Anda di halaman 1dari 15

Kasus :

Ny. T usia 45 tahun, dirawat tanggal 7-12 mei 2011 untuk kemoterapi pada
tanggal 9 dan 10 Mei 2011. Mengeluh nyeri pada payudara kiri. Diagnosis
sebelum kemoterapi: Ca Mammae Sinistra, ada luka pada payudara kiri.
Diagnosis setelah kemoterapi: Ca Mammae Sinistra, susp.metastasi subpleural
sinistra dengan ulkus.

Parameter Hasil pemeriksaan


7/5/2011 12/5/2011
Tekanan darah 130/80 mmHg 130/80 mmHg
Nadi 78 kali per menit 100 kali per menit
pernafasan 20 kali per menit 22 kali per menit

Pada saat masuk RS mendapat tramadol HCl 3 x 50 mg dan PCT 3 x 250


mg. Sebelum kemoterapi mendapat dexamethasoone 1 ampul (5mg),
ondansentron 1 ampul (8mg), infus NaCl 0,9% dan difenhidramin HCl. Untuk
kemoterapi mendapat paksitaksel 210 mg iv (9 Mei 2011), doksorubisin 70 mgiv
dan siklofosfamid 800 mg iv (10 Mei 2011). Setelah kemoterapi mendapat
seftriaksone 1 g, metoklopramid HCl 3 x 10 mg, ranitidin 2 x 150 mg dan PCT 3x
500mg.
Terapi

Terapi rute Dosis Waktu Tanggal ke-


pemberi 25-4-11 26-4-11 7-5-11 9-5-11 10-5-11 12-5-11 29-5-11 30-5-11 1-6-11 20-6-11 21-6-11 22-6-11

an
Metronidazole i.v 500mg √ √
Seftriaxone i.v 1g √ √
Tramadol p.o 50 mg 3x √
PCT p.o 250 mg 3x √
Infus NaCl 0,9% √ √ √ √ √
Ondansentron i.v 8 mg √ √ √ √ √
dexamethasone i.v 5mg √ √ √ √ √
Difenhidramin HCl i.v 50 mg √ √ √ √ √
Paxitacel i.v 210 mg √ √

doksorubicin i.v 70 mg √ √

siklofosfamid i.v 800 mg √ √ √

Ranitidin 150 mg 2x √ √ √

PCT p.o 500 mg 3x √ √ √

Metoklopramid p.o 10 mg 3x √ √
Pemeriksaan Tanda Vital pasien

Pemeriksaan Pasien (ke-)


Parameter April 2011 Mei Juni
23 25 26 28 30 2 3 5 6 7 12 31 21 22
TD 120/90 120/80 130/80 120/80 130/90 150/90 140/90 140/90 130/90 130/80 130/80 130/80 110/70 110/70
(mmHg)
Nadi
(kali per 71 76 72 72 74 80 80 78 100 78 100 82 80 84
menit)
Pernapasan
(kali per 20 22 24 20 18 24 20 20 28 20 22 18 18 20
menit)
Suhu 36 - normal 36,7 36,6 36,4 normal - 37,5 - - 36,6 36,7 36,8
(˚C)
GSC 15 - - - - - - - - - - - - -
Kreatinin - 0,6 - - - - - - - - - - - -
(mg/dL)
LED - 31 - - - - - - - - - - - -
(mm/jam)
PENYELESAIAN MENGGUNAKAN METODE SOAP

A. SUBJECTIVE
Nama : Ny. T
Usia : 45 tahun
Keluhan : Nyeri pada payudara kiri
Diagnosis sebelum kemoterapi : Ca mamae sinistra, ada luka pada payudara
kiri.
Diagnosis setelah kemoterapi : Ca mamae sinistra, sups. Metastasi
subpleural sinistra dengan ulkus.
B. OBJECTIVE
1. Tanda-tanda vital

Pemeriksaan Pasien (ke-)


Parameter April 2011 Mei Juni
23 25 26 28 30 2 3 5 6 7 12 31 21 22
TD
120/90 120/80 130/80 120/80 130/90 150/90 140/90 140/90 130/90 130/80 130/80 130/80 110/70 110/70
(mmHg)
Nadi
71 76 72 72 74 80 80 78 100 78 100 82 80 84
(kali per menit)
Pernapasan
20 22 24 20 18 24 20 20 28 20 22 18 18 20
(kali per menit)
Suhu
36 - normal 36,7 36,6 36,4 normal - 37,5 - - 36,6 36,7 36,8
(˚C)
GSC 15 - - - - - - - - - - - - -
Kreatinin
- 0,6 - - - - - - - - - - - -
(mg/dL)
LED
- 31 - - - - - - - - - - - -
(mm/jam)
2. Terapi

