Anda di halaman 1dari 18

1. Tn.

R 35 tahun dengan BPPV


RPS : Pasien datang dengan keluhan pusing berputar sejak semalam hingga siang ini, muncul
secara tiba-tiba. Keluhan dirasakan diseluruh kepala tanpa disertai nyeri. Membaik saat
memejamkan mata juga istirahat dan setiap yang dilihatnya tampak berputar. Pasien belum
meminum obat apapun. Keluhan lain berupa muntah cair 2 kali sebelum masuk igd. Mual dan
nyeri perut disangkal. Nafsu makan dan minum baik. BAK dan BAB baik.
RPD : HT (-), Maag (-), Alergi (-)
RPK : (-)
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 130/90, HR : 98x, RR : 21x, Sp02: 99 %
- Mata : anemis -/-
- Leher : distensi vena leher (-)
- Thorax :
o pulmo : Ronki (-/-)
o Cor : BJ I dan II regular
- Abdomen : BU +, Asites (-)
- Ekstremitas : pitting edem tungkai (-/-), akral dingin (-/-)

Px Penunjang : (-)
Terapi : O2 3 lpm
Betahistine maleat tab 3x1
Flunarizine tab 3x1
Domperidone 3x1 ac

2. Tn. T 50 tahun dengan anemia


RPS: Pasien dengan keluhan lemas sejak 1 minggu yang lalu. Lemas dirasakan terus-menerus
dan menganggu aktivitas. Sudah diobati dengan obat warung tetapi tidak ada perubahan.
Keluhan lain yaitu pusing berputar (+), mual (+), muntah (-), BAB berdarah (-). Pasien
mempunyai riwayat darah rendah.
RPD : HT (-), Maag (+), Alergi (-)
RPK : (-)
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 90/70, HR : 72x, RR : 20x, Sp02: 97 %, suhu: 36,5 C
- Mata : anemis +/+, mata cowong (-)
- Leher : distensi vena leher (-)
- Thorax :
o pulmo : Sdv (+/+), Ronki (-/-)
o Cor : BJ I dan II regular
- Abdomen : BU +, Asites (-), supel
- Ekstremitas : pitting edem tungkai (-/-), akral dingin (-/-)

Px Penunjang : Hasil Laboratorium Hb: 2,8.


Terpi :
O2 3 lpm
Asam folat 3x1
Sulfas Ferrosus 3x1
Inj, Ranitidin 1 amp/12 jam
Inj. Ondansetron 1 amp/ekstra
Pro. Transfusi PRC 3kolf

3. Ny. Paniyem 53 tahun Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang susp Amoebiasis
RPS: Pasien datang dengan keluhan diare cair sudah 3 hari berturut-turut, sehari > 5 x, diare
disertai dengan lendir, dan sedikit darah,. Darah tidak menetes bercampur dengan feses, nyeri
perut (+), mual (+), muntah (+) 3 x, demam (+). Sudah diobati dengan obat warung tapi tidak
membaik.
RPD : HT (-), DM (-)
RPK : (-)
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 110/70, HR : 81x, RR : 20x, Sp02 : 98%, T : 37,7C
- Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-)
- Mulut : mukosa kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU + meningkat, nyeri tekan Abdomen (+), turgor cukup
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, crt <2s

Terapi :
- Inf RL 20 tpm
- Inj. Ranitidin 1 A/12jam
- Inj. Ondansetron 1 A/12jam
- Ruangan :
o Metronidazol 3 x 500 mg
o Sucralfat syp 3 x II C
o Paracetamol 3 x 500 mg
o Diatab 2 tab Tiap BAB cair (maksimal 12 tab/ hari)
4. Ny. Latiyen 45 tahun dengan epistaksis anterior
RPS: Pasien datang dengan keluhan mimisan di hidung kiri sejak 1 jam SMRS. Awalnya pasien
sedang bekerja di sawah dan tiba-tiba mimisan, sempat berhenti namun keluar lagi. Keluhan
lain yaitu kepala pusing (+), mual dan muntah (-).
RPD: HT (+) tidak terkontrol, DM (-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 130/80, HR : 83x, RR : 20x, Sp02 : 98%, T : 36,7C
- Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-)
- Hidung: Tampak darah keluar di lubang kiri, trauma (-)
- Mulut : mukosa kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU + normal, turgor baik
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, crt <2s

