Anda di halaman 1dari 7

Roda Gigi Payung

A. Tujuan
a. Mahaiswa dapat mengerti tahapan yang harus dilakukan dalam membuat roda gigi
payung.
b. Melatih mahasiswa agar terampil dan teliti dalam mengerjakan benda kerja dengan
mesin frais.
c. Mahasiswa dapat mempergunakan alat-alat yang berhubungan dengan mesin frais
dengan benar.
d. Mahasiswa mampu membuat roda gigi payung dengan mesin frais.
e. Mahasiswa dapat menghitung dimensi roda gigi payung.
B. Teori singkat
Apabila diinginkan memindah daya pada posisi poros yang bersinggungan
(intersection) dapat digunakan roda gigi payung. Contoh penggunaan roda gigi ini misalnya
pada: drill chuck, jalur vertical pada mesin planning, mekanisme pengatur langkah pada
mesin skrap dan pengatur arah pada mesin bor pekerjaan berat. Pada umunya pasangan roda
gigi payung membentuk sudut 90 0 namun dalam hal tertentu dapat dibuat pasangan roda gigi
payung dengan sudut lebih besar dan lebih kecil dari 90 0.

Gambar 8. Roda Gigi Payung/konis

C. Alat dan bahan


a. Alat
1. Mesin bubut, mesin frais universal
2. Peralalatan bubut dan frais
3. Pisau frais M 2
4. Pahat rata kanan
5. Kikir rata halus
6. Jangka sorong
7. Height gauge
8. Penyiku
9. Kunci inggris
10. Mata bor
11. Senter putar
12. Senter dril
13. Mandrel

b. Bahan
cast iron ø2”x 155 (mm)
c. Jig and Fixture
1. Center drill
2. Center putar
3. Kepala pembagi
4. Mandrel
E. Prosedur perencanan
a. Perencanaan

𝑧 = 18
𝑀=2
𝛽 = 40°

1. Diameter Tusuk ( Dt)


𝐷𝑡 = 𝑧 𝑥 𝑀
𝐷𝑡 = 18 𝑥 2
𝐷𝑡 = 36 𝑚𝑚
2. Jari-JariPenjuru ( R )
𝐷𝑡
𝑅=
𝑠𝑖𝑛 𝛽
36
𝑅=
sin 40°
36
𝑅=
0,6427
𝑅 = 56,0136 𝑚𝑚
3. Diameter Kepala ( Dka)
𝐷𝑘𝑎 = 𝐷𝑡 + 2(𝑀)𝑐𝑜𝑠𝛽
𝐷𝑘𝑎 = 36 + 2(2)𝑐𝑜𝑠40°
𝐷𝑘𝑎 = 36 + 3,0641
𝐷𝑘𝑎 = 39,0641 𝑚𝑚
4. Kepala Gigi (Ha)

𝐻𝑎 = 1 𝑥 𝑀
𝐻𝑎 = 1 𝑥 2
𝐻𝑎 = 2 𝑚𝑚
5. Kaki Gigi ( Hi )

𝐻𝑖 = 1,25 𝑥 𝑀
𝐻𝑖 = 1,25 𝑥 2
𝐻𝑖 = 2,5 𝑚𝑚
6. Lebar Gigi ( b )

1
𝑏= 𝑥𝑅
3
1
𝑏 = 𝑥 56,0136
3
𝑏 = 18,6712 𝑚𝑚
7. Sudut Kepala Gigi (δ)

𝐻𝑎
𝛿=
𝑅
2
𝛿=
56,0136
𝛿 = 0,0357
𝛿 = 1°20′
8. Sudut Kaki ( 𝜑 )

𝐻𝑖
𝜑=
𝑅
2,5
𝜑=
56,0136
𝜑 = 0,0463
𝜑 = 1°52′
9. Sudut Muka ( 𝛾 )

𝛾=𝛽+ 𝛿
𝛾 = 40° + 1°20′
𝛾 = 41°20′
10. Sudut Potong ( 𝜆 )

𝜆=𝛽+ 𝜑
𝜆 = 40° − 1°52′
𝜆 = 38°48′
11. Sudut Miring Samping ( 𝜃 )

𝜃 = 90° − 𝛽
𝜃 = 90° − 40°
𝜃 = 50°
12. Perhitungan Jumlah Bagian Kepala Pembagi ( Nc )
𝐼
𝑁𝑐 =
𝑧
40
𝑁𝑐 = 18

