Anda di halaman 1dari 7

TERM OF REFERENCE

SOSIALISASI EARLY WARNING SYSTEM (EWS)

DI RS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Disusun Oleh :

Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang

2019
TERM OF REFERENCE

SOSIALISASI EARLY WARNING SYSTEM (EWS)

DI RS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

I. PENDAHULUAN
Seiring berjalannya Akreditasi Rumah Sakit oleh KARS telah membawa pola
pemikiran untuk penanganan pasien henti jantung maupun nafas dengan baik. Hal ini
dikarenakan dituntut adanya sebuah tim reaksi cepat dalam menangani kejadian seperti
ini, tim ini biasanya dinamakan “Tim Code Blue”.
Tim Code Blue lebih banyak akan menangani pasien setelah kejadian henti
jantung, dengan mengedepankan reaksi cepat dan melakukan resusitasi jantung paru
dengan kualitas tinggi kurang dari 5 menit setelah code blue diaktifkan. Sebuah prinsip
lebih baik mencegah dari pada mengobati layak untuk diperhitungkan dalam pengelolaan
pasien henti jantung maupun henti nafas, hal ini disebabkan pasien mengalami henti
jantung sebenarnya tidak tiba-tiba tetapi ada sebuah proses yang telah mendahuluinya
dan penderita ataupun kita lalai atau justru tidak memahaminya sebagai tanda awal
terjadinya henti jantung.
Tindakan pencegahan untuk terjadinya henti jantung di rumah sakit sebenarnya
telah dikembangkan pertama kali sejak tahun 1997 oleh tim di Rumah Sakit James Paget,
Norfolk, Inggris, dan dipresentasikan pada konferensi Mei 1997 dari Intensive Care
Society dengan diterbitkannya sebuah skoring Early Warning System (EWS).
SNARS edisi satu dalam salah satu elemen penilaian juga menuntut adanya sistem
EWS (Early Warning System) di sebuah rumah sakit. Manfaat berjalannya Sistem EWS
di rumah sakit dapat mencegah 50% pasien untuk tidak terjadi cardiac arrest atau aktifasi
code blue. Tindakan code blue dengan respon yang cepat dan high quality CPR akan
memberikan harapan hidup / ROSC (return of spontaneus circulation)
Skoring EWS merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk menilai kondisi
fisiologis pasien yang meliputi tanda vital dan kesadaran secara langsung kepada pasien
sehingga akan diketahui perkembangan perburukan pasien lebih awal termasuk pasien
sepsis untuk dilakukan intervensi penanganan secepatnya maupun sebuah keputusan
untuk memindahkan pasien ke ICU.
Penilaian skor peringatan dini (EWS) ini juga mengedapankan SDM PPA
(Profesional Pemberi Asuhan) untuk melakukan pencatan, penilaian dan respon atau
menanggapi perubahan parameter fisiologis klinis secara rutin kepada pasien. Kata kunci
yang dibutuhkan adalah (a) deteksi dini (b) ketepatan waktu (c) kompetensi klinis,
sehingga tujuan EWS akan tercapai. Penggunaan skor penilaian ini diharapkan akan
memberikan pemahaman yang sama dari masing-masing individu profesional pemberi
asuhan (PPA) dalam memahami dan menilai pasien, jadi tidak menimbulkan persepsi
yang berbeda-beda.

II. LATAR BELAKANG


Sesuai dengan visi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang “Menjadi rumah
sakit pilihan masyarakat dengan keunggulan dalam pelayanan kesehatan
komprehensif, bermutu tinggi, aman dan efektif” maka Pelatihan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) ini berorientasi pada upaya mengimplementasikan sistem dan
membudayakan sikap kepada seluruh pekerja di lingkungan rumah sakit yang dapat
dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
1. Membangun komitmen seluruh pegawai untuk membudayakan K3 di lingkungan
kerja masing-masing.
2. Perencanaan sistem manajemen K3 sebagai wujud upaya memberikan pelayanan
dengan mengutamakan patient safety.
3. Penerapan/implementasi sistem dengan menerapkan pelayanan yang berorientasi
pada nilai dasar (basic value), kecepatan pelayanan (sasaran mutu), pelayanan paska
perawatan, penanganan komplain dengan cepat, menyediakan fasilitas dan sarana
yang aman untuk pelayanan kesehatan, serta keamanan pasien (patient safety).
III. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Mengupayakan promosi keselamatan dengan upaya promotif, preventif, dan
edukatif serta mengupayakan budaya kerja yang aman.
b. Tujuan Khusus
 Menurunkan angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) atau hampir terjadi (near
miss) terhadap bahaya kebakaran menjadi zero accident di tempat kerja.
 Meningkatkan kewaspadaan bahaya terhadap keselamatan dengan membentuk
satgas penanggulangan kebakaran dan evakuasi.
 Mengendalikan bahan kimia berbahaya (gas, uap, cairan, atau debu yang dapat
membahayakan tubuh).
 Melakukan pendidikan dan pelatihan untuk tercapainya keadaan yang aman
dan nyaman bagi seluruh direksi & pegawai.

