Anda di halaman 1dari 10

SEPUTAR RAKAAT TARAWIH

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

Ke NUAN

Dosen Pengampu

Muh. Zuhal M.Pd.I

Disusun oleh:

1. Lailatul Fitria

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL ULA

NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK


2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini.Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad
SAW yang telah membawa kita semua kejalan yang kebenaran yang di ridhoi allah
SWT.
Maksud penulis membuat makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah pancasila yang manatkan oleh dosen kepada penulis.Penulis menyadari
bahwa penyusunan makalah ini banyak sekali kekurangan baik dalam penulisan isi
.
Mudah mudahan makalah ini dapat bermanfaat,khususnya bagi penulis
yang membuat dan umumnya bagi yang membaca makalah ini, untuk menambah
pengetahuan tentang pelaksanaan pancasila dan UUD 1945.

Nglawak,27 April 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................. i

Kata pengantar .................................................................................................ii

Daftar Isi ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 1
C. Tujuan .................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Bagaimana tarawih rasulullah ............................................................. 2


B. Apa Dalil 20 rakaat ............................................................................. 4
C. Bagaimana pendapat para ulama mengenai sholat tarawih ................. 4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .......................................................................................... 6

DAFTAR PUSAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bulan ramadhan adalah merupakan bulan suci,bulan yang dimuliakan oleh


allahSWT,bulan penuh magfiroh (ampunan )dan berkahnya,bulan dimana pintu
pintu surge dibuka lebar dan pintu neraka ditutup rapat,syaiton tidak
dibelenggu,bulan dimana jiwa menjadi tenang dan hati menjadi tentram. Oleh
sebab itulah rasul saw dalam bulan ramadhan mengajak umatnya agar
meningkatkan ibadah, termasuk didalamnya beliau menggalakkan tuntunannya
dalam melaksanakan shalat di malam bulan ramadhan yang dinamakan shalat
tarawih. Didalam shalat tarawih ini, Rasul SAW hanya memberikan contoh
tuntunan dan tidak memberikan batasan dalam jumlah rakaatnya. Hal tersebut
memberikankebebasan,kelonggarankepadaumatnyauntukmenentukansendiri,apaka
hiamamumelaksanakandengan 11 rakaatatau 23 rakaat atau bahkan 39 rakaat.
Dengan demikian, ini adalah merupakan rahmat bagiumatnya, Allah berfirman di
dalam al qur’an yang artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya (Qs. Al-Baqarah ayat 286)

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tarawih rasulullah?
2. Apa Dalil Penguat 23 rakaat?
3. Bagaimana pendapat para ulama’tentang sholat tarawih?

C. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana tarawih rasulullah
2. Mengetahui dalil penguat 23 rakaat
3. Mengetahui pendapat para ulama’tentang rakaat tarawih.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Rakaat tarawih pada masa rasulullah

Disebut shalat tarawih karena didalam melaksanakannya berhenti istirahat


(tarwih)setiap selesai 2 salam yaitu 4 rakaat.Dalam hadis riwayat Aisyah
disebutkan : Suatu malam Rasulullah SAW suatu malam melaksanakan shalat
dimasjid.Beberapa orang pun ikut shalat di masjid.Pada malam berikutnya beliau
melaksanakannya lagi.Orang orang yang ikut bertambah banyak.Ketika pada
malam ketiga keempat mereka berkumpul.Rasulullah SAW tidak keluar keesokan
paginya beliau berkata,”Aku tahu apa yang kalian lakukan.Tidak ada alasan bagiku
tidak keluar kecuali aku khawatir shalat itu diwajibkan atas kalian”1
Hadis ini ditunjukkan bahwa rasulullah melaksanakan shalat tarawih
dengan tanpa menerangkan jumlah rakaat tarawih secara detail.
Kemudian ada hadis lain yang menyebutkan bahwa beliau melaksanakan
shalat tarawih bersama para sahabat sebanyak 8 rakaat,kemudian menambah 12
rakaat sesampai beliau di rumah.2
Dalam hal ini imam malik menyebutkan :
‫كا ن النا س يقومو ن في زمان عمر بن الخطا ب في رمضان بثالث وشرين ركعة‬
“Umat islam pada masa umar bin khatab melaksanakan shalat di bulan ramadhan
23 rakaat.3
Kebanyakan ulama mengikuti umar bin khattab,Ali dan sahabat sahabat
lain yaitu 20 rakaat .Pendapat itu juga pendapat ats tsauriy,ibnu Al Mubarak dan As
Syafii .As Syafi’I mengatakan “Demikian lah yang kami dapati di negeri makah
mereka melaksanakan shalat 20 rakaat.4

1
Shahih al Bukhari,hal 1761
2
Syaikh Abdul Al Jailani,Al Ghunyah li Thalib Thariq Al Haq,Juz 2,hal 16
3
Al Muwattha’ juz 1 hal 15
4
Sunan At Tirmidzi,hal b734

