Anda di halaman 1dari 121

Matematika

Diskrit

Nur Fauziyah, M.Pd

Universitas Muhammadiyah Gresik

Page | i
Perpustakaaan Nasional: katalog dalam terbitan (KDT)

Penulis:
Nur Fauziyah, M.Pd

“Matematika Diskrit”
Gresik: UMG Press, 2017
15,5x23 cm vi , 114 hlm
ISBN: 978-602-50707-8-5

Editor:
Ikhsan, S.Pd., M.Pd.
Penyunting:
Dian Rachmawati, S.Pd.

Desain sampul dan Tata letak


Dian Rachmawati, S.Pd.

Penerbit:
UMG Press

Redaksi:
Jln. Sumatera 101 GKB
Gresik 61121
Telp +6231 3951414
Fax +6231 3952585
Email: press@umg.ac.id

Angoota IKAPI No. 189 dan APPTI No. 002.021


Cetakan pertama, Oktober 2017

Hak cipta dilindungi undang-undang


Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan
dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit

Page | ii
Kata Pengantar
Matematika Diskrit termasuk dalam rumpun
matematika terapan, oleh sebab itu struktur materi diawali
dengan sebuah konsep, definisi, bentuk umum dan contoh
penerapan ke dalam permasalahan. Contoh penerapan dalam
permasalahan disajikan bervariatif dan konteksnya dekat
dengan lingkungan siswa, sehingga diharapkan mahasiswa
dengan mudah mampu menganalisis permasalahan tersebut.

Buku ajar ini disusun berdasarkan RPS yang telah


disusun sebelumnya. Secara garis besar materi dalam mata
kuliah ini meliputi: fungsi pembangkit, aplikasi fungsi
pembangkit, relasi rekursif, derangement, relasi rekursif
yang melibatkan konvolusi, sistem relasi rekursif dan
prinsip inklusi eksklusi. Besar harapannya mahasiswa
mampu memahami materi ini dengan mudah karena buku
ini disusun lebih rinci dengan ilustrasi yang jelas, disertai
contoh dan diakhir setiap bab diberikan soal tes formatif
yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk pemantapan
pemahaman atau untuk mengukur ketercapaian capaian
pembelajaran. Meskipun demikian masih sangat
dibutuhkan saran demi penyempurnaan buku ajar ini.

Terimakasih kepada Direktorat Pembelajaran dan


Kemahasiswaan Kemristek Dikti, yang telah memberikan
dukungan dalam penulisan buku ajar ini khususnya
melalui sekema Hibah Revitalisasi LPTK Tahap II tahun
2017.
Penulis

Nur Fauziyah

Page | iii
DAFTAR ISI

BAB I FUNGSI PEMBANGKIT …………………….. 1


A. Deskripsi ………………………………………….... 1
B. Relevansi …………………………………………… 1
C. Capaian Pembelajaran ……………………………… 1
D. Materi ………………………………………………. 2
1.1 Fungsi Pembangkit …………………………….. 2
1.2 Derat Taylor dan Maclaurin …………………… 4
1.3 Fungsi Pembangkit (Placeholder1) Biasa dan
Fungsi Pembangkit Eksponensial
……………………… 12
1.4 Operasi Fungsi Pembangkit ……………………. 18
E. Tes Formatif ………………………………………... 20

BAB II APLIKASI FUNGSI PEMBANGKIT ……… 22


A. Deskripsi …………………………………………… 22
B. Relevansi …………………………………………… 22
C. Capaian Pembelajaran ……………………………… 22
D. Materi ………………………………………………. 23
2.1 Fungsi Pembangkit untuk Kombinasi …………. 23
2.2 Fungsi Pembangkit untuk Menentukan Solusi
Bulat …………………………………………… 30
2.3 Fungsi Pembangkit untuk Permutasi ………….. 36
E. Tes Formatif ……………………………………….. 45

BAB III RELASI REKURSIF ……………………….. 47


A. Deskripsi …………………………………………… 47
B. Relevansi …………………………………………… 47
C. Capaian Pembelajaran ……………………………… 48
D. Materi ………………………………………………. 48
3.1 Definisi dan Contoh Relasi Rekursif
(Placeholder1) …………………………………. 48
3.2 Relasi Rekursif Linear Derajat 𝑘 ……………… 52
3.3 Relasi Rekursif Linear dengan Koefisien
Konstanta ……………………………………… 53
3.4 Menyelesaikan Relasi Rekursif dengan Metode
Akar Karakteristik ……………………………... 55
3.4.1 Relasi Rekursif Linear Homogen
Koefisien Konstanta …………………...
Page | iv
3.4.2 Tes Formatif …………………………... 59
3.4.3 Relasi Rekursif Linear Nonhomogen 60
Koefisien Konstanta …………………..
3.4.4 Tes Formatif ………………………….. 64
3.5 Menyelesaikan Relasi Rekursif dengan Fungsi
Pembangkit ……………………………………. 65
3.5.1 Relasi Rekursif Linear Homogen
Koefisien Konstanta …………………... 66
3.5.2 Relasi Rekursif Linear Homogen
Koefisien Nonkonstanta ………………. 68
3.5.3 Relasi Rekursif Linear Nonhomogen
Koefisien Konstanta ………………….. 69
3.5.4 Relasi Rekursif Linear Nonhomogen
Koefisien Nonkonstanta ………………. 71
3.5.5 Tes Formatif ………………………….. 75

BAB IV PENGACAKAN …………………………….. 77


A. Deskripsi …………………………………………… 77
B. Relevansi …………………………………………… 77
C. Capaian Pembelajaran ……………………………… 77
D. Materi ………………………………………………. 78
4.1 Pengertian Derangement ………………………. 78
4.2 Relasi Rekursif yang Melibatkan Konvolusi ….. 82

BAB V SISTEM RELASI REKURSIF ……………… 86


A. Deskripsi …………………………………………… 86
B. Relevansi …………………………………………… 86
C. Capaian Pembelajaran ……………………………… 86
D. Materi ………………………………………………. 87
5.1 Definisi Sistem Relasi Rekursif ……………….. 87
5.2 Sistem Relasi Rekursif dari Permasalahn ……… 87
E. Tes Formatif ………………………………………... 95

BAB VI PRINSIP INKLUSI EKSKLUSI …………… 96


A. Deskripsi …………………………………………… 96
B. Relevansi …………………………………………… 96
C. Capaian Pembelajaran ……………………………… 96
D. Materi ………………………………………………. 96
6.1 Definisi Inklusi Eksklusi ………………………. 96
6.2 Aplikasi Prinsip Inklusi Eksklusi ……………… 103

Page | v
E. Tes Formatif ………………………………………... 111

DAFTAR PUSTAKA …………………………………. 113

Page | vi
BAB I
FUNGI PEMBANGKIT
A. Deskripsi
Pada bab ini dibahas topik yang sangat mendasar dalam
kombinatorik, yaitu fungsi pembangkit (generating
function). Diberikan beberapa contoh dalam kehidupan
sehari-hari yang terkait dengan konsep tersebut. Selanjutnya
dibahas pula deret Taylor dan Maclaurin dari beberapa
fungsi dasar yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan
soal-soal kombinatorik. Untuk memudahkan dalam
penggunaan fungsi tersebut, diberikan tabel yang memuat
deret dari fungsi-fungsi yang penting.
Selanjutnya diberikan definisi fungsi pembangkit biasa
(ordinary generating function) dan fungsi pembangkit
ekponensial (exponential generating function). Setiap
konsep disertai dengan contoh-contoh yang manarik dan di
akhir Bab diberikan soal-soal yang dapat digunakan sebagai
latihan atau pengukuran ketercapain capaian pembelajaran.
B. Relevansi
Kemampuan dalam memahami topik yang didiskusikan
pada bagian ini, sangat dibutuhkan bagi mahasiswa calon
guru karena materi ini merupakan materi matematika yang
berkaitan dengan matematika sekolah.
C. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran mata kuliah ini adalah:
1. Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan real
terkait dengan konsep fungsi pembangkit.
2. Mahasiswa mampu menganalisis bentuk deret dari
sebuah fungsi dan sebaliknya.
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep fungsi
pembangkit dalam permasalahan.

Page | 1
D. Materi
1.1 Fungsi Pembangkit
Dalam bab ini akan diperkenalkan suatu topik dalam
kombinatorik yang disebut dengan fungsi pembangkit. Pada
topik di kalkulus dibahas sebuah fungsi dari daret pangkat
tak hingga yang direpresentasikan dalam bentuk ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ
σஶ ௡
௡ ܽ௡ ‫ ݔ‬. Konsep tersebut merupakan topik penting yang
akan dibahas dalam bab ini. Dalam kombinatorik, deret tak
hingga ini diindek oleh bilangan bulat non negatif (ܽ௡ Ǣ ݊ ൒
ͲሽǤ Kelebihan dari deret pangkat ini sebagai sebuah teknik
yang dapat dimanipulasi sebagai fungsi biasa, dapat
dijumlahkan, dikurangkan dan dikalikan sesuai kebutuhan.
Namun sebelum membahas definisi fungsi
pembangkit akan diberikan contoh permasalahan sehari-hari
yang terkait.
Contoh 1 :
Seorang anak ingin membeli peralatan tulis
sebanyak 12 buah yang terdiri dari buku, pensil dan rautan.
Ada berapa cara dia dapat membeli peralatan tulis tersebut,
jika paling sedikit dia harus membeli buku 4 buah, pensil
paling sedikit 3 buah dan rautan paling sedikit 2 buah?

Penyelesaian:
Berikut merupakan semua distribusi yang memungkinkan.
B 4 4 4 4 5 5 5 6 6 7
P 3 4 5 6 3 4 5 3 4 3
R 5 4 3 2 4 3 2 3 2 2

Untuk menyelesaikan masalah di atas juga dapat dicari


solusi bulat dari persamaan berikut :
ܿଵ ൅ ܿଶ ൅ ܿଷ ൌ ͳʹǢܿଵ ൒ Ͷǡ ܿଶ ൒ ͵ǡ ܿଷ ൒ ʹ.

Page | 2
Jika kita bentuk dalam polinomial setiap kemungkinan, Ͷ ൑
‫ ܤ‬൑ ͹ǡ ͵ ൑ ܲ ൑ ͸ǡ ʹ ൑ ܴ ൑ ͷ, maka didapat polinomial
berikut ini:
ሺ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ଺ ݔ‬൅ ‫ ଻ ݔ‬ሻሺ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ଺ ݔ‬ሻሺ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ
൅ ‫ݔ‬ହሻ
Selanjutnya ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ଺ ݔ‬൅ ‫ ଻ ݔ‬ሻሺ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅
‫ ଺ ݔ‬ሻሺ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ሻ disebut fungsi pembangkit untuk
distribusi.

Contoh 2 :
Jika ada kelereng yang warna merah, hijau, dan kuning
dengan banyak yang tidak terbatas. Ada berapa cara
mengambil 24 kelereng dengan syarat kelereng hijau
sebanyak ganjil?

Penyelesaian:
Polinom yang dapat dikaitkan dengan kelereng tersebut
adalah:
Kelereng merah : ͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ڮ‬
Kelereng warna hijau : ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ڮ‬
Kelereng kuning : ͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ڮ‬
Sehingga jawaban dari permasalahan di atas adalah koefisien
dari ‫ ݔ‬ଶସ dari fungsi pembangkit berikut ini.
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻଶ ሺ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ڮ‬ሻ

Contoh 3 :
Tentukanlah solusi bulat dari persamaan ܿଵ ൅ ܿଶ ൅ ܿଷ ൅
ܿସ ൅ ܿହ ൌ ʹͷǢ ݆݅݇ܽͳ ൑ ܿ௜ ൑ ʹ݅ǡ ͳ ൑ ݅ ൑ Ͷ.
Penyelesaian:
Polinom yang dapat dikaitkan dengan
ܿଵ ǡ ܿଶ ǡ ܿଷ ǡ ܿସ ݀ܽ݊ܿହ adalah
ܿଵ ǣͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ

Page | 3
ܿଶ ǣͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ
ܿଷ ǣͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫଺ ݔ‬
ܿସ ǣͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫଼ ݔ‬
ܿହ ǣͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ڮ‬
Sehingga banyaknya solusi bulat dari persamaan di atas
adalah koefisien dari ‫ ݔ‬ଶହ dari fungsi pembangkit berikut ini.
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ሻሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ሻሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ
൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ଺ ݔ‬ሻሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ڮ‬
൅ ‫ ଼ ݔ‬ሻሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬ሻ

1.2 Deret Taylor dan Maclaurin


Deret taylor dari sebuah fungsi real atau fungsi
kompleks didefinisikan sebagai deret pangkat tak terhingga
berikut ini:
݂ ᇱ ሺܽሻ ݂ ᇱᇱ ሺܽሻ
݂ሺܽሻ ൌ ݂ሺܽሻ ൅ ሺ‫ݔ‬ െ ܽሻ ൅ ሺ‫ ݔ‬െ ܽሻଶ
ͳǨ ʹǨ
݂ ᇱᇱ Ԣሺܽሻ
൅ ሺ‫ ݔ‬െ ܽሻଷ ൅ ‫ڮ‬
͵Ǩ
Atau seraca ringkas dapat dituliskan sebagai berikut:


݂ ሺ௡ሻ ሺܽሻ
෍ ሺ‫ ݔ‬െ ܽሻ௡
݊Ǩ
௡ୀ଴

Dengan n! melambangkan faktorial dari ݊, ݂ ሺ௡ሻ ሺܽሻ


melambangkan nilai dari turunan ke ݊ pada titik ܽ, dan
ሺ‫ ݔ‬െ ܽሻ௡ merupakan pangkat ݊. Jika ܽ ൌ Ͳ, deret ini disebut
juga Deret Maclaurin.
Berdasarkan formula tersebut maka setiap fungsi dapat
ditentukan bentuk deretnya, contoh pada fungsi-fungsi
berikut ini:

Page | 4
Contoh 1:
Tentukanlah deret dari fungsi berikut ini:
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ݁ ௫ ǡ
Penyelesaian:
Kita tentukan terlebih dahulu ݂(0), ݂Ԣ(0), ݂ԢԢ(0) dan
seterusnya sampai ditemukan sebuah pola.
݂(0) =݁ ଴ ൌ ͳ
݂Ԣ(0) =݁ ଴ ൌ ͳ
݂ԢԢ(0) =݁ ଴ ൌ ͳ dan seterusnya sehingga,
௫మ ௫య
݁௫ = ͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ଶǨ

ଷǨ
൅‫ڮ‬


‫ݔ‬௡
݁ ൌ ෍
݊Ǩ
௡ୀ଴
Sehingga diperoleh,

ି௫
ሺെ‫ݔ‬ሻ௡
݁ ൌ ෍
݊Ǩ
௡ୀ଴
Kita juga dapat menjumlahkan dan mengurangkan fungsi ini
sehingga didapatkan fungsi baru sekaligus dengan deretnya.
௫మ ௫య ௫మ
݁ ௫ ൅ ݁ ି௫ = ቀͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ൅ ൅ ‫ ڮ‬ቁ ൅ ቀͳ െ ‫ ݔ‬൅ െ
ଶǨ ଷǨ ଶǨ
௫య
൅ ‫ڮ‬ቁ
ଷǨ
‫ݔ‬ଶ ‫ݔ‬ସ
ൌ ʹሺͳ ൅ ൅ ൅ ‫ڮ‬ሻ
ʹǨ ͶǨ
௫ మ೙
= 2σஶ
௡ୀ଴ ଶ௡Ǩ
௘ ೣ ା௘ షೣ ௫మ ௫ర
ൌͳ൅ ൅ ൅ ‫ ڮ‬ሻdan
ଶ ଶǨ ସǨ
௫మ ௫య ௫మ
݁ ௫ െ ݁ ି௫ = ቀͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ଶǨ

ଷǨ
൅ ‫ ڮ‬ቁ െ ቀͳ െ ‫ ݔ‬൅
ଶǨ

௫య
൅ ‫ڮ‬ቁ
ଷǨ
‫ݔ‬ଷ ‫ݔ‬ହ ‫଻ݔ‬
ൌ ʹሺ‫ ݔ‬൅ ൅ ൅ ൅ ‫ڮ‬ሻ
͵Ǩ ͷǨ ͹Ǩ

Page | 5
௫ మ೙షభ
= 2σஶ
௡ୀ଴ ሺଶ௡ିଵሻǨ

݁ ௫ െ ݁ ି௫ ‫ݔ‬ଷ ‫ݔ‬ହ ‫଻ݔ‬


ൌ‫ݔ‬൅ ൅ ൅ ൅‫ڮ‬
ʹ ͵Ǩ ͷǨ ͹Ǩ

Contoh 2 :

݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ଵି௫, tentukanlah deret dari fungsi tersebut.
Penyelesaian:
Menggunakan cara yang sama seperti contoh 1.2.1,
didapatkan:

ଵି௫
= σஶ ௡ ଶ ଷ
௡ୀ଴ ‫ ݔ‬ൌ ͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ڮ‬
Selanjutnya kita juga dapat menentukan deret suatu
fungsi yang sepadan dengan fungsi tersebut tanpa harus
melalui proses yang panjang seperti contoh di atas,

misalnya ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ . Fungsi tersebut dapat kita
ଵା௫
manipulasi seperti berikut ini:
ͳ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ൌ
ͳ ൅ ‫ ͳ ݔ‬െ ሺെ‫ݔ‬ሻ
selanjutnya dengan mudah kita dapat menggunakan
rumus deret di atas dengan menggantikan െ‫ ݔ‬dalam ‫ݔ‬,
sehingga diperoleh deret sebagai berikut.
ͳ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ൌ
ͳ ൅ ‫ ͳ ݔ‬െ ሺെ‫ݔ‬ሻ

ൌ ෍ሺെ‫ݔ‬ሻ௡ ൌ ͳ െ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ െ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ڮ‬


௡ୀ଴

Apabila dijumlahkan kita akan mendapatkan deret baru


sebagai berikut,
ͳ ͳ
൅ ൌ ʹ ൅ ʹ‫ ݔ‬ଶ ൅ ʹ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ڮ‬
ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬

Page | 6
ͳ ͳ ͳ
ሺ ൅ ሻ ൌ ͳ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ସ ൅ ‫ڮ‬
ʹ ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬
Namun dapat juga menggunakan rumus berikut ini:

= σஶ
௡ୀ଴ ‫ݔ‬
ଶ௡
ൌ ͳ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ସ ൅ ‫ڮ‬
ଵି௫ మ

Apabila kedua fungsi tersebut dikurangkan,


ͳ ͳ
െ ൌ ʹ‫ ݔ‬൅ ʹ‫ ݔ‬ଷ ൅ ʹ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ڮ‬
ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬
ͳ ͳ ͳ
ሺ ൅ ሻ ൌ ‫ ݔ‬൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ହ ൅ ‫ڮ‬
ʹ ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬

Contoh 3 :
Tentukanlah deret dari fungsi berikut ini:
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ௧ ǡ ‫ܴ߳ݐ‬
Penyelesaian:
Dengan cara yang sama didapat:

‫ݐ‬
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ൬ ൰ ‫ ݔ‬௡

݊
௡ୀ଴
ͳǡ ݊ ൌ Ͳ
Dengan ൫௡௧ ൯ ൌ ቊ௧ሺ௧ିଵሻሺ௧ିଶሻሺ௧ିଷሻǥሺ௧ିሺ௡ିଵሻሻ
ǡ ݊൒ͳ
௡Ǩ
Misal kita menghitung berikut ini:
ଵ ଵ

ଶ ଶ൫ଶ
െ ͳ൯ሺଵଶ െ ʹሻ ͳ
ቆ ቇൌ ൌ
͵ ͵Ǩ ͳ͸

Namun jika tܼ߳ maka dapat pula menggunakan
formula:
‫ݐ‬ ‫ݐ‬Ǩ
൬ ൰ൌ
݊ ݊Ǩ ሺ‫ ݐ‬െ ݊ሻǨ
Misal:
ହሺହିଵሻሺହିଶሻ
൫ହଷ൯ ൌ ଷǨ
=10

ହǨ ହǨ
൫ହଷ൯ ൌ ଷǨሺହିଷሻǨ=ଷǨଶǨ ൌ ͳͲ

Page | 7
Contoh 4 :
Deret dari fungsi berikut ini adalah...
ͳ ௞
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬
Penyelesaian:
Fungsi tersebut dapat dimanipulasi menjadi,
ͳ ௞
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬
ൌ ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻି௞
Bentuk fungsi ini sepadan dengan bentuk fungsi pada
contoh 1.2.3, sehingga kita dapat melakukan
penyesuaian-penyesuaian untuk mendapatkan deretnya.
Sehingga didapatkan deret sebagai berikut,
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻି௞

െ݇
ൌ  ෍ ൬ ൰ ሺെ‫ݔ‬ሻ௡
݊
௡ୀ଴

െ݇
ൌ෍ ൬ ൰ ሺെͳሻ௡ ‫ ݔ‬௡
݊
௡ୀ଴

Koefisien dari ‫ ݔ‬௡ akan disederhanakan menjadi:


Untuk n ൒ ͳ
െ݇
൬ ൰ ሺെͳሻ௡
݊
െ݇ሺെ݇ െ ͳሻሺെ݇ െ ʹሻሺെ݇ െ ͵ሻ ǥ ሺെ݇ െ ሺ݊ െ ͳሻሻ
ൌ ሺെͳሻ௡
݊Ǩ

݇ሺ݇ ൅ ͳሻሺ݇ ൅ ʹሻሺ݇ ൅ ͵ሻ ǥ ሺ݇ ൅ ሺ݊ െ ͳሻሻ
ൌ ሺെͳሻ௡ ሺെͳሻ௡
݊Ǩ

݇ሺ݇ ൅ ͳሻሺ݇ ൅ ʹሻሺ݇ ൅ ͵ሻ ǥ ሺ݇ ൅ ሺ݊ െ ͳሻሻ
ൌ 
݊Ǩ

Page | 8

ሺ݇ െ ͳሻǨ ݇ሺ݇ ൅ ͳሻሺ݇ ൅ ʹሻሺ݇ ൅ ͵ሻ ǥ ሺ݇ ൅ ሺ݊ െ ͳሻሻ
ൌ 
݊Ǩ ሺ݇ െ ͳሻǨ
ሺ௞ା௡ିଵሻǨ
ൌ  
௡Ǩሺ௞ିଵሻǨ
݇൅݊െͳ
ൌ ൬ ൰
݊
Untuk n = 0
൫ି௞௡
൯ሺെͳሻ௡ ൌ  ൫ି௞ ଴
൯ሺെͳሻ଴ ൌ ͳ
݇൅݊െͳ ݇െͳ
൬ ൰ൌ൬ ൰ൌͳ
݊ Ͳ
ଵ ௞ା௡ିଵ ௡
Jadi ሺ ሻ௞ = σஶ ௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
ଵି௫

Contoh 5 :
Untuk ݊ ‫ ܼ א‬ା ǡ tentukanlah deret darifungsi berikut ini:
ሺͳ െ ‫ ݔ‬௡ାଵ ሻ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ
ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻ
Penyelesaian:
ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬௡ ሻ ൌ ሺͳ െ ‫ ݔ‬௡ାଵ ሻ
Sehingga kita dapatkan deret dari fungsi tersebut, yaitu:

ሺଵି௫ ೙శభ ሻ
ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬௡ ሻ
ሺଵି௫ሻ

Untuk memudahkan dalam mengingat fungsi-fungsi


dasar beserta deretnya, akan disajikan deret dari beberapa
fungsi yang penting berikut ini. Fungsi-fungsi berikut
penting untuk diingat jarena akan digunakan dalam
menyelesaian berbagai permasalahan yang merupakan
aplikasi dari kombinatorik.

Page | 9
Tabel 1.2.1 Fungsi dan Deretnya
Fungsi Deret
௫ ஶ
݁ ‫ݔ‬ଶ ‫ݔ‬ଷ ‫ݔ‬௡
ͳ൅‫ݔ‬൅ ൅ ൅‫ڮ‬ൌ ෍
ʹǨ ͵Ǩ ݊Ǩ
௡ୀ଴
௘ ೣ ା௘ షೣ ‫ݔ‬ଶ ‫ݔ‬ସ
ଶ ͳ൅ ൅ ൅‫ڮ‬
ʹǨ ͶǨ
݁ ௫ െ ݁ ି௫ ‫ݔ‬ଷ ‫ݔ‬ହ ‫଻ݔ‬
‫ݔ‬൅ ൅ ൅ ൅‫ڮ‬
ʹ ͵Ǩ ͷǨ ͹Ǩ
ͳ ஶ

ͳെ‫ݔ‬ ෍ ‫ݔ‬௡ ൌ ͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ڮ‬


௡ୀ଴
ͳ ஶ

ͳ െ ܽ‫ݔ‬ ෍ሺܽ‫ݔ‬ሻ௡ ൌ ͳ ൅ ܽ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ڮ‬


௡ୀ଴
ͳ ஶ

ͳ െ ‫ݔ‬௥ ෍ሺ‫ ݔ‬௥ ሻ௡ ൌ ͳ ൅ ‫ ݔ‬௥ ൅ ‫ ݔ‬ଶ௥ ൅ ‫ڮ‬


௡ୀ଴
ଵ ଵ ஶ
=
ଵା௫ ଵିሺିሻ௫ ෍ሺെ‫ݔ‬ሻ௡ ൌ ͳ െ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ െ ‫ڮ‬
௡ୀ଴
ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ௧ σஶ ௧ ௡
௡ୀ଴൫௡൯‫ ; ݔ‬dengan ൫௡൯ ൌ

ͳǡ ݊ ൌ Ͳ
ቊ௧ሺ௧ିଵሻሺ௧ିଶሻሺ௧ିଷሻǥሺ௧ିሺ௡ିଵሻሻ
ǡ ݊൒ͳ
௡Ǩ

jika tܼ߳ maka dapat pula
menggunakan formula:
‫ݐ‬ ‫ݐ‬Ǩ
൬ ൰ൌ
݊ ݊Ǩ ሺ‫ ݐ‬െ ݊ሻǨ

ሺͳ ൅ ܽ‫ݔ‬ሻ௧ ‫ݐ‬
෍ ൬ ൰ ሺܽ‫ݔ‬ሻ௡
݊
௡ୀ଴
ͳ ஶ

ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻଶ ෍ሺ݊ ൅ ͳሻ‫ ݔ‬௡ ൌ ͳ ൅ ʹ‫ ݔ‬൅ ͵‫ ݔ‬ଶ


௡ୀ଴
൅‫ڮ‬

Page | 10
ଵ ௞ା௡ିଵ ௡
ሺ ሻ௞ ൌ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
ଵି௫
ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻି௞

ሺͳ െ ‫ ݔ‬௡ାଵ ሻ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅


ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻ ‫ ݔ‬௡ ሻ=σ௡௡ୀ଴ ‫ ݔ‬௡

Žሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ ሺെͳሻ௡ାଵ ௡ ‫ݔ‬ଶ ‫ݔ‬ଷ
෍ ‫ ݔ‬ൌ‫ݔ‬െ ൅ െ‫ڮ‬
݊ ʹ ͵
௡ୀଵ

Berikut disajikan contoh dari fungsi-fungsi yang


sepadan dengan beberapa fungsi di atas, selain itu diberikan
contoh aplikasi dalam beberapa permasalahan.