4 6
𝑁𝑐 = 2 =2
18 36
Kepala pembagi diputar 2 putaran ditambah 6 bagian dari kepala pembagi nomor indeks 36

b. Langkah kerja
a) Langkah kerja pada mesin bubut
1. Berdo’alah sebelum melakukan aktivitas di workshop agar diberi
keselamatan dan kelancaran dalam melakukan praktikum
2. Siapkan mesin dan peralatan yang diperlukan saat melakukan praktikum
pembuatan roda gigi payung
3. Cek ukuran bakal benda kerja.
4. Jepit benda kerja pada chuck mesin bubut dan carilah senternya.
5. Pasang pahat pada toolpostsetinggi ujung senter putar.
6. Lakukan pembubutan facing.
7. Membuat bakal lubang mandril dengan terlebih dahulu menggunakan
center drill, dilanjutkan dengan mata bor ѳ10, ѳ12, ѳ16, ѳ19. Untuk
finishinglubang menggunakan reamer ѳ20.
8. Buka cekam, dan jepit kembali benda kerja menggunakan mandril.
9. Bubut bagian sisi bakal roda gigi hingga mencapai ukuran (Dka)
10. Bubut untuk bagian sisi tangkai payung bakal roda gigi sepanjang 15 mm
dengan ѳ28.
11. Buka cekam, jepit kembali roda gigi payung pada bagian tangkai
12. Garis dengan memutar spindel sepanjang tinggi T = 5,5 mm
13. Lakukan pembubutan tirus sebesar sudut muka ( 𝛾 )41, °2′ sampai batas
garis T.
14. Chamfer 45⁰ bagian depan roda gigi kira-kira sedalam gigi (Hg).
15. Pada bagian belakang roda gigi di chamfer hingga bertemu dengan sisi
(Dka) sebesar 90⁰.
16. Matikan mesin.
17. Setelah selesai buka benda kerja.
b) Langkah kerja pada mesin frais modul.
1. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan pada proses pengerjaan roda gigi
payung dimesin frais.
2. Pasang cutter modul pada arbor mesin frais.
3. Setting dividing head menggunakan siku baja dan dial indikator agar
senter pada meja mesin.
4. Jepit benda kerja pada chuck dividing head.
5. Sejajarkan ujung cutter dengan bagian tengah bakal roda gigi
menggunakan high gaugeyang di stel setinggi ujung kepala lepas. Garis
dan putar poros engkol dividing head 10 putaran.
6. Pada pembuatan roda gigi payung kepala pembagi dimiringkan sebesar
sudut potong ( 𝜆 )= 38°48′
7. Hidupkan mesin dan lakukan setting titik nol benda kerja pada (Dka).
8. Matikan mesin.
9. Hidupkan mesin, untuk pemakanan awal sedalam 2 mm.
10. Putaran poros engkol disesuaikan dengan piring pembagi dan jumlah gigi.
11. Lakukan pengefraisan hingga mencapai jumlah gigi yang direncanakan.
12. Setelah selesai pemakanan 1 kali keliling, tambah dalam pemakanan
hingga sedalam gigi (Hg)
13. Matikan mesin.
14. Ukur tebal gigi lalu, geser meja mesin secara melintang sebesar 1/7 dari
tebal gigi.
15. Lakukan kembali pemakanan 1 kali putaran keliling.
16. Setelah itu geser kembali kearah sebaliknya sebesar 1/7 dari tebal gigi dari
tengah pemakanan.
17. Lakukan kembali pemakanan 1 kali putaran keliling.
18. Setelah selesai kikirlah benda kerja apabila masih terdapat sisi yang tajam,
lalu buka cekam benda kerja.
19. Bersihkan mesin dan kembalikan semua peralatan pada tempatnya.
c) Langkah kerja pada mesin slotter.
1. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan pada proses pengerjaan spi roda gigi
payung dimesin frais slotter.
2. Untuk langkah awal pembuatan spi, lukislah dimensi spi pada roda gigi
payung menggunakan bantuan high gauge, blok v, dan blok siku.
3. Setelah selesai jepit benda kerja pada chuck mesin.
4. Pasang pahat pada rumah pahat mesin slotter.
5. Lakukan setting panjang pemesinan (panjang langkah pemotongan) pada
benda kerja.
6. Setelah itu cari titik nol benda kerja.
7. Lakukan pemakan secara bertahap perlahan mengikuti lukisan spi.
8. Lakukan pemakanan bertahap.
9. Setelah selesai buka benda kerja, dan untuk penchamferan dilakukan
dengan kikir.
10. Bersihkan mesin, dan kembalikan semua peralatan pada tempatnya
F. Keselamatan kerja
Dalam melakukan praktikum di worksop operator hendaknya wajib menggunakan alat
keselamatan kerja seperti :
a. Baju Praktek
b. Kacamata safety
c. Sepatu safety
G. Kesimpulan dan saran
a. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakuka diworkshop dapat ditarik beberapa
kesimpulan diantaranya :
1. Roda gigi payung adalah roda gigi yang berfungsi untuk menghubungkan poros
yang saling tegak lurus
2. Sepasang roda gigi payung pada umumnya bersudut 90° tetapi ada juga yang
lebih atau kurang dari 90°
b. Saran
Dalam pembuatan roda gigi payung kita harus menghitung secara detail
dimensi roda gigi payung karena roda gigi payung merupakan roda gigi yang cukup
sulit dalam menghitung dimensinya