Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MAKALAH EPIDEMIOLOGI

ANALISIS JENIS PENYAKIT MENULAR


“EBOLA”

DISUSUN OLEH :

AMANINA FILZAH ZUBAIDI

P1337425217001

D-IV TERAPIS GIGI & MULUT

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


SEMARANG
2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penyakit menular atau penyakit infeksi adalah sebuah penyakit yang
disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan
disebabkan oleh faktor fisik (seperti luka bakar) atau kimia (seperti keracunan).
Cara-cara penularan penyakit melalui media langsung dari orang ke orang
(melalui permukaan kulit) dan melalui media udara, penyakit yang dapat ditularkan
dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui udara pernapasan
disebut sebagai air borne disease.
Berbagai penyakit menular pada manusia yang bersumber dari hewan telah
banyak mewabah di dunia. Istilah zoonosis telah dikenal untuk menggambarkan suatu
kejadian penyakit infeksi pada manusia yang ditularkan dari hewan vertebrata.
Hal inilah yang bagi dewasa saat ini menjadi sorotan publik dan menjadi objek
berbagai studi untuk mengkaji segala aspek yang berkaitan dengan wabah tersebut
yang diharapkan nantinya akan diperoleh suatu sistem terpadu untuk pemberantasan
dan penanggulangannya.

B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah pada makalah ini adalaha sebagai berikut :
1. Penyakit Ebola
2. Epidemiologi Penyakit Ebola
3. Proses penyebaran Penyakit Ebola
4. Penanggulangan Penyakit Ebola

C. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tinjauan umum tentang Penyakit Ebola
2. Untuk mengetahui epidemiologi Penyakit Ebola
3. Untuk mengetahui proses penyebaran Penyakit Ebola
4. Untuk mengetahui pencegahan Penyakit Ebola
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN EBOLA
Ebola adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan virus ebola. Penyakit ini
dikenal dengan Ebola Virus Disease (EVD ) atau Ebola Hemorrhagic Fever (EHF).
Penyakit Ebola sangat mematikan. Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit
badan, pendarahan dalam dan luar, dan demam. Tingkat kematian berkisar antara 50%
sampai 90%. Asal katanya adalah dari sungai Ebola di Kongo.
Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh
atau kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari.
Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 100% efektif dalam monyet,
namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.
Terdapat lima macam genus virus ebola penyebab penyakit ini,
yaitu Bundibugyo ebolavirus (BDBV), Reston Ebolavirus , Sudan ebolavirus (SUDV),
Zaire ebolavirus, dan Tai Forest virus (TAFV) yang dulu dikenal dengan Ivory Coast
Ebolavirus (CIEBOV).

