Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM
FENOMENA DASAR MESIN

MODUL PENGUKURAN KOEFISIEN ALIRAN

Oleh:
1. Akbar Dwiluthfi NIM : 2111161051
2. Jazat Adriansyah NIM : 2111161052
3. Reska Sakti H NIM : 2111161053
4. Aidil Kurniawan N NIM : 2111161057

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI – 2019
MODUL 1
PENGUKURAN KOEFISIEN ALIRAN

G. Tabel Percobaan

No Qrot Ha Hb Hc Hd He
(m3/s) (m) (m) (m) (m) (m)
1. 37,854x10-5 0,385 0,38 0,53 0,085 0,48
2. 34,6995x10-5 0,42 0,41 0,55 0,12 0,495
3. 31,545x10-5 0,41 0,405 0,52 0,16 0,47
4. 28,3905x10-5 0,4 0,395 0,485 0,12 0,445
5. 25,236x10-5 0,39 0,385 0,465 0,22 0,43
6. 26,4918x10-5 0,39 0,38 0,465 0,21 0,43

No Qrot Hf Hg Hh Hi Hj
(m3/s) (m) (m) (m) (m) (m)
1. 37,854x10-5 0,49 0,1 0,265 0,263 0,205
2. 34,6995x10-5 0,5 0,13 0,280 0,28 0,225
3. 31,545x10-5 0,475 0,17 0,29 0,29 0,245
4. 28,3905x10-5 0,45 0,2 0,3 0,3 0,265
5. 25,236x10-5 0,432 0,22 0,305 0,305 0,27
6. 26,4978x10-5 0,43 0,215 0,3 0,3 0,265

Tabel 1.1 Percobaan Koefesien Aliran


H.Tabel perhitungan.

No Ha-Hb Hc-Hd Hc-He Hf-Hg Hh-Hi Hi-Hj


(m) (m) (m) (m) (m) (m)
1. 0,005 0,445 0,05 0,39 0,002 0,058
2. 0,01 0,43 0,055 0,37 0 0,055
3. 0,005 0,36 0,05 0,305 0 0,045
4. 0,005 0,365 0,04 0,25 0 0,035
5. 0,005 0,248 0,035 0,215 0,002 0,035
6. 0,01 0,255 0,035 0,215 0 0,035
Tabel 1.2 Perhitungan Tinggi Koefesien Aliran

No Qrot Qv Cdv Qo Cdo

1. 37,854x10-5 3,94x10-4 1,01 5,65x10-4 0,66


2. 21,6995x10-5 3,67x10-4 0,34 5,5x10-4 0,63
3. 31,545x10-5 3,36x10-4 1,02 4,99x10-4 0,63
4. 28,3905x10-5 3,39x10-4 0,83 4,52x10-4 0,62
5. 25,236x10-5 2,77x10-4 0,91 4,19x10-4 0,6
6. 26,4978x10-5 2,66x10-4 0,99 4,19x10-4 0,63

Dsudden Contr = 0,025 Dunion Socket = 25,8


Dventuri = 0,0125 Delbow 900 = 25,8
V2/2g V2/2g V2/2g
2
V /2g Venturi Union Elbow
No Qrot SuddenContr Ch Socket 900
(m3/s) (m.s2) (m.s2) (m.s2) (m.s2)
1. 37,854x10-5 0,03 0,48 0,02 0,02
-5
2. 34,6995x10 0,02 0,4 0,02 0,02
-5
3. 28,3905x10 0,02 0,3 0,01 0,01
4. 31,545x10-5 0,01 0,2 0,01 0,01
-5
5. 25,236x10 0,01 0,2 0,01 0,01
-5
6. 26,4978x10 0,01 0,2 0,01 0,01
KL KL KL
KL Venturi Union Elbow
No Qrot SuddenContr Ch Socket 900
(m3/s) (m.s2) (m.s2) (m.s2) (m.s2)
-5
1. 37,854x10 0,16 0,92 0,1 2,9
34,6995x10-
5
2. 0,5 1,075 0 2,75
3. 31,545x10-5 0,25 1,2 0 4,5
28,3905x10-
5
4. 0,5 1,825 0 3,5
-5
5. 25,236x10 0,5 1,225 0,2 3,5
-
26,4978x10
5
6. 1 1,275 0 3,5