Terapi:
- Tampon adrenalin
- Asam tranexamat 3x1

5. Tn. S 74 tahun dengan HT urgency


RPS : Pasein datang dengan keluhahan nyeri kepala tiba-tiba sejak pukul 16.00. Nyeri dirasakan
cekot-cekot diseluruh kepala. Keluhan lain yaitu mual (-), muntah (-), demam (-), sesak nafas (-),
nyeri dada (-), kelemahan anggota gerak (-),
RPD : Hipertensi (+) tak terkontrol, DM (-), Stroke (-)
RPK : HT (+)
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : komposmentis
- TTV : TD : 190/110, HR :100x, RR : 22x Sp02 98%
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : mukosa kering (-)
- Thorax : c/p : dbn
- Abdomen : BU +, nyeri tekan Abdomen (-), supel
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat

Terapi :

- Observasi Tekanan darah dengan Captopril 25 mg


- Amlodipin 5 mg 1x1 (malam)
- Candesartan 8mg 1x1 (pagi)
- Asam mefenamat 3x1
- Neurodex 1x1
- Kontrol ke Spesialis saraf

6. Tn J 60 tahun dengan Vulnus laseratum di kaki kiri


RPS: Pasien datang dengan luka robek di tungkai kaki kiri dengan mengeluarkan banyak darah.
Luka didapat setelah terkena parang saat di sawah. Luka robek dengan panjang 5 cm, lebar 1
cm, kedalaman kurang lebih 2 cm, dengan tepi teratur, rata, dan luka bersih. Keluhan lain
disangkal.
RPD: HT (-), DM (-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : komposmentis
- TTV : TD : 120/80, HR :98x, RR : 22x Sp02 98%
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : mukosa basah
- Thorax : c/p : dbn
- Abdomen : BU +, supel
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, ADP (+), kaki kiri robek
Terapi:
- Hecting 4
- Asam mefenamat 3x1
- Cefadroxil 2x1

7. Tn. A 47 tahun dengan snake bite


RPS: Pasien datang dengan keluhan kaki sebelah kanan nyeri setelah di gigit ular 1 jam yang
lalu saat pasien sedang berkebun, ular berwarna hitam dengan kepala bulat panjang kuran
lebih 30 cm, mual, muntah, pusing, sesak nafas, kelemahan otot disangkal. Bengkak di luka
gigitan + dan nyeri +.
RPD : DM (-)
RPK : (-)
PF:
Ku : tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
TTV: TD : 110/70, RR : 20x SpO2 : 98, HR : 88x, Suhu: 36,7 C
Mata : anemis
Thorax: c/p dalam batas normal
abdomen : BU + normal , supel
Eks :
- kaki kanan : manus 1 : edem, 2 titil bekas gigitan, akral dingin -/-
Terapi :
- wound toilet
- Infus D5% 250 cc + ABU 1 vial 20 tpm
- Injeksi ranitidin tiap 12 jam
- Injeksi antrain taip 12 jam
- Injeksi Metilprednisolon 125 tiap 12 jam
- Injeksi Cefuroxime tiap 12 jam

8. Tn. D 74 tahun dengan PPOK eksaserbasi akut


RPS: Pasien datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan yanglalu. Batuk berdahak
berwarna kuning kehijauan. Sudah diobati tetapi tidak sembuh. Keluhan lain yaitu sesak (+),
demam disangkal. Makan dan minum baik. Pasien masih merokok.
RPD: Riwayat mondok dengan PPOK, riwayat pengobatan 6 bulan (-)
RPK: TBC (-)
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 120/80, HR : 83x, RR : 25x, Sp02 : 97%, T : 36,7C
- Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-)
- Mulut : mukosa basah
- Leher : distensi leher (-), pembesaran KGB (-)
- Thorax : Pulmo: sdv (+/+). Rhonki basah kasar (+/+)
- Abdomen : BU + normal, turgor baik
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, crt <2s
Terapi:
- O2 3 lpm
- Injeksi dexamethasone 1 amp
- Salbutamol 2mg 3x1
- NAC 3x1
- Metilprednisolon 1 ½ 0
- Cefixime 2x1