Contoh 6 :
Tentukanlah deret dari fungsi berikut ini:
a. ݁ ିଷ௫ 

b.
ଶାଷ௫

c.
ଵିସ௫ మ
Penyelesaian:
ሺିଷ௫ሻ೙ ௫೙
a. ݁ ିଷ௫ ൌ σஶ
௡ୀ଴ = σஶ
௡ୀ଴ሺെ͵ሻ

, sehingga
௡Ǩ ௡Ǩ
ሺିଷሻ೙
ܽ௡ ൌ 
௡Ǩ
ଵ ଵ ଵ ଵ
b. ൌ ൬ ൰ ൌ σஶ ሺെయమ௫ሻ௡ ൌ
ଶାଷ௫ ଶ ଵି൫ିయమ௫൯ ଶ ௡ୀ଴
ሺିଷሻ೙ ௡ ሺିଷሻ೙
σஶ
௡ୀ଴ ‫ ݔ‬, sehingga ܽ௡ ൌ 
ଶ೙శభ ଶ೙శభ
ଶ ଵ ଵ
c. ൌ  ଵାଶ௫ ൅ ଵିଶ௫ ൌ σஶ ௡
ஶ ௡
௡ ሺെʹ‫ݔ‬ሻ ൅ σ௡ ሺʹ‫ݔ‬ሻ ൌ
ଵିସ௫ మ
σஶ ௡
௡ ሾሺെʹሻ ൅ ʹ ሿ‫ݔ‬
௡ ௡

Ͳǡ ݆݆݈݅݇ܽ݊݃ܽ݊݅
Sehingga ܽ௡ ൌ ൜ ௡ାଵ
ʹ ǡ ݆݅݇ܽ݊݃݁݊ܽ‫݌‬

Page | 11
Contoh 7 :
ଷ௫
Tentukanlah koefisien dari ‫ ݔ‬ସ଴ †ƒ”‹ ሺଵିଶ௫ሻଷ଴.
Penyelesaian:
‫ݔ‬ ‫ݔ‬ ͳ
ሺ ሻଷ଴ ൌ ሺ ሻଷ଴ ሺ ሻଷ଴
ͷ െ ʹ‫ݔ‬ ͷ ͳ െ ଶହ‫ݔ‬

‫ݔ‬ ͵Ͳ ൅ ݊ െ ͳ ଶ ௡
ൌ  ሺ ሻଷ଴ ෍ ൬ ൰ ሺହ௫ሻ
ͷ ݊
௡ୀ଴

ʹͻ ൅ ݊ ʹ௡ ௡ାଷ଴
ൌ  ෍ ൬ ൰ ௡ାଷ଴ ‫ݔ‬
݊ ͷ
௡ୀ଴

݊ െ ͳ ʹ௡ିଷ଴ ௡
ൌ  ෍ ൬ ൰ ‫ݔ‬
݊ െ ͵Ͳ ͷ௡
௡ୀଷ଴

ଷଽ ଶభబ
Koefisien dari‫ ݔ‬ସ଴ =൫ଵ଴ ൯ ହరబ

1.3 Fungsi Pembangkit biasa dan Fungsi Pembangkit


Eksponensial
Misal ܽ௡ Ǣ ݊ ൒ Ͳ adalah barisan bilangan real.
Fungsi pembangkit biasa dari barisan tersebut adalah:

݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ܽ଴ ൅ ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ‫ ݔ‬൅ ‫ ڮ‬ൌ ෍ ܽ௡ ‫ ݔ‬௡


௡ୀ଴
Sedangkan fungsi pembangkit eksponensial dari barisan
tersebut adalah:

‫ݔ‬ଶ ‫ݔ‬ଷ ‫ݔ‬௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ܽ଴ ൅ ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ൅ ܽଷ ൅ ‫ ڮ‬ൌ ෍ ܽ௡
ʹǨ ͵Ǩ ݊Ǩ
௡ୀ଴
(Budayasa, 2008).

Page | 12
Contoh 1 :
Diberikan barisan berikut ini:
ଵ ଵ ଵ
a. Ͳǡ ͳǡ ǡ ǡ ǡ ǥ.
ଶǨ ଷǨ ସǨ
b. 1, 1, 1, 1, 1, ...
c. ͳǡ Ͳǡ ͳǡ Ͳǡ ͳǡ ǥ.

Tentukanlah fungsi pembangkit dari barisan tersebut.


Penyelesaian:
a. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σஶ ௡ୀ଴ ܽ௡ ‫ݔ‬

= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ܽଷ ‫ ݔ‬ଷ ൅  ǥ


௫మ ௫య
=Ͳ൅‫ݔ‬൅ ଶǨ

ଷǨ
൅ǥ
௫೙
= σஶ
௡ୀ଴ -1
௡Ǩ
= ݁ ௫ -1
b. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σஶ ௡ୀ଴ ܽ௡ ‫ݔ‬

= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ܽଷ ‫ ݔ‬ଷ ൅  ǥ


= ͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ڮ‬
= σஶ௡ୀ଴ ‫ݔ‬


=
ଵି௫
c. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σஶ ௡ୀ଴ ܽ௡ ‫ݔ‬

= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ܽଷ ‫ ݔ‬ଷ ൅  ǥ


= ͳ ൅  ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ସ ൅ ‫ڮ‬
= σஶ௡ୀ଴ ‫ݔ‬
ଶ௡

= ଵି௫ మ

Contoh 2 :
Diberikan barisan berikut ini:
a. ͳǡ െͳǡ ͳǡ െͳǡ ͳǡ ǥ.
b. 1, 2, ʹଶ , ʹଷ , ʹସ , ...
c. ͲǨǡ ͳǨǡ ʹǨǡ ͵Ǩǡ ͶǨǡ ǥ.

Page | 13
Tentukanlah fungsi pembangkit eksponensial dari barisan
tersebut.
Penyelesaian:
௫೙
a. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σஶ
௡ୀ଴ ܽ௡ ௡Ǩ
௫మ ௫య
= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ
ଶǨ
൅ ܽଷ
ଷǨ
൅ǥ
௫మ ௫య
= 1െ‫ ݔ‬൅ ʹǨ െ ͵Ǩ ൅‫ڮ‬
ଶǨ ଷǨ
ଶ ଷ
= ͳ െ ‫ ݔ‬൅‫ ݔ‬െ‫ ݔ‬൅ǥ
= σஶ௡ୀ଴ሺെ‫ݔ‬ሻ


=
ଵା௫
௫೙
b. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σஶ
௡ୀ଴ ܽ௡ ௡Ǩ
௫మ ௫య
= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ଶǨ ൅ ܽଷ ଷǨ ൅  ǥ
௫మ ௫య
= 1൅ʹ‫ ݔ‬൅ ʹଶ  ଶǨ ൅ ʹଷ  ଷǨ ൅ ‫ڮ‬

σஶ ௡௫
= ௡ୀ଴ ʹ ௡Ǩ
ሺଶ௫ሻ೙
= σஶ
௡ୀ଴ ௡Ǩ
ଶ௫

௫೙
c. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σஶ
௡ୀ଴ ܽ௡ ௡Ǩ
௫మ ௫య
= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ଶǨ ൅ ܽଷ ଷǨ ൅  ǥ
௫మ ௫య
= 0!൅ͳǨ ‫ ݔ‬൅ ʹǨ ଶǨ ൅ ͵Ǩ ଷǨ ൅ ‫ڮ‬
௫೙
= σஶ௡ୀ଴ ݊Ǩ ௡Ǩ
= σஶ௡ୀ଴ ‫ݔ‬



Contoh 3 :
Tentukanlah barisan yang dibangkitkan oleh setiap dari
fungsi pembangkit di bawah ini:
a. ሺ‫ ݔ‬െ ͵ሻହ

Page | 14
௫య
b.
ଵି௫
Penyelesaian:
a. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬െ ͵ሻହ
= ሺെ͵ ൅ ‫ݔ‬ሻହ

= െ͵ሺͳ ൅ ሺെ ଷ ‫ݔ‬ሻሻହ

= െ͵ σஶ
௡ୀ଴൫௡൯‫ݔ‬

ହ ଵ
= െ͵ σஶ
௡ୀ଴൫௡൯ሺെ ‫ݔ‬ሻ


ஶ ହ ଵ ௡ ௡
= െ͵ σ௡ୀ଴൫௡൯ሺെ ሻ ‫ݔ‬

Sehingga barisan yang dibangkitkan oleh fungsi
pembangkit tersebut adalah (-3, 5, -10, ...).
௫య
b. ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ଵି௫

= ‫ݔ‬ଷ ቀ ቁ
ଵି௫
= ‫ ݔ‬ଷ σஶ௡ୀ଴ ‫ݔ‬

Sehingga barisan yang dibangkitkan oleh fungsi


pembangkit tersebut adalah:
(0, 1,1, 3, 1, 1, ...).

Contoh 4 :
­0 ;n d 2
Diberikan barisan a n , dengan a n ®
¯n ;n t 3
Tentukan fungsi pembangkit dan fungsi pembangkit
eksponensial dari a n
Penyelesaian:
Fungsi pembangkit dari barisan tersebut adalah:

݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ܽ௡ ‫ ݔ‬௡
௡ୀ଴
= ܽ଴ ൅  ܽଵ ‫ ݔ‬൅ ܽଶ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ܽଷ ‫ ݔ‬ଷ ൅  ǥ

Page | 15
= 0+0+0+σஶ
௡ୀଷ ݊‫ݔ‬

f
= ¦ nx
n 3
n

x
=  x  2x 2
(1  x) 2
Fungsi pembangkit eksponensial dari barisan tersebut
adalah:

‫ݔ‬௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ܽ௡
݊Ǩ
௡ୀ଴
x2 x3
= a 0  a1 x  a 2  a3  ...
2! 3!
௫೙
= Ͳ ൅ Ͳ ൅ Ͳ ൅ σஶ
௡ୀଷ ݊ ௡Ǩ
f
xn
= ¦n
n 3 n!
௫೙
= σஶ
௡ୀଷ ݊ ௡ሺ௡ିଵሻǨ
௫೙
= σஶ
௡ୀଷ ሺ௡ିଵሻǨ
௫ ೙షభ
ൌ ‫ ݔ‬σஶ
௡ୀଷ ሺ௡ିଵሻǨ
௫ ೙షభ
= ‫ݔ‬ሺσஶ
௡ୀଵ ሺ௡ିଵሻǨ െ ͳ െ ‫ݔ‬ሻ

= x (e x  1  x )
Contoh 5 :
௫ ସ
Diberikan ݂ሺ‫ݔ‬ሻ = ሺ ሻ fungsi pembangkit dari sebuah
ଷା௫
barisan. Tentukanlah barisan tersebut.

Penyelesaian:
௫ ସ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ = ሺ ሻ
ଷା௫
௫ ଵ
= ሺ ሻସ ሺ భ ሻ

ଷ ଵିሺି ௫ሻ

Page | 16
௫ ସା௡ିଵ ଵ
= ሺଷሻସ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯ሺെ ଷ ‫ݔ‬ሻ

௡ାଷ ଵ
= σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯ሺെ ଷሻ
௡ାସ ௡ାସ
‫ݔ‬
௡ିଵ ଵ
= σஶ ௡ ௡
௡ୀସ൫௡ିସ൯ሺെ ଷሻ ‫ݔ‬
sehingga barisan yang dibangkitkan oleh fungsi tersebut
ିସ
adalah = (0, 0, 0, 0, 1, ଷఱ
, ...)

Contoh 6 :
a. Tentukanlah koefisien dari ‫ ݔ‬ଽ dari ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅
‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬ሻଵଶ
b. Tentukanlah koefisien dari ‫ ݔ‬ଶ଴ dari ሺ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅
‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ଺ ݔ‬ሻହ
Penyelesaian:
ଵଶ
a. ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬ሻଵଶ ൌ ሺσஶ ௡
௡ୀ଴ ‫ ݔ‬ሻ
ͳ ଵଶ
ൌሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬
௞ା௡ିଵ ௡
= σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
ଵଶା௡ିଵ ௡
= σஶ
௡ୀ଴൫ ௡
൯‫ݔ‬
௡ାଵଵ ௡
= σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
Sehingga koefisien dari ‫ ݔ‬ଽ adalah ൫௡ାଵଵ

൯ ൌ ൫ଶ଴


b. ሺ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ଺ ݔ‬ሻହ ൌ ሺ‫ ݔ‬ଶ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅
‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ሻሻହ
= ‫ ݔ‬ଵ଴ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ሻହ
ଵି௫ ఱ ହ
= ‫ ݔ‬ଵ଴ ሺ ሻ
ଵି௫
ଵ଴ ହ ହ ଵ ହ
= ‫ ݔ‬ሺͳ െ ‫ ݔ‬ሻ ሺ ሻ
ଵି௫
=‫ ݔ‬ଵ଴ ሺͳ െ ͷ‫ ݔ‬ହ ൅ ͳͲ‫ݔ‬ ଵ଴
െ ͳͲ‫ ݔ‬ଵହ ൅ ͷ‫ ݔ‬ଶ଴ െ
௡ାସ ௡
‫ ݔ‬ଶହ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
= ሺ‫ ݔ‬ଵ଴ െ ͷ‫ ݔ‬ଵହ ൅ ͳͲ‫ ݔ‬ଶ଴ െ ͳͲ‫ ݔ‬ଶହ ൅ ͷ‫ ݔ‬ଷ଴ െ
௡ାସ ௡
‫ ݔ‬ଷହ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬

Page | 17
௡ି଺ ஶ ௡ିଵଵ ௡
= σஶ ௡
௡ୀଵ଴൫௡ିଵ଴൯‫ ݔ‬െ ͷ σ௡ୀଵହ൫௡ିଵହ൯‫ ݔ‬൅
௡ିଵ଺ ௡ ஶ ௡ିଶଵ ௡
ͳͲ σஶ
௡ୀଶ଴൫௡ିଶ଴൯‫ ݔ‬െ ͳͲ σ௡ୀଶହ൫௡ିଶହ൯‫ ݔ‬൅
௡ିଶ଺ ௡ ஶ ௡ିଷଵ ௡
ͷ σஶ
௡ୀଷ଴൫௡ିଷ଴൯‫ ݔ‬െ σ௡ୀଷହ൫௡ିଷହ൯‫ݔ‬
Sehingga koefisien dari ‫ ݔ‬ଶ଴ adalah
௡ି଺
൫௡ିଵ଴ ൯ െ ͷ൫௡ିଵଵ
௡ିଵହ
൯+ͳͲ൫௡ିଵ଺
௡ିଶ଴
ଶ଴ି଺
൯ ൌ  ൫ଶ଴ିଵ଴൯െ
ͷ൫ଶ଴ିଵଵ
ଶ଴ିଵହ
൯ ൅ ͳͲ൫ଶ଴ିଵ଺
ଶ଴ିଶ଴

ͳͶ ͻ Ͷ
ൌ ൬ ൰ െ ͷ ൬ ൰ ൅ ͳͲ ൬ ൰
ͳͲ ͷ Ͳ

1.4 Operasi Fungsi Pembangkit


Penjumlahan, pengurangan dan perkalian dari dua
atau lebih fungsi pembangkit dapat dilakukan dengan cara
seperti halnya menjumlahkan, mengurangkan dan
mengalikan dua atau lebih polinom (suku banyak).

f f
Jika f(x) = ¦a
n 0
n
n
x dan g(x) = ¦b x
n 0
n
n
, maka:

f
1. f(x) + g(x) = ¦ (a
n 0
n  bn ) x n
f
2. f(x) - g(x) = ¦ (a
n 0
n  bn ) x n
f n
3. f(x) . g(x) = ¦¦ a .b x
n 0k 0
k nk
n
, hal ini didapat dari:

f(x) = a0  a1 x  a2 x 2  a3 x 3  a4 x 4  ...
g(x) = b0  b1 x  b2 x 2  b3 x 3  b4 x 4  ...
f(x) . g(x) =
a0 b0  (a0 b1  a1b0 ) x  (a0 b2  a1b1  a2 b0 ) x + 2

Page | 18
(a0 b3  a1b2  a2 b1  a3b0 ) x 3  ...
 (a0 bn  a1bn1  a2 bn2  ...  ak bnk  ...  an1b1  an b0 ) x n
+ ...

f n
= ¦¦ a .b x
n 0k 0
k nk
n

Contoh 1 :
Tentukanlah barisan yang dibangkitkan oleh fungsi
ex 1
pembangkit f(x) =  .
1  3x 1  2 x

Penyelesaian:
ex 1
f(x) = 
1  3x 1  2 x
f
xn f f
= ¦ .¦ 3 n x n  ¦ 2 n x n
n 0 n! n 0 n 0
f
3nk n f n n
n
= ¦ .¦
n 0 k 0 k!
x  ¦2 x
n 0
f n
3nk
= ¦ .(¦
n 0 k 0 k !
 2n )x n ,

n
3nk
sehingga a n ¦
k 0 k!
 2n ; n t 0

Page | 19
E. Tes Formatif
Berikut ini merupakan soal-soal yang dapat digunakan
sebagai pengukur capaian pembelajaran.
1. Tentukan deret dari fungsi berikut ini:

a.
ଶି௫
ି௫
b. ͵݁
c. ݁ ି௫ ൅ ʹ݁ ௫
ଷ௫
d. ൅ ʹ‫ ݔ‬ଶ
ଶି௫
2. Tentukan fungsi pembangkit dari barisan berikut ini:
ƒǤ Ͳǡ Ͳǡ Ͳǡ ͸ǡ െ͸ǡ ͸ǡ െ͸ǡ ͸ǡ Ǥ Ǥ Ǥ
„Ǥ ͳǡ ʹǡ Ͷǡ ͺǡ ͳ͸ǡ ͵ʹǡ Ǥ Ǥ Ǥ
ଶ ଶ
…Ǥ ʹǡ Ͳǡ ଷ ǡ Ͳǡ ହ ǡ ǥ
ଵ ଵ ଵ ଵ
†Ǥ 1, -1, ǡ െ ଷǨ ǡ ସǨ ǡ െ ହǨ ǡ ǥ
ଶǨ
3. Tentukan fungsi pembangkit eksponensial dari
barisan berikut ini:
a. 3, 3, 3, 3, …
b. 3, 1, 3, 1, 3, 1, …
c. ͳǡʹǡ ʹଶ ǡ ʹଷ ǡ ʹସ ǡ ǥ
d. ͳǡ ͵ǡ ͸ǡ ͳͲǡ ͳͷǡ ǥ ǡ ൫௡ାଶ

൯ǡ ǥ
4. Tentukanlah barisan yang dibangkitkan oleh fungsi
pembangkit berikut ini:
a. ሺʹ െ ͵‫ݔ‬ሻଵ଴
b. ሺ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ሻଷ

c. ൅ ͵‫ ݔ‬ଶ ൅ͷ
ଵି௫
௫య
d. ሺଵି௫ሻఱ
5. Tentukanlah barisan yang dibangkitkan oleh fungsi
pembangkit eksponensial berikut ini:
a. ͵݁ ଶ௫
b. ݁ ଷ௫ െ ‫ ݔ‬ଶ െ ͳͳ‫ ݔ‬ହ

Page | 20

c. ଵି௫

d.
ଵି௫
൅ ʹ݁ ௫
6. Tentukanlah koefisien ‫ ݔ‬ଵ଻ dari ሺ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅
‫ ݔ‬ହ ሻସ
7. Tentukanlah koefisien ‫ ݔ‬ଵ଴ dari ሺ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅
‫ ڮ‬ሻଷ ሺ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬ହ ሻሺͳ െ ‫ ݔ‬ହ ሻଷ

Page | 21
BAB II
APLIKASI FUNGSI PEMBANGKIT

A. Deskripsi
Pada Bab ke dua ini khusus membahas tentang aplikasi
dari fungsi pembangkit baik fungsi pembangkit biasa
maupun fungsi pembangkit eksponensial. Adapun aplikasi
yang dibahas dalam Bab ini meliputi: fungsi pembangkit
untuk kombinasi, fungsi pembangkit untuk menentukan
solusi bulat dan fungsi pembangkit untuk permutasi.
Setiap sub pokok bahasan disajikan bagaimana
membangun fungsi pembangkit dari sebuah permasalahan.
Sehingga mahasiswa dengan mudah dapat mengkonstruksi
fungsi pembangkit dari permasalahan yang berbeda. Setiap
sub pokok bahasan juga diberikan contoh yang variatif dan
permsalahan yang disajikan sangat dekat dengan lingkungan
mahasiswa. Di akhir Bab ini juga diberikan soal-soal yang
dapat dijadikan bahan mahasiswa untuk belajar di rumah
maupun didiskusikan dengan teman kelompok.
B. Relevansi
Materi aplikasi fungsi pembangkit ini sangat diperlukan
bagi mahasiswa calon duru karena banyak permasalahan
yang diberikan akan mampu meningkatkan kompetensi
mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal kombinatorik di
tingkat sekolah.
C. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran mata kuliah yang termuat dalam
Bab ini meliputi:
1. Mahasiswa mampu menganalisis sebuah
permasalahan dan menentukan fungsi
pembangkitnya.

Page | 22
2. Mahasiswa mampu menggunakan konsep fungsi
pembangkit untuk menyelesaikan masalah
kombinasi.
3. Mahasiswa mampu menggunakan konsep fungsi
pembangkit untuk menyelesaikan masalah solusi
bulat dari persamaan linear.
4. Mahasiswa mampu menggunakan konsep fungsi
pembangkit untuk menyelesaikan masalah
permutasi.