2
Menurut ulama lain yang mendukung jumlah 20 rakaat jumlah rakaat 11
yang dilakukan oleh rasulullah SAW tidak bias dijadikan dasar tentang jumlah
rakaat shalat tarawih.Karena shalat tarawih tidak pernah dilakukan oleh rasulullah
kecuali hanya 2 atau 3 kali saja .Dan itu dilakukan di masjid.
Aisyah meriwayatkan hadis lagi pula tarawih belum dikenal pada masa rasulullah
,shalat tarawih dikenal pada masa umar bin khattab RA karena bulan ramadhan itu
berbeda beda ada yang shalat dan ada yang tidak shalat.Shalat tarawih 20 rakaat
dan 3 witir yang disebutkan bukan shalat tarawih melainkan shalat malam.
Ibnu taymiyyah mengatakan dalam Fatawi-nya bahwa Sahabat Ubay bin
Ka’b melaksanakan shalat tarawih bersama umat islam sebanyak 20 rakaat dibulan
ramadhan dan 3 rakaat shalat witir .Lalu banyak ulama yang menganggap sunah
karena yang dilakukan ditengah kaum muhajirin dan kaum Ansar tidak ada
seorang yang berani menentang.

Sedangan Abdullah bin Muhammda bin Abdul Wahab menunturkan jumlah


rakaat shalat tarawih,bahwa ketika Umar bin Al Khattab memerintahkan Ubay bin
Ka’b menjadi imam shalat sebanyak 20 rakaat.5

Dalam hadis yang diriwayatkan Hudzaifah disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:


‫اقتدواباللذين من بعدي ابي بكر وعمر‬
“Ikutilah 2 orang setelah ku ,yaitu Abu Bakar dan Umar”[7]
Dan beliau bersabda:
‫ان هللا و ضع الحق علئ لسا ن عمر يقو ل به‬
“Sesungguhnya Allah SWT meletakkan kebenaran pada apa yang disampaikan oleh
Umar”[8]
Akan halnya hadis Aisyah berikut ini:
‫ما كا ن رسول هللا صلى هللا عليه وسلم يزيد في ر مضا ن وال في غيره على اخدى عشرة ر كعة‬
“Rasulullah SAW tidak menambah –baik di bulan ramadhan maupun yang lain
lebih dari 11 rakaat”
Peryataan tersebut ini menunjukkan bahwa shalat yang dimaksut bukanlah
shalat tarawih.sebab shalat tarawih dilaksanakan pada bulan ramadhan.
Sebagaimana di sebutkan dalam hadis Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW
bersabda:

5
Tashih Hadis Shalat tarawih ;Isyrin raka’ah hal 34

3
6
‫اوتروابخس اوبسبع اوبتسع اوياحدى عشرة ركعة‬
“Shalatlah witir kalian dengan 5,7,9 atau 11 rakaat”
Shalat Tarawih dilaksanakan dengan 1 salam setiap 2 rakaat,sebagaimana hadis
Ibnu Umar.
Seseorang bertanya kepada rasulullah SAW tentang shlat malam.Beliau menjawab
.:”Shalat malam itu 2 rakaar 2 rakaat”7
B. Dalil Sholat tarawih 20 Rakaat
Beberapa tabiin yang meriwayatkan pengerjaan salat tarawih jumlah 20 rakaat pada
pemerintahan Umar bin Khattab.
1. Said bin Yazid yang menyampaikan,Umar bin Khatab mengumpulkan umat
islam di bulan Ramadhan dengan Imam Ubay bin Ka’ab dan Tamim al-Dari
,dengan 21 rakaat(dalam riwayat lain 23 rakaat )Mereka membaca ayat-ayat
ratusan.Baru selesai ketika menjelang subuh”(Riwayat al Baihaqi dalam al
sunah 2/496,Abdurrazzaq dalam al Mushannaf 4/260)
Selain itu,Yazid bin Rauman menyebutkan,”Umat islam di masa umar bin
khattab beribadah di malam bulan ramadhan dengan 23 rakaat”(al-
Muwatha’Malik,1/115)
2. Menurut Yahya bin Said al Qathan menyatakan,”Umar memerintahkan
seseorang menjadi imam salat tarawih dengan umat islam sebanyak 20 rakaat
“(Riwayat Ibnu Abi Syaibah,al-Mushannaf,2/163)
3. Menurut al-Tirmidzi sendiri pernah berkata,”Mayoritas ulama mengikuti
riwayat Umar,Ali dan sahabat Rasulullah yang lainnya sebanyak 20
rakaat.(Sunan al-Tarmidzi 3/169)8

c. Jumlah Raka’at Shalat Tarawih Menurut 4 Madhzab


1. Madhzab imam syafi’i
Menurut kitab Fathul Qadir bahwa disunahkan kaum muslimin berkumpul pada
bulan ramadhan sesudah isya’lalu mereka shalat bersama imamnya lima
tarawih(istirahat),setiap istirahat dua salam,atau dua istirahat mereka duduk
sepanjang istirahat kemudian mereka berwitir (ganjil),bahwa bilangan rakaatnya 20

