Anda di halaman 1dari 8

RINGKASAN BUKU

BAB I
ALLAH : TUHAN YANG MAHA ESA
A. Mengapa Harus Mempercayai Keberadaan Penciptaan Alam Semesta
Di dalam islam, kepercayaan kepada pencipta alam semesta dipahami
sebagai fitrah manusia. Mulai dari masa azali kita telah percaya bahwa kita telah
dalam keadaan fitrah (islam) tapi orang tuanyalah yang membawanya keagama
lain.
Potensi fitrah itu akan semakain kuat ketika akal kecerdasan manusia
mendukungnya. Karakter akal yang rasional selalu mendorong agar manusia
mempertanyakan dan menganalisis apapun yang di pahamai sebagai sesuatu yang
penting.
B. Keharusan Memilih Islam Sebagai Agama dan Pedoman Hidup
Memilih islam sebagai agama dikarenakan islam merupakan agama yang
sempurna dan kompleks. Ada 4 alasan memilih islam sebagai agama yaitu,
pertama berkenaan dengan eksistensi kitap suci, kedua dari segi ajaran dan
kebenaran ilmiah, ketiga dari keterpaduan kandungan atas kebutuhan pedoman
hidup dalam segala keadaan dan berlaku sepanjang jaman, keempat dari sisi
sejarah keberadaan manusia.
C. Keniscayaan Beriman Dan Bertauhid
Iman artinya percaya, oleh sebab itu setap ajaran islam yang berhubungan
dengan kepercayaan disebut dengan iman. Merealisasikan tuntutan keberimanan
berarti tunduk dan patuh kepada segala ajaran-ajaran yang ditimbulkan keimanan
dengan cara melaksanakannya.
Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam rububiyyah, ikhlas beribadah
kepadanya, menetapkan baginya nama-nama dan sifat-sifatnya dari kekurangan
dan cacat. Dalam islam tauhid tersebut dikenal tiga macam tauhid yaitu, tauhid
rububiyyah, tauhid uluhuyyah, dan tauhid asma’wasifat.

BAB II
IMAN, ISLAM DAN IHSAN
A. Asas Keimanan Dalam Agama Islam
Dalam islam wujud iman seseorang diasaskan penegakannya kepada rukun
iman. Keimanan itu diwujudkan dalam kepercayaan hati, pengakuan, dan
perilakuanya sebagai yang telah di jelaskan. Rukun iman ada enam yaitu : Iman
kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab Allah, Iman
kepada rasul-rasul allah, Iman kepada hari kiamat, dan iman kepada qodha dan
qadar.
B. Asas Keislaman Dalam Agama Islam
Islam adalah perbuatan yang menyerahkan diri patuh dan hanya mengabdi
kepada Allah. Rasulullah menyatakan islam adalah menyembah Allah dan tidak
menyekutukannya dengan sesuatu apapun, mendirikan sholat, menuaikan zakat
dan berpuasa pada bulan rahmadan.
C. Asas Ikhsan Dalam Agama Islam
Menurut bahasa ikhsan berarti berbuat atau melakukan kebaikan. Ikhsan adalah
suatu sikap dan tingkah laku yang baik menurut syariat. Dalam menyembah Allah
Swt seseorang harus bersungguh-sungguh, seruis, penuh keiklasan dan tawaduk.

