Anda di halaman 1dari 7

OBAT HERBAL UNTUK GANGGUAN

ATEROSKLEROSIS

Disusun secara Individu untuk memenuhi Tugas Ujian Take Home Herbal
yang diampu oleh :

Edy Soesanto S.Kep M.Kes

Penyusun :
Widya Tri Ikrarta / 5A / G2A016004

PROGRAM SARJANA ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

TAHUN AJARAN 2018/2019


1. Latar Belakang

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke
anggota tubuh yang lain. Ciri-ciri arteri yang sehat yaitu fleksibel, kuat dan elastis. Lapisan
permukaan dalamnya licin sehingga darah dapat mengalir tanpa batasan. Tetapi, suatu
waktu, terlalu banyak tekanan pada arteri dapat menyebabkan dinding pembuluh darah
menjadi tebal dan kaku, akhirnya akan membatasi darah yang mengalir ke organ dan
jaringan. Proses ini disebut arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh arteri.

Aterosklerosis adalah bentuk umum dari ateriosklerosis. Meskipun kedua istilah


tersebut dalam aplikasinya dapat saling menggantikan. Aterosklerosis merupakan pengerasan
pembuluh darah arteri yang disebabkan karena penumpukkan simpanan lemak (plak) dan
substansi lainnya. Beberapa penelitian menggambarkan perbedaan antara “ateriosklerosis“,
“atherosclerosis“, dan “arteriolosklerosis”. Dalam konteks ini, atherosklerosis digunakan
ketika mengacu pada arteri utama yang lebih besar, dan arteriolosklerosis digunakan
ketika mengacu pada arteriol, sedangkan arteriosklerosis merupakan induk dari kedua
terminologi di atas. Arteriosclerosis (pengerasan arteri utama) diakibatkan dari suatu
simpanan yang tidak mudah rusak dan kolagen yang kaku di dalam dinding pembuluh
darah di sekitar ateroma. Hal ini meningkatkan kekakuan dan menurunkan elastisitas
dinding arteri. Arteriolosklerosis (pengerasan arteri kecil, arteriol) adalah hasil dari
penyimpanan kolagen, penebalan dinding otot dan penyimpanan protein (“hyaline”).

Aterosklerosis adalah penyakit yang sangat progresif yang menyebabkan


mengerasnya pembuluh arteri karena sumbatan oleh kolesterol teroksidasi. Atherosklerosis
ini tidak jarang sudah mulai terjadi sejak usia masih sangat muda. Proses mengerasnya
pembuluh darah merupakan suatu proses yang berjalan perlahan-lahan namun pasti.

Diperkirakan bahwa atherosclerosis berawal sebagai atheroma, yaitu tumor jinak


(nonkanker) sel-sel otot polos di dalam dinding pembuluh darah. Sel-sel ini bermigrasi dari
lapisan otot pada pembuluh darah ke posisi tepat di bawah lapisan endothel, sel-sel tersebut
terus membelah diri dan membesar. Kemudian, kolesterol dan lemak yang menumpuk di
sel-sel otot polos abnormal ini membentuk plak. Plak terbentuk dari simpanan substansi
lemak, kolesterol sisa metabolisme sel, kalsium dan fibrin. Substansi-substansi ini dapat
berkembang pada arteri sedang atau aorta. Kerusakan dinding pembuluh yang parah akibat
terkena plak ini menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya. Keadaan seperti ini disebut
“pengerasan arteri“. Atherosklerosis bukanlah penyakit yang baru dikenal. Pembuluh darah
mummi Mesir, lebih dari 3500 tahun yang lalu, ternyata telah mengidap penyakit ini. Otopsi
pertama yang dilakukan pada tahun 1931 menunjukkan adanya tanda-tanda pengapuran pada
pembuluh koroner seorang wanita mummi wanita berusia 50 tahun.