9. Anak A 2 tahun BB: 10 kg dengan obs febris H+5


RPS: Pasien mengeluh demam sejak 5 hari yll. Demam naik turun tanpa disertai menggigil.
Keluhan lain lemas, mual dan muntah tiap makan. Pasien masih mau minum. BAB dan BAK
baik. Tidak ada ruam.
RPK: (-)
RPD: Kejang (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : HR : 90x, RR : 22x, T : 37,7C
- Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-), mata cowong (-/-)
- Mulut : mukosa kering
- Leher : distensi leher (-), pembesaran KGB (-)
- Thorax : Pulmo: sdv (+/+). Rhonki (-/-)
- Abdomen : BU + normal, turgor lambat
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, crt <2s, ruam (-)
Pemeriksaan penunjang:
Lab:
Hb:10,7
Leukosit: 8.99
Trombosit: 250
Eritrosit: 4.28
Ht: 28.9

Terapi:
- Rehidrasi infus RL
- Injeksi ondan 2 mg/8 jam
- Paracetamol 1 cth

10. Anak T 6 tahun, BB 17 kg dengan epilepsi


RPS: pasien datang dengan keluhan demam sejak tadi malam pukul 22.00 sebanyak 3 kali,
tiap kejang 3 menit dan berselang 1 jam. Kejang tanpa disertai demam. Saat kejang pasien
tidak sadar. BAB dan BAK sebelumnya baik. Makan dan minum baik.
RPK: nenek pasien pernah kejang saat muda
RPD: kejang saat usia 2 tahun
Pemeriksaan Fisik:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : HR : 96x, RR : 22x, T : 36,7C, SpO2 : 98%
- Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-), mata cowong (-/-)
- Mulut : mukosa basah
- Leher : distensi leher (-), pembesaran KGB (-), kaku kuduk (-)
- Thorax : Pulmo: sdv (+/+). Rhonki (-/-)
- Abdomen : BU + normal, turgor cukup
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, crt <2s
Pemeriksaan penunjang:
Lab:
Hb: 12.6
Leukosit: 12.18
Trombosit: 303
Eritrosit: 4.36
Ht: 33.3

Terapi:
Infus RL 14 tpm
Infus D ½ NS 14 tpm
Asam valproat 2 x 6 ml
Injeksi Diazepam 5 mg IV pelan jika kejang

11. Anak R 11 tahun, BB: 30 kg


RPS: Pasien mengeluh demam sejak 4 hari yll. Demam naik turun tanpa menggigil. Sudah
diobati oleh bidan tapi tidak membaik. Keluhan lain pusing, mual dan muntah disangkal.
BAB dan BAK baik. Makan minum baik.
RPD: kejang (-)
RPK: (-)
Pemeriksaan fisik:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : HR : 100x, RR : 23x, T : 38,7C, SpO2 : 98%
- Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-), mata cowong (-/-)
- Mulut : mukosa basah, Faring hiperemis (-), Tonsil T2-T2
- Leher : distensi leher (-), pembesaran KGB (-)
- Thorax : Pulmo: sdv (+/+). Rhonki (-/-)
- Abdomen : BU + normal, turgor cukup
- Ekstremitas : edem (-/-), akral hangat, crt <2s
Pemeriksaan penunjang:
Lab:
Hb: 11.7
Leukosit: 4.23
Trombosit: 212
Eritrosit:6.28
Ht: 34.4

Terapi:
Infus RL 18 tpm
Injeksi Ranitidin 30mg/12 jam
Injeksi paracetamol 300mg/8jam