B. EPIDEMIOLOGI PENYAKIT EBOLA


Asal-usul di alam dan sejarah alami dari virus Ebola tetap menjadi
misteri.Secara umum, virus ini ada yang menyerang manusia (Ebola-Zaire, Ebola-
Ivory Coast dan Ebola-Sudan) dan ada yang hanya menyerang hewan primata (Ebola-
Reston). Tidak ada carrier state karena tidak ditemukan lingkungan alami dari virus.
Namun dari beberapa hipotesis mengatakan bahwa terjadi penularan dari hewan
terinfeksi ke manusia. Kemudian dari manusia yang terinfeksi ini, virus bisa
ditularkan dalam berbagai cara.
Orang bisa terinfeksi karena berkontak dengan darah dan atau hasil sekresi
dari orang yang terinfeksi. Orang juga bisa terinfeksi karena berkontak dengan benda
seperti jarum suntik yang terkontaminasi dengan orang yang terinfeksi. Penularan
secara nosokomial (penularan yang terjadi di klinik atau rumah sakit) juga dapat
terjadi bila pasien dan tenaga medis tidak memakai masker ataupun sarung tangan.
Pada primata, Ebola-Reston, menyerang fasilitas penelitian hewan primata di
Virginia, AS. Ebola-Reston menyebar melalui partikel udara. Ebola merupakan salah
satu kasus emerging zoonosis yang paling menyita perhatian publik karena
kemunculannya yang sering dan memiliki angka mortalitas yang tinggi pada manusia.
Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di provinsi Sudan dan di wilayah yang
berdekatan dengan Zaire (saat ini dikenal sebagai Republik Congo) pada tahun 1976,
setelah terjadinya suatu epidemi di Yambuku, daerah Utara Republik Congo dan
Nzara, daerah Selatan Sudan. Sejak ditemukannya virus Ebola, telah dilaporkan
sebanyak 1850 kasus dengan kematian lebih dari 1200 kasus diantaranya (Anonimous
2004).
Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus yang tergolong
famili Filoviridae. Inang atau reservoir dari Ebola belum dapat dipastikan, namun
telah diketahui bahwa kelelawar buah adalah salah satu hewan yang bertindak sebagai
inang alami dari Ebola. Virus Ebola juga telah dideteksi pada daging simpanse, gorila,
Macaca fascicularis dan kijang liar.
Penyebaran virus Ebola dalam skala global masih terbatas. Hal ini berkaitan
dengan transmisinya yang tidak melalui udara dan juga jarak waktu yang diperlukan
virus Ebola untuk menginfeksi satu individu ke individu lainnya. Selain itu, onset
virus yang relatif cepat dapat mempercepat diagnosa terhadap penderita sehingga
dapat mengurangi penyebaran penyakit melalui penderita yang bepergian dari satu
wilayah ke wilayah lainnya.
Penyakit ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan manusia, terutama di daerah
Afrika, untuk mengkonsumsi daging hewan liar. Daging hewan liar yang
terkontaminasi akan menjadi media yang efektif dari penularan Ebola pada manusia.
Gejala klinis dari penyakit ini adalah demam secara tiba-tiba, kelemahan, nyeri otot,
sakit kepala dan tenggorokan kering. Kemudian diikuti dengan muntah, diare, ruam
pada kulit, gangguan fungsi ginjal dan hati serta pada beberapa kasus terjadi
pendarahan internal dan eksternal. Hasil temuan laboratoris menunjukkan penurunan
jumlah butir darah putih dan platelet serta peningkatan kadar enzim hati.
Virus Ebola mudah menyebar dengan cepat. Pertama kali infeksi dimulai dari
penularan dari hewan yang terinfeksi ke manusia. Nah, dari situ nantinya manusia
meneruskan rantai penyakit ini ke manusia yang lain. Penyebaran virus Ebola antar
manusia bisa melalui makanan atau berpegangan. Kontak langsung dengan darah atau
cairan yang terkontaminasi juga bisa menginfeksi manusia. Tidak hanya itu, manusia
juga bisa terinfeksi hanya dengan menyentuh objek (misalnya jarum) yang sudah
terkontaminasi. Serangan sakit virus Ebola sangat tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan
adalah demam, sakit kepala, sakit sekitar persendian dan otot, sakit tenggorokan dan
tubuh lemah. Gejala ini diikuti juga oleh diare, sakit perut dan muntah-muntah.
Ruam-ruam, mata memerah, tersedak, serta adanya pendarahan luar dan dalam
ditemukan pada beberapa pasien.

C. PROSES PENYEBARAN PENYAKIT EBOLA


Penyakit ebola menyebar dan masuk ke dalam tubuh host melalui berbagai macam
cara antara lain melalui jarum suntik, donor darah, dan melalui kontak langsung
tangan. Virus Ebola dapat juga ditularkan melalui keringat, terutama jika kulit terluka.
Selain itu, virus Ebola juga dapat menular ke manusia saat menangani mayat pasien
penderita penyakit Ebola, sehingga untuk menghindari virus Ebola dari mayat, harus
mengenakan sarung tangan dan pakaian anti-kontak langsung dengan tubuh pasien.

