merunut pola-pola partikel alfa yang ditembakkan ke lempeng
logam emas, maka Rutherford mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar
ruang dalam atom adalah ‘ruang kosong’, di mana massa atom terkonsentrasi
pada pusat atom yang bermuatan positif dengan ukuran 10.000 kali lebih
kecil dibanding ukuran keseluruhan atom. Konsentrasi massa tersebut
dinamakan inti atom (nucleus, jamak nuclei) dan bermuatan positif, sehingga
medan elektrostatik yang ditimbulkannya mampu membalikkan partikel alfa
yang juga bermuatan positif. Elektron diasumsikan mengelilingi inti atom
tersebut seperti planet-planet kita mengelilingi matahari.
Selanjutnya, hasil percobaan Geiger-Marsden dapat diterangkan
dengan menggunakan model atom Rutherford, sebagai berikut.
• Fraksi partikel alfa yang dapat melewati lempengan logam emas
dengan sudut deviasi yang kecil (kurang dari 1o) menunjukkan bahwa
berkas partikel alfa tersebut melewati ruang kosong yang ada di
dalam atom
• Fraksi partikel alfa yang mengalami deviasi menunjukan bahwa
partikel alfa tersebut berada pada posisi yang dekat dengan inti atom
yang bermuatan positif. Gaya elektrosatis antara partikel alfa dan inti
emas akan membelokkan partikel alfa, dengan sudut deviasi
berbanding terbalik dengan kedekatan berkas alfa terhadap inti emas.
• Berkas partikel alfa yang dipantulkan ke arah semula menunjukkan
bahwa partikel alfa tersebut bertumbukan dengan inti atom yang
bermuatan positif. Karena inti atom emas memiliki massa dan muatan
yang lebih besar dibanding partikel alfa, maka partikel alfa
mengalami pemantulan.

6
b. Partikel Penyusun Inti
Mengacu pada hasil percobaan Geiger-Marsden, diketahui bahwa inti
(i) mengandung proton dan bermuatan positif sebanding dengan nomor
atomnya, atau qinti ≈ +Ze, dan (ii) jari-jarinya dalam orde fm (10−15 m). Analisis
spektrometri massa memberikan info tambahan bahwa (iii) massa inti
sebanding dengan nomor massa (A) atomnya, atau minti ≈ Amp. Berdasarkan
asumsi (i) dan (iii), fisikawan mengajukan gagasan bahwa inti terdiri atas A
proton dan (A−Z) elektron. Model proton-elektron ini terlihat sangat
menjanjikan karena gabungan A proton dan Z elektron menghasilkan inti
dengan muatan Ze ≈ +Ze dan massa Amp.
Sekalipun demikian, model proton-elektron ini mengalami banyak
kesulitan terkait dengan ‘kehadiran’ elektron bebas dalam inti. Setidaknya ada
4 alasan yang menolak kehadiran elektron dalam inti.
• Alasan pertama terkait dengan spin inti, di mana nilai spin inti yang
diprediksi oleh model proton elektron tidak sesuai dengan data
eksperimen.
• Alasan kedua terkait ukuran inti, Dengan analisis energi ikat, dimensi
inti dipandang terlalu sempit bagi elektron bebas. Alasan serupa
muncul dari analisis asas ketidakpastian Heisenberg.
• Alasan ketiga terkait dengan momen magnetik, di mana momen
magnetik inti model proton elektron terlalu tinggi dibandingkan dengan
data eksperimen.
• Alasan keempat terkait dengan peluruhan beta, di mana spektrum
kontinyu dari partikel beta yang dipancarkan inti bertentangan dengan
spektrum diskrit yang disarankan model protonelektron. Alasan serupa
muncul dari interaksi nuklir elektron, di mana akan sulit memahami
bagaimana mungkin separo dari elektron berada dalam inti dan
berinteraksi dengan gaya nuklir kuat, sementara separo yang lain
berada di luar inti dan berinteraksi dengan gaya Coulumb.
Kegagalan model proton elektron menuntun Rutherford untuk
mengajukan model proton-netron pada tahun 1920. Netron dipostulatkan
(i) memiliki massa hampir sama dengan massa netron, dan (ii) bermuatan
netral. Sebagai tambahan, netron yang spinnya , bukanlah gabungan

7
dari proton dan elektron, karena secara teoritis tidak mungkin dua partikel
dengan spin bergabung dan menghasilkan partikel baru dengan spin .
Kita ulangi,

