Anda di halaman 1dari 6

PHARMACY, Vol.07 No.

03 Desember 2010 ISSN 1693-3591

AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP


Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis.

Renny Amelia, Sudarso, Dwi Hartanti

Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto,


Jl. Raya Dukuhwaluh, PO BOX 202, Kembaran, Purwokerto 53182

ABSTRAK

Penelitian tentang aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap Pseudomonas


aeruginosa dan Bacillus subtilis dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel
ekstrak lengkuas terhadap P. aeruginosa dan B. subtilis. Dalam penelitian ini ekstraksi
dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi. Sifat fisik yang diuji adalah organoleptis, pH, dan
viskositas. Senyawa minyak atsiri eugenol dan flavonoid diidentifikasi menggunakan KLT.
Data viskositas dianalisis dengan uji anava dua arah dengan taraf kepercayaan 95% dan
dilanjutkan uji BNT. Diameter zona hambat antibakteri dianalisis dengan uji anava satu
arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Gel ekstrak lengkuas
mempunyai sifat organoleptis dan pH yang stabil selama 28 hari, tapi viskositas gel
menurun seiring bertambahnya hari. Gel ekstrak lengkuas memiliki aktivitas antibakteri
terhadap P. aeruginosa, tapi tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. subtilis.

Kata kunci: ekstrak lengkuas, aktivitas antibakteri, minyak atsiri eugenol dan flavonoid.

ABSTRACT

A research on antibacterial activity of ginger extract gel was done to know antibacterial
activity of gel of ginger extract against Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. In
this research extraction was done by maseration method with 70% ethanol as solvent.
Antibacterial activity test used diffusion method. Gel was tested pHysical properties for
organoleptic, pH, and viscosity. Volatile oil and flavonoid compound were identified by
TLC method. The viscosity data was analyzed by two way anava test with 95%
significance level continued by LSD. The diameter of clear zone was analyzed by one
anava with 95% significance level continued by LSD. Ginger extract is stable
organolepticcally and pH for 28 days storage, but viscosity of gels decreases by time.
The result showes that ginger extract gel has antibacterial activity against P. aeruginosa,
but does not have antibacterial activity against B. subtilis.

Key words: ginger extract (Alpinia galanga), antibacterial activity, volatile oil eugenol
and flavonoid.

PENDAHULUAN diantaranya ada yang berkhasiat sebagai


Indonesia memiliki ribuan jenis tanaman tanaman obat. Salah satunya adalah
yang banyak tersebar di seluruh tanah Alpinia galanga, atau yang dalam
air. Tanaman-tanaman tersebut

78
PHARMACY, Vol.07 No. 03 Desember 2010 ISSN 1693-3591

kesehariannya sering kita sebut Seperangkat alat maserasi, neraca


lengkuas. analitik (Shimadzu AUY-2200), penangas
Lengkuas mengandung golongan air, cawan petri, lampu spiritus,
senyawa flavonoid, fenol, dan terpenoid pembolong gabus, ose, pipet, autoklaf,
yang memiliki aktivitas antibakteri LAF (Laminar Air Flow), inkubator
terhadap Escherichia coli dan Bacillus (Memmert), hot plate (Memmert),
subtilis (Yuharmen et al, 2002). Viscometer Brookfield (DV-E), kertas PH
Penelitian dilakukan lebih lanjut dengan universal, alat-alat gelas lain yang lazim
mengubah ekstrak lengkuas yang digunakan di laboratorium.
diformulasikan ke dalam bentuk sediaan Prosedur Penelitian
gel antiseptik agar lebih mempermudah Lengkuas di dapat dari daerah
dalam pemakaian. Penelitian ini Banyumas. Pembuatan simplisia
dilakukan Untuk mengetahui aktivitas dilakukan dengan pemanasan sinar
antibakteri gel ekstrak lengkuas matahari dengan menutup rajangan
terhadap Pseudomonas aeruginosa dan simplisia dengan kain hitam dengan
Bacillus subtilis. maksud mengurangi penguapan dari zat
METODOLOGI PENELITIAN aktif yang ada dalam lengkuas. Ekstraksi
Bahan lengkuas dilakukan dengan
Rimpang lengkuas, etanol 70%, Na CMC, menggunakan metode maserasi dengan
gliserin, natrium metabisulfit, aquadest, etanol 70% sebagai solvent.
bakteri Pseudomonas aeruginosa, Setelah didapat ekstrak, dilakukan uji
bakteri B. subtilis didapatkan dari kandungan senyawa menggunakan
laboratorium Mikrobiologi FKIP UMP, metode KLT, senyawa yang dideteksi
media Nutrient Agar (NA) dan media adalah minyak atsiri dan flavonoid.
Nutrient Broth (NB) didapatkan dari Kemudian ekstrak diformulasikan ke
laboratorium Mikrobiologi FKIP UMP. dalam bentuk sediaan gel ekstrak
Alat lengkuas dengan formulasi pada tabel 1.