Tahapan penularan virus ebola dari penderita satu ke penderita lainnya antara lain :
1. Virus Ebola menginfeksi subjek melalui kontak dengan cairan tubuh atau sekret
dari pasien yang terinfeksi dan didistribusikan melalui sirkulasi. melalui lecet di kulit
selama perawatan pasien, ritual penguburan dan mungkin kontak dengan daging
secara terinfeksi, atau di permukaan mukosa. Terkadang jarum suntik merupakan rute
utama dari eksposur kerja.
2. Target awal dari replikasi adalah sel-sel retikuloendotelial, dengan replikasi tinggi
dalam beberapa tipe sel di dalam hati, paru-paru dan limpa.
3. Sel Dendritic, makrofag dan endotelium tampaknya rentan terhadap efek cytopathic
produk gen virus Ebola in vitro dan mungkin in vivo melalui gangguan jalur sinyal
seluler dipengaruhi oleh mengikat, fagositosis serapan virus atau keduanya.
Kerusakan tidak langsung juga dapat ditimbulkan oleh faktor-faktor yang beredar
seperti faktor tumor nekrosis dan oksida nitrat sehingga kontak langsung antara setiap
individu sangat memegang peranan penting dalam penyebaran dan penularan penyakit
ebola di dalam masyarakat. Karena kita tidak bias menghindari kontak secara
individu. Sebab, hal itu terjadi tanpa kita tahu kondisi dan sifat yang sebenarnya.
D. PENCEGAHAN PENYAKIT EBOLA
Virus Ebola mampu menular dari satu manusia ke manusia lain hanya dengan
kontak langsung saja. Untuk itu pencegahan terhadap penyakit infeksi Ebola ini pun
cukup sulit. Yang paling terutama adalah menghindari kontak langsung dengan orang
yang terinfeksi virus Ebola sebisa mungkin. Apabila ada anggota keluarga terinfeksi
virus ini sangat dianjurkan agar orang tersebut dirawat di rumah sakit. Begitu juga
apabila ada teman anda yang meninggal akibat penyakit ini, usahakan jangan ada
kontak langsung dengannya. Adapun 5 tahapan pencegahan penyakit ebola dalam
lingkungan masyarakat antara lain :
a. Health Promotion
Pendidikan kesehatan pada masyarakat untuk melakukan perubahan prilaku untuk
hidup bersih dan sehat serta meningkatkan higien pribadi dan sanitasi lingkungan
dalam lingkungan masyarakat dan sekitarnya
b. Early Diagnosis
Program penemuan penderita melalui survey pada kelompok – kelompok yang
berisiko atau pada populasi umum dan peda pelaporan kasus.
c. Spesifik Protection
Menghindari diri dari gigitan serangga, berusaha untuk tidak pergi ke daerah yang
kurang penyinaran matahari dan terdapat binatang ataupun serangga yang menjadi
sumber penularan penyakit tersebut untuk menghindari terjadinya komplikasi
penyakit dan penyebar luasnya penyakit tersebut dalam masyarakat.
d. Disability Limitation
Terapi kompleks pada penderita ebola agar tidak terjadi kematian dengan menambah
konsentrasi minum penderita agar tidak terjadi dehidrasi serta upaya peningkatan
kekebalan tubuh kelompok.
e. Rehabilitation
f. Pendidikan Kesehatan kepada para penderita beserta keluarga serta dilakukannya
rehabilitasi fisik dan psikologis pada kasus dan penderita penyakit ebola.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Virus Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus , familia Filoviridae .
Virus Ebola adalah sejenis virus Dari Ebolavirus genus, familia Filoviridae. Virus ini
pertama kali ditemukan di Afrika, daerah selatan Sudan dan Zaire. pada tahun 1976
pada tubuh seekor monyet.
Virus Suami Pertama kali ditemukan di Afrika, Sudan selatan Daerah dan
Zaire years PADA 1976 PADA tubuh seekor monyet. Serangan sakit virus Ebola
sangat tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan adalah demam, sakit kepala, sakit sekitar
persendian dan otot, sakit tenggorokan dan tubuh lemah. Gejala ini diikuti juga oleh
diare, sakit perut dan muntah-muntah. Ruam-ruam, mata memerah, tersedak, serta
adanya pendarahan luar dan dalam ditemukan pada beberapa pasien.
Ebola merupakan salah satu kasus emerging zoonosis yang paling menyita
perhatian publik karena kemunculannya yang sering dan memiliki angka mortalitas
yang tinggi pada manusia. Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di provinsi Sudan
dan di wilayah yang berdekatan dengan Zaire (saat ini dikenal sebagai Republik
Congo) pada tahun 1976, setelah terjadinya suatu epidemi di Yambuku, daerah Utara
Republik Congo dan Nzara, daerah Selatan Sudan. Sejak ditemukannya virus Ebola,
telah dilaporkan sebanyak 1850 kasus dengan kematian lebih dari 1200 kasus
diantaranya penyebaran virus Ebola dalam skala global masih terbatas. Hal ini
berkaitan dengan transmisinya yang tidak melalui udara dan juga jarak waktu yang
diperlukan virus Ebola untuk menginfeksi satu individu ke individu lainnya.
Selain itu, onset virus yang relatif cepat dapat mempercepat diagnosa terhadap
penderita sehingga dapat mengurangi penyebaran penyakit melalui penderita yang
bepergian dari satu wilayah ke wilayah lainnya.Penyakit ini dapat dikaitkan dengan
kebiasaan manusia, terutama di daerah Afrika, untuk mengkonsumsi daging hewan
liar. Daging hewan liar yang terkontaminasi akan menjadi media yang efektif dari
penularan Ebola pada manusia.
DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.kerjanya.net/faq/6586-ebola.html
2. http://eprints.upnyk.ac.id/15274/
3. http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/article/view/90
4. http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-
content/uploads/2017/08/eJournal%20jae%20(08-31-17-06-12-25).pdf
LAMPIRAN KASUS / JURNAL KASUS

