Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REPORT

ISLAM KAFFAH

DISUSUN OLEH :

RISWANTO 5162322002

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR........................................................................................................ii
BAB II PENDAHULUAN.................................................................................................1
1.1............................................................................................................................Lata
r belakang.........................................................................................................1
1.2............................................................................................................................Tuju
an critical book report.....................................................................................1
1.3............................................................................................................................Man
faat critical book report..................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2
2.1............................................................................................................................Iden
titas buku..........................................................................................................2
2.2............................................................................................................................Ring
kasan buku.......................................................................................................2
BAB III ANALISIS............................................................................................................18
3.1............................................................................................................................Pem
bahasan isi buku..............................................................................................18
3.2............................................................................................................................Kele
bihan isi buku...................................................................................................18
3.3............................................................................................................................Kek
urangan isi buku..............................................................................................18
BAB IV PENUTUP............................................................................................................19
4.1............................................................................................................................Kesi
mpulan..............................................................................................................19
4.2............................................................................................................................Sara
n.........................................................................................................................19

1
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat
menyelesaikan tugas pembuatan critical book rivew dari buku yang berjudul “ISLAM
KAFFAH”
Dalam pembuatan critical book rivew ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai
pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang membantu
pembuatan Critical Bool Review ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penulis pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi
perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Penulis

RISWANTO

(5162322002)

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Agama dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat kaitan nya, karena agama
sangat dibutuhkan oleh manusia agar manusia memiliki pengangan hidup sehingga ilmu
yang dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal ini adalah islam. Dengan ilmu
kehidupan manusia akan bermutu, dengan agama kehidupan manusia akan lebih
bermakna, dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia.
1.2 Tujuan Critikal Book Report
Tujuan penulisan CBR selain menyelesaikan tugas kita juga menambah pengetahuan
tentang buku, meningkatkan prestasi belajar karena kita telah menguasai beberapa buku.
Selain itu, kita juga bisa menguatkan daya piker kita secara kritis terhadap suatu buku.
1.3 Manfaat Critikal Book Report

Manfaat CBR untuk penulis adalah penulis dapat berpikir secara lebih kritis dalam
menilai sebuah buku

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku

Buku I
1. Judul Buku : Islam Kaffah
2. Pengarang : Tim MPK Pendidikan Agama Islam UNIMED Medan
3. Penerbit : Perdana Publishing
4. Tahun Terbit : 2018
5. Kota Terbit : Medan
6. ISBN : 978-602-6462-34-3
7. Tebal Buku : 233 hlm

2.2 Ringkasan Isi Buku


1. BAB 1, Tuhan Yang Maha Esa
a. Mengapa harus mempercayai keberadaan pencipta alam semesta
Didalam islam kepercayaan keppada pencipta alam semesta dipahami sebagai
fitrah manisia. Sejak masa azali, allah telah mempertanyakan kepada ruh
manusia, “apakah aku ini tuhan mu? Ruh-ruh itu menjawab, ‘benar, kami
bersaksi (engkaulah tuhan kami)”. Karena itu pada dasar nya, manusia
diciptakan sebagai seorang yang bertauhid dan menyerahkan diri kepada allah
(muslimin). Namun, ketika manusia dilahirkan kedunia dan ruh bersatu
dengan jasad, maka kesadaran ilahiyah hanya bersifat potensial. Potensi fitrah
itu tumbuh bersama dengan potensi dan pengaruh lainnya, terutama pengaruhh
lungkungan. Dalam kaitan ini Nabi saw. Bersabda, “setiap anak dilahirkan
dalam keadaan fitrah (islam), tetapi kedua orang tuanyalah yang
membentuknya menjadi yahudi, nasrani, atau majusi.
b. Keharusan memilih islam sebagai agama dan pedoman
Sejak diturunkan nya alquran, allah telah menantang manusia dan jin untuk
membuat satu surah saja seperti kualitah alquran dari segala dimensinya, tetapi
hinggan saat ini tidak mampu melakukan nya. Alquran memiliki ketinggian
redaksi dan bahasa nya yang tiada tara sampai akhir zaman. Dilihat dari
keterpaduan kandungan ayat-ayat alquran, dan pemenuhan terhadap kebutuhan
hidayah manusia uantuk menata duniawi dan ukhrawi, maka, tidak ada ruang