12. Ny. F 28 tahun dengan G2P1A0 uk 36 minggu dgn Perdarahan antepartum e.c plasenta
previa parsialis
RPS: Pasien datang dengan mengeluh kenceng2 sejak tadi pagi, dan keluar darah tanpa
lendir sejak pagi.
Riw. Persalinan: 1. Laki2 usia 7 tahun lahir normal, BB 2800 gr
RPK: (-)
RPD: (-)
Pemeriksaan Fisik:
TD: 110/80
Nadi 102x/m
Rr: 22x/m
Suhu 36,4
HPHT: 17/7/2018 HPL: 24/4/2019,TFU: 31cm djj: 148x/m, PUKA, Presentasi kepala. His
masih jarang
Lab; Hb: 11.9, Leukosit: 8.54, Trombosit: 403. Ht: 33,8. HbsAg (-). HIV (-), PT 15.2, APTT
28.2
Tatalaksana:
Infus RL 20 tpm
Inj. Cefuroxime 1,5 gr/iv
Nifedipine 10 mg/8jam
Inj. Asam tranexamat 500mg

13. Ny. S 39 tahun G3P2A0 dengan Pre Eklampsi


RPS: Pasien datang dengan keluhan kenceng-kenceng sejak pagi.
RPD: HT(+) DM (-)
RPK: (-)
PF:
TD 150/100, nadi 94x/m, suhu 36,3C, rr 20x/m
PUKA, presentasi kepala, Djj 150x/m, His masih jarang.
Lab: Hb 11.3, Leukosit 9.38, Trombosit 273, Ht 31,4, OT/PT: 15/8, ur/cr: 17.8/0,69, HbsAg
(-), HIV (-)
TX
Infus RL 20 tpm
Inj. MgSO4 4 gr/iv loading dose. Maintenance 1 gr/jam
Metildopa 250 mg/8jam
Nifedipin 10 mg extra

14. Tn. A 47 tahun dengan Gastritis akut


Pasien datang dengan keluahan nyeri pada ulu hati sejak 4 hari, nyeri seperti di remas-remas,
mual (+), muntah (+) 3 kali, nyeri dada (-), sesak nafas (-), nyeri dada (-), Demam (-), batuk
Pilek (-), pasien mengaku sering makan terlambat makan dan menyukai makanan pedas.
Belum diobati dengan apapun. BAB dan BAK baik.
RPD : Gastritis (+)
RPK : -
PF :
- Ku : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TD : 120/80
- HR : 90x/menit
- RR : 20x/menit SpO2 : 100%
- T : 36,5 C
- mata : anemis -/-
- thorax : simetris
- pulmo : SDV +/+
- Cor : BJ I dan II regular
- abdomen : BU (+), nyeri tekan epigastrium (+)
- ekstremitas : edem (-/-)
A : gastritis ulser
Tx :
IGD :
- Inj. Ranitidin 1 A
- Inj Ondansetron 1 A
Pulang :
- lansoprazol 1 x 1 tab
- sukralfat syr 3 x 1 tab
- ondansetron 3 x 1 tab
15. Tn. R 30 tahun dengan Haemoragic respiratory passage

RPS :
Pasien datang dengan keluhan perdarahan dari hidungnya 30 menit yang lalu, perdarahan di
hidung kiri darah menetes sebelumnya pasien sedang bertani. pasien belum di tanganin dan
langsung di bawa ke IGD , pusing (-), mual (-), muntah (-) demam (-), kunang-kunang (-),
demam (-)
RPD : HT (-)
RPK : -
PF :
- KU : tampak sakit ringan
- Kesadaran : CM
- TTV : TD 120/80, HR : 100x, RR : 20x, T : 36,5’C
- Mata : Anemis -/-
- Hidung : tampak perdarahan mengalir di hidung kiri, deviasi septum (-), edem (-),
- Thorax : c/p : dbn
- Abdomen : BU +
Tx :
- Tampon anterior
- Po : - amoksisilin 3 x 500 mg
- - PCT 3 x 500 mg
- Edukasi ke pasien bila perdarahan tidak berhenti