Pada persamaan di atas,


• X adalah simbol kimia atom (perhatikan bahwa X ditulis dengan
huruf kapital dan tegak).
• Z adalah nomor atom, yang menunjukkan jumlah proton dalam
inti dan menentukan muatan inti.
• A adalah nomor massa, yang menunjukkan jumlah proton dan
netron dalam inti, dan menentukan massa inti. Dengan demikian,
jumlah netron di dalam inti adalah A − Z.
Karena sebuah nomor atom (Z) bersifat unik untuk setiap atom,
maka penulisan Z bersama X seringkali dianggap tidak berguna,
sehingga sebuah inti dicirikan oleh nomor massa A, dan dapat ditulis
sebagai

atau

Terkait dengan nilai Z dan A, ada beberapa istilah yang kita kenal
yaitu

• isotop, yaitu nuklida yang memliki Z yang sama tetapi A berbeda,


seperti 158 O, 168 O, 178 O, dan 188 O, serta 127 N , N, dan 157 N.
• isobar, yaitu nuklida yang memliki A yang sama tetapi Z berbeda,
seperti 178 O dan 179 F
• isoton, yaitu nuklida yang memliki A − Z yang sama tetapi Z dan A
berbeda, seperti 157 N, 168 O, dan 179 F.

8
• isomer, yaitu nuklida yang memiliki Z dan A yang sama, tetapi
memiliki tingkat energi yang berbeda, karena salah satu inti sedang
180 180 m
berada pada keadaan tereksitasi, seperti 73 Ta dan 73 Ta serta
23491 Pa dan 23491 mPa
• ‘mirror nuclei’ (inti kaca atau inti cermin), yaitu dua inti di mana
keduanya memiliki A yang sama, tetapi Z1 = N2 dan Z2 = N1. Dengan
kata lain, dua pasang inti cermin dicirikan oleh Z1 + Z2 = A. Contoh
inti cermin dengan Z berselisih 1 adalah 31H dan 32He serta 157 N dan
15 18
8 O, sedang contoh inti cermin dengan Z berselisih 2 adalah 8 O
18
dan 10Ne

9
BAB III
PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REVIEW

3.1 Penilaian Terhadap Isi Buku


 Buku Utama

No Jenis-Jenis Atau Aspek-Aspek Penilaian


Yang Akan Dinilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Teori atau konsep-konsep dalam 
buku
2. Gambar serta penjelasannya 
3. Grafik dan Rumus-rumus dalam 
buku
4. Kelengkapan buku sesuai 
dengan materi yang ingin
diriview
5. Contoh-contoh soal 
6. Tampilan isi buku 
A. Teori atau Konsep-Konsep Dalam Buku
Teori atau konsep-konsep dalam buku tersebut termasuk kedalam katagori
yang sangat bagus karena dilihat dari teori dalam buku sudah sangat
memfokuskan materi pembahasan sesuai dengan judul Bab yang dimuat dalam
buku tersebu yaitu Fisika Nuklir. Dimana materi yang dipaparkan sangat
sesuai dan lumayan jelas, sehingga mudah untuk memahaminya. Apalagi setiap
defenisi dalam buku tersebut dijelaskan secara detail, dimana kedetailan itu
kami lihat dari segi penampilan buku dalam memberikan penjelasan bahwa
kalimat itu sangat penting untuk diketahui, yaitu dengan menebalkan (Bold)
tulisan kalimat tersebut, sehingga kita tahu bahwa kalimat itu penting untuk
diketahui. Kemudian setiap rumus diberikan warna latar yang berbeda dengan
yang lainnya sehingga dapat dipahami dengan mudah. Hal ini yang menjadi
penilaian yang diberikan menjadi sangat bagus dalam hal pemaparan teori atau
konsep yang ada dalam buku tersebut.

10
B. Pemaparan Gambar serta Penjelasannya
Sama seperti penilaian sebelumnya terhadap teori atau konsep dalam buku,
penilian terhadap pemaparan atau penggunaan gambar dalam buku juga
termasuk dalam kategori tinggi atau sangat bagus. Dimana dapat kita lihat di
dalam buku terdapat gambar-gambar yang menjelaskan materi tersebut,
memiliki warna yang menarik dan bagus, sehingga dapat memudahkan kita
dalam mempelajari materi yang sedang dijelaskan, dan menambah semangat
dalam mempelajarinya karena gambar yang diberikan memiliki warna yang
sangat bagus dan menarik.Hal ini membuat penilaian yang diberikan menjadi
terkatagori tinggi.
C. Grafik dan rumus-rumus dalam Buku
Penilian terhadap Grafik yang diberikan dalam buku juga termasuk dalam
kategori tinggi atau sangat bagus. Dimana dapat kita lihat di dalam buku
terdapat Grafik yang digunakan untuk menjelaskan materi yang dipaparkan,
dimana grafik tersebut dibuat dengan warna yang bagus dan sangat mendetail
sehingga mudah dipahami. Hal ini membuat penilaian yang diberikan menjadi
terkatagori tinggi. Selain memiliki Grafik, buku ini juga memberikan rumus-
rumus dengan lambang yang familiar bagi pembaca, selain itu penulis buku
memberikan perbedaan latar disetiap rumus yang diberikan, yang menunjukkan
bahwa rumus-rumus tersebut memiliki subjudul yang berbeda.
D. Kelengkapan Buku (Kesesuaian Pada Materi yang Ingin di Review)

