Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN IDENTIFIKASI PERALATAN MEDIS

TAHUN 2018
1. PENDAHULUAN
Peralatan medis adalah merupakan investasi yang besar di fasilitas pelayanan kesehatan serta
memerlukan biaya pemeliharaan. Penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan memiliki program
pemeliharaan terencana untuk menjaga peralatan medis agar aman, bermutu dan laik
pakai. Adanya pemeliharaan peralatan medis diharapkan juga akan memperpanjang usia pakai
peralatan medis.
Program pemeliharaan peralatan medis yang efektif terdiri dari perencanaan yang memadai,
manajemen dan pelaksanaan. Perencanaan mempertimbangkan sumber daya keuangan,
fasilitas dan SDM yang memadai. Program pemeliharaan peralatan medis harus
berkesinambungan tak terputus dan dikelola agar pelayanan kesehatan meningkat.
Adalakanya dalam masa penggunaan, peralatan medis berkurang, tidak sesuai lagi kinerjanya
atau tidak dapat digunakan, diperlukan adanya perbaikan untuk mengembalikan fungsi
peralatan medis tersebut.
Pemeliharaan peralatan medis dapat dibagi menjadi dua kategori utama yaitu:
• Inspeksi dan pemeliharaan preventif (IPM)
• pemeliharaan korektif / Corrective Maintenance (CM)
IPM mencakup semua kegiatan yang dijadwalkan untuk memastikan fungsi peralatan dan
mencegah kerusakan atau kegagalan. Inspeksi adalah kegiatan terjadwal yang diperlukan
untuk memastikan peralatan medis berfungsi dengan benar. Ini mencakup pemeriksaan
kinerja dan keselamatan. Kegiatan inspeksi dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan
pemeliharaan preventif,
Pemeliharaan korektif, atau kalibrasi, tetapi juga dapat dilakukan tersendiri yang
dijadwalkan pada interval tertentu.
Pemeliharaan preventif (PP) adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara
terjadwal, untuk memperpanjang umur peralatan dan mencegah kegagalan (yaitu dengan
kalibrasi, penggantian bagian, pelumasan, pembersihan, dll).
Pemeliharaan Korektif (CM) meruapakan kegiatan perbaikan terhadap peralatan dengan tujuan
mengembalikan fungsi peralatan sesuai dengan kondisi awalnya. Ciri dari kegiatan CM adalah
biasanya tidak terjadwal, berdasarkan permintaan dari pengguna peralatan atau dari
personel yang melakukan kegiatan performing maintenance.
1.1 INSPEKSI DAN PEMELIHARAAN PREVENTIF (IPM)

Penggunaan prosedur yang benar dan tepat untuk pemeliharaan peralatan akan dapat
meningkatkan meningkatkan kinerja peralatan yang handal dan benar berfungsi baik.
Prosedur yang digunakan dalam melakukan kegiatan IPM harus dilakukan sebelum
pelaksanaan inspeksi atau pekerjaan pemeliharaan melalui kajian yang cermat dari setiap
jenis peralatan (atau model).
Kebanyakan prosedur IPM yang dilengkapi oleh tenaga teknik dari bagian
Elektromedik/IPSRS. Dalam beberapa kasus, bagaimanapun, tugasMtugas yang rutin dan
mudah untuk dilaksanakan, diselesaikan oleh pengguna. Hal ini menghemat waktu untuk
personil teknis dalam melakukan tugasMtugas teknis yang lebih kompleks dan kritis dan
juga membuat pengguna mempunyai perasaan memiliki.
Jenis inspeksi yang mungkin dilakukan pengguna adalah melakukan pemeriksaan sebelum
digunakan atau pemeriksaan harian. Contoh jika memungkinkan adalah kalibrasi harian
monitor glukosa darah, pengujian harian defibrillator atau memeriksa kalibrasi peralatan
laboratorium. Ini adalah tanggung jawab bagian Elektromedik/IPSRS. untuk melatih pengguna
dalam melakukan tugas ini.
Ketika pada saat kegiatan IPM terdapat masalah pada peralatan, perbaikan peralatan
tersebut dapat dijadwalkan untuk dilakukan perbaikan tanpa mengganggu kegiatan IPM yang
dilakukan, atau perbaikan tersebut dapat diselesaikan sebagai dari bagian proses IPM.
Jika kegiatan IPM atau perbaikan terkait tidak dapat diselesaikan dalam perioda yang
telah ditentukan sebelumnya, permintaan surat perintah perbaikan/pemeliharaan (work4
order) harus tetap ada, dan petugas pemelihara harus memeriksa atau memperbaiki
peralatan secepat mungkin. Peralatan medis yang memiliki prioritas yang lebih tinggi yang
sebelumnya tidak dilakukan kegiatan IPM pada periode sebelumnya, harus dilakukan terlebih
dahulu.
Rentang waktu inspeksi dan pemeliharaan peralatan kesehatan didasarkan pada kriteria
yang direkomendasikan pabrikan seperti tingkat risiko dan pengalaman dari rumah sakit.
Semua peralatan termasuk dalam program ini diperiksa dan diuji sebelum penggunaan
awal dan pada interval yang ditetapkan, biasanya disebut sebagai perawatan pencegahan
(PM).
Jadwal pemeliharaan peralatan kesehatan yang sistematis menjamin peralatan tersebut
aman digunakan dan memperoleh pemanfaatan maksimal dengan biaya yang wajar.
Keuntungan lain adalah meminimalkan risiko klinis dan fisik.
Setiap peralatan kesehatan mempunyai klasifikasi risiko berdasarkan:
 Fungsi peralatan kesehatan : penghantar energi, pemantau pasien, atau peralatan untuk
kenyamanan pasien.
 Risiko fisik
 Preventif pemeliharaan
 Riwayat insiden

