Anda di halaman 1dari 5

TEORI AKUNTANSI

CHAPTER 8
“THE EFFICIENT CONTRACTING APPROACH
TO DECISION USEFULNESS”

Kelompok 10
Niken Amalia Hanum P F0316077
Rianda Aisyah Komalasari F0316087
Titi Syarifatul Khadiqoh F0316099

S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2019
Gambar Organisasi Chapter 8

Source of
demand for
efficient
contracting

Accounting Implicit
Contract
Concept of Employee contracts
policies for efficient
efficient stock non-
efficient versus
contracting options cooperative
contracting opportunism
games

Contract
rigidity

8.1.OVERVIEW
Teori kontrak efisien mengambil sudut pandang di mana perusahaan
mengatur dirinya dengan cara yang paling efisien. Kontrak efisien adalah
sebuah komponen yang signifikan dari tata kelola perusahaan. Mereka harus
secara optimal seimbang antara biaya dan manfaat.
8.2.APAKAH YANG DIMAKSUD TEORI KONTRAK EFISIEN
Teori kontrak efisien mempelajari peran informasi akuntansi keuangan
dalam memoderasi asimetri informasi antara pihak-pihak yang mengadakan
perjanjian, dengan demikian berkontribusi terhadap kontrak efisien dan
penatalayanan dan keefisienan tata kelola perusahaan.
Untuk tata kelola yang baik, kontrak yang dimiliki perusahaan harus
efisien, mencapai optimal trade off antara benefit dan cost dari kontrak. Teori
kontrak efisien berasumsi bahwa manajer, seperti investor, adalah rasional.
8.3.SUMBER PERMINTAAN KONTRAK EFISIEN ATAS INFORMASI
AKUNTANSI KEUANGAN
8.3.1. Pemberi Pinjaman
Kontrak hutang adalah sumber keuangan yang penting bagi kebanyakan
perusahaan. Pemberi pinjaman biasanya memperhatikan:
1) Manajemen yang memiliki informasi terbaik tentang kondisi
perusahaan.
2) Pemberi pinjaman mehadapi asimetri hasil.
8.3.2. Pemegang Saham
Manajer diasumsikan berlaku sesuai dengan kepentingannya sendiri,
dan asimetri informasi mencegah pemegang saham mengawasi
langsung usaha manajer dalam menjalankan perusahaan (moral hazard)
8.4.KEBIJAKAN AKUNTANSI UNTUK KONTRAK EFISIEN
8.4.1. Reliabilitas
Agar reliabel, informasi akuntansi untuk kontrak efisien harus berdasar
pada transaksi pasar yang terealisasi dan dapat diverifikasi pihak ketiga.
8.4.2. Konservatisme
Asimetri hasil juga membuat sebuah permintaan untuk konservatism
bersyarat yaitu impairment test. Permintaan pemberi pinjaman
informasi tentang unrealized loss adalah lebih baik daripada
permintaan terkait dengan unrealized gain, mengingat unrealized gain
dipercaya tidak lebih bermanfaat daripada unrealized loss dalam rangka
memprediksi kesulitan keuangan.
8.5.KETEGASAN KONTRAK
Kontrak, sifatnya sulit untuk dapat diubah atau tegas. Perubahan kontrak
dapat secara negatif mempengaruhi perjanjian salah satunya meningkatkan
kemungkinan pelanggaran. Cara yang efisien untuk menghadapi perubahan
standar akuntansi adalah mengijinkan manajer untuk memiliki fleksibilitas
dalam pemilihan kebijakan akuntansi. Namun, memberi manajemen
kebijaksanaan untuk memilih dari seperangkat kebijakan akuntansi membuka
peluang perilaku opportunistic.
8.6.EMPLOYEE STOCK OPTIONS
Akuntansi untuk opsi saham yang dikeluarkan bagi manajemen maupun
karyawan hak untuk membeli saham perusahaan dalam jangka waktu tertentu
yang disebut sebagai employee stock opsions (ESOs).
Terdapat tiga karakteristik Opsi:
1. Pengembalian diharapkan dari suatu opsi yaitu mendapat hasil melebihi
return saham yang diharapkan.
2. Potensi kenaikan opsi America meningkat seiring dengan waktu jatuh
tempo.