D. Materi
2.1 Fungsi Pembangkit untuk Kombinasi
Misalkan kita akan mengambil 4 kelereng dari tiga
kelereng warna merah (m), hijau (h) dan kuning (k) secara
acak (random). syarat pengambilan kelereng tersebut adalah
kelereng merah terambil maksimal 2 (boleh tidak terambil),
kelereng hijau terambil maksimal 3 (boleh tidak terambil)
dan kelereng kuning terambil maksimal 1 (boleh tidak
terambil). Ada berapa cara untuk mengambilnya? Tentunya
ada lima cara yaitu m, m, h, k ; m, m, h, h ; m, h, h, h ; h, h,
h, k ; dan m, h, h, k.
Kita tinjau kembali syarat pengambilan dari kelereng
merah yaitu kemungkinannya adalah boleh tidak terambil,
atau terambil satu kali, atau terambil dua kali. Jika kita
mengindikasikan kelereng merah tidak terambil dengan
ሺ݉‫ݔ‬ሻ଴ dan kelereng merah terambil satu kali dengan ሺ݉‫ݔ‬ሻଵ
sedangkan kelereng merah terambil dua kali dengan ሺ݉‫ݔ‬ሻଶ ,
maka akan didapat suatu fungsi ሾሺ݉‫ݔ‬ሻ଴ ൅ሺ݉‫ݔ‬ሻଵ ൅ ሺ݉‫ݔ‬ሻଶ ሿ.
Untuk kelereng hijau tidak terambil juga diindikasikan
dengan ሺ݄‫ݔ‬ሻ଴ , terambil satu diindikasikan dengan ሺ݄‫ݔ‬ሻଵ ,
terambil dua diindikasikan dengan ሺ݄‫ݔ‬ሻଶ , dan terambil tiga
diindikasikan dengan ሺ݄‫ݔ‬ሻଷ , maka akan didapat suatu fungsi
ሾሺ݄‫ݔ‬ሻ଴ ൅ሺ݄‫ݔ‬ሻଵ ൅ ሺ݄‫ݔ‬ሻଶ ൅ሺ݄‫ݔ‬ሻଷ ሿ. Demikian juga untuk

Page | 23
kelereng kuning tidak terambil diindikasikan dengan ሺ݇‫ݔ‬ሻ଴
dan untuk terambil satu diindikasikan dengan ሺ݇‫ݔ‬ሻଵ , maka
akan didapat pula statu fungsi ሾሺ݇‫ݔ‬ሻ଴ ൅ ሺ݇‫ݔ‬ሻଵ ሿ.
Tiga fungsi yang didapat dikalika35n sehingga
diperoleh:
™ ሾሺ݉‫ݔ‬ሻ଴ ൅ሺ݉‫ݔ‬ሻଵ ൅ ሺ݉‫ݔ‬ሻଶ ሿሾሺ݄‫ݔ‬ሻ଴ ൅ሺ݄‫ݔ‬ሻଵ ൅
ሺ݄‫ݔ‬ሻଶ ൅ሺ݄‫ݔ‬ሻଷ ሿሾሺ݇‫ݔ‬ሻ଴ ൅ ሺ݇‫ݔ‬ሻଵ ሿ
™ ሾͳ ൅ ݉‫ ݔ‬൅ ݉‫ ݔ‬ଶ ሿሾͳ ൅ ݄‫ ݔ‬൅ ݄‫ ݔ‬ଶ ൅݄‫ ݔ‬ଷ ሿሾͳ ൅ ݇‫ݔ‬ሿ
™ ͳ ൅ ሺ݉ ൅ ݄ ൅ ݇ሻ‫ ݔ‬൅ ሺ݉ଶ ൅ ݄ଶ ൅ ݄݉ ൅ ݉݇ ൅ ݄݇ሻ‫ ݔ‬ଶ ൅
ሺ݄݉ଶ ൅ ݉ଶ ݄ ൅ ݉ଶ ݇ ൅ ݄݉݇ ൅ ݄ଶ ݇ ൅ ݄ଷ ሻ‫ ݔ‬ଷ ൅
൫࢓ࢎ૛ ࢑ ൅ ࢓ࢎ૜ ൅ ࢓૛ ࢎ૛ ൅ ࢎ૜ ࢑ ൅ ࢓૛ ࢎ࢑൯‫ ݔ‬ସ ൅
ሺ݉ଶ ݄ଶ ݇ ൅ ݉ଶ ݄ଷ ൅ ݄݉ଷ ݇ሻ‫ ݔ‬ହ ൅ ݉ଶ ݄ଷ ܿ‫଺ ݔ‬
Karena kita akan mengambil 4 kelereng secara acak
maka perhatikan koefisien dari x 4 , setiap suku dari
koefisien tersebut menunjukkan cara kita mengambil sesuai
dengan syarat yang diberikan. Hal ini sesuai dengan yang
telah kita daftar secara manual di atas. Sehingga banyaknya
suku dari setiap koefisien menunjukkan banyaknya cara kita
mengambil kelereng. Dalam sebuah masalah terkadang kita
hanya diminta untuk menentukan banyaknya cara tanpa
diminta mendaftar setiap kemungkinan atau cara, sehingga
kita dapat menggantikan nilai m, h dan k dengan 1 sehingga
setiap koefisien dapat menunjukkan banyaknya cara
mengambil kelereng tersebut. Dengan demikian fungsi
tersebut menjadi:
ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ͷ‫ ݔ‬ଶ ൅ ͸‫ ݔ‬ଷ ൅ ͷ‫ ݔ‬ସ ൅ ͵‫ ݔ‬ହ ൅ ‫଺ ݔ‬

ܽ‫ݑܽݐ‬
ଶ ሿሾͳ
ሾͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ݔ‬ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅‫ ݔ‬ଷ ሿሾͳ ൅ ‫ݔ‬ሿ

Fungsi tersebut dinamakan fungsi pembangkit dari


permasalahan di atas. Dengan demikian fungsi pembangkit

Page | 24
tidak tergantung dari banyaknya obyek yang diambil, akan
tetapi tergantung dari syaratnya. Beberapa contoh
permasalahan yang terkait dengan kombinasi adalah:

Contoh 1 :
Misalkan kita mempunyai permen warna merah, biru dan
putih. Ada berapa cara kita mengambil 20 baju dengan syarat
merah terambil ganjil, biru paling sedikit 14 dan putih paling
banyak 5.

Penyelesaian:
Syarat yang diberikan dalam permasalahan tersebut adalah:
‫ ܯ‬൒ ʹ݊Ǣ ݊ ൒ Ͳǡ ‫ ܤ‬൒ ͳͶǡ ܲ ൏ ͷ
Fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah:
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ڮ‬ሻሺ‫ ݔ‬ଵସ ൅ ‫ ݔ‬ଵହ ൅ ‫ ڮ‬ሻሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ڮ‬
൅ ‫ݔ‬ହሻ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ڮ‬ሻ‫ ݔ‬ଵସ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻሺͳ ൅ ‫ݔ‬

൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ݔ‬ହሻ
ଵସ
ͳ ଶ ሺͳ െ ‫ ଺ ݔ‬ሻ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ‫ ݔ‬ሺ ሻ
ͳ െ ‫ ݔ‬ሺͳ െ ‫ݔ‬ሻ
ͳ ଷ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ‫ ݔ‬ଵସ ሺͳ െ ‫ ଺ ݔ‬ሻሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬
ͳ ଷ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬ଵସ െ ‫ ݔ‬ଶ଴ ሻሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬

ଵସ ଶ଴ ͵൅݊െͳ ௡
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ݔ‬ െ‫ ݔ‬ሻ෍ቀ ቁ‫ݔ‬
݊
௡ୀ଴

݊൅ʹ ௡
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬ଵସ െ ‫ ݔ‬ଶ଴ ሻ ෍ ቀ ቁ‫ݔ‬
݊
௡ୀ଴
ஶ ஶ
݊ ൅ ʹ ௡ାଵସ ݊ ൅ ʹ ௡ାଶ଴
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ቀ ቁ‫ݔ‬ െ෍ቀ ቁ‫ݔ‬
݊ ݊
௡ୀ଴ ௡ୀ଴

Page | 25
ஶ ஶ
݊ െ ͳʹ ௡ ݊ െ ͳͺ ௡
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ቀ ቁ‫ ݔ‬െ ෍ ቀ ቁ‫ݔ‬
݊ െ ͳͶ ݊ െ ʹͲ
௡ୀଵସ ௡ୀଶ଴
Jadi banyaknya cara mengambil 20 permen dengan syarat
sesuai permasalahan adalah koefisien ‫ ݔ‬ଶ଴ dalam P(x), yaitu:
݊ െ ͳʹ ݊ െ ͳͺ
ܽ௡ ൌ ቀ ቁെቀ ቁ
݊ െ ͳͶ ݊ െ ʹͲ
ʹͲ െ ͳʹ ʹͲ െ ͳͺ
ܽଶ଴ ൌ ቀ ቁെቀ ቁ
ʹͲ െ ͳͶ ʹͲ െ ʹͲ
ͺ ʹ
ܽଶ଴ ൌ ቀ ቁ െ ቀ ቁ
͸ Ͳ
ܽଶ଴ ൌ ʹͺ െ ͳ ൌ ͹

Contoh 2 :
Tentukan banyaknya cara mengambil n huruf dari huruf-
huruf pembentuk kata G R E S I K, sedemikian hingga
setiap vokal terambil.

Penyelesaian:
Syarat yang diberikan dalam permasalahan tersebut
adalah:
G t 0, R t 0, S t 0, K t 0, E t 1, I t 1
Fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah:
P(x) = (1  x  x 2  x 3  ...)4 ( x  x 2  x 3  ...)2
4 2
§ 1 · 2§ 1 ·
= ¨ ¸ x ¨ ¸
©1 x ¹ ©1 x ¹
6
§ 1 ·
= x ¨
2
¸
©1 x ¹
f
§ 6  n  1· n
= x 2 ¦ ¨¨ ¸¸ x
n 0© n ¹

Page | 26
f
§3  n ·
= ¦ ¨¨ n  2 ¸¸ x n

n 2 © ¹
Jadi banyaknya cara mengambil n huruf adalah koefisien
­§ 3  n ·
°¨ ¸ ;n t 2
x dalam P(x), yaitu: ®¨© n  2 ¸¹
n

°0 ;n¢ 2
¯
Contoh 3 :
Ada berapa cara mengambil 50 huruf dari huruf-huruf
pembentuk kata M A T E M A T I K A sedemikian hingga
konsonan terpilih paling banyak 20?

Penyelesaian:
Huruf pembentuknya adalah M A T E I K dengan syarat Ͳ ൑
‫ܯ‬ǡ ܶǡ ‫ ܭ‬൑ ʹͲǢ ‫ܣ‬ǡ ‫ܧ‬ǡ ‫ ܫ‬൒ Ͳ
Fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah:

݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ଴ ሻଷ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻଷ


ଵି௫ మభ ଷ ଵ ଷ
=ሺ ଵି௫
ሻ ሺ ሻ
ଵି௫

= ሺͳ െ ‫ ݔ‬ሻ ሺ ሻ଺
ଶଵ ଷ
ଵି௫
଺ା௡ିଵ ௡
= ሺͳ െ ͵‫ݔ‬ ଶଵ
൅ ͵‫ݔ‬ସଶ
െ ‫଺ ݔ‬ଷ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
௡ାହ ௡ ௡ିଵ଺ ௡ ௡ିଷ଻ ௡
= σஶ ஶ ஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ ݔ‬െ ͵ σ௡ୀଶଵ൫௡ିଶଵ൯‫ ݔ‬൅ ͵ σ௡ୀସଶ൫௡ିସଶ൯‫ ݔ‬െ
௡ିହ଼ ௡
σஶ
௡ୀ଺ଷ൫௡ି଺ଷ൯‫ݔ‬

Jadi banyaknya cara mengambil 50 huruf adalah koefisien


dari ‫ ݔ‬ହ଴ ǡyaitu:

=൫௡ାହ

൯ െ ͵൫௡ିଵ଺
௡ିଶଵ
൯ ൅ ͵൫௡ିଷ଻
௡ିସଶ
൯ = ൫ହ଴ାହ
ହ଴
൯ െ ͵൫ହ଴ିଵ଺
ହ଴ିଶଵ
൯൅
͵൫ହ଴ିଷ଻
ହ଴ିସଶ
൯ = ൫ହହ
ହ଴
൯ െ ͵൫ଷସ
ଶଽ
൯ ൅ ͵൫ଵଷ

Page | 27
Contoh 4 :
Ada berapa cara membagi ݊ bola yang berbeda ke dalam 5
kotak yang berbeda dengan syarat tepat satu kotak
mendapatkan bola sebanyak genap.

Penyelesaian:
Banyaknya kotak dengan syarat yang diberikan dapat
digambarkan sebagai berikut ini:

‫ݔ‬ଵ ൒ Ͳ ‫ݔ‬ଶ ൒ Ͳ ‫ݔ‬ଷ ൒ Ͳ ‫ݔ‬ସ ൒ Ͳ ‫ݔ‬ହ ൒ ʹ݊Ǣ ݊ ൒ Ͳ

Fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah:


݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻସ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ڮ‬ሻ
ͳ ସͳ ͳ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ൬ ൰ ሾ൬ ൰൅൬ ൰ሿ
ͳെ‫ͳ ʹ ݔ‬െ‫ݔ‬ ͳ൅‫ݔ‬
ͳ ͳ ହ ͳ ସ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾ൬ ൰ ൅൬ ൰ ൬ ൰ሿ
ʹ ͳെ‫ݔ‬ ͳെ‫ݔ‬ ͳ൅‫ݔ‬
ଵ ହା௡ିଵ ௡ ସା௡ିଵ ௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾσஶ ஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ ݔ‬൅ σ௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ ݔ‬Ǥ σ௡ୀ଴ሺെ‫ݔ‬ሻ ]
ஶ ௡

ଵ ௡ାସ ௡ ௡ାଷ ௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾσஶ ஶ ஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ ݔ‬൅ σ௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ ݔ‬Ǥ σ௡ୀ଴ሺെͳሻ ‫] ݔ‬
௡ ௡

ଵ ஶ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ σ ሾ൫௡ାସ ൯ ൅ σஶ ௡ ௞ାଷ
௡ୀ଴ σ௞ୀ଴൫ ௞ ൯ Ǥ ሺെͳሻ
௡ି௞
]‫ ݔ‬௡
ଶ ௡ୀ଴ ௡

Jadi banyaknya cara membagi bola sesuai dengan


permasalahan tersebut adalah koefisien dari ‫ ݔ‬௡ ݀alam ݂ሺ‫ݔ‬ሻ,
yaitu:

ͳ ݊൅Ͷ ݇൅͵
ܽ௡ ൌ ሾ൬ ൰൅෍൬ ൰ ሺെͳሻ௡ି௞ ሿ
ʹ ݊ ݇
௞ୀ଴

Page | 28
Jika banyaknya bola ada 2, maka ݊ ൌ ʹ, sehingga banyak
cara yang mungkin untuk membaginya ke dalam 5 kotak
yang berbeda dengan syarat sesuai dengan permasalahan
adalah:


ͳ ʹ൅Ͷ ݇൅͵
ܽଶ ൌ ሾ൬ ൰൅෍൬ ൰ ሺെͳሻଶି௞ ሿ
ʹ ʹ ݇
௞ୀ଴
ͳ ͸ ͵ Ͷ ͷ
ܽଶ ൌ ሾ൬ ൰ ൅ ൬ ൰ ሺെͳሻଶ ൅ ൬ ൰ ሺെͳሻ ൅ ൬ ൰ ሺെͳሻ଴ ሿ
ʹ ʹ Ͳ ͳ ʹ
ͳ
ܽଶ ൌ ሺͳͷ ൅ ͳ െ Ͷ ൅ ͳͲሻ
ʹ
ͳ
ܽଶ ൌ ሺʹʹሻ ൌ ͳͳ
ʹ

Jika kita daftar secara manual, maka

Page | 29
2.2 Fungsi Pembangkit untuk Menentukan Solusi Bulat
Fungsi pembangkit juga dapat digunakan untuk
menentukan banyaknya semua solusi bulat dari persamaan
linear beberapa variabel dengan memberikan syarat yang
jelas dalam setiap variabelnya. Berikut ini disajikan
beberapa contoh dari permasalahan tersebut.
Dalam menyelesaikan masalah solusi bulat yang perlu
diperhatikan adalah banyaknya variabel dan syarat yang
diberikan dari setiap variabel. Selanjutnya dapat ditentukan
fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut dengan
memperhatikan banyaknya variabel dan syarat dari setiap
variabel. Setelah fungsi pembangkit ditentukan selanjutnya
adalah menyelesaikannya sehingga pada akhirnya dapat
ditentukan solusinya. Untuk menentukan solusinya dapat
dilihat dari koefisien deret yang dihasilkan. Misalnya untuk
menentukan solusi bulat dari ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ݊, maka
jawabannya adalah koefisien dari ‫ ݔ‬௡ . Berikut ini diberikan
contoh-contohnya.

Contoh 1 :
Tentukanlah banyaknya solusi bulat dari ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ݊
dengan ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬bilangan bulat ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬൒ ͲǤ

Penyelesaian:
Banyaknya variabel dalam persamaan tersebut adalah 3,
dengan syarat yang sama yaitu setiap variabel terisi minimal
0. Dengan demikian fungsi pembangkit dari permasalahan
tersebut adalah:
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻଷ
ͳ ଷ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬

Page | 30

͵൅݊െͳ ௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ൬ ൰‫ݔ‬
݊
௡ୀ଴


݊൅ʹ ௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ൬ ൰‫ݔ‬
݊
௡ୀ଴
Jadi banyaknya solusi bulat dari ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ݊ dengan
‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬bilangan bulat ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬൒ Ͳ adalah koefisien ‫ ݔ‬௡ dalam
݂ሺ‫ݔ‬ሻǡ yaitu ൫௡ାଶ

൯Ǣ ݊ ൒ ͲǤ
Dengan demikian untuk suatu bilangan cacah n, banyaknya
solusi bulat dari persamaan ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ݔ‬௞ ൌ ݊Ǣ‫ݔ‬௜ ൒
Ͳǡ ‫ א ݅׊‬ሼͳǡʹǡ ǥ ǡ ݇ሽ݈݄ܽ݀ܽܽ൫௡ା௞ିଵ

൯Ǥ

Contoh 2 :
Tentukanlah banyaknya solusi bulat dari ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ݊
dengan ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬bilangan bulat ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬൒ ͵Ǥ

Penyelesaian:
Banyaknya variabel dalam persamaan tersebut adalah 3,
dengan syarat yang sama yaitu setiap variabel terisi minimal
3. Dengan demikian fungsi pembangkit dari permasalahan
tersebut adalah:
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ڮ‬ሻଷ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ‫ ݔ‬ଽ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻଷ
ͳ ଷ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ‫ ݔ‬ଽ ሺ ሻ
ͳെ‫ݔ‬


͵൅݊െͳ ௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ‫ ݔ‬෍ ൬ ൰‫ݔ‬
݊
௡ୀ଴


͵ ൅ ݊ െ ͳ ௡ାଽ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ൬ ൰‫ݔ‬
݊
௡ୀ଴

Page | 31

݊െ͹ ௡
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ൬ ൰‫ݔ‬
݊െͻ
௡ୀଽ

Jadi banyaknya solusi bulat dari ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ݊ dengan


‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬bilangan bulat ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬൒ ͵ adalah koefisien ‫ ݔ‬௡ dalam
݂ሺ‫ݔ‬ሻǡ yaitu ൫௡ି଻
௡ିଽ
൯Ǣ ݊ ൒ ͻǤ

Contoh 2 :
Tentukanlah banyaknya pasangan ሺ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ݖ‬ሻ sehingga ‫ ݔ‬൅
‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ͻ dengan ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬bilangan bulat ͳ ൑ ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬൑ ͹Ǥ

Penyelesaian:
Banyaknya variabel dalam persamaan tersebut adalah 4,
dengan syarat yang sama yaitu setiap variable terisi
minimal 1 dan maksimal 7. Dengan demikian fungsi
pembangkit dari permasalahan tersebut adalah:
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ଻ ݔ‬ሻଷ
= ሺ‫ݔ‬ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ଺ ݔ‬ሻሻଷ
ଵି௫ ళ
= ‫ ݔ‬ଷ ሺ ଵି௫ ሻଷ
ଵ ଷ
= ‫ ݔ‬ଷ ሺͳ െ ‫ ଻ ݔ‬ሻଷ ሺ ሻ
ଵି௫
ଷା௡ିଵ ௡
= ‫ ݔ‬ଷ ሺͳ െ ͵‫ ଻ ݔ‬൅ ͵‫ݔ‬ ଵସ
െ ‫ ݔ‬ଶଵ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
ଷା௡ିଵ ௡
= ሺ‫ ݔ‬ଷ െ ͵‫ ݔ‬ଵ଴ ൅ ͵‫ ݔ‬ଵ଻ െ ‫ ݔ‬ଶସ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
௡ିଵ ௡ ௡ି଼
= σஶ ஶ ௡
௡ୀଷ൫௡ିଷ൯‫ ݔ‬െ ͵ σ௡ୀଵ଴൫௡ିଵ଴൯‫ ݔ‬൅
௡ିଵହ ௡ ௡ିଶଶ ௡
͵ σஶ ஶ
௡ୀଵ଻൫௡ିଵ଻൯‫ ݔ‬െ σ௡ୀଶସ൫௡ିଶସ൯‫ݔ‬

Jadi banyaknya pasangan ሺ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ݖ‬ሻ sehingga ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅


‫ ݖ‬ൌ ͻ dengan ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬bilangan bulat ͳ ൑ ‫ݔ‬ǡ ‫ݕ‬ǡ ‫ ݖ‬൑
͹adalah koefisien ‫ ݔ‬ଽ dalam f(x), yaitu:
൫௡ିଵ
௡ିଷ
൯=൫ଽିଵ
ଽିଷ
൯ ൌ ൫଼଺൯ ൌ ʹͺ

Page | 32
Contoh 3 :
Tentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan linear
berikut:
a. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ͳͷǢ ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑ ͷ
b. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൌ ͳͲǢ ‫ݔ‬௜ ݆݈݃ܽ݊݅ǡ ͳ ൑ ݅ ൑ ͵
c. ‫ ݔ‬൅ ‫ ݕ‬൅ ‫ ݖ‬ൌ ͷͲǢ ‫ ݔ‬൒ Ͳǡ ͳͲ ൑ ‫ ݕ‬൑ ʹͷǡ Ͳ ൑ ‫ ݖ‬൑ ͳͷ.

Penyelesaian:
a. Banyaknya variabel dalam persamaan tersebut
adalah 4, dengan syarat yang sama yaitu terisi
minimal 1 dan maksinal terisi 5. Dengan demikian
fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut
adalah:
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ൅ ‫ ݔ‬ହ ሻସ
= ሺ‫ݔ‬ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ ሻሻସ
ଵି௫ ఱ ସ
= ‫ݔ‬ସሺ ሻ
ଵି௫

= ‫ ݔ‬ሺͳ െ ‫ ݔ‬ሻ ሺଵି௫ሻସ
ସ ହ ସ

ସା௡ିଵ ௡
= ‫ ݔ‬ସ ሺͳ െ Ͷ‫ ݔ‬ହ ൅ ͸‫ ݔ‬ଵ଴ െ Ͷ‫ ݔ‬ଵହ ൅ ‫ ݔ‬ଶ଴ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
ସା௡ିଵ ௡
= ሺ‫ ݔ‬ସ െ Ͷ‫ ݔ‬ଽ ൅ ͸‫ ݔ‬ଵସ െ Ͷ‫ ݔ‬ଵଽ ൅ ‫ ݔ‬ଶସ ሻ σஶ
௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
௡ିଵ ௡ ௡ି଺ ௡
=σஶ ஶ
௡ୀସ൫௡ିସ൯‫ ݔ‬െ Ͷ σ௡ୀଽ൫௡ିଽ൯‫ ݔ‬൅
௡ିଵଵ ௡ ௡ିଵ଺ ௡
͸ σஶ ஶ
௡ୀଵସ൫௡ିଵସ൯‫ ݔ‬െ Ͷ σ௡ୀଵଽ൫௡ିଵଽ൯‫ ݔ‬൅
௡ିଶଵ ௡
σஶ
௡ୀଶସ൫௡ିଶସ൯‫ݔ‬
Jadi banyaknya solusi bulat yang dimaksud adalah
koefisien ‫ ݔ‬ଵହ dalam f(x), yaitu:
=൫௡ିଵ
௡ିସ
൯ െ Ͷ൫௡ି଺
௡ିଽ
൯ ൅ ͸൫௡ିଵଵ
௡ିଵସ
൯ ൌ ൫ଵହିଵ
ଵହିସ
൯ െ Ͷ൫ଵହି଺
ଵହିଽ
൯൅
͸൫ଵହିଵଵ
ଵହିଵସ
൯=൫ଵସ
ଵଵ
൯ െ Ͷ൫଺ଽ൯ ൅ ͸൫ସଵ൯
= 364-336+24=52.

b. Fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut


adalah:

Page | 33
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ହ ൅ ‫ ڮ‬ሻଷ
ͳ ͳ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾ ൬ ൅ ൰ሿଷ
ʹ ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬
ͳ ͳ ͳ ଷ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ൬ ൅ ൰
ͺ ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬
ͳ ͳ ଷ ͳ ଶ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾ൬ ൰ ൅ ͵൬ ൰ ൬ ൰
ͺ ͳെ‫ݔ‬ ͳെ‫ݔ‬ ͳ൅‫ݔ‬
ͳ ͳ ଶ ͳ ଷ
൅ ͵൬ ൰൬ ൰ ൅൬ ൰ ሿ
ͳെ‫ͳ ݔ‬൅‫ݔ‬ ͳ൅‫ݔ‬

ͳ ݊൅ʹ ଶ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾ෍ ቀ ቁ‫ݔ‬
ͺ ݊
௡ୀ଴
ஶ ஶ
݊൅ͳ ௡
൅ ͵ ෍ሺ ሻ‫ ݔ‬෍ሺെ‫ݔ‬ሻ௡
݊
௡ୀ଴ ௡ୀ଴
ஶ ஶ
݊൅ͳ
൅ ͵ ෍ ‫ ݔ‬௡ ෍ሺ ሻሺെ‫ݔ‬ሻ௡
݊
௡ୀ଴ ௡ୀ଴

݊൅ʹ
൅ ෍ሺ ሻሺെ‫ݔ‬ሻ௡ ሿ
݊
௡ୀ଴

ͳ ݊൅ʹ ଶ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾ෍ ቀ ቁ‫ݔ‬
ͺ ݊
௡ୀ଴
ஶ ௡
݇ ൅ ͳ ሺെͳሻ௡ି௞ ௡
൅ ͵ ෍ ෍ሺ ሻ ‫ݔ‬
݇
௡ୀ଴ ௞ୀ଴
ஶ ௡
݊െ݇൅ͳ
൅ ͵ ෍ ෍ሺ ሻሺെͳሻ௡ି௞ ‫ ݔ‬௡
݊െ݇
௡ୀ଴ ௞ୀ଴

݊൅ʹ
൅ ෍ሺ ሻሺെ‫ݔ‬ሻ௡ ሿ
݊
௡ୀ଴

Page | 34
ஶ ௡
ͳ ݊൅ʹ ݇ ൅ ͳ ሺെͳሻ௡ି௞
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሾ෍ሼቀ ቁ൅͵෍ቀ ቁ
ͺ ݊ ݇
௡ୀ଴ ௞ୀ଴

݊ െ ݇ ൅ ͳ ሺെͳሻ௡ି௞
൅͵෍ቀ ቁ
݊െ݇
௞ୀ଴
݊ ൅ ʹ ሺെͳሻ௡ ௡
൅ቀ ቁ ሽ‫ ݔ‬ሿ
݊

Jadi banyaknya solusi bulat yang dimaksud adalah


koefisien ‫ ݔ‬ଵ଴ dalam f(x), yaitu:

ͳ ݊൅ʹ ݇ ൅ ͳ ሺെͳሻ௡ି௞
ܽ௡ ൌ ሾቀ ቁ൅͵෍ቀ ቁ
ͺ ݊ ݇
௞ୀ଴

݊ െ ݇ ൅ ͳ ሺെͳሻ௡ି௞
൅͵෍ቀ ቁ
݊െ݇
௞ୀ଴
݊൅ʹ
൅ቀ ቁ ሺെͳሻ௡ ሿ
݊
ଵ଴
ͳ ͳʹ ݇ ൅ ͳ ሺെͳሻଵ଴ି௞
ܽଵ଴ ൌ ሾቀ ቁ ൅ ͵ ෍ ቀ ቁ
ͺ ͳͲ ݇
௞ୀ଴
ଵ଴
ͳͳ െ ݇ ሺെͳሻଵ଴ି௞
൅͵෍ቀ ቁ
ͳͲ െ ݇
௞ୀ଴
ͳʹ
൅ ቀ ቁ ሺെͳሻଵ଴ ሿ
ͳͲ

c. Banyaknya variabel dalam persamaan tersebut


adalah 4, dengan syarat yang berbeda yaitu variable
pertama terisi minimal 0, variable ke dua terisi
minimal 10 dan maksinal 50, dan variable ke tiga
terisi minimal 0 dan maksimal 15. Dengan demikian
fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut
adalah:

Page | 35
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬ሻሺ‫ ݔ‬ଵ଴ ൅ ‫ ݔ‬ଵଵ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬ଶହ ሻሺͳ
൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬ଵହ ሻ

=ሺ ሻ‫ ݔ‬ଵ଴ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬ଵହ ሻሺሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ ݔ‬ଵହ ሻ
ଵି௫
ଵ ଵି௫ భల
= ሺଵି௫ሻ‫ ݔ‬ଵ଴ ሺ ଵି௫ ሻଶ

= ‫ ݔ‬ଵ଴ ሺͳ െ ‫ ݔ‬ଵ଺ ሻଶ ሺ ሻଷ
ଵି௫

= ‫ ݔ‬ଵ଴ ሺͳ െ ʹ‫ ݔ‬ଵ଺ ൅ ‫ ݔ‬ଷଶ ሻሺ ሻଷ
ଵି௫
ଷା௡ିଵ ௡
= ሺ‫ ݔ‬ଵ଴ െ ʹ‫ ݔ‬ଶ଺ ൅ ‫ ݔ‬ସଶ ሻ σஶ ௡ୀ଴൫ ௡ ൯‫ݔ‬
௡ି଼ ௡ିଶସ ௡
= σஶ ௡ ஶ
௡ୀଵ଴൫௡ିଵ଴൯‫ ݔ‬െ ʹ σ௡ୀଶ଺൫௡ିଶ଺൯‫ݔ‬ ൅
௡ିସ଴ ௡
σஶ௡ୀସଶ൫௡ିସଶ൯‫ݔ‬

Jadi banyaknya solusi bulat yang dimaksud adalah


koefisien ‫ ݔ‬ହ଴ dalam f(x), yaitu:
௡ି଼
൫௡ିଵ଴ ൯ െ ʹ൫௡ିଶସ
௡ିଶ଺
൯ ൅ ൫௡ିସ଴
௡ିସଶ
ହ଴ି଼
൯ ൌ ൫ହ଴ିଵ଴ ൯ െ ʹ൫ହ଴ିଶସ
ହ଴ିଶ଺
൯൅
൫ହ଴ିସ଴
ହ଴ିସଶ
൯=൫ସଶ
ସ଴
൯ െ ʹ൫ଶ଺
ଶସ
൯ ൅ ൫ଵ଴


= 861 – 650 + 45 = 256.