2
dan waktu dalam kehidupan seorang muslimin yang disitu tidak ada ajaran
islam. Karena itu islam tidak mengenal sekularisme.
c. Keniscayaan beriman bertauhid
Secara etimologi iman artinya percaya. Oleh sebab itu setiap ajaran islam yang
berhubungan dengan kepercayaan disebut dengan iman.tauhid adalah
meyakini keesaan allah dalam rububiyyah, ikhlas beribadah kepada nya,
menetapkan bagi nya nama-nama dan sifat-sifat nya, serta menyukai
kesuciannya dari kekurangan dan cacat. Dalam islam tauhid dikenal tiga
macam yakni, tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma’wasifat.
2. BAB II Iman, islam dan ihsan
a. Asas keimanan dalam agama islam
Iman merupakan inti ajaran semua agama. Dalam teologi islam, diskursus
tentang iman ditemukan pada ajaran dasarnya. Kata ini dipakai dalam bahasa
arab secara leksikal dengan arti prcaya. Sejalan dengan makna ini, maka orang
yang percaya disebut mukmin. Karena kata kunci nya percaya, maka
kedudukan iman selalu diposisikan pada berada didalam hati, yaitu menjadi
unsur batin manusia.
b. Asas keislaman dalam agama islam
Secara bahasa islam berarti patuh, penyerahan, dan pengabdian. Seorang yagn
beragama islam disebut muslim. Muslim adalah orang yang menyerahkan diri,
patuh, dan hanya mengabdi kepada allah swt. Karena tunduk dan patuh, maka
jadilah seorang muslim orang yang selamat.
3. BAB III manusia dalam konsepsi islam
a. Eksistensi manusia
Manusia adalah makhluk tuhan yang multi dimensi dan kompleks. Sejak
sejarah peradaban umat manusia ditulis, ia selalu dijadikan objek kajian yang
tidak pernah habis untuk ditelaah.
Mannusia diciptakan dalam konteks penciptaanya disamakan dengan
penyebutan tugas yang diemban nya. Hal ini menunjukan adanya korelasi
antara wujud manusia dan eksistensi nya. Penobatan manusia sebagai khalifah
diatas bumi merupakan suatu kehormatan sekaligus kepercayaan terbesar dari
allah yang tiada tara.

b. Dimensi-dimensi kemanusiaan
Asal-usul kejadian manusia menurut ajaran islam berbeda dengan pendapat
para ahli filsafat dan antropologi, terutama darwin dan pengikut teori
evolusinya. Manusia yang hidup dimana pun dibelahan dunia berasal dari satu

3
keturunan nabi adam as. Dari anak cucu adam lah manusia berkembang biak
dan bertebaran keseluruh plosok dunia.
Akal dan hati adalah dimensi yang terpenting bagi manusia. Sesuatu yang
paling menonjol membedkan manusia dari makhluk lain nya adalah akal dan
daya untuk memahami. Dengan potensi akal dan hati, manusia menjadi
makhluk mulia, makhluk berpengetahuan, makhluk dinamis, makhluk
bebudaya, berperadaban, dan beragama.
4. BAB IV manusia sebagai khalifa allah dibumi
a. Martabat manusia
Manusia adalah makhluk tuhan yang multi dimensi dan kompleks. Sejak
sejarah peradaban umat manusia ditulis, ia selalu dijadikan objek kajian yang
tidak pernah habis untuk ditelaah. Manusia adalah keturunan nabi adam as, ia
diciptakan berdasarkan kehendak dan kekuasaan nya tanpa melaluai proses
biologis sebagaimana lazimnya manusia-manusia keturunannya. Ibn qayyim
mengatakan bahwa dalam menjalankan ibadah kepada allah sebagai tujuan
hidup manusia, maka ia harus memperhatikan dua hal. Pertama, hatinya harus
ihklas hanya kepada allah dan kedua yang diajarkan oleh nabi muhammad
saw.
b. Tanggung jawab manusia
Tanggup jawab manusia sebagai hamba allah, sebagaimana bahwa tujuan
hidip manusia adalah untuk mengabdi kepada allah swt. Oleh sebab itu, maka
tanggung jawab utama manusia adalah menjadikan dirinya dan masyarakat
nya tetap berada dalam didalam tujuan hidup tersebut.
Tanggung jawab manusia sebagai khalifa allah, sebagaiman telah dijelaskan di
alquran surah albaqarah ayat 30 yang artinya” ingatlah ketika tuhanmu
berfirman kepada para malaikat. Sesungguhnya aku hendak menjadikan
seorang khalifah dimuka bumi. Mereka berkata: mengapa engkau hendak
menjadikan khalifah dibumi itu orang yang akan membuat kerusakan pada nya
dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memiji
engkau dan mnsucikan engkau?. Tuhan berfirman: sesungguhnya aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Dari firman diatas bahwasan nya seorang khalifah yakni seorang makhluk
yang diberikan peran dan tugas sebagai pelaku pengurus dunia.
5. BAB V hukum dan islam
a. Menumbuhkan kesadaran hukum untuk menanti hukum allah
1. Konsep hukum islam
a. Kedudukan hukum islam