BAB III
MANUSIA DALAM KONTEKS ISLAM
A. Mengenal Konsep Manusia
Manusia adalah makluk Allah yang multi dimensi dan kompleks. Dalam islam
dideskripsikan bahwa Allah menciptakan adam berdasarkan kehendak dan
kekuaaannya tampa melalui proses biologis seperti lazimnya manusia-manusia
keturunnanya. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi maka manusia
harus mampu melaksanakan kewajibannya sehingga memperoleh hak yang sesuai
dari allah kelah diakhirat.
B. Dimensi-dimensi Kemanusiaan
Manusia memiliki dimensi-dimensi, dimensi-dimensi tersebut saling
berhubungan secara fungsional dan substansialdalam diri manusia itu sendiri.
Dimensi itu adalah al-jasad, al-ruh, al-aql dan al-nafs.
BAB IV
MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ALLAH DIMUKA BUMI
A. Martabat Manusia
Alquran menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang
sebaik-baiknya (ahsan taqwim). Ketika ditiupkan ruh kepada Adam, para malaikat
disuruh sujud kepadanya sebagai penghormatan. Tidak hanya sampai disitu, Allah
memberikan manusia ilmu pengetahuan, kemauan dan penguasaan (amanah)
mengelola bumu yang menjadi pusat kegiatan makhluk-makluk Allah di alam ini.
Segala apa yang ada di langit dan dibumi, semuanya keterkaitan dengan
kepentingan manusia.
B. Tanggung Jawab Manusia
Manusia bertanggung jawab sebagai hamba Allah sebagaimana disebutkan
bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah. Oleh sebab itu
maka tanggung jawab utama manusia adalah menjadikan dirinya dan masyarakat
tetap berada di dalam tujuan hidup tersebut yaitu tanggung jawab untuk mengajak
manusia kepada tauhid.
Manusia bertanggung jawab sebagai khalifah Allah yaitu seorang makhluk
yang diberikan peran dan tugas sebagai pelaku pengurus dunia. Khalifah juga
berarti seorang harus dapat mendidik diri sendiri, anak, keluarga ataupun orang
lain (masyarakat) agar berperilaku sesuai dengan syariat islam.

BAB V
HUKUM DAN ISLAM
A. Menumbuhkan Kesadaran Hukum Untuk Menaati Hukum Allah
Islam dan segala ajarannya adalah untuk kemaslahatan manusia. Agama
ini diturunkan Allah untuk mengatur tata kehidupan mereka di dunia, baik dalam
masalah keagamaan maupun kemasyarakatan, baik dalam masalah dunia maupun
masalah akhirat.
Islam memiliki ciri-ciri khas syariat yaitu : bersifat menyeluruh,
membentuk adab dan akhlak yang baik, merasa didalam pengawasan Allah, sesuai
setiap waktu dan tempat. Hukum islam bertujuan untuk mewujudkan kebaikan
bagi kehidupan mereka, baik ketentuan dharuri, hajiy, ataupun tahsini.
B. Pembegian Hukum Islam
Hukum islam dibagi atas pertama pembegian hukum dari prespektif usul
adalah terbagi tiga bentuk yaitu tuntutan , pilihan, dan wadhi (kondisi). Kedua
hukum islam takifli terbagi menjadi empat yaitu wajib, mandub, haram dan
makhruh. Ketiga hukum takhyiri terbagi empat yaitu hukum wadhi, sabab, syarat,
dan mani’.

BAB VI
SENI DALAM ISLAM
A. Islam Agama Fitrah
Islam menyadari dan tidak mengekang manusia dari hal-hal yang sesuai
dengan fitrah dan intrinsik kemanusiaannya. Dia antara manusia yang lahir
memiliki fitrah insaniyah ialah bahwa manusia ingin bahagia, sehat , gembira,
suka-cita, bermain dan sebagainya. Untuk mewujudkan keinginan itu lahirlah
berbagai jenis ekspresi kesenian, yang kemudian menjadi budaya suatu
komunitas, masyarakat dan bangsa.
Diantara kensenian tersebut adalah seni budaya, seni suara, syair dan puisi,
ss\eni bangunan, seni lukis, ukir dan pahat, dan semua ini diperbolehkan dalam
islam asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan memiliki tujuan yang baik
dan bermanfaat.
B. Tanggung Jawab Seniman
Tidak hanya ilmuan, seniman juga memiliki tanggung jawab untuk
mengembangkan dan mengajarkan seni yang diketahui dan dimilikinya. Ia juga
bertanggung jawab bahwa seniman dengan seninya tidak akan mengajarkan
kesenian yang justru menentang Allah.