No Judul Sub Materi Yang Di Penilaian


Nilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Apakah fisika Itu ? 
2. Penemuan Inti 
3. Beberapa sifat Inti :
a) Beberapa istilah dalam 
inti
b) Pengaturan nuklida 
c) Jari-jari inti 
d) Massa atom 

11
e) Energy ikat inti 
f) Tingkat energy inti 
g) Spin inti dan 
kemagnetan
h) Gaya inti 

Kelengkapan buku sesuai dengan materi yang ingin direview termasuk


kedalam katagori atau rata-rata yang tinggi karena dilihat dari sisi pemaparan
materinya, dapat diketahui bahwa buku tersebut benar-benar bagus untuk
digunakan sebagai panduan dalam pendesainan media pembelajaran fisika
berbasis pada flash. Hal ini yang menyebabkan penilaian yang diberikan rata-
rata terkatagori tinggi. Hal ini dapat kita buktikan dengan melihat tabel yang
ada di atas.
E. Contoh-contoh Soal
Berdasarkan hasil review yang kami lakukan, kami memberikan nilai
tinggi, karena buku ini sudah memberikan contoh-contoh soal yang mudah
untuk dipelajari, dan seduai dengan sub judul yang telah dipaparkan dalam
buku tersebut. Kemudian contoh-contoh tersebut disertai dengan penyelesaian
yang jelas dan menggunakan rumus yang sesuai dengan rumus yang telah
dipaparkan pada materi sebelumnya.
F. Tampilan Keseluruhan Isi Buku
Berdasarkan nilai tampilan keseluruhan isi buku, kami memberikan nilai
sedang, hal ini dikarenakan buku tersebut memang sudah sangat lengkap dan
juga disuguhkan dengan gambar dan grafik yang menarik dalam menjelaskan
materi yang ingin disampaikan, kemudian juga disertai dengan berbagai
macam contoh soal sesuai dengan sub judul yang telah dipaparkan, rumus-
rumus yang digunakan juga dapat dimengerti dan juga tidak bertele-tele.
Namun alasan yang membuat kami memebrikan nilai sedang adalah karena
buku adalah buku terjemahan yang diterjemahkan oleh penulis atau
penerjemah, sehingga kadang-kadang atau sebagian kalimat yang ada pada
buku tersebut tidak sejalan atau tidak nyambung antara satu sama lainnya.
Kemudian biasanya dalam buku penulisan nama para ahli kalau tidak di

12
tebalkan (bold) pasti dicetak miring, menandakan bahwa kalimat tersebut
adalah nama-nama para ahli yang mencetuskan rumus atau penemuan lainnya,
namun dalam buku ini kami tidak menemukan hal tersebut.

 Buku Pembanding

No Komponen Buku Kriteria Hasil Analisis Buku


yang di Analisis Baik Cukup Kurang
1 Tampilan √
2 Teori/Konsep √
3 Rumus √
4 Gambar √
5 Contoh Soal √
6 Soal Latihan √
7 Kelengkapan Buku √
a. Tampilan
Dari segi tampilan, buku sudah cukup baik. Pada buku telah memuat
informasi mengenai bibliografi buku. Misalnya seperti; judul buku, nama
penulis, nama penerbit, tahun terbit. Akan tetapi, pada buku ini tidak tertera
jilid dan edisi buku. Tata tulis termasuk penggunaan font pada buku tersebut
sudah bagus dan enak dilihat oleh pembaca.
b. Teori/Konsep
Dari segi teori/konsep materi, buku termasuk pada kriteria yang sudah
baik. Pada buku telah memuat teori-teori ataupun konsep-konsep pendukung
pada materi bab 1 yaitu tentang sejarah penemuan inti dan partikel penyusun
inti yang dimuat secara jelas dan kata-kata yang mudah dipahami oleh
penulis guna mempermudah pembaca dalam memahami materi yang
terdapat pada buku tersebut.
c. Rumus
Dari segi rumus yang ada pada buku, buku sudah baik. Pada buku
telah memuat tentang penjabaran dari rumusan dan dimuat secara lengkap

