Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REVIEW

KONSEP KURIKULUM
DOSEN PENGAMPU: Drs. Muhammad Amin, S.T.,M.Pd.

NAMA : BUILDYUN HIA

KELAS : PTE-C

NIM : 5173331008

MATA KULIAH : TELAAH KURIKULUM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN FAKULTAS TEKNIK


PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

T.P 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji tuhan kehadiran tuhan yang telah melimpahkan rahmat,rejeki dan karunia-nya,
sehingga tugas tentang Critical book review ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Adapun penulisan tagian tugas yang berjudul “konsep kurikulum” ini bertujuan sebagai
sarana pemenuhan tugas mata kuliah telaah kurikulum, program Pendidikan Teknik Elektro
semester 3tahun ajaran 2018/2019 dan sarana penambah wawasan ilmu pengetahuan yang ingin
diketahui oleh para pembaca.

Medan,17 september 2018

penulisan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI................................................................................................................................... 2
KONSEP KURIKULUM................................................................................................................ 3
A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan ............................................................................ 3
B. Konsep Kurikulum ............................................................................................................... 5
Kelebihan .................................................................................................................................... 7
Kekurangan ................................................................................................................................. 7
PENUTUP....................................................................................................................................... 8
Kesimpulan.................................................................................................................................. 8
Saran ............................................................................................................................................ 8

2
BAB 1
KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan


Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam
upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi
pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga,interaksi pendidikan
terjadi antara orang sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik.interaksi
ini berjalan tanpa rencan tertulis.orang tua sering tidak mempunyai rencana
yang jelas dan rinci kemana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka
mendidik dan apa isi pendidikannya.
Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sering tidak
disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap
saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog,bergaul,dan perlakuan spontan
yang diberikan kepada anak,sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan
mendidik besar sekali.
Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi
pendidikan. Dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan disekolah
dalam bentuk khursus-khursus, sampai dengan yang kurang formal seperti
ceramah,sarasehan dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi, dari yang
memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencan pembelajaran
yang hanya pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan
keteladanan yang ada pada pemimpin.
Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan
berkenaan dengan adanya pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal

3
memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara
sistematis,jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal,terencana,ada
yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang
memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat,
interaksi pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu, dengan fasilitas
dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula.
Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan
pendidikan formal dalam lingkungan keluarga. Pertama, pendidikan formal
disekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas, bukan hanya
berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan
keterampilan. Kedua, pendidikan disekolah dapat memberikan pengetahuan
yang lebih tinggi, lebih luas dan mendalam.
sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga
memberi pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam.
Ketiga, karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis.
Telah diuraikan sebelumnya, bahwa adanya rancangan atau kurikulum
formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan disekolah. Dengan kata
lain, kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan disekolah. Kalau
kurikulum merupakan syarat mutlak, hal itu berarti bahwa kurikulum
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Dapat
kita bayangkan, bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau
pengajaran disekolah yang tidak memiliki kurikulum.

4
B. Konsep Kurikulum

Kurikulum merupakan daerah intelek yang cukup luas. Banyak teori tentang
kurikulum. Beberapa teori menekankan pada rencana, yang lain pada inovasi,
pada dasar dasar filosofis, dan pada konsep konsep yang diambil dari ilmu
perilaku manusia. Ini menunjukan betapa luasnya teori-teori tentang
kurikulum. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas
teori_teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum, pada situasi pendidikan
serta pada organisasi kurikulum.
Penekanan kepada isi kurikulum. Strategi pengembangan yang
menekankan isi, merupakan yang paling lama dan banyak dipakai, tetapi juga
terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan. Sebab-sebab
yangmendorong pembaharuan ini bermacam-macam. Pertama, karna
didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan
budaya dari masyarakat. Kedua, karena perubahan dasar filosofis tentang
struktur pengetahuan. Ketiga, karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus
lebih berorientasi pada pekerjaan.
Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya
dengan sistem insitusi persekolahan, tetapi sangat mempengaruhi
pengembangan kurikulum. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum
umpamanya, penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta
perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu,
orientasi pada pekerjaan akan lebih banyak melihat kemasa depan, sedangkan
titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada displin-displin
keilmuan.

5
Apapun titik tolaknya, penekanan pada isi kurikulum akan membawa
beberapa akibat. pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai intrinsik,
sesuatu yang akan diwariskan, sesuatu yang baru atau diperbaharui.
Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered.
Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. Secara
teoritis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur, mempunyai tujuan yang
apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. Ini merupakan
engineering approach. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya,
bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print
masyarakat. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada
pengetahuan (knowledge based curriculum), memungkinkan pengembangan
dalam jumlah besar. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan
teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal.
Penekanan pada situasi pendidikan. Tipe kurikulum ini lebih menekankan
pada masalah dimana (where), bersifat khusus, sangat memperhatikan dan
disesuaikan dengan lingkungannya. Tipe ini akan menghasilkan kurikulum
berdasarkan situasi-situasi lingkungan seperti kurikulum kedesaan, kurikulum
kelompok masyarakat nelayan, kurikulum daerah pesisir, pegunungan dan
sebagainya. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar
merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Kurikulum yang
menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka dibandingkan dengan
kurikulum yang menekankan isi titik kurikulum ini bertujuan mencari
kesesuaian antara kurikulum dengan situasi dimana pendidikan berlangsung.

6
Kelebihan
1. Buku ini menjelaskan tentang arti kurikulum didunia pendidikan
2. Banyak penulisan kata yang dapat dimengerti si pembaca
3. Banyak penjelasan tentang kurikulum melalui beberapa teori
4. Setiap penjelasan dibuku mencakup cakupan yang luas,sehingga dapat
memahami kurikulum bukan hanya didunia pendidikan saja.

Kekurangan
1. Cover buku tidak mencitrakan isi buku
2. Masi ada kata-kata yang sulit dibaca dan kesalahan penulisan dibuku
3. Beberapa penggunaan titik koma yang tidak benar
4. Isi buku terlalu sedikit sehingga kurang bias dijadikan referensi.

7
BAB 3
PENUTUP

a. Kesimpulan
Dalam konsep kurikulum menjelaskan menjelaskan betapa pentingnya kurikulum terlebih
dalam bidang pendidikan. Dimana kurikulum berfungsi sebagai rencana,tujuan dan inovasi
dalam program pembelajaran dilingkup sekolah baik berdampak pada peserta didik atau pun
pengajar yang menyatu dalam system yang sama.dan kurikulum berfungsi mengevaluasi
setiap program yang dilakukan untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas.

b. Saran
Dalam hal ini kita sebagai mahasiswa atau tenaga pengajar. Harus lebih memahami apa itu
kurikulum sehingga kita dapat melakukannya didunia pendidikan apalagi dalam didunia
pendidikan kurikulum tonggak awal yang digunakan untuk keberhasilan mencapai tujuan
pendidikan.dengan adanya kurikulum kita dapat menggali keahlian kita dalam bidang
masing-masing baik dalam bidang akademi dan bakat.dengan adanya kurikurlum juga kita
dapat mengevaluasi hasil belajar kita atau pencapaian kita apa sudah maksimal sehingga
dapat membantu kita mengintropeksi diri atau memperbaiki diri.

8
9