2.3 Fungsi Pembangkit Untuk Permutasi


Akan dibentuk barisan biner 4 angka dengan syarat
angka 0 termuat maksimal 3 dan angka 1 termuat maksimal
1. Barisan biner adalah barisan yang terdiri dari angka 0 atau
1. Berapa banyaknya semua barisan biner yang dapat
dibentuk? Barisan biner yang dapat dibentuk adalah
ସǨ
Ͳǡ Ͳǡ Ͳǡ ͳ= = 4. Adapun barisan biner tersebut adalah 0,
ଷǨଵǨ
0, 0, 1; 0, 0, 1, 0; 0, 1, 0, 0; 1, 0, 0, 0.
Jika barisan biner yang akan dibentuk panjangnya 3
maka banyaknya semua barisan biner yang dapat dibentuk
adalah sebanyak 6 yang didapat dari:
ଷǨ
Ͳǡ Ͳǡ ͳ = ଶǨଵǨ = 3

Page | 36
ଷǨ
Ͳǡ Ͳǡ Ͳ= ଷǨ = 1
Adapun barisan biner yang dimaksud adalah 0, 0, 1; 0, 1, 0;
1, 0, 0; 0, 0, 0 .
Secara umum untuk menyelesaikan permasalahan ini
menggunakan fungsi pembangkit eksponensial.

݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ܽ௡ ‫ ݔ‬௡
௡ୀ଴
Karena syaratnya 0 muncul maksimal 3 kali dan 1 muncul
maksimal 1 kali, maka fungsi pembangkit eksponensial dari
௫మ ௫య
0 dan 1 adalah ቀͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ൅ ቁ dan ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ.
ଶǨ ଷǨ
௫మ ௫య
Sehingga ݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ  ቀͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ൅ ቁ ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ
ଶǨ ଷǨ
ଵ ଶ ଵ ଵ ଵ
= ቀͳ ൅ ʹ‫ ݔ‬൅ ሺͳ ൅ ሻ‫ ݔ‬൅ ቀ ൅ ቁ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସቁ
ଶǨ ଶǨ ଷǨ ଷǨ
ଷ ଶ ଶ ଷ ଵ ସ
= ቀͳ ൅ ʹ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ቁ
ଶ ଷ ଷǨ
௫మ ௫య ௫ర
= ቀͳ ൅ ʹ‫ ݔ‬൅ ͵ ൅Ͷ ൅Ͷ ቁ
ଶǨ ଷǨ ସǨ
Dapat dilihat pada koefisien menunjukkan banyaknya
barisan biner yang dapat dibentuk. Banyaknya barisan biner
dengan panjang 1 maka dapat dilihat dari koefisien ‫ ݔ‬yaitu
sebanyak 2. Banyaknya barisan biner dengan panjang 2
௫మ
maka dapat dilihat dari koefisien yaitu sebanyak 3.
ଶǨ
Banyaknya barisan biner dengan panjang 3 maka dapat
௫య
dilihat dari koefisien yaitu sebanyak 4. Banyaknya barisan
ଷǨ
௫ర
biner dengan panjang 4 maka dapat dilihat dari koefisien ସǨ
yaitu sebanyak 4.

Contoh 1 :
Ada tiga huruf yaitu a, b, dan c akan dibentuk menjadi kata
sandi dengan syarat huruf a terambil maksimal 2, huruf b

Page | 37
dan c terambil maksimal 1. Ada berapa cara untuk membuat
kata sandi dengan panjang 4?
Penyelesaian:
Akan didaftar banyaknya cara yang mungkin dibentuk, yaitu:

a, a, b, c a, b, c, a b, c, a, a
a, a, c, b a, c, b, a c, b, a, a
a, b, a, c b, a, c, a b, a, a, c
a, c, a, b c, a, b, a c, a, a, b

Tentukan tiga fungsi yang mewakili setiap huruf dengan


syarat yang ditentukan. Karena syaratnya a muncul
maksimal 2 kali dan b maupun c muncul maksimal 1 kali,
maka fungsi pembangkit eksponensial dari a, b dan c adalah:
‫ݔ‬ଶ
ቆͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ቇ ǡ ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ݀ܽ݊ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ
ʹǨ
Sehingga 
‫ݔ‬ଶ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ቆͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ቇ ሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻ
ʹǨ
‫ݔ‬ଶ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ቆͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ቇ ሺͳ ൅ ʹ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ሻ
ʹǨ
ͳ ଶ ʹ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ൬͵ ൅ ൰ ‫ ݔ‬൅ ൬ͳ ൅ ൰ ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ
ʹǨ ʹǨ ʹǨ
͹ ଶ ͳ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬൅ ʹ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ ݔ‬ସ
ʹ ʹ
‫ݔ‬ଶ ‫ݔ‬ଷ ‫ݔ‬ସ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ͹ ൅ ͳʹ ൅ ͳʹ
ʹǨ ͵Ǩ ͶǨ

Dapat dilihat pada koefisien menunjukkan banyaknya kata


sandi yang dapat dibentuk. Banyaknya kata sandi dengan
panjang 1 maka dapat dilihat dari koefisien ‫ ݔ‬yaitu sebanyak
3. Banyaknya kata sandi dengan panjang 2 maka dapat

Page | 38
௫మ
dilihat dari koefisien yaitu sebanyak 7. Banyaknya kata
ଶǨ
௫య
sandi dengan panjang 3 maka dapat dilihat dari koefisien ଷǨ
yaitu sebanyak 12. Banyaknya kata sandi dengan panjang 4
௫ర
maka dapat dilihat dari koefisien ସǨ
yaitu sebanyak 12. Hal
ini sesuai dengan yang telah didaftar di atas.

Contoh 2 :
Ada berapa banyak kata sandi dengan panjang 4, yang dapat
dibentuk dari huruf-huruf pembentuk kata UMG, dengan
syarat huruf konsonan terambil maksimal 1 dan vokal
maksimal 2?

Penyelesaian:
Syarat: Ͳ ൑ ܷ ൑ ʹǡ Ͳ ൑ ‫ܯ‬ǡ ‫ ܩ‬൑ ͳ
Fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah:
‫ݔ‬ଶ
݂ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ሻሺͳ ൅ ‫ݔ‬ሻଶ
ʹǨ
௫మ
= ሺͳ ൅ ‫ ݔ‬൅ ሻሺͳ ൅ ʹ‫ ݔ‬൅ ‫ ݔ‬ଶ ሻ
ଶǨ
ଵ ଵ ସ
= ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ሺͳ ൅ ൅ ʹሻ‫ ݔ‬ଶ ൅ ሺͳ ൅ ͳሻ‫ ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬
ଶǨ ଶǨ
଻ ௫మ ௫య ଵ ௫ర
= ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ଶ
Ǥ ʹǨ
ଶǨ
 ൅ ʹǤ͵Ǩ
ଷǨ
൅ ଶǨ
ͶǨ
ସǨ
௫మ ௫య ௫ర
= ͳ ൅ ͵‫ ݔ‬൅ ͹ ଶǨ  ൅ ͳʹ ଷǨ ൅ ͳʹ ସǨ
Jadi banyaknya kata sandi dengan panjang 4 yang dibentuk
௫ర
dari huruf U M G adalah koefisien ସǨ
, yaitu 12.
Adapun 12 kata sandi tersebut adalah:
U U M G, U U G M, U M U G, U M G U, U G U M, U G M
U, M U U G, M U G U, M G U U, G U U M, G U M U, G
MUU

Page | 39
Contoh 3 :
Tentukan banyaknya barisan biner n angka yang memuat
angka nol sebanyak ganjil dan angka 1 sebanyak genap?
Barisan biner adalah barisan yang terdiri dari angka nol atau
satu, karena urutan nfungsi yang cocok untuk permasalahan
ini adalah FPE
§ x x3 x5 ·§ x2 x4 ·
f(x) = ¨¨    ....¸¸¨¨1    ....¸¸
© 1! 3! 5! ¹© 2! 4! ¹
§ " x  "  x ·§ " x  "  x ·
= ¨¨ ¸¸¨¨ ¸¸
© 2 ¹© 2 ¹

= " 2 x  "  2 x
1
4
1§ xn n x ·
n
= ¨¨ ¦ 2 n  ¦  2 ¸
4©n 0 n! n 0 n! ¸¹
Jadi banyaknya barisan biner n angka yang
xn
dimaksud adalah koefesien dalam f(x) =
n!
1 n
4

2   2
n

0 ; n genap
=
2 n 1 ; n ganjil

Contoh 4 :
Misalkan S = himpunan semua barisan terner n angka jika
sebuah barisan dipilih secara acak atau random dari S.

Page | 40
Berapa probabilitas terambilnya barisan yang memuat angka
nol dan memuat angka satu sebanyak ganjil.
Misalkan A = Himpunan barisan terner n angka yang
memuat nol dan satu sebanyak ganjil.
n A
f(A) =
A n S

Fungsi pembangkit untuk mencari n(s) adalah


3
§ x x2 x3 ·
f(x) = ¨¨1     ........¸¸
© 1! 2! 3! ¹
~ e3 x
xn
= ¦ 3n
n 0 n!
xn
yaitu 3 ; n t 0
n
n(s) adalah koefesien dari
n!
Fungsi pembangkit untuk mencari n(A)
P(x) =
§ x2 x3 ·§ x3 x5 x7 ·§ x2 ·
¨¨ x    ....¸¸¨¨ x     ....¸¸¨¨1  x   ....¸¸
© 2! 3! ¹© 3! 5! 7! ¹© 2! ¹

§ " x  "x · x

= "  1 ¨¨x
¸¸"
© 2 ¹

= " 3 x  " x  " 2 x  1


1
2
1 § ~ n xn ~
xn ~
xn ·
= ¨¨ ¦ 3 ¦  ¦ 2n  1¸¸
2©n 0 n! n 0 n! n 0 n! ¹

Page | 41
=
1 § 0 x0 ~
xn x0 ~
xn x0 ~
xn x0 ·
¨¨ 3  ¦ 3n  ¦  20  ¦ 2n  1 ¸¸
2 © 0! n 1 n! 0! n 1 n! 0! n 1 n! 0! ¹

2

1 0
3  1  20  1 0 ; n=0

Jadi n(A) =

2

1 n
3 1  2n ; n ≥1

0
0 ; n=0
3n
f(A) =

2

1 n
3 1  2n ; n ≥1

Contoh 5 :
Tentukan banyak cara menempatkan n obyek kedalam k
kotak
tidak ada kotak yang kosong :
a. Obyek berbeda dan kotak berbeda FPE
1
b. Obyek berbeda dan kotak identif FPE x
k!
Penyelesaian :
a. Karena obyek berbeda dan kotak berbeda FPE
dapat digunakan untuk menyelesaikan masala ini
fungsi pembangkitnya:

¦ a
k
a  b k k
n
n
b k n
n 0

Binomial
k
§ x x2 x3 ·
f(x) = ¨¨    ....¸¸
© 1! 2! 3! ¹

Page | 42

= " 1
x

k

Menggunakan teori binomial



= 1  "
x k

¦  1 "
k
k t x ( k t )
= k
t 0

¦  1 "
k
t k k t x
= k
t 0

¦  1 kk ¦ (k  t ) n
k
t
~
xn
=
t 0 n 0 n!

¦ ¦  1 kk (k  t ) n
~
t
k
xn
=
n 0 t 0 n!
xn
Banyak cara yang dimaksud adalah koefisien
n!
dalam f(x)

¦  1 (k  t )
k
;n≥0
t k n
k
t 0

dan n ≥ k
Yaitu
0 ;n<k

b. Karena kotak identik maka banyaknya cara yang


dimaksud adalah
­1 k t §k ·
° ¦  1 ¨¨ ¸¸ k  t ; n t 0 dan n t k
n
S k , n ® k! t 0 ©t ¹
° ;n  k
¯ 0

Page | 43
S (k,n) dikenal sebagai bilangan stirling kedua
Misal: s (2,3)
1
Banyak cara : 6 3
2!
k1 k2
01 0 2 03
02 010 3 3
03 010 2
-------------- sama karena
kontak identik
010 2 03

c. Menggunakan FPB
p x x  x  x  ......
2 3 k

x 1  x  x  x  ......
k 2 3 k

k
§ 1 ·
x ¨
k
¸
©1 x ¹
f
§ k  n  1· n  k
¦ ¨¨
n 0© n ¸¹
¸x

f
§ n 1·
¦ ¨¨ n  k ¸¸x n

n k © ¹
Banyaknya cara yang dimaksud adalah koefesien x n
dalam p(x)
§ n 1·
¨¨ ¸¸ ;n t k
©n  k ¹
Yaitu =
0 ;n < k

Page | 44
Misal n=3, k=2
§ 2·
Banyak cara = ¨¨ ¸¸ 2
© ¹
1
k1 k2
010 2 03 =
2
01 0 2 03
02 010 3 sama
karena obyek identik

2.4 Tes Formatif


Berikut ini merupakan tes formatif yang
dapat mengukur ketercapaian capaian pembelajaran.
1. Berapa cara mengambil n huruf dari huruf-huruf
pembentuk kata INDONESIA dengan syarat huruf
vokal harus terambil?
2. Ada berapa cara mendistribusikan r kelereng yang
identik kepada 20 anak jika setiap anak paling
sedikit menerima 1 kelereng tetapi tidak lebih dari 4
kelereng.
3. Tentukanlah banyaknya solusi bulat dari persamaan
linear berikt ini:
a. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൌ ʹͲǢ‫ݔ‬௜ ൒ ʹ݅
b. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ͳͷǢ‫ݔ‬ଵ ݃݁݊ܽ‫݌‬
c. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲǢ‫ݔ‬௜ ൒ Ͳǡ ͳ ൑ ݅ ൑
Ͷǡ ‫ݔ‬ଷ ݀ܽ݊‫ݔ‬ସ ݆݈݃ܽ݊݅
4. Ada berapa cara membuat nomor telephon dengan
panjang 10 digit dari angka 0, 1, 3, 7 dengan syarat 0
muncul minimal 3 kali.

Page | 45
5. Sebuah lambang bilangan terdiri tiga angka disusun
dari enam buah lambang bilangan 2, 3, 5, 6, 7, dan
9.
a. Ada berapa buah bilangan yang dapat dibentuk?
b. Ada berapa buah bilangan genap yang dapat
dibentuk?
c. Ada berapa buah bilangan kelipatan 5 yang dapat
dibentuk?
d. Ada berapa buah bilangan yang lebih kecil dari
400 yang dapat dibentuk?
6. Berapa banyaknya barisan biner dengan syarat:
a. Jika 1 muncul sebanyak genap.
b. Jika 1 muncul sebanyak genap dan 2 muncul
sebanyak ganjil.
c. Jika 0 dan 1 muncul sebanyak ganjil.

Page | 46
BAB III
RELASI REKURSIF
A. Deskrpsi
Materi pada topik ini mencakup pembahasan yang luas
dan mendalam tentang relasi rekursif (recurrence relation).
Terdapat 6 topik yang dibahas dalam bagian ini, yaitu
definisi dan contoh relasi rekursif, relasi rekursif linear
derajat ݇, relasi rekursif linear dengan koefisien konstanta
derajat ݇, Menyelesaikan relasi rekursif dengan metode akar
karakteristik, relasi rekursif linear non homogen dengan
koefisien konstanta dan menyelesaikan relasi rekursif
dengan fungsi pembangkit.
Setiap sub pokok bahasan diberikan definisi dan contoh,
selanjutnya contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-
hari yang dapat ditentukan bentuk relasi rekursifnya.
Selanjutnya diberikan beberapa metode untuk
menyelesaikannya. Di akhir Bab juga disajikan soal sebagai
latihan dan dapat digunakan pula untuk mengukur
ketercapaian capaian pembelajaran. Dalam menyelesaikan
soal-soal, mahasiswa dapat kembali menggunakan konsep
fungsi pembangkit di Bab I. dengan demikian mahasiswa
harus mengingat kembali fungsi-fungsi dasar yang ada di
Bab I.
B. Relevansi
Meskipun materi ini tidak dibahas di matematika
sekolah, namun mahasiswa calon guru tetap harus mampu
memahami dengan baik karena menjadi dasar dalam meteri
matematika sekolah meskipun di matematika sekolah
diberikan cara penyelesaian yang sangat berbeda.
Mahasiswa calon guru akan mampu menganalisis bentuk
permsalahan matematika dengan baik dan akan dapat
menentukan bentuk model matematika sehingga akan sangat
membantu mahasiswa dalam menyelesaikan sebuah
permasalahan matematika.

Page | 47
C. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran mata kuliah yang termuat dalam
Bab ini adalah:
1. Mahasiswa mampu menganalisis bentuk atau jenis
dari relasi rekursif.
2. Mahasiswa mampu menganalisis bentuk relasi
rekursif dari sebuah permasalahan disertai dengan
alasan yang logis.
3. Mahasiswa mampu menyelesaikan relasi rekursif
dengan menggunakan metode akar karakteristik.
4. Mahasiswa mampu menyelesaikan relasi rekursif
dengan fungsi pembangkit.

D. Materi
3.1 Definisi dan Contoh Relasi Rekursif
Relasi rekursif dari sebuah barisan (ܽ௡ ሻ merupakan
sebuah formula rekursif yang menyatakan ܽ௡ ke dalam satu
atau lebih suku-suku sebelumnya dari barisan tersebut, untuk
suatu bilangan bulat nonnegatif ݊. Banyak permasalahan
yang dapat dibuat formula dalam bentuk relasi rekursif,
sehingga akan mempermudah permasalahan tersebut untuk
diselesaikan.
Dalam sebuah relasi rekursif untuk menentukan sebuah
suku, maka akan ditentukan terlebih dahulu semua suku
sebelumnya. Namun, kita tidak perlu melakukan hal tersebut
jika relasi rekursif tersebut sudah dicari solusinya. Pada
bagian ini selain dibahas bentuk-bentuk relasi rekursif juga
dibahas beberapa metode yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan sebuah relasi rekursif.
Pada awal bagian ini akan diberikan beberapa
permasalahan yang dapat dibuat model matematikanya
dalam bentuk relasi rekursif. Berikut ini merupakan contoh-
contoh permsalahan tersebut.

Page | 48
Contoh 1 :

Pada barisan fibonacci (ܽ௡ ሻ ൌ ሺͳǡ ͳǡ ʹǡ ͵ǡ ͷǡ ͺǡ ͳ͵ǡ ǥ ሻ,


dapat ditulis relasi rekursifnya adalah ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ͳ,
ܽ௡ =ܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ሺ݊ ൒ ʹሻǤ Dalam relasi rekursif tersebut
terdapat dua bagian yaitu ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ͳ yang dinamakan
dengan syarat awal (boundary conditions) karena sudah
diberikan, sedangkan ܽ௡ =ܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ሺ݊ ൒ ʹሻ disebut
bagian rekursif (a rule or recurrence part).
Contoh 2 :
Relasi rekursif dari banyaknya daerah yang terbagi oleh
݊ garis lurus dengan syarat setiap pasang garis berpotongan
dan tidak ada tiga garis yang berpotongan pada satu titik.
Misalnya ܽ௡ banyaknya daerah yang dimaksud. Ilustrasi dari
permasalahan tersebut adalah:

1 2

ܽ଴ ൌ ͳ ܽଵ ൌ ʹ

6
4 3 4 3

1 2 1 7
2

ܽଶ ൌ Ͷ ܽଷ ൌ ͹

Page | 49
Jika tidak ada garis lurus maka ada 1 daerah, sehingga
ܽ଴ ൌ ͳ. Selanjutnya untuk ݊ ൒ ͳ, garis ke ݊ akan
berpotongan dengan setiap ݊-1 garis sebelumnya pada titik
yang berbeda. Dengan demikian garis ke n akan terbagi
menjadi ݊segmen garis. Setiap segmen garis akan membagi
daerah yang sebelumnya menjadi 2 bagian, sehingga akan
terbentuk ݊ daerah baru. Dengan demikian bagian rekursif
dari permasalahan tersebut adalah ܽ௡ ൌ ܽ௡ିଵ ൅ ݊Ǥ
Contohnya untuk ݊ ൌ 2 ke ݊ = 3, garis ke 3 akan
berpotongan dengan 2 garis sebelumnya di titik ‫ ݔ‬dan ‫ݕ‬
sehingga garis ke 3 akan terbagi menjadi 3 segmen garis.
Setiap segmen garis membagi daerah sebelumnya (2, 3 dan
4) menjadi 2 bagian, sehingga terbentuk 3 daerah baru yaitu
5, 6 dan 7. Jadi relasi rekursif dari permasalahan tersebut
adalah ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ ൌ ܽ௡ିଵ ൅ ݊ (݊ ൒ ʹሻǤ
Contoh 3 :
Permasalahan berikutnya adalah derangement (pengacakan),
yaitu banyaknya permutasi dari n obyek dengan syarat tidak
ada obyek yang menempati tempatnya semula. Jika
obyeknya ada 1 maka banyaknya derangementnya ada 0,
jika obyeknya ada 2 maka derangementnya ada 1, yaitu (2,
1). Jika obyeknya ada 3 maka derangementnya ada 2 yaitu
(2, 3, 1) dan (3, 1, 2). Jika obyeknya ada 4 maka
derangementnya ada 9, yaitu (2, 1, 4, 3), (2, 3, 4, 1), (2, 4, 1,
3), (3, 1, 4, 2), (3, 4, 2, 1)(3, 4, 1, 2), (4, 1, 2, 3), (4, 3, 2, 1)
dan (4, 3, 1, 2). Untuk menentukan relasi rekursifnya akan
dibahas pada bagian khusus bab berikutnya. Secara manual
dapat di tentukan derangement mulai dari 1 obyek sampai 4
obyek.

Page | 50
Relasi rekursif dari permasalahan tersebut adalah ܽ଴ ൌ
ͳǡ ܽ௡ ൌ ݊ܽ௡ିଵ ൅ ሺെͳሻ௡ ሺ݊ ൒ ͳሻ.

Contoh 4 :
Contoh permasalahan lainnya adalah relasi rekursif
dari banyaknya barisan biner n digit dengan syarat tidak
ada angka 1 yang saling berdekatan (Townsend, 1961).
Misalkan ܽ௡ adalah banyaknya barisan yang dimaksud,
dan berikut adalah ilustrasi untuk ݊ = 1,݊ = 2,݊ = 3,
dan ݊ = 4.