4
Sesungguhnya, disyariatkan nya hukum oleh allah bagi manusia adalah
untuk mengatur tata kehidupan mereka, baik dalam masalah duniawi
maupun ukhrawi. Dengan mengikuti hukum tersebut, manusia akan
memperoleh ketentraman dan kebahagiaan dalam hidup.
b. Ciri khas syariat islam
- Bersifat menyeluruh
- Membentuk adab dan akhlak
- Merasa didalam pengawasan allah
- Sesuai setiap waktu dan tempat
c. Tujuan hukum islam
Tujuan nya ialah untuk mewujudkan bagi kehidupan mereka, baik
melalui ketentuan-ketentuan yang diharuri, hajiy, ataupun tahsini.
2. Sumber-sumber dan dalil-dalil hukum islam
- Alquran
- Sunnah rasul saw
- Ijma’
- Qiyas
b. Pembagian hukum islam
1. Pembagian hukum dari perpektif usul
Ketentuan syari’ terhadap mukallaf ada tiga bentuk yakni tuntutan, pilihan,
dan wadh’i. Ketentuan yang dinyatakan dalam bentuk tuntutan disebut
hukum taklifi, yang dalam bentuk pilihan disebut takhyiri, sedangkan yang
mempengaruhi perbuatan taklifi disebut hikum wadh’i.

2. Hukum taklifi
- Wajib
- Mandub
- Haram
- Makruh
3. Hukum takhyiri
a. Hukum wadh’i
- Sabab
- Syarath
- Mani’
6. BAB VI seni dalam islam
a. Islam agama fitrah
- Seni budaya
- Seni suara syair dan puisi
- Seni bangunan
- Seni likis, ukir dan pahat
b. Tanggung jawab seniman
seniman juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan
mengajarkan seni yang diketahui dan dimilikinya. Ia juga bertanggung jawab

5
bahwa seorang seniman dengan seninya tidak akan mengajarkan kesenian
yang justru menentang allah.
7. BAB VII moral, etika, dan akhlak
a. Agama sebagai sumber moral
moral yakni ajaran baik-buruk yang diterima umum.
b. Akhlak mulia dalam kehidupan
- Akhlak terhadap allah dan rasul
- Akhlak terhadap ibu-bapak, masyarakat, dan lingkungan
8. BAB VIII ilmu pengetahuan dan teknologi dalam islam
a. Iman, amal, dan iptek sebagai satu kesatuan
- Integrasi iman, ipteks, dan amal
Anjuran melakukan penelitian yang mana didalam alquran
ditemukan banyaj ayat yang menganjurkan diadakan nya penelitian
pada segala bidang, termasuk untuk meneliti hewan yang masih
banyak menyimpan misteri yang perlu disingkap.
b. Kewajiban menuntut dan mengamalkan ilmu
Allah mengatakan menuntut ilmu itu wajib. Tidak boleh semua kaum
muslimin berjihad dijalan allah, tetapi mesti nya ada yang ditinggal untuk
menjadi orang alim yang mentukan mereka. Apabila kita sudah berilmu jagan
lupa untuk mengamalkan nya kepada sesama nya agar ilmu yang kita dapat
terus-menerus meluas dan tidak hilang.
c. Tanggung jawab ilmuan
Tanggung jawab ilmuan yakni mengembangkan ilmu dan mengajarkan kepada
manusia untuk tujuan ibadah dan kemaslahatan seluruh makhluk nya,
termasuk juga menjaga alam dan lingkungan juga seisi nya.
9. BAB IX kerukunan antar umat beragama
a. Agama islam merupakan rahmat bagi seluruh alam
Secara bahasa islam diambil dari bahasa arab yakni salima yang artinya
sentosa, damai dan sejahtera. Dari asal kata tersebut dibentuk kata aslama
yang artinya memeliharakan dalam keadaan selamat sentosa, dan berarti juga
menyerah diri, patuh dan taat. Jadi agama islam itu yakni agama yang
mengandung ajaran untuk menciptakan kedamaian, keselamatan, dan
kesejahteraan kehidupan manusia pada khususnya dan semua makhluk allah
pada umum nya, serta penyerahan diri, menaati dan mematuhi ketentuan-
ketentuan allah.
b. Kebersamaan dalam pluralitas beragama
1. Manusia sebagai makluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial karena manusia tidak bisa hidup
sendirian, ia membutuhkan hubungan dengan orang lain dalam kehidupan
kemasyarakatan.
2. Hubungan antar umat beragama
6
a. Hubungan internal umat islam
Ukhuwah islamiah yakni persaudaraan yang bersifat islam atau yang
diajarkan islam. Para ahli menetapkan tiga konsep untuk menghidari
perpecahan umat islam dan memantapkan ukhuwah islamiyah:
- Konsep tanawwu’ al-‘badah (keragaman cara beribadah)
- Konsep al-mukhti’fi al-ijtihad lahu ajr (yang salah dalam ber-
ijtihad pun mendapatkan ganjaran satu pahala)
- Konsep la hukma lillah qabla ijtihad al-mujtahid (allah belum
menetapkan suatu hukum sebelum upaya ijtihad dilakukan seorang
mujtahid)

