Anda di halaman 1dari 2

POKOK – POKOK PIKIRAN BIDANG ORGANISASI DAN KOMUNIKASI GMKI (GERAKAN

MAHASISWA KRISTEN INDONESIA)


I. LANDASAN PEMIKIRAN
Pada dasarnya organisasi adalah sebuah wadah serta laboratorium untuk membuat setiap kader
yang seyogianya adalah mahasiswa menjadi lebih selangkah lebih maju baik dalam pemikiran yang
berintegritas dan kritis. Pemahaman tentang fungsi organisasi oleh mahasiswa masih belum mendalam.
Hal itu mulai diperbaiki dengan hadirnya GMKI komisariat FKIP UHN pada tahun 2016. GMKI mulai
memoles setiap kader di komisariat FKIP UHN menjadi mahasiswa serta mahasiswa yang memiliki pola
pikir yang selangkah lebih maju dan siap untuk terjun ke dunia pendidikan yang merupakan tujuan setiap
mahasiswa serta mahasiswi di FKIP UHN agar menjadi pendidik yang siap, pribadi yang berintegritas
dan dibekali banyak kemampuan serta pengalaman.
II. KONDISI INTERNAL DAN EKSTERNAL
1. KONDISI INTERNAL
Pada dasarnya mahasiswa serta mahasiswi di FKIP UHN PEMATANGSIANTAR adalah
mahasiswa serta mahasiswi yang memiliki niat dan keinginan untuk berorganisasi namun mereka tidak
mendapatkan cukup info yang memadai tentang organisasi seperti GMKI. Adapun mahasiswa serta
mahasiswi yang mendapat informasi tentang organisasi GMKI masih dipengaruhi oleh doktrin-doktrin
mahasiswa lain yang mencap GMKI adalah organisasi anarkis dan organisasi politik, hal lain menjadi
perhatian adalah masih bertahannya sikap acuh tak acuh tentang organisasi didalam diri mahasiswa.Hal
inilah yang akan dibenahi oleh pengurus komisariat bagaimana memaksimalkan pengaruh doktrin ini
hingga mahasiswa serta mahasiswi memiliki keinginan untuk berorganisasi. Kondisi Kader- kader di
FKIP UHN Pematangsiantar juga masih terkendala tentang pemahaman konstitusi dan persidangan yang
menjadi motor pergerakan dalam GMKI, hal inilah pula menjadi tujuan untuk memampukan kader-kader
memahami tekhnik persidangan dan konstitusi GMKI agar mampu melaksanakannya di berbagai
kesempatan yang berkaitan dengan hal tersebut. Kader-kader FKIP UHN Pematangsiantar juga harus siap
menunjukkan diri sebagai kader GMKI yang siap pakai dan terjun diberbagai kesempatan dalam
program-program di dalam kampus.
2. KONDISI EKSTERNAL
Mengacu pada zaman milineal yang sedang kita alami serta mahasiswa dan mahasiswi di FKIP
UHN Pematangsiantar yang dihuni oleh mahasiswa dan mahasiswi yang hidup di zaman tekhnologi. Hal
ini memberikan pengaruh positif serta negatif, mengacu pada permasalahan yang sedang viral di
Indonesia bagaimana banyaknya informasi yang beredar di berbagai sosial media, mahasiswa serta
mahasiswi dituntut mampu menyaring informasi dengan baik dan bijaksana serta tidak terpengaruh
dengan berita hoax. Ini menjadi perhatian yang seharusnya ditarik dan dikupas dibagian internal
organisasi agar kader-kader GMKI lebih bijak dan memiliki sudut pandang yang tepat untuk memandang
permasalahan ini secara kritis. Hal ini juga berkaitan dengan GMKI yang menuntut kadernya mampu
berpikir kritis. Hal lainnya yang menjadi perhatian di perkembangan zaman milineal ini adalah
meningkatnya kemampuan mahasiswa serta mahasiswi menulis didalam sosial media seperti, caption,
status facebook dll. Hal ini menjadi perhatian karena orang-orang sekitar serta masyarakat luas akan lebih
mendengarkan melalui tulisan-tulisan, jadi mengacu pada hal ini adalah tidak adanya wadah yang
menerima tulisan tulisan mereka, hal ini selaras dengan dibutuhkannya peningkatan eksistensi dan nilai
esensi GMKI di kalangan mahasiswa FKIP UHN Pematangsiantar agar mahasiswa serta mahasiswi
mengenal dan mengikut sertakan dirinya serta mengabarkan kepada teman sesama mahasiswanya untuk
tumbuh dan berproses di GMKI. Setelah hal hal tersebut, perhatian GMKI komisariat FKIP UHN
Pematangsiantar juga terarah pada sulitnya penyatuan jadwal untuk mengikuti program-program,
bagaimana mahasiswa-mahasiswi di kampus FKIP UHN Pematangsiantar terdiri dari delapan program
studi yang mana memiliki jadwal-jadwal yang berbeda, hal ini juga diperlukan nya database yang lengkap
perihal jumlah kader-kader di komisariat FKIP UHN Pematangsiantar agar mengetahui berapa jumlah
kader di setiap program studi di FKIP UHN Pematangsiantar secara akurat agar memudahkan berjalannya
program yang akan dijalankan.
III. PENUTUP
Pengaplikasian ASKUK yang telah disusun ketua komisariat serta buah buah pikiran yang
diciptakan oleh wakil ketua bidang serta diterjemahkan oleh wakil sekretaris bidangnya ke dalam
program-program tidak lepas dari konsistensi dari semua perangkat organisasi yang bekerja sama. Hal
inilah yang diharapkan mampu dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran untuk meningkatkan
kemampuan setiap kader serta meningkatkan eksistensi dan esensi GMKI di komisariat FKIP UHN di
tiga medan layan nya.

UT OMNES UNUM SINT

AGI JULIANTO MARTUAH PURBA


(Wakil ketua bidang Organisasi dan Komunikasi)