Oleh : eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 2017, 5 (3): 995-1010 ISSN 2477 –
2623 (Online), ISSN 2477 – 2615 (Print) ejurnal.hi.fisip-unmul.ac.id

Penyakit Ebola Virus (EVD) pertama kali muncul pada tahun 1976 sebagai
penyakit endemis di wilayah dua wabah simultan, satu di tempat Nzara, Sudan
Selatan, Republik Demokratik Kongo. Yang terakhir ini terjadi di sebuah desa di
dekat sungai Ebola. Penularan penyakit ini sangat cepat, terjadi melalui kontak
langsung dengan darah dan cairan tubuh penderita ebola yang telah meninggal karena
virus ini, tetap menular selama beberapa hari.
Menurut badan kesehatan dunia (WHO) korban meninggal akibat wabah ebola
di Afrika Barat pada Desember 2014 tercatat 7.518 korban tewas dari 19.340 kasus
kemudian meningkat hingga 7.693 jiwa dari 19.695 kasus. di Sierra Leone jumlah
korban terinfeksi ebola terbanyak. 14.124 korban terinfeksi, terdapat 39.56 korban
tewas.
Di Guinea, tercatat 38.11 terinfeksi dengan angka kematian mencapai 25.43.
Sedangkan di Liberia pada tanggal tercatat ada 10.675 terinfeksi. Namun, jumlah
kematian akibat ebola di Liberia tercatat dengan korban tewas mencapai 48.09 jiwa.
Di Liberia tercatat memiliki angka tingkat kematian yang tinggi daripada
negara Guinea dan Sierra Leone. Wabah ebola di Liberia dimulai ketika kementerian
kesehatan Liberia mengambil tujuh sampel klinis semua pasien dewasa dari
kabupaten Foya, Lofa yang diuji dengan menggunakan virus primer ebola zaire oleh
laboratorium mobile dari institut pastuer di Conakry. Dua dari sampel mereka telah
diuji positif terkena virus ebola. Foya merupakan kabupaten di Liberia yang telah
terkena virus ebola.
Penyebaran ebola yang sangat pesat maka dengan adanya virus ini maka dari
itu berbagai upaya pemerintah Liberia untuk menanggulangi penyebaran virus ebola
seperti,pemerintah Liberia menutup perbatasannya dengan Sierra Leone sebagai
upaya mencegah penyebaran ebola. Kemudian pemerintah melakukan karangtina di
sebuah pemukiman kumuh di ibu kota Monrovia guna mencegah penyebaran virus.
Akan tetapi upaya pemerintah Liberia masih dinilai tidak maksimal
dikarenakan kurang layaknya upaya yang dilakukan pemerintah kepada warga
negaranya dengan memblokir pemukiman kumuh dengan pagar besi berduri yang
mengelilingi permukiman tersebut, hal ini berdampak pada masyarakat yang kesulitan
melakukan pekerjaan sehari-hari seperti bekerja dan membeli bahan pangan.
Pemerintah dan rakyat Liberia memerlukan langkah luar biasa untuk
keberlangsungan negara dan demi keselamatan wargannya. Kekuatan wabah Ebola
secara umum dapat mengganggu kondisi kesehatan, pertanian, stabilitas negara dan
berbagai aspek lainnya. Tidak heran hingga menjadi fokus perhatian banyak negara
dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui salah satu organisasi dibawahnya
yaitu World Health Organization (WHO) berusaha menanganinya.
WHO adalah sebuah organisasi internasional yang bernaung dibawah bendera
United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memiliki peranan
menangani masalah kesehatan di dunia. Misi utama dari WHO adalah mencapai taraf
kesehatan yang tertinggi bagi semua masyarakat didunia. WHO menyatakan wabah
Ebola di negara Liberia dengan kondisi terparah. Dalam hal ini mendorong negara
Liberia melalui menteri kesehatan dan kepala negara meminta bantuan kepada World
Health Organization (WHO).