b. Hubungan antara umat beragam


Agama islam ditunjukan untuk manusia dengan segala
keberagamannya, karena itu ajaran islam tidak melarang umatnya
untuk berhubungan muamalat dengan agama yang lain. Islam
mengajarkan umatnya untuk senantiasa berpihak pada kebenaran dan
keadilan termasuk terhadap orang-orang nonmuslim.
3. Kebersamaan dalam pluralitas beragama
Secara filosofils, pluralitas dibangun dari prinsip pluralisme, yaitu sikap,
pemahaman dan kesadaran terhadap kenyataan adanya kemajemukan,
keragaman sebagai sebuah keniscayaan, sekaligus ikut secara aktif
memberikan makna signifikannya dalam konteks pembinaan dan
perwujudan kehidupan berbangsa dan bernegara kearah yang manusiawi
dan bermartabat. Namun pluralisme dalam pengertian pluralisme
menyamakan tan merelatifkan seluruh ajaran agama sangat tidak tepat dan
bertentangan dengan ajaran islam. Oleh sebab itu, konsep pluralisme yang
baru atau yang mendapat revisi makna teologis.
10. BAB X KONFLIK, PEMECAHAN DAN HARAPAN UMAT BERAGAMA
a. SUMBER-SUMBER KONFLIK DAN PEMECAAHANNYA
Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan.
Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut
dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan organisasi. Anggota
organisasi senantiasa dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru
sangat rentan menimbulkan konflik (destruktif), apalagi jika tidak disertai
pemahaman yang memadai terhadap ide-ide yang berkembang.
Dalam konteks Indonesia, di antara sumber-sumber konflik dan benturan-
benturan yang potensial terjadi adalah :
1. Paham keagamaan dan fundementalisme

7
Sungguh, ajaran agama selalu menginginkan kedamaian dan kesejahteraan
bagi setiap umat manusia, baik kehidupan didunia maupun di akhirat.
Namun, pada tataran ralistis sosial ditemukan perilaku pemeluk agama
maupun wacana, pemahaman, dan sikap-sikap yang kontara kedmaian.
Dalam relevansi klaim kebenaran mutlak dapat dilihat pada bebeapa ajaran
agama, misalnnya ajaran Kristen yang menjelaskan bahwa Yesus diakui
sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Terdapat pada (yohanes 14:6)
Dalam ajarann islam, hal yang sama juga ditemukan dalam Al-Qur’an.
Misanya ”sesunngguhnya agama disisi ALLAH (diridhai) hanyalah islam.
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah
datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada)
diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat ALLAH maka
sesungguhnya ALLAH sangat cepat hisab-Nya” (Al-Imran ayat 9).
2. Disparitas sosial dan ketidak adilan ekonomi
Kesenjangan sosial, disparitas regional, dan ketidakadilan ekonomi
merupakan bagian permasalahan krusial bangsa Indonesia. Kesenjangan
ini mengakibatkan terjadinya kecemburuan bagi pihak-pihak yang merasa.
Hal hal semacam kasus ambon dan poso sangat subur terjadi di negara dan
daerah yang penduduknya menganut agama majemuk. Terlebih lagi sikap
masyarakat, seperti Indonesia yang religius dan didominasi oleh
pengetahuan yang sederhana terhadap agama lainnya serta eksklusivitas
dalam memahami agama sendiri, menjadikan konflik-konflik kepentingan
sosial ekonomis termanipulasi menjadi perang horizontal antar pemeluk
agama.
3. Rekayasa, oportunitas, dan kepentingan
Kerusuhan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan di sejumlah
daerah di tanah air tidak terlepas dari rekayasa oleh pihak-pihak anti
kedamaian. Hal itu dilatarbelakangi oleh kepentingan tertentu dari pihak-
pihak oportunis.
Dalam kaitan ini, maka pemecahan strategis yang dapat dilakukan adalah
menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi dan penerapan hukum yang
tegas bagi pelanggar konstitusi, undang-undang, dan peraturan hukum
4. Hegomoni mayoritas, kekuasaan, dan makar minoritas
Persoalan mayoritas dan minoritas bisa mencuat ke permukan dan menjadi
saslah satu sumber konflik dan disharmonitas di dalam masyarakat
majemuk. Persoalan krusial dalam kaitanya denga disharmonitas