16. Tn. W usia : 28 tahun dengan Typhoid dan Paratypoid fever


RPS :
pasien mengeluh demam 7 hari demam naik turun, demam naik ketika malam hari, kemudian
turun kembali pagi hari, mual (+), muntah (+) 3x, Diare (-), konstipasi (-), BAK lancar (+),
BAB hitam (-), mimisan (-), Gusi berdarah (+), nafsu makan berkurang (+). Pasien membawa
hasil Lab : px Widal O : 1/320, Widal H : 1/80
RPD : -
RPS : -
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 120/70, HR 70x, RR 20x T 39 C SpO2 98%
- Mata : Anemis -/-
- Mulut : lidah tyfoid (+), mulut kering (+)
- Thorax : c/p : dbn
- abdomen : BU +, nyeri tekan abdomen +
Terapi
- Inf RL 20 tpm
- inj. Ranitidin 1 A
- inj. Ondansetron 1 A
- Ruangan :
o Inf RL 20 tpm
o inj. Ranitidin 3 x 1 A
o inj. Ondansetron 3 x 1 A
o Po : Levofloksasin 1 x 500 mg, PCT 3 x 500 mg
Diet lunak TKTP

17. Tn. B 48 tahun dengan Dispnea et causa TB paru


RPS :
Pasien datang dengan keluhan sesek sejak 3 hari, pasien mengeluh batuk sudah 3 bulan, batuk di
sertai dengan dahak (+) kurang lebih 1 minggu yang lalu batuk di sertai darah, pasien sedang
pengobatan TB paru + 1 bulan, nyeri ulu hati (+), mual (+), muntah (-), perut terasa panas (+)
RPD : pasien sedang pengobatan TB paru
RPK : -
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD : 130/90, HR : 110x, RR : 20x, Sp02 : 82%, T : 36,5C
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : Simetris, retraksi (-/-)
o Pulmo : Ronki +/+, wheezing +/+
o Cor : BJ I dan II regular
- Abdomen : BU +, nyeri tekan Abdomen (-)
- Ekstremitas : edem (-/-)

EKG : S persisten di V6
GDS : 99
Terapi :
- O2 nasal kanul 3 lpm
- Inf RL 20 tpm
- Inj. Pantoprazole 1 A
- Inj. Ondansetron 1 A
- Ruangan :
o O2 nasal 3 lm
o Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gr
o Inj. Pantoprazole 1 A / 24 jam
o Salbutamol 2 x 2 mg

18. Tn. RH Usia : 30 tahun dengan Ashma


Nebul : ventolin
RPS :
Pasien datang dengan keluhan sesak nafas, sesak nafas sejak pukul 04.00, sesak nafas di
sertai denvan bunyi nafas ngik-ngik. Sesak nafas di sertai dengan batuk berdahak namun
dahak susah untuk keluar.
Nyeri dada (-), mual (-), muntah (-), demam (-)
RPD :
- Rw. Asma bronkial
- Rw alergi dingin
RPK : -
PF :
Ku : tampak sakit ringan
Kesadaran : kompos mentis
TTV :
TD : 110/70
HR : 88x, reguler
RR : 28x SPO2 : 97%
Mata : anemis -/-
Leher : JVP -
Tenggorokan : hiperemis -, tonsil T1-T1
Thorax :
- pulmo : wheezing (+/+)
- cor : BJ I & II reguler
abdomen : BU +
Ekstremitas : akral dingin -, edem -
Po :
- ambroxol 3 x 30 mg
- metylprednisolon 3 x 2 mg
- salbutamol 3 x 2 mg

19. Tn. W/ 35 tahun dengan Celullitis


RPS :
Pasien datang dengan keluhan bengkak pada kaki kiri sejak 2 hari yang lalu.
Awalnya ± 10 hari yang lalu Pasien sempat terpeleset dan lecet sedikit di kaki kiri luka
hanya dibersihkan sendiri dengan air dan diolesin dengan betadin tidak dibawa ke
fasilitas kesehatan. 7 hari kemudian mengeluh nyeri, panas dan kemerahan pada tungkai
bawah pada kaki kiri. Terkadang disertai rasa gatal. 2 hari kemudian kaki mulai
membengkak dan bertambah nyeri. Bengkak pada kaki terasa hangat dan terasa kenyal.
Selain itu, kulit didaerah bengkak mulai bernanah dan mengelupas. Nyeri akan
bertambah terutama ketika kaki digunakan untuk berjalan. Keluhan akan sedikit
berkurang bila kaki diistirahatkan. Pasien juga mengeluh demam.
RPD : -
RPK : -
PF :
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda- tanda Vital : TD: 110/80 mmHg, HR : 89x/menit, RR: 20x/menit, Suhu: 38,4⁰C
Kepala : mesochepale (+)
Thorak: C/ P : dbn
Abdomen : BU +, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas : kaki kiri tampak bengkak (+), kemerahan (+), kulit mengelupas dan
ada pus (+), nyeri (+) capillary refill time < 2”
Terapi :
 Infus RL 20 tpm
 Bangsal :
 Inf RL 20 tpm
 Inf.PCT 500mg/8 jam
 Injeksi ceftriaxon 2x1 gram
 Injeksi Ranitidin 2x50 mg