Hasil Penelitian :
Ebola Virus Disease (EVD) atau Penyakit virus Ebola adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus Ebola. Nama lain yang sebelumnya digunakan adalah Ebola
Haermorrhagic Fever atau Demam Berdarah Ebola. Virus Ebola terdiri dari 5 species
yaitu Bundibugyo ebolavirus, Zaire ebolavirus, Sudan ebolavirus, Tai Forest
ebolavirus, Reston ebolavirus.
Dari beberapa species Virus diatas, tiga spesies virus tersebut yang pertama
kali adalah yang menyebabkan wabah di Afrika saat ini. Virus ebola menyebar
melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yang sakit karena
ebola. Virus dalam darah dan cairan tubuh masuk ke tubuh orang lain melalui kulit
yang terluka atau bagian yang tidak terlindung seperti mata, hidung dan mulut.
Dalam menghadapi wabah virus ebola yang mematikan di Liberia tercatat ada
10.675 terinfeksi. Jumlah kematian akibat ebola di Liberia tercatat dengan korban
tewas mencapai 48.09 jiwa.Sehingga menyebabkan penyebaran virus ini menular ke
beberapa negara salah satunya adalah Guinea dan Sierra leone. Untuk mengatasi virus
Ebola yang merupakan virus mematikan ini, maka WHO selaku organisasi kesehatan
mengambil tindakan untuk masyarakat Liberia.
Sikap tegas diperlukan untuk mengurangi jumlah korban jiwa yang tewas
akibat virus tersebut. Diakhir tahun 2014 infeksi Ebola mulai melambat di Liberia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, terjadi penurunan penyebaran
wabah Ebola di Liberia, negara yang selama ini paling parah terkena wabah
tersebut.Asisten Direktur Jenderal WHO Bruce Aylward mengatakan jumlah
pemakaman dan kasus Ebola yang masuk ke rumah sakit telah menurun.
Menurut laporan WHO terjadi penurunan 300 kasus orang meninggal di
Liberia. Pada minggu pertama pada bulan Maret 2015 WHO mengumumkan bahwa
Liberia telah melepaskan pasien Ebola terakhirnya setelah pergi selama seminggu
tanpa ada kasus baru yang dilaporkan. Negara ini secara resmi dinyatakan bebas dari
Ebola pada tanggal 9 Mei setelah 42 hari berlalu tanpa ada kasus baru Ebola yang
dilaporkan.
Tiga bulan berlalu tanpa laporan kasus baru. Namun, pada tanggal 29 Juni
Liberia melaporkan bahwa tubuh seorang pemuda berusia 17 tahun yang telah diobati
penyakit malaria dinyatakan positif Ebola. Pasien tersebut berasal dari Nedowein
sebuah desa di Kabupaten Margibi dekat bandara internasional Monrovia.
Setelah itu kasus baru dikonfrimasi ketika seorang anak laki-laki berusia 15
tahun didiagnosis dengan Ebola dan dua anggota keluarga kemudian dinyatakan
positif kemudian pada tanggal 3 Desember dua kasus yang tersisa dilepaskan setelah
sembuh dari virus tersebut. Perhitungan mundur 42 hari ke Liberia dinyatakan bebas
dari Ebola untuk ketiga kalinya pada tanggal 4 Desember 2015 dan berakhir pada
tanggal 14 Januari 2016 ketika Liberia dinyatakan bebas dari Ebola.
Meningkatnya kasus wabah Ebola hingga menyebar ke bebagai kota di
Liberia. Melihat proses penyebaran yang begitu cepat, tentu pemerintah di negara-
negara yang terkena wabah tidak tinggal diam dengan virus tersebut. Berbagai upaya
yang dilakukan pemerintah Liberia untuk menanggulangi penyebaran virus Ebola
adalah pemerintahan Liberia yang berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus
Ebola dengan menutup perbatasannya dengan Sierra Leone, tidak hanya itu,
pemerintahan Liberia juga melakukan karantina di sebuah pemukiman kumuh di ibu
kota Monrovia guna mencegah penyebaran virus Ebola, kemudian mengkuburkan
ratusan mayat di dekat pemukiman penduduk.
Akan tetapi upaya pemerintah Liberia masih dinilai tidak maksimal
dikarenakan kurang layaknya upaya yang dilakukan pemerintah kepada warganya.
Hal ini berdampak pada masyarakat yang kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari
seperti bekerja dan membeli bahan pangan. Hal yang mencengangkan bahwa mereka
tidak setuju dengan karantina tersebut karena sebagian warga Liberia menganggap
virus ebola merupakan kebohongan.
Ada pula yang tidak mempercayai obat-obatan ala barat dan menganggap virus
ebola adalah guna-guna. World Health Organization adalah merupakan organisasi
kesehatan dunia yang berada di bawah nauangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
WHO bekerja untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkulitas.
WHO memiliki beberapa program untuk menghentikan penyebaran virus
ebola tersebut salah satunya adalah dengan mengeluarkan Ebola respon roadmap
dalam program ini WHO tujuannya adalah untuk menghentikan penularan Ebola di
negara-negara yang terkena dampak dalam 6-9 bulan dan mencegah penyebaran
internasional. Roadmap ini akan membantu pemerintah dan mitra dalam revisi dan
resourcing rencana operasional spesifik negara untuk respon ebola, dan koordinasi
dukungan internasional. Untuk implementasi tujuannya adalah :
1. Untuk mencapai cakupan geografis penuh dengan intervensi respon ebola
dikegiatan tanggap ebola pelengkap di negara-negara dengan teransmisi luas dan
intens.
2. Untuk memastikan aplikasi darurat langsung dari luas intervensi respon
ebola di nagara-nagara dengan kasus awal atau transmisi lokal.
3. Untuk memperkuat kesiapan semua negara untuk cepat mendeteksi dan
menanggapi paparn ebola, terutama mereka berbagai perbatasan darat dengan luas
transmisi intens dan orang-orang dengan hubungan transportasi internasional.