8
masyarakat agama yang dihadapi bangsa Indonesia menyangkut dua hal ,
yaitu : hegomoni mayoritas dan hegomoni kekuasaan.
Dalam pengalaman Indonesia, hegomoni mayoritas biasanya menjadi
bencana konflik antar pemeluk agaa ketika munculnya arogansi dari pihak
minoritas nonmuslim.konflik itu akan semakin memungkinkan terjadi
apabila sikap arogasi tersebut telah masuk ke ranah eksistensi agama.
5. Provokasi dan benturan peradaban
Provokasi benturan peradaban yang diwacanakan oleh S.P.Hauntington
telah menggelisahkan dunia bak bara api dalam sekam yang siap untuk
disulut ke permukaan.kendatipun sulit untuk membuktikan bahwa tesis
tersebut telah memiliki dampak terhadap cara pandang umat islam di
Indonesia terhadap barat dan kristen dengan citra negatif, namun kebijakan
luar negeri Amerika dan Eropa terhadapnegara kaum muslim seakan telah
mengalami tesis propokatif tersebut.
6. Keterlibatan luar negeri
Dunia barat dan Amerika selalu saja memanjangkan tangannya untuk ikut
camour terhadap negara-negara berkembang. Oleh sebab itu, masalah
nasional bisa mencuat menjadi masalah internasional. Misalnya
keagamaan terus disorot oleh Amerika Serikat yang setiap tahun
melaporkan tentang Human Right Report .solusi terhadap masalah ini
tidak lain kecuali menguatkan posisi negara di mata lembaga internasional.
b. POTENSI KONFLIK YANG HARUS DIWASPADAI
Ridwan lubis mengatakan bahwa potensi konflik dapat dikelompokkan kepada
non agama dan agama.potensi yang bersifat non agama adalah :
politik(otda,pilkada,pileg,pilpres), ekonomi, sumberdaya alam,dan lain lain.
Adapun yang agama adalah : penyaran, rumah ibadah, perkawinan beda
agama, pendidikan agama dangkal wawasan agama, dan lain-lain.
c. PROGRAM KERUKUNAN
1. Hukum, undang-undang, dan lembaga kerukunan

a. Undang-Undang No. 1/PNPS Tahun 1965 Tentang Pencegahan


Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama

b. Undang-Undang No. 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan


Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang

9
c. Undang-Undang No 5 Tahun 2006 Tentang Pengesahan International
Convention for The Suppression of Terrorist Bommbing, 1997 (Konvensi
Internasional Pemberantasan Pengeboman oleh Teroris, 1997)

d. Undang-Undang No 6 Tahun 2006 Tentang Pengesahan International


Convention for The Suppression of The Financing of Terrorism, 1999
(Konvensi Internasional Pemberantasan Pendanaan Teroris, 1999)

e. Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

f. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Pendidikan dan pengajaran


Pendidkan adalah media strategis untuk membentuk pemahaman, karakter,
dan kepribadian masyarakat agama. Para ahli berpendapat bahwa
pendidikan tidak sama dengan pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa
pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan
pendidikan adalah usaha pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan
pengajaran aspek jasmani dan akal saja.
3. Penegakan hukum yang kuat dan adil
Penegakan hukum yang adil dan tegas menjadi mutlakuntuk mewujudkan
kerukunan. Kelemahan peneapan hukuman oleh aparat penegaknya
menjadi salah satu pemicu terjadinya benturan antar pemeluk agama.
4. Kearifan lokal
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang
tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan
lokal (local wisdom) biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu
generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut.
5. Menghidupkan penataran P4 dan menghidupkan nasionaisme
Tidak dapat dipungkiri bahwa pancasila telah mampu meredam konflik
horizontal dan terbuka secara luas antar pemeluk agama di Indonesia
hingga hari ini. Permasyarakatan dan penghayatan pancasila harus tetap
dilakukan sebagaimana yang digulirkan di orde baru.
d. ANTARA HARAPANN DAN TANTANGAN
Sebagai seorang muslim kita mengharapkan terwujudnya islam yang
rahmatan lil’alamin.kendatipun pada sejumlah pemilu, secara politik partai

10
agama tidak mendapat dukungan kuat di dalam pemilihan legislatif .oleh
sebab itu konflik kepentingan itu sebenarnya sedang terjadii pada tataran
politik.
11. BAB XI
HAK ASASI MANUSIA (HAM) DAN DEMOKRASI
a. Hak Asasi Manusia (HAM)
Hak Asasi Manusia (HAM) dapat disimpulkan bahwa sebagai anugerah
dari Tuhan terhadap makhluknya, hak asasi tidak boleh dijauhkan atau
dipisahkan dari dipisahkan dari eksistensi pribadi individu atau manusia
tersebut. Hak asasi tidak bisa dilepas dengan kekuasaan atau dengan hal-
hal lainnya, Bila itu sampai terjadi akan memberikan dampak kepada
manusia yakni manusia akan kehilangan martabat yang sebenarnya
menjadi inti nilai kemanusiaan.
Prinsip prinsip hak asasi manusia adalah sebagai berikut :
1. Hak pendidikan dan ilmu pengetahuan
2. Hak dalam hubungan dalam kehidupan
3. Hak persamaan dan keadila di depan hukum
4. Hak kebebasan memilih agama
5. Hak memperoleh perlindungan
6. Hak untuk bekerja
7. Demokrasi ala syura
12. BAB XII BUDAYA DAN MASYARAKAT
A. BUDAYA DALAM ISLAM
1. Pengertian
Budaya adalah segala nilai, pemikiran, serta simbol yang mempengaruhi
perilaku, sikap, kepercayaan, serta kebiasaan seseorang dan masyarakat.
Contohnya adalah budaya tepat waktu. Rosulullah menjelaskan bahwa
waktu adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak boleh diabaikan.
Rosulullah SAW memberi contoh bagaimana beliau menyikapi ketepatan
waktu, kemudian diikuti oleh sahabat beliau.
2. Etos kerja, sikap terbuka, dan adil
Budaya akademik akan dapat terwujud dengan syarat sikap-sikap positif
juga dimiliki. Di antara sikap positif yang harus dimiliki adalah etos kerja
yang tinggi,sikap terbuka dan berlaku adil. Arti penting dari ketiga sikap
tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
Untuk dapat meningkatkan etos kerja seorang muslim harus terlebih
dahulu memahami tugasnya sebagai manusia yaitu sebagai khalifah Allah
SWT di muka bumi dan sebagai hamba yang berkewajiban untuk
beribadah kepad aAllah SWT. Beberapa petunjuk Al-Qur’an agar dapat
meningkatkan etos kerja antara lain;

11
1. Mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

2. Bekerja harus sesuai dengan bidangnya dan ini harus diberi catatan bahwa
etos kerja yang tinggi tidak boleh menjadikan orang tersebut lupa kepada
Allah SWT.

Sikap positif selanjutnya adalah sikap terbuka dan jujur, seseorang tidak
mungkin meraih keberhasilan dengan cara mempunyai etos kerja yang
tinggi kalu tidak memiliki sikap terbuka dan jujur. Karenaorang yang tidak
terbuka maka akan cenderung menutup diri sehingga tidak dapat
bekerjasama dengan orang lain. Apalagi kalu tidak jujur maka energinya
akan tersita untuk menutupi ketidakjujuran yang dilakukan. Maka Al-
qur’an dan Hadis memberi apresiasi yang tinggi tehadap orang yang
terbuka dan jujur.