I. Analisa Data
Menurut hasil data dalam percobaan ini.Analisa yang didapatkan
seiringnya menurun debit Rotameter,tekanan pada tiap lintasan
(SC,Venturi,Orifice,Union,Elbow) mengalami penurunan tekanan juga,pada
proses Venturimeter dan Orificemeter mengalami penurunan tekanan Headloss
yang cukup drastis dibandingkan pada proses SC Union & Elbow

J. Kesimpulan
A.Tekanan pada lintasan SC Venturimeter,Orificemeter,Union &
Elbow mengalami penurunan.
B. Dari kelima lintasan Venturimeter dan Orificemeter mengalami
penurunan tekanan yang lebih drastis.
K. DAFTAR PUSTAKA
 Modul Praktikum Fenomena Dasar Mesin

L . Tugas Laporan Akhir

1 Buat perhitungan koefisien debit venturimeter, orificemeter, dan


koefisien kerugian head minor dari sudden expansionchannel, saluran
venturi, union socket dan elbow 90°!
2 Buat diagram koefisien debit venturi, orificemeter terhadap debit aliran
(debit rotameter) dan koefisien kerugian head minor terhadap debit
aliran (debit rotameter) untuk hasil perhitungan no 1!
3 Apakah nilai koefisienn debit dan koefisien kerugian head minor
berubah seiring adanya variasi debit aliran ?
4 Faktor-faktor apakah yang menyebabkan munculnya pengurangan
tekanan dari bagian hulu ke hilir disetiap bagian percobaan ini ?
5 Berikan kesimpulan dari hasil analisa anda dari percobaan ini!

Jawab:
1 Berada pada tabel perhitungan.
2.
3. Iya,karena debit aliran dapat memperngaruhi nilai koefisien debit dan
koefisien kerugian Headminor.

4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan:


a.Debit aliran (Q)
b.Luas penampang pipa (A)
c.Kecepatan aliran (V)
d.Head (h)

5. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai


berikut :
a.terjadinya penurunan tekanan yang disebabkan oleh berkurangnya
kecepatan aliran fluida pada tabung eksperimen.
b.setelah dilakukan percobaan didapatkan nilai koefisien debit Venturi
lebih besar dari pada nilai koefisien debit Oorifice.

M. LAMPIRAN
MODUL II
PENGUKURAN PARAMETER KINERJA TURBIN KAPLAN

G.Tabel Percobaan Turbin Kaplan (Kecil)

No ῃpompa P1 venturi P2 venturi Pnozzle Poutlet turbin F ῃturbin


(rpm) (kpa) (kpa) (kpa) (kpa) (N) (rpm)
1. 1257 -5 -5 -3 -7 6 502
2. 1604 -3 -8 -4 -6 7 509
3. 1952 0 -8 1 -6 8 716
4. 2300 3 -8 2 -6 8 959
5. 2648 8 -8 6 -6 10 1136
6.
7.

Tabel Percobaan Turbin kuplan (Sedang)

No ῃpompa P1 venturi P2 venturi Pnozzle Poutlet turbin F ῃturbin


(rpm) (kpa) (kpa) (kpa) (kpa) (N) (rpm)
1. 1107 -4 -7 -5 -7 6 140
2. 1487 -3 -7 -4 -6 8 378
3. 1868 -1 -8 -2 -6 9 651
4. 2248 3 -8 1 -6 10 876
5. 2629 8 -8 5 -8 12 1145
6.
7.

Tabel Percobaan Turbin kuplan (Besar)

No ῃpompa P1 venturi P2 venturi Pnozzle Poutlet turbin F ῃturbin


(rpm) (kpa) (kpa) (kpa) (kpa) (N) (rpm)
1. 1208 -4 -6 -4 -7 14 147
2. 1563 -2 -7 -3 -6 16 370
3. 1918 0 -7 -1 -6 17 591
4. 2273 3 -6 2 -6 19 858
5. 2628 8 -8 5 -6 21 1092
6.
7.