20. Ny. K Usia 65 tahun dengan Other Disease of digestive system (melena)
RPS: Pasien datang dengan keluhan BAB hitam sejak 4 hari yang lalu, BAB sudah kurang
lebih 5x, BAB sedikit cair, selain itu pasien mengeluh mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati
(+), sesak nafas (-), nyeri dada (-), pasien mengatakan memilik asam urat dan sering
mengkonsumsi obat anti nyeri.
RPD : Rw Asam Urat dan mengkonsumsi obat anti nyeri, HT (-), DM (-)
RPK : -
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : komposmentis
- TTV : TD : 100/70, HR : 80x, RR : 20x Sp02 98%
- Mata : anemis (+/+)
- Mulut : kering +, lidah kotor +
- Thorax : c/p : dbn
- Abdomen : BU +, nyeri tekan Abdomen +
- Ekstremitas : edem (-/-)
P:
- inf RL 20 tpm
- inj. Pantoprazol 1 A
- inj. Ondansetron 1 A
Po : Sucralfat 3 x II C

21. Tn. P 80 tahun dengan Benign Neoplasm of Urinacy Organs (LANSIA)


RPS :
Pasien datang dengan keluhan tidak bisa BAK lancar, pasien mengeluh mengejan saat BAK, saat
keluar BAK terputus-putus, terasa tidak puas, setelah BAK biasanya pasien mengeluh air kencingnya
menetes,
RPD : dulunya pasien pernah mengeluh keluhan yang sama
RPK : -
PF :
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD 110/70, HR : 80x, RR : 20x, Sp02 : 98%, T : 36,8 C
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU (+), VU teraba penuh, Nyeri tekan abdomn (-)
- Ekstremitas : akral dingin (-/-)
- Pemeriksaan RT : pool atas tidak teraba, sulcus medianus > 2 cm, permukaan halus, tidak
berbenjol-benjol, tidak keras

Tx :
Pasang DC
Po :
Infus RL 20 tpm
Injeksi ranitidin /12jam
Urinal 3x1
Asam mefenamat 3 x 500 mg

22. Tn. K 67 tahun dengan Vulnus laceratum


RPS: Pasien datang ke IGD dengan keluhan mengeluarkan banyak darah di kaki kanan sejak
30 menit yll setelah kakinya tergores dengan tembok. Ukuran kuranglebih 15cm, lebar 3cm,
kedalaman 1cm. Luka bersih, tepi rata dan tidak ada tanda2 fraktur. Keluhan lain disangkal.
RPD: (-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD 120/70, HR : 80x, RR : 20x, Sp02 : 98%, T : 36,8 C
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU (+), Nyeri tekan abdomn (-)
- Ekstremitas : akral dingin (-/-), crt <2s, ADP dextra (+), Tampak luka robek di bagian kaki
kanan depan dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 3 cm, kedalaman 1cm, bersih, tepi rata,
ROM baik, tidak ada tanda fraktur.