79
PHARMACY, Vol.07 No. 03 Desember 2010 ISSN 1693-3591

Tabel 1. Formula gel ekstrak lengkuas

Gel ekstrak lengkuas diuji aktivitas Dari 10kg simplisia segar didapat 1kg
antibakterinya dengan menggunakan simplisia kering yang kemudian diserbuk
metode difusi lubangan. media NA yang dan diayak dengan menggunakan
telah diberi suspensi bakteri dan telah pengayak ukuran 20/60 untuk
membeku dibuat lubang dengan mendapatkan serbuk dengan ukuran
pelubang gabus. yang tidak terlalu kecil atau terlalu besar
Lubang dibuat sebanyak 6 lubang, agar mempermudah proses ekstraksi
dimana ke dalam tiap lubang tersebut selanjutnya.
diberi satu perlakuan sebanyal 0,1 gr. Ekstraksi dilakukan dengan mentode
Perlakuan pertama sampai perlakuan maserasi, perbandingan serbuk dan
ketiga, lubangan dimasukan gel yang penyari etanol 70% adalah
mempunyai konsentrasi ekstrak (Depkes,2004:58), mendapatkan ekstrak
lengkuas 9%, 10%, 11%, perlakuan kental sebanyak 76 gram. Ekstrak dibuat
keempat lubangan dimasukan basis gel ke dalam bentuk sediaan gel dan
tanpa ekstrak lengkuas sebagai kontrol dilakukan uji pH dan uji organoleptis
negatif, perlakuan kelima lubangan menghasilkan pH sebesar 5 dan pada uji
dimasukan merk X sebagai kontrol organoleptis menghasilkan warna
positif, dan perlakuan keenam lubangan (coklat), bentuk (semi padat), dan bau
dimasukan ekstrak lengkuas 20% sebagai (khas lengkuas) yang stabil sampai hari
kontrol ekstrak. Kemudian diinkubasikan ke 28.
selama 24 jam pada suhu 37C, lalu Uji viskositas juga dilakukan pada
diameter yang terbentuk diukur dengan sediaan gel selama 28 hari. Hasil
menggunakan jangka sorong. menunjukan penurunan viskositas
HASIL DAN PEMBAHASAN seiring bertambahnya hari dan
bertambahnya formula. Hal ini

80
PHARMACY, Vol.07 No. 03 Desember 2010 ISSN 1693-3591

dikarenakan basis gel yaitu CMC Na mekanisme penghambatan sintesis


merupakan basis gel semisintetik yang dinding sel bakteri Pseudomonas
berasal dari turunan selulosa yang aeruginosa. Dalam struktur dinding sel
mudah terurai karena terjadi reaksi bakteri gram negatif (P. aeruginosa)
depolimerisasi, sehingga membuat peptidanya tersusun kurang beraturan
viskositas gel semakin menurun dari hari dan tidak rapat antara rantai glikan yang
ke hari. Disini juga memperlihatkan satu dengan yang lain, karena struktur
bahwa konsentrasi ekstrak yang semakin peptidanya yang tidak rapat, maka gel
besar mempercepat reaksi ekstrak lengkuas lebih mudah ditembus.
depolimerisasi. Sedangkan pada dinding sel gram positif
Aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas (B. subtilis), rantai peptida tersusun
diuji menggunakan P. aeruginosa rapat dan beraturan antara rantai glikan
sebagai perwakilan bakteri gram negatif yang satu dengan yang lain. Sehingga
dan B. subtilis perwakilan bakteri gram akan menyebabkan struktur dinding sel
positif. Didapat hasil zona hambat dari P. menjadi sulit untuk dirusak. Selain itu,
aeruginosa dan B. subtilis seperti pada pada dinding sel bakteri gram positif
tabel 2 dan 3. memiliki lapisan peptidoglikan yang
Tabel 2. Zona hambat (mm)gel terhadap sangat tebal, sehingga lebih sulit
Pseudomonas aeruginosa
ditembus senyawa dari luar (Dian, dkk,
2008).
ekstrak lengkuas mengandung senyawa
golongan alkaloid, flavonoid, saponin,
dan triterpen yang mampu memberikan
Tabel 3. Zona hambat (mm)gel terhadap
Bacillus subtilis efek antibakteri terhadap bakteri gram
positif dan bakteri gram negatif Dian,
dkk, 2008). Maka dilakukan uji KLT untuk
melihat senyawa minyak atsiri dan
flavonoid yang ada dalam ekstrak
Dari penelitian ini bakteri Pseudomonas lengkuas.
aeruginosa lebih sensitif terhadap gel Dengan menggunakan fase diam silica
ektrak lengkuas dibandingkan dengan gel, fase gerak toluene: etil asetat (93:7),
Bacillus subtilis. Hal ini dikarenakan pembanding eugenol, (Depkes, 1987)