H.Tabel Perhitungan Pengujian Turbin Kaplan (Bandul Kecil)


Debit
NO p D1 D2 A2 Cv p1 p2 Q

- -5000 5,42x10
-3
1. 1,01 3000
- -8000 7,98x10
-3
2. 0,94 3000
-8000 0,01x10
-3
3. 1,02 0
-8000 0,01x10
-3 -3
4. 1000 0,081 0,055 2,4x10 0,83 3000
-8000 0,013x1
5. 0,91 8000 0-3
6.
7.

Tabel Perhitungan Pengujian Turbin Kaplan (Bandul Sedang)


Debit
NO p D1 D2 A2 Cv p1 p2 Q

- -7000 6,61x10-3
1. 1,01 4000
- -7000 7,14x10-3
2. 0,94 3000
- -8000 7,87x10-3
3. 1,02 1000
-8000 1,006x10-
-3 2
4. 1000 0,081 0,055 2,4x10 0,83 3000
-8000 1,298x10-
2
5. 0,91 8000
6.
7.
Tabel Perhitungan Pengujian Turbin Kaplan (Bandul Besar)
Debit
NO p D1 D2 A2 Cv p1 p2 Q

- -6000 0,005
1. 1,01 4000
- -7000 0,007
2. 0,94 2000
3. 1,02 0 -7000 0,01
-3
4. 1000 0,081 0,055 2,4x10 0,83 3000 -7000 0,009
5. 0,91 8000 -8000 0,013
6.
7.

2. Tabel Perhitungan Turbin Kaplan (Kecil)


P = Mekanik Kecil
No r F Dmekanik

1. 0,022 6 6,93
2. 0,022 7 8,2
3. 0,022 8 13,18
4. 0,022 8 17,66
5. 0,022 10 26,15
6.
7.

P = Mekanik Sedang
No r F Dmekanik

1. 0,022 6 1,93
2. 0,022 7 6,09
3. 0,022 8 11,99
4. 0,022 8 11,13
5. 0,022 10 26,36
6.
7.

P = Mekanik Besar
No r f Dmekanik

1. 0,022 6 2,03
2. 0,022 7 5,96
3. 0,022 8 10,88
4. 0,022 8 15,8
5. 0,022 10 25,14
6.
7.

Kecil

No Pmekanik Phidrolik Efesiensi

1. 6,93 21,26 0,32


2. 8,2 15,65 0,52
3. 13,18 49,05 0,26
4. 17,66 78,48 0,22
5. 26,15 155,58 0,16
6.
7.
Sedang
No Pmekanik Phidrolik Efesiensi

1. 1,93 13,67 0,13


2. 6,09 14,7 0,41
3. 11,99 42,10 0,26
4. 11,13 74,55 0,14
5. 26,36 179,81 0,14
6.
7.

Besar
No Pmekanik Phidrolik Efesiensi

1. 2,03 14,71 0,13


2. 5,96 20,60 0,28
3. 10,88 49,05 0,22
4. 15,8 79,46 0,19
5. 25,14 98,80 0,25
6.
7.

I.Analisa Data
Pada percobaan ini digunakan tiga variasi beban yang berbeda.Setelah
dilakukan perhitungan diperoleh nilai efesiensi tertinggi pada beban kecil dengan
nilai 0,52 dengan nilai Qrot 7,14x10-3. Jadi nilai efesiensi dipengaruhi oleh nilai
Qrot yang semakin kecil nilai Qrot semakin besar efesiensi begitu pula Headloss
Semakin kecil Headloss efesiensi semakin besar.

J.Kesimpulan
A.Efesiensi tertinggi terjadi pada beban kecil
B.Efesiensi dipengaruhi oleh Qrot dan Headloss

K.Daftar Pusataka

 Modul Praktikum Fenomena Dasar Mesin


L. Tugas Laporan Akhir
1. Hitung besar debit aliran!
2. Hitung daya mekanik dan daya hidrolik !
3. Hitung efisiensi turbin !
4. Buat kurva efisiensi terhadap kecepatan putar turbin !
5. Buat kurva debit terhadap kecepatan putar turbin !
6. Buat kurva daya mekanik dan daya hidrolik terhadap kecepatan putar turbin
!
7. Satukan kurva pada tugas laporan akhir nomor 4, 5 dan 6 dalam sebuah
grafik !
8. Analisa hasil percobaan anda, dibandingkan dengan kurva kinerja turbin
kaplan di beberapa referensi lain (seperti buku, jurnal atau katalog
perusahaan) !