݊=1 ݊=2 ݊=3 ݊=4


0 00 000 0000
1 10 100 1000
01 010 0100
001 0010
101 1010
0001
1001
0101

Jelas ܽଵ ൌ ʹ dan ܽଶ ൌ ͵ǡ untuk ݊ ൒ ͵ susunan barisan biner


dengan ݊ digit adalah:
a. Menambahkan 0 pada akhir barisan ݊ െ ͳ digit
b. Menambahkan 01 pada akhir barisan ݊ െ ʹ digit
Dengan demikian relasi rekursif sari permasalahan tersebut
adalah ܽଵ ൌ ʹ, ܽଶ ൌ ͵ǡ ܽ௡ ൌ ܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ (݊ ൒ ͵ሻǤ Relasi
rekursif tersebut dapat pula dituliskan menjadiܽ଴ ൌ ͳ, ܽଵ ൌ
ʹǡ ܽ௡ ൌ ܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ (݊ ൒ ʹሻ. Relasi rekursif tersebut sama
dengan relasi rekursif tetapi dengan syarat awal yang
berbeda.

Page | 51
3.2 Relasi Rekursif Linier Derajat ࢑
Bentuk Umum dari relasi rekursif linear berderajat ݇
adalah:

an  h1 n an1  h2 n an2  ................  hk n ank f n

Dimana ݄ଵ ሺ݊ሻǡ ݄ଶ ሺ݊ሻǡ ǥ ǡ ݄௞ ሺ݊ሻadalah fungsi dalam݊ dan


݄௞ ሺ݊ሻ ് Ͳ. Jika ݂ሺ݊ሻ ൌ Ͳ maka relasi rekursif tersebut
dinamakan relasi rekursif homogen. Jika ݂ሺ݊ሻ ് Ͳ maka
relasi rekursif tersebut dinamakan relasi rekursif
nonhomogen (inhomogeneous). Dengan demikian relasi
rekursif homogen bentuk ummnya adalah
ܽ௡ ൅ ݄ଵ ሺ݊ሻܽ௡ିଵ ൅ ݄ଶ ሺ݊ሻܽ௡ିଶ ൅ ‫ ڮ‬൅ ݄௞ ሺ݊ሻܽ௡ି௞ ൌ Ͳ
Jika ݄ଵ ሺ݊ሻǡ ݄ଶ ሺ݊ሻǡ ǥ ǡ ݄௞ ሺ݊ሻ adalah sebuah konstanta maka
relasi tersebut dinamakan relasi rekursif linear homogen
dengan koefisien konstanta. Berikut adalah contoh-contoh
relasi rekursif:
a. Relasi rekursif pada barisan fibonacci ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ͳ,
ܽ௡ =ܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ሺ݊ ൒ ʹሻ disebut relasi rekursif linear
homogen berderajat dua dengan koefisien konstanta.
b. ‫ݓ‬ଵ ൌ ‫ݓ‬ଶ ൌ Ͳ, ‫ݓ‬௡ ൌ ‫ݓ‬௡ିଵ ൅ ‫ݓ‬௡ିଶ ൅ ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ adalah
relasi rekursif linear nonhomogen berderajat dua dengan
koefisien konstanta. Non homogen karena ݂ሺ݊ሻ ൌ ͳ.
c. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽ௡ ൌ ܽ଴ ܽ௡ +ܽଵ ܽ௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅
ܽ௡ ܽ଴ ሺ݊ ൒ ʹሻ adalah relasi rekursif nonlinear.
d. ‫ܦ‬଴ ൌ ͳǡ ‫ܦ‬௡ ൌ ݊‫ܦ‬௡ିଵ ൅ ሺെͳሻ௡ ሺ݊ ൒ ͳሻ adalah relasi
rekursif linear nonhomogen berderajat satu dengan
koefisien nonkonstanta.

Page | 52
3.3 Relasi Rekursif Linier dengan Koefisien Konstanta
derajat ࢑

Bentuk umum dari relasi rekursif linear dengan koefisien


konstanta derajat ݇ adalah

an  c1an1  c2 an2  ........ ck ank f n , ck z 0

Dimana ܿଵǡ ܿଶ ǡ ܿଷ ǡ ǥ ǡ ܿ௞ adalah sebuah konstanta.


Prinsip superposisi
Jika g1 n , solusi dari

an  c1an1  an2  ........  ck ank f1 n ......... 1


Dan g 2 n , solusi dari

an  c1an1  an2  ........ ck ank f 2 n ......... 2


š š
Maka c1 g1 n  c2 g 2 n juga solusi dari

š š
a n  c1 a n 1  a n 2  ........  c k a n k c1 f1 n  c 2 f 2 n .......... 3

Bukti:
Karena g1 n , solusi dari (1) maka

g1 n  c1 g1 n  1  c2 g1 n  2  ........  ck g1 n  k f1 n ......... 4

Karena g 2 n , solusi dari (2) maka

Page | 53
g 2 n  c1 g 2 n  1  c2 g 2 n  2  ........ ck g 2 n  k f 2 n ......... 5

š š
Misal: a n c1 g1 n  c 2 g 2 n , maka
ªš š
º ªš š
º ªš š
º
c g
«¬ 1 1 n  c g
2 2 »n  c c g
1« 1 1 n  1  c g
2 2 n  1 »  c c g
2« 1 1 n  2  c 2 g 2 n  2 »  ......
¼ ¬ ¼ ¬ ¼
ª š š
º
 ck «c1 g1 n  k  c2 g 2 n  k »
¬ ¼
š
c1 >g1 n  c1 g1 n  1  c2 g1 n  2  .......  ck g1 n  k @ 
c2 >g 2 n  c1 g 2 n  2  c2 g 2 n  2  .....  ck g1 n  k @
š š
c1 f1 n  c2 f 2 n

š š
Ini berarti c1 g1 n  c 2 g 2 n solusi dari (3)
Hal ini identik dengan
Jika f1 n 0 dan f 2 n 0 maka
š š
c1 f1 n  c 2 f 2 n 0 , akibatnya:
Jika g1 n dan g 2 n solusi dari
an  c1an1  an2  ........ ck ank 0
š š
Maka c1 g1 n  c 2 g 2 n solusi dari
an  c1an1  an2  ........ ck ank 0

Page | 54
3.4 Menyelesaikan Relasi Rekursif dengan Metode
Akar Karakteristik
Relasi rekursif baik homogeny maupun nonhomogen
dengan koefisien konstanta dapat diselesaikan dengan
menggunakan metode akar karakteristik. Masing-masing
jenis relasi rekursif tersebut akan dibahas pada bagian
berikut ini.
3.4.1 Relasi Rekursif Linear Homogen Koefisien
Konstanta
Jika diberikan relasi rekursif linear homogen berderajat
݇ dengan koefisien konstanta berikut ini:
ܽ௡ ൅ ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅ ܿ௞ ܽ௡ି௞ ൌ ͲǢ ܿ௞ ് Ͳ
ܿଵ ǡ ܿଶ ǡ ǥ ǡ ܿ௞  adalah konstanta dengan ݇syarat awal
a 0 p0 ; a1 p1 ; ak 1 pk 1
langkah-langkah menyelesaikan relasi rekursif tersebut
adalah:
a. Memisalkan an xn ; x z 0 maka dari bagian
rekursif didapat
‫ ݔ‬௡ ൅ ܿଵ ‫ ݔ‬௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅ ܿ௞ ‫ ݔ‬௡ି௞ ൌ Ͳ
b. Kedua ruas dibagi x n k (boleh dilakukan karena x n k
tidak mungkin nol karena x z 0) sehingga diperoleh:

x k  c1 x k 1  ......... ck 0

Persamaan ini disebut persamaan karakteristik dari bagian


rekursif. Pada umumnya persamaan karakteristik tersebut
mempunyai ݇ akar dan misalkan akar-akar tersebut adalah
x1 , x2, x3 ,..........., xk
1. Jika semua akar-akar tersebut berbeda atau
x1 , x2, x3 ,..........., xk berbeda

Page | 55
Karena x1 , x 2, x3 ,..........., xk akar dari persamaan
karakteristik, sedangkan persamaan karakteristik
diperoleh dari bagian rekursif dengan menganti
n n n n
an x n maka x1 , x 2 , x3 ,..........., x k
adalah akar-akar atau solusi dari bagian rekursif
tersebut.
Akibat dari prinsip superposisi maka:
š š š
c1 x1  c 2 x 2  .......... ck x k
n n n
an adalah solusi
dari bagian rekursif. Secara umum
š š š
c1 x1  c 2 x 2  .......... ck x k
n n n
an merupakan
solusinya tidak berhingga karena
š š š
c1 , c 2 , ............., c k sembarang konstanta.
š š š
Selanjutnya akan dicari c1 , c 2 , ............., c k
dengan memanfaatkan syarat awal
š š š
a0 p0 c1  c 2  .......... ck p0
a1 p1
š š š
c1 x1  c2 x2  .......... ck x k p1
a2 p2
š š š
c1 x1  c 2 x 2  .......... c k x k
2 2 2
p2
. .
. .
. .
a k 1 p k 1
š š š
k 1 k 1 k 1
c1 x1  c2 x2  .......... ck xk p k 1

Page | 56
Ada sebanyak ݇ persamaan dengan variabel
š š š
c1 , c 2 , ............., c k , sehingga dengan
menggunakan matriks sistem persamaan linear tersebut
dapat diselesaikan.
ͳ ͳ ǥ ͳ ܿෝଵ ‫݌‬଴
‫ݔ ۍ‬ ‫ݔ‬ଶ ǥ ‫ݔ‬௞ ‫ܿۍ ې‬ෝଶ ‫݌ ۍ ې‬ଵ ‫ې‬

‫ ێ‬ଶ ‫ێ ۑ ێۑ‬ ‫ۑ‬
‫ݔ ێ‬ଵ ‫ݔ‬ଶ ଶ ǥ ‫ݔ‬௞ ଶ ‫ܿێ ۑ‬ෝଷ ‫݌ ێ ۑ‬ଶ ‫ۑ‬
‫ ێ‬Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ ‫ ێۑ‬Ǥ ‫ ۑ‬ൌ ‫ ێ‬Ǥ ‫ۑ‬
‫ێ‬ Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ ‫ێۑ‬Ǥ‫ ێ ۑ‬Ǥ ‫ۑ‬
‫ ێ‬Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ ‫ێۑ‬Ǥ‫ ێ ۑ‬Ǥ ‫ۑ‬
‫ݔۏ‬ଵ ௞ିଵ
‫ݔ‬ଶ ௞ିଵ
ǥ ‫ݔ‬௞ ௞ିଵ ‫ܿۏ‬ෝ ‫ے‬
‫ ے‬௞ ‫݌ۏ‬௞ିଵ ‫ے‬

Karena x1 , x 2, x3 ,..........., xk berbeda, maka


determinan matriks koefisien tersebut tidak nol sehingga
matriks tersebut mempunyai invers
Didapat:

ª......º
c A P 1 « ..... » Ÿ cš š
.........,c 2
š
.........,........,c k ......
« » 1

«¬......»¼

š š š
Selanjutnya nilai c1 , c 2 , ............., c k substitusikan
ke ܽ௡ diperoleh solusi tunggal dari relasi rekursif.

2. Misalkan x1 akar-akar dari persamaan karakteristik


rangkap r; r d k , maka solusi umum dari bagian
rekursif yamg melibatkan x1 mempunyai bentuk:

š š š š
c1 x1  c 2 nx1  c3 n 2 x1  ......... c r n r 1 xr
n n n n
an

Page | 57
Ini belum cukup karena hanya untuk x1 dan akar
lain belum.
Contoh 1 :
Selesaikanlah relasi rekursif berikut ini
ܽଵ ൌ ͳͶǡ ܽଶ ൌ ͷʹ, ܽ௡ െ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͺܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
Penyelesaian:
Relasi rekursif tersebut merupakan relasi rekursif linear
homogen berderajat dua dengan koefisien konstanta.
Dengan demikian relasi rekursif tersebut dapat
diselesaikan dengan menggunakan metode akar
karakteristik.
Misal ܽ௡ ൌ ‫ ݔ‬௡ ǡ ‫Ͳ ് ݔ‬, maka dari bagian rekursif
tersebut diperoleh:
‫ ݔ‬௡ െ ͸‫ ݔ‬௡ିଵ ൅ ͺ‫ ݔ‬௡ିଶ ൌ Ͳ
Kedua ruas dibagi dengan ‫ ݔ‬௡ିଶ, diperoleh:
‫ ݔ‬ଶ െ ͸‫ ݔ‬൅ ͺ ൌ Ͳ
Akar-akar dari persamaan karakteristik tersebut adalah:
‫ݔ‬ଵ ൌ ʹǡ ‫ݔ‬ଶ ൌ Ͷ sehingga solusi dari bagian rekursif
adalah ܽ௡ ൌ ܿଵ ʹ௡ ൅ ܿଶ Ͷ௡
Dengan melibatkan syarat awal diperoleh:
ܽଵ ൌ ͳͶ maka ͳͶ ൌ ʹܿଵ ൅ Ͷܿଶ
ܽଶ ൌ ͷʹ maka ͷʹ ൌ Ͷܿଵ ൅ ͳ͸ܿଶ
Dari dua persamaan tersebut diperoleh nilai ܿଵ ൌ ͳ dan
ܿଶ ൌ ͵
Jadi solusi umum dari relasi rekursif tersebut adalah
ܽ௡ ൌ ʹ௡ ൅ ͵ሺͶሻ௡

Contoh 2 :
Selesaikan Relasi Rekursif dari barisan Fibonacci
berikut ini.
Fn Fn 1  Fn 2 ;n t 2
F0 F1 1

Page | 58
Penyelesaian:
Relasi rekursif tersebut merupakan relasi rekursif linear
homogen berderajat dua dengan koefisien konstanta.
Dengan demikian relasi rekursif tersebut dapat
diselesaikan dengan menggunakan metode akar
karakteristik.
Misal ‫ܨ‬௡ ൌ ‫ ݔ‬௡ ǡ ‫Ͳ ് ݔ‬, maka dari bagian rekursif tersebut
diperoleh:
‫ ݔ‬௡ ൌ ‫ ݔ‬௡ିଵ ൅ ‫ ݔ‬௡ିଶ ൌ Ͳ
Kedua ruas dibagi dengan ‫ ݔ‬௡ିଶ, diperoleh:
‫ݔ‬ଶ ൌ ‫ ݔ‬൅ ͳ
‫ݔ‬ଶ െ ‫ ݔ‬െ ͳ ൌ Ͳ
Akar-akar dari persamaan karakteristik tersebut adalah:
ଵାξହ ଵିξହ
‫ݔ‬ଵ ൌ ǡ ‫ݔ‬ଶ ൌ  sehingga solusi dari bagian
ଶ ଶ
ଵାξହ ௡ ଵିξହ ௡
rekursif adalah ‫ܨ‬௡ ൌ ܿଵ ሺ ሻ ൅ ܿଶ ሺ ሻ
ଶ ଶ
Dengan melibatkan syarat awal diperoleh:
‫ܨ‬଴ ൌ ͳ maka ͳ ൌ ܿଵ ൅ ܿଶ
ଵାξହ ଵିξହ
‫ܨ‬ଶ ൌ ͳ maka ͳ ൌ ܿଵ ൅ ܿଶ
ଶ ଶ

Dari dua persamaan tersebut diperoleh nilai ܿଵ ൌ dan
ξହ

ܿଶ ൌ െ
ξହ
Jadi solusi umum dari relasi rekursif tersebut adalah
ଵ ଵାξହ ௡ ଵ ଵିξହ ௡
‫ܨ‬௡ ൌ ሺ ሻ െ ሺ ሻ
ξହ ଶ ξହ ଶ

3.4.2 Tes Formatif

1. Selesaikan relasi rekursif berikut ini.


1. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽଵ ൌ െͳǡ ܽ௡ െ ͹ܽ௡ିଵ ൅ ͳʹܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ
2. ܽଵ ൌ ͷǡ ܽଶ ൌ െͷǡ ܽ௡ െ ܽ௡ିଵ െ ͸ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
3. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ʹǡ ܽ௡ ൅ ͷܽ௡ିଵ ൌ െ͸ܽ௡ିଶ ሺ݊ ൒ ʹሻ

Page | 59
4. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ
5. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ʹǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ െ ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ
6. ܽ଴ ൌ ʹǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ ͵ǡ ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ െ Ͷܽ௡ିଶ െ
ͳʹܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
7. ܽ଴ ൌ ͷǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ͳͲǡ ܽ௡ െ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͳͳܽ௡ିଶ െ
͸ܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
2. Selesaikan relasi rekursif berikut ini.
a. ܽଵ ൌ ʹǡ ܽଶ ൌ ͸ǡ ܽ௡ െ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
b. ܽଵ ൌ ͷǡ ܽଶ ൌ െͷǡ ܽ௡ ൅ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͻܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
c. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͳʹܽ௡ିଶ ൌ
ͺܽ௡ିଷ ሺ݊ ൒ ͵ሻ
3. Selesaikan relasi rekursif berikut ini.
a. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ͳǡ ܽଷ ൌ ͵ǡ ܽ௡ ൅ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͺܽ௡ିଶ ൅
Ͷܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ Ͷሻ
b. ܽ଴ ൌ െͳǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ ͵ǡ ܽ௡ െ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͹ܽ௡ିଶ െ
͵ܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
4. Diberikan bagian rekursif ܽ௡ െ ܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ൌ Ͳ,
Selesaikanlah relasi rekursif jika syarat awalnya adalah
a. ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ Ͳ
b. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽଷ ൌ Ͳ
c. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଷ ൌ ʹ
5. Diberikan ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ Ͷ dan ܽଷ ൌ
ͳʹmemenuhi ܽ௡ ൅ ܾ௡ିଵ ൅ ܿ௡ିଶ ൌ Ͳ, tentukanlah ܽ௡ Ǥ

3.4.3 Relasi Rekursif Linear Nonhomogen Koefisien


Konstanta
Bentuk umum dari relasi rekursif linear
nonhomogen dengan koefisien konstanta adalah ܽ௡ ൅
ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅ ܿ௥ ܽ௡ି௥ ൌ ݂ሺ݊ሻ dengan ‫ ݎ‬syarat awal. Untuk
menyelesaikan relasi rekursif tersebut dasarnya sama dengan
langkah-langkah penyelesaian pada relasi rekursif linear
homogen dengan koefisien konstanta. Kita akan menentukan

Page | 60
penyelesaian dari bagian rekursif dan menggunakan syarat
awal untuk menyelesaikan sistem persamaannya.
Berdasarkan prinsip superposisi bahwa jika
‫ܩ‬ሺ݊ሻadalah solusi umum dari bagian rekursif homogen
ܽ௡ ൅ ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅ ܿ௥ ܽ௡ି௥ ൌ Ͳ, dan jika ‫݌‬ሺ݊ሻ adalah
solusi particular dari ܽ௡ ൅ ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅ ܿ௥ ܽ௡ି௥ ൌ ݂ሺ݊ሻ,
maka ‫ܩ‬ሺ݊ሻ ൅ ‫݌‬ሺ݊ሻ adalah solusi dari ܽ௡ ൅ ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ‫ ڮ‬൅
ܿ௥ ܽ௡ି௥ ൌ ݂ሺ݊ሻ.

Contoh 1 :
Selesaikan relasi rekursif berikut ܽଵ ൌ െͶǡ ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ ൌ
Ͷ݊ଶ െ ʹ݊ሺ݊ ൒ ʹሻ
Penyelesaian:
Akan diselesaikan terlebih dahulu relasi rekursif homogen
ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ ൌ Ͳ
Misal ܽ௡ ൌ ‫ ݔ‬௡ ǡ ‫Ͳ ് ݔ‬, maka dari bagian rekursif tersebut
diperoleh:
‫ ݔ‬௡ ൅ ͵‫ ݔ‬௡ିଵ ൌ Ͳ
Kedua ruas dibagi dengan ‫ ݔ‬௡ିଵ, diperoleh:
‫ݔ‬൅͵ൌͲ
Akar-akar dari persamaan karakteristik tersebut adalah:
‫ ݔ‬ൌ െ͵ sehingga solusi dari bagian rekursif homogen
adalah ܽ௡ ൌ ܿଵ ሺെ͵ሻ௡
Untuk menentukan solusi particular digunakan polynomial
umum berderajat dua yaitu bentuk umumnya:
‫݊ܣ‬ଶ ൅ ‫ ݊ܤ‬൅ ‫ܥ‬, sehingga didapat
ሾ‫݊ܤ‬ଶ ൅ ‫ ݊ܥ‬൅ ‫ܦ‬ሿ ൅ ͵ሾ‫ܤ‬ሺ݊ െ ͳሻଶ ൅ ‫ܥ‬ሺ݊ െ ͳሻ ൅ ‫ܦ‬ሿ ൌ
Ͷ݊ଶ െ ʹ݊
Ͷ‫݊ܣ‬ଶ ൅ ሺͶ‫ ܤ‬െ ͸‫ܣ‬ሻ݊ ൅ ሺ͵‫ ܣ‬െ ͵‫ ܤ‬൅ Ͷ‫ܥ‬ሻ ൌ Ͷ݊ଶ െ ʹ݊
Ͷ‫ ܣ‬ൌ Ͷ
Ͷ‫ ܤ‬െ ͸‫ ܣ‬ൌ െʹ
͵‫ ܣ‬െ ͵‫ ܤ‬൅ Ͷ‫ ܥ‬ൌ Ͳ

Page | 61
Dari sistem persamaan linear tersebut didapat ‫ ܣ‬ൌ ͳǡ ‫ ܤ‬ൌ
ͳǡdan ‫ ܥ‬ൌ Ͳ, sehingga solusi particular adalah ݊ଶ ൅ ݊.
Sehingga solusi umum dari bagian rekursif adalah ܽ௡ ൌ
ܿଵ ሺെ͵ሻ௡ ൅ ݊ଶ ൅ ݊
Dengan melibatkan syarat awal diperoleh:
ܽଵ ൌ െͶ maka െͶ ൌ െ͵ܿଵ ൅ ͳ ൅ ͳ, diperoleh ܿଵ ൌ ʹ.
Jadi solusi umum dari relasi rekursif tersebut adalah ܽ௡ ൌ
ʹሺെ͵ሻ௡ ൅ ݊ଶ ൅ ݊

Contoh 2 :
Selesaikanlah relasi rekursif
ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ ൌ ܽ௡ିଵ ൅ ݊ሺ݊ ൒ ͳሻ
Penyelesaian:
Akan diselesaikan terlebih dahulu relasi rekursif homogen
ܽ௡ െ ܽ௡ିଵ ൌ Ͳ
Misal ܽ௡ ൌ ‫ ݔ‬௡ ǡ ‫Ͳ ് ݔ‬, maka dari bagian rekursif tersebut
diperoleh:
‫ ݔ‬௡ െ ‫ ݔ‬௡ିଵ ൌ Ͳ
Kedua ruas dibagi dengan ‫ ݔ‬௡ିଵ, diperoleh:
‫ݔ‬െͳൌͲ
Akar-akar dari persamaan karakteristik tersebut adalah:
‫ ݔ‬ൌ ͳ sehingga solusi dari bagian rekursif homogen adalah
ܽ௡ ൌ ܿଵ ሺͳሻ௡ ൌ ܿଵ
Untuk menentukan solusi particular digunakan polynomial
umum berderajat satu yaitu bentuk umumnya;
‫ ݊ܣ‬൅ ‫ܤ‬, sehingga didapat
ሾ‫ ݊ܣ‬൅ ‫ܤ‬ሿ െ ሾ‫ܣ‬ሺ݊ െ ͳሻ ൅ ‫ܤ‬ሿ ൌ ݊
‫ ܣ‬ൌ ݊, namun hal ini tidak mungkin karena A adalah
konstanta sedangkan ݊ bukan konstanta, maka akan dicoba
menggunakan polynomial derajat dua, yaitu ‫݊ܣ‬ଶ ൅ ‫ ݊ܤ‬൅ ‫ܥ‬,
sehingga didapat:
ሾ‫݊ܣ‬ଶ ൅ ‫ ݊ܤ‬൅ ‫ܥ‬ሿ െ ሾ‫ܣ‬ሺ݊ െ ͳሻଶ ൅ ‫ܤ‬ሺ݊ െ ͳሻ ൅ ‫ܥ‬ሿ ൌ ݊

Page | 62
ʹ‫ ݊ܣ‬െ ‫ ܣ‬൅ ‫ ܥ‬ൌ ݊
ʹ‫ ܣ‬ൌ ͳ, െ‫ ܣ‬൅ ‫ ܤ‬ൌ Ͳ

Dari sistem persamaan linear tersebut didapat ‫ ܣ‬ൌ ଶdan ‫ ܤ‬ൌ
ଵ ଵ ଵ

, sehingga solusi particular adalah ଶ ݊ଶ ൅ ଶ ݊.
Sehingga solusi umum dari bagian rekursif adalah ܽ௡ ൌ
ଵ ଵ
ܿଵ ൅ ݊ଶ ൅ ݊
ଶ ଶ
Dengan melibatkan syarat awal diperoleh:
ܽ଴ ൌ ͳ maka ͳ ൌ ܿଵ .
Jadi solusi umum dari relasi rekursif tersebut adalah ܽ௡ ൌ

ሺ݊ଶ ൅ ݊ሻ ൅ ͳ

Contoh 3 :
Selesaikanlah relasi rekursif
ܽ௡ െ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ ʹ௡
Penyelesaian:
Akan diselesaikan terlebih dahulu relasi rekursif homogen
ܽ௡ െ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ Ͳ
Misal ܽ௡ ൌ ‫ ݔ‬௡ ǡ ‫Ͳ ് ݔ‬, maka dari bagian rekursif tersebut
diperoleh:
‫ ݔ‬௡ െ Ͷ‫ ݔ‬௡ିଵ ൅ Ͷ‫ ݔ‬௡ିଶ ൌ Ͳ
Kedua ruas dibagi dengan ‫ ݔ‬௡ିଶ, diperoleh:
‫ ݔ‬ଶ െ Ͷ‫ ݔ‬൅ Ͷ ൌ Ͳ
Akar-akar dari persamaan karakteristik tersebut adalah:
‫ݔ‬ଵଶ ൌ ʹ sehingga solusi dari bagian rekursif homogen
adalah ܽ௡ ൌ ܿଵ ሺʹሻ௡ ൅ ܿଶ ݊ሺʹሻ௡
Untuk menentukan solusi particular digunakan bentuk;
‫݊ܥ‬ଶ ʹ௡ , sehingga didapat
ሾ‫݊ܥ‬ଶ ʹ௡ ሿ െ Ͷሾ‫ܥ‬ሺ݊ െ ͳሻଶ ʹ௡ିଵ ሿ ൅ Ͷ‫ܥ‬ሺ݊ െ ʹሻଶ ʹ௡ିଶ ൌ ʹ௡
‫݊ܥ‬ଶ ʹ௡ െ ʹ‫݊ܥ‬ଶ ʹ௡ ൅ Ͷ‫ʹ݊ܥ‬௡ െ ʹ‫ʹܥ‬௡ ൅ ‫݊ܥ‬ଶ ʹ௡ െ Ͷ‫ʹ݊ܥ‬௡
൅ Ͷ‫ʹܥ‬௡ ൌ ʹ௡
ʹ‫ʹܥ‬௡ ൌ ʹ௡

Page | 63
sehingga didapat:
ଵ ଵ
Cൌ , sehingga solusi particular adalah ݊ଶ ʹ௡ .
ଶ ଶ
Sehingga solusi umum dari relasi rekursif adalah ܽ௡ ൌ

ܿଵ ሺʹሻ௡ ൅ ܿଶ ݊ሺʹሻ௡ ൅ ݊ଶ ʹ௡

Contoh 4 :
Selesaikanlah relasi rekursif
ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ ൌ Ͷ݊ଶ െ ʹ݊ ൅ ʹ௡
Penyelesaian:
Seperti pada contoh 2.4.3 bahwa solusi dari relasi rekursif
ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ ൌ Ͷ݊ଶ െ ʹ݊ adalah ܽ௡ ൌ ܿଵ ሺെ͵ሻ௡ +݊ଶ ൅ ݊
Selanjutnya akan ditemukan solusi dari relasi rekursif ܽ௡ ൅
͵ܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡
Untuk menentukan solusinya digunakan bentuk;
‫ʹܥ‬௡ , sehingga didapat
ሾ‫ʹܥ‬௡ ሿ ൅ ͵ሾ‫ʹܥ‬௡ିଵ ሿ ൌ ʹ௡
͵
‫ʹܥ‬௡ ൅ ‫ʹܥ‬௡ ൌ ʹ௡
ʹ
ͷ ௡
‫ ʹܥ‬ൌ ʹ௡
ʹ
sehingga didapat:
ଶ ଶ
Cൌ ହ, sehingga solusi particular adalah ହ ʹ௡ .
Sehingga solusi umum dari relasi rekursif adalah ܽ௡ ൌ

ܿଵ ሺെ͵ሻ௡ +݊ଶ ൅ ݊ ൅ ହ ʹ௡ .