BAB VII
MORAL, ETIKA DAN AKHLAK
A. Akhlak Sebagai Sumber Moral
Akhlak adalah daya dan kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan
mudah dan spontan tanpa dipikir dan direnungkan lagi. Dengan demikian akhlak
pada dasarnya adalah sikap yang melekat pada diri seseorang yang telah terbentuk
(wujud ) dalam tingkah laku atau perbuatan. Apabila perbuatan spontan itu baik
menurut akal dan agama, maka perbuatan itu disebuat akhlak yang baik atau
karimah (mahmudah). Sebaliknya apabila perbuatan itu tidak sesuai dengan akal
dan agama disebuat akhlak yang buruk (mazmumah).
B. Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
Akhlak yang mulia mencakup akhlak terhadap Allah dan rasul, akhlak
kepada Allah meliputi beribadah kepada allah, mengakui bahwa hakikat ilmu
hanyalah pada Allah, Allah tempat bertaubat bagi setiap manusia, Allah menjadi
hakim atas segala kehidupan, menamkan jiwa optimisme terhadap allah, berzikir
kepada Allah, dan berdoa kepada Allah, tawakal kepada Allah, dan tawaduk
kepada Allah.
Diantara akhlak kepada Rasulullah adalah mengakuinya sebagai
Rasulullah nabi terakhir utusan Allah, mengikuti keputusan dan sunnahnya,
memanggil Rasulullah dengan santun dan suara rendah, banyak mengucapkan
shalawat kepada beliau, dan menunjukkan kepada beliau bahwa umatnya
memiliki etika, moral dan akhlak yang baik.

BAB VIII
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM ISLAM
A. Iman, Amal dan IPTEK Sebagai Satu Kesatuan
Agama islam mengajarkan manusia agar menuntut ilmu pengetahuan
seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat alquran dan hadist Rasulullah. Ilmu
pengetahuan ibaratkan binatang buruan dan ditulis sebagaimana tali pengikat.
Oleh sebab itu berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi harus ditulis dan disusun
agar tidak hilang dandapat dipelajari manusia dari generasi-kegenerasi.
Alquran juga mendorong manusia untuk menguasai dan mengembangkan
teknologi, baik teknologi pertanian, perternakan, kedokteran, maupun teknologi
lainya yang bermanfaat untuk masyarakat. Sehingga terciptalah berbagai jenis
barang elektronik, mobil, kapal laut, pesawat terbang, satelit, roket, dan lainnya.
B. Kewajiban Menuntut dan Mengamalkan Ilmu
Islam mengajarkan kewajiban menuntut ilmu mulai dari lahir sampai mati.
Dengan perantara ilmu dapat dimaklumi segela perkara yang perlu dikaji,
menurut kebutuhan masing-masing. Orang yang berilmu akan mengamalkan ilmu
akan beriman kepada Allah dan segala apa yang diwahyukannya. Setiap orang
dipandang tinggi bukan karena rupanya yang bagus melainkan seberapa ilmu yang
dimilikinya.
C. Tanggung jawab Ilmuan
Diantara tanggung jawab ilmuan adalah mengembangkan ilmu dan
mengajarkannya kepada manusia untuk tujuan ibadah dan kemaslahatan seluruh
makhluknya, termasuk juga menjaga alam dan lingkungan dan seisinya. Oleh
sebab itu seorang ilmuan tidak boleh fakum terhadap apa yang telah dicapainya, ia
harus terus mengembangkan dan mengajarkan ilmunya.

BAB IX
KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
A. Agama Islam Merupakan Rahmat Bagi Semesta Alam
Menurut ajaran islam manusia diberikan amanat oleh Allah sebagai
khalifahnya di bumi. Diantara misinya adalah menciptakan kemaslahatan bagi
sesama makhluk Allah. Itulah wujud rahmat dari agama islam sebagaimana
dnyatakan dalam surah al-anabiya ayat 107 menjelaskan misi Rasulullah untuk
menyapaikan agama islam bagi umat manusia.
B. Kebersamaan Dalam Pluralitas Beragama
Kebersamaan dalam pluralitas beragama diantaranya manusia sebagai
makhlik sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain dalam
memperoleh hak dan kewajibanya dalam masyarakat.