Masing-masing peralatan kesehatan mempunyai bobot pada kategori fungsi, risiko fisik dan
kebutuhan pemeliharaan.

Tabel 1.1 Manajemen resiko peralatan medis


Resiko Riwayat Frekuensi
No Nama alat Fungsi Pemeliharaan EM
klinis Insiden infeksi
1 Patient monitor 10 5 3 +2 20 T
2 Incubator 10 5 4 +1 20 T
3 Infant warmer 10 5 4 +1 20 T
Electrocardiograph
4 10 3 3 +2 18 S
(EKG)
5 Ventilator 10 5 5 +1 21 T
Ultrasonograph
6 6 3 3 +1 13 A
(USG)
7 Nebulizer 8 2 3 +2 15 S
8 Spirometer 6 3 2 +1 12 A
9 Defibrilator 10 5 3 +1 19 S
10 Tensimeter 6 3 2 +2 13 A
Sesuai
11 Timbangan badan 2 1 2 +2 7
keperluan
Sesuai
12 Timbangan bayi 2 1 2 +1 6
keperluan
Sesuai
13 Timbangan obat 2 2 2 +1 7
keperluan
14 Doppler 6 3 3 +1 13 A
15 Infuse pump 9 3 4 +1 17 S
16 Syringe pump 9 3 4 +1 17 S
Sesuai
17 Mikroskop 4 2 2 0 8
keperluan
Sesuai
18 Mikropipet 4 2 2 0 8
keperluan
Sesuai
19 Rotator 4 3 3 +1 11
keperluan
Operating
20 9 4 5 0 18 S
mikroskop
21 CTG 6 3 3 +1 13 A
Sesuai
22 Centrifuge 4 3 2 +1 11
keperluan
Sesuai
23 Blood bank 4 2 2 +1 9
keperluan
24 ESU 9 4 4 0 17 S
25 ENT unit 8 1 4 +1 14 A
Sesuai
26 Incubator lab 4 2 2 +1 9
keperluan
27 Anesthesi Ventilator 9 5 5 0 19 S
Sesuai
28 Audio Traveller 6 3 2 +1 12
keperluan

29 Autoref keratometer 6 3 3 +1 13 A

30 Echocardiograph 6 3 3 +1 13 A

31 Lampu sorot 2 1 1 +2 6 T

32 Binocular indirect 6 3 4 +1 14 A

33 Snallen chart 6 3 3 0 12 S

34 Audiometri 6 3 4 +1 14 A

35 Typanometer 6 3 4 +1 14 A

36 Headlight 2 1 1 +2 6 T

37 Endoscopy 8 3 5 +2 18 S

38 Suction pump 6 2 2 +2 12 T

Pengukur tinggi
39 6 1 2 0 9 T
badan