3.4.4 Tes Formatif


1. Selesaikan relasi rekursif berikut ini.
a. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൌ ݊ଶ ሺ݊ ൒ ͳሻ
b. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ʹǡ ܽ௡ െ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͸ܽ௡ିଶ ൌ ʹ݊ ൅ ͳሺ݊ ൒
ʹ݊ሻ

Page | 64
c. ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ െͳǡ ܽ௡ ൅ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ ݊ଶ െ
݊ሺ݊ ൒ ͵ሻ
d. ܽ଴ ൌ Ͷǡ ܽ௡ െ ܽ௡ିଵ ൌ ʹ݊ଶ െ ݊ െ ͳሺ݊ ൒ ͳሻ
e. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ െͳǡ ܽ௡ െ ͵ܽ௡ିଵ ൅ ʹܽ௡ିଶ ൌ ݊ሺ݊ ൒ ʹሻ
f. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ൌ ʹሺ݊ ൒ ͵ሻ
2. Selesaikan relasi rekursif berikut ini.
a. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡ ሺ݊ ൒ ͳሻ
b. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽ௡ െ ͵ܽ௡ିଵ ൅ ʹܽ௡ିଶ ൌ ʹ௡ ሺ݊ ൒ ʹሻ
c. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ Ͳǡ ܽ௡ െ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ ሺെʹሻ௡ ሺ݊ ൒
͵ሻ
3. Selesaikan relasi rekursif berikut ini.
a. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ ൅ ʹܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡ െ ݊ଶ ሺ݊ ൒ ͳሻ
b. ܽ଴ ൌ ʹǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡ିଵ ሺ݊ ൒ ͳሻ
4. Jika solusi dari relasi rekursif ܽ௡ ൅ ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ܿଶ ܽ௡ିଶ ൌ
ܿଷ adalah ͵௡ ൅ Ͷ௡ ൅ ʹ, maka tentukanlah ܿଵ ǡ ܿଶ dan ܿଷ Ǥ
5. Jika solusi dari relasi rekursif ܽ௡ ൅ ܿଵ ܽ௡ିଵ ൅ ܿଶ ܽ௡ିଶ ൌ
ܿଷ ݊ ൅ ܿସ adalah ܿଵ ͵௡ ൅ ܿଶ Ͷ௡ ൅ ʹ݊ െ ʹ, maka
tentukanlah ܿଵ ǡ ܿଶ ǡ ܿଷ dan ܿସ Ǥ
6. Gunakan relasi rekursif untuk menghitung penjumlahan
berikut.
a. ͳ ൅ ʹ ൅ ‫ ڮ‬൅ ݊
b. ͳ ൅ ʹ ൅ Ͷ ൅ ‫ ڮ‬൅ ʹ௡
c. ͳଶ ൅ ʹଶ ൅ ‫ ڮ‬൅ ݊ଶ
d. ͳ‫ ʹݔ‬൅ ʹ‫ ͵ݔ‬൅ ‫ ڮ‬൅ ݊ሺ݊ ൅ ͳሻ

3.5 Menyelesaikan Relasi Rekursif dengan Fungsi


Pembangkit
Selain dapat diselesaikan dengan metode akar
karakteristik, relasi rekursif linear homogen dengan
koefisien konstanta juga dapat diselesaikan dengan fungsi
pembangkit. Untuk memudahkan mengingat perhatikanlah
table berikut ini:

Page | 65
Tabel 3.1 Metode Penyelesaian Relasi Rekursif
Relasi Koefisien konstanta Koefisien
Rekursif nonkonstanta
Homogen - Metode akar Fungsi pembangkit
dan non karakteristik eksponensial
homogeny - Fungsi pembangkit
biasa

Dengan demikian diperlukan ketelitian dalam


menentukan jenis dari relasi rekursif sebelum menentukan
metode yang akan digunakan untuk menyelesaikannya.

3.5.1 Relasi Rekursif Linear Homogen Koefisien


Konstanta
Berdasarkan tabel di atas, relasi rekursif homogen
dengan koefisien konstanta dapat diselesaikan dengan fungsi
pembangkit biasa. Berikut diberikan
beberapa contohnya.
Contoh 1 :
ܽ଴ ൌ ʹǡ ܽଵ ൌ ͷǡ ܽ௡ െ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͸ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ

Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan relasi rekursif tersebut akan digunakan
fungsi pembangkit biasa dengan langkah penyelesaian
sebagai berikut:
Misalkan fungsi pembangkit biasa dari barisan tersebut
adalah ܲሺ‫ݔ‬ሻ, maka
f
p x ¦a n xn
n 0

Kedua ruas bagian rekursif dikali dengan x n


ܽ௡ ‫ ݔ‬௡ െ ͷܽ௡ିଵ ‫ ݔ‬௡ ൅ ͸ܽ௡ିଶ ‫ ݔ‬௡ ൌ Ͳ
Ambil ¦ untuk n t 2 , diperoleh:

Page | 66
̱ ̱ ̱

෍ ܽ௡ ‫ ݔ‬െ ͷ ෍ ܽ௡ିଵ ‫ ݔ‬൅ ͸ ෍ ܽ௡ିଶ ‫ ݔ‬௡ ൌ Ͳ


௡ ௡

௡ୀଶ ௡ୀଶ ௡ୀଶ


̱ ̱
௡ିଵ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ െ ʹ െ ͷ‫ ݔ‬െ ͷ‫ ݔ‬෍ ܽ௡ିଵ ‫ݔ‬ ൅ ͸‫ ݔ‬෍ ܽ௡ିଶ ‫ ݔ‬௡ିଶ

௡ୀଶ ௡ୀଶ
ൌͲ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ െ ʹ െ ͷ‫ ݔ‬െ ͷ‫ݔ‬ሾܲሺ‫ݔ‬ሻ െ ʹሿ ൅ ͸‫ ݔ‬ଶ ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ Ͳ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ െ ʹ െ ͷ‫ ݔ‬െ ͷ‫ܲݔ‬ሺ‫ݔ‬ሻ ൅ ͳͲ‫ ݔ‬൅ ͸‫ ݔ‬ଶ ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ Ͳ
ሺͳ െ ͷ‫ ݔ‬൅ ͸‫ ݔ‬ଶ ሻܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ʹ െ ͷ‫ݔ‬
ʹ െ ͷ‫ݔ‬
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ
ሺͳ െ ʹ‫ݔ‬ሻሺͳ െ ͵‫ݔ‬ሻ
̱ ̱

ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺʹ െ ͷ‫ݔ‬ሻ ෍ሺʹ‫ݔ‬ሻ௡ ෍ሺ͵‫ݔ‬ሻ௡


௡ୀ଴ ௡ୀ଴
̱ ௡

ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ሺʹ െ ͷ‫ݔ‬ሻ ෍ ෍ ʹ௞ ͵௡ି௞ ‫ ݔ‬௡


௡ୀ଴ ௞ୀ଴
̱ ௡ ̱ ௡
௞ ௡ି௞ ௡
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ʹ ෍ ෍ʹ ͵ ‫ ݔ‬െ ͷ‫ ݔ‬෍ ෍ ʹ௞ ͵௡ି௞ ‫ ݔ‬௡
௡ୀ଴ ௞ୀ଴ ௡ୀ଴ ௞ୀ଴
̱ ௡ ̱ ௡ିଵ

ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ʹ ෍ ෍ ʹ௞ ͵௡ି௞ ‫ ݔ‬௡ െ ͷ ෍ ෍ ʹ௞ ͵௡ିଵି௞ ‫ ݔ‬௡


௡ୀ଴ ௞ୀ଴ ௡ୀଵ ௞ୀ଴
Sehingga ܽ௡ adalah koefisien ‫ ݔ‬௡ dalam ܲሺ‫ݔ‬ሻ,
ʹ σ௡ ʹ௞ ͵௡ି௞ Ǣ ݊ ൌ Ͳ
yaitu ቊ ௡ ௞ୀ଴
ʹ σ௞ୀ଴ ʹ௞ ͵௡ି௞ െ ͷ σ௡ିଵ
௞ୀ଴ ʹ ͵
௞ ௡ିଵି௞
Ǣ ݊ ൒ ͳ

Dapat juga digunakan dengan cara mempartisi pecahan


supaya tidak menghasilkan perkalian antar sigma sehingga
dihasilkan bentuk penyelesaian yang lebih sederhana.

ʹ െ ͷ‫ݔ‬ ͳ ͳ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ൌ ൅
ሺͳ െ ʹ‫ݔ‬ሻሺͳ െ ͵‫ݔ‬ሻ ͳ െ ʹ‫ ͳ ݔ‬െ ͵‫ݔ‬

Page | 67
̱ ̱

ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ ʹ ‫ ݔ‬൅ ෍ ͵௡ ‫ ݔ‬௡


௡ ௡

௡ୀ଴ ௡ୀ଴
̱

ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ෍ሺʹ௡ ൅ ͵௡ ሻ‫ ݔ‬௡


௡ୀ଴
Sehingga ܽ௡ adalah koefisien ‫ ݔ‬௡ dalam ܲሺ‫ݔ‬ሻ,
ܽ௡ ൌ ʹ௡ ൅ ͵௡

3.5.2 Relasi Rekursif Linear Homogen Koefisien


Nonkonstanta
Berdasarkan table 3.1, relasi rekursif homogen dengan
koefisien nonkonstanta dapat diselesaikan dengan fungsi
pembangkit eksponensial. Berikut diberikan beberapa
contohnya.

Contoh 1 :
ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ݊ܽ௡ିଵ ൌ Ͳ
Untuk menyelesaikan relasi rekursif tersebut akan digunakan
fungsi pembangkit eksponensial dengan langkah
penyelesaian sebagai berikut:
Misalkan fungsi pembangkit eksponensial dari barisan
tersebut adalah ܲሺ‫ݔ‬ሻ, maka:
f xn
p x ¦a n
n 0 n!
xn
Kedua ruas bagian rekursif dikali dengan
n!
௡ ௡
‫ݔ‬ ‫ݔ‬
ܽ௡ െ ݊ܽ௡ିଵ ൌͲ
݊Ǩ ݊Ǩ
Ambil ¦ untuk n t 1

Page | 68
̱ ̱
‫ݔ‬௡ ‫ݔ‬௡
෍ ܽ௡ െ ෍ ݊ܽ௡ିଵ ൌͲ
݊Ǩ ݊Ǩ
௡ୀଵ ௡ୀଵ
̱
‫ ݔ‬௡ିଵ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ െ ͳ െ ‫ ݔ‬෍ ݊ܽ௡ିଵ ൌͲ
݊ሺ݊ െ ͳሻǨ
௡ୀଵ
ܲሺ‫ݔ‬ሻ െ ͳ െ ‫ܲݔ‬ሺ‫ݔ‬ሻ ൌ Ͳ
̱ ̱
ͳ ‫ݔ‬௡
ܲሺ‫ݔ‬ሻ ൌ ൌ ෍ ‫ ݔ‬௡ ൌ ෍ ݊Ǩ
ͳെ‫ݔ‬ ݊Ǩ
௡ୀ଴ ௡ୀ଴

௫೙
Sehingga ܽ௡ adalah koefisien dalam ܲሺ‫ݔ‬ሻ,
௡Ǩ
ܽ௡ୀ௡Ǩ

3.5.3 Relasi Rekursif Linear Nonhomogen Koefisien


Konstanta
Berdasarkan table 3.1, relasi rekursif nonhomogen
dengan koefisien konstanta dapat diselesaikan dengan fungsi
pembangkit biasa. Berikut diberikan beberapa contohnya.

Contoh 1 :
an 5an1  3n ; n t1
penyelesaian:
Untuk menyelesaikan relasi rekursif tersebut akan digunakan
fungsi pembangkit biasa dengan langkah penyelesaian
sebagai berikut:
misalkan FPB dari barisan tersebut adalah p(x)
f
p x ¦ a n x n
n 0

Kedua ruas bagian rekursif dikali dengan x n


an x n (5an1  3n ) x n ; n t1
Ambil ¦ untuk n t 1

Page | 69
f f

¦
n 1
an x n ¦
n 1
(5a n 1  3 n ) x n
f f f

¦
n 0
a n x n  a0 x 0 5¦ a n 1 x n  ¦ 3 n x n
n 1 n 1
f f
p x  1 5 x ¦ a n 1 x n 1  ¦ 3 x  1
n

n 1 n 0

p x  1 5 xp x 
1
1
1  3x
p x 5 xp x 
1
1  3x

1  5 x p x 1
1  3x
p x
1 1
1  3x 1  5 x
f f
p( x) ¦3
n 0
n
x .¦ 5 n x n
n

n 0
f
§ n k nk · n
¦ ¨ ¦ 3 5 ¸x
n 0©k 0 ¹
Jadi solusi r.r adalah
n
an ¦3 5
k 0
k nk
;n t 0

Atau
3 5

p x
1 2  2
1  3x 1  5 x 1  3x 1  5 x
1 f n n 5 f n n
 ¦3 x  2 ¦
2n 0 n 0
5 x

Page | 70
1 n 1 1 n 1
an  3  5 ;n t 0
2 2

2
>
1 n 1
5  3 n 1 @ ;n t 0

3.5.4 Relasi Rekursif Linear Nonhomogen Koefisien


Nonkonstanta
Berdasarkan tabel 3.1, relasi rekursif nonhomogen
dengan koefisien nonkonstanta dapat diselesaikan dengan
fungsi pembangkit eksponensial. Berikut diberikan beberapa
contohnya.

Contoh 1 :
n Dn 1   1 ;n t1
n
Dn
D0 1
Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan relasi rekursif tersebut akan digunakan
fungsi pembangkit eksponensial dengan langkah
penyelesaian sebagai berikut:
Misalkan FPE dari barisan tersebut adalah ܲሺ‫ݔ‬ሻǡmaka
f
xn
p x ¦D n
n 0 n!
xn
Kalikan kedua ruas bagian rekursif dengan kemudian
n!
diambil sigma untuk n t 1

Page | 71
xn xn n
  1
n x
Dn n Dn 1
n! n! n!
f f
n
xn f n

¦D n
x
¦ n1 n! ¦
n D   1 n x

n 1 n! n 1 n 1 n!
f
xn x0 f
x n 1 f n
 ¦  1
n x
¦ Dn
n 0 n!
 D0
0!
x ¦ n Dn1
n 1 n n  1 ! n 0 n!
1

p x  1 x p x  e  x  1
p x x p x  e  x  1
1  x p x e x
e x
p x
1 x

p x e  x
1
1 x
f f
xn
¦  1 ¦x
n n
.
n 0 n! n 0

f § n
 1 · n
k

¦ ¨¨ ¦ ¸ x
k! ¸¹
n 0 ©k 0

f n
 1 k xn
¦
n 0
n! ¦
k 0 k! n!
Jadi, solusi dari relasi rekursif tersebut adalah
n
 1 k
an n! ¦
k 0 k!
;n t 0

Contoh 2 :
an n a n 1  n! ;n t1
a0 2

Page | 72
Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan relasi rekursif tersebut akan digunakan
fungsi pembangkit eksponensial dengan langkah
penyelesaian sebagai berikut:
Misalkan FPE dari barisan tersebut adalah ܲሺ‫ݔ‬ሻǡmaka
Penyelesaian :
Misal p x adalah FPE dari an , maka :
f
xn
p x ¦ an
n 0 n!
xn
Kalikan kedua ruas r.r dengan , diperoleh:
n!
xn xn xn
an n a n 1  n!
n! n! n!

Ambil ¦ untuk n t 1

Page | 73
f f
xn xn f xn
¦
n 1
an
n!
¦ n 1
n a n 1  ¦ n!
n! n 1 n!
f n n f f
x x xn
¦
n 0
an
n!
 a0
n!
¦
n 1
n a n 1  ¦ xn
n n  1 ! n 1

p x  2 x p x 
1
 x0
1 x
1  x p x 1  1
1 x
2 x 1
p x
1 x 1 x
2

2 - x §¨ 1 ·¸
©1 x ¹
f
2  x ¦ n x n 1
n 0
f
2  x ¦ n  1 xn
n 1
f f
2 ¦ n  1 x n  ¦ n  1 x n 1
n -1 n 1

f
xn f xn
2 ¦ n! n  1  ¦ nn!
n 0 n! n 0 n!
dengan demikian solusi dari relasi rekursif tersebut adalah:
an 2n! n  1  nn! ;n t 0

Page | 74
3.5.5 Tes Formatif
Selesaikanlah relasi rekursif berikut ini dengan fungsi
pembangkit.
1. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽଵ ൌ െͳǡ ܽ௡ െ ͹ܽ௡ିଵ ൅ ͳʹܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ
2. ܽଵ ൌ ͷǡ ܽଶ ൌ െͷǡ ܽ௡ െ ܽ௡ିଵ െ ͸ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
3. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ʹǡ ܽ௡ ൅ ͷܽ௡ିଵ ൌ െ͸ܽ௡ିଶ ሺ݊ ൒ ʹሻ
4. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ
5. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ʹǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ െ ܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ʹሻ
6. ܽ଴ ൌ ʹǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ ͵ǡ ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ െ Ͷܽ௡ିଶ െ
ͳʹܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
7. ܽ଴ ൌ ͷǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ͳͲǡ ܽ௡ െ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͳͳܽ௡ିଶ െ
͸ܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
8. ܽଵ ൌ ʹǡ ܽଶ ൌ ͸ǡ ܽ௡ െ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
9. ܽଵ ൌ ͷǡ ܽଶ ൌ െͷǡ ܽ௡ ൅ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͻܽ௡ିଶ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
10. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ͸ܽ௡ିଵ ൅ ͳʹܽ௡ିଶ ൌ
ͺܽ௡ିଷ ሺ݊ ൒ ͵ሻ
11. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ ͳǡ ܽଷ ൌ ͵ǡ ܽ௡ ൅ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͺܽ௡ିଶ ൅
Ͷܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ Ͷሻ
12. ܽ଴ ൌ െͳǡ ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ ͵ǡ ܽ௡ െ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͹ܽ௡ିଶ െ
͵ܽ௡ିଷ ൌ Ͳሺ݊ ൒ ͵ሻ
13. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൌ ݊ଶ ሺ݊ ൒ ͳሻ
14. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ ʹǡ ܽ௡ െ ͷܽ௡ିଵ ൅ ͸ܽ௡ିଶ ൌ ʹ݊ ൅
ͳሺ݊ ൒ ʹ݊ሻ
15. ܽଵ ൌ ͳǡ ܽଶ ൌ െͳǡ ܽ௡ ൅ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ ݊ଶ െ
݊ሺ݊ ൒ ͵ሻ
16. ܽ଴ ൌ Ͷǡ ܽ௡ െ ܽ௡ିଵ ൌ ʹ݊ଶ െ ݊ െ ͳሺ݊ ൒ ͳሻ
17. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ െͳǡ ܽ௡ െ ͵ܽ௡ିଵ ൅ ʹܽ௡ିଶ ൌ
݊ሺ݊ ൒ ʹሻ
18. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൅ ܽ௡ିଶ ൌ ʹሺ݊ ൒ ͵ሻ
19. ܽ଴ ൌ Ͳǡ ܽ௡ ൅ ͵ܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡ ሺ݊ ൒ ͳሻ
20. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽ௡ െ ͵ܽ௡ିଵ ൅ ʹܽ௡ିଶ ൌ ʹ௡ ሺ݊ ൒ ʹሻ

Page | 75
21. ܽଵ ൌ Ͳǡ ܽଶ ൌ Ͳǡ ܽ௡ െ Ͷܽ௡ିଵ ൅ Ͷܽ௡ିଶ ൌ ሺെʹሻ௡ ሺ݊ ൒
͵ሻ
22. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܽ௡ ൅ ʹܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡ െ ݊ଶ ሺ݊ ൒ ͳሻ
23. ܽ଴ ൌ ʹǡ ܽ௡ െ ʹܽ௡ିଵ ൌ ʹ௡ିଵ ሺ݊ ൒ ͳሻ

Page | 76
BAB IV
PENGACAKAN

A. Deskripsi
Pada bab ini dibahas topik yang berkaitan dengan
konsep relasi rekursif, yaitu derangement (pengacakan) dan
relasi rekursif yang melibatkan konvolusi. Dijelaskan proses
pembentukan relasi rekursif dengan gambaran dan tahapan
yang jelas sehingga mudah dipahami. Relasi rekursif yang
ditemukan tidak diselesaikan dalam bab ini karena telah
didapat solusinya pada bab sebelumnya.
Dalam menentukan relasi rekursif dari sebuah
permasalahan memang membutuhkan ketelitian dan
imajinasi yang tinggi, namun jika sering menyelesaikannya
dalam beberapa varisai permasalahan maka akan lebih
mudah dalam memahaminya.
B. Relevansi
Banyak dijumpai masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang dapat dibentuk relasi rekursifnya. Begitu pula dalam
materi matematika sekolah, namun karena ruang lingkup
dalam matematika sekolah relatif lebih sederhana maka tidak
perlu menggunakan relasi rekursif. Namun bukan berarti
tidak penting bagi mahasiswa calon guru untuk memahami
materi ini.
C. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran matakuliah yang termuat dalam
materi ini adalah:
1. Mahasiswa mampu menganalisis proses
pembentukan relasi rekursif dari derangement.
2. Mahasiswa mampu menganalisis relasi rekursif yang
melibatkan konvolusi.
3. Mahasiswa mampu meganalisis relasi rekursif dari
sebuah permasalahan.

Page | 77
D. Materi
4.1 Pengertian Derangement
Derangement atau pengacakan adalah sebuah permutasi
dengan syarat setiap obyek yang dipermutasikan tidak boleh
menempati tempatnya semula. Misalkan kita akan membuat
derangement dari 3 obyek yang terdiri dari a, b, c. Maka
banyaknya derangement dari ketiga obyek tersebut adalah
sebanyak 2, yaitu b, c, a dan c, a, b. Apabila obyeknya
sebanyak 4 buah, misalnya a, b, c, d, maka salah satu
derangement dari obyek tersebut adalah:

Posisi obyek a b c d
Derangement b c d a

Berikut ini bukan derangement dari 1, 2, 3, 4 karena ada


obyek d yang menempati tempatnya semula yaitu posisi ke
empat.
Posisi obyek a b c d
Derangement b c a d

Selanjutnya akan dicari relasi rekursif dari derangement


sebanyak ݊ obyek untuk n t 2 , hal ini karena dapat
ditentukan dengan mudah banyaknya derangement dari 0
obyek (݀଴ ൌ ͳሻdan 1 obyek (݀ଵ ൌ Ͳሻ.
Misalkan elemen dari obyek tersebut adalah
ͳǡ ʹǡ ͵ǡ ǥ ǡ ݊ െ ͳǡ ݊. Pandang sebuah obyek dari ݊ obyek
yang ada. Karena obyek ݊ tidak boleh menempati posisi
semula, maka terdapat ݊ െ ͳ kemungkinan posisi dari ݊,
yaitu posisi ke 1, ke 2, ke 3, …, atau ke ݊ െ ͳǤ Misalkan
obyek ݊ ini menempati posisi ke 1. Sekarang ada dua
kemungkinan posisi 1 karena sudah digeser oleh obyek ݊.