Buah dari keterbukaan seseorang maka akan melahirkan sikap adil. Makna
yang diperkenalkan Al-qur’an buka hanya dalam aspek hukum melainkan
dalam spektrum yang luas. Dari segi kepada siapa sikap adil itu harus
ditujukan Al-qur’an memberi petunjuk bahwa sikap adil dissamping
kepada Allah SWT dan orang lain atau sesama makhluk juga kepada diri
sendiri.

b. MASYARAKAT BERADAB DAN SEJAHERA

1. Kosep masyarakat madani

Sejarah telah mencatat bahwa masyarakat madani pernah dibangun


oleh Rasullulah ketika beliau mendirikan komunitas muslim dikota
Madinah. Masyarakat madani yang dibangun oleh Nabi Muhammad
tersebut memiliki ciri-ciri : – egalitarianism,penghargaan kepada
manusia berdasarkan prestasi (bukan prestise seperti
keturunan,kesukuan,ras,dan lain-lain) keterbukaan partisipasi seluruh
anggota ,masyarakat, dan ketentuan kepemimpinan melalui pemilihan
umum, bukan berdasarkan keturunan. Semuanya berpangkal pada
pandangan hidup berketuhanan dengan konsekuensi tindakan kebaikan
kepada manusia. Masyarakat Madani tegak berdiri di atas landasan
kkeadilan, yang antara lain bersendikan keteguhan berpegang kepada
hukum.

12
2. Peran umat umat dalam mewujudkan masyarakat madani

Wujud masayrakat madani sesungguhnya telah tertanam dalam


masyarakat yang dominan di masa lalu. Ketika kelompok masyarakat
berkedudukan samadan mengatur kehidupan bersama secara
musywarah dan mencapai mufakat. Perkembangan masyarakat
memerlukan pembaharuan dalam pendekatan melalui antara lain
pengembangan masyarakat madni dengan kedudukan sama bagi semua
kelompok masyarakat yang telah ada dan kehidupan bersama diatur
melalui lembaga-lembaga perwakilan.

Dalam sejarah sosial masyarakat Indonesia, gerakan sosial masyarakat


Indonesia salah satunya dengan mewujudkan dalam bentuk organisasi
sosial dimana salah satu dimensinya adalah organisasi sosial
keagamaan. Organisasi ini dalam sejarahnya telah memainkan peran
strategis, sejak zaman pra-kemerdekaan sampai orde reformasi
sekarang ini. Peran yang dilakukan oleh organisasi ini tidak terbatas
pada peran tradisionalberupa pemberdayaan keagamaan dalam bentuk
pembinaan kehidupan beragama untuk penguatan komitmen
keagamaan masyarakat penganut agama Islam. Tetapi juga telah
memainkan peran strategis dalam kehidupan sosial dan politik.

Dalam hal ini terbagi menjadi :

a. Keniscayaan peranan umat islam


b. Keniscayaan sistem ekonomi islam dan kesejahtraan umat
c. Zakat dan wakaf sebagai instrumen kesejhteraan umat

3. Manajemen zakat
4. Manajemen wakaf
13. BAB XIII POLITIK DALAM ISLAM
a. KONTRIBUSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN BERPOLITIK
Kontribusi Agama Dalam Bidang Politik:Kontribusi Agama Dalam Bidang
Politik Islam bukanlah semata agama ( a religion ) namun juga merupakan
sistem politik ( a political sistem ), Islam lebih dari sekedar agama Dalam hal
politik Islam mengatur bagaimana seorang pemimpin harus bersikap terhadap
rakyatnya. Dan bagi seorang pemimpin ada pertanggung jawaban atas apa
yang telah dilakukan terhadap rakyatnya di akirat nanti. Ada batas-batasan
yang diberikan terhadap seorang pemimpin.