Jawab:
1. Berada pada tabel perhitungan.
2. Berada pada tabel perhitungan.
3. Berada pada tabel perhitungan
4. Kurva 1. 1. Perbandingan Efisiensi Dengan Kecepatan Putar Pada Beban
Kecil

Beban Kecil
Kecepatan Putar Turbin (rpm)

1200
1000
800
600
400
200
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
Efisiensi Turbin
Kurva 1. 2. Perbandingan Efisiensi Dengan Kecepatan Putar Pada Beban Sedang

Kecepatan Putar Turbin (rpm)


Beban Sedang
1200
1000
800
600
400
200
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5
Efisiensi Turbin

Kurva 1. 3. Perbandingan Efisiensi Dengan Kecepatan Putar Pada Beban Besar

Beban Besar
Kecepatan Putar Turbin (rpm)

1400
1200
1000
800
600
400
200
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3
Efisiensi Turbin

5. Buat kurva debit terhadap kecepatan putar turbin !


Kurva 1. 4. Perbandingan Debit Dengan Kecepatan Putar Pada Beban Kecil

Beban Kecil
Kecepatan Putar Turbin (rpm)
1200
1000
800
600
400
200
0
0 1 2 3 4 5
Debit x 10-3 (m3/s)

Kurva 1. 5. Perbandingan Debit Dengan Kecepatan Putar Pada Beban Sedang

Beban Sedang
Kecepatan Putar Turbin (rpm)

1200
1000
800
600
400
200
0
0 1 2 3 4 5
Debit x 10-3 (m3/s)
Kurva 1. 6. Perbandingan Debit Dengan Kecepatan Putar Pada Beban Besar

Beban Besar
Kecepatan Putar Turbin (rpm)
1000

800

600

400

200

0
0 0.002 0.004 0.006 0.008 0.01 0.012 0.014
Debit x 10-3 (m3/s)

6. Buat kurva daya mekanik dan daya hidrolik terhadap kecepatan putar
turbin

Kurva 1. 7. Perbandingan Daya Dengan Kecepatan Putaran Berdasarkan Beban


Kecil

Beban Kecil
90
80
70
Daya (Watt)

60
50
40 6,93
30
21,26
20
10
0
0 200 400 600 800 1000 1200
Kecepatan Putar Turbin (rpm)
Kurva 1. 8. Perbandingan Daya Dengan Kecepatan Putaran Berdasarkan Beban Sedang

Beban Sedang
160
140
120
Daya (Watt)

100
80
1,93
60
40 13,67
20
0
0 500 1000 1500
Kecepatan Putar Turbin (rpm)

Kurva 1. 9. Perbandingan Daya Dengan Kecepatan Putaran Berdasarkan Beban


Besar

Beban Besar
90
80
70
Daya (Watt)

60
50
40 Daya Mekanik
30
Daya Hidrolik
20
10
0
0 500 1000 1500
Kecepatan Putar Turbin (rpm)
7. Satukan kurva pada tugas laporan akhir nomor 4, 5 dan 6 dalam sebuah
grafik

Kurva 1. 10. Kurva Gabungan Berdasarkan Beban Kecil

Beban Kecil
180
160
140
120
100 Daya Mekanik
80 Daya Hidrolik
60
Debit
40
20 Efisiensi
0
0 500 1000 1500
Kecepatan Putar Turbin (rpm)

Kurva 1. 11. Kurva Gabungan Bedasarkan Kurva Sedang

Beban Sedang
200

150

Daya Mekanik
100
Daya Hidrolik

50 Debit
Efisiensi
0
0 500 1000 1500
Kecepatan Putar Turbin (rpm)
Kurva 1. 12. Kurva Gabungan Berdasarkan Beban Besar

Beban Besar
120
100
80
2,03
60
14,71
40
0,005
20 0,13
0
0 200 400 600 800 1000 1200
Kecepatan Putar Turbin (rpm)

M.Lampiran