Otopsi pada 200 serdadu yang mati muda dalam perang Korea menunjukkan 50
persen serdadu itu menunjukkan tanda-tanda pengapuran pada pembuluh koronernya
walaupun mereka tidak mempunyai keluhan sama sekali. Di Amerika Serikat, 46 persen
dari anak muda yang mati karena kecelakaan lalu lintas ternyata sudah mengidap pengapuran
koroner yang nyata, tetapi tetap tanpa gejala yang nyata. Jumlah penderita atherosklerosis di
era globalisasi dan industrialisasi cenderung meningkat. Pada dekade terakhir ini penyakit
jantung dan pembuluh darah yang didasari oleh atherosklerosis berkembang menjadi
pembunuh utama di Indonesia. Dari penelitian menunjukkan, penyebab kematian dari
penduduk dunia yang diteliti adalah jantung (42,9 persen), stroke (25,9 persen), penyakit
paru dan asma (12,5 persen), kanker (5,4 persen), dan penyakit lain (kurang dari empat persen).
Salah satu penyebab fenomena ini adalah pola hidup masyarakat yang tidak sehat .

Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1976
menyimpulkan bahwa progresi pengapuran koroner bertambah sebesar 3 persen per tahun
sejak usia seseorang melewai 20 tahun. Kenyataan ini membuktikan bahwa progresivitas
pengapuran pembuluh koroner sesungguhnya memang menggulir diam-diam dan senantiasa
membawa bahaya laten. Check up menjadi penting, terutama bagi seseorang yang sudah
melewati usia 40 tahun. Dengan demikian, progresivitas penyakit ini dapat di cegah sedini
mungkin.

Di negara-negara Barat aterosklerosis merupakan sebagian besar bentuk dari


penyakit jantung. Lebih dari 1 1/2 dari semua penderita yang meninggal merupakan hasil
langsung maupun tidak langsung dari aterosklerosis.

2. Nama Herbal
a) Morinda Citrifolia
b) Mengkudu ditanam dengan cara menyemai/menabur bibit dari Mengkudu.
c) Kandungan senyawa aktif, mineral, dan vitamin yang terkandung di dalam
Mengkudu adalah sebagai berikut :
- Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi
lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral
penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu.
Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan
antioksidan yang hebat.
- Terpenoid: Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-
sel tubuh.
- Zat anti bakteri: Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu
dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa,
Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia
coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan)
seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella
dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
- Scolopetin: Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan
anti-alergi.
- Zat anti kanker: Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif
melawan sel-sel abnormal.
- Xeronine dan Proxeronine: Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam
buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit
xeronine, tetapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine
alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat
seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk
mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel
yang aktif.

Mengkudu memiliki kandungan antioksidan yaitu :

- Xeronin
- Proxeronin
- Asam Askorbat
- Asam Linoleat
- Βetakaroten
- Flavanoid
- Caprylit Acid

Kandungan diatas dapat menetralisir radikal bebas sehingga dapat menghambat


disfungsi endotel. Endotel merupakan organ yang memiliki peran penting dalam
patogenesis. Endotel berperan penting dalam mensekresi subtansi yang mengatur
konstriksi dan relaksasi pembuluh darah. Disfungsi endotel artinya tidak seimbangnya
antara faktor relaksasi – kontraksi, Faktor anti koagulan – proagulan, antara faktor-
faktor yang menghambat pertumbuhan poliferasi dengan yang memacu pertumbuhan
dan proliferasi sel.

Fungsi utama dari endotel adalah:

1) Mengatur tonus pembuluh darah,

2) Mengatur adhesi inflamasi,

3) Mempertahankan keseimbangan antara trombosis dan fibrinolisis.