13
Penjelasan dalam Al-Quran:Penjelasan dalam Al-Quran Al-Quran
menjelaskan hal ini: ‫ظإة احلسحسسنسإة سوسجاِإدحلهنحم إباِلنإتي إهسي أسححسسنن إإنن‬ ‫ك إباِحلإححكسمإة سواحلسمحوإع س‬
‫ع إإسلىَ سسإبيِإل سربب س‬
‫احد ن‬
‫ضنل سعحن سسإبيِلإإه سوهنسو أسحعلسنم إباِحلنمحهتستتإديِسن‬
‫ك هنسو أسحعلسنم بإسمحن س‬
‫ سربن س‬Serulah manusia ke jalan Tuhanmu
dengan hikmah (argumentasi yang kuat) dan nasihat yang baik serta bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS an-Nahl [16]:125).
Berikut merupakan kontribusi agama dalam kehidupan berpolitik :
1. Kedudukan politik dalam islam
2. Nilai nilai dasar politik dalam Al-Qur’an
3. Ruang lingkup pembahasan siyasah
4. Kontribusi umat islam terhadap kehidupan politik di Indonesia
b. PERAN AGAMA DALAM MEWUJUDKAN PERSATUAN DAN
KESAAATUAN BANGSA
Agama itu sangat penting disegala aspek kehidupan umat manusia selain itu
agama juga agama berperan untuk menenangkan jiwa dan raga. Dengan agama
kita akan lebih bijak menyikapi sesuatu. Oleh karena itu agama itu dibutuhkan
oleh setiap umat manusia.
Islam adalah solusi. Solusi segala permasalahan di dunia ini dengan
kesempurnaan ajarannya (syumul). Kesempurnaan ajaran Islam dapat ditelaah
dari sumber aslinya, yaitu Alquran dan Sunnah yang mengatur pola kehidupan
manusia, mulai dari hal terkecil hingga terbesar baik ekonomi, sosial, politik,
hukum, ketatanegaraan, budaya, seni, akhlak/etika, keluarga, dan lain-lain.
Bahkan, bagaimana cara membersihkan najis pun diatur oleh Islam.
14. BAB XIV TERORISME DAN NARKOBA
a. TERORISME
1. Pengertian
Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada
para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal
atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme
juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan
tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena
itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.
2. Terorisme kasus pemeluk agama
Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan
"terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka
sebagai separatis, pejuang pembebasan, militan, mujahidin, dan lain-lain.
Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : "Makna sebenarnya

14
dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang
penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme
sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
3. gerakan teroris didunia
Contoh pada saat pengeboman gedung WTC yang menelan korban jiwa
sebanyak 3000 orang
b. NARKOBA
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
"narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya olehKementerian
Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan
dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok
senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.
Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa
psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi
atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu
disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Menurut islam suatu permasalahan selalu berdasarkan dalil itu artinya hukum
mengenai narkoba dapat dijelaskan setelah turunnya dalil, karena itu poin
pertama yang akan saya ulas yaitu dalil yang berkenaan dengan narkoba dan
dilanjutkan mengenai hukum mengenai narkoba menurut islam dan
penggunaan narkoba sebagai obat menurut pandangan islam. narkoba
menurut pandangan islam Dalil pengharaman mengkonsumsi narkoba
Mengkonsumsi narkoba tanpa ada alasan kuat (keadaan darurat), para ulama
sepakat bahwa hukumnya haram. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata
“Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan dan diharamkan
berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat
menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan”
(Majmu’ Al Fatawa,34:204)

15
BAB III
ANALISIS
3.1 Pembahasan isi buku
Buku yang saya bahas disini ialah buku yang berjudul islam kaffah yang didalam
buku tersebut terdapat pembahasan yang menjurus keislaman. Didalam buku tersebut
juga terdapat bagaimana cara manusia menjadi khalifa dan hukum-hukum yang ada
dalam agama islam.
3.2 Kelebihan isi buku
Buku yang saya bahas saya rasa sudah mencangkup pengertian islam sampai hikum-
hukum islam, dan disertai dengan ada nya sumber yang mendukung didalam buku
tersebut.
3.3 Kekurangan isi buku
Kekurangan isi buku tersebut ialah terlalu banyak nya pemborosan kata atau kalimat
yang semesti nya tidak perlu di cantumkan pada buku tersebut. Pembahasan isi buku
tersebut seharus nya lebih disingkat tetapi jelas.

16
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari isi uraian makalah maka dapat disimpulkan bahwa profesi yang dimiliki
oleh seorang pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam proses belajar
mengajar untuk mempersiapkan generasi manusia yang dapat hidup dan aktif di
masyarakat, baik perkembangan kebutuhan yang selamanya berubah, perkembangan
social, budaya, politik, termasuk perkembangan teknologi.

4.2 Saran

Ada baiknya jika dalam penulisan buku seorang penulis memperhatikan


kalimat yang efisien dan layak digunakan sesuai dengan EYD (Ejaan yang
disempurnakan) sehingga para pembaca buku tersebut dapat dengan mudah
memahami isi dari buku tanpa harus mengulang membaca kalimat yang bertele-tele.

17