81
PHARMACY, Vol.07 No. 03 Desember 2010 ISSN 1693-3591

hasil menunjukan bahwa ekstrak permeabilitas dinding sel bakteri,


lengkuas positif mengandung minyak mikrosom dan lisosom (Sumono Agus
atsiri. Ekstrak uji dibawah sinar UV dan Agustin cit Sabir,2009).
254nm terlihat ada peredaman KESIMPULAN
pendaran dan memberikan bercak Dari hasil penelitian yang telah dilakukan
berwarna gelap dengan dasar berpendar dapat disimpulkan bahwa:
hijau terang, hal ini menunjukan adanya 1. Gel ekstrak etanol lengkuas memiliki
minyak atsiri yang terkandung dalam aktivitas antibakteri terhadap
ekstrak lengkuas. Pada sinar tampak Pseudomonas aeruginosa, tetapi tidak
biasa setelah diberi pereaksi tampak memiliki aktivitas antibakteri terhadap
vanillin asam sulfat memperlihatkan Bacillus subtilis.
warna kuning, ini menunjukan adanya 2. Ekstrak etanol lengkuas positif
minyak atsiri. Akan tetapi minyak atsiri mengandung minyak atsiri dan flavanoid
yang terkandung bukan eugenol karena yang berfungsi sebagai antibakteri.
mempunyai harga Rf yang berbeda.
Uji KLT terhadap flavonoid menggunakan DAFTAR PUSTAKA
fase diam selulosa, fase gerak asam Depkes, 1987. Analisis Obat Tradisional
jilid I.Direktorat Jenderal
asetat glasial 50%, pembanding rutin,
Pengawasan Obat dan
dan dideteksi dengan uap Makanan.
amonia(Depkes, 1987). Sampel ekstrak Depkes, 2004. Monografi Ekstrak
lengkuas yang telah diuapi dan dilihat di Tumbuhan Obat Indonesia.
Volume 1. Jakarta. Departemen
bawah sinar UV 366 menunjukan bercak Kesehatan Republik Indonesia.
berwarna hijau kuning dengan dasar biru
Dian Mustikaningtyas, dkk. 2008.Isolasi,
terang, selain itu ada bercak ungu gelap Identifikasi dan Uji Aktivitas
Antibakteri Ekstrak Etil Asetat
yang harga Rfnya sebanding dengan
Rimpang Lengkuas Merah
rutin. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak (Alpinia galanga).
http://eprints.undip.ac.id/3118
lengkuas mengandung flavonoid rutin.
/1/Jurnal_Try_Nur.pdf. (8
Flavonoid mempunyai aktivitas maret 2010)
antibakteri karena flavonoid mempunyai Sumono Agus dan Agustin W. 2009.
kemampuan berinteraksi dengan DNA Kemampuan air rebusan daun
salam (Eugenia polyantha W)
bakteri. Hasil interaksi tersebut dalam menurunkan jumlah
menyebabkan terjadinya kerusakan koloni bakteri Streptococcus sp.

82
PHARMACY, Vol.07 No. 03 Desember 2010 ISSN 1693-3591

Dalam Majalah Farmasi


Indonesia, 20(3), 112 – 117.
Jember. FKG Jember.

Yuharmen, Yum Eryanti, Nurbalatif.


2002. Uji Aktivitas Antimikroba
Minyak Atsiri dan Ekstrak
Metanol Lengkuas (Alpinia
galanga).
http://www.unri.ac.id/jurnal/ju
rnal_natur/vol4(2)/yuharmen.p
df. Diakses pada 21 November
2009.

83