Terapi rute Dosis Waktu Tanggal ke-


pemberi 25-4-11 26-4-11 7-5-11 9-5-11 10-5-11 12-5-11 29-5-11 30-5-11 1-6-11 20-6-11 21-6-11 22-6-11

an
Metronidazole i.v 500mg √ √
Seftriaxone i.v 1g √ √
Tramadol p.o 50 mg 3x √
PCT p.o 250 mg 3x √
Infus NaCl 0,9% √ √ √ √ √
Ondansentron i.v 8 mg √ √ √ √ √
dexamethasone i.v 5mg √ √ √ √ √
Difenhidramin HCl i.v 50 mg √ √ √ √ √
Paxitacel i.v 210 mg √ √
doksorubicin i.v 70 mg √ √

siklofosfamid i.v 800 mg √ √ √


Ranitidin 150 mg 2x √ √ √

PCT p.o 500 mg 3x √ √ √

Metoklopramid p.o 10 mg 3x √ √
C.ASSESMENT
Nama Obat Analisis Keterangan
Metronidazole Indikasi : infeksi bakteri anaerob
Mekanisme : tergolong dalam kelas
antibiotik yang dikenal dengan
nitroimidazoles.
Cara kerja obat metronidazole adalah
dengan menghentikan pertumbuhan
bakteri dan protozoa.
Dosis :
500 mg 3x sehari 1 tablet

 Efek samping :
 Sakit kepala
 Kulit kering atau gatal
 Mual

Seftriaxone Indikasi : infeksi bakteri


Mekanisme : menghentikan
pertumbuhan bakteri.
Dosis : 1 g 2x sehari
Efek samping :
Gangguan saluran cerna, reaksi
kulit (gatal,urtikaria)

Tramadol Indikasi :
Nyeri akut dan kronik berat,
nyeri pasca operasi
Mekanisme :
Tramadol bekerja dengan dua
mekanisme.

Pertama, dengan mengikat


secara stereospesifik reseptor
µ-opioid di sistem saraf pusat
untuk mengeblok sensasi nyeri
dan respon terhadap nyeri
(inflamasi). Kedua,
menghambat pelepasan
neurotransmitter, serotonin dan
norepinephrine dari sistem
saraf aferen
yang sensitif terhadap stimulus
yang berakibat terhambatnya
impuls nyeri.

Dosis : 3x sehrai 1 tablet 500 mg


Efek samping : perasaan tidak
nyaman pada perut, diare,
hipotensi
PCT Indikasi : nyeri ringan sampai
sedang
Mekanisme : menghambat
kerja enzim cyclooxygenase
(COX). Enzim COX berperan
pada pembentukan
prostaglandin yaitu
senyawa penyebab nyeri.
Dengan dihambatnya kerja
enzim ini,
maka jumlah prostaglandin
pada sistem saraf pusat menjadi
berkurang sehingga respon
tubuh terhadap nyeri
berkurang.

Dosis : 250 mg 3x sehari 1 tablet


500 mg 3x sehari 1 tablet
Efek samping : rekasi alergi,
ruam kulit
Infus NaCl 0,9% Indikasi : mengembalikan cairan
tubuh.
Mekanisme : natrium klorida
memberikan kation utama dalam
cairan ekstraseluler dan berfungsi
mengatur distribusi air,
keseimbangan cairan, elektrolit,
dan tekanan osmotik.
Ondansentron Indikasi : Penatalaksanaan mual
dan muntah karena kemoterapi
Mekanisme : memblokir salah satu
substansi natural tubuh ( zat
serotonin) yang menyebabkan
muntah. Ondansetron adalah obat
yang tergolong dalam kelas obat
bernama 5-HT3 blockers.
Dosis : 8 mg
Efek samping: sakit kepala,
konstipasi, kejang.
dexamethasone Indikasi : antiinflamasi
Mekanisme :
Dosis : 5 mg

 Efek samping : Mual, sakit perut,


kembung.

Difenhidramin HCl Indikasi : anti alergi


Dosis :
Mekanisme
Efek samping : sedasi,
gangguan saluran cerna, mulit
kering.