IV. KEGIATAN
a. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
 Materi
 Dasar-dasar K3 (pengertian K3, bahaya dan faktor-faktor bahaya di tempat
kerja, pengertian dan penilaian risiko K3, pengertian insiden dan kecelakaan
kerja, sebab-sebab kecelakaan kerja, upaya pencegahan kecelakaan kerja,
penyakit akibat kerja dan tanggap darurat K3).
 Alat pelindung diri
 Klasifikasi Api
 Cara penanggulangan bahaya kebakaran
 Klasifikasi APAR dan Hidran
 Manajemen Resiko
 Praktek lapangan (APAR dan Hidran)

b. Cara Melaksanakan Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan 1 hari tiap gelombangnya dengan peserta pergelombang
ada 75 karyawan yang ditujukan kepada perwakilan di semua unit. Peserta
mengikuti materi yang disampaikan tim K3 dan tim PMK Kota Malang, materi
dilaksanakan didalam ruangan, sedangkan praktek berlangsung di luar gedung
dengan memakai apar dan hydrant.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan 2 gelombang dengan kuota per gelombangnya
75 orang. Jadi total karyawan yang mengikuti kegiatan ini ada 150 orang.

V. SASARAN KEGIATAN
Kegiatan ini diikuti oleh sebagian karyawan RS UMM baik medis, non-medis, dan
manajerial yang berjumlah 150 karyawan.

VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan ini di agendakan tanggal 29 dan 30 April 2019 dengan jadwal :


No Jam Kegiatan Materi Penanggung Jawab
1 07.30 – 08.00 Registrasi Sie Kesekretariatan
08.00 – 08.15 Pembukaan Sie Acara
 Pembacaan ayat
suci alqur’an
 Lagu Indonesia
Raya
 Lagu sang surya
 Sambutan
Direksi

08.15 – 08.30 Pre Test Sie Acara


08.30 – 09.30 Dasar – dasar K3 Tim K3 RS UMM
09.30 – 11.30 Klasifikasi Api, Tim PMK Malang
Proses Evakuasi
dan Manajemen
Resiko
11.30 – 12.30 Ishoma Sie Acara
12.30 – 15.00 Praktek Lapangan Tim PMK
15.00 – 15.15 Post Test Sie Acara
15.15 - selesai Penutup Sie Acara

VII. SUSUNAN KEPANITIAAN

Pengarah : Drs. Wakidi

Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, SpPD, KPTI

Drs. Mursidi, MM

dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes

Penanggung Jawab : Fandy Dharmawan, S.Kep.,Ns

Ketua Pelaksana : Arik Siswo Sudaryo

Wakil Ketua : dr. Wirasasmita Paripih

Sekretaris + Bendahara : Ratna Wulandari, S.Psi


Sie Acara : Sandy Dewanto, A.Md.Kep

Mochamad Taufik

Ahmad Sulhan, S.Kep.Ns

Sie Dokumentasi : Abdul Rochmat Hidayat

Perlengkapan : Sudarsono, AMd.Kep

Dedy Aji Maulana, A.Md.Kes

Rudik Sudarmanto

Nico Rizkyawan

Konsumsi : Hani Irawan Sakti, AMd.Kep

Noviani Susanti

VIII. ESTIMASI DANA KEGIATAN


Estimasi Dana Kegiatan
Kepanitiaan 14 orang x Rp 250.000 = Rp 3.500.000
Fee Tim PMK 2 Gelombang = Rp 6.000.000
Konsumsi Pemateri dan Panitia Rp 20.000 x 20 = Rp 400.000
Kestari = Rp 500.000
Sertifikat Peserta Rp 6000 x 165 = Rp 990.000
Snack Rp 7.000 x 165 orang = Rp 1.155.000
Pemateri Rp 150.000 x 2 orang = Rp 300.000
Makan Rp 15.000 x 150 orang = Rp 2.250.000
Total = Rp 15.095.000
IX. EVALUASI DAN PELAPORAN
Evaluasi dan pelaporan dilakukan segera setelah kegiatan berakhir.

X. PENUTUP
Demikian TOR Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) ini
disusun, semoga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan
sumber daya manusia di RS UMM.