Page | 78
Kemungkinan pertama posisi obyek 1 menempati
posisi obyek ݊. Selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah
obyek 2, 3, 4, …, ݊ െ ͳ. Sehingga kita perlu
menderangementkan obyek-obyek tersebut. Sehingga
terdapat derangement dari ݊ െ ʹ elemen. Banyaknya
derangement dari ݊ െ ʹ obyek adalah ݀௡ିଶ Ǥ

Posisi obyek 1 2 ……………… ݊െͳ N


Derangement ݊ 1

Kemungkinan kedua, posisi obyek 1 tidak menempati


pisisi obyek ݊. Dengan demikian yang kita perlu perhatikan
adalah obyek 1, 2, 3, …, ݊ െ ͳ. Sehingga kita harus
menderangementkan sebanyak ݊ െ ͳ obyek. Banyaknya
derangement dari ݊ െ ͳ obyek adalah ‫ܦ‬௡ିଵ Ǥ

Posisi obyek 1 2 ……………… ݊െͳ N


Derangement ݊ bukan 1

Sehingga banyaknya derangement dari ݊ obyek dengan


syarat obyek ݊ menempati posisi 1 adalah sebanyak ‫ܦ‬௡ ൌ
‫ܦ‬௡ିଶ ൅ ‫ܦ‬௡ିଵ . Padahal kemungkinan obyek ݊ dapat
menempati posisi sebnayak ݊ െ ͳǤ Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa derangement dari ݊ obyek adalah:

Dn n  1 Dn2  Dn1 ;n t 2
D0 1, D1 0

Selanjutnya bentuk relasi rekursif di atas dapat


disederhanakan menjadi:

Page | 79
Dn n  1 Dn2  Dn1
n  1 Dn1  n  1 Dn2
n Dn 1  Dn 1  n  1 Dn 2
Dn  n Dn1  Dn1  n  1 Dn2

an maka an1
an an1 ; n t 2..........
Karena,
a1 D1  D0 1
Maka dari (*) didapat
a2  a1   1 1
a3 a 2 1
a4 a3 1

an  1 n ; n t 1

Dn  nDn 1  1 n ; n t 1
nDn 1   1 ; n t 1
n
Dn

Jadi dapat disimpulkan relasi rekursif dari Dn adalah


‫ܦ‬௡ ൌ ݊‫ܦ‬௡ିଵ ൅ ሺെͳሻ௡
‫ܦ‬଴ ൌ ͲǢ ݊ ൒ ͳ

Selanjutnya relasi rekursif ini dapat diselesaikan dengan


menggunakan fungsi pembangkit seperti yang telah kita
selesaikan pada Bab sebelumnya dan menghasilkan solusi:

Page | 80

ሺെͳሻ௞
‫ܦ‬௡ ൌ ݊Ǩ ෍ Ǣ݊ ൒ Ͳ
݇Ǩ
௞ୀ଴

Teorema:
Untuk bilangan bulat positif ݊, missal ‫ܦ‬௡ menyatakan
banyaknya derangement dari obyek sebanyak ݊, maka:
‫ܦ‬௡ ͳ
Ž‹ ൌ
݊՜λ ݊Ǩ ݁
(Keller & Trotter, 2016)
Bukti:
௡ ሺെͳሻ௞
‫ܦ‬௡ ݊Ǩ σ௞ୀ଴ ݇Ǩ

݊Ǩ ݊Ǩ

ሺെͳሻ௞
ൌ෍
݇Ǩ
௞ୀ଴

௫೙ ௫ೖ
Kita tahu bahwa ݁ ௫ ൌ σஶ
௡ୀ଴ ൌ σஶ
௞ୀ଴
௡Ǩ ௞Ǩ

Selanjutnya substitusikan ‫ ݔ‬ൌ െͳ diperoleh,



ିଵ
ሺെͳሻ௞
݁ ൌ෍
݇Ǩ
௞ୀ଴
Dengan demikian dapat disimpulkan
‫ܦ‬௡ ͳ
ൌ ݁ ିଵ ൌ
݊Ǩ ݁

Page | 81
4.2 Relasi Rekursif yang Melibatkan “Konvolusi”
Konvolusi merupakan sebuah perkalian dari ݊
bilangan dengan syarat mengalikannya hanya melibatkan
dua bilangan yang berdekatan. Selanjutnya kita akan
mencari banyaknya konvolusi dari ݊ bilangan tersebut.
Misalkan ݇௡ menyatakan banyaknya konvolusi dari ݊
bilangan dan ‫ݔ‬௡ menyatakan bilangan yang dikalikan, maka:
Untuk ݇଴ adalah banyaknya konvolusi dari nol bilangan,
maka ݇଴ ൌ Ͳ, Untuk ݇ଵ adalah banyaknya konvolusi dari
satu bilangan, maka ݇ଵ ൌ ͳ, Untuk ݇ଶ adalah banyaknya
konvolusi dari dua bilangan, maka ݇ଶ ൌ ͳ dan seterusnya,
seperti terlihat ilustrasi di bawah ini:
o k0 0
x1 Ÿ x1 o k1 1
x1 , x 2 Ÿ x1 x2 o k2 1
x1 , x 2 , x3 Ÿ x1 x2 x3
x1 x2 x3 o k3 2
x1 x 2 x3 x 4 Ÿ x1 x2 x3 x4
x1 x2 x3 x4
x1 x2 x3 x4
x1 x 2 x3 x4
x1 x2 x3 x4 o k4 5
x1 x 2 .... x n o kn ......?

Selanjutnya bagaimana menentukan konvolusi dari bilangan


sebanyak ݊, kita akan mencari model matematikanya
dengan menggunakan relasi rekursif.
Untuk n t 2
Perkalian terakhir yang dilakukan pasti melibatkan dua sub.
Missal

Page | 82
Sub I Sub II

x1 x2 ..... xr



xr 1 xr 2 ..... xn


;1 d r d n -1
ada r bilangan ada n -r bilangan

kr k nr

k r k nr
k r k nr adalah banyaknya cara mengalikan n bilangan
dengan syarat yang diberikan
perkalian terakhir
melibatkan dua sub, sub I sebanyak r bil dari sub II sebanyak
n-r bilangan.

k1 kn 1 Ÿ adalah banyaknya cara mengalikan n bilangan


dengan syarat yang diberikan

perkalian terakhir melibatkan dua sub,
sub I memuat x1 dan sub II memuat
k2 kn  2
k3 kn  3 x2 x3 ..... xn

kn 1 k1

œ k1 k n 1  k 2 k n 2  k 3 k n 3  ....  k n 1 k1 kn ; nt2
n 1
œ ¦kk
r 1
r nr kn ; nt2

Banyaknya cara mengalikan n bilangan dengan


syarat yang diberikan.

Page | 83
Jika k0 = 0 , maka
n 1 n
kn ¦k k
r 1
r nr ¦k k
r 0
r nr  k0 kn  kn k0

n
kn ¦k k
r 0
r nr
; nt2

ko 0, k 1 1 Ÿ Model matematik
dari permasalahan mencari
kn
f
Misalkan p x ¦k n xn
n 0

Bagian rekursif dikali x n dan diambil ¦ mulai n t 2


f f n

¦k
n 2
n x n
¦¦ k k
n 2 r 0
r nr xn

f f n 1 n

¦k
n 0
n x  k 0 x  k1 x
n 0 1
¦¦ k k
n 0 r 0
r n  r x  ¦¦ k r k n  r
n

n 0 r 0

f f
p x  0  x ¦ k n x n ¦ k n x n  k 0 k 0  k1k 0
n 0 n 0

p x  x p x p x  0  0

> p x @2  p x  x 0
1 r 1  4x
p x
2

Page | 84
k n adalah koefisien x n dalam p(x). untuk
mendapatkan koefisisen x n dalam p(x), terlebih dahulu kita
ekspansikan bentuk
§1·
x
f f
1  4 x 2 ¦ ¨¨ n2 ¸¸  4 n x n 2
1
1  4x 1 ¦ 2n2
n 1
n

n 0 © ¹ n 1 n

Dari teorema binomial kita dapatkan:


1 § 2n  2 ·
kn ¨ ¸, n t 1 di sebut bilangan catalan
n ¨© n  1 ¸¹

­ f
2 § 2n  2 · n ½
1  ®1  ¦ ¨¨ ¸¸ x ¾
p x ¯ n 1 n © n 1 ¹ ¿
2
f
1 § 2n  2 · n
¦ ¨¨
n 1 n © n 1 ¹
¸¸ x

1 § 2n  2 ·
Jadi k n ¨ ¸, n t 1
n ¨© n  1 ¸¹

Page | 85
BAB V
SISTEM RELASI REKURSIF
A. Deskripsi
Pada bab ini dibahas topik yang berkaitan dengan
konsep relasi rekursif, yaitu sistem relasi rekursif. Sistem
Dijelaskan sebuah permasalahan yang dapat dibentuk dalam
sistem relasi rekursif. Proses pembentukan sistem relasi
rekursif diberikan ilustrasi dengan jelas sehingga mudah
dipahami. Selanjutnya dibahas proses penyelesaian dari
relasi rekursif tersebut dengan menggunakan fungsi
pembangkit. Dalam buku matematika diskrit ini antara satu
bab dengan bab lainnya terdapat keterkaitan.
Dalam menyelesaikan sistem relasi rekursif ini
membutuhkan proses yang panjang dan tentunya ketelitian
dalam menyelesaikan sangat diperlukan.
B. Relevansi
Banyak ditemui masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang dapat dibentuk sistem relasi rekursifnya. Dalam
menyelesaikan system relasi rekursif ini terdapat beberapa
konsep yang menggunakan materi matematika sekolah,
misalnya metode substitusi dan eliminasi dalam
menyelesaikan system persamaan linear. Dengan demikian
jelas mahasiswa calon guru diharapkan mampu memahami
materi ini dengan baik.
C. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran matakuliah yang termuat dalam
materi ini adalah:
1. Mahasiswa mampu menganalisis sebuah
permasalahan dalam yang akan dibentuk dalam
system relasi rekursif.
2. Mahasiswa mampu menentukan sistem relasi
rekursif dari sebuah permasalahan.

Page | 86
3. Mahasiswa mampu menyelesaikan sistem relasi
rekursif dengan metode yang sesuai.
D. Materi
5.1 Definisi sistem relasi rekursif
Sistem relasi rekursif adalah lebih dari satu relasi
rekursif yang saling terkait. Contoh bentuk system relasi
rekursif:
an bn1  cn1 ; n t 1
bn an1  d n1 ; n t 1
cn an1  d n1 ; n t 1
dn bn1  cn1 ; n t 1
Dengan syarat awal : a0 1, b0 c0 d0 0

5.2 Sistem Relasi Rekursif dari Permasalahan


Berikut ini merupakan sebuah contoh permasalahan
yang dapat dibentuk system relasi rekursifnya, yaitu:
an = Banyaknya barisan biner n-angka yang memuat”0”
genap š ”1” genap
bn = Banyaknya barisan biner n-angka yang memuat”0”
genap š ”1” ganjil
cn = Banyaknya barisan biner n-angka yang memuat”0”
ganjil š ”1” genap
dn = Banyaknya barisan biner n-angka yang memuat”0”
ganjil š ”1” ganjil
permasalahan tersebut akan disusun system relasi
rekursifnya dengan menggunakan ilustrasi berikut ini.

Ilustrasi dari Permasalahan

dzͲdz‰ƒŒ‹Ž†ƒdzͳdz‰‡ƒ’ ൅ dzͲdz
”0” genap dan ”1” genap ൜
dzͲdz‰‡ƒ’†ƒdzͳdz‰ƒŒ‹Ž ൅ Dzͳdz

Page | 87
Setiap barisan biner n angka yang memuat “0” sebanyak
genap dan “1” sebanyak “genap” dapat diperoleh dari
barisan n-1 angka yang memuat ”0” ganjil š ”1” genap
dengan menyisipkan “0” atau Barisan biner n-1 angka yang
memuat ”0” genap š ”1” ganjil dengan menyisipkan satu
digit “1”. Padahal banyaknya barisan biner n-1 angka yang
memuat “0” sebanyak ganjil dan “1” sebanyak genap adalah
c n 1 dan banyaknya barisan biner n-1 anggka yang memuat
“0” genap dan “1” ganjil adalah bn 1
Misalkan : P = c n 1 dan Q = bn 1 , P ˆ Q I jadi
saling lepas, sehingga diperoleh:

an bn1  cn1 ; n t 1

dzͲdz‰ƒŒ‹Ž†ƒdzͳdz‰ƒŒ‹Ž ൅ dzͲdz
”0” genap dan ”1” ganjil ൜
dzͲdz‰‡ƒ’†ƒdzͳdz‰‡ƒ’ ൅ Dzͳdz

Setiap barisan biner n angka yang memuat “0” sebanyak


genap dan “1” sebanyak “ganjil” dapat diperoleh dari barisan
n-1 angka yang memuat ”0” ganjil dan ”1” ganjil dengan
menyisipkan “0” atau barisan biner n-1 angka yang memuat
”0” genap dan ”1” genap dengan menyisipkan satu digit “1”.
Padahal banyaknya barisan biner n-1 angka yang memuat
“0” sebanyak ganjil dan “1” sebanyak ganjil adalah a n 1 dan
banyaknya barisan biner n-1 anggka yang memuat “0” genap
dan “1” genap adalah d n1 .
Misalkan : P = a n 1 dan Q = d n1 , P ˆ Q I jadi
saling lepas, sehingga diperoleh:

Page | 88
bn an1  d n1 ; n t 1

dzͲdz‰‡ƒ’†ƒdzͳdz‰ƒŒ‹Ž ൅ dzͲdz
”0” ganjil dan ”1” genap ൜
dzͲdz‰ƒŒ‹Ž†ƒdzͳdz‰ƒŒ‹Ž ൅ Dzͳdz

Setiap barisan biner n angka yang memuat “0” sebanyak


ganjil dan “1” sebanyak “genap” dapat diperoleh dari barisan
n-1 angka yang memuat ”0” genap dan ”1” ganjil dengan
menyisipkan “0” atau barisan biner n-1 angka yang memuat
”0” ganjil dan ”1” ganjil dengan menyisipkan satu digit “1”.
Padahal banyaknya barisan biner n-1 angka yang memuat
“0” sebanyak genap dan “1” sebanyak ganjil adalah a n 1 dan
banyaknya barisan biner n-1 anggka yang memuat “0” genap
dan “1” genap adalah d n1 .
Misalkan : P = a n 1 dan Q = d n1 , P ˆ Q I jadi saling
lepas, sehingga diperoleh:

cn an1  d n1 ; n t 1

dzͲdz‰‡ƒ’†ƒdzͳdz‰ƒŒ‹Ž ൅ dzͲdz
”0” ganjil dan ”1” ganjil ൜
dzͲdz‰‡ƒ’†ƒdzͳdz‰‡ƒ’ ൅ Dzͳdz

Setiap barisan biner n angka yang memuat “0” sebanyak


ganjil dan “1” sebanyak “ganjil” dapat diperoleh dari barisan
n-1 angka yang memuat ”0” genap dan ”1” ganjil dengan
menyisipkan “0” atau barisan biner n-1 angka yang memuat
”0” genap dan ”1” genap dengan menyisipkan satu digit “1”.
Padahal banyaknya barisan biner n-1 angka yang memuat
“0” sebanyak genap dan “1” sebanyak ganjil adalah bn 1 dan

Page | 89
banyaknya barisan biner n-1 anggka yang memuat “0” genap
dan “1” genap adalah cn 1 .
Misalkan : P = bn 1 dan Q = cn 1 , P ˆ Q I jadi
saling lepas, sehingga diperoleh:
dn bn1  cn1 ; n t 1
Dengan demikian diperoleh sistem relasi rekursif sebagai
berikut:
an bn1  cn1 ; n t 1
bn an1  d n1 ; n t 1
cn an1  d n1 ; n t 1
dn bn1  cn1 ; n t 1
Dengan syarat awal : a0 1, b0 c0 d0 0
Penyelesaian sistem relasi rekursif dengan menggunakan
fungsi pembangkit.
Misalkan ‫ܣ‬ሺ‫ݔ‬ሻǡ ‫ܤ‬ሺ‫ݔ‬ሻǡ ‫ܥ‬ሺ‫ݔ‬ሻ݀ܽ݊‫ܦ‬ሺ‫ݔ‬ሻ berturut-turut
adalah fungsi pembangkit biasa dari an , b n , c n , d n .
Diperoleh:
A x a0  a1 x  a 2 x 2  a3 x 3  . . . . . . . . . .
a 0  b0  c0 x  b1  c1 x 2  b2  c2 x 3  . . . . . . . .

a 0  x b0  b1 x  b2 x 2  . . . . .  x c0  c1 x  c2 x 2  . . . . .
1  x B x  x C x

Page | 90
B x b0  b1 x  b2 x 2  b3 x 3  . . . . .
b 0  a 0  d 0 x  a1  d1 x 2  a 2  d 2 x 3  . . . . . .

b 0  X a 0  a1 x  a 2 x 2  . . . .  X d 0  d1 x  d 2 x 2  . . . .
0  X A X  X D X
X A X  X D X

C X c0  c1 x  c 2 x 2  c3 x 3  . . . . . .
c 0  a 0  d 0 x  a1  d1 x 2  a 2  d 2 x 3  . . . . .

c 0  X a 0  a1 x  a 2 x 2  . . . . .  X d 0  d1 x  d 2 x 2  . . . . .
0  X A X  X D X
X A X  X D X

D X d 0  d1 x  d 2 x 2  . . . . .
d 0  b0  c0 x  b1  c1 x 2  b2  c 2 x 3  . . . . .

d 0  X b0  b1 x  d 2 x 2  .......  X c0  c1 x  c 2 x 2  . . . . .
0  X B X  X C X

Dengan demikian kita mempunyai sistem persamaan linear


baru, sebanyak 4 persamaan dengan 4 variabel yaitu
‫ܣ‬ሺ‫ݔ‬ሻǡ ‫ܤ‬ሺ‫ݔ‬ሻǡ ‫ܥ‬ሺ‫ݔ‬ሻ݀ܽ݊‫ܦ‬ሺ‫ݔ‬ሻǤsistem persamaan ini akan
diselesaikan dengan menggunakan metode substitusi.

A X 1  X B X  X C X . . . . . . . . . 1
B X X A X  X D X . . . . . . . . . . . .. 2
C X X A X  X D X . . . . . . . . . . . . 3
D X X B X  X C X . . . . . . . .. . .. . . 4

Page | 91
Dari (2) dan (3)
‫ܤ‬ሺܺሻ ൌ ‫ܥ‬ሺܺሻǤ Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ Ǥ ሺͷሻ

™ Dari persamaan (1) dan (5), diperoleh:


A X 1  X B X  X B X
1  2X B X .. . . . . (6)

™ Dari persamaan (4) dan (5), diperoleh:


D X X B X  X B X
2X B X . . . . . . . . . 7

™ Dari persamaan (6) dan (7), diperoleh:


A X  D X 1  4 X B X
X A X  X D X X  4 X 2 B X
B X X  4 X 2 B X
1  4 X B X
2
X

B X
X
1 - 4X 2
C X
X
1 - 4X 2
Kita substitusikan ‫ܤ‬ሺ‫ݔ‬ሻke dalam persamaan (6),
diperoleh:
A X 1  2 X B X
2X 2 1 4X 2  2X 2 1 2X 2
1
1 4X 2 1 4X 2 1 4X 2
Kita substitusikan ‫ܤ‬ሺ‫ݔ‬ሻke dalam persamaan (7),
diperoleh:

Page | 92
D X 2 X B X
X
2X
1 - 4X 2
2X 2
1 4X 2
Selanjutnya kita cari koefisien xn dalam
‫ܣ‬ሺܺሻǡ ‫ܤ‬ሺܺሻǡ ‫ܥ‬ሺܺሻ݀ܽ݊‫ܦ‬ሺܺሻ, dengan menggunakan fungsi
pembangkit.
1  2x 2
A X
1  4x 2
1 2x 2

1 - 4x 2 1  4 x 2
1 1 § 1 1 ·
¨  ¸
2  2  x¨ 2  2 ¸
1  2x 1  2 x ¨ 1  2x 1  2x ¸
¨ ¸
© ¹
f f f
1 f n n
1
¦  2 n n
x 
1
¦ 2 n n
x 
1
x ¦  2 n n
x  x¦ 2 x
2n 0 2n 0 2 n0 2 n0
1 f 1 f n n 1 f 1 f n n 1
¦  2 x  2 ¦ 2 x  ¦  2 x  ¦ 2 x
n n n n 1

2n 0 n 0 2n 0 2n 0
1 f

f

¦  2 n  2 n x n  1 ¦  2 n1  2 n1 x n
2n 0 2n1

ͳǢ ݊ ൌ Ͳ
ܽ௡ ൌ ൜ ௡ିଶ
ʹሺെʹሻ ൅ ʹሺʹሻ௡ିଶ െ ሺെʹሻ௡ିଶ െ ሺʹሻ௡ିଶ
ͳǢ ݊ ൌ Ͳ
ܽ௡ ൌ ൜
ሺെʹሻ௡ିଶ ൅ ሺʹሻ௡ିଶ Ǣ ݊ ൒ ͳ

atau

Page | 93
ͳǢ ݆݅݇ܽ݊ ൌ Ͳ
ܽ௡ ൌ ቐ ͲǢ ݆݆݈݅݇ܽ݊݃ܽ݊݅
ʹ௡ିଵ Ǣ ݆݅݇ܽ݊݃݁݊ܽ‫݌‬

Selanjutnya menyelesaikan ‫ܤ‬ሺ‫ݔ‬ሻǤ


1 1
B X
x 4  4
1  4x 2 1  2x 1  2x
1§ f n n f ·
¨ ¦ 2 x  ¦  2 x n ¸
n

4©n 0 n 0 ¹
Sehingga diperoleh:

koefisien x n dalam B X 2   2 ,
1 n 1
nt0
n
bn
4 4

ͲǢ ݆݅݇ܽ݊݃݁݊ܽ‫݌‬
ܾ௡ ൌ ൜
ʹ௡ିଵ Ǣ ݆݆݈݅݇ܽ݊݃ܽ݊݅

Karena ‫ܥ‬ሺܺሻ  ൌ ‫ܤ‬ሺܺሻ maka c n bn


Terakhir kita menyelesaikan ‫ܦ‬ሺ‫ݔ‬ሻ.
§ 1 1 ·
2 ¨  ¸
D X
2x ¨ 2  2 ¸
x
1  4x 2 ¨ 1  2x 1  2x ¸
¨ ¸
© ¹
§1 f f
·
x¨ ¦ 2 n x n  ¦  2 x n ¸
1 n

©2n 0 2n 0 ¹
1 f n 1 n 1 f
¦ 2 x  ¦  2 x n
n 1

2n1 2n1

ͲǢ ݆݅݇ܽ݊ ൌ Ͳܽ‫݈݆݅݊ܽ݃ݑܽݐ‬
݀௡ ൌ ൜ ௡ିଵ
ʹ Ǣ ݆݅݇ܽ݊ ൒ Ͳܽ‫݌ܽ݊݁݃݊ݑܽݐ‬

Page | 94
E. Tes Formatif
Selesaikanlah sistem relasi rekursif berikut ini:
a. ܽଵ ൌ ܾଵ ൌ ܿଵ ൒ ͳ
ܽ௡ାଵ ൌ ܽ௡ ൅ ܾ௡ ൅ ܿ௡ Ǣ ݊ ൒ ͳ
ܾ௡ାଵ ൌ Ͷ௡ െ ܿ௡ Ǣ ݊ ൒ ͳ
ܿ௡ାଵ ൌ Ͷ௡ െ ܾ௡ Ǣ ݊ ൒ ͳ
b. ܽ଴ ൌ ͳǡ ܾ଴ ൌ ܿଵ ൌ Ͳ
ܽ௡ ൌ ʹܽ௡ିଵ ൅ ܾ௡ିଵ ൅ ܿ௡ିଵ Ǣ ݊ ൒ ͳ
ܾ௡ ൌ ܾ௡ିଵ െ ܿ௡ିଵ ൅ Ͷ௡ିଵ Ǣ ݊ ൒ ͳ
ܿ௡ ൌ ܿ௡ିଵ െ ܾ௡ିଵ ൅ Ͷ௡ିଵ Ǣ ݊ ൒ ͳ

c. Misalkan ܽ௡ merupakan barisan ternair ݊ angka


yang memuat “0” sebanyak genap dan “1”
sebanyak genap, ܾ௡ merupakan barisan ternair ݊
angka yang memuat “0” sebanyak genap dan “1”
sebanyak ganjil, ܿ௡ merupakan barisan ternair ݊
angka yang memuat “0” sebanyak ganjil dan “1”
sebanyak genap. Tentukan dan selesaikan sistem
relasi rekursif dari permasalahan tersebut.

Page | 95
BAB VI
PRINSIP INKLUSI EKSLUSI

A. Deskripsi
Pada bagian ini dibahas tentang prinsip inklusi dan
eksklusi, dimulai dari bagaimana mendapatkan formula
tersebut. Selanjutnya diberikan contoh-contoh aplisi dari
prinsip inklusi dan eksklusi yang sangat menarik. Pada akhir
pembahasan diberikan pula soal-soal yang dapat digunakan
sebagai latihan atau alat untuk pengukuran ketercapaian
capaian pembelajaran.
B. Relevansi
Materi ini sangat penting untuk dikuasai oleh mahasiswa
calon guru karena sangat terkait langsung dengan materi
matematika sekolah. Meskipun dalam beberapa aplikasi
dapat diterapkan pada permasalahan yang lebih kompleks.
C. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran yang termuat pada materi ini
adalah:
1. Mahasiswa mampu menemukan prinsip inklusi dan
eksklusi.
2. Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan
untuk menentukan model matematikanya
berdasarkan prinsip inklusi eksklusi.
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan prinsip inklusi
eksklusi dalam permsalahan yang sesuai.