Paxitacel Indikasi : obat kemoterapi


Dosis :
Mekanisme; memperlambat atau
menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Efek samping : Mual, muntah, diare,
sariawan, otot/nyeri sendi, mati
rasa/kesemutan/sensai tangan/kaki
terbakar, pembilasan, pusing, atau
mengantuk
doksorubicin Indikasi : obat kemoterapi
Dosis
Mekanisme : memperlambat atau
menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Efeksamping : mual dan muntah
(mungkin berat), diare, dan kehilangan
nafsu makan.
siklofosfamid Indikasi : obat kemoterapi
Dosis
Mekanisme : menghentikan atau
memperlambat pertumbuhan serta
penyebaran sel-sel kanker.

 Efeksamping : Mual.
 Muntah.
 Diare.
 Ruam kulit.
 Rambut rontok.
 Perubahan warna kulit dan
kuku.
 Sakit perut.
 Periode menstruasi yang
terhenti.
 Gangguan metabolisme
karbohidrat.
 Kehilangan nafsu makan.
 Lemas

Ranitidin Indikasi : mengatasi dan mencegah rasa


panas perut (heartburn), maag, dan sakit
perut yang disebabkan oleh tukak lambung.
Dosis
Mekanisme : memblok reseptor
H2 dari sel-sel parietal lambung
yang menghambat sekresi asam
lambung.

 Efeksamping : Nyeri dada, demam,


napas pendek, batuk dengan lendir hijau
atau kuning
 Mudah lebam atau berdarah, tubuh lemas
tanpa sebab
 Detak jantung lambat atau cepat
 Masalah dengan penglihatan
 Demam, sakit tenggorokan, dan sakit
kepala disertai ruam kulit yang merah,
mengelupas, dan melepuh
 Mual, sakit perut, demam ringan, hilang
napsu makan, urin berwarna gelap, tinja
berwarna gelap, jauncide (mata dan kulit
menguning)

PCT Indikasi : nyeri ringan sampai


sedang
Mekanisme : menghambat
kerja enzim cyclooxygenase
(COX). Enzim COX berperan
pada pembentukan
prostaglandin yaitu
senyawa penyebab nyeri.
Dengan dihambatnya kerja
enzim ini,
maka jumlah prostaglandin
pada sistem saraf pusat menjadi
berkurang sehingga respon
tubuh terhadap nyeri
berkurang.

Dosis : 250 mg 3x sehari 1 tablet


500 mg 3x sehari 1 tablet
Efek samping : rekasi alergi,
ruam kulit
Metoklopramid Indikasi : Penatalaksanaan mual
dan muntah karena kemoterapi
Dosis
Mekanisme : mendorong makanan
lebih cepat dari lambung ke usus.

Efeksamping : Sakit kepala, Pusing,


Mual, Diare.

Analisis DRP:
1. DRP ada indikasi tidak ada obat :
2. DRP tidak ada indikasi ada obat :
3. DRP tidak butuh obat :
4. DRP dosis obat berlebih :
5. DRP efek samping obat :
6. DRP interaksi obat :
- interaksi obat secara farmakologi antara siklofosfamid dengan doksorubisin
yang sinergis (additive). Doksorubisin dan siklofosfamid sama-sama
mempunyai efek samping kardiotoksik sehingga jika kedua jenis obat ini
dikombinasi, efek kardiotoksik dari doksorubisin akan meningkat dengan
adanya siklofosfamid.
D. PLAN
Pada pemberian obat siklofosfamid dan doksorubisin tetap diberikan, karena
merupakan terapi pada kanker payudara. Namun dilakukan monitoring terhadap
penggunaan obat tersebut. Terapi diberikan selama 6 siklus (2 minggu),
kemudian dilanjutkan dengan periode istirahat selama beberapa waktu untuk
memberi kesempatan pada tubuh pulih dari efek samping atau toksisitas yang di
timbulkan dari pengobatan tersebut.
E. KIE
1. Pasien disarankan untuk melakukan kemoterapi secara kontinu untuk
mendapatkan hasil optimal, karena mengingat pengobatan pasien kanker
payudara khususnya kemoterapi dilakukan dalam jangka waktu lama (6
siklus).
2. Monitoring pengobatan untuk mengetahui efektifitas terapi yang diberikan,
efek samping obat dan untuk mengetahui keberhasilan terapi.
3.