Terapi:
- Inj. Lidocain
- Hecting 20x
- Cefadroxil 2x1
- Asam mefenamat 3x1
- Neurodex 2x1

23. Tn. S 77 tahun dengan obs. Dyspneu susp CHF, PPOK, Gastritis ulceratif
RPS: Pasien mengeluh sesak nafas sejak semalam, muncul saat istirahat. Sesak disertai batuk
dahak. Sudah diobati dengan obat saat kontrol tapi belum membaik. BAK dan BAK baik.
Masih mau makan dan minum sedikit. Mual dan muntah disangkal. Keluhan lain disangkal.
RPD: Pasien tiap bulan kontrol ke SpPD dengan keluhan sesak nafas. HT (+), CHF (+), DM
(-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD 140/80, HR : 104x, RR : 25x, Sp02 : 90%, T : 36,8 C , GDS 149
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : kering (-)
- Leher : distensi leher (-), JVP tidak meningkat
- Thorax :
Cor: BJ I-II reguler, tidak ada bising
Pulmo: SDV (+/+), RBK (+/+), Whezzing minimal
- Abdomen : BU (+), Nyeri tekan abdomen (-), acites (-)
- Ekstremitas : akral dingin (-/-)

Terapi:
- O2 3 lpm
- Infus RA 20 tpm
- Inj. Viccilin sx 150 mg/12jam
- Inj. MP 62,5 mg/12jam
- Inj. Ranitidin 1A/12jam
- Nebul ventolin 1A/8jam
- NAC 3x1
- Salbutamol 3x2mg
- Sucralfat syr 3x1 C

24. Anak A 1 tahun 7 bulan, BB 10,5 kg dengan Kejang Demam Simpleks


RPS: Pasien datang dengan keluhan post kejang di rumah selama 2 menit, kejang 1 kali,
kelojotan dan sadar. Selama perjalanan tidak kejang. Sebelumnya pasien demam tinggi dan
sudah minum obat dari bidan. Keluhan lain disangkal.
RPD: Kejang (-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : HR : 80x, RR : 20x, T : 38,8 C. Kaku kuduk (-)
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : mukosa basah, pertumbuhan gigi (-)
- Leher : pembesaran kgb (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU (+), supel, turgor baik.
- Ekstremitas : akral dingin (-/-)

Hasil lab
- Hb: 13,6
- Leuoksit 20,09
- Trombosit 417
- Eritrosit 5.13
- Ht 37.9
- MCV 73.9
- MCH 26.5

Terapi:

- Paracetamol supp 125 mg


- Infus D1/4 NS 10 tpm
- Injeksi Pamol 120 mg/8jam
- Injeksi Diazepam 3 mg bolus pelan jika kejang
- Injeksi kalfoxim 250 mg/8jam

25. Ny. I 45 tahun dengan Vulnus Punctum ec tertusuk paku


RPS: Pasien datang dengan mengeluh nyeri pada telapak kaki kanan sejak 5 menit yll setelah
tertusuk paku. Datang ke IGD dengan kondisi paku sudah tercabut dan luka tampak kotor
disertai sedikit darah. Keluhan lain disangkal
RPD: (-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD 120/80, HR : 80x, RR : 20x, Sp02 : 98%, T : 36,8 C
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU (+), Nyeri tekan abdomn (-)
- Ekstremitas : akral dingin (-/-), tampak luka tusuk di bagian tumit kaki kanan dengan
kedalaman kuranglebih 2 cm, bentuk oval, diameter 2 cm. Sedikit kotor dan berdarah.

Terapi:

- Medikasi luka
- Injeksi ATS
- Cefadroxil 2x1
- Asam mefenamat 3x1

26. Tn. B 14 tahun dengan vulnus laceratum regio manus digiti I sinistra

RPS: Pasien datang dengan mengeluh sakit pada ibu jari tangan kiri sejak 5 menit yll setelah
terkena besi. Datang ke IGD dengan kondisi luka robek tampak kotor disertai sedikit darah.
Keluhan lain disangkal
RPD: (-)
RPK: (-)
PF:
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : CM
- TTV : TD 120/80, HR : 80x, RR : 20x, Sp02 : 98%, T : 36,8 C
- Mata : anemis (-/-)
- Mulut : kering (-)
- Leher : distensi leher (-)
- Thorax : c/p dbn
- Abdomen : BU (+), Nyeri tekan abdomn (-)
- Ekstremitas : akral dingin (-/-), tampak luka robek di bagian ibu jari kiri dengan
panjang 4 cm, kedalaman kuranglebih 2 cm, lebar 2 cm. Sedikit kotor dan berdarah.

Terapi:

- Medikasi luka
- Injeksi ATS
- Cefadroxil 2x1
- Asam mefenamat 3x1

27.