D. Materi
6.1 Definisi Inklusi Eksklusi
Pada bagian ini dibahas tentang salah satu teknik
enumerasi yang disebut dengan inklusi eksklusi. Sebelum
membahas lebih lanjut tentang konsep ini, perhatikanlah
contoh berikut ini.

Page | 96
Contoh 1 :
Misalkan S adalah himpunan 63 mahasiswa prodi
pendidikan matematika, 51 mahasiswa adalah laki-laki, 47
mahasiswa memprogram matakuliah Matematika Diskrit,
dan 45 yang memprogram mata kuliah Matematika Diskrit
adalah mahasiswa laki-laki. Berapa banyak mahasiswa
perempuan di prodi yang tidak memprogram matakuliah
Matematika Diskrit?
Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat
menggunakan diagram ven yang telah dikenal bertahun-
tahun, namun hal itu bukan ilustrasi yang tepat jika
permasalahannya semakin komplek dengan banyak variabel.
Jika diilustrasikan dengan diagram ven, dapat digambarkan
sebagai berikut ini:

S M L

2 45 6

10

Sehingga didapatkan banyaknya mahasiswa perempuan yang


tidak menmprogram matakuliah Matematika Diskrit adalah
sebanyak 63−51−47+45 = 10.
Contoh 2 :
Jenis masalah lain yang dapat menggunakan inklusi
eksklusi adalah untuk menentukan solusi bulat dari sebuah
persamaan yang telah kita bahas pada bagian seselumnya.
Contohnya diberikan persamaan linear berikut ini,

Page | 97
‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ͳͲͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଵ ൐ Ͳǡ ‫ݔ‬ଶ ǡ ‫ݔ‬ଷ ൒ Ͳ݀ܽ݊ʹ ൑ ‫ݔ‬ସ ൑ ͳͲ.
Persamaan tersebut dapat kita rubah menjadi persamaan baru
dengan cara berikut ini. Permasalahn tersebut juga dapat
diselesaikan dengan menggunakan prinsip inklusi eksklusi.

Misalkan terdapat dua himpunan A dan B yang saling


beririsan dalam sebuah semesta. Kita dapat menggambarkan
diagram Ven sebagai berikut:

Misal : S N,
N(a1) adalah banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1
yaitu A sehingga N a1 A.

'
N a1 adalah banyaknya anggota S yang tidak mempunyai
sifat a1 .
N(a2) adalah banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a2
yaitu ȁ‫ܤ‬ȁsehingga ܰሺܽଶ ሻ ൌ ȁ‫ܤ‬ȁ.
ܰሺܽଶ ᇱ ሻ adalah banyaknya anggota S yang tidak mempunyai
sifat ܽଶ .
N a1a2 A ˆ B , N a1 a 2 adalah banyaknya anggota S
yang mempunyai sifat a1 dan a 2 .

Page | 98
c c
N §¨ a1 a 2 ·¸ Ac ˆ B c
© ¹
A ‰ B c
S  A‰ B
N  A‰ B
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ሻ adalah banyaknya anggota S yang tidak memiliki
sifat ܽଵ maupun ܽଶ Ǥ
Kita libatkan semua anggota A dan B (included)
ȁ‫ܤ ׫ ܣ‬ȁ ൌ ȁ‫ܣ‬ȁ ൅ ȁ‫ܤ‬ȁ െ ȁ‫ܤ ת ܣ‬ȁ
ൌ ܰሺܽଵ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ
c c
Jadi N §¨ a1 a 2 ·¸ N  N a1  N a 2  N a1 a 2
© ¹
Formula tersebut yang dinamalan dengan Prinsip inklusi
eksklusi.

Bagaimana jika banyaknya himpunan ada 3 buah, berikut ini


merupakan ilustrasinya.

Page | 99
A B

a2
a1

a3

Maka dapat dibentuk rumus seperti berikut ini:


ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ሻ ൌ ܰ െ ȁ‫ܥ ׫ ܤ ׫ ܣ‬ȁ
Sedangkan,
ȁ‫ܥ ׫ ܤ ׫ ܣ‬ȁ ൌ ȁ‫ܣ‬ȁ ൅ ȁ‫ܤ‬ȁ ൅ ȁ‫ܥ‬ȁ െ ȁ‫ܤ ת ܣ‬ȁ െ ȁ‫ܥ ת ܣ‬ȁ
െ ȁ‫ܥ ת ܤ‬ȁ ൅ ȁ‫ܥ ת ܤ ת ܣ‬ȁ
ൌ ܰሺܽଵ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ሻ ൅ ܰሺܽଷ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ
െ ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ

Dengan demikian diperoleh prinsip inklusi eksklusi seperti


berikut ini:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ሻ ൌ ܰ െ ܰሺܽଵ ሻ െ ܰሺܽଶ ሻ െ ܰሺܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ

¦ mengkover kombinasi
§ 3·
x N ada satu suku yaitu kombinasi dan ¨¨ ¸¸ karena 0 sifat
© ¹
0

Page | 100
§ 3·
x ¦ N a ada 3 suku yaitu
i ¨¨ ¸¸ , tiap suku satu sifat
©1¹
§ 3·
x ¦ N a a
i j ada 2 suku yaitu ¨¨ ¸¸ , karena tiap suku
© 2¹
ada dua sifat sehingga kombinasi dua-dua dari 3 sifat
§ 3·
x N
¦ i j k
a a a ada satu suku yaitu ¨¨ ¸¸ =1
© 3¹
Dengan demikian jika terdapat lebih dari 3
himpunan kita akan kesulitan untuk menggunakan diagram
ven, misalkan untuk 4 himpunan maka mempunyai empat
sifat, yaitu a1 , a 2 , a3 , a 4 sehingga:
Banyaknya anggota S yang tidak mempunyai sifat a1 , a 2 ,
a3 , a 4 adalah:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ܽସ ᇱ ሻ
ൌ ܰ െ ܰሺܽଵ ሻ െ ܰሺܽଶ ሻ െ ܰሺܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ
െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽସ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଷ ܽସ ሻ െ ܰሺܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ

Page | 101
ܰሺܽଵᇱ ܽଶᇱ ܽଷᇱ ܽସᇱ ሻ ൌ ܰ
െ ෍ ܰሺܽ௜ ሻ

൅ ෍ ܰ൫ܽ௜ ܽ௝ ൯

െ ෍൫ܽ௜ ܽ௝ ܽ௞ ൯ ൅ ෍ሺܽ௜ ܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ

Secara umum, jika ada r sifat, yaitu a1 , a 2 , a3 ,. . . , a r ,


maka banyaknya anggota S yang tidak mempunyai sifat a1 ,
a 2 , a3 ,. . . , a r adalah:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ǥ ܽ௥ ᇱ ሻ
ൌܰ
െ ෍ ܰሺܽ௜ ሻ

൅ ෍ ܰ൫ܽ௜ ܽ௝ ൯

െ ෍൫ܽ௜ ܽ௝ ܽ௞ ൯ േ ‫ڮ‬

൅ ሺെͳሻ௧ ෍൫ܽ௜ ଵ ܽଶ ଶ ǥ ܽ௜ ௧ ൯ േ ‫ڮ‬


൅ ሺെͳሻ௥ ሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ǥ ܽ௥ ሻ

‫ݎ‬
Suku dalam ܰ sebanyak ቀ ቁ ൌ ‫ݎ‬ǡ ‫ ݈݉ܽܽ݀ݑ݇ݑݏ‬σ ܰሺܽ௜ ሻ
Ͳ
‫ݎ‬ ‫ݎ‬
sebanyak ቀ ቁ, suku dalam σ ܰሺܽ௜ ܽ௝ ሻ sebanyak ቀ ቁ, suku
ͳ ʹ
‫ݎ‬
dalam σ ܰሺܽ௜ ܽ௝ ܽ௞ ሻsebanyaak ቀ ቁ, suku dalam
͵
‫ݎ‬
ሺെͳሻ௧ σ൫ܽ௜ ଵ ܽଶ ଶ ǥ ܽ௜ ௧ ൯ sebanyak ቀ ቁ dan suku dalam
‫ݐ‬
ሺെͳሻ௧ σሺ ܽଵ ܽଶ ܽଷ ǥ ܽ௥ ሻ sebanyak 1 suku.
Dengan demikian ini adalah bentuk umum prinsip inklusi
eksklusi dengan banyaknya sifat sebanyak ‫ݎ‬.

Page | 102
6.2 Aplikasi Prinsip Inklusi Eksklusi
Telah ditemukan bentuk umum dari prinsip inklusi
eksklusi, dengan demikian diberikan contoh aplikasi dari
prinsip tersebut dalam permasalahan.
Contoh 1 :
Tentukan banyaknya bilangan bulat dari 1 sampai 10.000
yang tidak habis dibagi 4, 6, 7 atau 10.

Penyelesaian:
S = {1, 2, 3, …, 10000}
N = 10000
a1 : sifat habis dibagi 4
a2 : sifat habis dibagi 6
a3 : sifat habis dibagi 7
a4 : sifat habis dibagi 10

N(a1) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1


= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀͶ‫ۂ‬
=2500
N(a2) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a2
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 6
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁ͸‫ۂ‬
= 1666
N(a3) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a3
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 7
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁ͹‫ۂ‬
= 1428
N(a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀͳͲ‫ۂ‬
= 1000

Page | 103
N(a1 a2) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1 a2
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4 dan 6
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁͳʹ‫ۂ‬
= 833

N(a1 a3) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1 a3


= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4 dan 7
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁʹͺ‫ۂ‬
= 357
N(a1 a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1 a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4 dan 10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀʹͲ‫ۂ‬
= 500
N(a2 a3) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a2 a3
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 6 dan 7
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀͶʹ‫ۂ‬
= 238
N(a2 a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a2 a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 6 dan 10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁ͵Ͳ‫ۂ‬
= 333
N(a3 a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a3 a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 7 dan 10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁ͹Ͳ‫ۂ‬
= 142
N(a1 a2 a3) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1
a 2 a3
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4, 6 dan
7
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀͺͶ‫ۂ‬
= 119
N(a1 a2 a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1
a2 a4

Page | 104
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4, 6 dan
10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬Ȁ͸Ͳ‫ۂ‬
= 166

N(a1 a3 a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a1


a3 a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4, 7 dan
10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀͳͶͲ‫ۂ‬
= 71
N(a2 a3 a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat a2
a3 a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 6 , 7 dan
10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀʹͳͲ‫ۂ‬
= 47
N(a1 a2 a3a4) = banyaknya anggota S yang mempunyai sifat
a1 a2 a3a4
= banyaknya anggota S yang habis dibagi 4, 6 ,
7dan 10
= ‫ͲͲͲͲͳہ‬ȀͶʹͲ‫ۂ‬
= 23
Dengan menggunakan prinsip inklusi dan eksklusi maka
dapat ditentukan banyaknya bilangan bulat dari 1 sampai
10.000 yang tidak habis dibagi 4, 6, 7 atau 10, yaitu:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ܽସ ᇱ ሻ
ൌ ܰ െ ܰሺܽଵ ሻ െ ܰሺܽଶ ሻ െ ܰሺܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ
െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽସ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଷ ܽସ ሻ െ ܰሺܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ

Page | 105
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ܽସ ᇱ ሻ
ൌ ͳͲͲͲͲ െ ʹͷͲͲ െ ͳ͸͸͸ െ ͳͶʹͺ െ ͳͲͲͲ
൅ ͺ͵͵ ൅ ͵ͷ͹ ൅ ͷͲͲ ൅ ʹ͵ͺ ൅ ͵͵͵ ൅ ͳͶʹ
െ ͳͳͻ െ ͹ͳ െ ͳ͸͸ െ Ͷ͹ ൅ ʹ͵
ᇱ ᇱ ᇱ ᇱሻ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ
ൌ ͳͲͲͲͲ െ ͸ͷͻͶ ൅ ʹͶͲ͵Ȃ ͶͲ͵ ൅ ʹ͵
ൌ ͷͶʹͻ

Jadi banyaknya bilangan bulat mulai 1 sampai 10000 yang


tidak habis dibagi 4, 6, 7 atau 10 adalah 5429.

Contoh 2 :
Tentukan banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, 4, 5, 6}
sedemikian hingga pola-pola “124” dan “35” tidak muncul.
Penyelesaian:
ܵ ൌ Banyaknya permutasi dari ሼͳǡ ʹǡ ͵ǡ Ͷǡ ͷǡ ͸ሽ ൌ ͸Ǩ ൌ ͹ʹͲǤ
ܰ ൌ ͹ʹͲ
Misal:
ܽଵ ൌsifat muncul pola “124”
ܽଶ ൌsifat muncul pola “35”
ܰሺܽଵ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଵ
ܰሺܽଵ ሻ = Banyaknya permutasi dari ሼͳǡ ʹǡ ͵ǡ Ͷǡ ͷǡ ͸ሽ
sedemikian hingga pola “124” muncul.
ܰሺܽଵ ሻ = Banyaknya permutasi dari ሼͳʹͶǡ ͵ǡ ͷǡ ͸ሽǤ
ܰሺܽଵ ሻ ൌ ͶǨ ൌ ʹͶ
ܰሺܽଶ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଶ
ܰሺܽଶ ሻ = Banyaknya permutasi dari ሼͳǡ ʹǡ ͵ǡ Ͷǡ ͷǡ ͸ሽ
sedemikian hingga pola “35” muncul.
ܰሺܽଶ ሻ = Banyaknya permutasi dari ሼ͵ͷǡ ͳǡ ʹǡ Ͷǡ ͸ሽǤ
ܰሺܽଶ ሻ ൌ ͶǨ ൌ ʹͶ
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat
ܽଵ ݀ܽ݊ܽଶ

Page | 106
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ = Banyaknya permutasi dari ሼͳǡ ʹǡ ͵ǡ Ͷǡ ͷǡ ͸ሽ
sedemikian hingga pola “124” dan “35” muncul.
ܰሺܽଶ ሻ = Banyaknya permutasi dari ሼͳʹͶǡ ͵ͷǡ ͸ሽǤ
ܰሺܽଶ ሻ ൌ ͵Ǩ ൌ ͸
Dengan menggunakan prinsip inklusi dan eksklusi maka
dapat ditentukan banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, 4, 5, 6}
sedemikian hingga pola-pola “124” dan “35” tidak muncul,
yaitu:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ሻ ൌ ܰ െ ܰሺܽଵ ሻ െ ܰሺܽଶ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ሻ ൌ ͹ʹͲ െ ʹͶ െ ʹͶ ൅ ͸ ൌ ͸͹ͺ.
Contoh 3 :
Dalam sebuah kelas terdapat 147. Guru kelas telah
merencanakan untuk membuat seragam olahraga untuk
murid mereka. Ada tiga pilihan warna: merah, coklat, dan
biru. Misalkan 60 siswa memilih warna merah, 103 siswa
memilih warna coklat, 50 memilih warna biru, 30 memilih
warna merah dan biru, 40 memilih warna merah dan coklat,
25 memilih warna coklat dan biru, dan 18 memilih ketiga
flavor. Berapa banyak siswa yang tidak memilih warna
merah, coklat dan biru?

Penyelesaian:
ܵ ൌ banyaknya siswa dalam 1 kelas = 147
ܰ ൌ ͳͶ͹
Misal:
ܽଵ ൌsifat memilih warna merah
ܽଶ ൌsifat memilih warna coklat
ܽଷ ൌsifat memilih warna biru

ܰሺܽଵ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଵ


ܰሺܽଵ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna merah
ܰሺܽଵ ሻ ൌ ͸Ͳ
ܰሺܽଶ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଶ
ܰሺܽଶ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna coklat

Page | 107
ܰሺܽଶ ሻ ൌ ͳͲ͵
ܰሺܽଷ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଷ
ܰሺܽଷ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna biru
ܰሺܽଷ ሻ ൌ ͷͲ

ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat


ܽଵ ݀ܽ݊ܽଶ
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna merah
dan coklat
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ ൌ ͶͲ
ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat
ܽଵ ݀ܽ݊ܽଷ
ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna merah
dan biru
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ ൌ ͵Ͳ
ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat
ܽଶ ݀ܽ݊ܽଷ
ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna coklat
dan biru
ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ ൌ ʹͷ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ = Banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat
ܽଵ ǡ ܽଶ ݀ܽ݊ܽଷ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ = Banyaknya siswa yang memilih warna coklat
dan biru
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ ൌ ͳͺ
Dengan menggunakan prinsip inklusi dan eksklusi maka
dapat ditentukan banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, 4, 5, 6}
sedemikian hingga pola-pola “124” dan “35” tidak muncul,
yaitu:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ሻ ൌ ܰ െ ܰሺܽଵ ሻ െ ܰሺܽଶ ሻ െ ܰሺܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ
ᇱ ᇱ ᇱሻ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ൌ ͳͶ͹ െ ͸Ͳ െ ͳͲ͵ െ ͷͲ ൅ ͶͲ ൅ ͵Ͳ ൅ ʹͷ
െ ͳͺ

Page | 108
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ሻ ൌ Ͷ͹
Jadi banyaknya siswa dalam kelas yang tidak memilih warna
merah, coklat dan biru adalah sebanyak 47 siswa.
Contoh 4 :
Berapa banyaknya solusi bulat dari persamaan ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅
‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ dengan syarat Ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑ ͳͲǢ ‫ ݅݇ݑݐ݊ݑ‬ൌ
ͳǡʹǡ͵ǡͶǤ
Penyeleaian:
ܵ ൌ banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ dengan
syarat ‫ݔ‬௜ ൒ ͲǢ ‫ ݅݇ݑݐ݊ݑ‬ൌ ͳǡʹǡ͵ǡͶ.
݊൅݇െͳ ʹͲ ൅ Ͷ െ ͳ ʹ͵
ܵൌቀ ቁൌቀ ቁ ൌ ቀ ቁ ൌ ͳ͹͹ͳ
݊ ʹͲ ʹͲ
Misal:
ܽଵ ൌsifat ‫ݔ‬ଵ ൒ ͳͳ
ܽଶ ൌsifat ‫ݔ‬ଶ ൒ ͳͳ
ܽଷ ൌsifat ‫ݔ‬ଷ ൒ ͳͳ
ܽସ ൌsifat ‫ݔ‬ସ ൒ ͳͳ
ܰሺܽଵ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଵ
ܰሺܽଵ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଵ ൒ ͳͳ
݊൅݇െͳ ͻ൅Ͷെͳ ͳʹ
ܰሺܽଵ ሻ =ቀ ቁൌቀ ቁ ൌ ቀ ቁ ൌ ʹʹͲ
݊ ͻ ͻ
ܰሺܽଶ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଶ
ܰሺܽଶ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଶ ൒ ͳͳ
݊൅݇െͳ ͻ൅Ͷെͳ ͳʹ
ܰሺܽଶ ሻ =ቀ ቁൌቀ ቁ ൌ ቀ ቁ ൌ ʹʹͲ
݊ ͻ ͻ
ܰሺܽଷ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଷ
ܰሺܽଷ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଷ ൒ ͳͳ
݊൅݇െͳ ͻ൅Ͷെͳ ͳʹ
ܰሺܽଷ ሻ =ቀ ቁൌቀ ቁ ൌ ቀ ቁ ൌ ʹʹͲ
݊ ͻ ͻ
ܰሺܽସ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽସ

Page | 109
ܰሺܽସ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ସ ൒ ͳͳ
݊൅݇െͳ ͻ൅Ͷെͳ ͳʹ
ܰሺܽସ ሻ =ቀ ቁൌቀ ቁ ൌ ቀ ቁ ൌ ʹʹͲ
݊ ͻ ͻ
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଵ
dan ܽଶ
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଵ ǡ ‫ݔ‬ଶ ൒ ͳͳ
ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଵ
dan ܽଷ
ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଵ ǡ ‫ݔ‬ଷ ൒ ͳͳ
ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଵ ܽସ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଵ
dan ܽସ
ܰሺܽଵ ܽସ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଵ ǡ ‫ݔ‬ସ ൒ ͳͳ
ܰሺܽଵ ܽସ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଶ
dan ܽଷ
ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଶ ǡ ‫ݔ‬ଷ ൒ ͳͳ
ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଶ ܽସ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଶ
dan ܽସ
ܰሺܽଶ ܽସ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଶ ǡ ‫ݔ‬ସ ൒ ͳͳ
ܰሺܽଶ ܽସ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଷ ܽସ ሻ = banyaknya anggota ܵ yang mempunyai sifat ܽଷ
dan ܽସ
ܰሺܽଷ ܽସ ሻ = banyaknya solusi bulat ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ
dengan syarat ‫ݔ‬ଷ ǡ ‫ݔ‬ସ ൒ ͳͳ

Page | 110
ܰሺܽଷ ܽସ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽସ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଵ ܽଷ ܽସ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ =Ͳ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ=Ͳ
Dengan menggunakan prinsip inklusi dan eksklusi maka
dapat ditentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan
‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲ dengan syarat Ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑
ͳͲǢ ‫ ݅݇ݑݐ݊ݑ‬ൌ ͳǡʹǡ͵ǡͶǤ, yaitu:
ܰሺܽଵ ᇱ ܽଶ ᇱ ܽଷ ᇱ ܽସ ᇱ ሻ
ൌ ܰ െ ܰሺܽଵ ሻ െ ܰሺܽଶ ሻ െ ܰሺܽଷ ሻ െ ܰሺܽସ ሻ
൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽସ ሻ
൅ ܰሺܽଶ ܽଷ ሻ ൅ ܰሺܽଶ ܽସ ሻ ൅ ܰሺܽଷ ܽସ ሻ
െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽସ ሻ െ ܰሺܽଵ ܽଷ ܽସ ሻ
െ ܰሺܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ ൅ ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ ሻ
ᇱ ᇱ ᇱ ᇱሻ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ
ൌ ͳ͹͹ͳ െ ʹʹͲ െ ʹʹͲ െ ʹʹͲ െ ʹʹͲ ൅ Ͳ
൅Ͳ൅Ͳ൅Ͳ൅Ͳ൅ͲെͲെͲെͲെͲ൅Ͳ
ᇱ ᇱ ᇱ ᇱሻ
ܰሺܽଵ ܽଶ ܽଷ ܽସ ൌ ͺͻͳ.

E. Soal Formatif
1. Sebuh kata sandi dengan panjang 9 dibentuk dari angka-
angka 0, 1 dan 2 sedemikian hingga tiap angka muncul
tiga kali dan tiga angka berurutan dalam kata sandi
tersebut tidak boleh sama. Ada berapa kata sandi yang
dapat dibentuk?
2. Untuk suatu bilangan cacah n, banyaknya solusi bulat
dari persamaan ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ ڮ‬൅ ‫ݔ‬௞ ൌ ݊Ǣ‫ݔ‬௜ ൒ Ͳǡ ‫א ݅׊‬
ሼͳǡʹǡ ǥ ǡ ݇ሽ݈݄ܽ݀ܽܽ൫௡ା௞ିଵ

൯Ǥ gunakan prinsip inklusi
eksklusi untuk menentukan banyaknya solusi bulat dari
setiap persamaan berikut:

Page | 111
a. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൌ ͳ͸Ǣ Ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑ ͹ǡ ‫ א ݅׊‬ሼͳǡʹǡ͵ሽ
b. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൌ ͳͶǢ ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑ ͹ǡ ‫ א ݅׊‬ሼͳǡʹǡ͵ሽ
c. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅ ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͲǢ ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑ ͸ǡ Ͳ ൑ ‫ݔ‬ଶ ൑ ͹ǡ
Ͷ ൑ ‫ݔ‬ଷ ൑ ͺǡ ʹ ൑ ‫ݔ‬ସ ൑ ͸
d. ‫ݔ‬ଵ ൅ ‫ݔ‬ଶ ൅ ‫ݔ‬ଷ ൅  ‫ݔ‬ସ ൌ ʹͺǢ ͳ ൑ ‫ݔ‬௜ ൑ ͷ݅ǡ ‫א ݅׊‬
ሼͳǡʹǡ͵ǡͶሽ

Page | 112
DAFTAR PUSTAKA

Budayasa, I. K. (2008). Matematika Diskrit. Surabaya:


UNESA University Press.
Epp, S. S. (2011). Discrete Mathematics with
Aplications. Boston: Discrete Math for
Computer Science Students.
Gallier, J. (2017). Discrete Mathematics, Second
Edition In Progress. Springer.
Graham, R. L., Knuth, D. E., & Patashnik, O. (1990).
Concrete Mathematics. Canada: Addison-
Wesley Publishing Company.
Grimaldi, R. (2004). Discrete and Combinatorial
Mathematics.: An Applied Introduction. Boston:
Addison Wesley Longman.
Keller, M. T., & Trotter, W. T. (2016). Applied
Combinatorics. Washington: CreateSpace
Independent Publishing Platform.
Liu, C. L. (1995). Elements of Discrete Mathematics.
Mc. Graw Hill.
Lovasz, L., & Vesztergombi, K. (2003). Discrete
Mathematics. US: Springer-Verlag New York
Inc. .
Petersen, P. (1994). Combinatorics. GB: Cambridge
University Press.
Rosen, K. H. (2007). Discrete Mathematics andIts
Applications. NewYork: McGraw-Hill.
Rosen, K. H. (2007). Discrete Mathematics andIts
Applications. New York: McGraw-Hill, a

Page | 113
business unit of The McGraw-Hill Companies,
Inc.
Townsend, M. (1961). Discrete Mathematics: Applied
COmbinatorics and Graph Theory. California:
The Benjamin/Cummings Publishing Company
Inc.

Page | 114