3. Jika opsi “deep-in-the-money” maka hasil dari menahan opsi tersebut dan
probabilitasnya sangat mendekati hasil dan probabilitasnya dari menahan
saham dasarnya.
8.7.DISCUSSION AND SUMMARY OF ESO EXPENSING
Satu kemungkinan yang bisa menjelaskan sikap manajemen melarang
pembebanan ESO tersebut adalah bahwa manajemen tidak menerima adanya
efisiensi pasar sekuritas
8.8.DISTINGUISHING EFFICIENCY AND OPPORTUNIS
Sikap oportunisme yaitu sikap manajer yang telah mengeksploitasi
kemampuan investor yang menurun untuk mengawasi kinerja mereka dengan
cara meningkatkan penjualan asing dengan mengorbankan keuntungan.
Sedangkan efficient contracting merupakan tingkat besarnya interdependensi
antara perusahaan induk dengan perusahaan anak yang semakin besar maka
akan semakin efisien untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi. Jadi,
efficient contracting maupun sikap oportunisme dua-duanya terjadi di dalam
dunia akuntansi.
8.9.KESIMPULAN DARI TEORI KONTRAK UNTUK UTANG DAN
STEWARDSHIP
Teori kontrak yang efisien mempelajari peran informasi akuntansi
keuangan dalam memoderasi adanya asimetri informasi antara pihak-pihak
dalam kontrak. Teori ini menegaskan bahwa pilihan kebijakan akuntansi
adalah bagian dari kebutuhan keseluruhan perusahaan untuk mendapatkan
kontrak dan tata kelola perusahaan yang efisien. Untuk mencapai kontrak yang
efisien (efficient contracting), informasi keuangan harus reliable dan
konservatif (secara kondisional).
8.10. IMPLICIT CONTRACTS
8.10.1 Definisi dan Bukti Empiris
Dalam banyak situasi, perusahaan dapat mendapatkan keuntungan
dari effiecient contracting tanpa harus benar-benar masuk ke dalam
sebuah kontrak formal. Sebagai contoh yaitu kepercayaan yang
diperoleh perusahaan atas konsistensinya melaporkan laba yang
terus berkembang secara transparan. Hubungan yang berdasarkan
kepercayaan semacam itu disebut sebagai kontrak implisit (implicit
contracts).
8.10.2 A Single-Period Non-Cooperative Game
Permainan non-kooperatif memodelkan interaksi kompetitif dari dua
atau lebih pemain rasional ketika tidak ada kontrak formal di antara
mereka. Konflik antar pihak dapat dimodelkan sebagai sebuah
permainan. Salah satu contoh konflik ini mungkin terjadi di antara
investor dan manajer. Investor menginginkan informasi keuangan
yang relevan dan dapat diandalkan untuk membantu mereka dalam
menilai risiko dan imbalan yang diharapkan dari investasi. Namun,
manajer mungkin tidak ingin mengungkapkan semua informasi yang
dimilikinya.
8.10.3 Trust-Based Multi-Period Game
Jika permainan diulangi untuk periode tertentu yang terbatas, sebuah
strategi pemicu dapat digunakan untuk mencapai solusi kooperatif
jika hukuman yang memadai dapat diterapkan secara kredibel untuk
setiap penyimpangan.
8.11. KESIMPULAN DARI KONTRAK EFISIEN
Kontrak efisien menimbulkan adanya dua pertanyaan penting berkaitan
dengan Conceptual Framework. Pertama, haruskah rerangka konseptual
memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap verifiability, seperti
mengubahnya dari peningkatan karakteristik laporan keuangan menjadi
komponen yang merepresentasikan kejujuran? Kedua, sejauh mana seharusnya
laporan keuangan menyediakan sistem peringatan dini untuk memperingatkan
debtholders terhadap kemungkinan kesulitan keuangan perusahaan? Dalam
penelitian empiris telah membuktikan bahwa bukti adanya kontrak yang efisien
memungkinkan dalam menyelaraskan antara kepentingan manajer dan
investor.