13
pada buku tersebut. Penulisan rumus pada buku juga sudah baik,
dikarenakan rumusan-rumusan dimuat secra jelas dan terperinci oleh
penulis.
d. Gambar
Dari segi gambar yang ada pada buku, buku sudah baik. Pada buku
telah memuat gambar-gambah penjelas pada tiap-tiap materi untuk
memudahkan pembaca dalam memahami buku tersebut dan pada gambar-
gambar tersebut penulis telah menjelaskannya secara jelas dan signifikan
agar pembaca tidak kesulitan dalam memahami gambar pada tiap-tiap
materi yang terdapat pada buku.
e. Contoh Soal
Dari segi contoh soal, buku termasuk pada kriteria yang sudah baik.
Hal tersebut dikarenakan terdapatnya contoh-contoh soal yang dimuat
penulis pada buku tersebut sehingga buku tersebut dapat membuat pembaca
lebih mudah dalam memahami tiap-tiap materi yang terdapat pada buku
tersebut.
f. Soal Latihan
Dari segi soal latihan yang terdapat ada pada buku, buku termasuk
kriteria yang sudah baik. Hal ini dikarenakan adanya soal latihan yang
dimuat penulis pada buku tersebut sehingga pembaca dapat berlatih dalam
mengerjakan soal pada tiap-tiap materi yang terdapat pada buku.
g. Kelengkapan Buku
Dari segi kelengkapan buku, buku termasuk ke dalam kriteria yang sudah
baik. Hal ini dikarenakan masih ditemukannya Laporan atau penjelasan
yang lengkap dan dimuat oleh penulis pada buku tersebut. Salah satu
contohnya yaitu kelengkapan buku mengenai sejarah penemuan inti dan
partikel penyusun inti.

14
3.2 Perbandingan Buku Utama Dengan Buku Pembanding

NO Aspek yang Keterangan Perbandingan buku


dibandingkan Buku utama Buku pembanding
Penampilan luar buku Berdasarkan review Berdasarkan review
1.
(sampul) yang telah kami yang telah kami
lakukan buku utama ini lakukan buku
memiliki penampilan pembanding ini
yang sangat bagus memiliki penampilan
yang lumayan bagus
Penampilan Isi Buku Buku utama ini Dalam hal ini buku
2.
memiliki penampilan isi pembanding ini
yang sangat bagus / memiliki penampilan
baik isi yang sangat bagus
/ baik
Kelengkapan materi Buku utama ini Buku pembanding
3.
yang diriview memiliki materi yang ini memiliki materi
sesuai dengan materi yang juga sesuai
yang ingin di review dengan materi yang
akan kami riview
Contoh-contoh soal Lumayan lengkap sama seperti buku
4.
sesuai materi yang utama, juga lumayan
dipaparkan lengkap
Soal latiham Ada, dan sesuai dengan Soal yang diberikan
5.
contoh yang diberikan pad buku ini
lumayan baik dan
mudah dimengerti

15
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah mereview buku ini maka kami dapat menyimpulkan bahwa kedua
ini buku ini sangat bagus digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran fisika
Inti khususnya pada unsure-unsur nuklir, nomor massa dan nomor atom pada
suatu inti atom. Pada kedua buku ini telah menjelaskan bahwa terdapat materi
yang ada teori dan penerapannya agar kita lebih mengetahui lebih rinci lagi
terhadap buku ini. Kedua buku ini, bahasa yang digunakan juga baik sehingga
memudahkan pembaca dapat mengerti pembahasan yang telah dipaparan.
Walaupun kedua buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Namun jika kedua buku ini digunakan dalam pembelajaran akan saling
melengkapi dan lebih memudahkan kita mempelajari setiap materi yang ingin kita
pelajari.

4.2 Saran
Semoga dengan adanya critical book review ini dapat menambah
pengetahuan kita tentang fisika inti khusunya dalam unsure-unsur nuklir, dan juga
dapat membantu dalam pembelajaran berikutnya , baik sebagai siswa, mahasiswa,
maupun sebagai calon guru untuk kedepannya.

16
DAFTAR PUSTAKA

Abdurrouf. 2015. Fisika Inti Teori dan Penerapannya . Malang: Universitas


Brawijaya.

Halliday, David, dkk. 2017. Fisika dasar Edisi 7 Jilid 3 (terjemahan). Jakarta :
Erlangga

17