6
HR Al Hakim Al Mustadrak,juz 1,hal 60
7
Shahih Muslim hal 1239
8
Khozin Ma’ruf,Buku Saku Sukses Ramadhan,LTN PBNU:2017 hal 28

4
rakaat selain witor jumlah nya 5 istirahat dan setiap istirahat dua salam dan setiap
dua rakaat =2x2x5=20 rakaat.
2. Madhzab imam Maliki
Dalam kitab Al Muwaththa dari Muhammad yusuf dari al-Saib bin Yazid bahwa
Imam Maliki berkata,”Umar bin Khattab memerintah kan Ubay bin ka’ab dan
Tamim al dari untuk shalat bersama 11 rakaat”Dia berkata “bacaan surahnya
panjang-panjang”sehingga kita terpaksa berpegang pada tongkat karena lama-nya
berdiri dan kita baru selesai menjelang fajar menyingsing .Melalui Yazid bin
Ruman dia berkata,:orang –orang melakukan shalat pada masa Umar bin al-Khatab
di bulan Ramadhan 23 rakaat”
Imam Malik meriwayatkan juga melalui Yazid bin Khasifah dari al-Shalib bin
Yazid ialah 20 rakaat.Ini dilaksanakan tanpa witir.Juga diriwayatkan dari Imam
Malik 46 rakaat 3 witir.Inilah yang masyhur dari Imam Malik.
3 Madzhab as-Syafi’i
Imam Syafi’I menjelaskan dalam kitabnya Al ummu”bahwa shalat malam pada
bulan ramadhan itu,secara sendirian itu lebih aku sukai,dan saya melihat umat di
madinah melaksanakan 39 rakaat,tetapi lebih suka 20 rakaat,karena diriwayatkan
oleh umar bin khattab.Demikian pula umat melakukannya di makkah dan mereka
witir 3 rakaat.
Lalu beliau menjelaskan dalam Al-Mughni yang menjadi pegangan pengikut
Syafi’iyah di Al-Azhar al-Syarif,Kairo Mesir bahwa sholat tarawih dilakukan 20
rakaat dengan 10 salam dan witir 3 rakaat disetiap malam ramadhan.
4 Madhzab Hanbali
Imam Hanbali menjelaskan dakam Al-Mughni suatu masalah,ia berkata,”Sholat
malam ramadhan itu 20 rakaat,yakni shalat tarawih”sampai mengatakan ,”yang
terrpilih bagi Abu Abdillah(Ahmad Muhammad bin Hanbal)mengenai Tarawih
adalah 20 rakaat.”
Karena Khalifah Umar ra,setelah kaum muslimin dikumpulkan dalam (berjamaah
)bersama Ubay bin ka’ab ,dia shlat bersama mereka 20 rakaat.9

9
Zain Muhammad,Usqul Fiqih ,hal 234

5
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pada masa zaman masa rasulullah shalat tarawih itu tidak ada dia melakukan
shalat kebanyakan ulama mengikuti umar bin khattab,Ali dan sahabat sahabat
lain yaitu 20 rakaat .Pendapat itu juga pendapat ats tsauriy,ibnu Al Mubarak
dan As Syafii .As Syafi’I mengatakan “Demikian lah yang kami dapati di
negeri makah mereka melaksanakan shalat 20 rakaat.menurut aisyah rasulullah
itu tidak pernah melakukan shalat tarawih melainkan shalat malam pada waktu
bulan ramadhan,dan jumlah rakaat nya 11 rakaat .
2. Dalil rakaat shalat 20 rakaat menurut Said bin Yazid mengatakan bahwa Umar
bin khattab mengupulkan umat islam dengan Ubai bin Ka’ab untuk melakukan
shalat 20 rakaat, Yahya bin Said mengatakan bahwa Umar memerintahkan
seseorang menjadi imam dengan umat 20 orang, al-Tirmidzi mengatakan
mayoritas ulama mengikuti pemerintahan Umar dan Ali dengan 20 rakaat.
3. Menurut ulama dalam 4 Madhzab sepakat bahwa bilangan rakaat tarawih 20
rakaat,kecuali Imam malik karena ia mengutamakan bilangan rakaatnya 36
rakaat atau 46 rakaat,tetapi ini khusus penduduk madinah.Adapun penduduk
madinah ,maka ia setuju juga dengan bilangan rakaatnya 20 rakaat.

6
DAFTAR PUSAKA

Shahih al Bukhari
Syaikh Abdul Al Jailani,Al Ghunyah li Thalib Thariq Al Haq,Juz 2
Al Muwattha’ juz 1
Sunan At Tirmidzi,

Tashih Hadis Shalat tarawih ;Isyrin raka’ah

HR Al Hakim Al Mustadrak,juz 1

Shahih Muslim

Khozin Ma’ruf,Buku Saku Sukses Ramadhan,

LTN PBNU:2017