Buah Mengkudu memiliki kandungan scopoletin yang dapat meningkatkan


aktivitas antioksidan endogen (superoxide dismutase dan catalase) dan dapat
menghambat terjadinya shear stress dengan menghambat spasme pembuluh darah dan
merelaksasikan dari otot polos pembuluh darah.

d) Cara mengekstraksi buah mengkudu menjadi obat herbal


- Buah mengkudu dihaluskan dengan blender kemudian direndam dengan
alkohol 90 % perbandingan 1 : 3 dan dikocok dengan pengocok listrik
(stirrer) selama 2 jam, lalu didiamkan selama 24 jam.
- Ekstrak disaring dan ampasnya direndam kembali dengan alkohol 90 %
perbandingan 1 : 2, kemudian dikocok selama 2 jam dan didiamkan
selama 24 jam.
- Hasil saringan (filtrat) yang dihasilkan kemudian diuapkan dengan
menggunakan mesin penguap listrik (evaporator) sampai didapatkan
ekstrak kental dengan rendemen + 7,65 %.

e) Standar mutu ekstrak kental mengkudu / kadar dosis herbal mengkudu :


· Rendemen : 10 - 12 %
· Kandungan kimia (Flavonoid total) : 0,09 – 0,12 %
· Kadar air : 3,7 – 6,15 %

3. Hubungan antara buah Mengkudu dengan terjadinya Aterosklerosis


a) Hubungan Senyawa dengan Aterosklerosis :
Kandungan kimia yang ada dalam mengkudu adalah scopoletin, rutin,
polisakarida, asam askorbat, β-karoten, 1-arginin, proxironin, proxeroninase,
iridoid, asperolusid, iridoid antrakinon, asam lemak, kalsium, alizarin, vitamin B,
asam amino, glikosida, dan juga glukosa. Khasiat dan kegunaan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, melawan tumor dan
kanker, menghilangkan rasa sakit, anti peradangan dan anti alergi (Bangun, et al.,
2002).

b) Hubungan Vitamin dengan Aterosklerosis :


- Senyawa-senyawa Terpenoid
Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik yang juga
terdapat pada lemak/minyak esensial ( essential oils), yaitu sejenis lemak
yang sangat penting bagi tubuh. Zat -zat terpen membantu tubuh dalam
proses sintesa organik dan pemulihan sel -sel tubuh (Sjabana, 2002).

- Asam
Asam askorbat yang ada di dalam buah mengkudu adalah sumber
vitamin C yang luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan
yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas
(partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses
metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem
kekebalan tubuh).

- Scopoletin
Pada tahun 1993, peneliti Universitas Hawaii berhasil memisahkan zat-
zat scopoletin dari buah men gkudu. Zat-zat scopoletin ini mempunyai
khasiat pengobatan, dan sebagai tambahan para ahli percaya bahwa
scopoletin adalah salah satu di antara zat -zat yang terdapat dalam buah
mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di
dalam tubuh manusia (Waha, 2000).
Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang
mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu
scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri,
bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium, sp dan juga bersifat
anti-peradangan dan anti-alergi (Waha, 2000).

c) Hubungan Mineral dengan Aterosklerosis


- Xeronine dan Proxeronine
Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah mengkudu adalah
xeronine. Xeronine dihasilkan juga oleh tubuh manusia dalam jumlah
terbatas yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim -enzim dan mengatur
fungsi protein di dalam sel (Sjabana, 2002).

Proxeronine adalah sejenis asam koloid yang tidak mengandung gula,


asam amino atau asam nukleat seperti koloid -koloid lainnya dengan bobot
molekul relatif besar, lebih dari 16,000. Apabila kita mengkonsumsi
proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh akan meningkat. Di dalam
tubuh manusia (usus) enzim proxeronase dan zat zat lain akan mengubah
proxeronine menjadi xeronine. Fungsi utama xeronine adalah mengatur
bentuk dan rigiditas (kekerasan) protein – protein spesifik yang terdapat di
dalam sel. Hal ini penting mengingat bila protein-protein tersebut berfungsi
abnormal maka tubuh kita akan mengalami gangguan kesehatan (Sjabana,
2002).

4. Kesimpulan
Buah Mengkudu memiliki kandungan scopoletin yang dapat meningkatkan
aktivitas antioksidan endogen (superoxide dismutase dan catalase) dan dapat
menghambat terjadinya shear stress dengan menghambat spasme pembuluh darah dan
merelaksasikan dari otot polos pembuluh darah.
DAFTAR PUSTAKA