Analisis kesimpulan :
Wabah ebola yang melanda Afrika Barat merupakan yang terburuk sejak
wabah ini ditemukan pada tahun 2014. Wabah mematikan ini pertama kali terdeteksi
di Guniea dan tersebar ke Liberia, dan Sierra Leone. Virus ebola menyebar melalui
kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yabng sakit karena ebola.
Virus dalam darah dan cairan tubuh masuk ke tubuh orang lain melalui kulit yang
terluka atau bagian yang tidak terlindung seperti mata, hidung dan mulut. Selin itu
virus ebola juga menyebar melalui jarum suntik yang tidak steril.
Sementara itu, di beberapa negara Afrika Barat, ebola dapat menyebar melalui
kontak langsung atau mengkonsumsi daging hewan yang terjangkit virus ini. Dalam
penyebaran ini beberapa pemerintah negara yang terkena virus ebola salah satunya
adalah Liberia melakukan upaya dalam menangani virus ini. Akan tetapi upaya
pemerintah Liberia masih dinilai tidak maksimal dikarenakan kurang layaknya upaya
yang dilakukan pemerintah kepada warganya.
Maka dari itu pemerintah Liberia memerlukan WHO selaku organisasi
internasional untuk membantu menangani virus ini dengan cara bekerjasama dengan
beberapa organisasi-organisasi lainya dan ebola response rodmap. Namun dari
beberapa upaya tersebut memiliki hambatan-hambatan dalam menjalankan upaya
tersebut.