BAB X
KONFLIK, PEMECAHAN, DAN HARAPAN UMAT BERAGAMA
A. Sumber-sumber Konflik Dan pemecahan
Dalam konteks indonesia, diantara sumber-sumber konflik dan benturan-
benturan yang potensial terjadi adalah : paham keagamaan dan fundementalisme,
disparitas sosial dan ketidak adilan ekonomi, rekayasa, oportunitas dan
kepentingan, provaksi dan benturan peradapan, dan keterlibatan, luar negeri.
B. Potensi Konflik Yang Harus Diwaspadai
Potensi konflik dapat dikelompokkan yaitu bersifat non agama adalah
politik, ekonomi, sumber daya alam, akses terhadap sumber daya, perebutan
jabatan, dan streotif etnis. Adapun yang agama adalah penyiaran, rumah ibadah,
perkawinan beda agama, pendidikan agama, dangkal wawasan agama, persaingan
mayoritas-moinoritas, dan pemuka agama kurang mandiri.
C. Program Kerukunan
Program kerukunan diantaranya hukum, undang-undang dan lembaga
kerukunan, pendidikan dan pengajaran, prnrgsksn hukum yangkuat dan adil,
kearifan lokal serta mengudupkan penataran P4.

BAB XI
HAK ASASI MANUSIA (HAM) DAN DEMOKRASI
Hak asasi manusia (HAM) adalah segala hak yang dimiliki manusia serta
melekat pada dirinya karena ia manusia. Adapun prinsip-prinsip hak asasi manusia
dalam islam adalah hak pendidikan dan ilmu pengetahuan, hak dalam hubungan
dengan kehidupan, hak persamaan dan keadilan didepan hukum, hak kebebasan
dalam memilih agama, hak memperoleh perlindungan, hak untuk bekeja,dan
demokrasi ala syura.

BAB XII
BUDAYA DAN MASYARAKAT ISLAM
A. Budaya Dalam Islam
Kebudayaan merupakan suatau persoalan yang sangat luas. Namun
esensinya adlah bahwa kebudayaan itu melekat dengan diri manusia. Artinya
manusialah sebagai pencipta dari kebudayaan itu. Kebudayaan itu lahir bersamaan
dengan kelahiran manusia itu sendiri.
Kebudayaan islam adalah hasil olah akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya
manusia. Ia tidak mungkin terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan. Walaupun
demikian, ia bisa lepas dari nilai-nilai ketuhanan ketika manusia telah
mengabaikan eksistensi tuhan di dalam hidupnya.
B. Masyarakat Beradab Dan Sejahtera
BAB XIII
POLITIK DALAM ISLAM
A. Kontribusi Agama Dalam Kehidupan Berpolitik
Islam adalah agama yang mengajarkan kehidupan berpolitik yang benar
selain dari spiritual yang kuat. Sehingga negara menjadi sejahtera dan makmur.
B. Peran Agama dalam Mewujudkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
Agama berperan dalam persatuan dan kesatuan bangsa diantaranya kita
sadar bahwa kemerdekaan in atas pertolongan Allah dan persatuan umat islam
didalamnya.

BAB XIV
TERRISME DAN NARKOBA
A. Terorisme
Istilah terorisme oleh para ahli dikatakan merujuk pada para perilaku
penyerangan yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau
tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga
mengandung makna sesuatu yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak
memiliki justifikasi dan oleh karena itu para pelakunya (teroris) layak
mendapatkan pembalasan.
B. Narkoba
Narkoba atau nafza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan
bahan-bahan adiktif. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau lainnya baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.